Pengertian iman 1.

Iman Kepada Allah Ta¶ala Iman kepada Allah adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah Rabb dan Raja segala sesuatu, Dialah Yang Mencipta, Yang Memberi Rizki, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan, hanya Dia yang berhak diibadahi. Kepasrahan, kerendahan diri, ketundukan, dan segala jenis ibadah tidak boleh diberikan kepada selain-Nya, Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, serta Dia bersih dari segala cacat dan kekurangan. 2. Iman Kepada Para Malaikat-Nya Iman kepada malaikat adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat, yang diciptakan dari cahaya. Mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah, adalah hambahamba Allah yang dimuliakan. Adapun yang diperintahkan kepada mereka, mereka laksanakan. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti. Mereka melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat mutawatir dari nash-nash Al-Qur¶an maupun As-Sunnah. Jadi, setiap gerakan di langit dan di bumi, berasal dari para malaikat yang ditugasi di sana, sebagai pelaksanaan perintah Allah Azza wa Jalla. Maka, wajib mengimani secara tafshil (terperinci), para malaikat yang namanya disebutkan oleh Allah, adapun yang belum disebutkan namanya, wajib mengimani mereka secara ijmal (global). 3. Iman Kepada Kitab-Kitab Maksudnya adalah, meyakini dengan sebenarnya bahwa Allah memiliki kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada para nabi dan rasul-Nya, yang benar-benar merupakan Kalam (firman, ucapan)-Nya. Ia adalah cahaya dan petunjuk. Apa yang dikandungnya adalah benar. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Allah. Wajib beriman secara ijmal, kecuali yang telah disebutkan namanya oleh Allah, maka wajib baginya mengimaninya secara tafshil, yaitu Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur¶an. Selain wajib mengimani bahwa Al-Qur¶an diturunkan dari sisi Allah, wajib pula mengimani bahwa Allah telah mengucapkannya sebagaimana Dia telah mengucapkan seluruh kitab lain yang diturunkan. Wajib pula melaksanakan berbagai perintah dan kewajiban serta menjauhi berbagai larangan yang terdapat di dalamnya. Al-Qur¶an merupakan tolok ukur kebenaran kitab-kitab terdahulu. Hanya Al-Qur¶anlah yang dijaga oleh Allah dari pergantian dan perubahan. Al-Qur¶an adalah Kalam Allah yang diturunkan, dan bukan makhluk, yang berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. 4. Iman Kepada Rasul-rasul Iman kepada rasul-rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah telah mengutus para rasul untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya. Kebijaksanaan-Nya telah menetapkan bahwa Dia mengutus para rasul itu kepada manusia untuk memberi kabar gembira dan ancaman kepada mereka. Maka, wajib beriman kepada semua rasul secara ijmal sebagaimana wajib pula beriman secara tafshil kepada siapa di antara mereka yang disebut namanya oleh Allah, yaitu 25 diantara mereka yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur¶an. Wajib pula beriman bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi selain mereka, yang jumlahnya tidak diketahui oleh selain Allah, dan tidak ada yang mengetahui nama-nama mereka selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Wajib pula beriman bahwa Muhammad

malaikat-malaikat. hari kemudian.´ (HR Muslim) . Di negeri itu Allah akan membalas kebaikan orang-orang yang berbuat baik dan kejahatan orang-orang yang berbuat jahat. dan hari akhir. sehingga manusia keluar dari kubur seperti belalang-belalang yang bertebaran dalam keadaan hidup dan bersegera mendatangi penyeru.shalalallahu alaihi wa salam adalah yang paling mulia dan penutup para nabi dan rasul. kitab-kitab-Nya. Iman Kepada Takdir Yang Baik Maupun Yang Buruk Dari Allah Ta¶ala. Dan engkau beriman kepada takdir Allah. sesuai dengan apa yang telah diketahui-Nya itu. dan nabi-nabi«´ (Al-Baqarah:177) ´Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar (ukuran). Pengertian alba¶ts (kebangkitan) menurut syar¶i adalah dipulihkannya badan dan dimasukkannya kembali nyawa ke dalamnya. baik di dunia maupun di akhirat. yang baik maupun yang buruk. risalahnya meliputi bangsa jin dan manusia. Kita memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah. Banyak sekali dalil mengenai keenam rukun Iman ini. 6. jika Dia menghendaki. malaikat-malaikatNya. Allah mengampuni dosa apapun selain syirik. sebelum menciptakan dan mengadakannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya. Allah ta¶ala telah mengetahui kadar dan waktu terjadinya segala sesuatu sejak zaman azali.´ (Al-Qomar: 49) Juga sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam hadits Jibril: ´Hendaklah engkau beriman kepada Allah. 5. baik dari segi Al-Qur¶an maupun AsSunnah. serta tidak ada nabi setelahnya. akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah. Allah telah menulisnya pula di dalam Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannya. rasulrasulNya. Iman kepada takdir adalah meyakini secara sungguh-sungguh bahwa segala kebaikan dan keburukan itu terjadi karena takdir Allah. Diantaranya adalah firman Allah Ta¶ala: ´Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian. Iman Kepada Kebangkitan Setelah Mati Iman kepada kebangkitan setelah mati adalah keyakinan yang kuat tentang adanya negeri akhirat.

Lebih dari itu. orang yang setiap saat selalu berupaya menggapai cinta Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda: . Selanjutnya Allah SWT menguraikan tanda-tanda orang yang taqwa. jika mereka memiliki uang seribu dollar diinfaqkannya paling tidak satu dollar. dia disebut orang yang taqwa. Taqwa memiliki tiga tingkatan. Ketika seseorang melepaskan diri dari kekafiran dan mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim (beragama Islam) Allah SWT telah menjabarkan berbagai ciri-ciri orang yang benar-benar taqwa. ia memiliki tingkat taqwa yang lebih tinggi. Didalam pengertian ini semua orang beriman tergolong taqwa meskipun mereka masih terlibat beberapa dosa. Menafkahkan rizki di jalan Allah SWT adalah jalan-hidup mereka. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mereka yang pemaaf terhadap (kesalahan) manusia. Beberapa muhsinin (orang yang selalu berbuat baik) menginfaqkan sebutir bawang.TANDA-TANDA TAQWA Allah SWT berfirman dalam Surat Ali¶Imran Ayat 133: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu (Allah SWT) dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang taqwa (muttaqin). µAisyah RA sekali waktu pernah menginfaqkan sebutir anggur karena pada waktu itu ia tidak memiliki apa-apa lagi. Allah SWT (atas kehendakNya) menjauhkan mereka dari kesulitan (bala¶) kehidupan lantaran kebajikan yang mereka perbuat ini. Marilah terlebih dahulu kita coba memahami apakah itu Taqwa. Mereka menafkahkan rizkinya di jalan Allah SWT dalam keadaan lapang maupun sempit. Jika seseorang menjauhi segala hal yang tidak disukai Allah SWT dan RasulNya (SAW). Allah SWT menjelaskan dalam Surat Ali¶Imran Ayat 102: Wahai orang-orang yang beriman. dan jika hanya memiliki seribu sen mereka infaqkan satu sen. Yang terakhir. baik diwaktu lapang maupun sempit. ia memiliki tingkat taqwa yang lebih tinggi lagi. malahan ia lebih suka berbuat kebaikan bagi sesamanya. Dengan kata lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan. bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya. dalam Surat Ali¶Imran Ayat 134: (yaitu) Orang-orang yang berinfaq (karena Allah SWT). seseorang yang suka menolong orang lain tidak akan mengambil atau memakan harta orang lain.

Seorang penyair berbahasa urdu berujar. barang siapa yang memiliki hak atas Allah SWT agar berdiri sekarang. saya tidak akan marah. Mereka juga lupa kepada Allah SWT dikala sempit karena terlalu larut dalam kesedihan menanggung kesempitannya. meskipun hanya dengan sebutir kurma. Ketika sampai pada µmereka memaafkan orang lain¶ Ali RA berkata. ³Suatu ketika Ali bin Hussain RA sedang berwudhu dan pelayannya yang menuangkan air ke tangannya menggunakan bejana. mereka bersikap baik terhadap sesama manusia. Ketika sampai pada kalimat µorang yang taqwa mengendalikan amarahnya¶ Ali RA menelan amarahnya. ³Saya tak memiliki selain ini. Dengan cerdiknya sang pelayan membaca ayat diatas kata demi kata. kita dapat mengambil pelajaran bahkan orang miskin pun terbiasa memberikan apapun yang dia miliki untuk menolong orang lain di masa hidup Rasulullah SAW. Terakhir (keempat). Nabi Muhammad SAW bersabda. Beberapa dari mereka memberikan emas dan perak. Ali memerdekakannya. (Bukhari & Muslim) Didalam ³Tafsir Kabir´ Imam Razi diceritakan bahwa suatu kali Nabi Muhammad SAW mengajak umatnya untuk berinfaq. Bejana terlepas dari pegangan pelayan itu dan jatuh mengenai Ali. selain mengendalikan amarah mereka juga memaafkan kesalahan orang lain dengan sepenuh hati. Ayat diatas tidak menjelaskan apa yang harus diinfaqkan. ³Aku memaafkanmu´ Dan ketika dibacakan bahwa Allah SWT mencintai mereka yang bersikap baik kepada orang yang melakukan kesalahan. Ada kebijaksanaan yang besar dalam penjabaran mengenai mukmin yang shaleh yang berinfaq dikala lapang maupun sempit. Berinfaq tidak hanya berarti sebagian dari hartanya tetapi juga waktu dan keahlian. ³Saya tak punya apapun untuk diinfaqkan. Seseorang datang hanya menyerahkan kulit kurma. Memaafkan orang lain akan mendapatkan pahala yang besar di Hari Pembalasan. ³Jangan menganggap seseorang itu terpelajar bilamana ia melupakan Allah SWT diwaktu ia kaya. Kebanyakan orang melupakan Allah SWT ketika berada dalam keadaan sangat lapang. ³Barang siapa berharap mendapatkan istana yang megah di surga dan berada di tingkatan . ia mengisahkan sebuah peristiwa. Ketika Imam Baihaqi RA menjelaskan ayat ini. Pada saat itu berdirilah orang-orang yang memaafkan orang-orang kejam yang menganiaya mereka. Sang pelayan menangkap kekecewaan di wajah Ali. Dikatakannya. Saya infaqkan harga-diri saya. Tanda ke-tiga.³ Selamatkanlah dirimu dari api nereka dengan berinfaq.´ Demikianlah. Nabi Muhammad SAW juga bersabda. ³Allah SWT akan memberikan pengumuman di Hari Pembalasan. yang tidak kalah pentingnya.´ Seorang lain lagi mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW.´ Allah SWT menyatakan bahwa tanda ketaqwaan mukmin yang ke-dua ialah mereka dapat mengendalikan amarah. Jika ada seseorang menganiaya atau mencaci-maki saya. tidak takut kepada Allah SWT ketika ia sedang marah.

Beliau tidak membalas dengan sepatah-katapun padanya. Jika kamu membalas perbuatan jahat dengan kebaikan. Hal ini hendaklah menjadi kebiasaan. bagaimanakah dengan panjangnya. sedangkan ukuran panjang .´ Lebih lanjut Allah SWT berfirman didalam Surat Ali¶Imran Ayat 135 dan 136. Maka. Perlu juga kita garis.yang tinggi dari surga. Itulah sebaik-baik pahala atas amal-perbuatan mereka. Allah SWT memberi petunjuk dengan sangat indah bagaimana hendaknya kita berperilaku terhadap musuh-musuh kita yang paling jahat dalam Surat Fushshilat Ayat 34: Tidaklah sama perbuatan baik dengan perbuatan jahat. maka musuh-musuhmu yang paling keras akan menjadi teman karib dan sejawatmu. dan janganlah membatasi di harihari spesial sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang tidak beriman pada perayaan Natal dan Pernyataan Syukur (thanksgiving). yaitu memindahkan catatan perbuatan baikmu menjadi catatan perbuatan baikku dengan cara berlaku kasar seperti tadi kepadaku. seseorang berbuat kasar dan mencaci-maki Imam Abu Hanifah.bawahi. ‡ Jangan menghindari pertemuan dengan orang-orang yang dengan sengaja memutuskan hubungan dengan mereka. dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah. Allah SWT berfirman bahwa bobot surga itu jauh lebih berharga dari gabungan bumi dan seluruh langit. lalu pergi mengunjungi orang tersebut. hendaknya mereka mengerjakan hal berikut ini: ‡ Memaafkan orang-orang yang berbuat aniaya kepada mereka. Ia pulang ke rumah dan mengumpulkan beberapa hadiah. sedangkan mereka kekal didalamnya. menambahkan tanda-tanda ketaqwaan orang-orang beriman. dari ayat ini jelaslah bahwa untuk masuk surga haruslah melalui ampunan dan kasih-sayang Allah SWT dan bukan tergantung pada amalperbuatan kita saja. Jika lebar surga sama dengan lebar langit dan bumi. mereka ingat kepada Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka. Dalam kesempatan ini tidaklah salah tempat untuk mengingatkan anda bahwa sesama Muslim hendaknya saling memberi hadiah sesering mungkin sesuka mereka. ‡ Memberi hadiah kepada orang yang tidak pernah memberi hadiah kepada mereka. dan surga yang mengalir sungai-sungai. Dan mereka tidak tetap berbuat aniaya ketika mereka mengetahui. Perhatikanlah bahwa dalam ayat ini ampunan Allah SWT mendahului balasan masuk surga. Untuk mereka balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka. Ketika mereka (orang-orang beriman) itu terlanjur berbuat jahat atau aniaya. Hal ini bisa memberikan pengertian lain dari ayat ini. Imam Abu Hanifah memberikan hadiah-hadiah itu kepadanya dan berterimakasih atas perlakuan orang itu kepadanya seraya berkata: ³Kamu telah berbuat untukku hal yang sangat aku sukai. Suatu ketika.

Asy-Syura:11) Iman Kepada Malaikat Bagaimana kita mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Maryam: 65) Dan firman Allah. yang artinya: ³(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Saya berdo¶a kepada Allah SWT. ayat ini memberikan pernyataan bahwa surga itu telah dipersiapkan bagi orang-orang beriman yang telah mencapai tingkat taqwa. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat´. maupun dalam Asma¶ dan sifat-Nya. Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa Ta¶ala artinya Allah adalah Ilaah (sembahan) Yang hak. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Tauhid. Muslim. artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur. Dan masalah tersebut telah dijelaskan oleh para ulama dengan penjelasan yang tuntas dan sangat jelas bagi umat.info) MediaMuslim. artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta¶ala tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah. Amiin Penjelasan Rukun Iman November 17. artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?´. yang artinya: ´Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba- . Menurut beberapa ulama muslim yang termasyhur. Dan para malaikat itu. Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma¶ dan Sifat-Nya. (QS. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat kepada-Nya. Islam. surga itu berada diatas langit ke-tujuh dan jiwa para syuhada telah menikmati surga sebagai hasil dari perjuangan mereka. www. semoga Dia menjadikan kita mukmin yang bertaqwa dan menerapkan keimanan kita. (QS. Singkat kata.selalu lebih besar daripada lebar. yang artinya: ³Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. uluhiyah. sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil. Dan kita mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta¶aladalam hal itu semua.Info ± Sebagai salah satu syarat dari iman adalah adanya keyakinan. 2006 pada 10:08 pm (Aqidah. Iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta¶ala Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Dan keyakinan tersebut dapat muncul dari pengetahuan atau ilmu tentang hal tersebut. sebagaimana firman-Nya. Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini.mediamuslim.

Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. maka mereka beribadah kepada-Nya dan mematuhi segala perintah-Nya. Al-Anbiya: 19-20). yang kita kenal ialah : y y y y y Taurat.´ (QS. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentihentinya. yang artinya: ´Sungguh. serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. sebagai pembenar dan pelengkap Taurat. Al-Quran. kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan« ³ (QS. Al-anbiya: 26-27) Mereka diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat. yang artinya: ´ Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil«´ (QS. penutup para nabi.hamba yang dimuliakan. Iman Kepada Kitab Allah Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta¶ala telah menurunkan kepada rasul-rasul-Nya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya. supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Al Baqarah: 185). yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶. dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka dari kemuysrikan. ³ (QS. sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44. (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶.´ (QS : Al-Maidah : 46) Shuhuf. Iman Kepada Rasul-Rasul Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta¶ala telah mengutus rasul-rasul kepada umat manusia. yang artinya: ´ (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita genbira dan pemberi peringatan. kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta¶ala turunkan kepada Nabi Muhammad shalallohu µalahi wa sallam. AN-Nisa: 165). diturunkan Allah kepada nabi Isa. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala.´ (QS. . Al-Hadid: 25) Dari kitab-kitab itu. ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta¶ala kepada Daud alaihi sallam. Firman Allah : ´«Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) injil yang berisi petunjuk dan nur. Injil. Zabur. tidak pernah mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. yang artinya: ´ «Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap angkuh untuk beribadah kepadaNyadan tiada (pula) merasa letih. µAlaihimas-shalatu Wassalam.

Iman kepada qadar ada empat tingkatan: 1. yaitu hari kiamat.´ (QS. yang artinya: ´Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya«´ (QS. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. yang artinya: ´ Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya. maka matilah siapa yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah.mengetahui apa yang terjadi. dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi. yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut. Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah bagi Allah. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya. Kitabah ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Untuk itu kita mengimani kebangkitan. maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia akan masuk neraka yang menyala. yang artinya: ´Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). maka tiba-tiba mereka bangkitmenunggu (putusannya masing-masing). An-Nisa: 163). Masyi¶ah ialah mengimani bawa Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidakmenjadi tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki. Az-Zumar: 68) Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. 2.´ (QS. yang baik dan yang buruk. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. yang artinya:´Dan ditiuuplah sangkakala. Iman Kepada Hari Kiamat Kita mengimani kebenaran hari akhirat. Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk Kita juga mengimani qadar (takdir) . Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi.´ (QS. Al-Hajj: 70) 3. telah menghendaki segala apa yang . semoga shalawat dan salam sejahtera untuk mereka semua.Kita mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad shalallohu µalahi wa sallam. yaitu dihidupannya semua mahkluk yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Al-Insyiqaq: 13-14). yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya. µIlmu ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Az-Zumar: 62-63). Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa Ta¶ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. Maka segala apa yang dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan. . perbuatan atau tindakan meninggalkan.ada di langit dan di bumi. 4. adalah pencipta segala sesuatu. tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. adalah diketahui. Khal Ialah mengimani Allah Subhanahu Wa Ta¶ala.´ (QS. yang artinya: ´ Alah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta¶ala. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful