You are on page 1of 3

EDEMA

1. Definisi
Akumulasi/timbunan abnormal sejumlah cairan dalam ruang interseluler atau
rongga tubuh (ada gangguan pada pergerakan cairan).
Secara garis besar terdiri dari 2 macam: edema lokal dan general.
Contohnya:
Edema lokal: kaki kanan lebih besar dari kaki kiri karena sering digunakan untuk
tumpuan.
Edema general: semua bagian tubuh bengkak karena terisiair.
2. Patogenesis
Edema terjadi karena peningkatan gaya / tekanan (hidrostatik dan osmotik)
sehingga terjadi perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke interstisial /
interseluler.
Tekanan hidrostatis intravaskular dan tekanan osmosis koloid interstisial
cenderung untuk memindahkan cairan ke luar melalui dinding pembuluh darah,
sedang tekanan cairan interstisial dan tekanan osmosis koloid intravaskular
cenderung memindahkan cairan ke dalam. Karena kedua macam tekanan
interstisial relatif kecil, maka tekanan hidrostatik dan tekanan osmosis koloid
intravaskular (plasma) merupakan faktor terpenting untuk menimbulkan edema.
Jadi, cairan keluar dari ujung arteriol pembuluh darah kapiler dan kembali masuk
ke ujung venular. Cairan dalam celah interstisial yang tidak bisa kembali ke
venula dialirkan ke pembuluh limfe.
3. Jenis edema
Edema anasarka : edema umum di seluruh jaringan sub-kutan
Hidrotoraks : edema di rongga dada
Hidroperikardium : edema pada rongga perikardium
Hidroperitoneum : edema pada ruang perut (asites)
4. Penyebab edema
a. Tekanan hidrostatik meningkat
Contoh: obstruksi vena trombosis, tekanan dari luar misalnya tumor, kegagalan
jantung kongesti.
b. Tekanan koloid plasma berkurang

Volume darah 2. Daerah terjerat dalam jaringan tubuh (hematoma) Dikulit: petekie. Hemoperitonium/ hamartosis keadaan Kinik: 1. Ikterus 2. Aterosklerosis 3. ekimosis (0 > 1 cm) 3. purpura. hemoperikardium. PERDARAHAN Perdarahan merupakan keluarnya darah dari sistem kardiovaskuler disertai pecahnya sistem pembuluh darah. Tempat terjadinya Akibat Penyerta/Komplikasi: 1. Peradangan 4. sintetis albumin menurun misalnya penyakit hepar difus. Natrium tertahan Contoh: penyakit ginjal dengan natrium yang tertahan. Derajat kehilangan: akut/kronis 3. genetalia wanita) 2. d. Obstruksi limfe Contoh: obstruksi neoplasma atau peradangan. Erosi neoplastik dinding pembuluh darah 5. Darah terjebak dalam rongga tubuh Contoh: hematotoraks. Trauma 2. c. pencernaan. Penyebab: 1. Syok hemoragik 3. Kecenderungan perdarahan (Diatesis Hemoragik) Akibat dan Manifestasi: 1. Anemia defisiensi besi .Contoh: kehilangan albumin berlebih misalnya penyakit ginjal. Perdarahan eksterna Disalurkan melalui saluran sistem (kulit.

Tromboembolisme a. infark otak – thrombus d. Emboli paradoksal: emboli kiri berasal dari sirkulasi venosa tetapi mendapat aliran arterial melalui leftto-right-shunt (foramen ovale paten atau ASD – Atrial Septal Defect) 2. yang pecah paling sering b. Lain-lain (fragmen plak arteriosklerotik. kematian mendadak (kehamilan. infark miokard – trombus mural – emboli. 3. Emboli lemak: butiran-butiran kecil lemak dalam sirkulasi darah b. ex: penyakit caisson (decrompression sickness). c. Emboli udara: adanya gelembung-gelembung gas yang tak terlarut dalam darah terutama Nitrogen karena kelarutannya rendah. Emboli dari fragmen trombi. Emboli air ketuban d. Emboli lain: a. immobilisasi total. fragmen tumor) . Saddle embolus Masa emboli yang tersangkut pada bifurcatio arteri pulmonalis yang besar.EMBOLI Penyumbatan beberapa bagian sistem kardiovaskuler oleh masa yang ditransportasikan ke tempat tersebut melalui aliran darah. sekumpulan jaringan dengan infeksi. Emboli pilmonum: penyebab penting. Emboli arterial: lokasinya di atrium kiri (mitral stenosis dengan fibrilasi atrium). Jenis emboli: 1. CHF – trombosis venosa – emboli) c.