You are on page 1of 5

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN MENGGUNAKAN SOLAR CELL

(SEL SURYA)

APRIANI
Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, 70714,
Indonesia

Abstrak
Penelitian ini membahas tentang aplikasi solar cell (sel surya) sebagai pembangkit listrik dengan
sumber energy matahari. Seperti kita ketahui energy surya merupakan sumber energy yang
sangat melimpah dan tidak akan pernah habis, sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik. Listrik
yang dihasilkan digunakan sebagai penggerak pompa air. Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga
surya adalah dari cahaya matahari yang mengandung energi dalam bentuk foton. Ketika foton ini
mengenai permukaan sel surya, elektron-elektronnya akan tereksitasi dan menimbulkan tegangan
listrik. Arus listrik yang dihasilkan dari sel surya adalah arus searah (DC) sebagai pengisi baterai,
yang selanjutnya arus searah (DC) tersebut diubah menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan
inverter.Tahap pengujian dilaksanakan di lapangan pemasangan dengan parameter pengujian
berupa tegangan dan arus listrik. Baterai diisi oleh solar cell sebagai hasil konversi energi
matahari menjadi energi listrik. Tegangan yang dihasilkan solar cell berkisar 14,8 – 17,5 volt
DC.
Kata Kunci : solar cell, listrik, elektron

Pendahuluan
Energi surya merupakan energi yang sangat mudah untuk didapatkan karena
ketersediaannya di alam tidak akan pernah habis. Energi surya atau energi matahari selain
berguna dalam proses fotosintesis juga dapat dimanfaatkan dengan mengubahnya menjadi energi
listrik dengan menggunakan sel surya (photovoltaic cell). Sel surya telah mengubah cara berpikir
kita bahwa dalam memperoleh energi listrik kita tidak perlu membakar bahan fosil seperti
minyak bumi, batu bara dan lain sebagainya. Sel surya dapat beroperasi dengan baik pada setiap
daerah yang disinari oleh matahari tanpa menghasilkan polusi sehingga tidak mencemari
lingkungan sekitar.

Pembangkitan listrik dapat diolah dengan mengubah sinar matahari melalui proses photovoltaic. Komponen pertama yang dibutuhkan adalah komponen penghasil energy listrik. Panel surya memiliki dua jenis yaitu polikristal dan monokristal. Polikristal adalah panel surya memiliki susunan Kristal acak. Hal ini terjadi karena adanya electron-elektron yang lepas dari satu pelat ke pelat yang lain secara bersamaan membentuk arus listrik. Kemudian cahaya matahari yang mencapai ke dalam cell akan melepas elektron dari atom silikon dan mengalir membentuk sirkuit listrik sehingga energi listrik dapat dibangkitkan. Photo artinya cahaya dan voltaic yang berarti tegangan. Langkah pertama yang dilakukan yaitu mengidentifikasi. Awalnya tidak ada arus yang mengalir akan tetapi ketika cahaya yang sesuai dikenakan pada salah satu pelat. Sel-sel silikon yang tipis dengan ukuran 0. Dalam perancangan alat ini perlu adanya identifikasi beberapa komponen. Efek fotolistrik diamati dengan dua buah pelat logam yang terpisah ditempatkan di dalam tabung hampa udara. Metode Penelitiank Penelitian ini akan dilaksanakan dengn menggunakan kaji tindak. Kelebihan dari polikristal ini yaitu dapat menghasilkan listrik pada saat mendung. Energi listrik yang dihasilkan sesuai dengan intensitas cahaya sehingga saat cuaca tidak mendukung seperti hujan atau mendung maka intensitas yang didapat akan menurun sehingga arus listrik yang dihasilkan juga menurun. Besarnya energi listrik yang terbentuk tergantung dengan jumlah energi cahaya yang mencapai sel-sel silikon dan luas permukaan silikon. Latar belakang terjadinya fotolistrik yang dikemukakan oleh Einstein yaitu bahwa satu elektron menyerap satu kuantum energy. Panel sel surya dapat mengubah intensitas sinar matahari menjadi energi listrik dan menghasilkan arus yang digunakan untuk mengisi baterai. Satu kuantum digunakan untuk lepas dari pelat logam dan bergerak ke pelat lpgam yang lain. Sedangkan monokristal merupakan panel yang paling efisien dalam menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. maka arus listrik terdeteksi pada kawat. .3 mm dipasang dengan posisi sejajar atau seri dalam sebuah panel almunium atau baja yang dilindungi kaca. Akan tetapi panel ini tidak akan berfungsi jika cuacanya mendung atau berawan. Photovoltaic cell dibuat dari bahan semikonduktor terutama silikon dan dilapisi dengan bahan tambahan khusus. Di luar tabung kedua pelat ini dihubungkan dengan menggunakan kawat. Namun kekurangan dari panel ini adalah memerlukan luas permukaan yang besar. Gejala efek fotolistrik adalah ketika seberkas cahaya mengenai suatu logam maka akan ada electron yang keluar dari permukaan logam.

5 .5 3 11 16.00 17.5 0.7 4. Pengambilan Data Pengukuran Arus dan Tegangan pada Keluaran Panel Surya. maka dari itu digunakan inverter untuk mengubah arus DC menjadi AC.5 6 11.7 4.00 17.2 4.5 5 9 14. baterai ke inverter dan inverter ke pompa air.5 7 12.5 13.5 8 13. akhirnya didapatkan hasil analisa data output tegangan dan arus dari panel surya sebagai berikut: Tabel 1. Komponen kedua adalah suatu komponen pengatur penyimpanan dan pemakaian energy listrik ke baterai.00 15.7 3. Ada beberapa proses dalam pembuatan rancangan alat ini. Proses pertama yaitu pembuatan desain dalam bentuk gambar ataupun perangkat lunak. Energy maksimal yang dapat dihasilkan mencapai 17. Kemudian energy dari solar cell dapat disimpan ke baterai. Proses yang ketiga yaitu pembuatan jalur-jalur instalasi untuk proses pengkabelan dari solar cell ke baterai. yaitu baterai merek deep cycly. Pada prinsipnya alat yang akan dikembangkan terdiri dari solar cell yang memiliki fungsi sebagai penerima energy surya dan sebagai pembangkit listrik.2 4 13.5 1 12 17.2 4 13.5 3 08. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran yang telah dilaksanakan dari pagi hingga menjelang sore. yaitu solar charger controller.4 1 13.00 17 3.5 3. Proses yang kedua adalah pembuatan desain penyangga tempat dudukan solar cell. Setelah itu energy listrik yang telah disimpan digunakan untuk menggerakan motor listrik.8 1 2 07.5 3. Komponen keempat adalah komponen pengubah arus DC 12 volt menjadi arus AC 220 volt dengan frekuensi 50 Hz. Output Panel Surya Output Charger Controller No Waktu V (volt) I (ampere) V (volt) I (ampere) 1 06.00 17 3.00 17.5 4 4 09. Komponen ketiga adalah komponen menyimpan dan mensuplay energy listrik ke beban.5 13.00 17.yaitu sake-ping solar cell yang mampu menerima energy listrik dari energy surya.5 4 5 10.5 13.5 13.5 10 15.5 0.00 16. Motor listrik berupa pompa air yang membutuhkan tegangan 220 volt AC dengan frekuensi 50 Hz.9 3 13.5 13.00 17. Lalu proses penyimpanan dan pemakaian enrgi listrik diatur menggunakan solar charger controller.2 1 13.00 17 3. yaitu inverter.5 13.00 16.2 4.3 5 13.00 16.2 volt pada siang hari.

Pada umumnya intensitas cahaya matahari di pagi dan sore hari rendah. Intensitas cahaya yang masuk dan terserap panel surya setiap waktu selalu berubah tergantung pada kondisi cuaca.6 0. kita langsung menghentikan percobaan.Tabel 2. Ini bertujuan agar baterai tidak cepat rusak.8V–17. tetapi penditribusiannya untuk mengisi baterai . Dari data pengujian PLTS dapat dilihat bahwa tegangan keluaran dari panel surya sekitar 15.3V.5 V. Jadi walaupun panel surya menghasilkan tegangan nominal 17 V.2 187 0. Tegangan Arus Watt No DC baterai AC inverter (amper) Beban 1 12 220 0. ini terjadi karena didalam solar charger controller terdapat rangkaian pengatur tegangan dan arus oleh karena itu pengisian baterai pada setiap jamnya akan selalu stabil sehingga pengisian muatan yang berlebihan (over charging) tidak akan terjadi.1496 225 7 0 0 0 225 Setelah malam hari telah tiba dimana sudah tidak ada intensitas matahari yang masuk ke solar cell.2V.2 0.4488 225 5 4.5 V.12 112. Pemakaian baterai dengan beban AC pompa air 125 watt dan lampu 100 W.5984 225 4 6. walaupun tegangan yang dihasilkan oleh solar cell ± 17. Keadaan ini sama setiap jamnya.08 74. Untuk merubah arus DC dari baterai menjadi arus AC digunakan rangkaian inverter. Kesimpulan Prinsip kerja PLTS adalah mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan solar cell/ panel surya.16 149.maka tegangan pengisian baterai stabil yaitu sekitar 13.8 0. Pada distribusi arus dan tegangan dari sumber solar cell. dan langsung mendischarge (membuang muatan) aki yang memiliki tegangan sekitar 13 Volt ke inverter dan kebeban pompa air.04 37. dibandingkan apabila panel surya langsung dihubungkan ke baterai tanpa melewati solar charger controller.4 0.88 225 2 10. Namun tegangan keluaran dari solar charger controller lebih stabil yaitu sekitar 13.748 225 3 8.2992 225 6 2.

Sabdulan. Pengaruh Perubahan Intensitas Matahari Terhadap Daya Keluaran Panel Surya. 2013.A. Jurnal Teknologi Technoscientia. 6(2). G.A. Hani. Pemanfaatan Energi Surya Sebagai Suplai Cadangan Pada Laboratorium Elektro Dasar di Institut Teknologi Padang. Subekti. dan F. 2(3). 20-28. Pembangkit Listrik Energi Matahari Sebagai Penggerak Pompa Air dengan Menggunakan Solar Cell.157-163. 7(2). Arfita Yuana dan Antonov. A. Susastriawan. Gulo. 2015. ISSN: 1979-8415. . Subandi dan S. 193-202. Hastijanti.sangat stabil dengan maksimum rata-rata 13. 01(02). Yuliananda. Sarya dan R.R.5V karena semua distribusi pengisan diatur oleh solar charger controller Daftar Pustaka Dewi. Jurnal Pengabdian LPPM Untag Surabaya.P. 2013. Syafriyudin. Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Berbasis Mesin Striling untuk Skala Rumah Tangga. Jurnal Teknologi. M. Jurnal Teknik Elektro. 187-192.