You are on page 1of 15

HIPERTENSI PRIMER YANG TAK TERKENDALI

Nyiayu Alisa Mahira Luthfie

030.14.153

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA, INDONESIA

penyakit kardiovaskuler.2% pada laki-laki dan 24.5 Hipertensi pada kelompok usia anak prevalensinya diperkirakan antara 2%-5%. Prevalensi penyakit hipertensi primer di Kota Pekanbaru dapat dikatakan tinggi. Kasus terbanyak yaitu di Puskesmas Harapan Raya dengan 3. Puskesmas Garuda 1. Puskesmas Lima Puluh Kota dengan 1. Latar Belakang Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskuler dan secara konsisten telah ditemukan bahwa ada hubungan antara tekanan darah tinggi dan fatal atau nonfatal stroke. 2012) .9 Sampai saat ini hipertensi masih menjadi penyakit kardiovaskular utama yang prevalensinya diperkirakan akan terus bertambah di seluruh dunia. Pada tahun 2025.3% pada perempuan (WHO. Di negara maju maupun di negara berkembang. Prevalensi hipertensi di Indonesia lebih tinggi dari persentase dunia yaitu sebanyak 32. Prevalensi hipertensi dunia mencapai 29. dan Puskesmas Pekanbaru Kota 1. hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal.589 kasus.262 kasus. dan gagal ginjal. BAB I PENDAHULUAN 1.8% pada perempuan. Puskesmas Melur dengan 2.5% pada laki-laki dan pada wanita sebanyak 29. penderita hipertensi diperkirakan akan mencapai 60% populasi dunia .11 Kasus hipertensi sangat sering dijumpai di berbagai belahan dunia.9 Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kedua penyebab kematian terbanyak di Indonesia setelah stroke. 2012).1.salah satu penyebab paling umum adalah renovaskular (60%-70%). Tingginya angka kejadian kasus hipertensi di Indonesia menunjukan bahwa hipertensi merupakan ancaman serius dan perlu penanganan segera untuk mencegah timbulnya komplikasi dari hipertensi.234 kasus. Kasus hipertensi primer di Provinsi Riau berdasarkan data dari total kasus pada Unit Rawat Inap seluruh Rumah Sakit di Provinsi Riau yaitu 273 kasus pada laki-laki dan 446 kasus pada perempuan (Dinkes Provinsi Riau.566 kasus. 2011).3 .286 kasus (Dinkes Kota Pekanbaru. Pada umumnya hipertensi pada anak disebabkan oleh penyebab sekunder.

9 “Pengobatan dari hipertensi sendiri adalah tugas yang sulit dan hampir tidak ada harapan jika dilandaskan pada pengetahuan kita pada saat ini. Hipertensi yang tidak terkontol dapat menyebabkan kerusakan jantung.” Perkataan dari Paul Dudley White pada tahun 1931 ini merupakan konsep yang salah. pembesaran ventrikel (hipertropi ventrikel). gagal ginjal.7 . dari yang kita ketahui bahwa hipertensi bisa saja sebagai pengganti mekanisme yang tidak boleh diganggu atau dirusak walaupun kita dapat mengontrolnya. Dan bahkan. dan stroke. Sejak adanya penelitian Veterans’ Administration mengenai keuntungan dari pengobatan anti-hipertensi. ditemukan bahwa menurunkan tekanan darah dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. atherosclerosis. gagal jantung.

hipertensi dapat dikelompokkan menjadi dua macam. hipertensi akan dianggap tidak terkendali jika TD rata-rata <130 / 80 mm Hg). indeks massa tubuh. berupa tingginya tekanan darah yang ditandai dengan tekanan sistole ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole ≥ 90 mmHg. Faktor genetik dapat berinteraksi dengan beberapa faktor-faktor lain. 9 Hipertensi yang tidak terkontrol didefinisikan sebagai rata-rata TD ≥140 / 90 mm Hg pengobatan tidak pada pasien diabetes (bagi peserta diabetes.1. rangsangan lingkungan dan interaksi mereka. sistem peredaran darah di dalam tubuh.2. 7 Umumnya dianggap sebagai penyakit multi-faktor paradigmatik yang melibatkan kombinasi faktor genetik. Hipertensi Primer Hipertensi primer dapat didefinisikan sebagai kenaikan tekanan darah akibat penyebab yang tidak diketahui yang berisiko terkena penyakit otak. hipertensi akan dianggap tidak terkendali jika TD rata-rata ≥130 / 80 mm Hg). 1 2. dan merokok dalam perkembangan hipertensi. jantung. seperti asupan garam. Hipertensi terkendali didefinisikan sebagai rata-rata TD <140/90 mm Hg tidak pada pasien diabetes (bagi peserta diabetes. Definisi Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler. yaitu hipertensi primer atau hipertensi esensial dan hipertensi sekunder atau hipertensi renal.2. dan gagal ginjal.6 . Etiologi Berdasarkan penyebabnya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2. Seseorang baru dapat dikatakan hipertensi apabila peningkatan tekanan darah yang abnormal tersebut terjadi pada tiga kali pengukuran yang berbeda.1.

pheochromocytoma. 6 . seperti penyakit renovaskular. gagal ginjal . Hipertensi Sekunder Hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang disebabkan oleh teridentifikasinya penyebab sekunder.2.2. aldosteronisme dan lain-lain.2.

8 . terdapat korelasi yang positif antara indeks jisim tubuh seseorang dengan keadaan hipertensi. 2.3.3. Kajian menunjukkan bahwa perempuan dapat mengawal hipertensi dengan lebih baik daripada lelaki serta memiliki kadar mortality koronari yang lebih rendah. namun paling sering dijumpai pada usia 35 tahun atau lebih.3. Keturunan Orang kulit hitam lebih cenderung untuk memiliki tekanan darah yang tinggi berbanding dengan orang yang tidak berkulit hitam. Berdasarkan Sembilan kajian epidemiologi mendapati bahwa 96% pesakit hipertensi adalah lelaki. Merokok Merokok menyebabkan peninggian tekanan darah.3. Berdasarkan kajian. 2. Faktor Risiko Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko hipertensi terhadap seseorang yaitu.2. pembuluh darah.5. dan perubahan hormonal. Kejadian hipertensi terbanyak pada kelompok subyek dengan kebiasaan merokok lebih dari lima belas batang per hari. Peningkatan usia adalah salah satu factor risiko yang utama mempengaruhi penigkatan tekanan darah seseorang. Pertambahan usia juga akan menyebabkan perubahan pada jantung. 2. Hiperlipidemia Hiperlipidemia turut dikaitkan dengan keadaan obes.3.4.3. 2. Tekanan darah sistolik terutamanya cenderung meningkat secara progresif dengan peningkatan usia. karena itu seseorang yang obes lebih cenderung untuk menghidap hipertensi.3.1. Jenis Kelamin Factor jantina turut masuk ke dalam factor yang mempengaruhi risiko hipertensi terhadap seseorang. Usia Hipertensi bisa terjadi pada segala usia.2. 2.

dan adanya efek samping yang menyebabkan penderita menghentikan program pengobatan (Ignatavicius & Workman. Pengobatan secara farmakologi dapat menjadi tidak efektif karena biaya pengobatan yang mahal.4. 2008). karena ketidakpatuhan dalam penggunaan obat pada pasien hipertensi sangat potensial mempercepat terjadinya komplikasi kardiovaskular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.1 Pengobatan hipertensi dan pencegahan trombosis juga aspek penting dari terapi. Intervensi tersebut penting dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi. Namun demikian. yaitu secara farmakologis dan non-farmakologis (Dalimartha. Tingkat kepatuhan yang tinggi terbukti sangat efektif mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien hipertensi.  Prinsip kedua memulai terapi dengan memberikan komponen dasar yaitu komponen non obat (modifikasi gaya hidup) yang diikuti dengan . efek samping dan bahaya tidak ada. Purnama. identifikasi kerusakan organ sasaran yang telah terjadi.  Prinsip pertama adalah deteksi dini dan terapi dini sebelum timbul kerusakan organ sasaran yang reversibel. ada lima prinsip penatalaksanaan hipertensi. dan juga sangat berperan dalam menurunkan risiko berkembangnya komplikasi kardiovaskular. Problem ketidakpatuhan umum dijumpai dalam pengobatan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. & Darmawan.2. Pengobatan Penatalaksanaan hipertensi secara umum dilakukan dengan dua cara. Mahendra. Sutarina.5 Pada penatalaksanan hipertensi harus dilakukan stratifikasi pasien berdasarkan klasifikasi tingginya TD (tekanan darah). Berbagai hasil penelitian telah menunjukkan bahwa intervensi dalam bentuk edukasi dan konseling. Berdasarkan hal tersebut. baik yang dilakukan oleh Apoteker maupun tenaga kesehatan lain. gejala yang sudah hilang. dan keadaan klinis terkait akibat hipertensi. 2006). penggunaan antihipertensi saja terbukti tidak cukup untuk menghasilkan efek pengontrolan tekanan darah jangka panjang apabila tidak didukung dengan kepatuhan dalam menggunakan antihipertensi tersebut.9 Pilihan pengobatan non-farmakologis untuk hipertensi memiliki potensi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada tingkat populasi. Pengobatan nonfarmakologi saat ini dapat dijadikan pilihan alternatif karena biayanya relatif murah. terbukti dapat meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam menggunakan obat dan juga memperbaiki tingkat keberhasilan pengontrolan tekanan darah.3 Obat-obat antihipertensi yang ada saat ini telah terbukti dapat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.

hormon adrenalin dan kortisol akan dilepaskan ke dalam darah sehingga terjadi peningkatan tekanan darah (Widharto. dsb). 2008).  Prinsip ketiga adalah menurunkan target tekanan darah diastolik (TDD) lebih rendah dari 90 mmHg yang dilakukan secara perlahan-lahan secara gradual dengan memantau kualitas hidup dan tanda vital pasien. olahragawan) dan faktor kemampuan pasien mengingat OAH harus dikonsumsi dalam jangka panjang. Untuk menambah efek hipotensif dan mengurangi efek samping dapat diberikan terapi kombinasi yang tepat.batuk. usia lanjut. 2007). Pemilihan OAH yang sesuai atau sedikitnya mendekati faktor penyebab hipertensi merupakan prinsip terakhir dalam penatalaksanaan hipertensi. Seseorang yang dalam kondisi tertekan. Seduhan Daun Sambiloto Daun sambiloto memberikan efek vasorelaksasi pada pembuluh darah dan mengurangi denyut jantung sehingga perfusi serebral menjadi lebih baik (Jarukamjorn & Nemoto.1.5 Terapi hipertensi dengan obat dimulai dengan dosis terendah yang masih efektif dan dosis dinaikkan bila efek terapi masih kurang. efek terhadap organ lain (bronkospasme. dan memberikan efek ketenangan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap tekanan darah.4. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi seduhan daun sambiloto berpengaruh atau memiliki efek yang positif terhadap tekanan darah. selain itu tekanan darah akan menurun secara merata sepanjang hari. kondisi tertentu pasien (hamil. 2 2.  Prinsip keempat mempertimbangkan derajat tingginya tekanan darah dan tekanan sistolik dalam menetapkan prognosis hipertensi. Hal ini berarti seduhan daun sambiloto yang dikonsumsi dapat mengurangi risiko terkena hipertensi dengan membantu mengurangi ketegangan otot dan emosional.9 . Pemilihan OAH harus berdasarkan jumlah faktor risiko yang menyertai dan kerusakan organ sasaran atau keadaan klinis terkait. Pemilihan tersebut memperhatikan efek samping seperti efek metabolisme. Apabila hal ini terus-menerus terjadi maka dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi. pemberian obat anti hipertensi (OAH) apabila TD belum terkendali. Daun sambiloto terbukti mengurangi beban kerja jantung. Pemilihan OAH yang bekerja 24 jam lebih mudah dipatuhi pasien.

AK baik untuk hipertensi dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus. asma bronkhial dan renovaskular. aman dan sama efektifnya dengan OAH yang lain. berhubungan dengan dosis serta baik untuk pasien yang tidak mematuhi diet garam.3.2 .10 2. Antagonis Kalsium (AK) AK bekerja menghambat masuknya Ca ke dalam sel melalui channel-L.4. AK dibagi dua yaitu golongan dihidropiridin yang terutama bekerja pada arteri dan golongan non-dihidropiridin yang menyebabkan vasodilatasi perifer serta menurunkan resistensi perifer. asma bronkhial dan renovaskular Dalam pengobatan hipertensi AK merupakan obat yang efektif.4. Efek tambahan AK selain efek antihipertensi bersifat menguntungkan pasien.2. AK baik untuk hipertensi dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus. AK merupakan obat yang aman dan sama efektifnya dengan OAH lain dalam terapi hipertensi. AK memiliki efek antihipertensi yang baik pada kasus hipertensi ringan maupun sedang. Persiapan Bawang Putih Persiapan bawang putih lebih unggul daripada plasebo dalam menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi.2.

BAB III PEMBAHASAN Hipertensi adalah suatu kondisi di mana salah satu orang mengalami tekanan darah meningkat di atas normal. Seseorang baru dapat dikatakan hipertensi apabila peningkatan tekanan darah yang abnormal tersebut terjadi pada tiga kali pengukuran yang berbeda. Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler berupa tingginya tekanan darah yang ditandai dengan tekanan sistole ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole ≥ 90 mmHg (Black & Hawks. 2005). .

perencatan hormone oleh pengangkuran natrium-kalium merentasi dinding sel dalam ginjal dan salur darah. Hipertensi primer mungkin disebabkan oleh gabungan beberapa factor tersebut atau kesemua factor tersebut. namun komplikasi bagi seseorang yang menghidap penyakit hipertensi primer adalah sukar dijangkakan dan penyelesaian secara penyembuhan total masih menemui jalan buntu.8 Hipertensi primer adalah hasil daripada interaksi genetic dan persekitaran yang diperantara oleh hos yang mempunyai kesan neurohumoral. Antara teori yang popular yang digunakan untuk menerangkan pathogenesis. tindak balas system rennin yang berlebihan. gagal ginjal.8 Pada penderita hipertensi primer biasanya terjadi fluktuasi tekanan darah yang konstan sehingga diperlukan usaha untuk mengontrolnya. Tujuan dalam pengelolaan hipertensi adalah mengurangi kejadian morbiditas dan mortalitas dari peristiwa kardiovaskular .9 Hipertensi yang tidak terkontol dapat menyebabkan kerusakan jantung. kelebihan berat badan. Individu dengan TD tinggi berada pada risiko yang lebih besar untuk kardiovaskular atau peristiwa serebrovaskular seperti stroke atau miokardial infark. Hipertensi primer adalah tindak balas saraf simpatetik yang berlebihan. Salah satu usaha yang sering dilakukan pasien dengan hipertensi adalah dengan mengkonsumsi obat antihipertensi secara terus menerus.9 .7 Walaupun hipertensi biasanya dikaitkan dengan perkembangan yang perlahan. Pada umumnya hipertensi primer berkelompok dengan factor risiko kardiovaskuler lainnya seperti penuaan. resistensi insulin. Pengobatan nonfarmakologi saat ini dapat dijadikan pilihan alternatif karena biayanya relatif murah. 2007). efek samping dan bahaya tidak ada. Seseorang yang dalam kondisi tertekan. diabetes. atherosclerosis. dan juga sangat berperan dalam menurunkan risiko berkembangnya komplikasi kardiovaskular. gagal jantung. pembesaran ventrikel (hipertropi ventrikel). hormon adrenalin dan kortisol akan dilepaskan ke dalam darah sehingga terjadi peningkatan tekanan darah (Widharto. Apabila hal ini terus-menerus terjadi maka dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi. Salah satu faktor terbesar yang menyebabkan tingkat pengontrolan tekanan darah yang rendah ialah kepatuhan pasien terhadap penggunaan antihipertensi. dan stroke.5 Penatalaksanaan hipertensi secara umum dilakukan dengan dua cara. dan hiperlipidemia (tingginya konsentrasi lemak atau lipid di dalam darah). yaitu secara farmakologis dan non-farmakologis. dan interaksi yang kompleks melibatkan rintangan insulin dan fungsi endothelial. Obat-obat antihipertensi yang ada saat ini telah terbukti dapat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. retensi garam dan air oleh renal.

kurangnya fasilitas pengobatan. Bagi individu yang dikategorikan sebagai prahipertensi. sikap acuh.8 . dokter. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik antara lembaga-lembaga kesehatan. selain obat antihipertensi itu sendiri. perhubungan. 1995). dan transportasi yang sukar serta hambatan-hambatan keuangan (Gunawan. kurangnya pengetahuan. Beberapa hambatan dalam penanggulangan dan pencegahan hipertensi antara lain adalah kelalaian. dan pasien. pengubahsuaian cara hidup adalah penting untuk mengelakkan perkembangan hipertensi. 2001). 4 Kepatuhan menggunakan obat merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam mencapai keberhasilan terapi pada pasien hipertensi. Pengertian yang salah tentang perawatan hipertensi sering terjadi karena kurangnya pengetahuan (Smith.3 Rawatan untuk hipertensi primer adalah bergantung pada keterukan hipertensi primer seorang individu.

usia. merokok. gagal ginjal. . keturunan. hiperlipidemia.  Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko hipertensi terhadap seseorang yaitu. 4.1. pembesaran ventrikel (hipertropi ventrikel). atherosclerosis.  Berbagai upaya intervensi perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan yang diharapkan dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi.2. dokter. dan pasien. Saran  Diperlukan kerjasama yang baik antara lembaga-lembaga kesehatan. Kesimpulan  Hipertensi primer tidak terkendali dapat didefinisikan sebagai kenaikan tekanan darah akibat penyebab yang tidak diketahui yang dapat menyebabkan kerusakan jantung. dan stroke. gagal jantung. yaitu secara farmakologis dan non-farmakologis. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. jenis kelamin.  Penatalaksanaan hipertensi secara umum dilakukan dengan dua cara.  Dibutuhkan penekanan lebih pada target tekanan darah dan dibutuhkan untuk mengambil antihipertensi bagi kehidupan untuk pasien oleh dokter.

BAB V DAFTAR PUSTAKA 1. Efektifitas Seduhan Daun Sambilota Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Primer. Jurnal Farmasi Indonesia vol. 2014. 2012. Jakarta: Ikatan Apoteker Indonesia. Hastuti. Agustus 2007. Association of T174M polymorphism of angiotensinogen gene with essential hypertension : A meta-analysis. Octafindo.6 no. No : 8. 6. Saifudin. Wiwiek. Natalya. Messerli. A Teenager with Uncontrolled Hypertension : A Case Report. Pekanbaru.591. Vol: 57. Nordin. Chowdhury et al. Darwin. 2. Eberhard. The Lancet. Retno Yuli. Lucky. Pakistan. 2013. Karim. Brazil: Sociedade Brasileira de Genetica. ProQuest Pg. . Williams. Malaysia : Perpustakaan Perubatan KUIM. Essential Hypertension. BMC Reaserch Notes. 7. 2012. Studi Fenomenologis tentang Pemahaman Pasien Hipertensi Dalam Melaksanakan Program Pengobatan di Poliklinik RSUD Ambarawa. Almas et al. Laporan penyelidikan perbandingan aras B-Type Natriuretic Peptide antara kumpulan pesakit hipertensi primer dengan kegagalan jantung kongestif. Zukhri. Aziza. Liao et al. Majelis Kedokteran Indonesia. 2007. 4. Ritz.Klaten.2012. Peran Antagonis Kalsium dalam Penatalaksanaan Hipertensi. A multi centre cross sectional study in Karachi. 9. 2009. 3. 5. Bryan. BMC Research Notes. 8. Good knowledge about hypertension is linked tobetter control of hypertension. Yuri. . Norsham Juliana. Fraz H. Agrina.4: Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi.

Gui-Lin.10. 11. . Ried et al.Cai. 2008. Effect of garlic on blood pressure A systematic review and Meta. 2008. Guo. Ltd. BMC Cardiovascular Disorders. American Journal of Hypertension. Xi. Jin-Wei. Meta-analysis of Randomized Controlled Trials.analysis. Cheng. Lu.