You are on page 1of 20

MAKALAH OSILATOR

DESAIN DAN REALISASI RANGKAIAN ANALOG
SEMESTER III TH 2016/2017

M Rizki Ramadhan
(4315030005)

S1-TERAPAN
PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................... 4
1.3 Tujuan ..................................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Osilator RC ............................................................................................................. 8
2.2 Osilator LC .............................................................................................................. 13

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 19
3.2 Saran ........................................................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 21

ii

dan osilator relaksasi. Hampir semua alat-alat digital dari jam tangan. Pada makalah ini hanya akan dibahas mengenai osilator RC dan osilator LC. Dengan demikian fungsi osilator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak-balik Osilator digunakan secara luas sebagai sumber isyarat untuk menguji suatu rangkaian elektronik. yaitu osilator RC. gelombang mikro. BAB I PRNDAHULUAN 1. Bagaimana perbedaan antara osilator RC dan LC ? 4 . 1. komputer. kalkulator. osilator LC. Apa yang dimaksud dengan osilator? b.1 Latar Belakang Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya. Apa saja jenis osilator? d.2 Rumusan Masalah a. dan sebagainya menggunakan osilator. Osilator mengubah daya arus searah (DC) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (AC) dalam beban. Pembahasan mengenai osilator secara umum terbagi menjadi tiga macam. Osilator digunakan pada pemancar radio dan televisi. Suatu osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. alat-alat pembantu komputer. Apa fungsi dari osilator? c. dan juga dalam komunikasi radio. maupun optik untuk menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat ditumpangi berbagai informasi.

1. Menjelaskan fungsi osilator.3 Tujuan a. 5 . Menjelaskan jenis-jenis osilator. Menjelaskan pengertian osilator. b. d. Menjelaskan perbedaan antara osilator RC dan LC. c.

Pada umumnya rangkaian feedback menggunakan komponen pasif R dan C ( Malvino. Suatu osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. dan rangkaian tank circuit. Osilator mengubah daya arus searah (dc) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (ac) dalam beban. Dengan demikian fungsi osilator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak-balik. yaitu sebagian sinyal keluaran yang dikembalikan lagi ke masukan dengan phase dan tegangan yang sama sehingga terjadi osilasi yang terus menerus. Rangkaian feedback yaitu suatu rangkaian umpan balik yang sebagian sinyal keluarannya dikembalikan lagi ke masukan. BAB II PEMBAHASAN Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya. hal ini salah satu sistem supaya terjadinya tegangan dan phase yang sama antara input dan output. Dasar dari sebuah osilator yaitu sebuah rangkaian penguat dengan sistem feedback. Kondisi-kondisi untuk terjadinya osilasi adalah : 6 . Adapun beberapa bagian yang menjadi syarat untuk sebuah osilator supaya terjadi osilasi yaitu adanya rangkaian penguat. juga menjadi salah satu syarat penting terjadinya osilasi pada sebuah rangkaian osilator. yang digunakan pada aplikasi ini digunakan komponen L dan C karena semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka makin kecil harga komponen yang digunakan lain halnya menggunakan R dan C karena frekuensi yang dihasilkan tidak akan bisa mencapai harga yang paling tinggi karena terbatasnya harga Resistor. 1993). rangkaian feedback. Tank circuit yaitu rangkaian yang menentukan frekuensi kerja dari osilator frekuensi pembawa (carrier). Tinggi rendahnya frekuensi bisa ditentukan pada komponen L dan C pada Tank Circuit.

jika amplifier menghasilkan pergeseran fase 0o. Isyarat yang terakhir ini dikenal sebagai isyarat if (intermediate frequensi). Osilator dapat hampir secara murni menghasikan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tetap. Isyarat yang datang ini dicampur dengan isyarat dari osilator lokal sehingga menghasilkan isyarat pembawa informasi dengan frekuensi yang lebih rendah. ataupun gelombang yang hanya dengan harmonik. rangkaian tersebut akan berisolasi pada frekuensi yang sedemikian rupa sehingga menimbulkan pergeseran fase 0o pada rangkaian umpan balik. salah satu yang paling sederhana adalah rangkaian tangga RC tiga tahap. Dalam kasus tersebut. 7 . (a) Umpan-balik harus positif (yaitu sinyal yang diumpankan kembali harus tiba dalam keadaan sefase dengan sinyal diinputnya) (b) Gain tegangan loop keseluruhan harus lebih besar dari 1 (yaitu gain amplifier harus cukup besar sehingga melebihi pelemahan yang dihasilkan oleh rangkaian umpan balik selektif terhadap frekuensi). Pesawat penerima radio dan tv juga menggunakan osilator untuk mengolah isyarat yang datang. Osilator juga digunakan untuk menentukan dan mendeteksi dengan gelombang mikro (radar) ataupun gelombang ultrasonik (sonar). frekuensi osilasi adalah sedemikian rupa sehingga menimbulkan pergeseran fase 180o pada rangkaian umpan balik. Sejumlah rangkaian dapat digunakan untuk menghasilkan pergeseran fase 180o. Untuk membuat sebuah osilator hanya membutuhkan sebuah amplifier dengan gain yang cukup besar yang dapat mengkompensasi pelemahan dari rangkaian umpan balik positif. Osilator umumnya digunakan dalam pemancar dan penerima radio dan tv. Sebagai alternaif. dalam radar dan dalam berbagai sistem komunikasi. Suatu osilator dapat membangkitkan bentuk gelombang pada suatu frekuensi dalam batas beberapa siklus tiap jam sampai beberapa ratus juta siklus tiap detik. Dengan mengansumsikan bahwa amplifier memberikan pergeseran fase 180o. hal terpenting adalah umpan balik harus positif sehingga sinyal output tiba kembali pada input sedemikian rupa sehingga memperkuat sinyal aslinya.

osilator jembatan Wien dan osilator T-kembar. Terjadinya balikan pada sistem ini sangat tidak diharapkan. sehingga kondisi osilasi. 8 . maka sering terjadi proses balikan dimana suara dari speaker terambil kembali oleh mikropon diteruskan ke amplifier menghasilkan dengung. 2. yang berakibat isyarat keluar berbentuk sinusoida. Kondisi ini dikenal dengan balikan mekanik. Osilator berdasarkan metode pengoperasiannya dapat dikelompokkan menjadi dua. segitiga. Isyarat yang dapat dihasilakan berbentuk sinusoida .1. namun sistem balikan pada osilator sangat diperlukan. Osilator ini menghasilkan balikan positif yang bersifat reaktif. yaitu hanya berlaku untuk satu nilai frekuensi. yaitu osilator balikan dan osilator relaksasi.1 Osilator RC Osilator RC menggunakan hambatan R dan kapasitansi C untuk mengatur frekuensi. Osilator ralaksasi utamanya digunakan sebagai pembangkit gelombang sinusosidal. gigi gergaji atau pulsa. Dua yang pertama menghasilkan isyarat berbentuk sinusoida sedangkan osilator relaksasi menghasilkan isyarat persegi. yaitu osilator RC. gelombang kotak dan variasi bentuk gelombang tak beraturan. Jika mikropon terletak terlalu dekat dengan speaker. Gelombang gigi gergaji. yaitu osilator jembatan RC. osilator LC. 2. Pada dasarnya osilator ini tergantung pada proses pengosongan dan pengisian jaringan kapasitor dan resistor.1 Osilator Jembatan RC Satu bentuk osilator jembatan RC adalah seperti ditunjukkan pada gambar di bawah. Pada dasarnya ada tiga macam osilator. Ada beberapa macam osilator RC. dan osilator relaksi. Pada Osilator Balikan terjadi balikan pada sistem-suara yang digunakan pada suatu pertemuan.

𝐾𝑉 . Pada osilator jembatan RC digunakan dan . Gambar 1. rangkaian 3 elektronik ini akan berosilasi pada satu nilai frekuensi. Penguat lingkar terbuka 𝐾𝑉 . 𝐼𝑏 dibuat agar mempunyai nilai sama dengan 1 3. 𝐼𝑏 = ( ) (3) = 1. Dapat ditunjukkan bahwa pada nilai frekuensi sudut = 𝑅𝐢. Osilator Jembatan RC Tampak bahwa dan membentuk rangkaian umpan balik positif yang reaktif. sehingga kondisi osilasi terpenuhi. maka 𝛽𝑉 . yaitu . 2.1. maka faktor umpan balik. Frekuensi dapat diubah dengan 1 mengubah dan R2. Oleh karena umpan balik bersifat positif. 𝐼𝑏 dapat diatur dengan mengubah potensiometer .2 Osilator Jembatan Wien (Wien Bridge Oscilator) 9 . yaitu 𝑍̅2 1 𝛽𝑣 = 𝑍̅ Μ…2 =3 (1) 2 +𝑍 Bila dan dapat ditunjukkan bahwa faktor umpan balik bila Bila penguat lingkar terbuka 𝐾𝑉 . sehingga faktor umpan balik bergantung pada frekuensi.

Salah satu upaya untuk melaksanakan ini digambarkan pada gambar dibawah. akan tetapi dapat disimpulkan hal berikut. R R R1 R1 C C C R C R V0 R2 R2 Gambar 2. Pembahasan stabilitas osilator memerlukan pengertian teori kontrol. maka isyarat keluaran akan terus membesar sehingga tergunting. (b) Osilator Jembatan Wien Pada Gambar 2 (b) op-amp beserta dan membuat penguat tak membalik dilihat dari masukan tak membalik (+). Untuk osilator jembatan Wien bila penguatan kurang dari 3. Osilator jembatan Wien dapat dikontrol dengan menggunakan pengatur penguatan otomatik (Automatic Gain Control – AGC) agar mempunyai amplitudo yang konstan terhadap waktu. Agar terjadi osilasi haruslah dipenuhi hubungan 𝑅 1 𝐾𝑉 . (a) Jembatan Wien. atau osilasi tertekan sehingga tak keluar isyarat. Suatu perbaikan dari osilator jembatan RC seperti yang baru dibahas adalah osilator jembatan Wien. Suatu osilator dikatakan tak stabil bila amplitudo isyarat keluaran terus naik sehingga akhirnya terpotong (clipped). Pada frekuensi . Agar penguatan tetap mempunyai nilai 𝐾𝑉 = 3 diperlukan usaha untuk mengatur penguatan secara otomatis. osilator akan mati dan bila lebih dari 3. 10 . akibatnya keluaran tak lagi berbentuk sinusoida. 2 𝑉 Satu masalah pada osilator RC adalah stabilitas osilator. 𝑙𝑏 = 1 sehingga 𝐾𝑉 = (1 + 𝑅1 ) = 𝛽 = 3atau . faktor umpan balik positif oleh pembagi tegangan RC adalah . Penguatan untuk penguat ini adalah 𝐾𝑉 = (1 + 𝑅1 /𝑅2 ).

3 Osilator T-kembar R1 = R R2 = R C1=C C2 = C V0 / Vi Vi C3 = 2 C V0 R3 = R/ 2 0 (a) Ο‰ = 1/RC (b) Gambar 4. 2. Akibatnya penguatan akan turun.1. 11 . adalah lampu dengan hambatan kira-kira 200 bila dialiri arus 15 mA. T-kembar bersifat sebagai tapis sekat pita yang meneruskan semua nilai frekuensi kecuali dalam 1 suatu pita frekuensi di sekitar = 𝑅𝐢 . (b) tanggapan frekuensi T-kembar Tanggapan amplitude T-kembar dapat dilihat pada gambar 4. sehingga bila arus 15 mA mengalir pada lampu . Osilator jembatan Wien dengan penguat daya IC LM 386 Lampu . sehingga tetap akan sama dengan 3. f= 𝐢1 βˆšπ‘…1 𝑅2 f= πœ”/2πœ‹ = 1 KHz Gambar 3. Bila isyarat keluaran membesar maka arus pada lampu akan bertambah besar dan hambatannya akan membesar pula. untuk menjaga terpenuhinya kondisi osilasi. (a) Rangkaian T-kembar.

Osilator T-kembar Osilator T-kembar digunakan untuk membuat osilator dengan frekuensi yang dapat mempunyai satu nilai. Jika keadaan setimbang ini terjadi karena 𝑅3 ≲ . Dengan mengubah R1 agar faktor balikan 𝛽𝑉 dapat dibuat cukup kecil 𝛽𝑉 . R3 = R/2. yaitu β‰ͺ 1. Kita lihat bahwa rangkaian T-kembar menghubungkan keluaran dengan 1 masukan membalik. yaitu osilator yang tidak variabel. namun memiliki sinusoida dengan cacat amat kecil. 12 . Akan tetapi pada πœ” = 𝑅𝐢 ada tambahan beda fasa sebesar 180˚. Satu rangkaian osilator T-kembar dengan menggunakan op-amp seperti pada gambar 5. 1 Jika (𝑅3 + 𝑅1 ) ≲ 𝑅. 𝑣𝑖 2 1 maka pada frekuensi πœ” = 𝑅𝐢 ada beda fasa sebesar 180˚ antara keluaran dan masukan. 𝐾𝑉 . sehingga pada frekuensi πœ” = 𝑅𝐢 balikan bersifat positif. 𝑙𝑑 = 1. Kita dapat menggunakan T-kembar untuk membuat osilator. yaitu kondisi osilasi. Jika R3 tak tepat sama dengan R/2 terjadilah isyarat 𝑣0 𝑅 keluaran yang kecil. V0 Gambar 5. Jika R1 = R2. sedang C1 = C2 = C dan C3 = 2 secara tepat maka isyarat keluaran vo = 0 V.

dengan osilasi yang di peroleh melalui rangkaian LC paralel. yaitu dibawah 500 KHz. (a) bentuk dasar osilator LC.𝑙𝑑 adalah 𝐾 𝐾𝑉.𝑙𝑑 = βˆ’ 𝑣0 = 𝑍̅ 2 dan 𝛽𝑉 = 𝑍̅ +𝑍 1 Μ… π‘Ž 1 1 3 13 .𝑙𝑑 = 1+𝛽𝑉. maka: 𝑣 Μ… 𝑍 Μ… 𝑍 𝐾𝑉. (b) cara yang biasa digunakan untuk melukiskan rangkaian (a) Pada gambar di atas umpan balik dipasang negatif. bahkan sampai frekuensi gelombang mikro.𝑙𝑏 (2) 𝑉 𝐾𝑉. 𝑍3Μ… 𝑍2Μ… 𝑍1Μ… 𝑍2Μ… V0 𝑍3Μ… Vf Va 𝑍1Μ… (a) (b) Gambar 6.𝑙𝑏 Pada gambar bila arus isyarat dalam lingkar dapat dianggap besar dibandingkan dengan arus isyarat pada bagian lain osilator. Di dalam pasal ini kita akan membahas osilator LC.2 Osilator LC Osilator RC digunakan untuk menghasilkan isyarat sinusoida frekuensi rendah. Osilator RC tidak menggunakan induktor.2. dan frekuensi dapat di ubah dengan mengatur hambatan suatu potensiometer. sehingga penguatan lingkar tertutup (dengan balikan) 𝐾𝑉. Osilator LC digunakan untuk memperoleh isyarat sinusoida dan frekuensi audio hingga frekuensi radio.

𝑋 = πœ”πΏ.Persamaan (3) menjadi: 𝑋 𝐾𝑉. maka: Μ… 𝑍 𝐾𝑉. kita harus usahakan agar penguatan lingkar 𝛽𝑉 .𝑙𝑏 = 𝑍̅ +𝑍̅ ×𝑍 2 Μ… =𝑍 2 Μ… +𝑍 Μ… Μ… Μ… Μ… = βˆ’1atau𝑍2 = βˆ’π‘1 βˆ’ 𝑍3 atau 1 3 1 1 3 𝑍1Μ… + 𝑍3Μ… + 𝑍3Μ… = 0 (4) Kedua syarat diatas (persaman 3 dan persamaan 4) hanya dapat dipenuhi jika 𝑍1Μ… . 𝑍̅2 dan 𝑍̅3 semua nya adalah reaktansi murni.𝑙𝑏 = 1 . atau 𝑍̅ = 𝑗𝑋.Keadaan ini dipenuhi nilai 𝑍1Μ… . maka𝑋 = πœ”πΆ sedangakan bila X berupa induktansi. berarti reaktansi X1 dan X2 haruslah bertanda sama yaitu keduanya kapasitansi atau keduanya induktansi. Persamaan (6) menyatakan bahwa 14 .𝑙𝑏 = 𝑋2 (5) 1 Harus bertanda positif dan riil. Oleh karena umpan balik sudah kita nyatakan negatif. Agar umpan balik jadi positif. sehingga dihasilkan persaman 3. 𝑍2Μ… dan 𝑍3Μ… adalah reaktansi murni yang membentuk rangkaian resonansi LC paralel.𝑙𝑏 = 𝑍̅ 2 (3) 1 Haruslah nyata dan positif. βˆ’1 Jika X berupa kapasitansi. Persaman (4) menjadi : 𝑋1 + 𝑋2 + 𝑋3 = 0 (6) Pada persamaan (5). pada keadaan resonansi. Disamping itu: Μ… 𝑍 Μ… 𝑍 Μ… 𝑍 1 𝛽𝑉 . 𝐾𝑉. 𝐾𝑉.

Rangkaian Osilator Hartley Jika kita bandingkan rangkaian dasar pada gambar 6 𝑋̅1 = π‘—πœ”πΏ1 . haruslah induktansi.1 Osilator Hartley Salah satu rangkaian yang merupakan penjelmaan rangkaian dasar osilator di atas dikenal sebagai osilator Hartley. dan 1 𝑋̅3 = π‘—πœ”πΆ 1 Persamaan (6) menjadi π‘—πœ”πΏ1 + π‘—πœ”πΏ2 + π‘—πœ”πΆ = 0 (7) πœ” 1 dan frekuensi resonansif = = (8) 2πœ‹ 2πœ‹βˆš(𝐿1 +𝐿2 )𝐢 Beberapa variasi osilator hartley ditunjukkan pada gambar 8 (a) dan (b) 15 . 𝑋̅2 = π‘—πœ”πΏ2 . Jadi bila dan adalah kapasitansi. maka harus kapasitansi.2. sebaliknya bila dan induktansi. 2. Yang berarti tanda reaktansi harus berlawanan tanda dengan dan . +VCC C2 C1 R1 L1 C L2 R2 Gambar 7.

Dua buah variasi rangkaian Hartley Pada gambar 8 (a) sadapan pada induktor dan 8 (b) pada primer trafo keluaran dihubungkan dengan Vcc yang ada pada tanah ac2 . Gambar 9. Kapasitor C1 diisi muatan lewat VR dan R sehingga tegangan dibasiis akan naik.6 Volt. Gambar 8. Suatu saat VB transistor melampaui 0. akibatnya rangkaian setara osilator pada gambar 8 sama dengan rangkaian setara untuk osilator pada gambar 7. Osilator Hartley Timbulnya bunyi tersebut dapat kita terangkan sebagai berikut. sehingga osilator menghasilkan bunyi yang mirip suara anak ayam. transistor akan menjenuhkan 16 . Sewaktu kapasitor C1 belum terisi muatan listrik. Osilator hartley pada gambar 9 dinyalakan dan dimatikan secara berkala oleh rangkaian R dan C1 . osilator bekerja sehingga mennghasilkan suara. Osilator pada gambar 8 (b) menghasilkan frekuensi yang langsung menghasilkan suatu bunyi pada pengeras suara.

Demikian terus terjadi secara berulang-ulang. 2. Pada saat yang sama perubahan arus yang mendadak menghasikan tegangan imbas pada L1 . Dioda D berfungsi sebagai kapasitor yang nilai kapasitansinya dikontrol oleh tegangan isyarat dari penguat Q2 . yang juga akan mengakibatkan tegangan yang berlawanan pada L2 . Umpan balik ini bisa ditopankan deret maupun jajar. 17 .sehingga osilasi berhenti. Osilator Q3 adalah modifikasi osilator hartley. rangkaian ini digunakan untuk mikrofon FM. Ini merupakan peristiwa modulasi frekuensi (FM).2 Osilator Colpitts Osilator Colpitt adalah salah satu topologi osilator yang efektif digunakan untuk pembangkit gelombang sinus pada rentang frekuensi antara 10 kHz hingga 10 MHz. Modifikasi lain dari osilator hartley Transistor Q1 dan Q2 adalah penguat audio.2. kapasitansi dioda D timbul karena adanya daerah pengosongan pada sambunga pn yang ada di dalam keadaan tegangan panjar mundur. memperkuat isyarat dari mikrofon. Gambar 10. Pada saat itu osilator bekerja lagi sehingga menghasilkan bunyi. Suatu modifikasi lain lagi dari osilator hartley ditunjukkan pada gambar 10. Akibat selanjutnya ialah frekuensi osilasi transistor Q3 berubah sesuai dengan isyarat suara dari mikrofon. Akibatnya muatan positif kapasitor C1 akan ditarik melalui C2 Sehingga kosong. Keluaran penguat audio mengubah tegangan pada dioda D. Osilator ini menggunakan rangkaian tertala LC dan umpan balik positif melalui suatu pembagi tegangan kapasitif dari rangkaian tertala.

Rangkaian dasar osilator Colpitts 18 .Gambar 11.

Perancangan Filter LPF Butterworth 19 .

osilator kristal dan osilator relaksasi. persegi.1 Kesimpulan Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan keluaran berupa gelombang (isyarat).2 Saran Penulis dapat memberikan saran kepada pembaca sebagai berikut: 1. BAB III PENUTUP 3. gigi gergaji. Namun. Bentuk gelombang terhadap waktu bermacam-macam. Osilator RC menggunakan hambatan R dan kapasitansi C untuk mengatur frekuensi. pada dasarnya ada empat macam osilator. 3. Osilator LC menggunakan osilasi yang di peroleh melalui rangkaian LC paralel dan memperoleh isyarat sinusoida dan frekuensi audio hingga frekuensi radio. atau pulsa (denyut). Isyarat yang dapat dihasilkan berbentuk sinusoida. yaitu osilator RC. yaitu osilator balikan dan osilator relaksasi. segitiga. osilator LC. bahkan sampai frekuensi gelombang mikro. Sebagai generasi muda hendaknya kita memiliki pengetahuan yang luas dengan banyak membaca referensi-referensi yang akurat dan dapat dipercaya. dalam radar dan dalam berbagai sistem komunikasi. Pesawat penerima radio dan tv juga menggunakan osilator untuk mengolah isyarat yang datang. Osilator umumnya digunakan dalam pemancar dan penerima radio dan tv. 20 . Osilator berfungsi mengubah daya arus searah (dc) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (ac) dalam beban. yaitu sinusoidal. Osilator berdasarkan metode pengoperasiannya dapat dikelompokkan menjadi dua.

21 . Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya kita mampu dan mau menyalurkan ilmu yang dimiliki untuk dibagi kepada sesama sehingga bermanfaat dalam kehidupan.2.