You are on page 1of 12

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK DAN MANAJEMEN PUPUK

ACARA 1

TENTANG

PEMBUATAN KOMPOS ORGANIK

Oleh:
NIA AMRIANTI ARIESTA C1011161143

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2018

1 Latar Belakang Pupuk Kompos sering didefinisikan sebagai suatu proses penguraian yang terjadi secara biologis dari senyawa-senyawa organik yang terjadi karena adanya kegiatan mikroorganisme yang bekerja pada suhu tertentu didalam atau wadah tempat pengomposan berlangsung. Perlu ada trobosan untuk mengatasi hal tersebut. Bahan pembuatan pupuk organik atau lebih dikenal dengan kompos memanfaatkan limbah pertanian. produksi tidak optimal. 1. Penggunaan pupuk buatan/kimia dan pestisida saat ini oleh petani kadang kala sudah berlebihan melebihi takaran dan dosis yang dianjurkan. populasi menurun drastis. serbuk gergaji. daun-daunan. cacing-cacing tanah menjadi habis. tidak terlepas dari penggunaan bahan kimia.2 Tujuan praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini untuk mengengetahui bagaimana cara pembuatan kompos organik dan proses fermentasi dari kompos organik dengan bantuan mikroorganisme. sehingga menggangu keseimbangan ekosistem. Hal itulah yang mendasari kami membuat alternatif pemecahan masalah terhadap hal tersebut untuk membantu para petani dan lingkungan sekitar yaitu dengan memanfaatkan batang pisang sebagai kompos yang menggunakan teknologi yang sederhana dan cara pembuatannya lebih mudah dibuat karena memanfaatkan dari bahan yang mudah didapat seperti kotoran hewan ternak dan tentunya hasilnya pun lebih baik. Disamping itu pupuk organik memiliki manfaat serta mutu dan nilai yang ekonomis. pupuk kandang. salah satu diantaranya adalah pembuatan pupuk organik (kompos). Pemakian pupuk pada waktu yang bersamaan (awal musim hujan) oleh petani. . mengakibatkan sering terjadi kelangkaan pupuk di pasaran. demikian juga binatang seperti ular pemangsa tikus. akibatnya tanaman tidak dipupuk. walaupun ada harganya sangat tinggi. rumput. Peningkatan produksi pertanian. seperti jerami. sehingga sebagian petani tidak sanggup membeli. disamping itu tanah cenderung menjadi tandus. BAB 1 PENDAHULUAN 1. seperti pupuk buatan/anorganik dan pestisida. bahan tersebut mudah didapat dan tersedia dilahan pertanian. organisme-organisme pengurai seperti zat-zat rensik.

Lactobacillus sp. Pada manusia antrakuinon bermanfaat untuk menyuburkan rambut. ragi (yeast). daun dan juga buah. sehingga metode anaerob ini. Untuk mempercepat saat proses pengomposan. karena tidak akan menimbulkan bau. bau yang dihasilkan ternyata dapat hilang bila dalam melakukan proses pengomposan dapat . batang. Dari sekian banyak mikroorganisme. sebab hampir semua bagiannya bisa digunakan dalam kehidupan sehari -hari manusia (Rismunandar. 2005). dan menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk proses pertumbuhan tanaman (Djuarnani. Selain dapat mempercepat pengomposan. 2001). proses mempercepat pengomposan dengan bantuan EM4 berlangsung secara anaerob (sebenarnya semi anaerob. Streptomyces sp. dan flavanoid. Hal ini berguna untuk menambah unsur hara pada tanah. saponin. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tanaman pisang sama seperti tumbuhan lainnya. Actinomycetes. Larutan EM4 ditemukan pertama kali oleh Prof. yaitu bakteri Fotosintetik. yaitu 80 genus. ada lima golongan utama mikroorganisme yang terkandung di dalam EM 4. Teuro Higa dari Universitas Ryukyus.. menanam jamur merang dll. Dr. Jepang. Tanaman ini termasuk tanaman tropis dengan ukuran besar dan memang istimewa. Namun. Peran senyawa itu pada tanaman juga bisa menyuburkan pertumbuhan bulu-bulu akar yang berguna membantu tanaman menyerap unsur-unsur hara. Batang pisang juga memiliki senyawa penting seperti antrakuinon. terdiri dari akar.. Bahkan batang pisang memiliki kelebihan yakni banyak mengandung pati sebagai sumber nutrisi tanaman dan mikroorganisme di dalam batang pisang bisa menjadikan media tanam yang disimpan pada saat menanam lama-kelamaan menjadi kompos. larutan EM4 juga dapat diberikan secara langsung ke tanah dan ke tanaman atau disemprotkan pada daun tanaman. karena ada sedikit sirkulasi udara dan cahaya). maka harus dilakukan dalam kondisi aerob. Menurut Supriyadi (2007). batang pisang bisa menggantikan bambu dan talang air untuk berkebun sayuran. Larutan EM4 ini berisi mikroorganisme fermentasi dan jumlah dari mikroorganisme fermentasi EM4 sangatlah banyak.

serta dapat mempercepat pengolahan limbah dan sampah menjadi pupuk kompos. . secara terus menerus.berlangsung dengan baik Larutan EM4 dapat menekan pertumbuhan dari mikroorganisme patogen yang selalu menjadi masalah pada budidaya monokultur dan budidaya sejenis. Larutan EM4 merupakan larutanyang berisi beberapa mikroorganisme yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan bau pada limbah dan sampah.

Bahan . Timbang bahan utama pembuat kompos sebanyak ± 3 Kg permasing-masing perlakuan . Timbang kapur dolomite ± 50 gram permasing-masing perlakuan . Campurkan EM4 dengan air kurang lebih 200 ml perperlakuan . Haluskan bahan tersebut menggunakan parang/pisau (sehalus mungkin) . Kapur 3.1 Alat Dan Bahan a. Alat . Kertas label/spidol Permanent . . Skop/Cangkul . Termometer .2 Cara Kerja . Alat tulis menulis . EM4 (Efektifitas Mikroorganisme 4) . Timbang pupuk kandang ± 1 Kg permasing-masing perlakuan . Botol pengocok . Siram bahan menggunakan air sampai terlihat bahan agak lembab. PH Meter . Kantong Plastik Ukuran 40x50cm . BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 3. dengan cara di percik-percikan sampai merata lembabnya. . Campurkan bahan –bahan yang telah di timbang sebelumnya menjadi satu dan diaduk sampai merata. Plastik ukuran 15x20cm b. Air . Pupuk Kandang . Bahan Kompos . Piasau/Parang .

Setelah terlihat siap dan pencampuran bahan kompos dan bahan perombak merata . .( dicatat) . .. Lakukan proses pengadukan setiap 3 hari sekali untuk membantu dalam proses Lakukan pengukuran suhu dan PH kompos setiap satu minggu sekali bersamaan dengan proses pengadukan. masukan bahan tadi kedalam kantong plastik yang telah disiapkan sebelumnya. Ukur suhu awal proses permentasi dan PH nya.

1 Hasil . BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

2 Pembahasan Pada dasarnya dapat kita ketahui bahwa semua bagian dari pohon pisang dari akar sampai daun memiliki banyak manfaat. . limbah yang dibuang tadi bisa kita buat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat serta bisa juga bernilai ekonomis yang tinggi. jantung. batang. baik yang dikonsumsi oleh masyarakat umum adalah buahnya. dan bonggol pisang jarang sekali dimanfaatkan dan dibuang oleh masyarakat begitu saja menjadi sebuah limbah. kulit buah.4. Sedangkan bagian tanaman pisang lainnya seperti. Seperti halnya kompos organik untuk tanaman dan justru juga mengurangi dampak pencemaran dilingkungan masyarakat . Padahal apabila kita mengkaji lebih dalam lagi.

telah dilaksanakan dengan melakukan pengamatan sifat fisik kompos yang meliputi suhu. Hal ini menunjukkan terjadinya dekomposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif oleh mikroorganisme mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO . Kompos dapat dinyatakan jadi. yaitu. dan warna kompos menjadi kehitaman. Setelah sebagian besar bahan telah terurai. Dalam proses pengomposan ini suhu kompos berkisar antara 30-27 untuk perlakuan P0. Djuarnani (2006). yang menyatakan bahwa kompos dikatakan bagus dan siap diaplikasikan ketanaman. jika memiliki tingkat kematangan yang sempurna. Suhu meningkat pada awal pengomposan yaitu dan akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Bau . yaitu pembentukan komplek liat humus. Perubahan suhu. terjadi perubahan warna. Warna Warna hasil praktikum dalam permentasi yang berlangsung Pupuk kompos batang pisang yang sudah matangakan berwarna coklat kehitaman atau coklat tua. Suhu-Suhu kompos yang sudah matang mendekati dengan suhu awal pengomposan. suhu ruang mengalami kenaikan dan penurunan yang disebabkan oleh proses pengomposan. Kematangan kompos yang sempurna dapat dilihat sebagai berikut : a. Pada saat itu terjadi pematangan kompos. apabila suhu ruang stabil. bau dan pH. perubahan suhu berkisar 30-28 . uap dan panas. a. b. Sifat Fisik Kompos Dalam proses pengomposan dengan perlakuan P0 sampai P4 selama 56 hari. warna. tidak mengeluarkan bau busuk dan bentuk fisiknya sudah merupai tanah yang berwarna kehitaman. Kompos yang matang dapat dikenali dengan memperhatikan keadaan fisiknya. jika dilarutkan. Sedangkan pada awal pengomposan bahan organik batang pisang masih berwarna putih kehitaman. Pada P1 dalam proses pengomposan. Bedasarkan hasil dari pengamatan pengomposan. Pengukuran suhu dilakukan setiap hari dari awal sampai akhir pengomposan yang terdiri dari pengukuran suhu yang dilakukan sore hari untuk mengetahui perubahan suhu selama proses pengomposan berlangsung. serta tidak mengumpal. hal ini sesuai dengan pendapat Salundik (2008). maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. bau dan pH. tidak berbau. warna. kompos yang sudah matang akan mudah larut dan strukturnya remah.1.

Lactobacillus sp. . Bentuk organik masih menyerupai bahan asalnya. Asam laktat dihasilkan merupakan hasil sterilisasi yang kuat yang dapat menekan mikroorganisme berbahaya. Pupuk kompos batang pisang akan terasa lunak jika dihancurkan. tetapi ketika diremas-remes akan mudah hancur. Pada proses pengomposan terjadi penurunan kadar pH. a.P2. Pada awal pengomposan kadar keasaman menunjukkan pHnya 4. Lactobacillus sp. dilakukan dalam kondisi anaerob (sebenarnya semi anaerob). EM .Kadar (pH) Untuk perlakuan PO. berfungsi dalam melakukan fermentasi bahan organik (glukosa.0.5-7. pati dan hemiselulosa) menjadi senyawa-senyawa asam organik yang mempunyai berat molekul rendah berupa asam laktat yang mudah diserap oleh tanaman. Bakteri fotosintetik merupakan bakteri bebas mensintesis senyawa nitrogen. masing-masing perlakuan. Kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Streptomyces sp. Peranan EM4 (Effective Microorganism) yang ditambahkan pada biokompos merupakan bersifat bahan mikroba yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.P3.P1. dan khamir.dan P4 kadar keasaman (pH) organik dari batang pisang yang sudah matang pada minggu ke-8 menunjukkan pHnya sudah normal yaitu 6. karena bahan yang digunakan sulit untuk terurai Djuarnani (2006). Hal ini disebabkan karena bahan yang digunakan tidak sama seperti bahan organik pada umumnya. Hasil metabolit dapat diserap langsung oleh tanaman dan tersedia untuk perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan lainnya. untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi. Penerapan EM4 ini telah dilakukan dalam pembuatan kompos sebagai pengurai dan pendegrasi bahan organik kompleks menjadi sederhana dalam bentuk tanah. Bau atau aroma organik dari batang pisang yang sudah matang yakni hampir menyerupai bau tanah. masih menyerupai bau batang pisang itu sendiri.0-5. Sedangkan aroma atau bau awal saat pengomposan tidak berbau. gula dan subtansi bioaktif lainnya. Actinomycetes. EM4 mengandung beberapa jenis mikrobia pengurai yaitu: bakteri fotosintetik. terjadinya penguraian protein menjadi pengomposan dengan bantuan kegiatan mikroorganisme heterotropik seperti bakteri 27terjadinya penguraian protein menjadi pengomposan dengan bantuan kegiatan mikroorganisme heterotropik seperti bakteri.

. Indikasi keberhasilan kompos dapat dilihat dari sifat fisiknya yaitu. 5.pengomposan dimulai dari pembusukan limbah hingga hancurnya limbah. warna kompos yang sudah matang adalah kehitaman. BAB V PENUTUP 5. bioaktivator EM4 mempengaruhi pengomposan.bioaktivator mempercepat pengomposan.2 Saran Sebaiknya pada saat praktikum praktikan lebih memperhatikan asisten dosen pada saat penjelasan materi agar pada saat praktikum berlangsung praktikan dapat mengikuti sesuai prosedur yang telah ditentukan.1 Kesimpulan . Perubahan warna dari coklat tua pada awal pengomposan hingga hitam pada akhir pengomposan disebabkan oleh terdekomposisinya bahan organik oleh aktivitas bermacam-macam mikroorganisme. . Dari praktikum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa.

Cara Cepat Membuat Kompos. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi. Djuarnani. Pusat Pengkajian Dan Penerapan Teknologi. Menglolah Sampah Menjadi Kompos Sistem Open Winddrow Bergulir Sekala Kawasan. N. Kristian Setiawan. B. Jakarta.S 2006.com/literatur/pembuatan-kompos. Jakarta. Salundik (2008).1994.wordpress.H. http://wahyuaskari. Bumi Aksara:Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Indranada. Wahyuaskari.K. .Agromedia Pustaka. 2012. Pengelolaan Kesuburan Tanah.