You are on page 1of 25

AD/ART DAN PEDOMAN SANTRI PP AINUL HUDA

AD/ART Pondok Pesantren Ainul Huda adalah pedoman dasar dalam pengelolaan Pondok
Pesantren dan operasional lembaga yang berada dibawah naungannya.
Pedoman Santri adalah sejumlah peraraturan dan ketentuan yang berlaku terhadap semua
santri yang berdomisili didalam komplek Pondok Pesantren Ainul Huda

ANGGARAN DASAR (AD)
DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
PONDOK PESANTREN AINUL HUDA
KALIREJO SITUBONDO

Bismillahirrahmanirrahim

MUQADDIMAH

Rasulullah SAW telah membawa agama Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin (Rahmat bagi
alam) dan ajarannya mendorong kegiatan pemeluknya untuk mewujudkan kemaslahatan dan
kesejahteraan hidup lahir batin di dunia dan akhirat.
Pondok Pesantren selain sebagai lembaga pendidikan dan dakwah untuk melanjutkan misi
Rasulullah , juga berperan sebagai lembaga perjua-ngan dan pengabdian serta layanan
masyarakat yang banyak memberikan sumbangan untuk pembangunan bangsa, perlu diperta-
hankan dan dilestarikan keberadaannya selaras dengan cita-cita bangsa Indonesia dalam
rangka membentuk insan muslim yang beriman, bertakwa, berilmu, beramal, ikhlas dan
berakhlakul karimah.
Pondok Pesantren terbukti telah diterima oleh masya-rakat Indonesia sebagai pengayom dan
rujukan dari setiap keperluan, umumnya menyangkut kemaslahatan umat, khususnya pada
dimensi nilai, moral dan spiritual.
Oleh karena itu Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Ainul Huda Kalirejo Situbondo
merasa terpanggil untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan dalam upaya mewu-judkan peran,
fungsi dan cita-cita dimaksud.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga Pondok Pesantren Ainul Huda sebagai berikut:

ANGGARAN DASAR (AD)
PONDOK PESANTREN AINUL HUDA
KALIREJO BANYUPUTIH SITUBONDO JAWA TIMUR

Pasal 1
Nama, Tempat dan Kedudukan

1. Pondok Pesantren ini bernama “Ainul Huda”, berdiri pada tahun 1405 H bertepatan dengan
tahun 1984 M dan diresmikan pada tahun 1423 H bertepatan dengan tahun 2002 M
2. Pondok Pesantren ini bertempat dan berkedu-dukan di dusun Kalirejo desa Sumberwaru
kecamatan Banyuputih kabupaten Situbondo propinsi Jawa Timur

Pasal 2
Aqidah

Pondok Pesantren ini beraqidah Islam menurut faham Ahlussunah Wal Jama’ah yang
dibangun oleh Abu Hasan Ali bin Ismail al Asy’ari dan Abu Mansur al Maturidi dengan
mengikuti salah satu madzhab fiqh yang empat, yaitu Maliki, Hanafi, Syafi’i atau Hanbali.

Pasal 3
Visi, Misi dan Tujuan

a. Visi Pesantren adalah melahirkan generasi mukmin yang cerdas, berakhlakul karimah,
terampil dan ikhlas.
b. Misi Pesantren adalah:
1. Menanamkan jiwa tauhid untuk menjadi perisai yang kokoh dalam setiap kondisi
2. Menanamkan sikap akhlakul karimah berda-sarkan tuntunan syari’at Islam
3. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan formal untuk menambah ilmu dan wawasan santri
serta masyarakat sekitar
4. Menyelenggarakan kegiatan ritual keagamaan sebagai wahana pendidikan spiritual santri
dalam kehidupan sehari-hari
5. Memberikan bimbingan keterampilan sebagai keahlian individu
6. Menyuburkan jiwa pahlawan dengan semangat juang tanpa pamrih
c. Tujuan Pesantren adalah mencetak manusia yang beriman, bertaqwa, berilmu, beramal,
berakhla-kul karimah dan berhati ikhlas

Pasal 4
Lambang

a. 2 batu pondasi melambangkan pondasi tauhid mengikuti madzhab Al Asy’ari dan Al
Maturidi
b. Kitab melambangkan kitab pedoman yaitu Al Qur’an Al Karim
c. Pena obor melambangkan ilmu pengetahuan yang menyinari alam
d. Bintang :
1. Satu besar melambangkan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa agama Islam
2. 4 di kanan melambangkan empat sahabat Nabi (Khulafaur Rasyidin)
3. 4 di kiri melambangkan empat madzhab fiqh (Maliki, Hanafi, Syafi’i, Hanbali)
4. Jumlah 9 melambangkan Wali Songo
e. Garis tepi melambangkan ke-Maha Kuasaan Allah SWT
f. Warna hijau melambangkan Pesantren adalah lahan subur untuk menanamkan nilai-nilai
Islam

Pasal 5
Kegiatan Pesantren

a. Bidang Pendidikan yang sudah berjalan:
1. Pendidikan Formal:
a) Raudlatul Athfal Miftahussurur (RA MIFASS)
b) Madrasah Diniyah Miftahussurur (MD MIFASS)
c) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ainul Huda
d) Madrasah Aliyah (MA) Ainul Huda
2. Pendidikan Nonformal:
a) Kajian kitab kuning

Pesantren dipimpin oleh seorang pengasuh b. pengasuh dibantu oleh pengurus Pasal 8 Struktur Pengurus a. pembinaan lingkungan hidup dan usaha sosial lainnya 2. Jabatan struktural dibawah bidang dibentuk oleh kepala bidang yang bersangkutan sesuai kebutuhan atas persetujuan pengasuh Pasal 10 Macam-macam Rapat a. beberapa wakil ketua. sesuai kebutuhan dapat ditambah anggota pleno d. Setiap orang yang menyatakan menjadi santri dan sanggup mematuhi anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta memenuhi syarat-syarat administrasi b. Bidang dipimpin oleh kepala bidang e. Bidang layanan mayarakat: 1. Menyelenggarakan pengajian/kuliah umum dengan melaksanakan amar makruf nahi munkar 2.b) Kursus-kursus c) Pelatihan-pelatihan b. Prosedur pendaftaran dan pemberhentian sebagai santri diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 7 Kepengurusan a. sekretaris. pengasuh dibantu oleh wakil pengasuh c. Rapat-rapat didalam pesantren terdiri atas: 1. Rapat pengurus harian . dan wakil bendahara c. Dalam menjalankan tugas. Pengurus pesantren terdiri atas Pengurus Harian dan Bidang b. panti asuhan. Rapat pengurus lengkap 2. Pengurus Harian. bendahara. Susunan bidang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 9 Pengangkatan dan Pemberhentian Pengurus a. Memberikan penyuluhan/bimbingan keaga-maan kepada masyarakat c. balai kesehatan. Mengusahakan Lembaga Ekonomi Pesantren dan Masyarakat Pasal 6 Santri a. Mengusahakan perbaikan sarana ibadah. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Bidang Dakwah: 1. Pengurus pesantren diangkat dan diberhentikan oleh pengasuh b. Pengurus Harian terdiri atas ketua. wakil sekretaris.

Pribadi pengasuh 2. Rapat bidang 4. Pengelolaan keuangan pesantren diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 12 Perubahan Anggaran Dasar ini hanya dapat dirubah oleh keputussan rapat pengurus lengkap yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 pengurus lengkap dan disetujui oleh 2/3 jumlah anggota yang hadir dengan persetujuan pengasuh Pasal 13 Penutup a. HAK DAN LARANGAN SANTRI Pasal 1 Ketentuan Umum . akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga b. Zaini Ishaq ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KALIREJO SITUBONDO BAB I KETENTUAN KEWAJIBAN. Tata cara dan ketentuan rapat diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 11 Keuangan a.3. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini. Sumbangan lain yang tidak mengikat serta usaha-usaha lain yang halal b. Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan Ditetapkan di : Kalirejo Pada Tanggal : 10 Oktober 2009 M : 21 Syawal 1430 H Pimpinan/Pengasuh KH. Rapat koordinasi b. Pengembangan usaha pesantren 3. Keuangan pesantren diperoleh dari: 1.

Calon santri tidak berstatus sebagai santri pondok pesantren lain 3. Kewajiban Bersama 1.Yang dimaksud: a. Shalat Jama’ah 4. Kewajiban bersama bagi santri putri adalah: a) Membaca Shalawat sebelum Subuh b) Membaca Istighatsah setelah shalat Subuh selain hari Selasa dan jum’at c) Membaca Surah Yasin dan Waqi’ah setelah shalat Subuh setiap hari Selasa dan Jum’at d) Menjaga kebersihan pesantren b. Pengasuh pesantren adalah pimpinan tertinggi pondok pesantren b. Bertempat tinggal di asrama dalam komplek pesantren atau asrama lain yang ditentukan oleh pengasuh 2. Mematuhi peraturan pesantren 5. Kewajiban bersama bagi santri putra adalah: a) Tarhim b) Membaca Shalawat sebelum Subuh c) Membaca Surah Yasin dan Waqi’ah setelah Shalat Subuh d) Membaca Ratibul Haddad setelah Shalat Ashar e) Membaca tahlil. Mengikuti pengajian 7. Barzanji dan khithabah setiap malam Jum’at f) Membaca tahlil dan qasidah Munfarijah setiap malam setelah shalat Isya’ g) Membaca kitab Asasul Muttaqin setiap malam Kamis h) Menjaga kebersihan pesantren i) Membaca Istighatsah Kubro setiap malam Jum’at legi 2. Sopan santun terhadap siapapun . Pengurus pesantren adalah pengurus harian dan kepala bidang c. Santri adalah setiap orang yang terdaftar sebagai santri dan bertempat tinggal di asrama dalam komplek pesantren atau asrama lain yang ditentuakan oleh pengasuh Pasal 2 Pendaftaran Sebagai Santri Tata cara pendaftaran sebagai santri: 1. Calon santri diantarkan oleh orang tua/walinya atau orang yang diberi kuasa oleh orang tua/walinya untuk diserahkan kepada pengasuh pesantren 2. Kewajiban Perorangan Setiap santri putra dan putri mempunyai kewajiban: 1. Mejaga kebersihan 6. Mengutamakan kewajiban-kewajiban agama 3. Rajin masuk Madrasah atau Sekolah bagi yang menempuh pendidikan formal 8. Calon santri bebas dari berbagai daerah di Indonesia atau manca Negara yang beragama Islam atau hendak masuk Islam Pasal 3 Kewajiban Santri Kewajiban santri adalah: a.

menyimpan dan menggunakan hand phone tanpa izin pengasuh/pengurus d. pelayanan. Merusak barang orang lain 2. kursus. santri lain. dan pendidikan c. atau pihak lain 2. Membawa. Menjaga nama baik pesantren 10. seperti: 1. penga-jian. Diberhentikan oleh pesantren setelah yang bersangkutan terbukti melanggar peraturan pondok pesantren setelah melalui tahapan pembinaan b. Atas permintaan orang tua/wali 2. Bepergian melewati batas santri tanpa izin pengasuh atau yang mewakilinya g. Melakukan hal-hal yang merusak tatanan. Mengeluarkan pendapat. Santri dinyatakan gugur haknya karena berhenti: 1. Dipamitkan oleh orang tua/wali atau orang yang diberi kuasa oleh orang tua/ wali Pasal 6 Larangan-larangan Santri a. Melanggar AD/ART dan peraturan pondok pesantren c. Tata cara berhenti: 1. baik secara tulisan maupun lisan dengan berakhlaqul karimah e. Melihat pertunjukan yang mengandung maksiat h. Memilih dan dipilih sebagai pengurus atau jabatan lain yang ditetapkan oleh pesantren d. Membuang sampah tidak pada tempatnya 4. lembaga. Mendapatkan bimbingan. Dan lain-lain yang dipandang menodai etika dan kehormatan BAB II PENGURUS PESANTREN Pasal 1 Struktur Pengurus Pengurus pesantren terdiri dari: .9. Menggunakan listrik untuk kepentingan pribadi tanpa izin pengasuh/pengurus e. Mengadaan pembelaan atas keputusan terha-dap dirinya dengan cara yang baik dan sopan Pasal 5 Gugurnya Hak Santri a. tetangga. Melanggar larangan-larangan agama b. Tidak mempunyai tanggungan apapun kepada yayasan. Menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pesantren b. Menghadiri ceramah. pelatihan. Kerasan diluar komplek pesantren f. Merusak lingkungan 3. dan lain-lain majelis yang ditentukan oleh pengasuh/pengurus Pasal 4 Hak-hak Santri Setiap santri mempunyai hak: a.

Membuat kebijakan sepanjang tidak bertentangan dengan AD/ART dan keputusan pengurus pesantren yang lebih tinggi tingkatannya b. Pengurus harian disesuaikan menurut kebutuhan yang pembentukannya berdasarkan keputusan pengasuh c. Membatalkan setiap keputusan rapat suatu perangkat pesantren yang dinilai bertentangan dengan ajaran Islam atau pesantren 5. Bidang merupakan pelaksana kebijakan pengurus harian dibentuk berdasarkan kebutuhan Pasal 4 Tugas dan Kewajiban Pengurus a. Melakukan pengawasan terhadap semua perangkat pesantren 4. Melaksanakan program organisasi 2. Pengurus harian merupakan inti dari pengurus pesantren d. membimbing. Pengurus harian sebagai pelaksana tertinggi dalam pesantren merupakan penanggungjawab kebijakan dalam pengendalian pesantren dan pelaksana keputusan-keputusan rapat pengurus yang bertanggungjawab kepada pengasuh Pasal 3 Bidang a. Bidang dipimpin oleh seorang kepala bidang dan bertanggungjawab kepada pengurus harian b. mengamalkan. beberapa wakil ketua. Membimbing. bendahara. Memberikan saran/koreksi kepada pengurus setingkat dan atau di atasnya dengan sebaik- baiknya Pasal 6 Syarat Menjadi Pengurus . Memberikan petunjuk. dan mengawasi kegiatan semua perangkat pesantren yang ada di bawahnya Pasal 5 Hak Pengurus Pengurus berhak: a. sekretaris. Kepala bidang mempunyai tugas dan kewajiban: 1. memimpin. Pengurus harian mempunyai tugas dan kewajiban: 1. Menentukan arah kebijakan dalam melakukan usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan pesantren 2. Bidang dibentuk menurut kebutuhan berdasarkan keputusan rapat pengurus lengkap Pasal 2 Pengurus Harian a. Pengurus harian terdiri atas ketua. dan pembinaan dalam memahami. Pengurus Harian dan Kepala Bidang b. dan mengembangkan ajaran Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah 3.a. Membentuk tim-tim kerja sesuai dengan kebutuhan b. mengarahkan. wakil sekretaris. wakil bendahara dan beberapa anggota b.

rapat pengurus lengkap dapat membentuk panitia penyelenggara yang bertanggungjawab kapada rapat tersebut Pasal 3 Rapat Pengurus Harian a. Rapat pengurus harian dapat juga diselenggarakan atas permintaan sekurang-kurangnya . Rapat pengurus lengkap dapat mengubah AD/ART atas persetujuan pengasuh e. Untuk menjadi kepala bidang. Kepala bidang selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali dua kali masa jabatannya BAB III R APAT Pasal 1 Macam-macam Rapat Rapat-rapat didalam pesantren terdiri dari: a. Rapat pengurus lengkap adalah sah apabila dihadiri lebih dari separuh jumlah rapat pengurus lengkap f. Demi kelancaran penyelenggaraan rapat berikutnya. Susunan pengurus ditetapkan oleh pengasuh b. Kepala bidang disahkan atas hasil rapat pengurus Pasal 8 Masa Jabatan Masa jabatan untuk: a. Rapat bidang d. Rapat pengurus lengkap dipimpin oleh ketua pengurus harian g. Pengurus harian selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali dua kali masa jabatan berikutnya b. Rapat koordinasi Pasal 2 Rapat Pengurus Lengkap a.a. Rapat pengurus harian dihadiri oleh pengurus harian dan anggota b. seorang calon harus berkelakuan baik serta dipandang mampu atau ditunjuk oleh pengasuh b. Rapat pengurus lengkap dapat juga diselengga-rakan atas permintaan sekurang-kurangnya separuh dari jumlah kepala bidang d. Memiliki komitmen untuk mengembangkan pesantren Pasal 7 Pengesahan Pengurus a. Rapat pengurus lengkap b. Rapat pengurus lengkap merupakan forum permusyawaratan tertinggi b. Rapat pengurus harian c. Rapat pengurus lengkap dihadiri pengurus harian dan kepala bidang serta anggota c.

Rapat bidang membicarakan pertanggung jawaban masing-masing anggota d. Setiap tahun pelajaran. pengurus pesantren wajib menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Pesantren b. Rapat pengurus harian dipimpin oleh ketua pengurus harian e. Hasil pengembangan usaha pesantren 3. kepala bidang. Rapat anggota adalah forum permusyawaratan di tingkat anggota dan diselenggarakan sedikit-dikitnya tiga bulan sekali b. Sumbangan yang tidak mengikat serta usaha-usaha lain yang halal c. Rapat anggota menyusun dan mengevaluasi program kerja c. Rapat bidang membahas pelaksanaan keputusan-keputusan dan mengkaji perkembangan pesantren serta peranan masing-masing kepala bidang dan atau anggota e. Keuangan pesantren diperoleh dari: 1. anggota. Kegiatan pesantren yang besarnya sesuai dengan ketentuan Anggaran Pendapatan dan . dan pihak-pihak terkait b. Rapat bidang adalah forum permusyawaratan di tingkat bidang dan dihadiri kepala bidang dan angota-anggota b. Pembelanjaan digunakan untuk: 1.separuh dari jumlah pengurus harian c. Rapat antar sektor dipimpin oleh kepala bidang dengan melibatkan pihak lain yang terkait BAB IV KEUANGAN DAN ASRAMA Pasal 1 Pengelolaan dan Laporan Keuangan a. Rapat koordinasi dipimpin oleh pengasuh yang dihadiri oleh pengurus harian. badan otonom. Rapat pengurus harian adalah sah apabila dihadiri lebih dari separuh jumlah pengurus harian d. Pribadi pengasuh 2. Rapat bidang diselenggarakan 2 bulan sekali atau atas permintaan sekurang-kurangnya lebih separuh dari jumlah kepala bagian c. Rapat pengurus harian dapat membentuk panitia penyelenggara yang bertanggungjawab kepada pengurus harian Pasal 4 Rapat Bidang a. Rapat anggota dianggap sah apabila dihadiri lebih dari separuh anggota Pasal 6 Rapat Koordinasi a. Rapat bidang dinyatakan sah apabila dihadiri lebih dari separuh jumlah kepala bidang dan anggota Pasal 5 Rapat Anggota a.

kerapian dan ketertiban didalam maupun diluar komplek pesantren 6. Kepala kamar membina beberapa orang santri BAB V PENUTUP a. Pengurus harian menyampaikan laporan pertang-gungjawaban keuangan kepada rapat pengurus lengkap Pasal 2 Asram a a. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur oleh pengurus b. Zaini Ishaq PERATURAN DASAR PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KALIREJO SITUBONDO A. Santri wajib belajar atau mengajar di madrasah atau sekolah 4. Santri wajib mengikuti dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan oleh pesantren 5. Membangun. Santri wajib membantu pengasuh didalam: a. Santri wajib menghadiri dan mengikuti pengajian umum atau pengarahan yang diadakan oleh pengasuh/pengurus pesantren 8. Santri wajib shalat jama’ah dan mengikuti pengajian yang sesuai dengan tingkat pendidikannya 7. Santri wajib taat kepada pengasuh dan peraturan pesantren 2. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan Ditetapkan di : Kalirejo Pada Tanggal : 10 Oktober 2009 M : 21 Syawal 1430 H Pimpinan/Pengasuh KH. Asrama terdiri dari asrama putra dan putrid b. kebersihan. memelihara dan memperbaiki bangunan serta alat-alat pesantren . Keperluan yang langsung ditangani oleh pengasuh atau keperluan lain atas izin pengasuh d. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN 1.Belanja Pesantren 2. Anggaran Rumah Tangga ini akan dilakukan perubahan apabila ternyata terdapat kekeliruan c. Santri wajib menetap didalam komplek pesantren 3. Struktur asrama terdiri dari kamar-kamar dan dipimpin kepala kamar c. Santri wajib menjaga kesopanan.

Santri dilarang melakukan perbuatan yang dilarang oleh syara’ dan atau dilarang oleh pesantren 2. Santri putri dilarang membawa. Santri putra dilarang berambut gondrong atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren 6. Santri dilarang melakukan permainan yang dilarang oleh pesantren 4.F/X/2009 TENTANG PERATURAN PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KALIREJO SITUBONDO PENGASUH PONDOK PESANTREN AINUL HUDA: . Ketua kamar wajib melaksanakan tugasnya dan mengadakan rapat di kamar masing- masing paling lambat satu bulan sekali 11.00 s/d 04. Santri dilarang menghina dan memukul orang lain secara melawan hukum 11.00 selain untuk kepentingan ibadah atau udzur syar’i 5. Santri dilarang tidur diluar komplek pesantren baik siang maupun malam 12.b. Santri dilarang menyalahgunakan hak milik pesantren untuk kepentingan pribadi 10. memakai perhiasan emas dan sejenis-nya. Zaini Ishaq PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KALIREJO SITUBONDO NOMOR : 17/1602/PP. Santri dilarang memiliki. Santri dilarang makan dan minum diluar komplek pesantren 3.AH/A. KH. Santri dilarang mencari keuntungan pribadi dengan menggunakan nama pimpinan dan atau pesantren 7. menyimpan barang yang dilarang oleh pemerintah dan atau pesantren 14. Menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban 9. Santri wajib ijin kepada pengasuh apabila akan pulang atau bepergian baik bermalam atau tidak bermalam 10. Santri dilarang memasak di serambi kamar 9. Santri yang akan berhenti harus pamit langsung kepada pengasuh disertai orang tua/walinya B. Santri dilarang keluar malam dari pukul 22. Santri dilarang mandi di jeding tetangga tanpa ijin pengasuh pesantren 13. kecuali anting-anting 15. menyim-pan. Santri dilarang berhubungan dengan siapa saja yang dinyatakan tidak membantu ketertiban pesantren Ditetapkan : di Kalirejo Pada tanggal : 11 Oktober 2009 : 22 Syawal 1430 H Pengasuh pesantren.1/K. Santri dilarang mencari keuntungan baik untuk diri sendiri atau untuk orang lain secara melawan hukum dengan nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslcihat 8. LARANGAN-LARANGAN 1.

maka dipan-dang perlu menetapkan Peratu-ran Pondok Pesantren yang mengatur hak dan kewajiban santri Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo Pentingnya diterbitkan Buku Pedoman Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo Hasil rapat-rapat pengurus yang membahas tentang Peraturan Pondok Pesantren MEMUTUSKAN Menetapkan PERATURAN PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KALIREJO SITUBONDO BAB I PERATURAN UMUM . berakhlakul karimah.Menimbang Mengingat Memperhatikan : : : Bahwa sesuai dengan tujuan Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo untuk melahir-kan generasi mukmin yang cerdas. terampil dan ikhlas.

Pengurus d. Santri wajib patuh kepada pengasuh dan kebijakan pengurus (Sank. Ps. 38g) Pasal 6 a. 48b) b. 45b) . Pesantren b. Santri wajib memenuhi panggilan pengurus (Sank. Pengasuh c. Ps. Ps. Santri : : : : adalah Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo adalah Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo adalah badan pelaksana yang komposisi dan personalianya telah diatur dan ditunjuk oleh pengasuh adalah setiap orang yang telah terdaftar sebagai santri dan menetap didalam komplek pesantren Pasal 2 Tidak ada sesuatu perbuatan yang dapat/boleh dihukum kecuali perbuatan yang melanggar ketentuan didalam peraturan ini Pasal 3 Ketentuan-ketentuan dalam pasal ini berlaku bagi setiap santri yang didalam/diluar pesantren melakukan perbuatan yang dapat/boleh dihukum Pasal 4 Ketentuan-ketentuan dalam pasal ini berlaku bagi setiap santri yang masih berstatus santri Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo BAB II KEWAJIBAN-KEWAJIBAN Pasal 5 a. Santri wajib melaksanakan shalat jama’ah (Sank. Ps. Santri wajib menetap didalam komplek pesantren (Sank. Santri wajib mengikuti wirid dan dzikir setelah shalat jama’ah (Sank. 49) c.Pasal 1 Dalam peraturan pondok pesantren ini yang dimaksud dengan: a. 45a) b. Ps.

atau bermalam diluar komplek pesantren harus membawa surat keterangan dari pengurus (Sank. Ps. 50a) b.c. Santri wajib membantu petugas keamanan yang pelaksanaannya diatur oleh pengurus (Sank. Ps. Santri yang keluar dari komplek pesantren sejauh lebih dari 1 km. Santri wajib belajar atau mengajar di madrasah atau sekolah (Sank. istighatsah dan burdah yang waktunya diatur oleh pengurus (Sank. 45e) Pasal 9 a. Ps. memperbaiki. membantu kontrol keamanan dan menyapu halaman (Sank. Ps. Ps. Ketua kamar wajib mendaftarkan calon santri yang menetap di kamarnya kepada pengurus selambat-lambatnya 3x24 jam (Sank. 44p) d. Ps. 38j) c. Ketua kamar dan kepala daerah wajib hadir dalam rapat yang diadakan oleh pengurus (Sank. 39b) b. Santri wajib muthalaah pada waktu yang diatur oleh pengurus (Sank. Santri wajib berpakaian yang sesuai dengan kepribadian pesantren (Sank. Santri wajib membaca tarhim. Ps. barzanji. Ketua kamar wajib melaksanakan tugas-tugasnya (Sank. Santri wajib membaca ratibul haddat. memelihara gedung atau bangunan dan peralatan milik pesantren (Sank. Santri wajib menyerahkan sendiri surat ijinnya kepada pengasuh atau pengurus dan sudah berada didalam komplek pesantren sebelum habis masa berlakunya. Ps. 45d) b. 44g) b. 40a) c. Ps. 44b) e. Santri wajib menjaga kesopanan dan nama baik pesantren (Sank. 44f). Santri wajib membantu pengasuh dalam membangun. Ps. 44r) b. Ps. 45c) Pasal 8 a. kecuali bagi yang berhalangan . 50c) Pasal 11 a. Ps. Petugas pesantren wajib melaksanakan tugasnya (Sank. Ps. 44a) d. 50b) b. terlambat dan dikuatkan dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Dokter setempat (Sank. Ps. 44c) Pasal 10 a. 40b) BAB III LARANGAN-LARANGAN . 40e) d. Ps. Ps. Ps. Santri wajib mengikuti pengajian Al Qur’an dan Kitab sesuai kemampuannya di tempat pengajian (Sank. Santri wajib menghadiri tempat pengajian umum/pengarahan yang diadakan oleh pengurus (Sank. Santri yang pulang harus membawa surat ijin dari pesantren (Sank. Ps. Bagi santri putri harus dijemput oleh orang tua atau walinya atau orang yang mendapat mandat atau diantar oleh orang yang ditugasi pengurus (Sank. Santri yang akan berhenti harus pamit langsung kepada pengasuh disertai orang tua/walinya (Sank. Ps. Santri wajib menjaga kebersihan dan kerapian (Sank. 44o) Pasal 7 a. Ps. 39a) Pasal 12 a.

44m) d. 44l) c. Santri dilarang membawa. Santri dilarang membunyikan tape recorder atau sejenisnya tanpa ijin pengurus (Sank. tulisan atau perbuatan (Sank. Ps. Santri dilarang menghina. Ps. bertengkar atau bermusu-han sesama santri atau orang lain (Sank. 45g) b. Santri putra dilarang berambut panjang dan atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren (Sank. Santri dilarang menitipkan hak miliknya kepada orang lain diluar komplek pesantren tanpa ijin pengasuh/pengurus (Sank. 45i) b. keji. Santri dilarang ramai. Ps.Pasal 13 Santri dilarang berada diluar madrasah atau sekolah pada jam efektif (Sank. mencaci maki dan atau menghina orang lain baik dengan lisan. Ps. Santri dilarang kost makan atau numpang mandi diluar batas dan tempat yang telah ditentukan pengurus (Sank. melawan dan memukul petugas pesantren yang sedang melaksanakan tugasnya (Sank. Ps. Ps. Ps. 38f) Pasal 19 a. Santri putri dilarang membawa. 41e) . 41c) f. membelanjakan bekalnya atau membeli barang yang kurang bermanfaat (Sank. 44h) Pasal 15 a. menyimpan. Santri dilarang menjadi anggota organisasi terlarang (Sank. Santri dilarang membawa/memiliki tape recorder yang ukurannya melebihi batas yang telah ditentukan oleh pesantren (Sank. 45h) Pasal 16 a. 41d) Pasal 18 a. memiliki hand phone tanpa ijin pengurus (Sank. Ps. Ps. Ps. 45f) c. Santri dilarang memasak atau tidur diluar komplek pesantren (Sank. 39c) Pasal 17 a. Ps. Ps. baik didalam atau diluar komplek pesantren (Sank. Ps. Santri dilarang berkata kotor. 43a) b. Santri dilarang mengghashab hak milik orang lain (Sank. Ps. Ps. 38a) b. 38b) b. Ps. Santri dilarang membunyikan alat-alat elektronik pada jam efektif yang dapat mengganggu ketenengan belajar (Sank. 45j) c. Ps. 44c) Pasal 14 a. Ps. 41a) d. Ps. 46a) b. 43c) d. memakai atau menyimpan barang perhiasan emas dan sejenis-nya kecuali anting-anting (Sank. 41b) e. Santri dilarang memukul. berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Ps. Santri dilarang israf. Santri dilarang menyalahgunakan hak milik pesantren untuk kepentingan pribadi (Sank. Santri dilarang mencuri atau mengambil hak milik orang lain. Ps. berteriak-teriak yang dapat mengganggu ketenangan umum (Sank. Santri dilarang memasak didalam atau di sekitar kamarnya (Sank. Santri dilarang makan/minum di warung atau tempat lain diluar komplek pesantren (Sank.

38d) b. menyimpan. 45k) e. Ps.00 kecuali untuk kepentingan ibadah atau udzur syar’i (Sank. Santri dilarang mencari keuntungan baik untuk diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan nama palsu atau martabat palsu atau dengan tipu muslihat (Sank. membawa. Santri dilarang berjudi atau bermain permainan yang dapat disamakan dengan judi (Sank. Ps. Santri dilarang berjualan didalam komplek pesantren tanpa ijin pengurus (Sank. Santri dilarang menghadiri atau menyaksikan pertun-jukan yang dilarang oleh pesantren (Sank. Santri dilarang mencari keuntungan pribadi dengan membawa nama pengasuh dan atau pengurus (Sank. Ps. Ps. 38k) c. melindungi orang yang melakukan pelanggaran (Sank. Ps. 44q) b. Santri dilarang naik kendaraan didalam komplek pesantren (Sank. Santri dilarang melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma kesusilaan didalam atau diluar komplek pesantren (Sank. 47) . 38h) Pasal 26 Santri dilarang memiliki. Santri dilarang bergaul secara bebas dengan orang lain diluar komplek pesantren (Sank. 44j) Pasal 21 a. Ps. Ps. 44e) e. 46d) Pasal 27 Santri yang bepergian atau pulang dilarang melampaui batas waktu yang telah ditentukan oleh pengurus (Sank. 38e) b. Santri dilarang mengganggu atau mengerumuni kendaraan orang lain (Sank. Ps. Ps. Santri dilarang bertemu dengan lawan jenis kecuali di tempat dan waktu yang ditentukan serta mendapat ijin pengurus (Sank. melihat. 43b) Pasal 23 a. 46c) Pasal 25 a.c. Santri dilarang membantu. 44i) d. Ps. 38c) d. menyimpan senjata api. Ps. Santri dilarang bermain permainan yang dilarang oleh pesantren (Sank. senjata tajam. Ps. Ps.00 sampai dengan pukul 04. 45m) c. Ps. 45l) Pasal 20 Santri dilarang berada diluar komplek pesantren pada waktu antara pukul 21. 44k) b. Santri dilarang berjual beli barang illegal didalam atau diluar komplek pesantren (Sank. Santri dilarang memakai kendaraan orang lain tanpa ijin pemiliknya (Sank. Ps. Ps. Santri dilarang mandi di jeding tetangga tanpa ijin pengasuh/pengurus (Sank. memiliki. menggunakan. dan jenis lainnya yang dilarang pemerintah dan atau pesantren (Sank. Ps. Santri dilarang membeli. menyimpan minuman keras dan semisalnya (Sank. Ps. Ps. 42) Pasal 24 a. 46b) b. Ps. 38i) Pasal 22 a. dan membaca bacaan atau gambar porno menurut pandangan pesantren (Sank. Santri dilarang minum.

40g) Pasal 31 Petugas pesantren dilarang menyalahgunakan wewe-nangnya (Sank. Ps. 48a) b. Diserahkan kepada orang tuanya/walinya 2. 48c) BAB IV HUKUMAN-HUKUMAN Pasal 33 Jenis-jenis Hukuman a. Dicabut suatu haknya b. 40c) Pasal 30 Ketua kamar dilarang menggunakan kamarnya sebagai tempat menginap tamu tak dikenal tanpa ijin pengasuh/pengurus (Sank. Menurut keputusan pengasuh/pengurus 6. 44n) b. 40f) Pasal 32 a. istighfar. Ps. Disita suatu barangnya 5. Didenda 3. Ps. Ketua kamar dilarang menolak pelimpahan anggota baru yang ditetapkan oleh pengasuh/ pengurus (Sank. Ketua kamar dilarang menerima anggota baru tanpa ijin pengasuh/pengurus (Sank.Pasal 28 a. Ps. Santri dilarang menyalahgunakan surat ijin yang dikeluarkan pesantren (Sank. Ps. Dicukur 4. Kerja 2. 40d) Pasal 29 Kepala kamar dilarang meninggalkan kamarnya dalam masa lebih dari tujuh hari tanpa ijin pengasuh (Sank. Hukuman Ringan 1. Membaca Al Qur’an. Santri dilarang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan orang yang dinyatakan tidak membantu ketertiban pesantren (Sank. Ps. Hukuman Berat 1. dzikir Pasal 34 Semua jenis hukuman berat dilaksanakan oleh pengasuh dan semua hukuman ringan dilaksanakan oleh pengurus Pasal 35 Hukuman kerja ialah mengerjakan pekerjaan yang bermanfaat bagi pesantren Pasal 36 . Ps.

Hukuman denda sekurang-kurangnya Rp. 31) g. 18a) c. melawan dan memukul petugas pesantren yang sedang melaksanakan tugasnya (Ps. Tidak melaksanakan tugasnya sebagai petugas pesantren (Ps. 5c) h. 28b) e. Santri bergaul secara bebas dengan orang lain diluar komplek pesantren (Ps. 25b) i. Minum. 18b) g. Tidak belajar atau mengajar di madrasah atau sekolah (Ps. Menghina. menyimpan minuman keras dan semisalnya (Ps. 29) d. Berjudi atau bermain permainan yang dapat disamakan dengan judi (Ps. 16a) b. 22b) Pasal 39 Dihukum dengan hukuman dicabut haknya setiap santri yang: a. Santri putri pulang tidak dijemput orang tua/walinya atau orang yang ditugasi pengurus (Ps. 12d) c. Tidak melaksanakan tugasnya sebagai ketua kamar (Ps. 12b) b. bertengkar atau bermusuhan dengan orang lain (Ps. 25. 21c) j. Ketua kamar meninggalkan kamarnya lebih dari tujuh hari tanpa ijin pengasuh/pengurus (Ps. 11d) b. 12c) f. 7a) c. 22c) d. 23a) e. Memukul. Tidak menghadiri rapat yang diadakan oleh pengurus (Ps. memiliki. kecuali hukuman berat berupa diserahkan kembali kepada orang tua/walinya BAB V SANKSI-SANKSI Pasal 38 Dihukum dengan hukuman diserahkan kembali kepada orang tua/walinya setiap santri yang: a. Berhenti/pindah tanpa pamit kepada pengasuh dan melapor kepada pengurus (Ps. Tidak menetap didalam komplek pesantren (Ps. Mencari keuntungan baik bagi diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan nama palsu atau martabat palsu atau tipu muslihat (Ps. 1. Mencari keuntungan pribadi dengan membawa nama pengasuh atau penguruss (Ps. 30) . Mencuri atau mengambil hak orang lain dengan cara tidak sah baik didalam maupun diluar pesantren (Ps. Melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma kesusilaan baik didalam maupun diluar pesantren (Ps. 25a) f. Ketua kamar menolak pelimpahan anggota baru yang ditetapkan oleh pengurus (Ps.000 (seribu rupiah) dan sebanyak-banyaknya Rp. Ketua kamar menggunakan kamarnya sebagai tempat menginap tamu tak dikenal tanpa ijin pengasuh/pengurus (Ps. Menjadi anggota organisasi terlarang (Ps. 45n) Pasal 40 Dihukum dengan hukuman dicabut haknya setiap ketua kamar atau petugas pesantren yang: a. Petugas pesantren menyalahgunakan wewenangnya (Ps. 11b) k.000 (dua puluh lima ribu rupiah) Pasal 37 Bebas dari semua jenis hukuman ringan apabila terhukum telah membayar denda yang telah ditentukan menurut keputusan pengurus.

Membawa. 11b) g. 17d) c. 32a) o. 9b) e. Mandi di jeding tetangga tanpa ijin pengasuh/ pengurus (Ps. 1. Santri putra berambut panjang atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren (Ps. Tidak masuk madrasah atau sekolah pada jam efektif (Ps. 6e) p.000 (seribu rupiah) setiap santri yang: a. 1. Menyalahgunakan surat ijin yang dikeluarkan oleh pesantren (Ps. 17e) d. 23b) Pasal 43 Dihukum dengan hukuman dicukur atau membayar denda sedikit-dikitnya Rp. 14d) i. 17c) b. 16c) n.00 WIB kecuali untuk kepentingan ibadah atau udzur syar’i (Ps. 1. Santri putri yang membawa. 19a) b. Menghadiri atau menyaksikan pertunjukan yang dilarang pesantren (Ps. 20) k. Memakai kendaraan orang lain tanpa ijin pemiliknya (Ps. Pulang tanpa membawa surat ijin dari pesantren (Ps.Pasal 41 Dihukum dengan hukuman disita suatu barangnya untuk diserahkan kepada orang tua/walinya dan membayar denda yang besarnya ditentukan pengurus setiap santri yang: a. Rp. memakai atau menyimpan barang perhiasan berupa emas dan sejenisnya kecuali anting-anting (Ps. istighatsah dan burdah (Ps. Tidak membaca ratibul haddad. 14c) Pasal 44 Dihukum dengan hukuman kerja atau dzikir atau membayar denda sedikit-dikitnya Rp. 22d) f. 19c) j. Membantu atau melindungi orang yang melakukan pelanggaran (Ps. Tidak berada dalam komplek pesantren setelah habis masa berlaku surat ijinnya atau tidak menyerahkan langsung kepada pengasuh/ pengurus (Ps. 11c) q. 21a) l. Menyalahgunakan hak milik pesantren untuk kepentingan pribadi (Ps. Membawa. Mengghashab hak orang lain (Ps. Ketua kamar yang tidak mendaftarkan calon santri yang menetap dikamarnya kepada pengurus selambat-lambatnya 3 x 24 jam (Ps. 6c) b. 17f) e. 22e) c. 13) d. Memasak atau tidur diluar komplek pesantren (Ps. Memakai pakaian yang tidak sesuai dengan kepribadian pesantren (Ps.00 s/d 04. Keluar dari komplek pesantren sejauh lebih dari 1 km atau bermalam diluar komplek pesantren tanpa membawa surat keterangan dari pengurus (Ps. Membunyikan alat-alat elektronik pada jam efektif yang dapat mengganggu ketenangan belajar (Ps.000 (seribu rupiah) atau dzikir setiap santri yang bermain permainan yang dilarang pesantren (Ps.000 (seribu rupiah) atau dzikir setiap santri yang: a. Tidak menjaga kesopanan dan nama baik pesantren (Ps. Berada diluar komplek pesantren pada waktu antara pukul 21. 11a) . Membunyikan tape recorder atau sejenisnya tanpa ijin pengurus (Ps. memiliki atau menyimpan tape recorder melebihi batas yang ditentukan (Ps. barzanji. 6d) c. Tidak menjaga kerapian dan kebersihan pesantren (Ps. 16b) m. Kost Makan atau numpang mandi diluar batas dan tempat yang telah ditentukan pesantren (Ps. 22a) r. memiliki atau menyimpan hand phone tanpa ijin pengurus (Ps. 19b) Pasal 42 Dihukum dengan membayar denda sedikit-dikitnya Rp. 12a) h. Bertemu dengan lawan jenis diluar tempat dan waktu yang telah ditentukan dan tidak mendapat ijin dari pengasuh/pengurus (Ps.

Berjual beli barang illegal didalam atau diluar komplek pesantren (Ps. 6b) c. 15b) i. Naik kendaraan didalam komplek pesantren yang batasnya ditentukan oleh pengurus (Ps. 15a) h. Tidak mengikuti wirid dan dzikir setelah shalat jama’ah tanpa udzur syar’i (Ps. keji. 21b) Pasal 46 Dihukum dengan hukuman disita suatu haknya dan didenda serendah-rendahnya Rp. Mengganggu atau mengerumuni kendaraan orang lain (Ps. 26) Pasal 47 Dihukum dengan hukuman kerja atau dzikir atau denda perhari Rp. Tidak muthalaah pada waktu yang diatur oleh pengurus tanpa udzur syar’i (Ps.000 (dua ribu rupiah) setiap santri yang: a.000 (seribu rupiah) santri yang: a. Tidak melaksanakan shalat jama’ah tanpa udzur syar’i (Ps. Berkata kotor. 2. 8a) e. Menitipkan hak miliknya kepada orang lain diluar komplek pesantren tanpa ijin pengasuh/ pengurus (Ps. senjata tajam dan jenis lainnya yang dilarang oleh pemerintah atau pesantren (Ps. Berjualan didalam komplek pesantren tanpa ijin pengasuh/pengurus (Ps. 19d) l. 19e) m.Pasal 45 Dihukum dengan hukuman dicukur atau kerja atau dzikir atau denda serendah-rendahnya Rp. 2. 1. Memasak didalam atau disekitar kamarnya (Ps. Israf dalam menggunakan air. 28a) b. Memiliki. Ramai. menyimpan. 14b) g. 8b) f. membelanjakan bekalnya atau membeli barang yang kurang bermanfaat (Ps. 24a) c. 7b) d. 24b) d. menyimpan senjata api. Membeli. melihat dan membaca bacaan/gambar porno menurut pandangan pesantren (Ps. yang dapat mengganggu ketenangan umum (Ps. 27) Pasal 48 Dihukum dengan hukuman menurut keputusan pengasuh/pengurus : a. Tidak menghadiri tempat pengajian umum/ pengarahan yang diadakan pengurus (Ps. membawa. 5a) c. Rp. Santri yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan orang lain yang dinyatakan tidak membantu ketertiban pesantren (Ps.500 (dua ribu lima ratus rupiah) setiap santri yang : Bepergian atau pulang melampaui batas waktu yang telah ditentukan pesantren (Ps. 5b) . menggunakan. 6a) b. 17b) k. Tidak mengikuti pengajian Al Qur’an dan kitab yang setaraf dengan kemampuannya yang dibaca ditempat pengajian (Ps. 14a) b. berteriak-teriak yang dapat mengganggu ketenangan umum (Ps. 32f) Pasal 49 Dihukum dengan dua kali lipat hukuman setiap santri yang melanggar tidak memenuhi panggilan pengurus (Ps. Makan atau minum diluar komplek pesantren (Ps. Ketua kamar yang menerima anggota baru tanpa ijin pengasuh/pengurus (Ps. Santri yang tidak patuh kepada pengasuh atau kebijakan pengurus (Ps. 17a) j.

memperbaiki. Tidak membantu petugas keamanan yang pelaksanaannya diatur oleh pengurus (Ps.1/K. ZAINI ISHAQ PENJELASAN PERATURAN PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KALIREJO SITUBONDO NOMOR : 17/1602/PP. maka semua ketentuan yang bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi b. Dengan berlakunya peraturan ini. santri yang: a.Pasal 50 Dihukum dengan hukuman denda serendah-rendahnya Rp. pengajian-pengajian yang diadakan sesudah shalat maktubah baik di mushalla atau tempat lain yang ditentukan pengurus . membantu kontrol keamanan. dan menyapu halaman (Ps. 9a) b. KH.000 (seribu rupiah) atau dzikir dengan tetap melaksanakan tugas secara keseluruhan. memelihara gedung atau bangunan dan peralatan pesantren (Ps. Tidak membaca tarhim. 1. 10b) BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 51 Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur menurut keputusan pengasuh atau kebijakan pengurus Pasal 52 a. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diadakan perubahan apabila dipandang perlu Ditetapkan di : Kalirejo Pada tanggal : 11 Oktober 2009 : 22 Syawal 1430 Pengasuh Pesantren. 10a) c.AH/A.F/X/2009 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 sampai dengan pasal 4 cukup jelas BAB II KEWAJIBAN-KEWAJIBAN Pasal 5 sampai dengan pasal 7 cukup jelas Pasal 8 Yang dimaksud pasal 8 ayat a. Tidak membantu pengasuh dalam membangun.

Apabila pencurian tidak mencapai nilai tersebut sanksi pasal ini (Ps. ialah mengambil harta orang lain secara melanggar hukum dalam jumlah sedikitnya senilai 1. Situbondo. Selain tersebut diatas maksimal 15 hari 15 malam Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 1. batas waktu lama keluar: a. Probolinggo. Ayat b. Barat : sawah Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Yang dimaksud pasal ini ayat a. Bali. dispensasi makan/minum diluar komplek pesantren 1 hari sebelum dan sesudah peringa-tan Maulid dan Tauhir 2. Timur : sungai d. Banyuputih. Ayat b. 3 hari 3 malam d. ketentuan 1 km adalah dari pagar pondok pesantren. Asembagus.00 WIB Pasal 10 Pasal 10 cukup jelas Pasal 11 1. Wongsorejo. Selatan : Persimpangan jalan pertama dari : pesantren c.00 WIB sudah harus kembali berada di komplek pesantren dan menyerahkan surat ijinnya kepada pengurus 2. Panji. batas akhir menyapu pagi pukul 07. yang dimaksud batas dan tempat adalah: a. Mangaran. Pasuruan dan sekitarnya 4 hari 4 malam e. Untuk ijin harian hanya berlaku satu hari dan pukul 17. Ayat c. dan Besuki dan sekitarnya 2 hari 2 malam c.00 WIB dan sore pukul 17. Utara : Masjid b. Bondowoso. Madura dan kepulauannya 7 hari 7 malam g. Arjasa dan sekitarnya 1 hari 1 malam b. Jangkar.Pasal 9 Yang dimaksud pasal 9 ayat a. Banyuwangi. Lumajang. Jember dan sekitarnya. Jawa Tengah. Surabaya dan kabupaten/kota sekitarnya 5 hari 5 malam f.2 gram emas. yaitu ukuran panjang-nya lebih dari 30 cm dan lebar 15 cm . 38a) juga berlaku jika perbuatan pelaku merupakan pengulangan perbuatan sebe-lumnya dan diwajibkan mengembalikan barang curiannya atau mengganti sesuai harga barangnya Pasal 17 Yang dimaksud pasal ini ayat d. Ayat a.

Ayat c. yang dimaksud dengan norma-norma kesusilaan adalah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan akhlaq menurut ajaran islam dan adat istiadat sehingga berakibat keresahan orang lain dan terganggunya keter-tiban umum Pasal 23 dan 24 Cukup jelas Pasal 25 Yang dimaksud pasal ini ayat a. memar. bengkak dan terganggunya fungsi anggota badan b. Bertengkar atau bermusuhan adalah percek-cokan/perselisihan yang tidak disertai pemukulan tetapi tidak mau dan atau tidak bisa didamaikan lagi c. yang dimaksud menghina adalah perbuatan. seperti mencium. Ayat b. luka. adalah pribadi pengasuh dan keluarga dekat (Ahlul Bait) Pasal 26 dan 27 Cukup jelas Pasal 28 Yang dimaksud anggota baru dalam pasal ini adalah orang baru dari luar untuk berdiam di komplek pesantren dalam waktu lebih dari 24 jam Pasal 29 s. Ayat b.Pasal 18 Yang dimaksud dengan: a.d 32 Cukup jelas Pasal 33 Yang dimaksud dengan hukuman diserahkan kembali kepada orang tua/walinya adalah diserah-kan kembali kepada orang tua/walinya sekaligus dicabut haknya sebagai santri dan . memegang dan semacamnya. tulisan atau perkataan yang dapat menurunkan wibawa serta martabat pengurus Pasal 19 s. yang dimaksud bergaul/berhubungan baik secara langsung atau tidak langsung dengan lawan jenis yang bukan mahramnya adalah bergaul /berhubungan yang termasuk dalam muqaddimah zina. Memukul adalah melakukan pemukulan baik dengan tangan maupun dengan alat atau upaya yang mengakibatkan pingsan. Termasuk dalam pengertian ayat ini adalah melakukan hubungan yang menimbulkan mafsadah seperti perpeca-han rumah tangga. merangkul. pertunangan dan meng-ganggu ketenangan/ ketertiban pesantren dan lingkungan 2.d 21 Cukup jelas Pasal 22 1.

BIDANG-BIDANG Ubudiyah : Moh. Hodariyanto Kesehatan : Abdul Wafi Keamanan : Miarso PHBI : Sokkom Wajdi HUMAS : Ach. Ulif Al Inayah 5. Nur Hayati 3. Nur Hayati C. Jahuri AY. MAJLIS PERMUSYAWARATAN KELUARGA (MPK) 1. S. Moh. S. Zaini Ishaq SUSUNAN KEPENGURUSAN PONDOK PESANTREN AINUL HUDA Kalirejo Situbondo Jawa Timur A. Pendidikan Formal . Wakil Sekretaris : Moh.siswa Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo.Ag. S. Moh.Pd. Ach. Masyhudi SISTEM DAN BENTUK PENDIDIKAN Pondok pesantren Ainul Huda Kalirejo Situbondo yang saat dipimpin oleh KH. Pekerjaan Umum : M.Ag. Zaini Ishaq dalam melestarikan dan mengembangkan perannya sebagai lembaga pendidikan. PEP : Ach. Dhuhri. Rosyidin Asrama : Moh. 4. Berhubung fungsi utama Pondok Pesantren adalah sebagai lembaga pendidikan. maka sebagai manifestasi dari fungsi tersebut Pondok Pesantren Ainul Huda Kalirejo menyelengga- rakan berbagai kegiatan pendidikan agama dan umum baik formal maupun non formal. Faizin Zaini B. Zaini Ishaq Wakil Pengasuh : Moh. Faizin Zaini Bendahara : Ulif Al Inayah Wakil Bendahara : Ny. Zaini Ishaq 2. Kholil Jamil Sekretaris : Ach. KH. KH. PENGURUS HARIAN Pengasuh : KH. Darsuki Pendidikan : Wafir Mawardi. Kholil Jamil 6. Dhuhri. Ditetapkan : di Kalirejo Pada tanggal : 11 Oktober 2009 : 22 Syawal 1430 H Pengasuh pesantren. maka dituntut untuk terus melakukan pembenahan dan upaya-upaya secara maksimal dalam pengertian luas. 1. Ny.

MA Ainul Huda (berdiri tahun 2009) 2. RA Miftahussurur (berdiri tahun 2002) b. Hadrah Al Banjari 2. Computer dan internet 3. Khithabah dan Muhadlarah 4. Inggris) . Pengajian dan pendalaman kitab kuning 1.Yang dimaksud pendidikan formal disini adalah pendidikan dalam suasana klasikal dan mempunyai batasan-batasan admini-strative tertentu sesuai tingkat umur masing-masing siswanya. Pendidikan formal yang sudah berjalan adalah: a. Pendidikan non formal yang berjalan di Pondok Pesantren Ainul Huda adalah: a. Dekorasi dan Kaligrafi c. Bahasa Asing (Arab. SMP Ainul Huda (berdiri tahun 2006) d. Diskusi b. Pendidikan Non Formal Pendidikan non formal adalah bentuk lembaga pendidikan non klasikal. Seni dan pengembangan bakat 1. Pelatihan keterampilan 1. MD Miftahussurur (berdiri tahun 2002 c. Sorogan 3. Wetonan/bandongan 2. Menjahit 2.