You are on page 1of 16

Representasi Domestikasi Perempuan dalam Iklan

Endah Siswati
Universitas Islam Balitar Blitar
Jl. Majapahit No. 4 Blitar, Jawa Timur 66139
Email: endah.siswati@yahoo.co.id

Abstract: Persuasive strategies in advertisement often use signs or languages representing gender
biases in society. These gender biases are especially depicted in the use of woman figure as a sign
object, which often shows physical exploitation and woman domestication. However, woman’s role
in public area has been developed and advanced in terms of number as well as role and job diversity.
Thus, this paper discusses the current tendency of media especially printed ones to represent woman
domestication. Also, how advertisement portrays woman domestication in general.

Keywords: advertisement, bias, domestication, gender, media, woman

Abstrak: Strategi persuasif dalam iklan kerap menggunakan tanda atau bahasa yang menyentuh
bias gender dalam masyarakat. Bias gender tersebut utamanya menyangkut penggunaan figur
perempuan sebagai objek tanda yang mengeksploitasi tubuh dan daya tarik seksual perempuan.
Bias gender tersebut juga sering ditampilkan dalam bentuk subordinasi dan domestikasi
perempuan. Di sisi lain, peran perempuan di wilayah publik telah mengalami perkembangan dan
kemajuan. Ini bisa dilihat selain dari segi jumlah juga dalam jenis pekerjaan dengan beragam
kedudukan di masyarakat. Tulisan ini membahas kecenderungan iklan di media cetak, khususnya,
dalam merepresentasikan domestikasi perempuan.

Kata Kunci: bias, domestikasi, gender, iklan, media, perempuan

Strategi persuasif dalam iklan tak semata-mata selalu tersubordinasi secara sosial di hadapan
mengiklankan suatu produk atau layanan, tapi laki-laki. Representasi perempuan dalam
juga diarahkan untuk menciptakan nilai atau iklan menunjukkan posisi sosialnya yang
citra produk. Upaya-upaya membentuk citra sangat terbatas yaitu tersubordinasi di wilayah
produk ini seringkali menggunakan tanda domestik. Hal ini juga ditegaskan dalam
atau bahasa yang menyentuh bias gender penekanan peran reproduktifnya yaitu seputar
dalam masyarakat. Bias gender tersebut pengurusan rumah tangga, keluarga, serta
menyangkut penggunaan figur perempuan pengasuhan anak. Bahkan ketika perempuan
sebagai objek tanda (sign object) dan bukan ditampilkan dalam wilayah publik, perannya
sebagai subjek tanda (sign subject). Iklan hanyalah sebagai pelengkap yang kedudukan
seringkali menonjolkan eksploitasi tubuh dan sosialnya di bawah laki-laki.
daya tarik seksual yang dimiliki perempuan Beberapa penelitian terdahulu terkait
serta penggambaran perempuan sebagai dengan iklan dan perempuan menunjukkan
makhluk kelas dua (the second sex) yang adanya fenomena bias gender dalam iklan di

179
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

media massa. Peran perempuan umumnya menonjolkan kecantikan wajah dan tubuh
digambarkan sebagai istri dan ibu yang perempuan, sementara laki-laki diperlihatkan
tempatnya adalah di rumah bahkan di dalam aspek kekuatan fisik, 2) perempuan
dapur atau di ruang cuci. Citra perempuan cenderung direpresentasikan lebih emosional,
yang diciptakan umumnya adalah sebagai sementara laki-laki digambarkan sebagai sosok
kombinasi objek seks, istri, dan ibu yang yang lebih rasional, 3) laki-laki distereotipkan
mendapatkan kepuasan dengan terlihat berkiprah di sektor publik mencari nafkah,
cantik di hadapan laki-laki. Perempuan sementara perempuan di sektor domestik,
tidak digambarkan sebagai sosok yang melakukan pekerjaan rumah tangga, antara
cerdas tetapi tunduk dan patuh pada lain menyuci, menyetrika, membersihkan
laki-laki. Jika perempuan digambarkan dan mengatur rumah, menyiapkan, mengolah
memiliki pekerjaan, maka pekerjaan itu dan menghidangkan masakan, merawat dan
adalah sebagai sekretaris atau pramugari mengasuh anak, dan sebagainya, 4) perempuan
(Komizar, 1971). cenderung direpresentasikan di dalam dan
Courney dan Lockeretz (1979) yang di lingkungan rumah, sementara laki-laki
meneliti tentang citra perempuan di majalah ditampilkan di tempat-tempat publik, 5) laki-
menemukan fakta bahwa 1) perempuan laki distereotipkan sebagai sosok yang selalu
jarang ditampilkan dalam peran pekerjaan menguasai, menjadi pemimpin, pelindung
di luar rumah, 2) tidak banyak perempuan dan orang yang selalu dilayani, sementara
yang ditampilkan sebagai profesional atau perempuan ditampilkan sebagai sosok yang
sosok pebisnis level atas, 3) perempuan dikuasai, dipimpin, lemah sehingga perlu
jarang digambarkan jauh dari rumah baik dilindungi, dan melayani orang lain, dan
sendirian atau dengan perempuan lain, 6) umumnya perempuan direpresentasikan
4) perempuan ditampilkan tergantung sebagai objek seks laki-laki.
pada perlindungan laki-laki, 5) laki-laki Selanjutnya, Kasiyan (2008) yang
ditampilkan menganggap perempuan melakukan penelitian tentang representasi
sebagai objek seks atau pelengkap domestik, ideologi gender dalam iklan di majalah
6) perempuan seringkali ditampilkan dalam Femina dan Matra menemukan bahwa
iklan produk pembersih, produk makanan, pencitraan negatif (stigma) perempuan yang
produk kecantikan, obat-obatan, pakaian terepresentasi dalam iklan terkait dengan
dan peralatan rumah tangga, dan 7) laki-laki tiga hal pokok. Pertama, eksploitasi daya
seringkali ditampilkan dalam iklan mobil, tarik seksual perempuan. Kedua, eksploitasi
perjalanan, minuman beralkohol, rokok, segenap organ tubuh perempuan yang
bank, produk industri, media hiburan, dan sangat berlebihan, dan ketiga, eksploitasi
perusahaan industri. domestikasi (domestication) perempuan.
Sementara Widyatama (2006) yang Di sisi lain, teori tentang pembentukan
meneliti bias gender dalam iklan televisi, dan perkembangan konsep gender seperti The
menemukan bahwa 1) representasi iklan lebih Social Learning Approach dan The Cognitive

180
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

Social Approach menyatakan bahwa individu pembagian peran gender tradisional serta
memperoleh pelajaran pertama tentang keadilan dan kesetaraan gender akan sulit
konsep gender sejak masa kanak-kanak. dilakukan dan dicapai.
Media sosialisasi dalam pembentukan dan Di sisi lain, realitas menunjukkan
perkembangan konsep gender ini tidak saja bahwa peran perempuan dalam berbagai
melalui orang tua, kelompok teman sebaya, bidang kehidupan mengalami kemajuan.
sekolah, tetapi juga melalui media massa dan Jumlah perempuan yang melangkah ke
termasuk di dalamnya adalah iklan (Matlin, wilayah publik makin meningkat, dengan
2004; Cherlin, 2009). jenis pekerjaan dan posisi yang beragam
Berdasarkan paparan di atas dapat pula (Indrayanti & Lisna, 2007). Melihat
ditarik benang merah bahwa 1) iklan adalah dan mempertimbangkan perkembangan
komunikasi persuasif yang dimaksudkan dan kemajuan perempuan dalam dunia
untuk memengaruhi persepsi serta publik tersebut, maka menjadi relevan jika
mengubah sikap dan perilaku khalayak, kemudian timbul pertanyaan apakah iklan
2) iklan seringkali merepresentasikan di media massa, khususnya media cetak,
bias-bias gender melalui eksploitasi yang masih memiliki kecenderungan untuk
cenderung tidak memihak perempuan merepresentasikan domestikasi perempuan
dan menempatkan perempuan sebagai the serta bagaimana iklan merepresentasikan
second sex yang lebih banyak berkiprah di domestikasi perempuan secara umum.
wilayah domestik dan laki-laki di wilayah Tulisan ini bertujuan mencari jawaban
publik, 3) individu mendapat pengetahuan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Fokus
pertama tentang konsep gender tidak saja bahasannya adalah representasi domestikasi
dari orang tua, kelompok teman sebaya, perempuan dalam iklan di tabloid Nova dan
sekolah, tetapi juga melalui media massa. Nyata edisi minggu ketiga bulan Februari-
Maka, jika pesan-pesan yang disampaikan April 2011. Tabloid Nova dan Tabloid
oleh media massa memuat bias-bias Nyata dipilih dengan pertimbangan sebagai
gender, mengekploitasi, mensubordinasi berikut: 1) keduanya merupakan tabloid
perempuan, atau menyajikan ilustrasi bersegmen pembaca wanita dan keluarga,
tentang pembagian peran gender tradisional 2) tabloid Nova yang diterbitkan kelompok
yang memisahkan laki-laki dan perempuan Kompas memiliki oplah dan pendapatan
dalam wilayah domestik dan publik, tidak iklan terbesar di kelasnya. Sementara data
mustahil nilai-nilai dalam budaya patriarki dari Ensiklopedi Pers Indonesia tahun 2008
akan terus diinternalisasi dan makin kokoh. menunjukkan, oplah dan pendapatan iklan
Hal ini akan dianggap sebagai sebuah Tabloid Nyata yang merupakan kelompok
kebenaran kodrati yang akan diwariskan Jawa Pos menduduki posisi kedua.
secara turun-temurun pada generasi- Berdasarkan data oplah dan pendapatan
generasi berikutnya. Jika demikian, maka iklan terbesar diasumsikan bahwa kedua
dekonstruksi budaya patriarki, dekonstruksi tabloid ini menyediakan jumlah, ragam, dan

181
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

tema iklan yang lebih banyak dibandingkan mengandung makna yang bias gender atau
dengan tabloid lain yang sejenis. tidak. Hasil pendataan dan analisis ini dicatat
dalam sebuah tabel yang mencantumkan
METODE nama tabloid, edisi terbit, kategori produk,
Penelitian yang mendasari tulisan ini nama iklan atau nama produk iklannya dan
menggunakan pendekatan kualitatif karena kemudian ditandai apakah iklan tersebut
penelitian ini: 1) meneliti, menganalisis menggunakaan tanda/figur tanda laki-laki
dan menafsirkan makna pesan dalam iklan atau perempuan atau menggunakan tanda
dengan memusatkan perhatiannya pada bukan manusia. Selanjutnya, iklan dianalisis
makna simbol-simbol dan tanda-tanda muatan pesannya, apakah mengandung bias
(analisis semiotika), 2) menggunakan gender atau netral. Jika dinilai mengandung
peneliti sebagai instrumen penelitian yang pesan yang bias gender, peneliti akan
utama, 3) menggunakan teknik pengumpulan mengategorikan lagi apakah bias gender
data kualitatif (studi dokumen), serta 4) yang terkandung dalam iklan termasuk
mengandalkan bentuk naratif (kata-kata mengeksploitasi tubuh dan sensualitas
dan bahasa) dalam memaparkan makna perempuan, termasuk mendomestikasi
dan realita untuk disajikan pada pembaca perempuan, atau termasuk kedua-duanya.
(Cresswell, 1994; Moleong, 2007). Kriteria yang digunakan untuk menilai
Objek penelitian ini adalah representasi apakah suatu iklan termasuk dalam kategori
domestikasi perempuan dalam iklan yang mengeksploitasi tubuh dan sensualitas
termuat di tabloid Nova dan Nyata edisi perempuan adalah sebagai berikut:
minggu ketiga bulan Februari sampai bulan 1) Iklan menonjolkan kecantikan, kemulusan,
April 2011. Iklan yang diteliti adalah iklan kemolekan, keindahan, keseksian tubuh
yang memenuhi kriteria-kriteria sebagai atau anggota tubuh perempuan.
berikut: 1) iklan produk komersial, 2) 2) Perempuan yang digunakan sebagai
kategori iklan display, 3) bukan merupakan figur tanda dalam iklan menggunakan
iklan publikasi, dan 4) tidak terfokus hanya pakaian yang ketat, menonjolkan lekuk
pada iklan yang objek tandanya adalah tubuh, seksi dan terbuka.
manusia, baik laki-laki maupun perempuan. 3) Visualisasi dan verbalisasi iklan yang
Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan perempuan sebagai figur
ini dilakukan dengan cara mengumpulkan tanda mengarah pada unsur merangsang
seluruh edisi yang terbit dalam kurun birahi seksual atau pose dan ekspresi
waktu yang ditetapkan dari kedua tabloid
yang ditampilkan dalam iklan memberi
dan selanjutnya dilakukan studi dokumen.
kesan menggoda.
Cara yang ditempuh adalah keseluruhan
4) Visualisasi dan verbalisasi dalam iklan
iklan yang memenuhi kriteria sebagai objek
penelitian di data satu per satu kemudian memberi kesan ’murahan’ atau ’rendah’
dianalisis untuk menilai apakah sebuah iklan pada perempuan.

182
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

5) Tubuh atau anggota tubuh perempuan mengurus dan membersihkan rumah,
dijadikan objek tanda dan sebagai alat mengurus kebersihan dan perawatan
penarik perhatian. pakaian, melakukan aktivitas
pengasuhan dan perawatan anak,
Kriteria di atas disarikan dari berbagai
melakukan fungsi sebagai perawat
jurnal dan hasil penelitian yang sudah
kesehatan keluarga, dan lain-lain.
dilakukan sebelumnya. Selanjutnya,
b. Domestikasi di Sektor Publik
kriteria yang digunakan untuk menilai
apakah suatu iklan termasuk dalam kategori 1) Visualisasi dan verbalisasi dalam
mendomestikasi perempuan dibedakan iklan menunjukkan bahwa perempuan
dalam dua bagian, yaitu domestikasi di digambarkan bukan sebagai pemeran
sektor domestik dan domestikasi di sektor utama, bukan pengambil keputusan,
publik (Kasiyan, 2008). Kriteria-kriteria bukan pemegang kendali.
yang dimaksudkan tersebut adalah sebagai 2) Visualisasi dan verbalisasi dalam
berikut: iklan menampilkan perempuan
a. Domestikasi di Sektor Domestik menjalankan aktivitas publik yang
sifatnya hanya membantu pekerjaan
1) Perempuan dijadikan figur tanda
laki-laki, dengan kedudukan sosial di
dalam iklan produk makanan
bawah laki-laki (misalnya laki-laki
dan minuman, bumbu dan bahan
ditampilkan sebagai direktur atau
makanan, peralatan dapur dan rumah
atasan, dan perempuan ditampilkan
tangga, produk pembersih dan
sebagai sekretaris atau bawahannya).
perawatan peralatan rumah tangga,
3) Perempuan ditampilkan dengan
produk pembersih dan perawatan
pekerjaan yang tingkatannya lebih
pakaian, produk susu dan makanan
rendah dibandingkan laki-laki
bayi atau anak, produk obat-obatan
(misalnya jika laki-laki ditampilkan
dan perawatan kesehatan keluarga,
sebagai profesor, perempuan
atau produk lain yang sejenis yang
ditampilkan sebagai Guru TK).
terkait dengan kegiatan domestik dan
reproduktif yang biasanya dilakukan Kriteria-kriteria tentang domestikasi
oleh perempuan. di sektor domestik dan sektor publik ini
2) Verbalisasi dalam iklan menegaskan disarikan dari hasil penelitian Komizar
peran perempuan sebagai istri (1971), Courney dan Lockeretz (1979),
atau ibu yang bertanggungjawab Widyatama (2006), serta penelitian Kasiyan
pada kegiatan domestik. Ilustrasi (2008).
yang dimaksudkan termasuk Keseluruhan iklan dalam penelitian
penggambaran perempuan sedang ini dianalisis dengan menggunakan metode
melakukan aktivitas melayani, analisis semiotika. Analisis semiotika yang
melakukan aktivitas di dapur, dimaksud mengacu pada kajian semiotika

183
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

signifikansi yang meneliti sistem tanda dalam i) Bagaimana bahasa yang digunakan
iklan, baik verbal maupun non verbal. Panduan dalam iklan? Apakah terutama memberi
analisis semiotika dalam penelitian ini meng- informasi, atau menimbulkan semacam
gunakan beberapa pertimbangan yang di- responsi emosional, atau kedua-
sarankan oleh Berger dalam menganalisis duanya? Tehnik apa yang digunakan
tanda-tanda dan sistem tanda dalam iklan di oleh perancangnya: humor, kebodohan,
majalah yaitu dengan menjawab sebagian makna kehidupan, perbandingan, sindiran
atau bahkan semua hal-hal berikut ini (Sobur, seksual, dan sebagainya?
2006): j) Model wajah apa yang digunakan dan
a) Apakah makna keseluruhan dari iklan kesan apa yang ditimbulkan oleh wajah
itu? Mood apa yang ditimbulkannya? itu?
Bagaimana iklan itu melakukannya? k) Bagaimana dengan nilai estetika iklan
b) Bagaimana desain iklan itu? Bagaimana itu? Bila iklan itu menggunakan foto,
komponen-komponen atau elemen- jenis bidikan apa yang digunakannya?
elemen dasar iklan itu disusun? Makna apa yang terkandung dengan peng-
c) Apa hubungan yang muncul antara ambilan jarak jauh, pendek, atau close
elemen gambar dan elemen tertulis, serta up? Bagaimana dengan pencahayaan
mengatakan apa ia pada pembacanya? (lighting)? Apakah menggunakan foto
d) Tanda-tanda dan lambang-lambang berwarna? Bagaimana sisi pengambilan
apa yang ditemukan? Peran apa yang foto tersebut?
dimainkan oleh tanda-tanda dan simbol- l) Pandangan sosiologi, politik, ekonomi,
simbol itu dalam iklan? ataukah budaya yang dipancarkan
e) Adakah gambar-gambar pribadi (orang secara tidak langsung dalam iklan itu?
laki-laki, perempuan, anak-anak, Analisis semiotika dalam penelitian ini
binatang) dalam iklan itu dan seperti juga menggunakan landasan teori semiotika
apa? Apa yang bisa dikatakan tentang dari Saussure tentang penanda dan petanda
ekspresi-ekspresi, pose, model, rambut, (Budiman, 2011) serta teori semiotika Roland
jenis kelamin, etnisnya, pendidikannya, Barthes (Sobur, 2006) yang menganalisis
hubungan yang satu dengan yang iklan berdasarkan pesan yang dikandungnya,
lainnya, dan sebagainya? yaitu:
f) Apa yang dikatakan oleh background- • pesan linguistik (semua kata dan kalimat
nya? Dimana kejadian itu dan apa arti dalam iklan)
yang dimiliki background itu?
• pesan ikonik yang terkodekan (konotasi
g) Kegiatan apa yang terjadi dalam iklan yang muncul dalam foto iklan, yang
itu dan apa artinya? hanya dapat berfungsi jika dikaitkan
h) Tema-tema apa yang ada dalam iklan itu? dengan sistem tanda yang lebih luas
Iklan itu tentang apa? dalam masyarakat)

184
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

• pesan ikonik tak terkodekan (denotasi 125 iklan. Hasil pendataan dan analisis iklan
’harfiah’ atau pemahaman langsung dari Tabloid Nova tersebut di atas secara rinci
foto, gambar atau pesan iklan, tanpa tercantum dalam tabel 1.
mempertimbangkan kode sosial yang Analisis awal pada 533 iklan di Tabloid
lebih luas). Nova menemukan bahwa iklan yang meng-
gunakan objek tanda bukan manusia
HASIL hampir semuanya bersifat netral. Sebanyak
Iklan dan Representasi Perempuan di tiga iklan saja (1,5%) dari 195 iklan yang
Tabloid Nova menggunakan objek tanda bukan manusia
Mengikuti hasil pendataan dan analisis yang pesannya dinilai mengandung bias
iklan di Tabloid Nova berdasarkan jumlah gender.
iklan komersial berbentuk display dan bukan Iklan yang menggunakan objek tanda
tergolong iklan layanan masyarakat (iklan manusia baik laki-laki maupun perempuan
publikasi), ditemukan iklan sebanyak 533 dinilai cenderung mengandung bias gender.
di tabloid ini selama periode penelitian. Sebanyak 81 iklan (30%) dari 338 iklan
Sebanyak 195 iklan dari iklan-iklan tersebut yang menggunakan figur tanda manusia
menggunakan objek tanda bukan manusia dinilai menggambarkan eksploitasi tubuh
dan sebanyak 338 iklan menggunakan figur dan sensualitas perempuan dan sebanyak
tanda manusia laki-laki maupun perempuan. 134 iklan (40%) dinilai menggambarkan
Figur laki-laki muncul dalam 171 iklan dan domestikasi perempuan. Iklan yang
figur perempuan muncul dalam 292 iklan. dinilai merepresetasikan eksploitasi tubuh
Iklan yang menggunakan figur laki-laki dan dan sensualitas perempuan sekaligus
perempuan secara bersama-sama sebanyak mendomestikasi ada sembilan iklan, dan

Tabel 1 Hasil Pendataan dan Analisis Iklan Tabloid Nova

JUMLAH
Edisi
No. Iklan Tanda Tanda M Figur Figur Eks. Dom. Netral
Tabloid
BM L P
1. 1199/XXIII 38 13 25 15 22 5 9 26
2. 1200/XXIV 43 17 26 12 21 6 10 26
3. 1201/XXIV 42 16 26 14 22 3 12 27
4. 1202/XXIV 47 12 35 18 31 10 12 28
5. 1203/XXIV 47 20 27 13 23 3 14 30
6. 1204/XXIV 50 22 28 10 28 11 10 29
7. 1205/XXIV 48 15 33 20 29 6 18 26
8. 1206/XXIV 57 18 39 20 35 12 16 32
9. 1207/XXIV 54 20 34 15 27 10 11 34
10. 1208/XXIV 47 17 30 17 25 7 12 29
11. 1209/XXIV 60 25 35 17 29 8 10 42
REKAPITULASI 533 195 338 171 292 81 134 329
Persentase 100% 37% 63% 32% 55% 15% 25% 62%

185
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

terdiri dari lima versi iklan. Sebanyak Sebanyak 134 iklan yang dinilai men-
134 iklan yang dinilai mendomestikasi domestikasi perempuan tersebut tidak se-
perempuan tersebut terdiri dari iklan luruhnya merupakan iklan dengan versi yang
berbagai kategori produk. Iklan yang berbeda tetapi sebagian merupakan iklan
menggunakan figur tanda manusia yang dengan versi yang sama yang dimuat berulang
dinilai netral sebanyak 135 iklan (40%). beberapa kali. Jumlah versi iklan yang dinilai
Berdasarkan kategori produknya, mendomestikasi perempuan sebanyak 85
jumlah iklan di tabloid Nova yang dinilai versi.
merepresentasikan domestikasi perempuan
Iklan dan Representasi Perempuan di
dipaparkan sebagai berikut. Iklan obat-obatan
Tabloid Nyata
dan perawatan kesehatan keluarga (33 iklan),
Hasil pendataan dan analisis terhadap
iklan produk pembersih dan perawatan per-
iklan-iklan di Tabloid Nyata menunjukkan
alatan rumah tangga (18 iklan), iklan produk
bahwa iklan komersial berbentuk display dan
susu dan makanan bayi/anak (18 iklan), iklan
bukan tergolong iklan layanan masyarakat
produk buku dan penerbitan (13 iklan), iklan
(iklan publikasi) sebanyak 286 iklan. Se-
komunitas sosial (8 iklan), iklan produk banyak 89 iklan menggunakan objek tanda
perlengkapan/peralatan rumah tangga (8 bukan manusia dan sebanyak 197 iklan meng-
iklan), iklan produk bumbu dan makanan gunakan figur tanda manusia baik laki-laki
(7 iklan), program acara (6 iklan), iklan maupun perempuan. Figur laki-laki muncul
produk perlengkapan bayi (5 iklan), iklan dalam 80 iklan dan figur perempuan muncul
produk perlengkapan mandi (5 iklan), produk dalam 177 iklan. Iklan yang menggunakan
pembersih dan perawatan pakaian (4 iklan), figur laki-laki dan perempuan secara bersama-
iklan maskapai penerbangan (2 iklan), produk sama sebanyak 60 iklan. Hasil pendataan dan
perbankan (2 iklan), dan iklan produk lain (2 analisis iklan Tabloid Nyata tersebut diatas
iklan). secara rinci tercantum dalam tabel 2.

Tabel 2 Hasil Pendataan dan Analisis Iklan Tabloid Nyata

JUMLAH
Edisi
No. Iklan Tanda Tanda M Figur Figur Eks. Dom. Netral
Tabloid
BM L P
1. 2067/III 18 6 12 4 11 5 5 9
2. 2068/IV 20 7 13 8 9 3 4 13
3. 2069/I 25 8 17 3 17 11 4 11
4. 2070/II 26 7 19 7 18 8 9 11
5. 2071/III 24 8 16 4 15 9 7 10
6. 2072/IV 22 6 16 8 15 5 9 9
7. 2073/V 31 12 19 8 18 8 10 15
8. 2074/I 31 9 22 12 20 7 10 15
9. 2075/II 25 8 17 5 13 6 4 15
10. 2076/III 27 6 21 8 19 7 9 11
11. 2077/IV 37 12 25 13 23 10 9 19
REKAPITULASI 286 89 197 80 177 79 80 138
Persentase 100% 31% 69% 28% 62% 27% 28% 48%

186
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

Iklan yang menggunakan objek tanda minuman (3 iklan), iklan produk pembersih
bukan manusia sebagian besar bersifat dan perawatan pakaian (3 iklan), iklan
bersifat netral. Sebanyak empat iklan saja maskapai penerbangan (3 iklan), iklan
dari 89 iklan yang menggunakan objek tanda produk bumbu dan makanan (3 iklan), iklan
bukan manusia (4,5%), yang pesannya dinilai peralatan rumah tangga (1 iklan).
mengandung bias gender karena menampilkan Serupa dengan hasil analisis untuk
domestikasi perempuan. Sementara iklan Tabloid Nova, Iklan-iklan yang dinilai
yang menggunakan objek tanda manusia mendomestikasi perempuan tersebut tidak
baik laki-laki maupun perempuan dinilai seluruhnya merupakan iklan dengan versi
cenderung mengandung pesan yang bias yang berbeda tetapi sebagian merupakan
gender. Sebanyak 79 iklan dari 197 iklan yang iklan dengan versi yang sama yang dimuat
menggunakan figur tanda manusia (40%),
berulang beberapa kali. Jumlah versi iklan
dinilai menggambarkan eksploitasi tubuh dan
yang dinilai mendomestikasi perempuan di
sensualitas perempuan, dan sebanyak 80 iklan
Tabloid Nyata berjumlah 38 versi.
(40%) dinilai menggambarkan domestikasi
perempuan. Iklan yang dinilai merepresetasi- Iklan dan Representasi Perempuan di
kan eksploitasi tubuh dan sensualitas Tabloid Nova dan Tabloid Nyata
perempuan sekaligus mendomestikasi ada Hasil pendataan dan analisis iklan di
sepuluh iklan, dan terdiri dari dua versi iklan. tabloid Nova dan Nyata menunjukkan bahwa
Iklan yang menggunakan figur tanda manusia iklan komersial berbentuk display dan bukan
yang dinilai netral sebanyak 52 iklan (26%). tergolong iklan layanan masyarakat atau
Sebanyak 80 iklan yang dinilai men- iklan publikasi di kedua tabloid ini terhitung
domestikasi perempuan tersebut terdiri dari sebanyak 819 iklan. Sebanyak 284 iklan
iklan berbagai kategori produk, yaitu iklan menggunakan objek tanda bukan manusia,
kategori produk obat-obatan dan perawatan dan sebanyak 535 iklan menggunakan
kesehatan keluarga (22 iklan), iklan produk figur tanda manusia baik laki-laki maupun
pembersih dan perawatan peralatan rumah perempuan. Figur laki-laki muncul dalam
tangga (13 iklan), iklan produk susu dan 251 iklan, dan figur perempuan muncul
makanan bayi/anak (12 iklan), iklan program dalam 469 iklan. Iklan yang menggunakan
acara televisi (9 iklan), iklan perlengkapan figur laki-laki dan perempuan secara
mandi (6 iklan), iklan produk buku dan bersama-sama sebanyak 185 iklan. Hal ini
penerbitan (5 iklan), iklan makanan dan sebagaimana tercantum dalam tabel 3.
Tabel 3 Hasil Pendataan dan Analisis Iklan Tabloid Nova dan Tabloid Nyata
JUMLAH
Edisi
No. Iklan Tanda Tanda M Figur Figur Eks. Dom. Netral
Tabloid
BM L P
1. Nova 533 195 338 171 292 81 134 329
2. Nyata 286 89 197 80 177 79 80 138
REKAPITULASI 819 284 535 251 469 160 214 467
Persentase 100% 35% 65% 31% 57% 19,5% 26% 57%

187
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

Sebagian besar iklan yang mengguna- (10 iklan), iklan peralatan rumah tangga (9
kan objek tanda bukan manusia bersifat iklan), iklan komunitas sosial (8 iklan), iklan
netral. Sebanyak 7 iklan (2,5%) dari 284 produk pembersih dan perawatan pakaian
iklan yang menggunakan objek tanda bukan (7 iklan), iklan makanan dan minuman
manusia, pesannya dinilai mengandung bias (6 iklan), iklan maskapai penerbangan (5
gender karena menunjukkan pesan yang iklan), iklan perlengkapan bayi (5 iklan),
mendomestikasi perempuan. Visualisasi iklan produk perbankan (2 iklan), iklan
dan verbalisasi dalam iklan-iklan tersebut lain-lain (2 iklan).
dinilai menegaskan peran perempuan Meskipun demikian, dari 214 iklan
sebagai istri dan ibu yang sepenuhnya yang dinilai mendomestikasi perempuan
bertanggungjawab pada kegiatan domestik. tersebut tidak seluruhnya merupakan iklan
Iklan yang menggunakan objek tanda dengan versi yang berbeda tetapi sebagian
manusia baik laki-laki maupun perempuan merupakan iklan dengan versi yang sama
dinilai cenderung mengandung bias gender. yang dimuat berulang beberapa kali. Jumlah
Sebanyak 160 iklan (30%) dari 535 iklan versi iklan yang dinilai mendomestikasi
yang menggunakan figur tanda manusia perempuan di Tabloid Nova dan Nyata
dinilai menggambarkan eksploitasi tubuh berjumlah 96 versi.
dan sensualitas perempuan, dan sebanyak Berdasarkan paparan di atas diketahui
214 iklan (40%) dinilai menggambarkan bahwa representasi perempuan dalam iklan
domestikasi perempuan. Iklan yang di tabloid Nova dan tabloid Nyata khususnya
dinilai merepresetasikan eksploitasi tubuh yang menggunakan figur tanda manusia
dan sensualitas perempuan sekaligus cenderung merepresentasikan perempuan
mendomestikasi ada 19 iklan, dan dengan tema dan cara yang bias gender.
terdiri dari tujuh versi iklan. Iklan yang Sebanyak 30% iklan yang menggunakan
menggunakan figur tanda manusia yang figur tanda manusia, memanfaatkan tubuh,
dinilai netral sebanyak 168 iklan (31%). anggota tubuh dan sensualitas perempuan,
Sebanyak 214 iklan yang dinilai dan sebanyak 40% iklan menunjukkan
mendomestikasi perempuan tersebut terdiri domestikasi atau pengiburumahtanggaan
dari iklan berbagai kategori produk yaitu perempuan.
iklan kategori produk obat-obatan dan Tema dan cara iklan-iklan di tabloid
perawatan kesehatan keluarga (55 iklan), Nova dan Nyata dalam merepresentasikan
iklan produk pembersih dan perawatan domestikasi perempuan tidak jauh
peralatan rumah tangga (31 iklan), iklan berbeda dengan tema dan cara yang
produk susu dan makanan bayi/anak (30 digunakan dalam iklan-iklan pada masa
iklan), iklan produk buku dan penerbitan lalu. Perempuan dalam iklan di tabloid
(18 iklan), iklan program acara televisi Nova dan Nyata jarang ditampilkan dalam
(15 iklan), iklan perlengkapan mandi (11 setting dan peran pekerjaan di luar rumah.
iklan), iklan produk bumbu dan makanan Sebanyak 8% iklan saja, dari iklan yang

188
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

dinilai mendomestikasi perempuan, yang komunitas sosial, iklan program acara,
menampilkan perempuan dalam setting iklan maskapai penerbangan dan iklan
di luar rumah. Penggambaran perempuan produk perbankan.
dalam setting di luar rumah itu pun sebagian Representasi domestikasi perempuan
besar tetap menunjukkan perempuan dalam dalam iklan di tabloid Nova dan Nyata
perannya sebagai ibu rumah tangga yaitu juga diwujudkan dengan memperlihatkan
ditampilkan ketika sedang mengasuh anak perempuan dalam perannya sebagai
dan berbelanja keperluan dapur. istri, dan ibu rumah tangga yang
Sebagian besar iklan yang dinilai bertanggungjawab atas pendidikan dan
mendomestikasi perempuan (41%), pengasuhan anak, perawat kesehatan
menampilkan perempuan dalam setting di keluarga, dan penanggungjawab pekerjaan
dalam rumah atau di lingkungan rumah, rumah tangga, termasuk membersihkan
yaitu di dapur, ruang makan, ruang rumah, membersihkan peralatan dapur,
keluarga, tempat tidur, kamar mandi, mencuci pakaian, membersihkan toilet,
dan di halaman rumah. Sebanyak 51% menyapu dan mengepel. Iklan-iklan
iklan lainnya tidak menunjukkan suatu tersebut juga menampilkan perempuan
setting tertentu dan hanya merupakan latar dalam perannya sebagai istri dan ibu rumah
belakang (background) kosong. tangga yang bertanggungjawab atas gizi
Representasi domestikasi perempuan dan konsumsi keluarga.
dalam iklan di tabloid Nova dan Nyata
juga menampilkan perempuan dalam tipe PEMBAHASAN

pekerjaan yang tidak banyak berubah. Representasi iklan yang cenderung
Perempuan tidak ditampilkan sebagai mendomestikasi perempuan bila tidak
profesional atau sosok pebisnis level diwaspadai akan melanggengkan
atas namun masih ditampilkan dengan pembagian kerja secara seksual. Hal ini
jenis pekerjaan gaya lama yaitu sebagai disebut juga sebagai pembagian peran-
pramugari. Peran domestik perempuan peran gender tradisional (gender role) yang
yang ditampilkan dalam wilayah publik memiliki dampak lebih jauh yaitu kerugian
ditampilkan dengan model laki-laki dan dan ketidakadilan bagi perempuan.
bukan perempuan. Upaya mempertahankan perempuan di
Perempuan juga masih ditampilkan wilayah rumah tangga (domestikasi), untuk
sebagai ikon dalam iklan produk pembersih, bergelut dengan pekerjaan rumah tangga
produk makanan, produk kecantikan, dan pengasuhan anak, melahirkan berbagai
obat-obatan, dan peralatan rumah tangga. bentuk diskriminasi terhadap perempuan
Namun, terdapat pengembangan kategori dalam lingkup non-domestik. Terbatasnya
produk dimana representasi domestikasi kesempatan perempuan mendapatkan
perempuan juga ditemukan pada iklan pendidikan menjadi tampak sangat rasional
produk buku dan penerbitan, iklan bila mengingat karir domestik di masa

189
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

depan yang sudah menanti perempuan yaitu Pekerjaan perempuan dalam rumah tangga
sebagai istri atau ibu. Di penerimaan tenaga cenderung dianggap sebagai pekerjaan
kerja, promosi kerja, atau sistem dan struktur yang kurang berharga dibandingkan
gaji di perusahaan juga terdapat diskriminasi dengan pekerjaan laki-laki karena tidak
yang didasarkan pada argumentasi bahwa menghasilkan uang. Hal ini membuat
perempuan adalah istri atau ibu yang tidak perempuan secara psikologis merasa
perlu bekerja (tidak perlu dibayar) karena kurang berharga. Dampaknya, perempuan
mereka memiliki suami yang mencukupi tergantung pada laki-laki tidak saja secara
kebutuhannya dan kebutuhan anak-anaknya. ekonomi tetapi juga secara psikologis.
Meskipun dalam kenyataannya perempuan Banyak perempuan yang kemudian percaya
pekerja tetap digaji tetapi ada upaya bahwa perkawinan adalah cara perempuan
untuk menarik perempuan pada pekerjaan untuk menyelamatkan hidup karena
domestik yang tidak bergaji atau pekerjaan perkawinan dapat memecahkan masalah
dengan gaji lebih rendah. ketergantungan ekonomi dan psikologis
Pembagian kerja secara seksual yang tadi (Budiman, 1985, h. 31).
menempatkan perempuan di wilayah Domestikasi perempuan juga
domestik dan laki-laki di wilayah publik membuat kehidupan perempuan hanya
dalam perekonomian modern juga berputar di sekitar kehidupan rumah tangga
mengakibatkan terjadinya monopoli laki- saja terutama setelah ia menikah. Mereka
laki pada posisi-posisi penting dalam hirarki bergaul dalam lingkungan sosial yang
sosial ekonomi. Ini memungkinkan asosiasi terbatas, mengerjakan pekerjaan yang
mereka mengontrol institusi-institusi sama berulang-ulang, dan tidak memiliki
penting dalam masyarakat modern seperti kemungkinan untuk mengembangkan diri
institusi hukum, politik, administrasi publik, dan kepribadian, seperti yang diperoleh
klub laki-laki, angkatan bersenjata dan laki-laki dalam peran publiknya. Hal
kepolisian, industri dan perbankan, media, tersebut dapat menimbulkan dampak
dsb (Rogers, 1980). psikologis bagi perempuan karena
Di lingkup domestik, domestikasi tidak setiap perempuan merasa bahagia
perempuan membuat perempuan terpenjara di lingkungan pergaulan yang
tergantung secara ekonomi kepada laki- terbatas dengan hidup yang kebanyakan
laki karena mereka yang mencari nafkah. hanya dihabiskan bersama keluarga
Ketergantungan ekonomi pada laki-laki dan anak-anak (Budiman, 1985). Lebih
membuat perempuan tidak merdeka, jauh, domestikasi perempuan membuat
kedudukan perempuan menjadi lemah perempuan dibebani kerja domestik yang
dan dipandang tidak setara serta berada berlebihan (over burden), atau juga beban
di bawah kekuasaan laki-laki. Kekuasaan ganda (double burden) ketika perempuan
laki-laki atas perempuan ini dapat memutuskan untuk berkiprah di dunia
melahirkan kekerasan pada perempuan. publik (Budiman, 1985; Kasiyan, 2008).

190
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

Kenyataan tersebut, sayangnya, terus (Widyatama, 2006). Kemungkinan lain
berlangsung hampir tanpa pemberontakan adalah kecenderungan tersebut dilakukan
yang berarti dari perempuan sendiri. secara sengaja karena sistem ekonomi
Bahkan, fenomena tersebut cenderung kapitalistik menuntut pencapaian
disetujui oleh sebagian besar perempuan pertumbuhan dan profit dengan melegalkan
meski hal tersebut jelas mempersempit segala cara dalam mendistribusikan produk
horison perempuan, dan membuat seakan- kepada masyarakat. Di konteks ini, iklan
akan dunia perempuan hanyalah ”selebar digunakan sebagai alat untuk menciptakan
daun kelor’ (Kasiyan, 2008). Hal ini citra, apapun wujudnya, untuk menarik
barangkali juga disebabkan oleh beberapa perhatian khalayak tanpa memikirkan
faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1) efeknya. Selain itu, kecenderungan tersebut
pengaruh ajaran agama tentang peran dan bisa jadi disebabkan karena pengiklan dan
kedudukan perempuan, 2) masih kuatnya para praktisi di dunia periklanan belum
stigma bahwa tugas-tugas domestik di sadar gender sehingga belum memahami
wilayah rumah tangga adalah kodrat konsep-konsep kesetaraan dan keadilan
perempuan, dan 3) tugas kerumahtanggaan gender, serta akibat dan konsekuensi yang
dianggap sebagai sebentuk pengorbanan ditimbulkan dari pencitraan iklan yang bias
sehingga dianggap sebagai tugas yang gender.
mulia (the glory of suffering) (Kasiyan, Penelitian-penelitian sebelumnya yang
2008, h. 163-168), atau mungkin juga berkaitan dengan representasi perempuan
adanya keengganan untuk mengubah peran dalam iklan di media cetak atau media
sosial agar tidak menjadi disequilibrium elektronik, sepanjang penelusuran peneliti,
terhadap role expectation yang ada dalam umumnya menfokuskan penelitiannya
struktur sosial (Suasana, 200, hal. 1-16). pada analisis pesan-pesan iklannya, apakah
Menariknya, media massa memiliki iklan yang diteliti bias gender atau tidak
kecenderungan untuk memuat tema yang serta bagaimana iklan-iklan tersebut
tidak beranjak dari pencitraan perempuan merepresentasikan pesan yang bias gender.
sebagai ibu rumah tangga. Hal ini disebabkan Sebagian dari penelitian-penelitian tersebut
oleh asumsi bahwa pencitraan tersebut masih ada yang mengulas faktor-faktor penyebab
sesuai dengan realitas yang terjadi dalam yang melatarbelakangi pengiklan dan
masyarakat. Tindakan media mengusung praktisi periklanan menciptakan iklan
tema tersebut dimaksudkan untuk yang bias gender dalam pembahasan
menjembatani kesamaan pengalaman (field penelitiannya, seperti halnya dalam
of experience) dan kerangka rujukan (frame penelitian Widyatama (2006) dan penelitian
of reference), terutama pengalaman para Kasiyan (2008). Hanya saja dalam penelitian
ibu, agar pesan iklan lebih mudah dipahami, terdahulu belum ditemukan penelitian yang
lebih mengena dan mampu menimbulkan bertujuan meneliti faktor-faktor penyebab
dampak seperti yang diharapkan pengiklan yang melatarbelakangi kecenderungan

191
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

para pengiklan dan praktisi periklanan sebelumnya yang menyatakan bahwa
menciptakan iklan yang bias gender serta representasi perempuan dalam iklan sering
mengaitkannya dengan wawasan dan memuat pesan yang bias gender dalam
kesadaran gender para pengiklan dan praktisi upayanya membentuk citra. Tema dan
periklanan. cara perempuan direpresentasikan dalam
Penelitian Widyatama (2006) me- iklan tidak jauh dari pencitraan perempuan
nunjukkan bahwa bias gender dalam sebagai istri dan ibu rumah tangga serta
iklan merupakan upaya yang dilakukan sebagai penarik pandang.
komunikator dengan sepenuh kesadaran Untuk mengurangi muatan domestikasi
untuk mencapai tujuan tertentu yaitu perempuan dalam representasi iklan maka
pencarian keuntungan. Widyatama (2006) kesadaran atas kesetaraan gender dari para
mengatakan, ide bias gender nampaknya produsen dan praktisi industri periklanan
sudah menjadi salah satu ideologi harus ditumbuhkan dan ditingkatkan.
para pengiklan, sehingga mereka lebih Para pengambil keputusan dan pelaksana
mengedepankan pencarian keuntungan industri periklanan tersebut seharusnya
komersial dalam kerangka kapitalisme mendapatkan sosialisasi tentang prinsip-
sebagai landasan bisnis dibanding tujuan- prinsip dasar kesetaraan gender yang
tujuan yang lain. Sementara itu, Kasiyan mencakup: a) konsep ideologi gender, b)
(2008) memaparkan hal yang kurang lebih ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender
sama. Menurutnya, beberapa faktor yang yang disebabkan oleh perbedaan gender, c)
menyebabkan iklan komersial di media konsekuensi dari stereotype maskulinitas
massa cenderung merepresentasikan bias dan feminitas, d) konsekuensi pembagian
gender adalah akumulasi dari ideologi peran gender tradisional, e) beban ganda
patriarki yang masih berakar kuat, kapitalis- yang disandang perempuan, f) kekerasan
me dan budaya massa. Baik Widyatama dan pelecehan terhadap perempuan, g) teori
(2006) maupun Kasiyan (2008) tidak me- konstruksi dan perkembangan gender dan
nyinggung tentang kemungkinan wawasan media sosialisasinya, dimana media massa
dan tingkat kesadaran gender para pengiklan termasuk periklanan memegang peran
dan praktisi periklanan sebagai salah satu penting di dalamnya.
faktor yang mungkin berkaitan dengan Selain itu, usaha-usaha sosialisasi
langgengnya iklan-iklan yang bias gender. gender melalui berbagai jalur dan media
untuk meningkatkan kesadaran gender
SIMPULAN
masyarakat termasuk melalui media massa
Representasi perempuan dalam iklan di dan iklan layanan masyarakat perlu lebih
tabloid Nova dan tabloid Nyata cenderung digalakkan. Kesadaran gender masyarakat
merepresentasikan perempuan dengan diharapkan akan memicu sikap kritis dalam
tema dan cara yang bias gender. Temuan menyikapi representasi iklan dan pada
ini menguatkan penemuan penelitian akhirnya mampu mengubah kebekuan dan

192
Endah Siswati. Representasi Domestikasi Perempuan...

statisnya tema iklan dalam menggambarkan dalam iklan. <http:// www.rahima.or.id>
posisi dan peran perempuan. Mulyawan, I.W. (2010). Hiper semiotika periklanan.
Bali, Indonesia: Udayana University Press.

DAFTAR RUJUKAN Nurhidayah, U. (2008). Wajah perempuan di dunia
iklan. <http://www.kabarindonesia.com>
Barthes, R. (1991). Mithologies. New York: The
Pawito. (2007). Penelitian komunikasi kualitatif.
Noonday Press.
Yogyakarta, Indonesia: LkiS.
Budiman, A. (1985). Pembagian kerja secara
Rogers, (1980). The domestication of women,
seksual: Sebuah pembahasan sosiologis
discrimination in developing societies. USA:
tentang peran wanita di dalam masyarakat.
Tavistock Publications.
Jakarta, Indonesia: Gramedia.
Seger, L. (1990). How to evaluate media images of
-----------, K. (2011). Semiotika visual: Konsep,
woman. <http://www.medialit.org>
isu dan problem ikonisitas. Yogyakarta,
Indonesia: Jalasutra. Sobur, A. (2006). Semiotika komunikasi. Bandung,
Indonesia: Remaja Rosdakarya.
Cherlin, A. (2009). Public and private families: An
introduction (3rd ed). New York: Mc. Graw Suwasana, A. A. (2000). Hubungan gender dalam
Hill Company. representasi iklan televisi. Nirmana, 3(1),
1-16.
Cresswell, J.W. (1994). Research design: Qualitative
and quantitative approaches, London, United ------------, A. A. (2001). Perspektif gender dalam
Kingdom: Sage Publications. representasi iklan. Nirmana, 3(2), 83-96.

Hagijanto, A.D. (2000). Figur wanita sebagai Tinarbuko, S. (2008). Estetika dan mitos perempuan
penarik pandang dalam iklan. Nirmana, 2(1), dalam iklan. <http://andreyuris.wordpress.
1 -11. com>

Indrayanti & Lisna. (eds.). (2007). Analisis Yuris, A. (2008),
perkembangan statistik ketenagakerjaan: Widyatama. (2006). Bias gender dalam iklan
Laporan sosial Indonesia 2007. Jakarta: BPS. televisi. Yogyakarta: Media Pressindo.
Kang, M.E. (1997). The portrayal of women’s image Wiratmo, L.B & Gifari, M. (2008). Representasi
in magazine advertisement: Goffman’s gender Perempuan dalam Majalah Wanita. Yin Yang,
analysis revisited. Sex Roles, 37(11/12), 979- 3(1), 101-109.
996.
Kasiyan. (2008). Manipulasi dan dehumanisasi
perempuan dalam iklan. Yogyakarta,
Indonesia: Penerbit Ombak.
Majnoni, B. (1999). Woman and advertising. <
http://www.periwork.com>
Matlin, M.W. (2004). The psychology of women.
Belmont, CA: Thomson Wadsworth.
Moleong, L. (2007). Metode penelitian kualitatif.
Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya.
Media Awareness Network. (2010). Beauty and
body image in the media. <http://www.media-
awareness.ca>
Muhiddin, D. (2004). Representasi perempuan

193
Jurnal
ILMU KOMUNIKASI VOLUME 11, NOMOR 2, Desember 2014: 179-194

194