You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arterial


sistemik yang konsisten, dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau tekanan
darah diastolik ≥ 90 mmHg.1 Sampai saat ini hipertensi masih menjadi masalah
karena meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien yang belum
mendapatkan pengobatan maupun yang telah diobati tetapi tekanan darahnya
belum mencapai target, serta adanya penyakit penyerta yang dapat meningkatkan
morbiditas dan mortalitas.2 Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Departemen
Kesehatan RI tahun 2007 menunjukan prevalensi hipertensi secara nasional
mencapai 31,7%.3 Dalam hal ini, terjadi peningkatan prevalensi yang cukup
signifikan jika dibandingkan dengan prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun
1995. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995,
diketahui bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 8,3%.4 Di Kalimantan
Barat, hasil riset Balitbangkes Departemen Kesehatan RI dalam laporan Provinsi
Kalimantan Barat menunjukan bahwa prevalensi hipertensi berdasarkan hasil
pengukuran tekanan darah adalah 29,8%. Di Amerika Serikat, 28,7% atau sekitar
58,4 juta orang dewasa menderita hipertensi.6 Joint National Committee on
Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure edisi 7
menyebutkan jumlah hipertensi di dunia mencapai 1 miliar dari total penduduk
dunia.7 Di Kota Pontianak sendiri, menurut laporan Dinas Kesehatan Kota
Pontianak tahun 2010, terdapat 3101 kasus hipertensi. Persentase tertinggi kedua
di Kecamatan Pontianak Selatan yaitu 18% dengan jumlah kasus tertinggi kedua
terdapat di Puskesmas Gang Sehat sebanyak 415 kasus. Sementara Kecamatan
Pontianak Utara menempati persentase kasus hipertensi tertinggi yaitu 28%.8 Pada
tahun 2011, Kecamatan Pontianak Selatan menempati persentase kasus hipertensi
tertinggi di Kota Pontianak yaitu 32% dengan jumlah kasus tertinggi terdapat di

1
2

Puskesmas Gang Sehat sebanyak 230 kasus dari total 23 puskesmas yang ada di
Kota Pontianak.9
Hipertensi juga merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit
kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data
penelitian Departemen Kesehatan RI pada tahun 2010 menunjukkan hipertensi
dan penyakit kardiovaskular masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat
seiring dengan gaya hidup yang jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat,
mahalnya biaya pengobatan hipertensi, disertai kurangnya sarana dan prasarana
penanggulangan hipertensi.10
Banyak penelitian menemukan hubungan antara peningkatan hipertensi
pada pasien dengan penyakit diabetes melitus. Orang yang menderita DM
terutama tipe 2 memiliki resiko 2 sampai 4 kali lebih rentan mengalami kematian
karena kelainan kardiovaskular daripada orang yang tidak menderita DM dan
hipertensi terjadi 2 kali lebih rentan pada pasien dengan DM dibandingkan non
DM pada kelompok usia yang sama.11 Selain itu, Gurushankar et al., menyebutkan
pasien diabetes yang disertai dengan hipertensi lebih meningkatkan resiko
penyakit jantung koroner, stroke, nefropati dan retinopati.12 Bahkan, diabetes yang
disertai hipertensi meningkatkan 75% morbiditas dan mortalitas pada orang yang
telah memiliki faktor resiko sebelumnya. Hasil penelitian di Jordania tahun 2008
menemukan bahwa terjadinya hipertensi berkaitan erat dengan pertambahan usia
dan lamanya menderita DM.13
Creager et al.,menyebutkan bahwa pada pasien diabetes terjadi perubahan
metabolik meliputi hiperglikemia, pengeluaran berlebihan asam lemak bebas, dan
resistensi insulin yang menyebabkan abnormalitas fungsi sel endotel yang terjadi
karena penurunan aviabilitas NO (nitric oxide).14 Hal serupa juga dikatakan oleh
Symons et al pada percobaan dengan mencit yang menyimpulkan bahwa toleransi
glukosa terganggu dan peningkatan asam lemak bebas berhubungan dengan
kerusakan endotel dan hipertensi.15
Berdasarkan data-data diatas, DM berkaitan erat dengan hipertensi.
Sampai saat ini belum ada penelitian yang memberikan data mengenai kejadian
hipertensi pada DM di Kalimantan Barat, khususnya di kota Pontianak.
3

1.2 Rumusan Masalah

Apakah terdapat hubungan antara DM dengan kejadian hipertensi?

1.3 Tujuan Penelitian

Mengetahui hubungan antara DM dengan hipertensi.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi peneliti

Menambah pengetahuan dan wawasan sehingga peneliti dapat memberikan


informasi tentang hipertensi serta usaha untuk mencegah penyakit hipertensi.

1.4.2 Bagi institusi pendidikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran


bagi ilmu pengetahuan secara umum dan dapat digunakan sebagai bahan
perbandingan dalam kepustakaan di bidang kesehatan.

1.4.3 Bagi institusi kesehatan

Sebagai sumber informasi dan menambah pengetahuan institusi kesehatan


terkait terutama dalam penanganan kasus DM dan hipertensi.

1.4.4 Bagi Masyarakat

a. Masyarakat bisa menyadari tentang bahaya hipertensi pada penyakit DM


dan mampu melakukan tindakan pencegahan yang tepat.
b. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan
dan mencari tahu masalah-masalah kesehatan terutama yang berkaitan
dengan penyakit DM serta potensinya untuk menyebabkan hipertensi.
4

1.4.5 Bagi peneliti lain

Sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang


berkaitan dengan DM dan hubungannya dengan hipertensi.