You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan modern dewasa ini dihadapkan pada dilemma yang substansial.
Pendidikan diselenggarakan dengan menitik beratkan pada transmisi sains yang
tanpa karakter, sehingga proses dehumanisasi dalam proses pembangunan bangsa
kerap terjadi. Lemahnya dunia pendidikan dalam mempromosikan nilai-nilai luhur
bangsa menyebabkan semakin terkikisnya rasa kebanggaan terhadap tanah air,
tanggung jawab sosial, bahkan komitmen beragama. Masih banyak praktek
pendidikan yang belum memberikan kesempatan kepada murid untuk
mengembangkan segenap potensi agar memiliki kepribadian seutuhnya. Untuk itu
gagasan tentang pendidikan islam yang terpadu menjadi bagian penting dalam
penyelesaian masalah pendidikan. gagasan ini sebenarnya telah banyak dijelaskan
dalam perspektif pandangan islam khususnya tentang pengembangan diri manusia
dengan berbagai kelebihan dan kekuranganya.
Secara konseptual pendidikan nasional mendukung gagasan tentang
pendidikan terpadu sebagaimana tertuang dalam rumusan tujuan pendidikan
nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Membangun manusia yang cerdas harus
bersamaan dengan memantapkan keimanan dan ketakwaan agar kecerdasan
manusia tetap dalam sikap ketundukan dan pengakuan akan keberadaan tuhan
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan juga harus disertai dengan
penanaman budi pekerti luhur agar manusia yang berpengetahuan tetap bersikap
tawadlu (rendah hati) sehingga terjadi keseimbangan antara kesehatan jasmani dan
rohani.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian pengembangan kecakapan?
2. Bagaimana strategi mengembangkan kecakapan?
3. Bagaimana pandangan tentang pembelajaran?

1

Untuk mengetahui kecakapan matematika BAB II PEMBAHASAN 2 . Untuk mengetahui strategi mengembangkan kecakapan 3. Bagaimana kecakapan matematika? C. Tujuan masalah 1. 4. Untuk mengetahui pandangan tentang pembelajaran 4. Untuk mengetahui pengembangan kecakapan 2.

manusia terdiri dari tiga dimensi. sementara akal dan ruh tidak diperhatikan. Peran guru dalam hal ini adalah menimbulkan 1 Abdul majid. Hal ini sangat berperan. Setiap kali berkomunikasi sesungguhnya kita sedang melakukan transaksi.69 3 . siswa akan cenderung membiarkan permasalahan yang diajukan. menyampaikan pengetahuan secara efektif dan meninggalkan kesan mendalam bagi peserta didik. hati pun tidak tentram dan ruhaninya tumpul. tapi memiliki hati yang kering dan gersang. akal dan ruh. maka manusia itu ibarat orang yang memiliki pengetahuan. karena siswa harus berusaha memeras otaknya sendiri. tapi jasadnya sakit-sakitan.2013). Ketiga dimensi dalam diri manusia harus dipelihara agar seimbang (tawazun). Karena kalau sadar motivasinya lemah. Seseorang dikatakan memiliki kecakapan mengajar atau presentasi bila ia mampu tampil menarik.Remaja Rosdakarya. sehingga hidupnya hampa dan tidak tentram. Jika diri hanya dipelihara fisiknya saja.1 Gagne dan Winkel. menyatakan bahwa fase dalam kegiatan membelajarkan adalah sebagai berikut: 1.A. Begitu juga halnya jika manusia yang diasah hanya otaknya saja. sedangkan fisik dan ruhaninya tidak dijaga. Setiap kali kita mengajar atau melakukan presntasi sesungguhnya kita sedang melakukan kegiatan komunikasi. Hal. Pengertian pengembangan kecakapan Kecakapan dalam mengajar atau presentasi adalah keterampilan yang dimiliki dengan mensinergiskan fungsi panca indera dan otak kiri sebagai bagian dari kecakapan akademis. yaitu jasad. Fase motivasi Siswa sadar akan tujuan yang harus dicapai dan bersedia melibatkan diri. baik terhadap diri sendiri maupun terhadap sesuatu atau orang lain yang menjadi sasaran dari komunikasi tersebut. B. Perencanaan Pembelajaran . maka manusia yang demikian hanya akan kuat fisik atau jasad.(Bandung: PT. Strategi Mengembangkan Kecakapan Sesuai dengan fitrahnya.

Perhatian (attention. 3. mana yang cocok untuk problem ini. reinforcement) Siswa mendapatkan konfirmasi. Dalam hal ini siswa harus memanggil ingatan siasat-siasat yang pernah digunakanya. dalam bukunya essential of learning for instruction mengemukakan penyempurnaan rangkaian fase dalam proses belajar siswa yang tersebut diatas. Siswa khusus memperhatikan hal yang alertness) akan dipelajari. sejauh prestasinya tepat siswa mendapat konfirmasi tentang tepat tidaknya penyelesaian yang ditemukanya. yaitu: 1. Fase umpan balik (feedback. 2. expectancy) bersedia melibatkan diri. Fase-fase tersebut dapat diaplikasikan pada kegiatan-kegiatan pada kognitif. maupun psikomotor. Fase pengolahan Siswa memahami informasi dalam short term memory (STM) atau memori jangka pendek dan mengolah informasi untuk diambil maknanya. paling sedikit pikiran terarah. Kalau tidak tersedia siasat (strategy) dalam ingatan. sehingga konsentrasi terjamin. 3. Gagne. alartness) Siswa memperhatikan unsur-unsur yang relevan sehingga terbentuk pola- pola perceptual tertentu. komunikasi ini dapat meningkatkan atau menurunkan motivasi siswa untuk berusaha memeras otak lagi pada lain kesempatan. afektif. Menggali (retrieval to working Siswa mengingat kembali dari ingatan memory) jangka panjang apa yang sudah diketahui atau dipahami atau dikuasai tentang pokok 4 . 2. motivasi belajar siswa dan menyadarkan siswa akan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 4. Menyadari tujuan belajar Siswa sadar akan tujuan instruksional dan (motivation. Fase menaruh perhatian (attention. siswa secara khusus memperhatikan hal yang akan dipelajari. siswa harus menciptakan siasat baru dan ini membutuhkan pikiran kreatif.

Memantapkan hasil belajar Siswa mengerjakan berbagai tugas untuk (frequent retrieval transfer) mengakarkan hasil belajar. Pengembangan pola pikir (kognitif) 5 . Menggali informasi (responding Siswa membuktikan melalui suatu prestasi to question or task) kepada guru dan diri sendiri bahwa pokok bahasan telah dikuasai memberikan indikasi bahwa tujuan instruksional khusus pada dasarnya telah dicapai. namun mengingat cirri khas dari setiap jalur belajar. 7. akan Nampak perbedaan antara jalur-jalur belajar dalam hal perwujudan beberapa fase dan dalam tekanan yang harus diberikan pada fase tersebut. Berpersepsi selektif (selective Siswa mengamati unsur-unsur dalam perception) perangsang yang relevan bagi pokok bahasan. bahasan yang sedang dipelajari. 5. 4. Siswa memberikan makna pada pola entry to strorage) perseptual dengan membuat informasi sungguh berarti. Rangkaian fase-fase itu akan dikemukakan pada setiap jalur belajar. 8. mendapat koreksi kalau prestasinya salah. Rangkaian fase itu mencerminkan rangkaian. Siswa memperoleh pola perseptual. antara lain dengan menghubungkanya dengan informasi lama yang sudah digali dari ingatan jangka panjang. Mendapatkan umpan balik (feed Siswa mendapat penguatan dari guru kalau back. 1. kejadian internal yang dialami oleh siswa yang sedang belajar. 6. Siswa mengadakan transfer belajar. Mengolah informasi (encoding. Siswa mengulang-ulang kembali. reinforcement) prestasinya tepat.

khususnya dalam meningkatkan kualitas keilmuan dirinya. i. Creditable and reputable. e. Mereka sangat mencintai tuhanya dan karenanya selalu mendapatkan petunjuk dari-Nya. Willingness to learn. Mereka bersikap proaktif. Selalu ingin menjadikan dirinya sebagai teladan dan menampilkan unjuk kerja yang terampil. Mereka memiliki motivasi yang sangat kuat untuk terus belajar dan mampu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang dihadapinya. g. Mereka sangat bersungguh-sungguh dalam segala hal. Mereka selalu berusaha untuk menempatkan dirinya sebagai insan yang dapat dipercaya sehingga tidak pernah mau mengingkari janji atau mengkhianati amanah yang dipikulkan kepada dirinya. b. yakni pembinaan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam sebagai penjabaran dari sifat fathonah rasulullah. Mereka menaruh cinta kepada orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Mereka tidak hanya menguasai dan terampil melaksanakan profesinya. d. Hidupnya bagaikan telah diatur allah sehingga tumbuh rasa optimis untuk menjadikan allah sebagai tempat dirinya bersandar atau bertawakal. Empathy and compassion. Seorang yang fathonah itu tidak saja cerdas. Toto Tasmara. Proactive stance. Emotional maturity. h. f. Mereka yang memiliki sifat fathonah. tetapi juga sangat berdedikasi dan dibekali dengan hikmah kebijakan. High in integrity. Pembinaan pola pikir kognitif. Mereka memiliki kedewasaan emosi. Being the best. tetapi juga memiliki kebijaksanaan atau kearifan dalam berpikir dan bertindak. Faith in god. tabah. c. sangat besar kerinduanya untuk melaksanakan ibadah. dan tidak pernah mengenal kata menyerah serta mampu mengendalikan diri dan tidak pernah terperangkap dalam keputusanya yang emosional. The man of wisdom. 6 . mengemukakan bahwa karakteristik yang terkandung dalam jiwa fathonah antara lain: a. ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkunganya.

2 Jasa ungguh muliawan. alertness). sebagaimana dikenal dalam Al- Qur’an sebagai nafsu muthmainah. Mereka memiliki jiwa yang tenang. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Sasaran dari belajar pengaturan kegiatan kognitif adalah sisematissasi arus pikiran sendiri dan sistematisasi proses belajar dalam diri sendiri. dengan menunjukan pada bagian dalam buku pelajaran yang dicetak misalnya. 205). dengan memberikan contoh tentang tujuan yang akan dicapai sehingga siswa mau belajar dan berminat. Untuk bisa mewujudkan konsep pembinaan intelektual dalam islam ini. Hal ini dapat diusahakan dengan menunjukan kejadian tertentu dalam suatu demonstrasi.2 Pengaturan kegiatan kognitif merupakan suatu kemahiran tersendiri. memberikan uraian pendahuluan dan lain sebagainya. Guru membuat perhatian siswa terpusat pada tugas belajar yang dihadapinya (arousal. Para psikolog kognitif menaruh banyak perhatian pada berbagai macam persoalan dengan menggunakan kemampuan berpikir secara efisien dan efektif. l. j. Sense of mission.74 7 . Balance. b. Guru mengarahkan perhatian siswa. Karena mereka sadar bahwa setiap umat memiliki kiblat dan martabatnya dengan memiliki sense of competition. Hal. Hal. orang yang mempunyai kemahiran ini mampu mengontrol dan menyalurkan aktivitas kognitif yang berlangsung dalam dirinya sendiri. Mereka memiliki sikap untuk bersaing dengan sehat. Hal ini dapat diusahakan dengan menjelaskan keguanaan materi bahasan.Op.3 Berikut ini beberapa masukan bagi guru dalam mengembangkan kecakapan belajar berdasarkan fase belajar yang telah dikemukakan oleh Gagne: a. supaya khusus memperhatikan unsur- unsur pokok dalam materi pelajaran (selection perception). Pendidikan Islam Integratif. k. Mereka memiliki arah tujuan atau misi yang jelas dalam kehidupanya. Sense of competition.120 3 Abdul majid. maka harus disusunlah beberapa kaidah agar bisa memudahkan orangtua dan guru dalam membina anak dengan ilmu dan pemikiran yang benar.Cit.

yakni sikap mental (mental attitude) yang mantap dan matang sebagai penjabaran dari sikap amanah rasulullah.45 WIB 5 Abdul Majid.4 Mereka yang mempunyai kecerdasan ruhaniyah dihormati dan dipercaya bukan karena kemampuan fisiknya. Namun kalau kemudian menjadi domain dan 4http://yudafransiskafirdaus. kukuh dan bernalar. didalam diri yang amanah ada beberapa nilai yang melekat.blogspot. Kecanduan kepentingan dan sense of urgency.id/2011/10/pengembangan- kecakapan. d. Seorang yang memiliki kemampuan kognitif yang baik. Mereka merasakan bahwa hidupnya memiliki nilai. Pengembangan sikap Afektif. c. Bersikap adalah merupakan wujud keberanian untuk memilih secara sadar. ada allah dihatinya dan kemana pun mereka berpaling ia melihatnya. tetapi memiliki dimensi ruhani yang kuat. tetapi kekuatan ruhaniyah yang senantiasa diterimanya dengan penuh rasa amanah. 2. Hidup yang wajar dan tidak harus menjadi kharismatik atau berupaya membuat dirinya menjadi yang dikultuskan. Setelah itu ada kemungkinan ditindak lanjuti dengan mempertahankan pilihan lewat argumentasi yang bertanggung jawab.Cit. ingin dipercaya dan mempercayai. Keputusan- keputusanya menunjukan warna kemahiran seorang professional yang didasarkan pada sikap moral atau akhlak yang luhur. tidak saja menguasai bidangnya. 26 April 2018 pukul 13.76 8 .Op. kredibel.5 Menurut Toto Tasmara. Konsep pembelajaran yang terlalu menekankan pada aspek penalaran atau hafalan akan sangat berpengaruh terhadap sikap yang dimunculkan anak. Hidup baginya adalah sebuah proses untuk saling mempercayai dan dipercaya. ada sesuatu yang penting. Mereka ingin menunjukan hasil yang optima atau islah. Al-amin. b. Menghafal tentu ada gunanya. Hormat dan dihormati (honorable). Rasa tanggung jawab (taqwa). Mereka merasakan ada semacam getaran dalam sanubarinya. Hal. yaitu: a. diakses pada hari Kamis.co.

Terdapat proses yang terjadi pada seseorang untuk memunculkan sikap yang positif maupun negatif. Terlepas dari teori yang dikemukakan oleh para ahli diatas. Belajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu objek. Misalnya Pavlov dengan teorinya stimulus respond an skinner dengan teorinya reinforcement yang dalam eksperimenya terhadap manusia lebih dikenal dengan “behavior modification”. ia mungkin diperbolehkan untuk melakukan sesuatu 9 . Dalam proses belajar mengajar disekolah siswa dapat memperoleh sikap-sikap baik dan positif maupun negatif. maka akan melahirkan anak-anak didik yang kurang kreatif dan berani dalam mengungkapkan pendapatnya sendiri. karena sikap tidak bisa lepas dari komponen-komponen lainya seperti kognitif dan konatif. Sikap kongkrit proses pengkondisian atas sikap siswa disekolah atau madrasah dapat dimanipulasi juga oleh guru misalnya. meskipun siswa dan guru terkadang tidak menyadarinya. proses pengkondisian itu memang perlu dilakukan dalam pelekatan (unternalisasi) nilai-nilai ajaran islam. Apabila proses menghafal tidak segera diperbaiki secara radikal. kreatif dan menyenangkan terhadap mata pelajaran dapat melahirkan perasaan senang siswa terhadap guru dan bahkan perasaan senang tersebut dapat dipindahkan ke mata pelajaran yang dipegang oleh guru tersebut. Proses pengkondisian (conditioning) Proses pembentukan sikap melalui pengkondisian ini telah banyak dieksperimenkan oleh para ahli psikologi. proses pembelajaran aktif. anak-nak didik akan kesulitan untuk bersikap.seluruh mata pelajaran harus dihafal. Sikap merupakan sesuatu yang kompleks. bila siswa memperoleh prestasi. diantaranya: a. Suasana sekolah atau madrasah yang kondusif. berdasarkan penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna atau berharga (sikap positif) atau tidak berharga atau berguna (sikap negatif). Siakp merupakan suatu kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan (action).

3) Umpan balik. b. atau pujian dengan bahasa yang tepat dan sopan. siswa mendapat konfirmasi mengenai perbuatan dan perkataan yang mencerminkan suatu sikap positif. Kita tidak mungkin dapat berkembang dan survive kecuali ada kehadiran orang lain. 3. Beberapa fase dalam pembelajaran sikap atau tekanan yang harus diberikan pada hal-hal tertentu. kita dapat mengatakan “aku ada karena aku memberikan makna bagi orang lain” sebagaimana rasulullah bersabda: “ engkau belum disebut sebagai orang yang beriman kecuali engkau mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirimu sendiri”. 10 . Sarason (1972). Bisa seseorang filsuf barat berkata ‘cogito ergo sum’ aku ada karena aku berpikir. mencernakan penjelasan verbal yang menyertai teladan yang diberikan oleh model atau menyertai izin untuk berbuat sesuatu yang disenangi. Belajar dari model (human modeling) Prinsip modeling ini sejalan dengan ungkapan Ki Hadjar Dewantara ing ngarsa sung tulada. Bandura (1977) juga mengemukakan hal yang sama member penekanan pentingnya modeling atau keteladanan yang merupakan cara yang paling ampuh dalam mengubah perilaku seseorang. yang lain yang disukainya. 2) Pengolahan. atau memberikan hadiah berupa buku dan sebaginya. Pengembangan psikomotor Fitrah manusia sejak kelahiranya adalah kebutuhan dirinya kepada orang lai. orangtuam maupun lingkungan sekitarnya agar proses pembelajaran diarahkan pada proses pembentukan kompetensi agar siswa kelak dapat member manfaat baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. yaitu: 1) Pengkonsentrasian. Untuk mampu memberikan manfaat kepada orang lain tentulah harus mempunyai kemampuan atau kompetensi dan keterampilan. perlu mendapat tekanan dalam belajar dari model atau modeling. Hal inilah yang harus menjadi perhatian semua kalangan baik itu pendidik.

Adapting yaitu penyesuaian6 Hal-hal yang perlu dikembangkan dalam kecakapan psikomotor dapat dipahami sebagai berikut: a. olahraga. Untuk itu perlu memotivasi siswa agar selalu bersemangat dalam menjalaninya. e. Practing yaitu pembiasaan d. c. Keterampilan yang sedang dipelajari membutuhkan usaha kontinyu dan banyk sekali latihan. Pengendalian program mental yang tersimpan dalam ingatan jangka panjang dari informasi yang telah dipelajari sebelumnya. Sebagai indikator kecakapan dari aspek psikomotor menurut kennet. Imitation yaitu meniru c.co. Konfirmasi pengetahuan teoritis kedalam tindakan aplikasi dapat mengambil wujud umpan balik (dorongan dari dalam) atau pengaruh dari luar sehingga dapat menyempurnakan keterampilan sampai semuanya berjalan secara otomatis.diakses pada hari Kamis. d. 26 April 2018 pukul 14. menulis kaligrafi dan lainya. meliputi: a. Pandangan tentang pembelajaran 6http://zonmoris. Psikomotor.blogspot.id/2014/09/pengembangan-kecakapan- mujebukhoriuje. Belajar keterampilan motorik menuntut kemampuan untuk merangkaikan sejumlah gerak gerik jasmani sampai menjadi suatu keseluruhan yang harus dilakukan dengan tulus karena allah. Mempelajari prosedur yang harus diikuti dan melatih diri baik sub keterampilan maupun seluruh rangkaian gerak-gerik disertai koordinasi ketika siswa mengolah informasi yang dipelajarinya. b. yakni pembinaan tingkah laku dengan akhlak mulia sebagai penjabaran dari sifat shidiq rasulullah dan pembinaan keterampilan kepemimpinan yang visioner bijaksana sebagai penjabaran sifat tabligh rasulullah. Observing yaitu memperhatikan b. C.15 WIB 11 . Belajar keterampilan selalu menuntut pengamatan terhadap lingkungan untuk menentukan posisi fisik seperti.

Kecakapan matematika(mathematical proficiency) Kecakapan matematis (mathematical proficiency) yang mencakup lima komponen yaitu. juz 1. Ketika pernyataan itu diajukan.89) “apakah engkau mau hatimu menjadi lembut dan kebutuhan terpenuhi?” (shahih al-jami’ash shaghir. emosi dan kinetik 4. sehingga dia begitu antusias untuk mengetahui jawabanya sebelum meninggalkan tempat itu. Mengajukan pernyataan dapat mencapai tiga tujuan moral dan edukasi. juz 1. Seharusnya dikembangkan secara terpadu dan seimbang pada diri siswa yang belajar matematika. 12 .juz 1. Pelajaran apakah yang dapat diambil dari pernayataan rasulullah tersebut adalah: 1. h. Pernyataan dapat membuat rangsangan bagi pendengarnya. Ini disebut dengan kompetensi untuk mendapat informasi atau pengetahuan.87) “apakah engkau ingin menjadi seperempat penduduk surge?”(shahih al- jami’ash shaghir. Ini merupakan pengajaran langsung sekaligus cepat dalam mendapatkan pengetahuan. 5. penalaran adaptif (adaptive reasoning). dan disposisi produktif (productive disposition). Artinya pikiran pendengar telah terfokus terhadap pernyataan dan inderanya tidak lagi disibukan dengan hal-hal lain. h. gambaran jalinan kelima komponen tersebut digambarkan oleh Kilpatrick (2001) sebagai berikut. Pertanyaan dapat menjadikan pendengar merasa ditantang oleh pembicara. dapat memotivasi pendengar untuk menjawab pertanyaan tersebut. kelancaran procedural (procedural fluency). D.84) Menumbuhkan motivasi. yaitu kognitif. 3. Pengembangan kelimanya pada diri siswa juga tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah. pemahaman konseptual (conceptual understading). Proses terjadinya fase-fase dalam belajar yang demikian telah dicontohkan oleh Rasulullah dengan ungkapan-ungkapan hadistnya: “apakah engkau tahu kemana perginya matahari?” (shahih al-jami’ash shaghir. kompetensi strategis (strategic competence). Pernyataan juga dapat lebih menonjolkan informasi atau pengetahuan. menarik perhatian dan proses pengkondisian dan modeling merupakan metode pendidikan modern. 2.h.

dan relasi matematis. Kelancaran procedural (procedural fluency) Kelancaran prosedural ini mengacu pada pengetahuan tentang prosedur. Mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi tidaknya persyaratan membentuk konsep c. dan 13 . 2. Indikator yang dapat digunakan untuk mengatahui apakah seorang siswa atau mahasiswa telah mempunyai pemahaman konseptual antara lain adalah mampu: a. pengetahuan tentang kapan dan bagaimana menggunakanya secara tepat. Mengembangkan syarat perlu dan atau syarat cukup suatu konsep Menurut Kilpatrick(2001) indikator signifikan dari pemahaman konseptual adalah kemampuan untuk menyajikan situasi matematika dengan cara yang berbeda dan mengetahui bagaimana representasi yang berbeda dapat bermanfaat untuk berbagai tujuan. Menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari b. Menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematis e. Memberikan contoh atau non-contoh dari konsep yang dipelajari d. Pemahaman konseptual (conceptual understanding) Pemahaman konseptual adalah pemahaman atau penguasaan siswa atau mahasiswa terhadap konsep-konsep. Mengaitkan berbagai konsep f. Penjelasan untuk masing-masing komponen kecakapan matematis tersebut adalah sebagai berikut: 1. operasi.

3. kemampuan untuk berfikir reflektif. Memilih rumus d. atau grafis) c. Memahami masalah b. akurat. menyajikan. Oleh karena itu. dapat diprediksi) dan bahwa sebuah prosedur yang dikembangkan dengan hati-hati bisa menjadi alat yang ampuh untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin. verbal. Menyajikan suatu masalah secara matematik dalam berbagai bentuk (simbol. Memeriksa kebenaran penyelesaian masalah yang telah diperoleh 4. Disposis produktif (productive disposition) 14 . penuh dengan pola. Menemukan pola pada suatu gejala matematis 5. Mengembangkan prosedur Dengan mempelajari algoritma sebagai suatu “prosedur umum”. numeric. dan menyelesaikan masalah matematika. Menarik kesimpulandari suatu pernyataan d. Menggunakan prosedur b. keterampilan melakukan prosedur secara fleksibel. Memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan c. Memperkirakan hasil suatu prosedur e. Memodifikasi atau memperhalus prosedur f. Indikator untuk kelancaran procedural yaitu: a. Penalaran adaptif (adaptive reasoning) Penalaran adaptif ini merujuk pada kapasitas untuk berfikir secara logis tentang hubungan antar konsep dan situasi. Memilih prosedur d. dan kemampuan untuk memberikan pembenaran. siswa atau mahasiswa dapat memperoleh informasi tentang fakta bahwa matematika itu terstruktur (sangat terorganisir. Memanfaatkan prosedur c. Pendekatan atau metode yang tepat untuk memecahkan masalah e. Indikator untuk kecakapan ini antara lain adalah jika siswa atau mahasiswa mampu: a. kemampuan untuk menjelaskan. dan efisien. Menyusu dugaan (conjecture) b. Memeriksa kesahihan suatu argument e. Kompetensi strategis (strategic competence) Kompetensi strategis ini mengacu pada kemampuan untuk merumuskan. indikator untuk mengetahui apakah seorang siswa atau mahasiswa mempunyai kompetensi strategis antara lain adalah: a.

berguna. Sebaliknya. dan memiliki kepercayaan diri dan ketekunan dalam belajar atau bekerja dengan matematika. untuk melihat matematika sebagai hal yang masuk akal.7 7 Djamilah Bondan Widjajanti. dan penalaran adaptif cenderung akan berkembang disposisi produktifnya. 2011. dan berharga. Bersemangat b. Prosiding Seminar Nasional Penelitian . Mengembangkan kecakapan matematis mahasiswa calon guru matematika. Berkaitan dengan kecendrungan untuk mempunyai kebiasaan yang produktif. Mau berbagi Seorang siswa atau mahasiswa yang mempunyai disposisi produktif yang tinggi cenderung akan mampu mengembangkan kecakapan matematis mereka dalam hal pemahaman konseptual. kompetensi strategis. Tidak mudah menyerah c. Indikator pada disposisi produktif ini antara lain adalah sebagai berikut: a. Oleh karena itu. kompetensi strategis. mereka yang mempunyai kecakapan dalam pemahaman konseptual. hal. pengembangan kelima komponen kecakapan matematis ini sudah seharusnya dilakukan secara terpadu. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi e. bermakna. dan penalaran adaptif. Percaya diri d. kelancaran procedural.2 15 . kelancaran procedural.

Pengembangan diterapkan dengan berbagai fase tujuanya untuk memberikan kesadaran dengan melibatkan diri agar tujuan bisa tercapai. Kesimpulan Kecakapan dalam mengajar atau presentasi adalah keterampilan yang dimiliki dengan mensinergiskan fungsi panca indera dan otak kiri sebagai bagian dari kecakapan akademis. Perencanaan pembelajaran. Pengembangan psikomotor. DAFTAR PUSTAKA Majid. Jogyakarta: Pustaka pelajar. afektif untuk membina pengembangan sikap mental yang mantap dan matang melalui proses pengkondisian dan beajar dari contoh pengalaman yang ada. Bandung:PT. Manusia diberikan kelebihan akal. Jasa ungguh. B. Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. 2. abdul. Pendidikan islam integratif. maka dengan akal tersebut manusia dapat berkembang dengan menggali potensi yang ada pada dirinya. 4. pada siswa dalam dunia pendidikan.Remaja Rosdakarya. Muliawan. Perlunya pengembangan pembelajaran kecakapan seperti. 2013. untuk memberikan pengalaman yang praktis dan wawasan ilmu pengetahuan yang luas. 16 .2005. Saran Dalam penulisan makalah ini tentunya banyak kekurangan dan kelemahan maka kami harapkan saran yang membangun agar kekurangan dan kelemahan tersebut dapat diperbaiki dan disempurnakan kembali. Pembinaan pola pikir atau kognitif untuk kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam. BAB III PENUTUP A. 5.. 3.

Prosiding Seminar Nasional Penelitian .http://yudafransiskafirdaus.djamilah bondan . hal.id/2014/09/pengembangan-kecakapan- mujebukhoriuje.15 WIB Widjajanti.blogspot. 26 April 2018 pukul 14.co.blogspot. 2011.diakses pada hari Kamis.co.id/2011/10/pengembangan-kecakapan. 26 April 2018 pukul 13.2 17 .diakses pada hari Kamis.45 WIB http://zonmoris. Mengembangkan kecakapan matematis mahasiswa calon guru matematika.