You are on page 1of 13

KEMITRAAN PERUM PERHUTANI DENGAN LMDH

(Dalam konteks New public service)

Diajukan sebagai tugas mata kuliah Teori Administrasi Publik
Dosen Pengampu: Dr. Anastasia Murdiastuti, M.Si

Oleh

Agus Andriyanto 150910201052

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2018

1

Program PHBM dalam pemberdayaan masyarat hutan berbentuk kerja sama. PHBM salah satu program pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan yang berupaya dalam melibatkan pihak lain. Kerja sama ini sebagai jalan untuk mencapai tujuan dari program PHBM. Pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) merupakan langkah terobosan Perum Perhutani dalam mengelolaan hutan agar keragaman hayati dan keamaan hutan tetap terjaga. 2 . 6 tahun 1999 Mengatur keterlibatan Masyarakat untuk mendapatkan hak-hak konsesi mengeluarkan Surat Keputusan Direksi No. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perum Perhutani berdasarkan Undang-undang No. Progam PHBM berbasis kemitraan melakukan kerja sama antara Perum Perhutani dengan masyarakat desa hutan yang diwadahi oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Program PHBM dengan melibatkan masyarakat desa hutan sebagai bentuk tanggaung jawab dari Perum Perhutani terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.136/KPTS/DIR/2001 Tentang Pengelolaan Sumberdaya hutan bersama Masyarakat. Maksud pihak lain disini adalah masyarakat hutan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan di hutan. 4 Tahun 1999 Tentang kehutanan dan Peraturan Pemerintah No. Bentuk kerja sama yang tertuang dalam sebuah perjanjian kerja sama antar kedua pihak yaitu perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

diperlukan pembaharuan administrasi pemerintahan dengan jalan meningkatkan profesionalisme manajemen administrasi negara. BAB II KERANGKA TEORI Paradigma Administrasi Negara (OPA. NPS) New Public Service Kemitraan PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK Denhardt and Denhardt (2003) mengemukakan tiga perspektif dalam perkembangan teori administrasi public yaitu . Tokoh paradigma ini adalah antara lain adalah pelopor berdirinya ilmu administrasi negara Woodrow Wilson yang merupakan presiden AS pada saat itu dengan karyanya “The Study of Administration”(1887) serta F. Wilson berpendapat bahwa problem utama yang dihadapi pemerintah eksekutif adalah rendahnya kapasitas administrasi.W. Old Public Administration (OPA). NPM. diperlukan ilmu yang diarahkan untuk melakukan reformasi birokrasi dengan mencetak aparatur publik yang profesional dan non-partisan. Dalam bukunya ”The Study of Administration”. dan New Public Service (NPS) berikut ini akan digambarkan perbandingan ketiga perspektif berikut : PARADIGMA OLD PUBLIC ADMINISTRATION (OPA) Paradigma ini merupakan paradigma yang berkembang pada awal kelahiran ilmu administrasi negara. Taylor dengan bukunya “Principles of Scientific Management”. Untuk itu. 3 . New Public Management (NPM). Untuk mengembangkan birokrasi pemerintah yang efektif dan efisien. Karena itu.

Wilson berpendapat pada hakekatnya bidang administrasi adalah bidang bisnis. Inilah yang dikenal sebagai konsep dikotomi politik dan administrasi. dan paling tidak melelahkan. seperti karya Frank Goodnow ”Politic and Administration”. tentunya ada juga cara sama untuk organisasi public. karena itu menjadi bidangnya birokrat tehnis. Administrasi negara harus didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen ilmiah dan terpisah dari hiruk pikuk kepentingan politik. Sedang politik menjadi bidangnya politisi.Taylor ”Principles of Scientific Management (1911).  Kebijakan publik dan administrasi menyangkut perumusan dan implementasi kebijakan dengan penentuan tujuan yang dirumuskan secara politis dan tunggal.tema dominan dari pemikiran Wilson adalah aparat atau birokrasi yang netral dari politik. Ide atau prinsip dasar dari Administrasi Negara Lama (Dernhart dan Dernhart. Administrasi negara merupakan pelaksanaan hukum publik secara detail dan terperinci. Weber mengemukakan ciri-ciri struktur birokrasi yang meliputi hirarki kewenangan. administrasi publik lebih banyak dibebani dengan fungsi implementasi kebijakan publik 4 . aturan dan regulasi yang merumuskan prosedur dan tanggungjawab kantor. 2003) adalah :  Fokus pemerintah pada pelayanan publik secara langsung melalui badan-badan pemerintah. dan sebagainya. Taylor adalah pakar manajemen ilmiah yang mengembangkan pendekatan baru dalam manajemen pabrik di sector swasta – Time and Motion Study. Jika ada cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas di sector industri. Metode ini menyebutkan ada cara terbaik untuk melaksanakan tugas tertentu. sehingga metode yang berhasil di dunia bisnis dapat juga diterapkan untuk manajemen sektor publik. Teori penting lain yang berkembang adalah analisis birokrasi dari Max Weber. Karakteristik ini disebut sebagai bentuk kewenangan yang legal rasional yang menjadi dasar birokrasi modern. Ide-ide yang berkembang pada tahun 1900-an memperkuat paradigma dikotomi politik dan administrasi. Karya fenomenal lainnya adalah tulisan Frederick W. seleksi dan promosi berdasarkan merit system.  Administrasi publik mempunyai peranan yang terbatas dalam pembuatan kebijakan dan kepemerintahan. Manajemen ilmiah dimaksudkan untuk meningkatkan output dengan menemukan metode produksi yang paling cepat. efisien.

Reporting dan Budgetting) PARADIGMA NEW PUBLIC MANAGEMENT (NPM) Paradigma New Public Management (NPM) muncul tahun 1980an dan menguat tahun 1990an sampai sekarang. Peran negara lebih sebagai fasilitator atau supervisor penyelenggaraan urusan publik. Model pemikiran semacam NPM juga dikemukakan oleh David Osborne dan Ted Gaebler (1992) dalam konsep ”Reinventing Government”. Organizing. Strategi ini perlu dijalankan agar birokrasi model lama yang lamban. Dengan cara ”steering”.Osbone dan Gaebler menyarankan agar meyuntikkan semangat wirausaha ke dalam sistem administrasi negara.  Pemberian pelayanan publik harus dilaksanakan oleh administrator yang bertanggungjawab kepada ”elected official” (pejabat/birokrat politik) dan memiliki diskresi yang terbatas dalam menjalankan tugasnya. 2003) adalah sebagai berikut:  Mencoba menggunakan pendekatan bisnis di sektor publik  Penggunaan terminologi dan mekanisme pasar . 5 . melainkan sedapat mungkin menyerahkan ke masyarakat. Ide atau prinsip dasar paradigma NPM (Dernhart dan Dernhart. Birokrasi publik harus lebih menggunakan cara ”steering” (mengarahkan) daripada ”rowing” (mengayuh). dimana hubungan antara organisasi publik dan customer dipahami sebagaimana transaksi yang terjadi di pasar. Model birokrasi yang hirarkis-formalistis menjadi tidak lagi relevan untuk menjawab problem publik di era global. dengan manajer yang menjalankan kontrol dari puncak organisasi  Nilai utama organisasi publik adalah efisiensi dan rasionalitas  Organisasi publik beroperasi sebagai sistem tertutup. kaku dan birokratis siap menjawab tantangan era globalisasi . pemerintah tidak langsung bekerja memberikan pelayanan publik. sehingga partisipasi warga negara terbatas  Peranan administrator publik dirumuskan sebagai fungsi POSDCORB (Planning. Prinsip dasar paradigma NPM adalah menjalankan administrasi negara sebagaimana menggerakkan sektor bisnis (run government like a business atau market as solution to the ills in public sector).  Administrasi negara bertanggungjawab secara demokratis kepada pejabat politik  Program publik dilaksanakan melalui organisasi hirarkis. Coordinating. Directing. Staffing.

Tentu hal tersebut tidak dapat memecahkan masalah. perampingan prosedur.  Administrator publik ditantang untuk dapat menemukan atau mengembangkan cara baru yang inovatif untuk mencapai hasil atau memprivatisasi fungsi-fungsi yang sebelumnya dijalankan pemerintah  ”steer not row” artinya birokrat/PNS tidak mesti menjalankan sendiri tugas pelayanan publik.Dernhart dan Robert B.Dernhart berjudul “The New Public Service : Serving. yang mana pengukuran kinerja merupakan salah satu dari prinsip-prinsipnya. Pendekatakan NPS sebagai bentuk perubahan paradigma dari mengawasi ke arah melayani. Pemerintahan yang kaku dan sentralistik sebagaimana yang dianut oleh OPA harus diganti dengan pemerintahan yang berjiwa wirausaha.  NPM menekankan akuntabilitas pada customer dan kinerja yang tinggi. perumusan kembali misi organisasi. dan desentralisasi dalam pengambilan keputusan Paradigma NPM memiliki konsep yang terkait dengan manajemen kinerja sektor publik. NPM yang mengakar pada produktivitas dan sistem pasar. namun masyarakat sebagai warga negara berperan sebagi aktor dalam pembangunan di masyarakat. KONSEP NEW PUBLIC SERVICE Paradigma New Public Service (NPS) merupakan konsep yang dimunculkan melalui tulisan Janet V. not Steering” tahun 2003. Paradigma NPS berkembang atas dasar kritikan yang ada di NPM. dengan itu peran masyarakat dibutuhkan untuk ikut membantu pemerintah penyediaan layanan tersebut. NPM mengacu kepada sekelompok ide dan praktik kontemporer untuk menggunakan pendekatan- pendekatan dalam sektor privat (bisnis) pada organisasi sektor publik. bagaimana mereka bisa melayani dan menganggap masyarakat sebagai pelanggan. New public service memandang administrator untuk melibatkan masyarakat atau warga negara dalam proses pembangunan dan pembuatan kebijakan. apabila dimungkinkan fungsi itu dapat dilimpahkan ke pihak lain melalui sistem kontrak atau swastanisasi. MPS mempunyai 6 . pelayanan publik sudah tidak bisa lagi mengandalkan para birokrat. restrukturisasi birokrasi. NPM menganjurkan pelepasan fungsi-fungsi pemerintah kepada sektor swasta. Ketidakmampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat dipandang bukan lagi waktunya sebagai penonton dalam pembuatan kebijkakan ataupun sebagai pelanggan seperti yang di gambarkan dalam NPM.

Publik dipandang bukan hanya sekedar pelanggan. Pelayan publik harus memberikan perhatian tidak semata pada pasar. Kepemimpinan dalam new Public service memiliki perhatian terhadapat masyarakat sebagai manusia yang mempunyai kepentigan terhadap diri 7 . Administrator diminta untuk menyediakan ruang bagi publik untuk berdiskusi mengenai permasalahan-permasalah yang ada di masyarakat. Peran utama dari pelayan publik adalah membantu warga msyarakatnya mengartikulasikan dan memenuhi kepentigan yang telah disepakati bersama daripada mengontrol dan mengendalikan masyarakt yang baru. Organisasi publik akan sukses apabila memalui kolaborasi dan melalui kepemimpinan. norma-norma politik. standard profesionalitan dan kepentingan warga masyarakat. Kepentiangan publik dihasilkan melalui dialog dan nilai-nilai yang disetujui daripada agresi kepentigan kepentigan para individu. keadilan dan kemanusiaan. akan tetapi publik disini sebagai penerima layanan pemerintah dan pengguna layanan serta publik sebagai dari subyek dari kewajiban publik dalam mematuhi peraturan pemerintah terkait dengan undang-undang dan peraturan b.tujuh prinsip yang di kembangkan oleh Denhardt dan Denhardt (2003) sebagai berikut: a. Administrator publik harus menciptakan gagasan kolektif yang disetujui bersama atau disebut sebagi kepentingan publik. c. Publik ikut terlibat dalam proses kebijakan sehingga dirinya sebagai publik tidak lagi sebagai penerima layanan namun sebagai pelaku terjadinya sebuah pelayanan tersebut e. Kepentingan publik akan sangat baik apabila dalam proses formulasi atau perumusannya memalui musyawarah antara admionistator publik dan citizen atau warga negara d. Melalui forum diharapkan administrator publik dapat mengambil sebuah masukan dari masyarakat. NPS memandang publik sebagai citizen atau warga negara yang melihat hak dan kewajiban sebagai warga negara yang sama rata. implementasi kebijakan. Keterlibatan publik sebagai citizen bukan pelanggan sangatlah diperlukan dalam proses pembuatan kebijakan publik. f. Adanya sebuah dialog antar administrator dengan publik dalam proses perumusan. nilai-nilai masyarakat. Kebijakan dan program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan publik dapat dicapai secara efisensi dan responsif melalui upaya kolektif dan proses kolaboratif. Pencapaian dari tujuan organisasi dapat tercpai apabila adminitator memperhatikan nilai-nilai yang ada dimasayarakat terkait dengan kejujuran. tetapi pada aspek hukum dan peraturan perundangan.

dan kelompoknya. Kemitraan memberikan ruang untuk publik untuk ikut serta dalam berpartisipasi dalam mendorong pembangunan pemerintah. saling memberikan keuntungan berdasarkan kesetaraan dan kebersamaaan. Kemitraan didasari atas hubungan yang bertumpu pada ikatan yang saling menunjang. Kepentingan publik lebih baik dikembangkan oleh pelayan publik dan masyarakat yang berkomitmen memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Kepentingann kelompok yang diartikan sebagai kepentigan publik mempunyai landasan transformasional leadership atau nilai moral yang ada di dirinya. Disini adalah pemerintah swasta adan masyarakat sebagai penerima layanan. Administrasi publik dalam konsep New Public service dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang sudah tidak lagi berbasis pada pelanggan atau klien dan efesiensi dan produktivitas. Kemitraan diartikan sebagai konsep kerja sama jangka panjang antar lembaga atau 8 . kerja sama. Disini yang perlu kita cermati usaha yang harus dilakukan pemerintah dalam mencapai pelayanan publik yang baik ialah kolektif dengan proses kolaboratif. Kolektif proses kolaboratrif adalah sebuah kerja sama yang dilakukan oleh dua unsur berbeda. Kemudian berkembangn dengan kata partnership yang artinya persekutuan. penyediaan jasa atau pelayanan dan pelaksaann pembangunan. daripada oleh manajer wirausaha yang bertindak seakan uang adalah milik mereka. jodoh. g. teman. sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik Sulistyani (2004:129). Kerja sama ini yang mengantar pada pelanan yang masksimal dilakukan oleh pemerintah dengan menyerap aspirasi masyarakat sebagai penerima layanan. Kemitraan lazin menggambarkan sebuah kerja sama individu atau kelompok dalam memproduksi duatau barang. Kemitraan Kemitraan merupakan sebuah kata yang beredaptasi dari kata partner yang artinya pasangan. Kemitraan merupakan salah satu strategi yang bisa ditempuh dalam mendukung keberhasilan program-program pemerintah yang tidak dapat dilaksanakan secara mandiri oleh pemerintah. Dari adaptasi tersebut maka kemitraan diartikan sebagai suatu bentuk persekutuan antara kedua belah pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerja sama atas dasar kesepakatan dan rasa saling membutuhkan dalsm rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas disuatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu.

organisasi dengan memanfaatkan dan memperdayakan sumberdaya yang telah ikut berpartisipasi. Kemitraan atau kerja sama tujuannya adalah saling memberikan manfaat antar kedua pihak dalam hal ini permerintah dan masyarakat. 9 . Kemitraan merupakan jalinan kerja sama yang dilakukan oleh kedua pihak yang tercermin adanya sebuah surat perjanjian kerja sama yang disepaki oleh kedua pihak. Sulistiyani (2004:129). Maanfaat berupa hal-hal yang menguntungkan ataupun pembagian resiko dalam suatu program yang terkendala dan mengalami kerugian.

Perhutani sebagai lembaga negara yang memiliki tugas dalam menjaga kelestarian hutan. berfikiri srategis dan bertindak demokratis. mengartikan Kemitraan sebagai sebuah upaya dalam mebangun masyarakat yang lebih baik melalui kebijakan yang melibatkan publik dalam penyelenggaaaran negara. Ketersediaan ruang itulah terjadinya interaksi antar administrator publik sebagai policy making dengan masyarakat yang dikenai kebijakan publik. namun masyarakat dipandang sebagai aktor dalam penyelenggaraan urusan publik. New public service memandang masyarakat bukan lagi sebagai penonton dalam perumusan dan implementasi kebijakan. Terkait dengan teori demokratic citizenship dan model kemitraan dalam program PHBM. ekosistem hutan dan juga meningkatkan pendapatan negara serta 10 . Adanya kemanfaat yang didapat oleh masinng masiang pihak. Masyarakat dalam new public service adalah golongan yang harus diikut sertakan dalam perumusan dan implementasi kebijakan. yaitu untuk saling memberi manfaat dan mendapat manfat lebih sehingga akan dapat mencapai tujuan secara lebih optimal”. Keban (2008:248) mengatakan “pelajaran penting dalam NPS adalah birokrasi harus dibangun agar dapat memberikan perhatian kepada pelayanan masyarakat sebagai warga negara dan mengikutsertakan masyarakat. Kemitraan dibangun dalam rangka pemerintah.” Pelibatan masyarakat sebagai bagian yang memiliki kepentingan publik. Kemitraan yang coba digambarkan oleh Sulistyani terjadinya kerja sama yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. swasta dan masyarakat mampu berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan publik. 2). Pelibatan masyarakat akan menganggap dirinya ikut juga berperan dalam program pengelolaan hutan. Sulistyani (2004:131) mengatakan “kemitraan mutualistik (saling menguntungkan) merupakan persekutuan dua belah pihak atau lebih yang sama-sama menyadari aspek pentingnya kemitraan. 3). Pada dasarnya konsep kemitraan ini dilakukan untuk menciptakan sebuah keuntungan untuk kedua pihak. Postmodernis ilmu adnimistrasi pubengalik. pemerintah seharusnya menyediakan ruang dialog untuk publik. BAB III PEMBAHASAN Pelibatan masyarakat hutan dalam urusan-urusan pemerintahan yaitu pengelolaan hutan merupakan sebuah usaha menempatkan masyarakat sebagai citizen atau warga negara. Model komunitan atau civil society. Toha (2010:84) mengatakan paradigma new publik service dibangun dari beberapa konsep yaitu: theory democatic citisenship.

Adanya sebuah Perjanjian yang dilakukan oleh Perum perhutani dan LMDH dalam pengelolaan hutan adalah bentuk kerja sama atau model kemitraan. Dari syarat terjadinya kemitraan. Bangunan dalam kerja sama perum Perhutani dengan LMDH tertuang dalam kontrak atau perjanjian kerja sama. Sulistyani (2004:129) ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam kemitraan diantaranya ada dua pihak atau lebih. maka yang dilakukan oleh kedua lembaga ini adalah sebuah bentuk kemitraan. dan saling membutuhkan. Perjanjian ini kemudian mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 11 . Perhutani membangun kerja sama atau kolaborasi bersama masyarakat dalam hal ini LMDH. adanya kesamaan visi dalam mencapai tujuan. ada kesepakatan. LMDH sebagai bagian dari pelaksana program bersama perhutani dan LMDH ini berusaha untuk mendapatkan hasil dari bagi hasil hutan bersama perhutani.

Perhutani sebagai lembaga negara yang memiliki tugas dalam menjaga kelestarian hutan. LMDH sebagai bagian dari pelaksana program bersama perhutani juga mendapatkan hasil dari bagi hasil hutan bersama perhutani. Model Kemitraan ini yaitu kemitraan mutualistik yang artinya kerja sama yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. New public service memandang masyarakat bukan lagi sebagai penonton dalam perumusan dan implementasi kebijakan. Pelibatan masyarakat tersebut dalam new public service merupakan bentuk penempatan masyarakat sebagai citizen atau warga negara. ekosistem hutan dan juga meningkatkan pendapatan negara serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAB IV KESIMPULAN Pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) merupakan langkah terobosan Perum Perhutani dalam mengelolaan hutan agar keragaman hayati dan keamaan hutan tetap terjaga. namun masyarakat dipandang sebagai aktor dalam penyelenggaraan urusan publik. Sehingga perum perhutani melakukan kemitraan dengan LMDH. 12 . Program PHBM dengan melibatkan masyarakat desa hutan sebagai bentuk tanggaung jawab dari Perum Perhutani terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

. 2008. Gava Media: Yogyakarta. and Denhardt. R. Kemitraan Dan Model-Model Pemberdayaan. Keban. 2004. Ambar Teguh. not Steering. J. The New Public Service: Serving. V. Enam dimensi strategis administrasi publik. 2003. Daftar pustaka Denhardt. 13 . B. ME Sharpe: New York. Sulistyani. Yeremias T.. Gava Media: Yogyakarta.