You are on page 1of 7

PERKEMBANGAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DAN BIG FIVE

PERSONALITY

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata kuliah : Psikologi Kepribadian
Dosen pengampu : Amin Sabiati,

Disusun Oleh :

M. Hasan Basri (1410110480)

INSTITUT AKADEMIK ISLAM NEGERI KUDUS (IAIN)
JURUSAN TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
TAHUN AKADEMIK 2017

Bagaimana tipe kepribadian dalam teori big five personality? 1 Nur Malasari Fajar.1 Manusia sendiri memiliki banyak karakter unik dalam diri mereka masing- masing. Berposisi sebagai subjek karena manusia bertindak sebaga peneliti dan sebagai objek karena manusia pulalah yang menjadi sasaran penelitian. manusia menempati posisi yang istimewa. sebagai objek sekaligus subjek. psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari kondisi kejiwaan seseorang. Kondisi yang demikian itu. hlm. Setiap individu memiliki karakter tersendiri yang beda dengan karakter orang lain. 2012. BAB I PENDAHULUAN A. menjadikan psikologi sebagai ilmu yang terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan manusia. Dalam buku teori psikologi dijelaskan bahwa pengertian dari psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses mental dan jiwa dalam kaitannya dengan perilaku manusia. Oleh sebab itu. Raja Grafindo : Depok. Bagaimana perkembangan psikologi kepribadian? 2. Di dalam ilmu ini. Latar Belakang Secara sederhana. SEJARAH DAN SISTEM PSIKOLOGI. B. 5 . Rumusan Masalah 1. pada makalah ini akan disampaikan perkembangan psikologi kepribadian dan tipe-tipe kepribadian.

Figur tersebut sangat berperan dalam perkembangan teori kepribadian karena profesi mereka sebagai psikoterapis yang mengerti tentang obat-obatan. membagi individu ke dalam dua bagian yang saling berinteraksi. perilaku dan emosi yang muncul pada gaya kepribadian seseorang dengan interaksinya terhadap lingkungan sosial dan fisik. yaitu tubuh dan pikiran. Lalu disusul pada abad ke-17. yaitu jasad (tubuh). terutama psikologi sufistik untuk menelaah lebih dalam mengenai keterkaitannya dengan psikologi modern yang kini tengah berkembang pesat. dan nafsiyah (diri). karena tidak berelasi dengan genetika manusia. Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola karakteristik sebagai hasil khusus dari pemikiran. Imam Al-Ghazali telah menjabarkan dalam buku legendarisnya yang sangat terkenal yaitu Ihya Ulumuddin. Carl Jung dan William McDougall di awal abad ke 20. Bagi teori kepribadian sendiri. terdapat dua generalisasi yang terjadi yaitu menjadi perselisihan dalam perkembangan psikologi dan berfungsi pada masing-masing orientasi yang dijabarkan oleh tokoh-tokoh seperti Sigmund Freud. Pribadi setiap orang berbeda-beda. baik segi praktis maupun akademisnya. Kitab Ihya Ulumuddin di kemudian hari banyak dijadikan sandaran sebagai pengkaji ilmu kejiwaan Islam. Dewasa ini. kajian terkait psikologi yang berlandas pada pendekatan rasionalitas dan faktor-faktor objektif yang dilihat dari perilaku seseorang tengah berkembang dengan pesatnya. tepatnya pada abad ke- 12. Tuntutan terhadap interaksi dengan lingkungan membuat kepribadian juga merupakan alat untuk manusia agar dapat menyesuaikan diri. Plato dan Aristotales menawarkan berbagai konsep mengenai jiwa yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian manusia. ruhaniyah (nyawa). yang menjelaskan bahwa setidaknya di dalam setiap individu terdapat tiga bagian. BAB II PEMBAHASAN A. kepribadian adalah dimensi terdalam jiwa seseorang yang bersifat devaluatif dan laten. Namun jauh sebelum itu. meskipun kembar identik sekalipun. Lingkungan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi pembentukan . Rene Descartes yaitu seorang filsuf terkenal yang berasal dari Perancis yang kini diakui sebagai Bapak Psikologi Modern. Selain itu. Perkembangan Psikologi Kepribadian Pada mulanya cendekiawan asal Yunani kuno seperti Hipokrates.

Mereka tidak mudah marah. pemalu.com. sedih. Ia akan mudah khawatir ketika menghadapi setiap permasalahan yang menimpanya. Tipe kepribadian ini bersifat kontradiktif dari hal yang menyangkut kestabilan emosi dan identik dengan segala bentuk emosi yang negatif.. Tipe-Tipe Kepribadian Dalam Teori Big Five Personality Adapun tipe-tipe kepribadin dalam teori big five personality antara lain sebagai berikut : 1. pada tanggal 9 Mei 2018 pukul 11. maka merreka memiliki tingkat kekhawatiran yang rendah yangg ditunjukkan pada sikapnya yang cenderung tenang dalam meghadapi sebuah masalah. Teori ini menjadi acuan bagi banyak psikolog untuk mengembangkan teori perilaku. Ia juga akan menunjukkan perilaku mudah marah atau tempramental. 2. Bahkan untuk sebuah way of life seperti agama.3 Pada individu dengan tingkat neurotis rendah. dan putus asa. Ia juga sulit untuk mengendalikan diri ketika muncul dorongan terhadap sebuah keinginan yang pada akhiirnya membuatnya tergoda. diakses melalui https://www. Individu dengan tingkat neurotis tinggi disebut kelompok reactive (N+) dan bagi kelompok dengan neurotis rendah disebut kelompok resilient (N-). McCrae dan Costa menggolongkan tipe ini pada dua karakteristik. Sebaliknya.2 B. Sigmund Freud sendirimemulai karirnya sebagai seorang neurologis. seperti munculnya perasaan cemas. dan gugup. lingkungan turut andil dalam pemilihan hal tersebut. hlm. sejak tercetus di awal abad ke-20. seseorang dengan tingkat neurotis tinggi akan menunjukkan sikap sebaliknya. SEJARAH DAN SISTEM PSIKOLOGI. Neuroticism Neuroticism sering juga disebut dengan istilah negative emotionality. emosi dan aksi yang menjadi sebab terbentuknya perilaku. Orang dengan tipe ini terkesan lebih percaya diri serta mampu mengendalikan setiap dorongan terhadap sesuatu keinginan yang mereka miliki.00 WIB 3 Opcit. Extrovet 2 Teori kepribadian : penjelasan dan perkembangannya. 134 . tegang.payungmerah. mampu menghadapi stres yang ia hadapi dan selalu optimis. Berkat ketekunakannya dalam psikologi kemudian ia merumuskan teori psikoanalisis yang mendasar dalam determinisme perilaku manusia berupa pemikiran. kepribadian seseorang.

Pada pribadi ini juga cenderung lebih mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan dengan kepentingannya sendiri. akan menunjukan sikap yang sangat ramah. penuh kasih sayang. Seseorang dengan tipe ini juga akan cenderung selalu aktif dan tanggap dengan setiap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. dan tidak begitu ramah. Seseorang dengan tipikal ini akan menunjukkan sikap mampu menjalin hubungan dunia yang luas. Mereka meiliki keinginan yang tinggi untuk ikut bergabung dan berbaur dengan kelompok dan anggota masyarakat. Ia juga lebih menghargai pendapat orang lain. Hal itu dapat dilihat dari begitu luasnya jaringan pertemanan yang ia bangun. Mereka cenderung tegas dalam mengambil keputusan serta tidak segan-segan dalam menempatkan dirinya dalam posisi kepemimpinan. khusunya ketika berada dilingkungan baru. Sehingga ia kerap menciptakan sebuah ide-ide kreatif yang mampu membuat suasana disekitarnya menjadi lebih berwarna. serta selalu menunjukkan keakraban terutama kepada orang yang telah ia kenal.5 Oleh sebab itu mereka akan cenderung selalu menanamkan pola positif thingking terhadap orang lain. Pada individu adapter akan selalu memandang individu lain sebagai orang yang jujur dan memiliki i’tikad baik terhadapnya. 3. Ia juga cenderung selalu membutuhkan suasana yang mampu membuatnya gembira. Tipe kepribadian jenis ini merupakan tipikal seseorang yang mudah sekali bergaul dengan orang lain atau lingkungan sekitar. hangat. penuh kepercayaan. Cia juga cenderung memiliki kemauan yang besar dalam memberikan pertolongan kepada orang lain serta tulus 4 135 5 137 . tidak suka bergaul. Lawan dari tipe ini adalah introvet dimana seseorang dengan tipe ini akan cenderung pendiam. hangat dan berhati lembut serta suka membantu. McCrae dan Costa mengidentifikasikan kepribadian ini pada dua golongan. Karakteristik Positifnya adalah kooperatif (dapat bekerjasama). Agreablenes Individu yang berdimensi Agreablenes ini cenderung lebih patuh dengan individu lainnya dan memiliki kepribadian yang ingin menghindari konfilk. bersifat baik.4 Seseorang yang termasuk kategori ini. Pada skor yang tinggi disebut adapter dan skor rendah disebut challenger.

Conscientiousness Tipe kepribadian ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana seorang individu memiliki sikap yang hati-hati dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang termanifestasikan dalam sikap dan perilaku mereka. Sedangkan focused person cenderung melakukan segala hal secara maksimal. Mereka memiliki kerendahan hati yang akan ditunjukkan dalam sikap dan perilaku yang sederhana dan memandang orang lain lebih mampu dari pada dirinya. McCrae dan Costa mengategorikan individu yang meiliki low conscientiousness sebagai kelompok flexible person dan sebaliknya pada level yang tinggi (high conscientiousness) disebut sebagai focused person. dan terkesan sembrono. Mereka cenderung memiliki cita-cita yang rendah dan sering menunda-nunda pekerjaan. Individu ini memiliki sifat keras kepala dan lebih rasionalis dalam segala tindakannya. tidak terorganisisr dengan baik. 5.6 4. Openness to Experience Tipe ini mengidentifikasi seberapa besar individu memiliki ketertarikan terhadap bidang-bidang tertentu secara luas dan mendalam. Ia juga akan memiliki kecenderungan memandang orang lain dengan sebelah mata. Mereka juga enggan melakukan sesuatu untuk orang lain serta memandang hal tersebut sebagai hal yang terlalu berbelit-belit. curiga dan cenderung sinis. ia juga akan selalu berhati-hati dalam memandang orang lain dan terlalu berlebihan dalam memahami kebenaran (kaku). ia akan selalu memandang orang lin dengan perasaan ragu-ragu. Individu yang 6 138 7 138 . Dalam merespon perintah flexible person akan cenderung menjalankan segala perintah yang ia terima secara tidak teratur.7 flexible person ditunjukkan melalui sikap individu yang selalu merasa tidak siap dalam segala hal. Sebaliknya pada tipe challenger. dalam melakukannya. Ia cenderung tinggi hati dan merasa banyak kelebihan dibandingkan orang lain. Ia juga akan selalu berfikir lebih matang sebelum bertindak agar semua yang ia lakukan berjalan maksimal. tanpa metode yang jelas. Ia akan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya. dan teorganisir dengan baik. Mereka cenderung lebih rapi. teratur. Selain itu.

Mereka lebih banyak melibatkan perasaan dan emosi yang mendalam dalam menilai segala hal dan memiliki ketertarikan dengan banyak hal serta suka hal yang baru.memiliki minat lebih terhadap sesuatu hal tertentu melebihi individu yang lainnya merupakan indikasi bahwa individu tersebut memiliki level yang tinggi dalam tipe ini. . McCrae dan Costa menjelaskan bahwa individu yang memilki level rendah dalam tipe ini. Mereka jarang melibatkan perasaan dan tindakannya lebih tertarik pada hal yang telah dikenalnya secara akrab saja. maka identik dengan keterbukaan yang rendah terhadap pengalaman. pada individu yang memiliki level tinggi. Mereka juga memiliki keterbatasan ide serta bersifat kaku pada nilai-nilai kehidupan. maka ia akan menunjukkan sikap imajinatif dan suka berangan-angan. maka ia akan cenderung lebih fokus terhadap hal-hal yang sedang terjadi saat ini saja. Ide derta gagasannyapun juga luas dan tidak monoton. Mereka kurang memiliki ketertarikan hal-hal yang menyangkut seni sebagai bentuk nilai estetika. Begitu pula sebaliknya jika individu menunjukkan minat yang rendah. Sebaliknya.