You are on page 1of 7

Nama : Rizky Adikusuma

NPM : 230110140058

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi atau perusahaan. Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus
mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan
karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja
seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur
manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan
tersebut.

Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas
manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk
merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan
harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.

Tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki
perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Ruang Lingkup manajemen keuangan terdiri dari:
1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana
perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang
jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal
perusahaan.
2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap
atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva
finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk
menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien
untuk mencapai tujuan perusahaan

Doelmatigherd otorisatar/ordonatur harus mampu dan menterjemahkan antara maksud dan tujuan suatu transaksi pengeluaran serta mampu menyeimbangkan dengan prinsip-prinsip ekonomi 3. Disamping itu juga perlu meneliti tagihan dari aspek kemungkinan tanggal yang diisyaratkan dan apakah telah dibuktikan kebenarannya. Tugas yang harus dilakukan oleh otorisator/ordonatur adalah melakukan cek dan kontrol terhadap tiga hal yaitu : 1. Wetmatigherd Suatu transaki pengeluaran untuk penggunaan sejumlah dana perlu dilihat kesesuaiannya dengan tata cara anggaran. peraturan dan perundangan yang berlaku. yaitu unsur pimpinan dan pengelola (bendaharawan). Dalam praktek pengelolaan (manajemen) keuangan terdrapat dua unsur yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Dengan demikian ordonatur atau otorisator harus melakukan uji formil dan materiil terhadap tagihan yang direkomendasi ordonatur untuk dibayar oleh sesorang bendaharawan kepada pihak yang berkepentingan (stakeholder). ketersediaan dana pada tahun berjalan. 2. Unsur pimpinan disebut sebagai pihak yang mempunyai wewenang dan menguasai anggaran untuk mengambil tindakan yang berakibat pada penerimaan/pengeluaran. dengan memperhatikan ketepatan program. Aturan cash Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari . Rechmatighefd Otorisator/ordonatur harus menelitil dan mencermati setiap tagihan yang menjadi kewajibannya telah memprunyai dasar hukum dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Sementera unsur bendaharawan adalah orang atau badan yang diserahi tugas menerima semua pendapatan dan melakukan pembayaran atas dasar perintah ordonatur.

 Operational Cash Flow (Aliran Kas Operasional) Aliran Kas Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi. disimpan atau investasikan. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow). fungsi anti inflasi. biaya umum. yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari- hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal 2. Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang dimiliki. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow). penjualan. 3. capital growth.aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode. dan administrasi. . biaya pendahuluan dsb.  Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek seperti sisa modal kerja. hasil pengumpulan piutang. Secara sederhana fungsi tersebut dibagi menjadi tiga fungsi yaitu : 1. gedung.dan penerimaan laba perusahaan. dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.  Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti. Operational Cash In Flow (OCIF) meliputi penerimaan hasil penjualan tunai. fungsi likuiditas. dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dibagi menjadi tiga kelompok :  Aliran kas awal (Initial Cash Flow) Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi seperti pembelian tanah. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.

Laporan Aliran Kas Pen- danaan. berbentuk Cash Flow Statement perusahaan (sederhana). sesuai dengan namanya Metoda Cash Flow (arus kas tunai). meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga. Mengingat bahwa metoda ini. metoda ini juga memiliki kelemahan. Financial Cash In Flow (FCIF). Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Setelah anda melakukan pencatatan aliran kas perusahaan secara bulanan kemudian catatan-catatan tersebut dikompilasi menjadi catatan aliran kas tahunan. baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. maka perioda penca- tatannya adalah bulanan dan tahunan. Laporan Aliran Kas sederhana semacam ini lebih tepat digunakan pada pencatatan keuangan usaha kecil. . meliputi penerimaan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham). maka metoda ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara yang terdapat di catatan dan keadaan nyatanya (jumlah uang tunai sesungguhnya). seperti saham dan obligasi. dan capital gain atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Mengingat bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian. bunga (kupon) atas obligasi. dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga. seperti penerimaan berupa dividen atas saham. Masing-masing laporan aliran kas tersebut diklasi-fikasi sesuai dengan fungsinya menjadi Laporan Aliran Kas Operasional.  Financial Cash Flow (Aliran Kas Pendanaan) Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya tambahan modal. Investment Cash In Flow (ICIF).  Investment Cash Flow (Aliran Kas Investasi) Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. Namun demikian. dan Laporan Aliran Kas Investasi.

Umur proyek selama 10 tahun. Sedangkan profitabilitas suatu rencana investasi ditentukan oleh perkiraan aliran dananya. Kelemahan metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi hutang dan piutang. Contoh Kasus (Analisis Finansial Usaha Perikanan Tangkap Cantrang 30 Gt di Pelabuhan Perikanan Pantai (Ppp) Tasik Agung Rembang) Analisis Finansial Beberapa asumsi yang digunakan dalam perkiraan cash flow usaha perikanan tangkap cantrang di PPP Tasik Agung Rembang adalah sebagai berikut: 1. Yang tidak mempengaruhi nilai tunai dan aktiva perusahaan. Pengertian ini diperlukan untuk membedakaanya dengan biaya non-cash (book cost). Aliran dana disusun dengan mempertimbangkan semua elemen pemasukan tunai (cash income) dan semua elemen biaya tunai (cast cost) pada setiap periode selama umur investasi tersebut. baik pembelian secara kredit maupun penjualan secara kredit.sedangkan pemasukan tunai adalah semua pendapatan yang dihasilkan dan dikumpulkan secara tunai atau pendapatan yang meningkatkan rekening tagihan (account receivable). Menggunakan discount factor 7% sesuai dengan tingkat bunga deposito 1 tahun bank yang berada di PPP Tasik Agung Rembang yaitu bank BRI. . PENYUSUNAN ALIRAN CASH FLOW Kemampuan untuk mendapatkan keuntungan (profitabilitas) suatu kegitan usaha ditentukan oleh aliran dana (cash flow) yang dapat dihasilkan kegiatan tersebut. Penerimaan hanya berasal dari penjualan hasil tangkapan. 2. Aliran dana itu sendiri menyatakan jumlah serta saat diterimanya pemasukan tunai (cash income) dan jumlah serta saat dikeluarkaanya biaya tunai (cash cost) suatu rencana investasi atau suatu kegiatan usaha. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu: Piutang dan Hutang. Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus mengenai transaksi yang yang bersifat kredit. 3. Biaya tunai yang dimaksud adalah meliputi semua transaksi baik berupa biaya yang dikeluarkan secara tunai maupun pengeluaran tunai dalam bentuk investasi (meningkatkan aktiva).

biaya tetap dan biaya variabel diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 8% setiap tahunnya. Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio) Nilai B/C ratio usaha perikanan tangkap cantrang di PPP Tasik Agung rembang sebesar 1.13. Menurut Rahardi dan Hartono (2003). Kriteria kelayakan yang digunakan adalah jika nilai NPV lebih besar dari pada nol.4. Semakin besar nilai NPV. Modal. Nilai NPV rata-rata sebesar Rp. 6. mesin dan alat bantu penangkapan serta alat tangkap 5 tahun. Internal Rate of Return (IRR) . dan 5. kecuali untuk biaya perizinan tidak ada kenaikan dikarenakan nilainya sesuai dengan retribusi perizinan usaha perikanan berdasar Perda No. Pada tahun pertama dalam cash flow di asumsikan bahwa pendapatan dan biaya total untuk setiap kapalnya hanya berdasarkan 5 trip penangkapan karena kapal yang digunakan para nelayan adalah kapal baru atau kapal bekas yang pada awal pembelian dilakukan perawatan terlebih dahulu atau dalam masa pembuatan kapal. proyek usaha yang direncanakan dianggap belum layak untuk dilaksanakan. 946. suatu usaha dikatakan layak dan memberikan manfaat apabila nilai B/C lebih besar dari satu. Nilai sisa asset untuk kapal dan mesin sebesar 10% dari harga beli.226 . proyek yang direncanakan tersebut diproyeksikan semakin profitable (Wahyudi.550. 1 Tahun 2011.-. Semakin besar nilai B/C maka semakin besar nilai manfaat yang akan diperoleh dari usaha tersebut. Umur ekonomis untuk biaya penyusutan diasumsikan untuk kapal 10 tahun. Discount factor yang digunakan adalah 7% sesuai dengan tingkat bunga deposito 1 tahun bank yang berada di PPP Tasik Agung Rembang yaitu bank BRI. 7.13 lebih besar dari 1 maka dapat dikatakan usaha tersebut layak dijalankan dan diteruskan. proyek usaha yang direncanakan dianggap layak. Akan tetapi bila NPV lebih kecil atau sama dengan nol. 2008). Nilai ini menunjukan bahwa NPV pada usaha penangkapan menggunakan alat tangkap cantrang positif atau lebih dari nol. Tolak ukur ini bertujuan untuk memproyeksikan nilai pendapatan bersih suatu proyek yang dievaluasi berdasarkan nilai uang saat ini. Net Present Value (NPV) NPV merupakan selisih antara total nilai kini manfaat dengan total nilai kini biaya suatu proyek usaha. Hal ini menunjukan bahwa usaha penangkapan menggunakan alat tangkap cantrang layak untuk diteruskan. Besar B/C ratio yang didapatkan yaitu 1.

Dapat dikatakan bahwa IRR menggambarkan tingkat keuntungan yang diharapkan dapat diterima pemilik proyek dari seluruh dana yang telah diinvestasikan pada suatu usaha. Menurut Riyanto (1991) dalam Kisworo (2013). Menurut Rangkuti (2006). proyek tersebut semakin baik.IRR adalah tingkat discount (discount rate / interest rate) pada saat NPV = 0. atau dengan kata lain semakin kecil waktu payback periode.30 atau 3 tahun 3 bulan 18 hari (berkisar antara 3 .5 tahun kategori pengembalian sedang. Untuk usaha perikanan tangkap cantrang di PPP Tasik Agung Rembang termasuk kedalam kategori pengembalian sedang. Nilai IRR sebesar 31% lebih besar dari discount factor (7%) sehingga dapat di katakan bahwa usaha perikanan tangkap cantrang layak untuk diteruskan. semakin tinggi nilai IRR maka investasi akan semakin layak (feasible) (Yafiz. dan lebih dari 5 tahun kategori lambat. Apabila nilai IRR yang didapatkan lebih besar dari 7% maka dapat dikatakan usaha tersebut layak. semakin pendek waktu yang diperlukan untuk pengembalian biaya investasi. rencana investasi tersebut semakin menguntungkan. 2009). Suatu investasi dapat dikatakan layak apabila IRR lebih besar dari nilai interest rate yang ditentukan. jika nilai payback period kurang dari 3 tahun pengembalian modal usaha dikategorikan cepat. Berdasarkan hasil perhitungan nilai IRR rata-rata untuk usaha perikanan tangkap cantrang di PPP Tasik Agung adalah sebesar 31%. Payback Period (PP) Nilai Payback Periode usaha perikanan tangkap cantrang di PPP Tasik Agung Rembang rata- rata sebesar 3. Nilai payback period 3 .5 tahun). .