« SILABUS KEPERAWATAN ANAK I ASUHAN KEPERAWATAN HIDROSEFALUS »

TUMBUH KEMBANG ANAK
Ditulis oleh joe di/pada 18/03/2010

A. Pengertian Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Seangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu. Walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa, misalnya mengkunsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaana aman, pencegahan penyakit dan sebaginya. Oleh karena itu semua orang-orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adlah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. B. Mengapa Tumbuh Kembang Anak Harus Dipelajari?. 1. Sebagai alat ukur dalam asuhan keperawatan 2. diperlukan untuk mengetahui yang normal dalam rangka mendeteksi defiasi dari normal 3. memepelajari tumbuh krmbang memberikan guide line untuk menilai rata-rata atau perubahan fisik, intelektual, soaial dan emosional yang normal 4. mengetuhi perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional merupakan penuntun bagi perawat dalam mengkaji tingkat fungsional anak dan penyesuaiannya terhadap penyakit dan dirawat di rumah sakit. C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor keturunan, maupun faktor yang tidak dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap

proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut perlu diubah (dimodifikasi). Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut adalah sebagai berikut: faktor keturunan (herediter) a. seks kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak wanita berbeda dengan anak lakilaki b. ras anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan anak keturunan bangsa Asia. faktor lingkungan a. lingkungan eksternal 1. kebudayaan kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak. 2. status sosial ekonomi keluarga keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan terhadap anak 3. nutrisi untuk tumbuh kembang, anak memerlukan nutrisi yang adekuat yang didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas maupun kuantitas, aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serata keadaan emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan. 4. penyimpangan dari keadaan normal disebabkan karena adanya penyakit atau kecelakaan yang dapat menggangu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. 5. olahraga olahraga dapat meningkatkan sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan menstimulasi terhadap perkembangan otot-otot. 6. urutan anak dalam keluarganya kelahiran anak pertama menjadi pusat perhatian keluarga, sehingga semua kebutuhan terpenuhi baik fisik, ekonomi, maupun sosial. b. lingkungan internal 1. intelegensi pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi, perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang mempunyai intelegensi kurang. 2. hormon ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu: somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan, berkuragnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan, kurangnya hormon ini apat menyebabkan kreatinisme; hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanitadan produksi sel telur.kekurangan hormon gonadotropin ini dapat menyebabkan

cephalocandal atau Head to tail direction (dari arah kepala ke kaki) misalnya: mengangkat kepala. 2. namun sebenarnya disertai pula dengan pertumbuhan psikososial anak dan diikuti dengan hal-hal dibawah ini: 1. 3. Pelayanan Kesehatan Yang ada di sekitar Lingkungan Dengan adanya pelayanan kesehatan disekitar lingkungan anak dapat mempengaruhi tunbuh kembang anak. duduk kemudian mengangkat dada dan menggerakkan ekstremitas bagian bawah. berhubungan dengan petunjuk atau gradien atau reflek dari perkembangan fisik dan maturasi dari fungsi neuromuscular. . D. Prinsipprinsip ini meliputi: a. Pola ini dapat merupakan dasar bagi semua kehidupan manusia. Pada saat anakberinteraksi dengan keluarga maka kan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah.terhambatnya perkembangan seks. petunjuk urutan dan langkah dalam perkembangan anak ini sudah ditetapkan tetapi setiap orang mempunyai keunikan secara individu. Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi 3. ibu. Misal: tengkurap – merangkak – berdiri – berjalan. saudara. masa kritis yaitu masa yang apabila tidak dirangsang/berkembang maka hal ini tidak akan dapat digantikan pada masa berikutnya. Semua anak yang normal melalui setiap tahap ini. kejadian yang spesifik. directional trends pertumbuhan dan perkembangan berjalan secara teratur. Pola Pertumbuhan dan Perkembangan Pola pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara terus menerus. 3. karena dengan anak diharapkan dapat terkontrol perkembangannya dan jika ada masalah dapat segera diketahui sedini mungkin serta dapat dipecahkan / dicari jalan keluarnya dengan cepat. b. teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan emosi. masa sensitif pada waktu-waktu yang terbatas selama proses tumbuh kembang dimana anak berinteraksi terutama dengan lingkungan yang ada. Pertumbuhan fisik dapat dilihat secara lebih nyata. mass to specific atau simple to complex (menggerakkan daerah yang lebih sederhana dulu baru kemudian yang lebih komplex) misalnya: mengangkat nahu dulu baru kemudian menggerakkan jari – jari yang lebih sulit atau melambaikan tangan baru bisa memainkan jari. Masa-masa tersebut adalah sebagai berikut: a. emosi hubungan yang hangat dengan ornag lain seperti ayah. sosial dan intelektual anak. sequential trends semua dimensi tumbuh kembang dapat diketahui maka sequence dari tumbuh kembang tersebut dapat diprediksi. Setiap fase dipengaruhi oleh fase sebelumnya. proximadistal atau near to far direction (menggerakkan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat dan pada anggota gerak yang lebih jauh dari pusat misalnya: bahu dulu baru jari-jari c. dimana hal ini berjalan secara teratur dan kontinyu.

tetapi tidak sama untuk setiap anak. Perkembangan ini berjalan secara pasti dan tepat. tulang. d usia dewasa (ledakan pubertas) Tahap tenang : dewasa s.b. otot. Pengertian Pertumbuhan Pertumbuhan adalah bertambah besarnya ukuran sel. Wong. maka anak tersebut dapat mencapai tahap perkembangan yang optimal. lengan dan kaki 5 kali lahir.d 6 bulan adalah periode cepat Akhir tahun pertama pasca lahir : melambat s. berat bentuk badan segitiga Ektomorf : kurus dan bertulang panjang Otot dan lemak Ada tiga periode kritis pembentukan sel lemak : 3 bulan terakhir kehidupan pra lahir . Proporsi tubuh Masa bayi : ukuran kepala lebih besar dari badan Masa kanak – remaja pertumbuhan kaki dan tangan lebih cepat daripada kepala Masa dewasa : kepela lebih kecil dari badan. badan 3 x ukuran lahir. ukuran kepala 2 x lahir. jantung dan anggota tubuh lainnya mencapai 20 tahun untuk mencapai kesempurnaan. bertambahnya ukuran dan berat badan secara keseluruhan atau sebagian ( Donna L. paru – paru dan alat kelamin ± 20 kali lahir Otak sempurna 10 tahun pertama. Misalnya: · ada yang lebih dulu bicar baru jalan atau sebaliknya · ada yang badannya lebih dulu berkembang kemudian subsistemnya dan sebaliknya · dan sebagainya.d lansia walau berat badan kadang berubah-ubah. Misalnya: anak usia 3 tahun/saat perkembangan otak dirangsang dengan bacaan-bacaan/gizi yang tinggi. masa sensitif mengarah pada perkembangan dan mikroorganisme. ibunya menderita flu maka kemungkinan anak tersebut akan hydrocepallus/encepalitis. mereka membagi dan menyatu dengan protein. Bentuk bangun tubuh : Endomorf : gemuk dan berat Mesomorf : anak kekar. bola mata sempurna 5 tahun pertama. d stabil yaitu antara usia 8 – 12 tahun Usia 12 – 18 tahun : periode cepat kembali s. 1999) Perkembangan fisik berpengaruh secara : Langsung Akan menentukan keterampilan anak dalam bergerak Tidak langsung Akan berpengaruh terhadap cara pandang dirinya terhadap keadaan dirinya sendiri dan orang lain akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak Daur pertumbuhan utama Ada empat periode : Periode pra lahir s. masa optimal yaitu suatu masa diberikan rangsangan optimal maka akan mencapai puncaknya. Misalnya pada saat perkembangan otak. c.

Berat Tubuh Usia 4 bulan : 2 x BBL Usia 1 tahun : 3 x BBL Usia 2 – 3 tahun bertambah 2.5 tahun : 20 gigi susu Urutan Erupsi : gigi depan bawah Usia 6 tahun : 1 – 2 gigi tetap Usia 10 tahun : 14 – 16 gigi tetap Usia 13 tahun 27 – 28 gigi tetap Usia 17 – 25 tahun : bertambah 4 buah gigi bungsu Makna gigi Pengaruhnya terhadap emosi.kata Perkembangan susunan saraf Masa kandungan – 4 tahun sangat pesat (jumlah dan ukuran). munculnya gigi tetap pertanda masa kanak berganti menuju tahap dewasa Penampilan : mencabut gigi susu yang goyang lebih cepat kan membuat gigi baru tonggos Pengucapan kata. wanita mencapai tubuh dewasa usia 18 tahun sementara pria usia 19 – 20 tahun . Perubahan pada masa remaja Periode pubertas : usia kedewasaan berlangsung 3 – 4 tahun Gadis berusi 12 – 14 tahun Laki-laki berusia 13 – 15 tahun Ada perubahan hormonal (gonadotropin dan pertumbuhan) dan organ reproduksi Perubahan tubuh masa pubertas 1. pertumbuhan cepat 2 tahun sebelum kematangan organ reproduksi. Gigi Mulai erupsi usia 6 – 8 bulan Usia 9 bulan baru 3 buah gigi Usia 2 – 2.5 kg setiap tahunnya (Perkembangan Anak : Elizabeth Hurlock) Usia 5 tahun : 5 x BBL Usia remaja 40 – 45 kg Antara usia 10 – 12 tahun mendekati tahap remaja periode lemak berlangsung selama 2 tahun tapi tidak merata terutama wanita. setelah itu pengembangan sel saraf dalam fungsi. akibat rasa nyeri dan tidak nyaman Isyarat kedewasaan. Ukuran tubuh. usia 1 – 3 tahun secar emosional terganggu Gangguan terhadap keseimbangan tubuh. penambahan tinggi 10 – 15 cm dan berat 5 – 10 kg .2 – 3 tahun pasca lahir antara usia 11 – 12 tahun (usia remaja) Bila setiap periode ini terlalu banyak makan mengandung karbohidrat akan merangsang pertumbuhan sel – sel lemak yang lebih padat dan jika lemak itu sudah terbentuk akan menetap seumur hidup.

saluran pencernaan dan pernafasan pada bayi. Setiap perkembangan terkini adalah diyakini sebagai tanda telah selesainya tugas perkembangan yang sebelumnya. Sakit . Tumbang neuromuskular mengikuti / sesuai dengan pola cephalo-caudal atau proximodistal 3. kepuasan bertambah dengan aktifitas mengisap jari dan tangannya atau benda – benda sekitarnya. 1 tahun pertama kehidupan akibat penyakit. Pola tumbang setiap individu berbeda tergantung genetik. Lingkungan yang mempengaruhi selama masa kritis TEORI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN : A. anak mendapat kepuasaan saat mendapat ASI. Tumbang manusia akna berjalan sesuai dengan yang diprediksikan. cenderung menyendiri. Pusat kenikmatanya pada anus saat BAB. Fase anal (2 – 3 tahun) Meliputi retensi dan pengeluaran feces. prilaku sosial. 2 mg pertama kehidupan : masa kritis. Ciri kelamin utama dan sekunder Prilaku masa puber : cenderung sulit diduga dan agak melawan norma (tahap negatif). 2. sangat kritis. Pengertian Perkembangan Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari kemajuan yang sederhana ke keterampilan yang lebih kompleks melalui proses belajar Prinsip – prinsip pertumbuhan dan perkembangan : 1.2. SIGMEUN FREUD (PERKEMBANGAN PSYCHOSEXUAL) 1. 2 tahun pertama kehidupan akibat kecelakaan. usia 3 – 8 tahun rawan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. dan sebagai dasar untuk mengembangankan keahlian baru. 4. tidak dapat diikuti jalan fikirannya. Ada yang proporsional ada yang tidak 3. waktu yang tepat untuk mengajarkan disiplin dan bertanggung jawab. minat dan kepribadian. 2. berkelanjutan dan berurutan. sangat memperhatikan pandangan orang lain sehingga berpengaruh terhadap jangka panjangnya dalam sikap. . ingin mandiri. Perubahan proporsi tubuh. Bahaya perkembangan fisik : Kematian. Perasaan tidak nyaman. mudah tersinggung. Tumbang mungkin untuk sementara akan gagal atau menurun selama periode kritis 5. Fase oral (0 – 1 tahun) Pusat aktivitas yang menyenagka di dalam mulutnya.

berfikir logika. a. . bagaimana menimbulkan prestasi dengan kemampuan yang dimiliki anak. sedan dan bus sendiri – sendiri. terpusat pada bagian bagian terentu dari objek dan semata –mata didasarkan atas penampakan objek c. tapi kemudia mengelompokan mereka berdasarkan warnanya. Misal mula – mula ia mengelompokan truk. heteroseksual dan mulai menjalin hubungan rasa cinta dengan berbeda jenis kelamin. besar. Tahap sensori – motor ( 0 – 2 tahun) Prilaku anak banyak melibatkan motorik. Fase Urogenital atau faliks (usia 3 – 4 tahun) Tertarik pada perbedaan antomis laki dan perempuan. anak mendasarkan kesimpulannya pada suatu peristiwa tertentu (ayam bertelur jadi semua binatang bertelur) atau karena ciri – ciri objek tertentu (truk dan mobil sama karena punya roda empat). pola pikir egosentris. fase latent (4 – 5 tahun sampai masa pubertas ) Masa tenang tetapi anak mengalami perkembangan pesat aspek motorik dan kognitifnya. Fase Genitalia Alat reproduksi sudah muali matang. bila tidak ditambah atau dikurangi maka volumenya tetap. ibu menjadi tokoh sentral bila menghadapi persoalan. 5. bentuk dst. 4. B. PIAGET (PERKEMBANGAN KOGNITIF) Meliputi kemampuan intelegensi. serta mencari figur (role model) sesuai jenis kelaminnya dari orang dewasa. belum terjadi kegiatan mental yang bersifat simbolis (berfikir). b. warna. Tahap pra operasional ( 2 – 7 tahun) v Tahap pra konseptual (2 – 4 tahun) anak melihat dunia hanya dalam hubungan dengan dirinya. memecahkan masalah kompleks menjadi simple dan memahami ide yang abstrak menjadi konkrit. Disebut juga fase homosexual alamiah karena anak – nak mencari teman sesuai jenis kelaminnya.3. v Tahap intuitif ( 4 – 7 tahun) Pola fikir berdasar intuitif. Pola berfikir ada dua yaitu : transduktif . kecil. lalu berdasarkan besar – kecilnya dst. penalaran masih kaku. awal kemampuan berfikir. Sekitar usia 18 – 24 bulan anak mulai bisa melakukan operations. Pola penalaran sinkretik terjadi bila anak mulai selalu mengubah – ubah kriteria klasifikasinya. kemampuan berpersepsi dan kemampuan mengakses informasi. Tahap operasional konkrit ( 7 – 12 tahun) Konversi menunjukan anak mampu menawar satu objek yang diubah bagaimanapun bentuknya. Kedekatan ank laki – laki pada ibunya menimbulkan gairah sexual dan perasaan cinta yang disebut oedipus compleks. Seriasi menunjukan anak mampu mengklasifikasikan objek menurut berbagai macam cirinya seperti : tinggi.

Perkembangan psikososial : 1. Kesiapan membina hubungan dengan orang lain. anak mulai mencari identitas dirinya serta perannya. jiak ia berhasil melewati tahap ini maka ia tidak akan bingung menghadapi perannya 6. ibu sangat berperan penting. Trust vs. Kedua orang tua objek sosial terdekat dengan anak. yang paling penting adalah bagaimana memfokuskan diri individu pada penyelesaian konflik yang baik itu berlawanan atau tidak dengan tugas perkembangannya. Ia mulai berfikir bagaimana masa depannya. Tahap operasional – formal (mulai usia 12 tahun) Anak dapat melakukan representasi simbolis tanpa menghadapi objek – objek yang ia fikirkan. maka ia kan selalu merasa bersalah dan tidak berani mengambil tindakan atas kehendak sendiri. sebaliknya celaan hanya akan membuat anak bertindak dan berfikir ragu – ragu. Intimacy vs Isolation ( dewasa awal ) Individu sudah mulai mencari pasangan hidup. 5. Initiatif vs Guilty (3 – 6 tahun) Bila tahap sebelumnya anak mengembangkan rasa percaya diri dan mandiri. anak akan rendah diri. bila anak mendapatkan rasa amannya maka anak akan mengembangkan kepercayaan diri terhadap lingkungannya. Identity vs Role confusion ( mulai 12 tahun) Anak mulai dihadapkan pada harapan – harapan kelompoknya dan dorongan yang makin kuat untuk mengenal dirinya sendiri. anak perlu dukungan. sedang yang tidak mampu . anak akan mengembnagkan kemampuan berinisiatif yaitu perasaan bebas untuk melalukan sesuatu atas kehendak sendiri. Autonomy vs shame and doubt ( 2 – 3 tahun) Organ tubuh lebih matang dan terkoordinasi dengan baik sehingga terjadi peningkatan keterampilan motorik. perasaan kasih sayang dan keintiman. Pola fikir menjadi lebih fleksibel melihat persoalan dari berbagai sudut yang berbeda. 2. Bila lingkungan ekstern lebih banyak menghargainya maka akan muncul rasa percaya diri tetapi bila sebaliknya. pengakuan. Industry vs inferiority (6 – 11 tahun) Logika anak sudah mulai tumbuh dan anak sudah mulai sekolah. 3. tuntutan peran dirinya dan bagi orang lain semakin luas sehingga konflik anak masa ini adalah rasa mampu dan rendah diri. C. missstrust ( 0 – 1 tahun) Kebutuhan rasa aman dan ketidakberdayaannya menyebabkan konflik basic trust dan mistrust. 4. ERIKSON (PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL) Proses perkembangan psikososial tergantung pada bagaimana individu menyelesaikan tugas perkembangannya pada tahap itu.d. pujian. Bila tahap sebelumnya yang dikembangkan adalah sikap ragu-ragu. perhatian serta dorongan sehingga menimbulkan kepercayaan terhadap dirinya.

Penilaian terhadap prilaku didasarkan atas akibat sikap yang ditimbulkan oleh prilaku. 7. marah dan takut. E. yaitu senyum. menangkap bahwa lingkungannya akan memenuhinya segera. pujian atau benda. HUROLCK (PERKEMBANGAN EMOSI) Menurut Hurlock. malu. Penyesuaian diri terhadap segala aturan di sekitarnya lebih didasarkan atas penghargaannya serta rasa hormatnya terhadap orang lain. Konvensional Anak terpaksa menyesuaikan diri dengan harapan lingkungan atau ketertiban sosial agar disebut anak baik atau anak manis 3. Generativy vs self absorbtion (dewasa tengah) Adanya tuntutan untuk membantu orang lain di luar keluarganya. KOHLBERG (PERKEMBANGAN MORAL) 1. pengabdian masyarakat dan manusia pada umumnya. Pengalaman emosional sangat tergantung dari seberapa jauh individu dapat mengerti rangsangan yang diterimanya. D.melakukannya akan mempunyai perasaan terkucil atau tersaing. sebelum bayi bicara ia sudah mengembangkan emosi heran. masa bayi mempunyai emosi yang berupa kegairahan umum. Kemampuan intelektual lain yang ia capai pada usia 1 tahun adalah bahwa ia dapat mengantisipasi kegiatan rutin dari . Dalam tahap selanjutnya anak mulai menyesuaikan diri dengan harapan – harapan lingkungan untuk memperoleh hadiah. khususnya generasi mendatang tetapi bila tahap – tahap silam. Prinsip pribadi mempunyai peranan penting. Pengalaman di masa lalu menyebabkan individu mampu berbuat banyak untuk kemanusiaan. Purna konvensional Anak mulai mengambil keputusan baik dan buruk secara mandiri. Perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor kematangan dan belajar. 2. selanjutnya perkembngan emosi dipengaruhi oleh harapan orang tua dan lingkungan. Otak yang matang dan pengalaman belajar memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan emosi. 8. Kepuasan akan prestasi. gembira. Ego integrity vs Despair (dewasa lanjut) Memasuki masa ini. Pra-konvensional Mulanya ditandai dengan besarnya pengaruh wawasan kepatuhan dan hukuman terhadap prilaku anak. Bila ia merasa semuanya belum siap atau gagal akan timbul kekecewaan yang mendalam. dan tindakantindakan dimasa lalu akan menimbbulkan perasaan puas. ia memperoleh banyak pengalaman negatif maka mungkin ia terkurung dalam kebutuhan dan persoalannya sendiri. individu akan menengok masa lalu.

meraba. Refleks ini diperlukan unutk mempertahankan hidupnya. Dari hal-hal ini berkembang imajinasi. Perkembangan intelektual tidak dapat berkembang sebelum pola pikir terbentuk. Lebih lanjut Pulaski menjelaskan teorinya dengan membagi tahapan perkembangan intelektual menjadi : Tahap I : Sensorimotorik (lahir – 2 tahun) Pada tahap ini anak menggunakan sistem penginderaan. stimuli sensoris dan motoris diperlukan sebelum untuk memberikan “pengetahuan”. Imajinasi ini tidak akan terjadi apabila anak tidak dikenalkan dengan semua hal baru. Pada masa ini anak bias mamikirkan hal-hal apa yang akan atau mungkin terjadi. suara. Jawaban ini berupa refleks-refleks. Perkembangan Emosi dan Sosial Kepribadian seorang anak merupakan integrasi perasaan dan sikap yang dicerminkan dalam tingkah laku. anak dan dengan lingkungannya akan menentukan perkembangan bahasa anaka.perkembangan intelektual juga dapat diukur dengan kemampuan anak menggunakan kata-kata. Tahap III : Konkrit Operasional (7 -11 tahun) Pada tahap ini anak telah dapat berpikir secara logis dan terarah. sistem motorik dan benda-benda untuk mengenal lingkungannya. yaitu menggunakan kata-kata. Interaksi orang tua. mengelompokkan fakta-fakta serta anak telah mampu berpikir dari sudut pandang orang lain. Tingkah laku anak berubah menjadi egosentrik. Misalnya bunyi-bunyi yang ia tangkap sewaktu menyiapkan makanannya. Bayi tidak hanya menerima rangsangan berupa pasif tetapi juga memberi jawaban terhadap rangsangan . Pengetahuan ini didapat dari pengalaman bergerak. memperhatikan benda nyata. Dengan kata lain apabila interaksi ini maksimal akan menyebabkan anak dapat bicara lebih cepat sedangkan apabila interaksi kurang maka akan memakan waktu untuk mulai bicara. tersebut. penglihatan dan rasa. Berarti dengan bunyi ini sebentar lagi ia akan diberi makan. Seorang dewasa dikatakan mempunyai kepribadian yang sehat apabila ia mampu untuk memberi kasih sayang. Dengan refleks dalam bentuk gerak motorik memungkinkan bayi untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Menurut penelitian Pulaski (1971). Pada pre operasional anak mampu menggunakan simbol-simbol. Tahap II : Pre Operasional ( 2 – 7 tahun) Perubahan fungsi kognitif pada tahap ini adalah dari sensori motorik menjadi pre operasional.lingkungannya. ia akan dengan sabar dan tidak menangis. sekarang dan yang akan terjadi segera. Contoh : anak dapat menghitung walaupun susunan benda diubah serta mengatahui jumlahnya tetap sama. Selain tahapan-tahapan yang telah dijelaskan terdahulu. Perkembangan lain pada masa remaja ialah kemampuan untuk berpikir sistematis dan memecahkan suatu persoalan. bersin. Ia dapat berpikir secara abstarak. Misalnya refleks untuk makan. mengingat masa lalu. selain faktor keturunan. Tahap IV : Format Operation (11 – dewasa) Masa dimana anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. dan mengatasi persoalan secara nyata dan sistematis. mencapai sesuatu yang ia inginkan dan menjadi interdependent . lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan intelegensia.

tetapi masa bodoh terhadap lingkungan. sosial interaksi ( – ) mempertahankan keinginan . Hal ini dicapai melalui proses dalam kehidupan. PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL Teori perkembangan ini dikemukakan oleh Sigmund Freud. Insting seksual memainkan peranan penting dalam perkemabngan kepribadian. Fase Phallic ( 3 – 6 tahun) Memegang-megang genitalia Dekat dengan orang tua lawan jenis · Oedipus Complex → mencintai ibu · Electra Complex → cemburu karena tidak punya penis Bersaing dengan orang tua yang sama jenis seksnya (+) egosentris. marah / menangis → jika tidak terpenuhi. tidur (-) menggigit. kenyang. belajar sendiri.pada fungsinya. Ego : lebih rasional. minta minum. masing-masing tingkat usia mempunyai tugas yang mesti ia selesaikan sebelum ia melangkah ke tugas pada tingkat usia berikutnya. Beliau mengemukakan bahwa : Di dalam jiwa individu terdapat tiga komponen yaitu : Id : nangis. TEORI PERKEMBANGAN OLEH SIGMUND FREUD Fase Oral ( 0 – 8 ½ tahun) (+) yang memberikan kepuasan / kebahagiaan → mulut→ menghisap menelan memainkan bibir makan. ( – ) Jika tidak dapat melalui dengan baik → akan menahan dan melakukannya dengan mempermainkan. kontrol diri. ketepatan waktu. Tugas Ibu → penuhi fase oral dengan sabar. 4. Perkembangan berhubungan dengan bagian-bagian fungsi tubuh dan dipandang sebagai aktifitas yang menyenangkan. Fase Anal ( 1 – 3 tahun ) Fungsi tubuh yang memberi kepuasan berkisar sekitar anus. Menurut Freud perkembangan manusia terjadi dalam beberapa fase dimana setiap fasenya mempunyai waktu dan ciri-ciri tertentu dan fase ini berjalan secara kontinyu. → Belajar mengontrol pengeluaran. Sejak ia lahir. (+) BAB / BAK → senang melakukannya sendiri. dll. Konsep bersih / kebersihan. mengeluarkan air liur. Super Ego : lebih memikirkan lingkungan.makan.

7. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf. ambivalen (+) peer group Tanggung jawab perawat → membantu anak menyelesaikan tahap-tahap perkembangan dan antisipasi terhadap orang taua tentang fase-fase yang akan dilaluinya. 6. yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciriciri tersendiri. maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangnnya juga berbeda. Aktifitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas. 3. karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa. yaitu : 1. Terdapat masa percepatan dan masa perlambatan. tetapi tetap akan menuruti patokan umum.Fase Laten Orientasi sosial keluar rumah → senang bermain Pertumbuhan intelektual dan sosial Banyak teman → gang Impuls agresivitas lebih terkontrol. 2. .tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak. Fase Genital Fase ini tinggal melengkapi fase sebelumnya Pemusatan seksual pada genital Penentuan identitas Belajar tidak tergantung pada orang lain Bertanggung jawab pada diri sendiri Intim dengan lawan jenis (-) konflik diri. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal. 4. 5. Setiap anak adalah individu yang unik. serta laju tumbuh kembang yang berlainan organ-organ.

Masa fetus lanjut. Masa prenatal atau masa intrauterin ( masa janin dalam kandungan ) a. pembentukan jasad manusia sempurna dan alat tubuh telah terbentuk dan mulai berfungsi. terjadi adaptasi lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah. Pada masa ini terjadi transferimunoglobin G(IgG) dari ibu melalui plasenta. . saling berkaitan dan berkesinambungan dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. masa neonatal (0-28 hari). dan intelektual makin berkembang. Walaupun terdapat variasi akan tetapi setiap anak akan melewati suatu pola tertentu yang merupakan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut : 1. Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu : a. masa fetus dini. pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan masa prasekolah. b. 2. keterampilan. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat menjadi suatu organisme. terjadi perkembangaan dengan aktifitas jasmani yang bertambah dan meningkaatnya keterampilan dan proses berpikir. proses yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara kontinu terutama meningkatnya fungsi sistem saraf (29 hari – 1 tahun). Akumulasi asam lemak esesnsial seri omega 3(Docosa Hexanicc Acid) omega 6(Arachidonic Acid) pada otak dari retina. terjadi percepatan pertumbuhan. masa neonatal lanjut b. terbentuk suatu sistem oragan dalam tubuh. senang bermain berkelompok dengan jenis kelamin yang sama ( usia 6 – 18/20 tahun). sejak usia 9 minggu sampai dengan TM II kehidupan intrauterin. masa janin/fetus ialah sejak umur 9 minggu sampai kelahiran. terjadi diferensiasi yang berlangsung cepat. 3. serta mulainya berfungsi orgaan-oragan tubuh lainnya. Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. masa prasekolah Pada saat ini pertumbuhan berlangsung dengan stabil. masa pasca neonatal . 4. masa sekolah. pada akhir TM pertumbuhan berlangsung pesat dan adanya perkembangan fungsi. b. 1. masa mudigah/embrio ialah sejak konsepsi sampai umur kehamilan 8 minggu.Tahap-tahap Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur. masa neonatal dini : 0-7 hari : 8-28 hari 2.

masa remaja lanjut a. ekstrimitas relatif lebih pendek. Tumbuh Kembang Neonatus 1. pria Masa-masa tersebut diatas ternyata memiliki ciri-ciri khas yang masing-masing masa mempunyai perbedaan dalam annatomi. a. Penampilan Fisis Perbandingan berbagai bagian tubuh bayi baru lahir sangat berlainan dengan proporsi janin. b. abdomen lebih membuncit. dan batas antrieor posterior kurang mendatar. biokimia dan karakternya. balita. Pertumbuhan setelah lahir . Berat badan bayi baru lahir adalah kira-kira 3000 g. wanita : usia 13 –18 tahun : usia 15-20 tahun b. 1. Panjang badan rata-rata waaktu lahir adalah 50 cm. Pertumbuhan janin intrauterin Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat yang dialami seseorang dalam hidupnya. 2. muka berbentuk bundar. sel telur yang telah dibuahi berdiferensiasi secara tepat menjadi organisme yang mempunyai bentuk anatomis seperti manusia. Dinamika pertumbuhan antenatal ini sangat menakjubkan yaitu sejak konsepsi sampai lahir. ukuran kepalanya relatif besar. Pada masa embrio yaitu 8 minggu pertama kehamilan. dada lebih bundar. fisiologi. biasanya anak laki-laki lebih berat dari anak perempuan. masa pra remaja masa remaja : masa remaja dini wanita : usia 8-13 tahun : usia 10-15 tahun : usia 6-10 tahun b. Pada sistem-sistem tertentu organogenesis diteruskan sampai lebih dari 8 minggu.a. Pertumbuhan fisik adalah hasil dari perubahan bentuk dan fungsi dari organisme. lebih kurang 95% diantaranya menunjukkan panjang badan sekitar 45 –55 cm. pria 2. Lebih kurang 95% bayi cukup bulan mempunyai berat badan antara 2500 – 4500 g. anak besar atau dewasa. mandibula kecil. 1.

Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. Nia melahirkan bayi pada tanggal 30 November 2004 dengan berat badan waktu lahir 3. Nia adalah : . 3-12 bulan 3. Nia saat ini ! 2004 – 11 – 30 ( Lahir ) 2005 – 03 – 31 ( Saat penimbangan ) Jadi umur BY Nia adalah 4 bulan 1 hari. sedangkan anak laki-laki baru pada umur sekitar 10 tahun. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat berhenti adripada anak laki-laki.1-6 tahun 4.5 kg/tahun. maka BB By. mejadi 3 kali berat badan lahir pada umur 1 tahun. yang kemudian dilanjutkan dengan “ adolescent growth spurt” ( pacu tumbuh adolesen ). sedsangkan anak lakilaki baru berhenti tumbuh pada umur 20 tahun. berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10.1992 untuk memperkirakan berat badan adalah sebagai berikut : Perkiraan Berat badan dalam kilogram : 1.a. Lahir 2. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. Maka hitunglah berapa umur dan berat badan By. 6-12 tahun : 3. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi.25 kg : umur(bulan) + 9 : umur(bulan) x 2 + 8 : umur(bulan) x 7 – 5 Contohnya : Ny. “growth spurt” ( pacu tumbuh ) anak perempuan dimulai lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun. kalau anak mendapat gizi yang baik. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai “ pre adolescent growth spurt” ( pacu tumbuh pra adolesen ) dengan rata-rata kenaikan berat nadan adalah 3-3.5 kg. Kenaikan berat badan anak pada tahun pertama kehidupan. adalah berkisar anatara : 700 – 1000 gram/bulan pada triwulan I 500 – 600 gram/bulan pada triwulan II 350 – 450 gram/bulan pada triwulan III 250 – 350 gram/bulan pada triwulan IV Dapat pula digunakan rumus yang dikutip dari Behrman. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. Dibandingkan dengan anak laki-laki . Berat badan Pada bayi yang lahir cukup bulan.

5 cm Contohnya adalah sebagai berikut : Sepasang suami istri datang ke poliklinik Tumbang untuk dipantau tumbuh kembang anaknya.Umur ( bulan ) + 9 / 2 = 13 / 2 = 6. sedangakan TB istri 160 cm. maka hitunglah TB optimal anak perempuannya ? TB anak perempuan : ( TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8.1992 adalah sebagai berikut : a. b. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi.1993) : TB anak perempuan = ( TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8.5 cm TB anak laki-laki = ( TB ibu + 13 cm ) + TB ayah ± 8. tinggi badan anak dapat diperkirakan. sebagai berikut : 1 tahun 1. Secara garis besar.5 cm .5 cm 156 cm ± 8. Tinggi badan Tinggi badan rata-rata pada waktu lahir adalah 50 cm.5 cm 312 cm / 2 ± 8.5 cm ( 165 cm – 13 cm ) + 160 cm ± 8. 2-12 tahun : 50 cm : 75 cm : umur (tahun) x 6 + 77 Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orangtua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya.5 Kg.5 x TB lahir ( 2 x TB 2 tahun ) Menurut Berhman. Setelah dianamnesis didapatkan data senagai berikut TB suami 165 cm. Umur 1 tahun c. Lahir b.5 x TB lahir 4 tahun 2 x TB lahir 6 tahun 1.5 x TB setahun 13 tahun 3 x TB lahir Dewasa 3.

muka bulat. sehingga perlu mendapat perhatian. serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. 5. 2. Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis. Anggota gerak sangat pendek. Perkembangan Anak Balita Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. 6. kepala tampak besar dan memanjang. dimana diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensi berkembang. 3. kepala relatif masih besar. Personal Social ( kepribadian/tingkah laku sosial ). Pada dewasa anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. Fine Motor Adaptive ( gerakan motorik halus ) 3.(1981) melalui Denver Development Stress Test (DDST) mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai perkembangan anak balita yaitu : 1. sehingga sebagai titik tengah adalah setinggi simfisis pubis. seperti pada buku petunjuk program BKB ( Bina Keluarga dan Balita ) yaitu perkembangan : 1. dimana ukuran panjang kepala hampir sama panjang badan ditambah tungkai bawah. 2.Dilihat dari proporsi antara kepala.Frankenburg dkk. 7. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggiumbilikus. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek. anak-anak dan dewasa. yaitu sebagai berikut : pada waktu janin umur 2 bulan. ukuran antero-posterior dada masih lebih besar. Pada waktu lahir. Langauge ( bahasa ) 4. Gross Motor ( perkembangan motorik kasar ) Ada juga yang membagi perkembangan balita ini menjadi 7 aspek perkembangan. 4. badan. Tingkah laku sosial Menolong diri sendiri Intelektual Gerakan motorik halus Komunikasi pasif Komunikasi aktif Gerakan motorik kasar .

menegakkan kepala. misalnya : 4-6 minggu 12-16 minggu : tersenyum spontan. tengkurap sendiri 1-2 minggu kemudian menoleh kearah suara memegang beneda yang ditaruh ditangannya : meraih benda yang didekatkan padanya : – dapat memeindahkan benda dari astu tangan ke tangan lainnya 20 minggu 26 minggu - duduk. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). . DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. dengan bantuan kedua tangan ke depan makan biskuit sendiri : – menunjuk dengan jari telunjuk 9-10 bulan - memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk merangkak bersuara da. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak prasekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan.Menurut Milestone perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu. Denver Development Stress Test (DDST) DDST adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ.. agar tumbuh kembang anak dapat lebih optimal. da… : – berjalan tanpa bantuan 13 bulan - mengucapkan kata-kata tunggal Dengan milestone ini kita dapat mengetahui apakah anak mengalami perkembangan anak dalam batas normal atau mengalami keterlambatan. Sehingga kita dapat melakukan deteksi dini dan intervensi dini. dan pada “follow up” selanjutnya ternyta 89% dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. dapat diandalkan dan menunjukkkan validitas yang tinggi. dapat mengeluarkan suara : .

Lembar formulir DDST. yang kemudian hasil revisi dari DDST tersebut dinamakan Denver II. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. permainan anak. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja.Alat peraga : benang wol merah. Gross Motor ( gerakan motorik kasar ) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. bel kecil. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. Buku petunjuk sebagai refensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. yag meliputi : Personal Social ( perilaku sosial ) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. Aspek perkembangan yang dinilai Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. Language ( bahasa ) Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara. bola tenis. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja.kertas dan pensil. dalam lembar DDST. kismis/manik-manik. c. yaitu : . bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Pada umumnya pada waktu tes. hijau-biru. Fine Motor Adaptive ( gerakan motorik halus ) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. kubus warna merah-kuning. b. botol kecil. Setiap tugas ( kemampuan ) digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. mengikuti perintah ddan berbicara spontan. a. Frankerburg melakukan revisi dan restandarisasi kembali DDST dan juga tugas perkembangan pada sektor bahassa ditambah. Alat yang digunakan .Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih separoh anak dengan kelainan bicara.

Tidak dapat dites Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan.Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis verikal usia. Abnormal. hasil tes diklasifikasikan dalam : Normal. Meragukan (Questionable) dan tidak dapat dites ( Untestable ). gagal (Fail = F).Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. elanjutnya berdassarkan pedoman. Meragukan . Setelah dihitung pada masing-masing sektor.Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. Kemudian digaris berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST.Tahap I : secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan 9-12 bulan 18-24 bulan 3 tahun 4 tahun 5 tahun Tahap II : dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap I. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). Abnormal .Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan apad 1 sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.O). . d. pada 2 sektor atau lebih. Kemudian dilanjutkan pad eveluasi diagnostik yang lengkap. . berapa yang P dan berapa yang F.Opportunity = N. .

Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. Kemudian garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor. maka berarti suatu keterlambatan poda tugas tersebut. maka dibulatkan kebawah. Misalnya Budi lahir pada tanggal 23 Mei 1992 dari kehamilan yang cukup bulan dan tes dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1994. sedangkan bila terdapat kode nomor maka tugas perkembangan doites sesuai petunujuk dibaliknya formulir.(F). maka perhitungannya sebagai berikut . Begitu pula pada kotak-kotak sebelah kanan garis umur. Agar lebih cepat dalamelaksanakan skrining. maka ini bukanlah suatu keterlambatan. PDQ ( Pra-Screening Development Questionnaire ) . karena 12 hari lebih kecil dari 15 hari. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur.Normal Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut diatas. Apabila Budi gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut. Kalau terdapat kode R maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuanya. karena pada kontrol lebih lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. maka dapat digunakan thp praskrining dengan menggunakan : DDST Short Form. maka dianggap “suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. Tugas-tugasyang terletak di sebelah kiri garis itu. umur anak perlu ditetapkan terlebih dahulu. dengan menggunakan patokan 30 hari untuk 1 bulan dan 12 bulan untuk 1 tahun. Perhitungan umur adalah sebagai berikut . Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. Dari penelitian Frankenburg didapatkan 25% anak pada pemeriksaan DDST Short Form ternyata memerlukan pemeriksaan DDST lengkap. Dalam pelaksanaan skrining degan DDST ini. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia Budi(2 tahun 4 bulan). sehingga umur Budi adalah 2 tahun 4 bulan. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas 8 hingga seluruhnya ada 12 tugas ) yang ditanyakan pada ibunya. Bila dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan kebawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan keatas. 1994 – 10 – 5 ( saat tes dilakukan ) 1992 – 5 – 23 ( tangga lahir Budi ) Umur Budi 2 – 4 – 12 = 2 tahun 4 bukan 12 hari.

Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga . 5. Kliegman. Depkes RI. Bandu . Meita. Tumbuh Kembang Anak. FK Unpad Subbagian Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Bagian Ilmu Kesehatan Anak Perjan RSHS Bandung. 2. EGC. Ilmu Kesehatan Anak. 6. A. Jakarta. 1997. dkk. Soetjiningsih. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. 1998 : 1 – 63. Jakarta. Referensi : 1. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. 3. Dhamayanti. Depkes RI. FKUI.Bentuk kuesioner ini digunakan orang tua yang berpendidikan SLTA keatas. 4. 2000 : 37 – 45.H. Jakarta. Arvin. Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Untuk Meningkatkan Emotional Spiritual Quotient (ESQ). 1991 : 9 -21. Mirriamstoppard. EGC. Jakarta. Complete Baby and Child Care. 192 : 6 – 18. Ilmu Kesehatan Anak ( Nelson Textbook of Pediatrics ). Markum. Kemungkinan dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. Behrman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful