You are on page 1of 21

Teori Karier Holland

Teori original Holland mengalami modifikasi sebagai hasil dari penelitian ulang, hal ini
terbatas pada lingkungan kerja pada masyarakat Amerika (Osipow, 1983 : 83). Pada kata
pengantar dalam karya tulisnya yang terakhir yaitu “Making Vocational Choices : A Theory
of Vocational Personalities and Work Environments” (1985), John Holland mengatakan
bahwa buku itu merupakan perumusan teorinya yang kelima sejak karya tulisnya yang
pertama pada tahun 1959 (Winkel & Hastuti, 2005 : 634). Teori Holland mengemukakan
enam lingkungan okupasional dan enam tipe kepribadian. Pada tahun 1966, Holland
berpendapat bahwa ling¬kungan-lingkungan okupasional itu adalah : Realistik, Intelektual,
Artistik , Sosial, Pengusaha, dan Konvensional, demikian juga tipe kepribadian diberi nama
yang sama (Manrihu, 1992 : 71).
Tingkatan orientasi kepribadian individu menentukan lingkungan yang dipilihnya, semakin
jelas tingkatannya, maka makin efektif pencarian lingkungan yang sesuai (Manrihu, 1992 :
71). Pengetahuan individu tentang diri dan lingkungannya diperlukan untuk menetapkan
pilihan yang sesuai. Teori Holland direvisi pada tahun 1973, tipe-tipe kepribadian dan
lingkungan okupasional tersebut adalah; Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Pengusaha,
dan Konvensional (Manrihu, 1992 : 71).

Holland mengakui bahwa pandangannya berakar dalam psikologi diferensial, terutama
penelitian dan pengukuran terhadap minat, dan dalam tradisi psikologi kepribadian yang
mempelajari tipe-tipe kepribadian (Winkel & Hastuti, 2005 : 634). Dua sumber pengaruh ini
mendorong Holland untuk mengasumsikan bahwa orang yang memiliki minat yang berbeda-
beda dan bekerja dalam lingkungan yang berlain-lainan, sebenarnya adalah orang yang
berkepribadian lain-lain dan mempunyai sejarah hidup yang berbeda-beda pula (Winkel &
Hastuti, 2005 : 634).

Konsep Dasar Kepribadian seseorang menurut John Holland merupakan hasil dari keturunan
dan pengaruh lingkungan (Osipow, 1983 : 84). Winkel & Hastuti (2005 ; 634-635)
menjelaskan bahwa pandangan Holland mencakup tiga ide dasar, yaitu :

1. Semua orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka
mendekati salah satu di antara enam tipe kepribadian, yaitu : Tipe Realistik (The
Realistic Type), Tipe Peneliti/Pengusut (The Investigative Type), Tipe Seniman (The

Artistic Type), Tipe Sosial (The Social Type), Tipe Pengusaha (The Enterprising
Type), dan Tipe Orang Rutin (Conventional Type). Semakin mirip seseorang dengan
salah satu di antara enam tipe itu, makin tampaklah padanya ciri-ciri dan corak
perilaku yang khas untuk tipe bersangkutan. Setiap tipe kepribadian adalah suatu tipe
teoritis atau tipe ideal, yang merupakan hasil dari interaksi antara faktor-faktor
internal dan eksternal. Berdasarkan interaksi itu manusia muda belajar lebih menyukai
kegiatan/aktivitas tertentu, yang kemudian melahirkan suatu minat kuat yang pada
gilirannya menumbuhkan kemampuan dan keterampilan tertentu. Kombinasi dari
minat dan kemampuan itu menciptakan suatu disposisi yang bersifat sangat pribadi
untuk menafsirkan, bersikap, berpikir, dan bertindak dengan cara-cara tertentu.
Sebagai sebuah contoh : seseorang dengan tipe sosial yang lebih peka terhadap
kebutuhan orang lain dan karena itu ia lebih cerderung memasuki lingkungan okupasi
yang mengandung unsur pelayanan sosial seperti perawat, guru, pekerja sosial, dan
pemuka agama. Membandingkan segala sikap dan cara bertindak seseorang dengan
pola sikap dan kebiasaan bertindak yang khusus untuk setiap tipe kepribadian, dapat
ditentukan tipe manakah yang cocok dengan orang itu, dalam urutan mana yang
paling sesuai, mana yang sesuai dalam urutan kedua dan ketiga, dengan demikian,
seseorang dapat dinyatakan paling mendekati tipe sosial, namun masih memiliki juga
kemiripan dengan tipe pengusaha dan tipe seniman. Hal ini dapat dilanjutkan terus
dengan mengidentifikasikan kemiripan dengan tipe-tipe yang lain dalam urutan
keempat, kelima, dan keenam. Profil total dari keseluruhan kemiripan dalam urutan
pertama ke bawah, menampakkan pola kepribadian seseorang (the individual’s
personality pattern). Usaha untuk menentukan profil total itu dapat digunakan
berbagai metode seperti testing psikologis dan analisis sejarah hidup sehubungan
dengan aspirasi okupasi.
2. Berbagai lingkungan yang di dalamnya orang hidup dan bekerja, dapat digolongkan
menurut patokan sampai berapa jauh suatu lingkungan tertentu mendekati salah satu
model lingkungan (a model environment), yaitu : Lingkungan Realistik (The Realistic
Environment), Lingkungan Penelitian/Pengusutan (The Investigative Environment),
Lingkungan Kesenian (The Artistic Environment), Lingkungan Pengusaha (The
Enterprising Environment), Lingkungan Pelayanan Sosial (The Social Environment),
Lingkungan Bersuasana Kegiatan Rutin (The Conventional Environment). Semakin
mirip lingkungan tertentu dengan salah satu di antara enam model lingkungan, makin
tampaklah di dalamnya corak dan suasana kehidupan yang khas untuk lingkungan
bersangkutan. Masing-masing model lingkungan hidup, termasuk lingkungan okupasi,
didominasi oleh : orang yang bertipe kepribadian tertentu. Sebagai sebuah contoh :
lingkungan kesenian didominasi oleh orang yang bertipe orang seniman, dalam arti
kebanyakan orang yang hidup dan bekerja di lingkungan itu termasuk tipe
kepribadian ini. Masing-masing model lingkungan hidup memberikan kesempatan
tertentu dan menimbulkan tantangan tertentu pula. Mengingat keenam tipe
kepribadian menunjukkan pola minat dan kompetensi tertentu, maka bilamana banyak
orang dari tipe kepribadian tertentu berkumpul untuk hidup dan bekerja sama, mereka
menciptakan suasana yang mencerminkan tipe kepribadian mereka dan menarik orang
lain vang bertipe sama untuk menggabungkan diri dengan mereka. Salah satu metode
yang digunakan untuk meneliti lingkungan tertentu ialah menghitung jumlah orang
dari berbagai tipe kepribadian yang hidup dan bekerja di situ. Hasil hitungan ini
ditransformasi menjadi presentase. Presentase tinggi dari tipe kepribadian tertentu
menciptakan suasana yang khas
3. Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai
menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational homogeneity),

sehingga seseorang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan okupasi tertentu dan merasa puas. Giat (suka berusaha). Giat (suka berusaha). Ada enam jenis lingkungan : Realistik. Investigatif. Perpaduan dan pencocokan antara tiap tipe kepribadian dan suatu model lingkungan memungkinkan meramalkan pilihan okupasi. akan lebih cenderung memangku okupasi dalam lingkungan yang bersuasana kegiatan rutin. Investigatif. dan Konvensional. resepsionis. sehingga cenderung untuk meninggalkan lingkungan okupasi itu dan mencari lingkungan lain yang lebih cocok baginya. 3. Sebagai sebuah contoh : seseorang diketahui paling mendekati tipe sosial. Manrihu (1992 : 70) berpendapat bahwa ada empat asumsi yang merupakan jantung teori Holland. dan menerima masalah-masalah serta peranan-peranan yang sesuai. akuntan. orang yang memasuki lingkungan okupasi yang jauh dari tipe kepribadian yang paling khas baginya akan mengalami konflik dan tidak akan merasa puas. Artistik. sedangkan orang lain yang diketahui paling mendekati tipe orang rutin. dan pegawai perpustakaan. Artistik. 2. akan lebih cenderung memasuki okupasi dalam lingkungan pelayanan sosial karena okupasi itu diketahui paling sesuai dengan kepribadiannya sendiri dan paling memuaskan baginya. Perilaku seseorang ditentukan oleh interaksi antara kepribadiannya dan ciri-ciri lingkungannya. Kebanyakan orang dapat dikategorikan sebagai salah satu dari enam tipe : Realistik. mengekspresikan sikap-sikap dan nilai-nilainya. yaitu : 1. Sosial. . keberhasilan. Sosial. seperti pegawai di kantor. dan Konvensional. Sebaliknyalah. Orang menyelidiki lingkungan-lingkungan yang akan membiar¬kan atau memungkinkannya melatih keterampilan-keterampilan dan kemampuan- kemampuannya. 4. stabilitas seseorang dalam okupasi yang dipangku.

misalnya tipe realistik dekat dengan tipe investigatif di satu sisi dan dengan tipe konvensional di sisi lainnya (korelasinya 0. bidang studi akademik.34 dan 0. Menurut Holland suatu tipe memiliki korelasi dengan tipe-tipe lainnya. yang pada gilirannya mengarahkan individu kepada tipe-tipe perilaku- perilaku tertentu yang rangkumannya adalah sebagai berikut (Manrihu. 1992: 71-73) : . tetapi jauh sekali dari tipe konvensional sehingga korelasinya 0.42). sedangkan dengan tipe sosial korelasinya 0. what we have called vocational interests are an important aspect of personality”. 2005 : 637). 2005 : 637).36).46 dan 0. hal ini lebih merupakan sekedar suatu percobaan dari Holland untuk mempertalikan antara yang satu dengan yang lain (Osipow.11 (Osipow. 2005 : 637). karena itu alat tes yang dikenal dengan nama interest inventory dipandang sebagai tes kepribadian (Winkel & Hastuti. Holland sendiri mengembangkan beberapa tes yang dapat membantu orang untuk mengenal diri sendiri. Pada halaman tiga buku “Making Vocational Choices : A Theory of Vocational Personalities and Work Environments” .21 (Osipow. 1983 : 83). seperti : The Vocational Preference Inventory di tahun 1977 dan Self-directed Search di tahun 1979 (Winkel & Hastuti. hobi inti. makin pendek jarak (menurut garis-garis dalam model) antara dua tipe kepribadian maka makin dekat kedua tipe itu dalam makna psikologisnya dan makin panjang jarak (menurut garis- garis dalam model) maka makin jauh kedua tipe itu dalam makna psikologisnya (Winkel & Hastuti.Holland berpegang pada keyakinan. 2005 : 636-637). sehingga minat tertentu akhirnya menjadi suatu ciri kepribadian yang berupa ekspresi diri dalam bidang pekerjaan. Holland juga berefleksi tentang jaringan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dan antara model-model lingkungan. Keadaan tersebut tidak dapat disesuaikan secara tepat pada hexagon jika dimasukkan dalam ukuran skala. bahwa suatu minat yang menyangkut pekerjaan dan okupasi adalah hasil perpaduan dari sejarah hidup seseorang dan keseluruhan kepribadiannya. Perkembangan tipe- tipe kepribadian adalah hasil dari interaksi-¬interaksi faktor-faktor bawaan dan lingkungan dan interaksi-interaksi ini membawa kepada preferensi-preferensi untuk jenis-jenis aktivitas- aktivitas khusus. 1983 : 83). berbagai kegiatan rekreatif dan banyak kesukaan yang lain (Winkel & Hastuti. Tipe artistik dekat hubungannya dengan tipe investigatif dan sosial (korelasinya 0. yang dituangkan dalam bagan yang disebut Hexagonal Model dan model ini menggambarkan aneka jarak psikologis antara tipe-tipe kepribadian dan model-model lingkungan. Holland menuliskan : "In short. 1983 : 90). sedangkan ketidaksukaan menjadi kontraindikasi. Salah satu indikasi dari minat ialah kesukaan seseorang untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.

karangan. dan murni. 4. alat-alat dan perlengkapan teknik. independen. Tidak menyukai aktivitas- aktivitas rutin dan sistematik yang melibatkan obyek-obyek dan materi-¬materi. atau menyediakan bantuan. 2. mengajar. seperti lukisan. Menganggap diri baik dalam kemampuan mekanikal dan atletik dan tidak cakap dalam keterampilan-keterampilan sosial hubungan-hubungan insani. biologis. seperti : uang dan kekuasa¬an. Memandang diri sebagai ekspresif. Tipe Artistik lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang ambi¬guous. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas pemberian bantuan atau pendidikan. teratur. imaginatif. dan rutin. 1. simbolik. teratur. dan kultural agar dapat memahami dan mengontrol fenomena tersebut. sistema¬tik. Kompetensi- kompetensi sosial cenderung dikembangkan. dan kreatif terhadap fenomena fisik. binatang¬-binatang. Kompetensi- ¬kompetensi dalam upaya-upaya artistik dikembangkan dan keterampilan-keterampilan yang rutin. dan hal-hal yang bersifat manual & teknik . dan binatang-binatang. Tipe Realistik yang preferensinya pada aktivitas-aktivitas yang memerlukan manipulasi eksplisit. karangan. dan mengabaikan kompetensi- kompetensi sosial dan pendidikan. dan repetitif. klerikal diabaikan. Ciri-ciri khususnya adalah praktikalitas. Beberapa ciri khu¬susnya adalah emosional. Preferensi-preferensi membawa kepada pengembangan kompe¬tensi-kompetensi dalam bekerja dengan benda- benda. drama. dan tidak menyukai aktivitas-aktivitas persuasif. Menilai tinggi benda-benda nyata. Tipe Investigatif memiliki preferensi untuk aktivitas-aktivitas yang memerlukan penyelidikan observasional. Mungkin lebih menyukai keterampilan-keterampilan dan okupasi¬-okupasi teknik. Okupasi¬-okupasi artistik biasanya adalah lukisan. impulsif. atau sistematik terhadap obyek-obyek. konformitas. sosial. dan memiliki kemampuan-kemampuan artistik. stabilitas. alat-alat. 3. Contoh-contoh dari okupasi- okupasi yang memenuhi kebutuhan-¬kebutuhan tipe-tipe investigatif adalah ahli kimia dan ahli fisika. Tipe Sosial lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang melibat¬kan orang-orang lain dengan penekanan pada membantu. bebas. mesin-mesin. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas yang sistematik. murni. dan seni pahat. sistematik. akting. dan tidak tersistematisasi untuk menciptakan produk¬-produk artistik.

dan ilmiah. asumsi-asumsi ini adalah: 1. Ciri-ciri khasnya adalah ambisi. dan yang ilmiah diabaikan. Diferensiasi. Okupasi-okupasi sosial mencakup pekerjaan¬-pekerjaan seperti mengajar. Konsistensi adalah tingkat hubungan antara tipe-tipe kepribadian atau antara model-model lingkungan.tipe lainnya. Holland (Manrihu. mudah menyesuaikan diri. Keberhasilan politik dan ekonomik dinilai tinggi. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas yang tidak pasti. persuasif. tipe-tipe realistik dan investigatif lebih banyak persamaannya daripada tipe-tipe konvensional dan artistik. orang yang paling menyerupai tipe realistik dan paling menyerupai berikutnya dengan tipe investigatif (orang yang realistik-investigatif) seharusnya lebih dapat diramalkan daripada orang yang realistik-sosial. dan pekerjaan kesejahte¬raan sosial. komputasional. Misalnya. dan sosiabilitas. dan memiliki kemampuan memimpin. Misalnya. keteraturan. Taraf-taraf konsistensi atau keterhubungan diasumsikan mempengaruhi preferensi vokasional. tipe-tipe realistik tumbuh dengan subur dalam lingkungan¬lingkungan realistik karena lingkungan seperti itu memberikan kesempatan-kesempatan dan menghargai kebutuhan-kebutuhan tipe realistik. beberapa pasangan tipe lebih dekat hubungannya daripada yang lainnya. dan bijaksana. 3. abstrak. Misalnya. dan pemegang buku. Tipe Konvensional lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang memerlukan manipulasi data yang eksplisit. bersahabat. Sebaliknya. Beberapa ciri khasnya adalah efisiensi. dan kontrol diri. ahli pajak.misalnya. penaksir harga. Kompetensi-kompetensi kepemimpinan. Okupasi-okupasi yang sesuai adalah bankir. Tipe Enterprising lebih menyukai aktivitas-¬aktivitas yang melibatkan manipulasi terhadap orang-orang lain untuk perolehan ekonomik atau tujuan-tujuan organisasi. Tidak menyukai aktivitas-aktivitas yang sistematik. Kongruensi. teratur. populer. konseling. Ketidakharmonisan (incongruence) terjadi bila suatu tipe hidup dalam suatu lingkungan yang menyediakan kesempatan-kesempatan dan penghargaan-penghargaan yang asing bagi preferensi-preferensi atau kemampuan-kemampuan orang itu . praktikalitas. orang yang menyerupai banyak tipe atau suatu lingkungan yang bercirikan kira-kira sama dengan keenam tipe tersebut tidak terdiferensiasi atau kurang terdefinisikan. bebas dan tidak sistematik.diabaikan. pada diri seseorang atau lingkungan. beberapa orang atau lingkungan lebih dibatasi secara jelas daripada yang lainnya. berbagai tipe memerlukan berbagai lingkungan. dan sistem usaha. Mengang¬gap diri kompeten dalam mcmbantu dan mengajar orang lain serta menilai tinggi aktivitas-attivitas hubungan-hubungan sosial. Memandang diri sebagai teratur. tipe realistik dalam . dominasi. percaya diri. dan sistema-tik guna memberikan kontribusi kepada tujuan-tujuan organisasi. 6. persuasif dan yang bersifat supervisi dikembangkan. dan memiliki keterampilan-keterampilan klerikal dan numerikal. 1992 : 77-78) juga menambah tiga asumsi tentang orang-orang dan lingkungan-lingkungan. seseorang mungkin sangat menyerupai suatu tipe dan menunjukkan sedikit kesamaan dengan tipe. 2. Misalnya. 5. atau suatu lingkungan mungkin sebagian besar didomi¬nasi oleh suatu tipe tunggal. Taraf di mana seseorang atau suatu lingkungan terdefinisikan dengan baik adalah taraf diferensiasinya. optimisme. Akti¬vitas-aktivitas artistik dan semacamnya diabaikan. Beberapa ciri khususnya adalah kerja sama. Me¬mandang diri sebagai agresif. Konsistensi. Kompetensi-kompetensi dikembangkan dalam bidang-bidang klerikal.

namun dipertanyakan apakah masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi dalam hal ini. Kelemahan dalam teori ini adalah kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak menunjukan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur (Winkel & Hastuti. harus dicocokkan dengan sistem klasifikasi okupasi yang berlandaskan pada teori yang sama. dan Conventional Occupations (Winkel & Hastuti. yaitu The Occupations Finder dan The Self- directed Search. 2005: 639). 2005: 637). Artistic Occupation. 2005: 639). Investigative Occupations. berbagai kompetensi yang dimiliki. 2005: 637). 2005: 639). . orang muda dapat menemukan sejumlah alternatif pilihan okupasi untuk dipertimbangkan lebih lanjut (Winkel & Hastuti. yaitu: Realistic Occupations. namun maju lebih jauh dari pada teori Trait and Factor tradisional (Winkel & Hastuti. Alat-alat yang dikembangkan oleh Holland. dan evaluasi diri dalam beberapa keterampilan. Pada tahun 1978. Aplikasi Teori Holland di Sekolah Pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karier dan konseling karier di institusi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi (Winkel & Hastuti. Keunggulan & Kelemahan Teori Holland oleh banyak pakar psikologi vokasional dinilai sebagai teori yang komprehensif karena meninjau pilihan okupasi sebagai bagian dari keseluruhan pola hidup seseorang dan sebagai teori yang mendapat banyak dukungan dari hasil penelitian sejauh menyangkut model-model lingkungan serta tipe-tipe kepribadian (Winkel & Hastuti. Cara bekerja ini pada dasarnya menerapkan suatu pendekatan yang mirip dengan pendekatan Trait and Factor. 2005: 639). bidang-bidang pekerjaan yang diminati. Sistem Klasifikasi Okupasi diterapkan dalam The Self-directed Search yang dirancang untuk membantu orang agar lebih mengenal diri dan menemukan bidang okupasi yang dianggap cocok baginya atau paling sedikit untuk dipertimbangkan (Winkel & Hastuti. Penutup Pada prinsipnya kebenaran suatu ilmu buatan manusia berada pada tataran relatif. 2005: 639). Mengenai tahap atau tingkat yang dapat dicapai oleh seseorang dalam bidang okupasi tertentu (occupational level). Tekanan yang diberikan pada pemahaman diri sehubungan dengan beberapa kualitas vokasional yang dimiliki seseorang dan pada informasi yang akurat mengenai berbagai lingkungan okupasi. 2005: 637). Holland menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu. Klasifikasi ini terdapat dalam The Occupations Finder yang juga mencantumkan nomor- nomor kode dari Dictionary of Occupational Titles dan tingkat pendidikan sekolah yang umumnya dituntut supaya mampu memegang okupasi tertentu (Winkel & Hastuti. kedua hal ini sangat diperlukan sebagai masukan dalam memikirkan pilihan okupasi secara matang (Winkel & Hastuti. 2005: 639). yang menanyakan kegiatan/aktivitas yang disukai. Social Occupations. 2005: 639). menyadarkan lembaga bim¬bingan akan tugasnya untuk membantu orang muda mengenal diri sendiri dan mengenal ciri-ciri lingkungan. seperti taraf aspirasi seseorang (Winkel & Hastuti. Holland juga mengembangkan suatu Sistem Klasifikasi Okupasi (The Classification System) yang menggolongkan 500 okupasi dalam enam kategori okupasi. dengan demikian.suatu lingkungan sosial. Entreprising Occupations.

maka semakin tinggilah nilai kebenarannya. 2005. 1983 . DAFTAR KEPUSTAKAAN Manrihu. Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier . Englewood Cliffs Winkel. Prentice Hall. Semakin bermanfaat suatu ilmu bagi kepentingan umat manusia. Theories of Career Development . Jakarta: PT. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan . Inc .S & Sri Hastuti . tetapi lebih diarahkan sebagai benar yang bermanfaat. New Jersey . W. 1992 . Bumi Aksara Osipow Samuel H . Grasindo . Muhammad Thayeb .Kebenaran ilmu buatan manusia tidaklah diarahkan pada benar yang sebenar-benarnya. Jakarta .

disebut juga Skala W-B Pada tahun 1949 Wechsler menerbitkan pula skala inteligensi untuk digunakan pada anak- anak dikembangkan berdasar isi skala W-B. pantonim. Jenis tes ini disebut sebagai tes kinerja non bahasa dan nonverbal. Isinya terdiri dari dua sub bagian Verbal (V) dan sub bagian Performance (P). Skala ini diberi nama Wechsle Intelligences Scale For Children (WISC). Tes ini biasa dilakukan dengan instruksi. dan skala ini dimaksudkan hanya untuk usia mental yang mungkin hanya dicapai oleh anak-anak. Ditahun 1995 Wechsler menyusun skala lain untuk orang dewasa dengan memperluas isi tes WISC. dan gerak tubuh. Populasi Khusus dan Tes Minat Tes Individu Adalah pada suatu tertentu hanya menghadapi satu tester. Skala Wechsler pertama terbit pada tahun 1939 . Skala ini tidak cocok bagi orang dewasa. Tes Wechsler David Wechsler memperkenalkan versi pertama tes inteligensi yang dirancang khusus untuk digunakan bagi orang dewasa.Tes ini dilakukan secara individual. Skala ini bernama Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS).adalah revised). Skala Binet dikarenakan secara individual dan soal-soalnya diberikan dengan cara lisan oleh pemberi tes. dan lain-lain. yaitu jenis tes yang dibahas adalah turunan langsung dari skala Binet yang asli. Sehingga untuk mendapatkan orientasi yang baik mengenai tes tersebut perlu dilakukan.Dilakukan wawancara dan observasi juga dalam tes ini untuk mengetahui potensi dari siswa tersebut.Tes Individu. Pada tahun 1974 suatu revisi terhadap tes WISC dilakukan kembali dengan nama WISC-R (R. Tes Populasi Khusus Adalah tes yang digunakan pada orang-orang yang tidak bisa diuji dengan cara biasa. Pemberi tes harus seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan dalam bidang psikologi dan menguasai penyajian tes dan skalanya. A. TAT (thematic apperception test). Terbit pada tahun 1939 dan dinamai Wechsler Bellevue Intelligence Scale (WBIS). Revisi terhadap wais telah dilakukan dan diterbitkan pada tahun 1981 dengan nama WAIS-R. Contohnya tes keprbaidian oleh Rorschach. Tes ini disebut juga tes intelegensi. ada tiga macam skala wechsler: . Tes psikologi sangat banyak ragamnya dan sangat luas skornya. Populasi Khusus dan Tes Minat 27 Maret 2014maureenjeanetteelyzabethkohlein 1 Komentar Tes Individu. tes inteligensi WAIS (wechsler adult intelligence scale). Tes Minat Adalah tes yang digunakan untuk mengetahui minat siswa. TES-TES INDIVIDU Tes Individu Individual tes adalah pada suatu waktu tertentu tester hanya menghadapi satu testee. tes inteligensi Stanford Binet.

Informasi Berisi 29 pertanyaan mengenai pengetahuan umum yang dianggap dapt diperoleh oleh setiap orang dilingkungan sosial dan budah sahari-hari dimana ia berada Rentang angka Berupa serangkaian angka antara 3 sampai 9 angka disebutkan secara lisan dan subjek diminta untuk mengulangnya dengan urutan yang benar.hari yang disajikan dalam susunan tertentu. Pemberian skor pada subtes WISC-R didasarkan atas kebenaran jawaban dan waktu yang diperlukan oleh subjek dalam memberikan jawaban yang benar tersebut. Kekurangan skala Wechsler kurangnya pendasaran teoritis yang menyukitkan penemuan basis interpretasi yang koheren. Setiap macam pola diberikan diatas kartu sebagai soal Perakitan objek Terdiri dari potongan-potongan langkap bentuk benda yang dikenal sehari. Skala verbal terdiri dari: 1. Masing-masing skala terdiri dari minimum 5 subtes dan maksimum 7 subtes. Simbol Berupa sembilan angka yang masing-masing mempunyai simbolnya sendiri-sendiri. Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence-Revised tahun 1989. Kosa kata Berisi 40 kata-kata yang disajikan dari yang paling mudah didefinisikan sampai kepada yang paling sulit didefinisikan. Selain itu juga komposisi skala-skala ini tampak menganggap bahwa domain kemampuan yang dipilih oleh subtesnya dalam semua tingkat umur sama. Subjek diminta menulis simbol untuk masing-masing angka dibawah deretan angka yang tersedia sebanyak yang dapat dia lakukan selama 90 detik. WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) ditahun 1949. Hitungan Berupa problem hitungan yang setaraf dengan soal hitungan disekolah dasar Pemahaman Isi subtes dirancang untuk mengungkap pemahaman umun Kesamaan Berupa 13 soal yang menghendaki subjek untuk menyatakan pada hal apakah dua benda memiliki kesamaan Untuk skala performansi adalah sebagai berikut: Kelengkapan Gambar Subjek diminta menyebutkan bagian yang hilang dari gambar terdiri dari gambar dalam kartu yang jumlahnya 21 kartu Susunan gambar Berupa delapan seri gambar yang masing-masing terdiri dari beberapa kartu yang disajikan dalam urutan yang tidak teratur Balok Terdiri atas suatu seri pola yang masing-masing tersusun atas pola merah putih. WAIS-R terdiri dari skala verbal dan skala performansi. Skor tersebut kemudian di terjemahkan ke dalam bentuk angka standar melalui tabel norma sehingga akhirnya diperoleh satu angka IQ-deviasi untuk keseluruhan skala. Banyak soal diambil langsung dar ites orang dewasa. Tes ini untuk rentang usia 3-7 tahun 3 bulan. . WISC third edition untuk usia 6-16 tahun 11 bulan WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) ditahun 1955 untuk usia 16-74 tahun.

rancangan balok. Tes Stanford Binet Revisi terhadap Skala Stanfor-Binet yang diterbitkan pada tahun 1972. Berpikir secara rasional. Revisi kedua ditahun 1937. Wechsler menggunakan IQ deviasi dengan mean= 100 dan SD= 15. Oleh karena itu pemberi tes haruslah orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup dibidang psikologi. hitungan. desain geometri. rentangan angka) 2. merakit objek.hitungan. persamaan. penalaran visual abstrak . WISC : 1.perbendaharaan kata. Ada beberapa petunjuk penyajian pemskoran dalam tes Stanford Binet bentuk L-M yaitu: 1.persamaan. serta pedoman penyelenggaraan dan penskoran skala. performance IQ dan full IQ. Prosedur penyajian tes . Dalam penyelenggaraan tes Stanford-Binet. Revisi skala Binet dilakukan pertama kali ditahun 1916. manik. Hasil tes Wechsler berupa verbal IQ. dan mengenal betul mengenai isi berbagai tes dalam skala tersebut. Performance (rumah hewan. Verbal (informasi. rumah hewan ulangan). persamaan. Verbal (informasi. Skala Stanfod Binet dikarenakan secara individual dan soal-soalnya diberikan secara lisan oleh pemberi tes. skala diperluas dan distandarlisasi ulang berdasar sampel masyarakat AS. Perubahan benar-benar dilakukan sehingga menampilkan suatu tes baru. Skala ini tidak cocok dikenakan pada orang dewasa karena level tersebut merupakan level intelektual dan dimaksudkan hanya sebagai batas-batas usia mental yang mungkin dicapai oleh anak-anak. pengertian. Verbal (informasi. Dalam revisi terakhir ini konsep inteligensi dikelompokkan menjadi wmpat tipe penalaran yang masing-masing diwakili oleh beberapa tes. Performance (melengkapi gambar. Materi tes Wechsler adalah sebagai berikut: WPPSI : 1. rentangan angka. Revisi kedua dilakukan ditahun 1960 menyediakan satu bentuk tunggal yang memuat soal-soal terbaik dari bentuk 1937. pengertian. rancangan balpk. mengatur gambar. sebuah gambar besar boneka yang uniseks dan umultietnik. Dalam masing-masing tes untuk setiap level usia terisi soal-soal dengan taraf kesukaran yang tidak jauh berbeda. Performance (simbol angka. papan bentuk. Bagi setiap level usia terdapat pula tes pengganti yang setara. apalagi jika perserta tes masih muda. Versi baru skala Stanford Binet diterbitkan pada tahun 1986. perbendaharaan kata) 2. rentangan angka) 2. melengkapi gambar. rancangan balok. penalaran kuantitatif. melengkapi gambar.David Wechsler yang juga merupakan salah seorang perintis pengembangan tes inteligensi mendefinisikan inteligensi sebagai kumpulan atau keseluruhan kapasitas seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu. yaitu norma penilaiannya yang di perbaharui. kemudian ditahun 1972 tes ini di standardisasi. pada tahun 1963 dipublikasikan Wechsler Preschool and primary scale of intelligence (WPPSI) untuk anak usia 4-6. sehingga apabila suatu tes pada level usia tertentu tidak dapat digunakan karena suatu hal maka tes penggantipun dapat dimanfaatkan. Wechsler menyusun tes untuk anak umur 8-15 tahun. Tes-tes dalam skala ini dikelompokkan menurut berbagai level usia mualai dari isia 11 sampai dengan usia dewasa-superior. B.pengertian. Yaitu penalaran verbal. objek tes misal n\balok. simbol mazes) WAIS : 1. Penyelenggaraan tes dan penentuan skor menggunakan buku-buku kecil berisi kartu-kartu tercetak untuk presentasi.5 tahun. buku kecil untuk tester. serta menghadapi lingkungannya secara efektif. mengatur gambar. Untuk pertama kalinya digunakan istilah IQ. sangat terlatih dalam penyajian tesnya.perbendaharaan kata. Ragu-ragu dan gugup bisa menghancurkan rapport. hitungan. yaitu Wechsler Scale for Children (WISC) pada tahun 1949 . dan memori jangka pendek. merakit objek). kita membutuhkan penguji yang amat terlatih. flip-over soal tes. mazes.

Jawaban meragukan c. Prinsip umum dalam pelaksanaan Dalam prinsip umum mencakup: a. Instruksi khusus dengan kata-katayang tepat telah disediakan bagi masing- masing subtes. Petunjuk-petunjuk umum Syarat yang oaling penting untuk menentukan suatu skor tes mental yang valid bagi skala Stanford Binet ialah tester yang mengetahui alatnya dan yang menentukan apakah tesitu valid atau tidak : Mengikuti prosedur standart Usaha subjek yang maksimal harus ditimbulkan dengan menciptakan dan memelihara “rapport” yang cukup memadai Jawaban-jawaban atau respon-reson harus diskor secara tepat Tester harus akrab dengan penyajian sehingga seluruh perhatian dapat diarahkan pada subyek. Penggunaan bahan-bahan tes Tester harus mengatur secara sistematis bahan-bahan tes sehingga ia tidak akan kehilangan waktu untuk mencari-cari kartu. 2. Tugas testerialah menentukan”apa yang dilakukan subyek tertentu pada kondisi- kondisi tes ini”. Pemahaman tentang apa yang mendasari suatu jawaban dikategorikan memuaskan. Penyajian tes Lingkungan Tempat penyajian tes yang baik adalah tempat dimana anak sudah biasa dan dimana anak merasa enak tanpa ada gangguan-gangguan. instruksi untuk menangani situasi-situasi istimewa yang paling mungkin timbul telah dipersiapkan. Lamanya penyelenggaraan tes . Penyesuaian tes pada anak-anak prasekolah 4. pilihan-pilihan teelah disediakan. misalnya variasi bentuk pertanyaan dalam subtes “pembendaharaan kata”. 5. untuk membuat subyek tidak tegang dan memungkinkan ia berusaha secara optimal. stopwatch atau pensil. Pentingnya rapport d. Adanya orang lain Gangguan adanya oranglain merupakan hal yang paling menberatkan terutama ibunya atau gurunya. Bila diperbolehkan memilih bentuk pertanyaan. seperti pada tes-tes “keanehan-keanehan” verbal dan “kata-kata abstrak”. sama pentingnya dengan pelaksanaan yang benar dalam penyajian masalah-masalah pada subjek. Bagi jawaban-jawaban yang kuran jelas juga telah disediakanpertanyaan-pertanyaan kelanjutan. Tester perlu menguasai dengan sungguh-sungguh aturan-aturan perskoran. 3. Meskipun jelas kita tidak mungkin mempersiapkan diri terhadap semua situasi istimewa yang mungkin timbul selama penyajian tes. Tester harus akrab dengan penyajian sehingga seluruh perhatian dapat diarahkan pada subyek. Penilaian jawaban Tiap-tiap tes dari bentuk L-M diikuti oleh instruksi cara penskorannya. untuk membuat subyek tidak tegang dan memungkinkan ia berusaha secara optimal. standar perskoran dan contoh- contoh jawaban dalam standar perskoran pada buku kunci. Kapan suatu pertanyaan dapat diulang b.Penyajian tes harus tepat seperti apa yang telah dilakukan pada waktu pembentukan norma skala.

Misalnya. dan mengenal betul isi berbagai tes dalam skala tersebut. Adanya alternatif tes memang dibenarkan namun. Dalam memberikan kinerja komponen alternatif. Beberapa dirancang untuk populasi khusus. yaitu norma penilaiannya yang diperbaharui. diatas umur basalnya Menghitung IQ IQ untuk form L-M dapat dilihat dalam tabel (skala pinnneau) dalam buku yang terpisah. Sebagian besar tes baru kecerdasan individu tidak lebih baik daripada skala binet dan wechsler. bagian otak tertentu yang rusak . Jangan coba menghafal seluruh skala tes sebelum memberikan tes.Apabila penyelenggaraan tes itu terlalu lama. Umur kronologis dihitung dalam tahun dan bula menurut cara yang konvensional. skala binet dan wechsler adalah alat yang sangat baik. Misalnya: 10-2 menunjukkan 10 tahun 1 bulan dan 16 hari ( 16 hari keatas dihitung 1 bulan). skala Binet dan Wechsler memiliki relevansi khusus untuk populasi khusus. Sedangkan instruksi-instrusi yang spesifik dalam menggunakan Form L-M dapat dibaca dibuku pegangan tes Stanford Binet Untuk menilai kecerdasan umum. Pemberi tes haruslah orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup di bidang psikologi. Skala Stanford-Binet dikenakan secara individual dan soal-soalnya diberikan secara lisan oleh pemberi tes. maka akan terjadi kelelahan. Mempertahankan kondisi standar testing Instruksi harus selalu tersedia. Seperti pada orang yang sangat kekurangan budayanya. Skala ini tidak cocok untuk dikenakan pada orang dewasa. Namun kedua timbangan tersebut memiliki keterbatasan masing-masing. seperti individu dengan batas dalam pengguanaan sensori dan yang lainnya dirancang untuk mengevaluasi mereka dengan keterbatasan bahasa. Tes-tes dalam skala ini dikelompokkan menurut berbagai level usia mulai dari Usia II sampai dengan Usia Dewasa-Superior. Menentukan tingkat umur “basal” dan “ceiling” Tes yang disingkat Tes pengganti Untuk mengganti tes yang keliru penyajiannya Perhitungan umur mental Umur mental didapat dengan cara: umur basal ditambah dengan kredit tambahan yang diperoleh subjek. biasanya ingatan dapat membuat keliru. standarlisasi tidak termasuk pada individu yang memiliki cacak fisik atau bahasa sensorik. orang yang tidak bisa berbahasa asing sedangkan skala tersebut hanya dirancang untuk menilai ketidakmampuan belajar. Namun hal ini tidak cukup menjelaskan mengapa tidak ada tes kecerdasan individu yang lain yang lebih digunakan selain kedua skala tersebut. Revisi terhadap Skala Stanford-Binet yang diterbitkan padatahun 1972. sangat terlatih dalam penyajian tesnya. kekhususan mereka sering menjadi batas para penguji untuk mengukur fungsi dan kemampuannya. karena level tersebut merupakan level intelektual dan dimaksudkan hanya sebagai batas-batas usia mental yang mungkin dicapai oleh anak-anak . Karenanya pengujian mulai dirancang untuk populasi khusus. Dimana tes harus dimulai Penyebaran keberhasilan Penyebaran biasanya lebih meluas pada tingkat umur yang lebih tinggi daripada yang lebih rendah.

penalaran visual abstrak d. Dalam revisi terakhir ini konsep inteligensi dikelompokkan menjadi empat tipe penalaran yang masing-masing diwakili oleh beberapa tes. usia 3 hari. Tes-tes nonbahasa : tidak membutuhkan bahasa pada pihak penguji ataupun yang diuji. objek tes misal balok.Versi terbaru skala Stanford-Binet diterbitkan pada tahun 1986. buku kecil untuk tester. Leiter International Performance Scale-Revised (LIPS-R). a. dengan tujuan mengukur intelegensi bayi. seperti cerebral palsy. mendengar kehilangan Peabody Picture Vocabulary Test-Resived(PPVT-R). Barley Scale of Infant Development-II (BSID-II). untuk penderita keterbatasan fisik yang usianya 2½ tahun sampai 18 tahun. Tes-tes yang dibakukan untuk perkembangan Masa Kanak-kanak Awal Brazelton Neonatal Assessment Scale (BNAS). memori jangka pendek Penyelenggaraan tes dan Penentuan Skor menggunakan buku-buku kecil berisi kartu-kartu tercetak untuk presentasi. buta huruf dan nonpembaca pada tingkat usia manapun. papan bentuk. TES MINAT Tes minat mengungkapkan reaksi seseorang terhadap berbagai situasi yang secara keseluruhan akan mencerminkan minatnya. Gesell Developmental Schedules (GDS). Contohnya sub tes menyusun balok dansub tes menyusun gambar pada pada tes WAIS. Intruksi untuk tes-tes ini bisa diberikan lewat demonstrasi. usia 2-30 bulan. Cattel Infant Intelegence Scale (CIIS). untuk penderita keterbatasan fisik. keterbatasan bahasa. usia 2-30 bulan. sebuah gambar besar boneka yang uni seks dan multi etnik. Beberapa Jenis Tes Minat : . manik. Tes-tes nonverbal : tes untuk sekolah dasar dan anak-anak prasekolah. Tes-tes kinerja : melibatkan manipulasi objek dengan penggunaan minimal kertas dan pensil.usia 2½ tahun – 6 tahun. Tes-tes umum kemampuan individu untuk populasi cacat dan khusus Columbia Mental Maturity Scale III (CMMS). penalaran kuantitatif c. penalaran verbal b. populer tapi standartlisasi non-verbalnya kurang. gangguan bicara. dengan tujuan mengukur kognitif dan fungsi motorik.flip-oversoal tes. gerak tubuh dan pantomim. Minat yang terungkap melalui tes minat ini seringkali menunjukkan minat yang lebih mewakili daripada minat yang sekedar dinyatakan yang biasanya bukan merupakan minat yang sesungguhnya.serta pedoman penyelenggaraan dan penskoran skala. TES-TES UNTUK POPULASI KHUSUS Tes-tes ini dikembangkan terutama untuk digunakan pada orang-orang yang tidak bisa diuji dengan cara yang biasa atau setara memadai dengan instrumen tradisional. Porteus Maze Test(PMT).4 minggu.

Rothwell Miller Interest Blank (RMIB). untuk penempatan pegawai. gerak tubuh. beberapa lagi tidak Kepribadian vs kemampuan : beberapa relevan untuk kepribadian dan diagnosis klinis dan lainnya Keterampilan dan pengalaman pemeriksa : beberapa membutuhkan jauh lebih keterampilan dan kemampuan pemeriksa untuk mengelola dan menafsirkan daripada yang lain. buta. untuk konseling. Instruksi bisa diberikan lewat demonstrasi. Keterbatasan fisik 3. Dapat diberikan tanpa kata-kata Summary of differences among individual ability test other than Binet and Wechler Test Rentang usia : pengujian berbeda dirancang untuk kelompok tertentu Apa yang diukur: verbal inteligen. Tidak terdengar seperti psikometri 6. Kuder Preference Record Vocatioanal (Tes Kuder). Kurang sabil 3. untuk seleksi pegawai. Mengidentifikasikan kecenderungan minat seseorang terhadap profesi yang ada di dunia kerja. Keterbatasan bahasa 4. Kekurangannya budaya 5. Nilai IQ tidak dapat dipertukarkan dengan Skala Binet dan Wechsler Advantages of alternatives Dapat digunakan untuk populasi tertentu dan tujuan khusus 1. Comparison of general features of alternatives with the Wechsler and Binet Scale Disadvantages of alternatives 1. mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-ide steriotipe tentang pekerjaan tersebut. Keterbatasan sensorik 2. Dokumentasi kurang pada validitas 4. untuk pemilihan karir. Keterbatasan dalam tes manual 5. Tes-tes untuk Populasi khusus. nonverbal. dan pantomin. Tidak bergantung pada integrasi motorvisual yang kompleks 9. Lemah dalam standarisasi sampel 2. Individu lahir asing Non english speaking people 7. Tes ini dikembangkan untuk orang-orang yang tidak bisa diuji dengan menggunakan cara- cara yang biasa. Skala Minat Terhadap Berbagai profesi. cacat belajar Waktu : beberapa yang diatur. . Tidak bergantung pada tanggapan verbal 8. Tes ini diselenggarakan secara individual. kecerdasan dan sebagainya Jenis skor : satu nilai vs beberapa nilai Jenis keterampilan yang diperlukan : Berbagai kemampuan sampel : 1 kemampuan spesifik vs berbagai macam kemampuan Target populasi : tuli.

* Prototipe tes kelompok nonbahasa adalah Army Examination Beta. Pengembangan tes juga untuk seleksi dan klasifikasi pekerjaan Relatif sedikitnya perkembangan yang terjadi dalam bidang instrumen yang terstandarisasi disebabkan oleh: Kesulitan pengambilan sampel secara sistematis dan pada tingkat abstraksi yang tepat dari domain nilai INVENTORI MINAT DEWASA INI Sebagian besar dari inventori minat dirancang untuk memperkitakan minat di bbgai lingkungan kerja à terutama untuk konseling karir. kemampuan. kesekangan yang didapat seseorang dan aktivitas waktu luas. hubungan antar pribadi. Tes Minat Tes ini untuk mengetahui arah minat siswa. Selanjutnya tes nonbahasa ini digunakan untuk anak sekolah dasar dan prasekolah. SDS Holland. . Lebih banyak penekanan pada perluasan pilihan-pilihan karir yang sedang terbuka bagi individu. Untuk mengenal kapasitas atau potensi keberhasilan individu. selain melalui tes-tes diatas. minat dan penyesuaian diri Tingkat sosial ekonomi Riwayat pendidikan: o Mata pelajaran yang disukai dan tidak disukai o Mata pelajaran yang nilainya tertinggi dan terendah o Hobby o Mengisi waktu luang o Minat o Cita-cita o Observasi di kelas. di luar kelas (sekolah). yang digunakan untuk merekrut orang berbahasa asing dan buta huruf. di rumah. Bila memugkinkan juga dilakukan observasi guru dan orangtua siswa Minat dan sikap à penting à mempengaruhi prestasi pendidikan dan pekerjaan. ditempuh cara sebagai berikut: Wawancara Observasi Hal yang penting yang digali dalam wawancara antara lain: Kegiatan-kegiatan penting selama perkembangan Akibat-akibat penyakit atau kecelakaan Tinggal dan dibesarkan dimana dan oleh siapa Kebiasaan baik dan buruk Peristiwa-peristiwa yang relevan dengan aspirasi. dan buta huruf. Meningkatnya penekanan pd eksplorasi diri: – pertanyaan dari umum ke khusus – memberikan kesempatan bagi individu u mempelari hasil-hasil tes terinci dan menghubungkannya dengan informasi serta data tentang kualifikasi dan pengalaman pribadi 2. RMIB. Contoh: Kuder. dan fase-fase utama lainnya dalam kehidupan sehari-hari u Studi tentang minat mendapat dorongan terkuatnya dari penafsiaran pendidikan dan karir. Hal ini dikembangkan dengan alasan: 1.

3. TT (tidak tahu). objek. Bertujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikapnya terhadap suatu pekerjaan. itu berarti ia memperlihatkan sikap yang sama terhadap ideanya. mata pelajaran standar. Saat itu hanya memiliki 9 jenis kategori pekerjaan. T (tidak suka). Tahun 1958 diperluas menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. hubungan sehari-hari dengan kelompok2 orang – 2 bagian tambahan meminta responden menyatakan pilihan diantara aktivitas-aktivitas pasangan dan antara semua pasangan yang mungkin dari 4 butir soal dari dunia kerja – 1 bagian terakhir meminta responden untuk memberi tanda pada satu rangkaian pernyataan yang menggambarkan diri sendiri – Klasifikasi ini diturunkan menjadi model teoritis dari Holland à membuat general occupational themes dengan identifikasi: R : realistis I : investigatif A : artistik S : sosial E : kewirausahaan C : convensional INVENTORI MINAT LAIN – JACKSON VOCATIONAL INTEREST SURVEY (JVIS) – KUDER OCCUPATIONAL INTEREST STRONG (KOIS) à dasar RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) – CAREER ASESSMENT INVENTORY – THE VOCATIONAL VERSION (CAI- VV) – STRONG DIRECT SEARC (SDS) –HOLLAND ROTHWELL MILLER INTEREST BLANK (RMIB) Disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Kepribadian tentang keadilan terhadap jenis kelamin à usaha yang diarahkan pada cara- cara mengurangi bias seks yang mungkin terjadi dalam inventori minat STRONG INTEREST INVENTORY (SII) DIrumuskan pertama kalo ileh EK Strong. Jr. atau jenis orang tertentu yang lazim ia temui dalam kehidupan sehari-hari Respon-respon ini secara empiris dikunci untuk berbagai pekerjaan SII Form T317 Terdiri dari 317 item yang dikelompokkan dalam 8 bagian: – 5 bagian I responden mencatata preferensinya dg membuat tanda S(suka). à edisi terakhirnya tahun 1994. Kategori soal: pekerjaan. aktivitas waktu luang. Tes Rothwell-Miller berisi suatu daftar . Pertama kali diterbitkan tahun 1927 bernama Strong Vocarional Interest Blank (SVIB) Ciri: Butir-butir soalnya dihubungkan dengan rasa suka atau tidak suka responden akan berbagai kegiatan. aktivitas. Pemikiran yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa setiap orang memiliki konsep-konsep stereotip terhadap jenis-jenis pekerjaan yang tersedia atau yang disediakan oleh masyarakatnya Jika seseorang menyatakan suka atau tidak terhadap suatu pekerjaan tertentu.

Pilihan-pilihan seseorang menunjukkan bahwa ia menyukai tipe kegiatan atau pekerjaan tersebut. tetapi untuk mengukur validitas siswa yang tidak jujur atau ceroboh. Pada buku tes ada petunjuk pengerjaann. Musical 8. Computational 3. Mengukur kesukaan dalam 10 daerah minat yaitu: 1. Social Service 9. Artistic 6. Bila nilai V terletak antara 38 – 44. Untuk konseling pegawai bisa melihat apakah penempatan pegawai sudah cocok atau belum karena kepuasan kerja dan efisiensi kerja dapat bertambah apabila pegawai ditempatkan sesuai dengan minatnya. Masing-masing kelompok terdiri dari 12 jenis pekerjaan yang masing-masing mewakili kategori pekerjaan tertentu. Profil Kuder menunjukkan 3 daerah minat. Literary 7. mencek apakah tipe pekerjaan atau jabatan seseorang itu sudah sesuai dengan kesukaannya. Dibedakan antara pria dan wanita. Frederic Kuder. misalnya siswa kurang bersungguh-sungguh mengerjakan tes atau kurang konsisten sehingga nilai minat kurang tepat menggambarkan keadaan diri siswa . Mulai dikembangkan tahun 1934-1935.Skala V tidak mengukur kesukaan jabatan. Persuasive 5. Bila nilai V=45 atau lebih. Apabila pilihan-pilihannya sudah diketahui. waktu 30-40 menit. Mechanical 2. Bila nilai V 37 atau kurang berarti ada beberapa alasan yang meragukan nilai jawaban siswa. Scientific 4.pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf A sampai dengan I. yaitu: . Adapun keduabelas kategori tersebut adl: – Outdoor – Mechanical – Computational – Scientific – Personal Contact – Aesthetic – Literary – Musical – Social Service – Clerical – Practical – Medical Kuder Preference Record Vocational Test (Kuder) Diciptakan oleh G. Clerical Ditambahkan skala Verification atau V. berarti siswa tidak mengerti atau tidak mengikuti petunuk tes yang berlaku. ia dapat mencari pekerjaan atau jabatan yang meliputi kegiatan tersebut. Kuder menggunakan soal yang terdiri dari 3 pernyataan dimana siswa harus memilih satu yang paling disukai dan satu yang paling tidak disukai. Kuder bertujuan untuk menunjukkan tipe pekerjaan yang disukai siswa. Cara penilaian yaitu mula-mula dihitung verification (V). skoring dapat diteruskan.

0-24% adalah daerah minat yang rendah. 25-74% adalah daerah minat rata-rata. Artinya siswa menyukai kegiatan di bidang tersebut 75-100% adalah daerah minat tinggi. Artinya siswa paling menyukai kegiatan-kegiatan di bidang tersebut . artinya siswa kurang menyukai kegiatan- kegiatan di bidang tersebut.

Tipe Investigatif 3. Musikus dan Penulis . setiap orang memiliki pandangan yang stereotype tentang bermacam-macam pekerjaan. orang-orang yang memiliki pekrjaan yang sama biasanya juga memiliki kepribadian serta menciptakan lingkungan antar pribadi yang serupa. Tipe Realistik 2. SDS paling sesuai digunakan usia 15 thn keatas 6 tipe kepribadian Holland: 1. Tipe Enterprising/Pengusaha 6. SDS dibuat sesederhana mungkin dengan bahasa yang mudah dimengerti dan petunjuk serta penyekoran yang mudah. Dokter dan Ahli matematika Tipe Artistik Orang yang menyukai kebebasan untuk berekspresi dan tidak begitu menyukai keteraturan (tidak begitu menyukai melakukan sesuatu secara sistematis).Individu menggungkapkan tentang diri mereka melalui pilihan pekerjaannya Tipe Realistik Orang yang yang lebih menyukai sesuatu yang aplikatif dan langsung serta lebih berkenaan dengan keterampilan fisik. Tipe artistik 4.Self Directed Search (SDS) John L Holland (1973) mengembangkan suatu teori tentang pilihan vokasional berdasarkan kepribadian individu. Kepribadian seseorang terutama adl hsl dari pengalaman awalnya merupakan interaksi antara faktor bawaan dan lingkungan. Tipe sosial 5.Menyukai keindahan dan pengungkapan emosi melalui suatu karya Jenis Pekerjaan Artistik adalah Seniman. Menurut Holland pilihan pekerjaan adalah ekspresi dari kepribadian. di skor dan diinterpretasikan sendiri oleh siswa. Lebih menyukai pekerjaan yang menurut mereka penting dibandingkan dengan berhubungan dengan orang lain Tipe Investigasi Orang yang menyukai pemikiran dan berpikir konsep-konsep yang dalam dan analitis. SDS diciptakan sebagai alat bantu konseling vokasional yang dapat diadministrasikan. Jadi pada dasarnya inventori minat adalah inventori kepribadian. Menurut Holland. Menyukai tantangan dan pemecahan masalah Berhubungan dengan penggunaan kemampuan matematis dan Ilmiah. maka individu akan merasa puas dengan pekerjaannya dan akan lebih bertahan serta berprestasi dalam pekerjaan tersebut. Tipe Konvensional Teori Kepribadian Holland Pilihan karir merupakan kelanjutan gambaran dari kepribadian seseorang. Sehubungan dengan pekerjaan. Jenis Pekerjaan Investigasiadalah pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan kemampuan pemikiran secara mendalam dan memerlukan pemecahan masalah secara kreatif adalah Programmer Komputer. Bila kepribadian individu dan lingkungan kerjanya sesuai.

Lebih menekankan pada nilai-nila idealisme. Jenis Pekerjaan Enterpreneur adalah Pengusaha. Administrasi dan Pustakawan .Psikolog dan Konselor Tipe Enterpreneur Orang yang senang berhubungan dengan orang lain tetapi lebih berorientasi untuk mempengaruhi orang lain.Tipe Sosial Orang yang menyukai berhubungan dengan orang lain dan lebih cenderung berorientasi untuk membantu orang lain. Marketing dan Periklanan Tipe Konvensional Orang yang menyukai keteraturan. baik hati dan dermawan Jenis Pekerjaan Sosial adalah Guru. Dosen. bekerja secara sistematis dan tidak suka menentang sesuatu yang sifatnya sudah menjadi ketentuan Jenis Pekerjaan Konvensional adalah Sekretaris. Mempunyai kemampuan asertif yang baik dan lebih menyukai agar orang lain mengikuti keinginannya.