STRUKTUR BAKTERI DAN FUNGI Sudah sepatutnya dunia kedokteran berterima kasih kepada 'Bapak Biologi' Antonie Philips

van Leeuwenhoek atas dedikasinya dalam pengembangan mikroskop di tahun 1723. Dengan mikroskop kita dapat mengamati morfologi sel maupun motilitas mikroorganisme seperti bakteri dan fungi yang berukuran kecil. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengamati morfologi, dengan metode tersebut dapat diamati pula proses replikasi seperti binary fission pada bakteri maupun budding pada khamir (yeast). Meski demikian, karena sebagian besar mikroorganisme tersebut tidak berwarna/transparan sehingga kontras sel dengan latar/background sulit dibedakan. Susunan kimiawi dinding maupun membran sel bakteri sangat bervariasi, hal tersebut akan terlihat pada proses staining. Salah satu metode staining yang paling banyak digunakan adalah Gram staining yang ditemukan oleh Hans Cristian Gram pada tahun 1884. Dengan Gram staining bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Gram positif dan Gram negatif. Namun demikian ada juga bakteri yang termasuk dalam kelompok Gram variabel dan Gram indeterminant. Pada perkembangan metode staining lanjut, diaplikasikan untuk pengamatan flagela, spora, maupun kapsul, untuk fungi, metode ini banyak digunakan untuk kepentingan identifikasi fungi seperti pengamatan struktur hifa, konidia, konidiospora, dan makrokonidia pada kapang/mold dan morfologi sel pada khamir/yeast. Wet Mount Wet mount adalah suatu metode preparasi spesimen dimana spesimen hidup dibiakan dengan cairan yang diletakkan pada kaca cekung atau kaca datar. Bagian cekung dari kaca membentuk semacam wadah yang akan terisi oleh substansi tebal mirip sirup seperti carboxymethyl cellulose. Mikroorganisme bebas bergerak dalam cairan tersebut, walaupun viskositas substansi menghambat

. Seringkali spesimen bercampur dengan objek lain pada latar belakang karena mereka menyerap dan memantulkan panjang gelombang cahaya yang hampir sama. Sel memanjang dan kromosom DNA bereplikasi. disebut bakteri filamen (actinomycetes). Hal ini memudahkan kita untuk mengobservasi mikroorganisme. Beberapa bakteri. Pewarnaan digunakan untuk membedakan spesimen dari latar belakang. dengan Setelah bertunas berpisah. Beberapa berukuran bakteri seperti bereproduksi sel induk. membentuk dinding pemisah antara dua DNA yang membelah. 2. Filamen akan terfragmen dan fragmen ini menginisiasi pertumbuhan sel baru. maka akan Semacam tunas kecil muncul dari bakteri dan membesar sampai membentuk dua sel yang identik. 3.pergerakan mikroorganisme. (budding). Lekukan dinding sel saling bertemu. Pewarnaan Spesimen Tidak semua spesimen dapat terlihat jelas di bawah mikroskop. Menumbuhkan Biakan Bakteri Bakteri secara normal bereproduksi menggunakan proses pembelahan biner (binary fission) 1. Spesimen dan substansi dilindungi agar tidak tumpah atau terkontaminasi dengan menutup kaca cekung dengan kaca datar. Sel terpisah menjadi dua individu sel. Dinding sel dan membran sel menekuk ke dalam dan mulai membelah. 4. bereproduksi dengan memproduksi rantai atau spora yang terletak pada ujung filamen. Kita dapat memperjelas bentuk dan rupa dari spesimen dengan menggunakan pewarnaan.

Pewarnaan pada mikrobiologi terdapat dua jenis. Pewarna basa yang digunakan antara lain methylene blue. asam dan basa. Pada tahun 1884 Hans Christian Gram. Dua dari banyak pewarnaan diferensial yang umum digunakan adalah pewarnaan Gram (Gram stain) dan Ziehl-Nielsen acid-fast stain. Teknik Pewarnaan Gram . Pengecatan Gram merupakan metode pewarnaan untuk mengklasifikasikan bakteri. Pewarnaan acid. asam merupakan asam anionik dan memberikan listrik untuk mewarnai materi negatif. seorang dokter dari Denmark. Methylene blue. crystal violet. Mikroorganisme Gram-positif tercat ungu. adalah grampositif. Tipe Pewarnaan Pewarnaan Sederhana Pewarnaan sederhana menggunakan teknik pewarnaan basa yang digunakan untuk menunjukkan bentuk dari sel dan struktur di dalam sel. Pewarnaan Diferensial Pewarnaan diferensial terdiri atas dua atau lebih teknik pewarnaan dan digunakan untuk prosedur identifikasi bakteri. Pewarna tersebut ideal untuk mewarnai kromosom dan membran sel pada kebanyakan bakteri. carbolfuchsin dan crystal violet adalah pewarna yang umum digunakan pada laboratorium mikrobiologi. mengembangkan pewarnaan Gram. Staphylococcus aureus. Escherichia coli merupakan gram-negatif. Pewarna asam yang digunakan antara lain eosin dan picric Pewarnaan digunakan sitoplasma dan organel-organel atau inklusi. Pewarnaan basa merupakan kationik dan memberikan listrik positif.Pewarnaan menggunakan bahan kimia yang melekat pada struktur mikroorganisme sehingga memberikan efek warna kepada mikroorganisme agar mudah dilihat dibawah mikroskop. sedangkan mikroorganisme Gram-negatif tercat merah muda. sejenis bakteri yang meracuni makanan. safranin. safranin dan malachite green.

Siapkan spesimen menggunakan heat fixation process: Siapkan kaca objek yang bersih Ambil sampel biakan bakteri Letakkan mikroorganisme hidup pada kaca objek Keringkan sebentar di udara terbuka kemudian lewatkan melalui pembakar bunsen tiga kali Panas menyebabkan mikroorganisme melekat pada kaca objek. Cuci spesimen untuk menghilangkan kelebihan iodin. 11. dan gram-negatif terlihat merah muda. 7. 4. Teteskan pewarna crystal violet pada spesimen 3. Cuci spesimen. Teteskan safranin ke spesimen menggunakan tetes mata. Gram-positif terlihat ungu. 8. Spesimen akan menunjukkan warna ungu. 9. Cuci spesimen dengan etanol atau alkohol-aseton untuk menghilangkan warna. Cuci spesimen dengan air. Teteskan iodin pada spesimen menggunakan tetes mata. Iodin merupakan bahan kimia yang melekatkan pewarna ke spesimen.1.Gunakan tisu/kertas hisap untuk mengeringkan spesimen. lalu bilas dengan air. 2. Cuci spesimen menggunakan etanol atau larutan alkohol-aseton. 5. 10.Spesimen siap dilihat dibawah mikroskop. . iodin membantu crystal violet untuk menempel pada spesimen. 6.

Pengecatan dan pewarnaan merupakan salah satu cara untuk mengamati sel-sel bakteri (Sutedjo. peluntur warna. untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola. struktur dan sifat-sifat yang khas. Volk & Wheeler. Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan . seperti pewarnaan sederhana atau Garm (Ratna. 1998). subtrat. dengan demikian sumber tersebut memudahkan dalam upaya mendapatkan isolat bekteri yang tahan asam (Cappuccino & Sherman. Bakteri-bakteri dari genus Mycobacterium dan spesies tertentu dari genus Nocardia mengandung sejumlah besar zat lipoidal (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel baktei tersebut tidak terwarnai oleh pewarnaan biasa. 1986. 1994). sama halnya dengan bakteri. 1983) Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. 1993. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. 1986. 1993. Assani. 1994. memperjelas ukuran dan bentuk bakteri. Bakteribakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa. 1991). intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup.PEMBUATAN PREPARAT DAN PENGECATANNYA Mikroorganisme yang ada dialam ini mempunyai morfologi. Dwidjoseputro. Dwidjoseputro.Dapat melakukan pengecatan bakteri khususnya dapat membedakan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Lim. Kelompok bakteri tahan asam ini juga dapat hidup sebagai flora normal pada usus ternak unggas. menghasilkan sifatsifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Mikroorganisme merupakan populasi makhluk hidup di alam yang jumlahnya sangat besar namun. 1983). semua mikroorganisme mempunyai morfologi. Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. spirilum. seperti pewarnaan sederhana atau Gram. basil. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jaweta. serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Pelczar & Chan. begitu pula dengan bakteri. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. struktur dan sifatsifat yang khas. Pewarnaan gram pertama kali mulai dikembangkan pada tahun 1884 oleh ahli histologi yaitu Cristian Gram (Cappuccino & Sherman. 1994). Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Tujuan dari percobaan ini adalah dapat melakukan pembuatan preparat dari bahan yang berasal dari penderita baik itu dengan media cair dan media padat.

intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (Sutedjo. substrat. peluntur warna . radiasi. 1990). Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. COOHCOO. maka disebut zat warna basa. 1983) Kondisi yang terus memburuk membuta endospora dibebaskan dari degenerasi sel vegetatif dan menjadi sel independen yang disebut spora yang diakibatkan komposisi lapisan kimia spora bersifat tahan terhadap efek-efek merusak. Contoh zat warna basa adalah methylen blue. Sebagian besar dari genus anaerobik Clostridium dan Desulfotomaculum dan genus aerobik Bacillus adalah contoh-contoh organisme yang mempunyai kapasitas untuk pertahanan. CH3COO-. 1991). Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: fiksasi. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. dan lain-lain. 1993). tipe-tipe sel inaktif secara metabolik disebut spora. Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. pembekuan. spora bebas kembali untuk aktif secara metabolik dan sel vegetatif berkurang resisten melalui germinasi. netral red. pengeringan. Jika warna terletak pada muatan positif dari zat warna. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. sel ini mempunyai kapasitas untuk mengalami sporogenesis dan memberikan reaksi untuk pembentukan struktur intraseluler baru (endospora) yang dilindungi oleh lapisan yang tidak dapat ditembus air (tahan penetrasi) dikenal sebagai jaket spora (spore coats) (Cappuccino & Sherman. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri (Sutedjo. SO4-. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. substrat. misalnya pemanasan berkelebihan. Muatan negatif dari sel bakteri akan bergabung dengan muatan positif dari ion zat warna misalnya methylen blue. dan agent kimia lainnya sehingga diperlukan pewarnaan khusus secara mikrobiologi dan ketika kondisi lingkungan kembali normal. Jika warna terdapat pada ion negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup.satu macam zat warna saja (Gupte. maka disebut zat warna asam. sehingga selnya akan berwarna. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Sporogenesis dan germinasi tidak dimaksudkan untuk reproduksi tetapi hanya . Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagian-bagian inti sel. biasanya pada saat kurangnya sumber nutrisi karbon. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. Kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan untuk keberlangsungan aktivitas sel vegetatif. 1991). Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). peluntur warna. Sel–sel bakteri mempunyai muatan yang agak negatif bila pH lingkungannya mendekati netral. 1994). salah satunya adalah sel vegetatif yang aktif secara metabolik. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. Perbedaan muatan inilah yang menyebabkan adanya ikatan atau gabungan antara zat warna dan sel bakteri (Schegel. Sedangkan anionnya pada umumnya adalah Cl-. safranin.

-Pelczar. Jakarta. Chan. Penerbit Gramedia. Pada beberapa fungi. terdapat susunan filamen longgar yang disebut hifa (hyphae). Mikrobiologi Dasar. G. 1986. hifa tumbuh membentuk massa filamen yang disebut miselium. M. 1994. C. -Dwidjoseputro. Papas Sinar Sinanti.S. 1993. S. Jakarta. Jakarta. -Volk & Wheeler. S. -Cappuccino. J. S. Jakarta.mekanisme yang (Suriawiria. -Gupte. General Microbiologi seventh edition. Mikrobiologi Dasar. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek . 1990. & Natalie. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. S. menjamin ketahanan sel dibawah kondisi lingkungan ***or jika dirasa belum lengkap. USA. Rineka Cipta. ANATOMI JAMUR (FUNGI) Yang dimaksud badan dari fungi adalah bagian panjang. J. Dasar-dasar Mikrobiologi. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan. EGC. D. Microbiology A Laboratory Manual. -Ratna. & E. Sitoplasma bergerak melalui hifa menembus pori-pori pada septa. Hifa dipisahkan oleh dinding sel yang disebut septa. 1983. 1998. McGrow-hill book. -Schegel. 1991. 2005). 2nd Edition. E. Mikrobiologi Kedokteran. New york. Gramedia. H. U. -Suriawiria. silakan bisa buka2 buku: -Assani. hifa tidak mempunyai septa dan terlihat seperti sel panjang multinukleus yang disebut coenocytic hyphae. Microbiology. S. 2005. Penerbit Erlangga. New York. Dasar-Dasar Mikrobiologi. -Lim. Binarupa Aksara. -Sutedjo. Pada kebanyakan jamur. 1994. M. Djambatan. Mikrobiologi Tanah. hifa dipisahkan menjadi satu unit sel yang disebut septate hyphae. Jamur dapat .D. UI Press. 1993. 1993. -Hadioetomo. 1986. Dibawah kondisi lingkungan yang baik. Jakarta. G. -Jaweta. Jakarta. Cambrige University Press. Jakarta.H. AddisonWesley Publishing Company. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta. R. Jakarta. Jakarta.

Sedangkan pada kokus dibagi monokokus (satu buah bakteri berbentuk kotak). Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. diplobasil.Makalah Tentang Pewarnaan Gram atau Pengecatan Bakteri Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal. Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. 2008). yang berarti mereka berbahaya bagi organisme inang. ada endospore yang bisa diwarnai. dan spirilum. terutama lapisan lipopolisakarida (dikenal juga dengan LPS atau endotoksin). Bakteri gram-positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol.1 Latar Belakang Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat). . Teknik pewarnaan gram haruslah sesuai prosedur karena dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi data apakah gram positif atau gram negatif sehingga diperlukan adanya praktikum ini dilakukan agar mengetahui jalannya mekanisme pewarnaan gram. Sifat patogen ini umumnya berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram-negatif. Banyak spesies bakteri gram-negatif yang bersifat patogen. Endospora adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi. BAB I PENDAHULUAN 1. Khusus pada spirul hanya dibagi 2 yaitu setengah melengkung dan tidak melengkung. kokus. diplococcus. Pada uji pewarnaan Gram. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi. Selain itu. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. 2008). Hal ini bertujuan untuk memberikan warna pada bakteri pada akhirnya dapat diidentifikasi dengan mudah. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. gram-positif dan gram-negatif. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853-1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. sampai staphylococcus (bentuknya mirip buah anggur. dan tripobasil. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa macam. sementara bakteri gram-negatif tidak.

Rosenbach menjelaskan ada dua jenis warna staphylococci yaitu: Staphylococcus aureus yang berwarna kuning dan Staphylococcus albus yang berwarna putih.T. sitoplasma. dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15 persen dan menghasilkan enzim coagulase. serta bagaimana teknik pengecatan 1. 2008).3 Tujuan Tujuan praktikum adalah mempelajari proses pewarnaan struktur sel bakteri. Beberapa karakterististik yang dimiliki Staphylococcus Aureus diantaranya hemolytic pada darah agar. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. dan granula penyimpanan 2. Bacillus subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. (Tryana. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul. Bacillus subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan . Pada tahun 1884. membran plasma. Staphylococcus adalah bakteri Gram-positif yang berbentuk bola. meningitis. styes dan furunculosis beberapa infeksi (radang paru-paru.2 Perumusan Masalah Rumusan masalah adalah faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap keberlangsungan pewarnaan pada bakteri dan endospora. radang kelenjar dada.biasanya S. Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1. 2008). Selain itu. Bacillus subtilis merupakan bakteri gram-positif yang berbentuk batang. radang urat darah. flagelum. catalaseoxidase-positif dan negatif.1. mempelajari bentuk-bentuk dan struktur sel bakteri dan memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur pewarnaan dan memahami reaksi kimia di dalam prosedur tersebut. Aureus merupakan patogen seperti bisul. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada tahun 1884. pilus. Vakuola gas dan endospora Gambar Bakteri Gram Positip dan Bakteri Gram Negatif (Edukasi. bagaimanakah karakteristik dari ketiga spesimen. Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentu seperti buah buah anggur. DNA. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. klorosom. 2008). S.dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi. saluran kencing osteomyelitis dan endocarditis serta menyebabkan keracunan makanan yaitu dengan melepakan enterotoxins menjadi makanan sehingga menjadi toksik dengan melepasan superantigens ke dalam aliran darah (Kenneath. yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. ribosom. fimbria. Dengan metode ini.

coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air. atau oxidative kondisi. Kemudian dibuat apusan dari biakan miring dan disuspensikan sampel sampai homogen. 3. 2008). lalu difiksasi di atas api bunsen. DNAnya berukuran BP 4214814 (4. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. Endospore adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi. Akan tetapi pada strain baru dari E. dicuci dengan air mengalir. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu.lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam). coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia. Kemudian ditetesi gram B selama 1 menit. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi. Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. dan panas atau etanol Bakteri ini hanya memilikin satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom. dicuci dengan air mengalir.2. Universitas Brawijaya. (Mikrolibrary. indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi.2 Pewarnaan Endospora .2 Mbp) (TIGR CMR).100 kode gen protein. Apusan bakteri yang telah jadi ditetesi gram A selama 1 menit. dan dikeringanginkan. dicuci denan air mengalir.2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. kemudian dicatat bentuk dan warna sel bakteri. dan dikeringanginkan. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook. dan dikeringanginkan. Menurut Kenneath tahun (2008). Malang. osmosa. Jurusan Biologi. 2008). 2008). Beberapa keunggulan dari bakteri ini adalah mampu mensekresikan antibiotik dalam jumlah besar ke luar dari sel (Scetzer. BAB III METODE PENELITIAN 3. bersifat alkali. Lalu diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 1000 x.1 Pewarnaan Bakteri Gelas objek dan gelas penutup dibersihkan dengan alkohol 70% kemudian ditetesi dengan aquades steril. 4. 2006).2 Cara Kerja 3. Kemudian ditetesi gram D selama 30 detik. E.1 Waktu dan Tempat Praktikum Pewarnaan Sel (Bakteri dan Jamur) dan Pewarnaan dan Endospora dilaksanakan pada hari Rabu 24 September 2008 pukul 13.00-16.00 WIB di Laboratorium Mikrobiologi.

gram C selama 1 menit. Kemudian difiksasi di atas api bunsen yang bertujuan untuk membunuh bakteri secara cepat dengan tidak merubah bentuk dan struktur bakteri. Hal ini dilakukan karena gram C mengandung alkohol yang bertujuan untuk melunturkan cat sebelumnya. Kemudian diamati ada tidaknya spora dalam sel (bentuk. diwarnai dengan safranin (1-2 menit) lalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringanginkan lagi. Apusan bakteri digenangi dengan pewarna malakit hijau lalu dipanaskan preparat di atas penangas air mendidih sampai muncul uap air (10 menit) dan dijaga jangan sampai pewarna kering. Gram D mengandung safranin sehingga bewarna merah yang merupakan cat sekunder atau kontras berfungsi untuk memberikan warna bakteri non target. Gram C mengandung alkohol sehingga tidak berwarna dan berfungsi untuk melunturkan cat sebelumnya. letak. Proses pewarnaan bakteri dengan cara apusan bakteri yang telah dibuat kemudian ditetesi dengan gram A selama 1 menit. Kemudian ditetesi aquades steril untuk meletakkan bakteri dan dibuat preparat apusan dari biakan miring agar mudah diamati dan difiksasi. dilakukan selama 1 menit agar pengikatan warna oleh bakteri menjadi lebih kuat. ukuran terhadap sel vegetatif) menggunakan mikroskop dengan perbesaran. Kemudian dicuci dengan air mengalir. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pewarnaan Bakteri dan Endospora dilakukan dengan menggunakan 8 isolat bakteri untuk 8 kelompok yang bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kedelapan bakteri tersebut dan termasuk dalam bakteri gram positif atau negatif dan letak endosporanya. 2002). Sampel disuspensikan sampai homogen agar bakteri dapat menyebar di gelas objek dan tidak menumpuk. Kemudian dibuat apusan dari biakan miring dan disuspensikan sampel sampai homogen. preparat selalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringanginkan. Gram B mengandung garam iodin merupakan cat mordan yang berfungsi melekatkan atau memfiksasi cat primer yang diserap bakteri. gram B selama 1 menit. Setelah perlakuan pewarnaan. Gram A mengandung kristal violet yang berwarna ungu merupakan cat primer yang akan mewarnai bakteri. Pencucian dengan air mengalir dimaksudkan agar cat dapat hilang secara sempurna dan tidak tersisa. lalu difiksasi di atas api bunsen.Gelas objek dan gelas penutup dibersihkan dengan alkohol 70% kemudian ditetesi dengan aquades steril. 2000). dilakukan selama 1 menit agar cat dapat luntur secara sempurna dan tidak ada yang tersisa. pewarnaan dilakukan 1 menit agar cat ini dapat melekat sempurna pada dinding bakteri. dilakukan selama 30 detik agar bakteri yang catnya telah luntur dapat terwarnai (Heritage. dikeringanginkan. dikeringanginkan bertujuan agar warna melekat pada bakteri dan segera kering . melekatkan bakteri di atas objek gelas dan meningkatkan sifat salinitas pewarna (Tortora. kecuali setelah pewarnaan gram B preparat dicuci dengan gram C kemudian dikeringanginkan. Proses perwarnaan dilakukan dengan membersihkan gelas objek dan gelas penutup dengan alkohol 70% untuk sterilisasi agar tidak kontaminasi. dan gram D selama 30 detik.

Kemudian preparat digenangi malakit hijau yang berfungsi sebagai pewarna primer yang digunakan untuk melumuri fiksasi panas dan dipanaskan sampai menggepul. Pewarnaaan dengan safrani (1-2 menit) bertujuan sebagai counterstain yang digunakan untuk melumuri bagian warna dari sel yang lain daripada endospora (Prescot. sedangkan bakteri gram negatif akan berwarna merah. . Kemudian dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 1000 x agar dapat mengamati bentuk dan warna sel bakteri.sehingga bila diwarnai lagi warna sebelumnya tidak tercampur dengan warna yang baru. Preparat dipanaskan di atas penangas air mendidih sampai timbul uap air (10 menit) bertujuan membantu warna menembus dinding endospora dan dijaga jangan sampai pewarna kering. Proses pewarnaan endospora dilakukan setelah fiksasi dan setelah dibuat apusan preparat. Kemudian dicuci dengan air mengalir agar warna safranin luntur dan dikeringanginkan agar warna cepat kering. Kemudian dicuci dengan air mengalir dan dikeringanginkan bertujuan menghilangkan malakit hijau dari seluruh bagian sel endospora. 2002). Bakteri gram positif akan berwarna ungu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful