You are on page 1of 13

HIDROMETALURGI

Diajukan untuk mengikuti mata kuliah Ekstraksi Metalurgi pada Jurusan Teknik
Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

TUGAS III
EKSTRAKSI METALURGI

Oleh
Periska Rasma
03021381520052

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
2018

perak.1 Metalurgi .2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk lebih mengetahui mengenai proses Hidrometalurgi. besi. panas bumi. batu – batu mulia. Industri pengolahan bahan galian tambang saat ini diprediksi akan mengalami peningkatan. gas alam. Bahan galian yang termasuk ke dalam bahan galian logam antara lain emas. minyak bumi. dan lain lain. antara lain : bahan galian logam. alumunium. terdapat tiga bagian besar bahan galian atau bahan tambang.2 Maksud dan Tujuan 1.lain. dan lain . Secara umum metalurgi dibagi menjadi 3 bagian. BAB I PENDAHULUAN 1. yaitu : pirometalurgi. Metalurgi sesuai dengan namanya merupakan suatu proses pengolahan bahan galian dimana hanya difokuskan untuk logam atau bijih saja. Bahan galian yang termasuk ke dalam bahan galian energi antara lain batubara. 1. dan lain – lain. elektro metalurgi dan hidrometalurgi.2. 1.1 Maksud Maksud dari pembuatan makalah ini adalah selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah metalurgi umum juga menambah pengetahuan khusus mengenai proses hidrometalurgi. Salah satu metode pengolahan bahan tambang adalah metalurgi. BAB II ISI 2. dan yang terakhir bahan galian yang termasuk ke dalam bahan galian industri antara lain pasir. Makalah ini akan lebih difokuskan membahas mengenai hidrometalurgi beserta alat – alat yang digunakan dalam proses tersebut. dan bahan galian industri.1 Latar Belakang Didalam dunia pertambangan.2. bahan galian energi. Hal itu dikarenakan adanya Undang – Undang baru tentang pertambangan dimana intinya menyatakan bahwa bahan tambang yang telah ditambang wajib diolah dahulu di dalam negeri sebelum diekspor.

Proses Produksi Logam (Metalurgi Mekanik) 4. Pengolahan Mineral (Mineral Dressing) 2. logam – logam yang juga sering diolah (dalam jumlah terbatas) antara lain : perak. Sejumlah kecil emas ditemukan telah digunakan di gua-gua di Spanyol pada masa Paleolitikum. Secara harfiah hidrometalurgi dapat diartikan sebagai cara pengolahan logam dari batuan atau bijihnya dengan menggunakan pelarut berair (aqueous solution).000 SM. karena dapat di temukan secara bebas (tidak terikat dengan senyawa lain) walaupun dalam jumlah yang kecil. Saat ini hidrometalurgi adalah teknik metalurgi yang paling banyak mendapat perhatian peneliti. sekitar 40. seni.1. teknologi metalurgi dimulai sekitar tahun 3500 SM pada masa Zaman Perunggu. Ekstraksi besi dari bijihnya ke dalam logam yang dapat diolah jauh lebih sulit. Hal ini terlihat dari banyaknya publikasi ilmiah semisal jurnal kimia berskala internasional yang membahas pereduksian logam . timah dan besi meteor. tembaga. 2. Proses ini tampaknya telah diciptakan oleh orang-orang Hittit pada sekitar 1200 SM. Senjata Mesir yang dibuat dari besi meteor pada sekitar 3000 SM dikenal sangat kuat sehingga disebut sebagai "belati dari langit". Yang termasuk ke dalam metalurgi antara lain : 1. Selain emas.1. pada awal Zaman Besi.2. Logam yang pertama kali diolah secara metalurgi adalah emas. dan teknologi yang mengkaji proses pengolahan dan perekayasaan mineral dan logam. Rahasia ekstraksi dan pengolahan besi adalah faktor kunci dalam keberhasilan orang-orang Filistin.2 Sejarah Sejarah ilmu metalurgi diawali dari teknologi pengolahan hasil pertambangan. Dengan pengetahuan untuk mendapatkan tembaga dan timah dengan memanaskan bebatuan. Ekstraksi Logam/Metalurgi Ekstraksi 3.2 Hidrometalurgi Hidrometalurgi merupakan cabang tersendiri dari metalurgi. serta mengkombinasikan tembaga dan timah untuk mendapatkan logam paduan yang dinamakan sebagai perunggu. Dua cabang metalurgi lainnya adalah pirometalurgi dan elektrometalurgi.1 Definisi Metalurgi adalah ilmu. Perekayasaan Sifat Fisik Logam (Metalurgi Fisik) 2.

Pada umumnya hidrometalurgi condong kepada mineral dressing. magnesium (Mg). dan debu tungku dapat dihindarkan. misalnya proses konsentrasi dengan cara Plaiton atau proses Mineral Dressing. metode ini lebih efektif. . juga biasanya diadakan proses- proses sebelumnya. . Kemudian dari larutan itu diperoleh logam lagi. Sebelum bijih-bijih tersebut akan memasuki proses hidrometalurgi. Pada hidrometalurgi dapat digunakan bijih-bijih yang mempunyai kadar rendah. Suhu prosesnya relatif lebih rendah.secara hidrometalurgi. Logam-logam yang banyak mendapat perhatian adalah nikel (Ni). Bijih tidak harus dipekatkan. Hidrometalurgi memberikan beberapa keuntungan: . . . Untuk bijih-bijih peringkat rendah (low grade). Polusi atmosfer oleh hasil samping pirometalurgi sebagai belerang dioksida. Hidrometalurgi adalah suatu proses atau suatu pekerjaan dalam metalurgi dimana dilakukan pemakaian suatu zat kimia yang cair untuk dapat melarutkan suatu partikel tertentu. yaitu pelarutan suatu logam yang berada pada suatu mineral. Produk yang dihasilkan memilki struktur nanometer dengan kemurnian yang tinggi Suatu hal yang khusus yaitu bila mineral-mineral tersebut mempunyai sifat yang porous. . melainkan hanya harus dihancurkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. bijih-bijih tersebut harus melalui proses-proses Crushing dan Grinding. besi (Fe) dan mangan (Mn). Reagen yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan. . maka crushing dan Grinding tidak perlu dilakukan karena bahan pelarut dapat masuk dan melarutkan metal-metal yang ada di dalamnya. Biasanya proses hidrometalurgi dilanjutkan dengan pekerjaan elektrolisa yang termasuk dalam pekerjaaan elektrometalurgi. arsenik(III)oksida. Untuk menghemat bahan pelarut. Pemakaian batubara dan kokas pada pemanggangan bijih dan sekaligus sebagai reduktor dalam jumlah besar dapat dihilangkan. . Untuk membuat sifat porous ini biasanya adalah dengan cara melakukan Roasting.

. Oksida ini mempunyai sifat porous dan mudah larut di dalam zat-zat pelarut. Recovery yaitu pengambilan logam dari larutan hasil leaching. Salah satu yang saat ini banyak mendapat perhatian adalah logam mangan dikarenakan aplikasinya yang terus berkembang terutama sebagai material sel katodik pada baterai isi ulang. Untuk menghindari hal ini. Secara garis besar. Keuntungan yang lain dengan adanya proses roasting tersebut adalah logam-logam pengganggu di dalam elektrolisa seperti As dan Sb akan banyak menguap dalam proses roasting tersebut. Namum jika katodanya dilapisi lagi dengan logam mangan oksida maka kapasitas penyimpanan energi baterai tersebut menjadi jauh lebih besar. Pemekatan larutan hasil leaching dan pemurniannya. Pada prinsipnya hidrometalurgi melewati beberapa proses yang dapat disederhanakan tergantung pada logam yang ingin dimurnikan. .  Tahap – tahap kegiatan dalam Proses Hidrometalurgi Bijih/Konsentrat Persiapan Bijih Pelindian . maka sulfida ini diroasting terlebih dahulu sehingga menjadi oksida. Leaching atau pengikisan logam dari batuan dengan bantuan reduktan organik. yaitu dengan melapukkan mineral-mineral sulfida dengan jalan pemanasannya pada sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Pada umumnya roasting ini akam memerlukan biaya yang cukup besar. proses hidrometalurgi terdiri dari tiga tahapan yaitu: .Sebagai contoh : Suatu sulfida yang biasanya sukar larut dalam zat pelarut yang ringan. Baterial ion litium konvensional telah lama dikenal dan diketahui memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. ada suatu jalan untuk mengurangi biaya tersebut.

Proses leaching ini ada enam macam. 4. Pelarutannya secara selektif. Mempunyai daya pelarut yang baik. 2. 3. Garam : KCN. Air : dapat melarurtkan CuSO4. Heap Leaching 3. 2. Zat pelarut tersebut murah dan mudah di dapat. Leaching in Place/Insitu (pelarutan di tempat). 3. NaCN ((Untuk melarutkan perak dan emas) Cara-cara daripada proses pelarutan tersebut di atas biasanya secara populer dinamakan dengan “Proses Leaching”. Pemisahan Padat/Cair Padatan Cairan Purifikasi Larutan Recovery Sifat-sifat pelarut yang perlu diperhatikan : 1. Basa lainnya yang yang kurang banyak digunakan misalnya NaOH. ZnSO4 dan sulfat-sulat yang lainnya. yaitu : 1. Basa : NH4OH (Untuk melarutkan Cu). Slime Leaching . Sand Leaching 4. Asam : pada umumnya H2SO4 dan juga HCl (asam nitrat). artinya yang dapat larut hanyalah logam- logam yang diiniginkan saja. Macam-macam zat pelarut : 1. 2.

Bahan pelarutnya disesuaikan dengan sifat fisik ataupun sifat kimia dari mineral-mineral yang akan dilarutkan. Pressure Leaching 6.5. misalnya bijih tembaga. Biasanya ini dilakukan untuk mineral-mineral yang berkadar rendah. baru dilarutkan. umpamanya keramik. Kemudian selanjutnya adalah proses pengendapan kembali mineral-mineral yang sudah larut. tapi dalam perhitungan ekonomis termasuk menguntungkan. Demikian juga langkah pemikiran selanjutnya. 3. 2. Sand Laeching Bijih dihaluskan terlebih dahulu kemudian baru diletakkan ke dalam- dalam bak pelarut. Namun dalam hal ini untuk proses pelarutannya tidak memerlukan peralatan yang besar. Bacterial Leaching 1. Kalau keadaannya memungkinkan larutannya cukup dengan air. Heap Leaching Pada heap leaching bijih ditambang lebih dahulu. artinya pelarut yang kuat akan masuk ke dalam . Bak-bak tersebut dibuat dari bahan-bahan yang dapat terembeskan hasil-hasil pelarutan. bila larutannya tidak dapat dilakukan dengan air haruslah dicoba lebih dahulu dengan suatu zat pelarut kimia yang encer (dengan konsentrasi yang kecil). maka sudah tentu tidak perlu ditambahkan dengan reaksi kimia. Dimana penghalusan tersebut dilakukan dalam ukuran- ukuran yang tertentu. Aliran-aliran daripada Feed dan aliran-aliran dari zat pelarut biasanya secara “Counter Currant”. Di dalam heap leaching ini biasanya memakan waktu yang cukup lama. Leaching in Place (Leaching Insitu) Dalam Leaching ini pengerjaan pelarutan dilakukan di dalam tambang itu sendiri. karena prinsip daripada leaching ini adalah memisahkan/melarutkan mineral-mineral yang diingnkan sehingga terpisah dari mineral-minral pengganggunya.

Kecepatan reaksi dapat dipertinggi 2. Sedangkan pelarut yang lemah akan masuk ke dalam bijih yang mempunyai kadar mineral yang tinggi. Tetapi paada slime leaching selain daripada harus melalui crushing juga harus melalui grinding. selain dari keramik dapat juga dari kayu atau dari beton yang diberi lubang-lubang halus (kecil). Pressure Leaching Kebanyakan Leaching dalam proses pressure Leaching dilakukan pada temperatur dan tekanan yang agak tinggi. sehingga bak tersebut dapat mempunyai sifat porous. 5. Bahan dari bak yang merupakan tempat pelarutan tersebut. Keuntungan Pressure Leaching adalah : 1. Di dalam proses Sand Leaching. Alat yang dipakai dinamakan secara populer disebut dengan “Pachuca Tank” dengan ukuran diameternya 3 meter dan tingginya 10 meter. . diperlukan proses Crushing. bijih yang sudah sedikit kadar mineral yang akan diambil. Slime Leaching Slime Leaching ini hampir sama dengan Sand Leaching. dan di dalam valve itu sendiri akan mengaduk bahan pelarut dan yang akan dilarutkan. 4. hanya partikel- partikel pada sand leaching cukup melalui crushing. tetapi tidak diperlukan proses pelapukan yang memakan waktu yang lama. Aliran dari udara di bawah suatu tekanan yang tertentu yang akan masuk ke dalam valve. Efisiensi pemakaian reagent ( misal O2) dapat dipertinggi. artinya materialnya lebih halus. Disini bahan pelarut dan yang akan dilarutkan diaduk secara mekanis atau dapat dengan cara memasukkan udara ke dalam larutan tersebut. Temperatur dan tekanan yang tinggi ini akan mengakibatkan reaksinya akan berjalan lebih cepat juga dapat membuat efisiensi lebih tinggi dalam pemakaian reagent (zat kimia) dan pemakaian pressure Leaching ini banyak dipakai dalam leaching dari Al2O3 dan juga kebanyakan mineral-mineral sulfida.

tetapi pada konsentrasi yang rendah. Di antara ketiganya. Leaching in place ini langsung disirami dari atas melalui suatu pipa. ekstraksi pelarut dan presipitasi (pengendapan). Diantara penyebabnya itu adalah bakteri-bakteri yang terdapat di alam. Cara sand leaching adalah cukup efektif untuk tonase yang besar dengan kadar bijih yang rendah dan oleh sebab itu apabila suatu industri memproses dengan sand leaching harus memperkirakan bahwa umur industri itu harus cukup lama. Di dalam beberapa hal. bakteri-bakteri akan dapat mempercepat terjadinya suatu mineral yang berada di dalam ore. Pada bakteri leaching dimanfaatkan bakteri-bakteri yang ada di sekitar tambang itu sehingga bakteri ini dapat membantu melarutkan mineral- mineral yang kita inginkan. Pemakaiannya dilakukan pada Leaching Al2O3. Di alam. baik reduktan itu sendiri maupun produk hasil oksidasinya. dimana ditemukan beberapa mineral dalam bentuk larutan. 6. 3. Cara memasukkan zat pelarut : Cara memasukkan zat pelarut ini dapat dengan disirami dari atas melalui suatu pipa. turunan aldehid dan keton karena punya gugus fungsi yang mudah teroksidasi. Contohnya adalah proses reduksi mangan dengan adanya glukosa sebagai reduktan: C6H12O6 + 12MnO2 + 24H+ = 6CO2 + 12Mn2+ + 18H2O Larutan hasil leaching tersebut kemudian dipekatkan dan dimurnikan. Bacterial Leaching Bacterial Leaching ini juga hampir sama dengan Leaching in place. Ada tiga proses pemurnian yang umum digunakan yaitu evaporasi. Kebanyakan reduktan yang digunakan adalah kelompok monomer karbohidrat. Reduktan organik adalah hal yang sangat penting dalam proses ini. dari hasil penelitian ada beberapa penyebab mengapa dapat terjadi larutan tersebut. Reduktan yang dipilih diusahakan tidak berbahaya bagi lingkungan. .

Namun cara ini kurang efektif untuk beberapa logam. juga lebih cepat. Pengendapan Secara Kimia . Proses atau pekrjaan lajutan dari proses Leaching : Bagian dari pada pekerjaan/proses lanjutan (ekstraksi logam dari larutan) ini adalah pengendapan secara kimia. Suhu selama proses leaching. Logam hasil pemurnian biasanya diaktivasi dengan asam tertentu terlebih dahulu sebelum diambil dari larutannya. Cara ini menjamin didapatkannya logam dalam struktur nanometer dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi.Cementasi dengan reduktor padat Contohnya : CuSO4 + Fe (scrap) ----------. Apabila kita mampu menemukan kombinasi yang tepat dari keempat faktor ini maka proses hidrometalurgi akan semakin optimal. ukuran partikel sampel dan PH larutan merupakan faktor-faktor yang paling menentukan keberhasilan proses hidrometalurgi.presipitasi adalah yang paling mudah dilakukan. Cu + FeSO4 . Adapun macam-macam pengendapan : 1. konsentrasi reaktan. Kedepan diharapkan para ahli teknik kimia dapat menciptakan teknologi yang mampu mengaplikasikan hidrometalurgi agar terpakai lebih luas dalam dunia industri. Logam yang berstruktur nanometer harganya bisa puluhan kali lipat dibandingkan dengan logam yang berstruktur biasa.

Pembuangan sisa reagen yang beracun (sianida. air raksa. . Pembuangan ampas cair (liquid waste / liquid tailing) yang mengandung metal berat yang berbahaya. U O2 ( NO3)2 + Tributhil Fosfat Dampak negatif dari ekstraksi metalurgi dan pemurnian Karena peralatan dan proses ekstraksi logamnya berlainan maka dampak negatif yang ditimbulkan juga berlainan. 4. Pengendapan secara Elektrolisa Dijelaskan dalam Elektro Metalurgi. dll) walaupun jumlahnya tidak banyak. Gas beracun yang timbul dari reaksi kimia (CO. dll).Cementasi dengan reduktor gas Ni (NH3)2 SO4 + H2 ----------. NH3. Uranium . SO2. Pengenadapan Secara Ion Exchange Proses ini adalah perpindahan atau pertukaran ion-ion yang berada dalam larutan. danau dan laut) bila tidak diproses di dalam kolam pengendap. Ni (logam) + (NH4)2 SO4 Ag NO3 + H2 ----------. Titanium 4. Contohnya: RA + B+ ======== RB + A+ Proses daripada ion Exchange ini banyak dipakai untuk : . CN. Liquid Reaction/Liquid Extraction Contoh pemakaian proses ini adalah pada ekstraksi uranium (UO2) atau uranium oksida.2 Ag + 2 HNO3 2. sungai. Dampak negatifnya berupa pencemaran lingkungan oleh : 1. 2. 3. 3. . Pembuangan ampas padat (solid waste / solid tailing) dapat mencemari badan air bebas (sumur.

9. atau lapisan lempung untuk pelapis tempat pembuangan tailing). Jumlah batuan yang akan ditambang dan yang akan dibuang yang akan menentukan lokasi dan desain penempatan limbah batuan. 8. Luas dan kedalaman zona mineralisasi 2. Dimana bahan bakar berupa api tersebut digunakan untuk mengeringkan dan meleburkan logam. pengendalian dan pembuangan) lumpur (untuk pembuangan overburden yang berasal dari sistem penambangan dredging dan semprot). Pengelolaan (penampungan. Proses Hidrometalurgi adalah proses ini menggunakan temperatur tinggi yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar. Dampak terhadap kesehatan dan keselamatan yang berkaitan dengan kegiatan transportasi. Potensi terjadinya air asam tambang 5. Alat – alat yang digunakan pada Hidrometalurgi adalah electrolysis / electrolytic cell. elektrometalurgi dan hidrometalurgi. penyimpanan dan penggunaan bahan peledak dan bahan kimia racun. bejana pelindian (Leadhing box) . 7. Sifat-sifat geoteknik batuan dan kemungkinan untuk penggunaannya untuk konstruksi sipil (seperti untuk landscaping. Hidrometalurgi adalah suatu proses atau suatu pekerjaan dalam metalurgi dimana dilakukan pemakaian suatu zat kimia yang cair untuk dapat melarutkan suatu partikel tertentu. 3. Hal-hal pokok yang perlu mendapatkan perhatian pada kegiatan ekstraksi dan pembuangan limbah/waste agar sejalan dengan upaya reklamasi adalah : 1. BAB III KESIMPULAN Metalurgi ekstraksi terdiri dari pirometalurgi. Kemungkinan sifat racun limbah batuan 4. dam tailing. Terlepasnya gas methan dari tambang batubara bawah tanah. 6. bahan radio aktif di kawasan penambangan dan gangguan pernapasan akibat pengaruh debu. Kerusakan bentang lahan dan keruntuhan akibat penambangan bawah tanah.

A. D. Shapiro Howard. 2007.. Harper And Raw Publisher. Termodinamika Teknik.L. Jakarta: Erlangga Einstein. Hamid. 2001. Elsevier. Termodinamika Teknik. DAFTAR PUSTAKA Abu Ahmad. (1905). 1960.. 2004. C. Development in Economic Geology 18. "Über die von der molekularkinetischen Theorie der Wärme geforderte Bewegung von in ruhenden Flüssigkeiten suspendierten Teilchen". New York. Moran Michael dan N. Kalor dan termodinamika. M. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. R. C Potter. Industrial Minerals And Rocks. Annalen der Physik 17: 549–560. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Bates. Merle. Kuzvart. Amsterdam.2008. . J. Geology of The Industrial Rocks And Minerals. Jakarta: Elangga. Jakarta : Erlangga. Giancoli. 1984.