You are on page 1of 9

LAPORAN SEMENTARA

II. BUDIDAYA TANAMAN BUAH

A. Hasil Pengamatan
Tabel 3.1 Hasil Pengamatan Penanaman Semangka (Citrullus lanatus)
No Indikator Hasil Pengamatan
1 Muncul Bunga Bunga berwarna kuning
pada 25-30 hari setelah
tanam.
2 Muncul Buah Tidak berbuah karena
tanaman sudah mulai
mengering atau layu
3 OPT Ditemukan ulat pemakan
daun dan kutu. Penyakit
yang menyerang
biasanya adalah bercak
kecoklatan pada daun
Sumber : Hasil Pengamatan
Table 3.2 OPT Tanaman Semangka (Citrullus lanatus)
Hama Penyakit

Daun mengalami bercak kuning
Daun berlubang
kecoklatan
Sumber : Hasil Pengamatan

sangat bergantung pada keseimbangan alam. (2013) pertanian organik menghasilkan . Intinya adalah pertanian organik. Penyakit yang menyerang biasanya adalah bercak kecoklatan pada daun Sumber : Hasil Pengamatan Table 3.4 OPT Tanaman Melon (Cucumis melo) Hama Penyakit Daun mengalami bercak kuning Daun berlubang kecoklatan Sumber : Hasil Pengamatan B. Pembahasan Pertanian organik adalah sistem manajemen produksi yang bertujuan untuk produksi yang sehat dengan menghindari penggunaan kimia berbahan aktif dalam hal ini pupuk kimia maupun pestisida kimia untuk menghindari pencemaran udara tanah dan air juga hasil produksi pertanian pada khususnya. dan tidak bergantung pada pupuk ataupun pestisida berbahan kimia aktif yang sebenarnya bisa merusak keseimbangan alam dan ekosistem. pertanian organik juga menjaga keseimbangan ekosistem dan sumberdaya alam yang terlibat langsung dalam proses produksi. Menurut Harianto et al.3 Hasil Pengamatan Penanaman Melon (Cucumis melo) No Indikator Hasil Pengamatan 1 Muncul Bunga Bunga berwarna kuning pada 25-30 hari setelah tanam. 3 OPT Ditemukan ulat pemakan daun dan kutu. Tabel 3. selain itu. 2 Muncul Buah Tidak berbuah karena tanaman sudah mulai mengering atau layu.

Menurut Roidah (2013) masyarakat telah menyadari tentang efek negatif dari penggunaan bahan kimia dalm produksi pertanian sehingga perlu dikembangkannya pertanian organik. Selain lebih sehat. polusi air. mikronutrisi. dan bila disimpan tidak cepat membusuk. antara lain penambahan zat organik ke dalam tanah. manis. Kadar vitamin. Manfaat yang diperoleh dari budidaya buah organik sangat banyak yaitu kandungan gizi dalam buah lebih tinggi.produk organik yang merupakan bahan standar kesehatan yang direkomendasikan. Usaha manusia yang dapat dikategorikan sebagai pendukung budidaya pertanian secara organik. maka lambat laun akan mengalami kerusakan pada sel-sel tubuhnya. dan polusi udara. Kadar air didalam buah organik rendah tetapi tinggi kadar seratnya sehingga tidak cepat membusuk. Penyakit kanker merupakan salah satu jenis penyakit ganas yang disebabkan adanya penyimpangan pertumbuhan sel-sel dalam tubuh yang antara lain dipicu karena menurunnya kualitas lingkungan sekitar. Residu tersebut berpindah dan mengendap di dalam tubuh secara terus- menerus. Kesehatan lingkungan serta kesehatan tubuh juga akan semakin meningkat. tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya tersebut tentunya kesuburan tanah bisa terhaga dengan baik dan . buah organik juga memiliki banyak manfaat lainnya diantaranya buah terasa lebih renyah. Kelebihan pertanian organik dibandingkan dengan budidaya konvensional antara lain bebas racun dan bahan kimia. namun manusia dapat berperan secara aktif untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara bijaksana dan ramah lingkungan. Pemakaian pestisida dan senyawa kimia untuk tanaman berisiko menghasilkan residu atau endapan senyawa kimia pada seluruh bagian tanaman yang dikonsumsi sehari-hari. serat . antioksidan dan mineralnya murni berasal dari buah akan terjaga (produk lebih sehat). Budidaya pertanian secara organik tidak semata-mata menggantungkan segala sesuatunya pada alam. Semakin banyak lapisan masyarakat yang menanam buah atau melakukan budidaya organik maka kelestarian lingkungan pun semakin terjaga karena dapat menekan polusi tanah.

udara dan lain sebagainya. Menghasilkan produk yang lebih berkualitas.tanaman akan menghasilkan panen yang lebih sehat dan tentunya lebih aman untuk dikonsumsi.Tanaman organiak akan tumbuh secara alami maka zat gula dan nutrisi yang terkandung dalam buah dan sayur terbentuk dengan lebih sempurna dan rasanya lebih enak. Menurut Muljaningsih (2011) menyatakan konsumen cenderung ingin mengkonsumsi produk-produk yang diyakini terbebs dari racun-racun kimia hasil dari pertanian organik. Hal ini tentunya bisa menjaga lingkungan agar tetap terjaga dengan baik dan menghindari pencemaran tanah. Pertanian organik juga memeiliki beberapa kekurangan diantaranya sebagai berikut memerlukan usaha lebih berat karena membutuhkan tenaga dan usaha yang lebih ekstra dibandingkan dengan pertanian konvensional karena memerlukan perhatian dan perawatan lebih terutama dalam mengolah tanah. Pertanian organik menghasilkan produktivitas yang rendah dibandingkan dengan pertanian konvensional. hal ini akan mengakibatkan tidak tersedianya bahan pangan yang cukup. Biaya lebih murah. Lebih ramah lingkungan dengan tidak menggunakan bahan kimia yang bisa merusak lingkungan dan mengurangi kesuburan tanah. menyiangi rumput atau tumbuhan liar diarea pertanian dan sebagainya. produk atau panen yang dihasilkan oleh pertanian organik memiliki rasa dan nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan sistem tanam konvensional. Menurut Aufnada et al. air . pertanian organik justru menggunakan lebih sedikit biaya karena petani atau pembudidaya tanaman tidak perlu menghabiskan biaya untuk membeli bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida buatan pabrik. (2015) menyatakan produk organik memiliki harga yang tinggi dibandingkan produk konvensional dan kurangnya informasi untuk konsumen mengenai pangan organik sehingga menyebabkan produk pangan organik belum berkembang. Harga produk organik lebih mahal dibandingkan produk konvensional. Penampilan fisik tanaman . Tidak ada zat tambahan yang diberikan pada tanaman untuk memaksanya tumbuh lebih cepat dan menguras rasa serta kualitasnya. memperhatikan hama tanaman dan mengusirnya.

Persepsi yang berbeda mengenai hasil. Menurut Saragih (2013) kendala usahatani umunya yang dirasakan oleh petani adalah rendahnya nilai pendapatan. walau meskipun seorang petani tidak menggunakan pupuk dan obat kimia maka akan memperoleh cemaran dari petak lain yang menggunakan zat-zat tersebut. Semakin banyak hasil panen yang diperoleh diyakini oleh sebagian besar petani akan memberikan hasil atau keuntungan yang lebih besar pula. karena banyak kelompok atau pelaku pertanian organik yang gulung tikar karena tidak mempunyai jaringan pemasaran atau karena kehilangan kepercayaan dari pasar. Asupan zat-zat kimia yang diberikan pada lahan sawah yang dekat dengan irigasi akan terbawa kemana air akan mengalir. Ketrampilan petani masih kurang dalam mengelola pertanian organik sangat minim dikarekan dalam membuat kotoran hewan atau bahan – bahan organik lainnya menjadi pupuk yang siap pakai membutuhkan perlakuan khusus dengan menambahkan beberapa materi lain dan membutuhkan kurun waktu tertentu. . keterbatasan lahan yang dimiliki oleh petani dan posisi penawaran pada pihak petani kurang kuat.organic kurang bagus (misalnya berkurang lebih kecil dan daun berlubang- lubang) hal ini akan mempengaruhi keinginan konsumen untuk membeli produk organik. Lahan pertanian organik belum terlindungi karena lingkungan sekitar lahan juga membrikan sumbang asih ke lahan organik. Petani mengalami saat kritis. Para petani belum melihat selisih nilai jual dari produk yang mereka hasilkan. Hal ini pula yang merupakan pertimbangan pemilik lahan untuk memperbolehkan atau tidak sawahnya dikelola secara organik. sebagian besar petani masih menyakini bahwa hasil pertanian diukur dari jumlah produksi yang diperoleh. diantaranya pertanian organik dipandang sebagai sistem pertanian yang merepotkan karena pola pikir petani yang menginginkan sesuatu yang mudah dan cepat. Perkembangan sektor pertanian organik memilik beberapa kendalanya. penurunan produksi berbanding lurus dengan pola penggunaan pupuk kimia sebelumnya. Kegagalan menjaga kepercayaan pasar.

Sistem pertanian organik lebih banyak memanfaatkan sumber daya alami seperti bahan-bahan organik untuk mempertahankan kesuburan tanah dan tanaman. Stabilitas sistem dalam menghasilkan biomasa dipengaruhi oleh faktor fisik maupun faktor biotik seperti ketersediaan air. Sistem pertanian organik. tetapi dapat menjamin stabilitas. Sistem pertanian organik menekankan pada penggunaan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman. Manajemen sistem pertanian organik lebih menjamin equitabilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan pertanian konvensional. (2017) negara yang didominasi sektor pertanian dengan sub sektor yang terdiri tanaman pangan dan hortikultura sehingga pembangunan pertanian merupakan sektor utama yang dikembangkan. Tindakan ini akan meningkatkan internal input dan mengurangi eksternal input. pengolahan tanah yang tepat dan rotasi tanaman dapat melindungi tanah dari kerusakan. walaupun produktivitasnya tidak setinggi sistem pertanian konvensional. aktivitas organisme pengurai. dan memanfaatkan pestisida organik untuk pengendalian hama dan penyakit. Equitabilitas yang . Stabilitas sistem ditentukan oleh banyak sedikitnya tindakan yang dapat memperkecil pengaruh buruk adanya perubahan fisik dan biotik tersebut. Adanya keseimbangan pori-pori mikro dan makro serta meningkatnya kemampuan menahan air dalam jumlah banyak memungkinkan tanah tetap kondusif untuk pertumbuhan tanaman di musim kemarau pada saat curah hujan terbatas.Bahan kimia digunakan dalam jumlah terbatas atau tidak digunakan sama sekali sehingga dapat terhindar dari pencemaran tanah dan air serta musnahnya mikroorganisme yang berguna dalam menciptakan keseimbangan ekosistem. Sustainabilitas sistem pertanian organik terbukti bahwa tindakan penggunaan bahan organik. iklim mikro. organisme pathogen. sustainabilitas dan equitabilitas yang lebih tinggi sehingga lebih menjamin rasa aman bagi penghuni sistem untuk jangka panjang. Tanah dapat terpelihara kesuburannya baik fisik. Menurut Yanti et al. dengan menghindari penggunaan bahan kimia. kimia maupun biologis. Sistem pertanian organik penggunaan bahan organik dan pengolahan yang sesuai dapat memperbaiki sifat fisik tanah.

Menempatkan polybag didalam rumah kaca dengan perawatan dan pengamatan yang dapat dilakukan sesuai kelompok. Penanaman melon dan semangka di Rumah Kaca FP UNS kebanyakan tanaman telah mati sebelum berbuah. biji buah semangka (Citrullus lanatus). sekam. Bagi penghuni sistem. menyediakan input dari dalam lebih mudah dan setiap individu dapat mempraktekkan teknologi yang diterapkan dalam manajemen pertanian organik.00-11. biji buah melon (Cucumis melo). Tanaman semangka juga mengalami hal tersebut sebelum tanaman semangka berbunga tetapi tanaman .tinggi terjadi karena pada pertanian organik lebih mengandalkan input dari dalam sistem seperti pupuk organik dan pestisida organik. agar keadaan media tanam menjadi lembab dan basah. Kegiatan yang pertama dilakukan adalah mempersiapkan semua aat dan bahan yang digunakan yaitu tanah. Mencampurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 setelah itu memasukan kedalam polybag sampai ¾ bagian yang telah disiapkan serta kemudian meratakan. Praktikum Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura acara 1 “Menyemaikan Benih Buah” dilaksanakan pada hari Minggu 18 Maret 2018 pukul 09. pupuk. Kelayuan tanaman disebabkan perawatan yang kurang ekstra oleh para praktikan dikarenakan beberapa hari tanaman tidak mendapatkan suplai air yang merupakan kebutuhan finansial bagi tanaman. tempat persemaian atau trey. Menyemprot atau menyiram dengan air.00 WIB bertempatan di depan Rumah Kaca Fakultas Pertanian UNS. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain perawatan yang kurang serta faktor lingkungan. Membuat lubang yang tidak terlalu dalam kemudian menempatkan satu biji buah semangka (Citrullus lanatus) dan satu biji buah melon (Cucumis melo) pada lubang polybag. Penggunaan mesin pertanian yang terbatas juga memungkinkan setiap individu dapat ikut terlibat dalam sistem pertanian organik. sehingga dibutuhkan 1 polybag berisi 2 tanaman semangka dan 1 polybag berisi 2 tanaman melon. alat tulis dan label. Tanaman melon kelompok kami sempat muncul bunga tetapi pada akhirnya tanaman ini layu.

Hasil dari praktikum ini semua tanaman kelompok kami mengalami gagal tumbuh atau mati. .ini mengalami kelayuan dan akhirnya mati.

Ekowati T. 2013. J. J. Ilmiah Pengabdian Masyarakat 1(2):88-94 . J. Analisis pendapatan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas sayur mayur di kecamatan purba kabupaten simalungun. 2013. J. Wacana 14(4):1-5 Roidah IS. Pengembangan pertanian organik melalui budidaya tanaman palawija dengan aplikasi teknologi rhizoba bakteri indigenos di nagari sungai durian kabupaten solok. DAFTAR PUSTAKA Aufnada V. Agro Ekonomi 30(2):91-108 Harianto NYS. Prastiwi WD. Pasaribu S. Busniah M. Hahazar H. Sosiawan RF. 2011. Syarief Z. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Presepsi Konsumen Terhadap Makanan Organik Di Surabaya. Agrica 6(2):85-90 Yanti Y. Jakarta: Universitas Indonesia Press Muljaningsih S. Universitas Tulungagung Bonorowo 1(1):30-36 Saragih MFA. J. 2017. Kesediaan membayar konsumen terhadap produk sayur organik di pasar modern jakarta selatan. Preferensi konsumen dan produsen produk organik indonesia.