You are on page 1of 29

Infeksi Saluran Kemih

_______________________________________________________________________

ABSTRACT
Urinary tract infections is common as complication of pregnancy. When present, the types of
urinary tract infection are asymptomatic bacteriuria, cystitis and pyelonephritis. The
physiological changes during pregnancy enhanced bacterial growth in the urinary tract. And
bacteriuria increased the risk of abortion, low birth weight and preterm birth. Routine simple
laboratory method should be done to detect bacteriuria during pregnancy. Gram staining
and white cells count from centrifuged specimen of urine are very helpful to diagnose the
urinary tract infection. Urinary screening test for baacteriuria during antenatal care is the
most effective method to prevent complications of bacteriuria in pregnancy.
Key words: pregnancy, bacteriuria, complication, risk.

ABSTRAK
Infeksi saluran kemih pada kehamilan sering menimbulkan komplikasi: seperti bakteriuria
asimtomatik, sistitis, dan pielonefritis. Perubahan fisologis pada kehamilan memudahkan
berkembang biaknya bakteri pada saluran kemih. Bakteriuria dapat menyebabkan risiko
pada kehamilan, seperti abortus, bayi lahir berat badan rendah, dan prematuritas.
Bakteriuria dapat berlanjut menyebabkan sistitis dan pielonefritis yang dapat menyebabkan
risiko kesakitan, kematian ibu dan janin. Untuk mencegah dan mendeteksi bakteriuria pada
kehamilan, perlu dilakukan pemeriksaan urine rutin dan pemeriksaan bakteriologik
sederhana. Pemeriksaan urine dengan pewarnaan Gram sangat menunjang untuk mendeteksi
kuman Gram negatif pada bakteriuria, namun memerlukan keahlian khusus, sedangkan
pemeriksaan urine untuk menghitung jumlah lekosit dapat menunjang deteksi adanya
bakteriuria yang infektif. Mendeteksi bakteriuria pada pemeriksaan kehamilan berkala
adalah cara yang paling baik untuk mencegah komplikasi bakteriuria pada kehamilan.
Kata kunci : kehamilan, bakteriuria,komplikasi, risiko

PENDAHULUAN

1

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan keadaan tumbuh dan berkembang biaknya
kuman dalam saluran kemih dengan jumlah bakteriuria yang bermakna. Secara anatomi, ISK
dibagi menjadi infeksi saluran kemih bagian atas dan infeksi saluran kemih bagian bawah.
ISK bagian atas mencakup semua infeksi yang menyerang ginjal, sedangkan ISK bagian
bawah mencakup semua infeksi yang menyerang uretra, kandung kemih dan prostat.

Gambar 1. Traktus urinarius

Dalam keadaan normal saluran kemih tidak mengandung bakteri, virus, atau
mikroorganisme lainnya. Dengan kata lain bahwa diagnosis ISK ditegakkan dengan
membuktikan adanya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Pada pasien dengan simptom
ISK, jumlah bakteri dikatakan signifikan jika lebih besar dari 105/ml urin. Infeksi ini juga
lebih sering dijumpai pada wanita daripada laki-laki, pada wanita dapat terjadi pada semua
umur, sedangkan pada laki-laki di bawah umur 50 tahun jarang terjadi.
Pada masa kehamilan, terjadi perubahan mekanis dan hormonal yang meningkatkan
risiko keadaan yang membuat urin tertahan di saluran kencing. Selain itu adanya peningkatan
hormon progesterone pada kehamilan akan menambah besar dan berat rahim serta
mengakibatkan pengenduran pada otot polos saluran kencing.
Perubahan-perubahan tersebut mencapai puncak pada akhir trimester dua dan awal
trimester tiga yang merupakan faktor yang memudahkan terjangkitnya ISK pada kehamilan.
Saluran kencing yang pendek pada perempuan dan kebersihan daerah sekitar kelamin luar
yang menjadi bagian yang sulit dipantau pada perempuan hamil akan mempermudah ISK.

2

Keadan yang sangat serius apabila telah terjadi infeksi pada ginjal (pielonefritis).tanggal lahir. sangat lemah atau sangat sakit untuk menjawab pertanyaan. Anamnesis terbagi menjadi dua jenis. umur. dimana pasien sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dokter dan menceritakan permasalahannya. yaitu :  Autoanamnesis.2 Anamnesis merupakan wawancara antara dokter dengan pasien/penderita atau keluarganya/orang yang mempunyai hubungan dekat dengan pasien. Bakteri ini dapat berasal dari flora usus yang keluar sewaktu buang air besar. P berusia 28 tahun 3 . Menanyakan kepada pasien : Nama lengkap pasien. seperti keluarga. PEMBAHASAN 1. atau pada pasien anak-anak. pendidikan. Biasanya proses ISK tanpa gejala dan tanda yang spesifik. yaitu wawancara yang dilakukan antara dokter dan pasiennya secara langsung. namun apabila kandung kemih telah terinfeksi maka mulai timbul gejala seperti nyeri di bawah perut dan susah kencing atau keluar hanya sedikit. dan jika bakteri berkembang biak akan menjalar ke saluran kencing dan naik ke kandung kemih dan ginjal. mengigil. mual dan muntah. Anamnesis1. jenis kelamin. mengenai semua data info yang berhubungan dengan penyakitnya. Ini adalah cara anamnesis terbaik karena pasien sendirilah yang paling tepat untuk menceritakan apa yang sesungguhnya dia rasakan. pembantu. inilah yang menyebabkan ISK. ini sering dijumpai pada usia kehamilan 20 – 28 minggu.  Alloanamnesis. Escherecia coli merupakan bakteri penyebab ISK pada kehamilan yang ditemukan pada 80-90% kasus. nyeri pinggang.suku bangsa. lemah. ditandai dengan gejala demam. Pada anamnesis ditanya :  Biodata pasien Identitas Pasien.agama. alamat. yaitu wawancara yang dilakukan antara dokter dan orang yang mempunyai hubungan dekat dengan pasien. atau babysitter. pekerjaan. Berikut data pasien yang didapatkan: Nama : Ny. sehingga perlu orang lain untuk menceritakan permasalahnnya. dikarenakan pasien yang tidak sadar.

yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan.Bagaimana dengan pemasangan kateter foley? . Pemeriksaan Fisik3 2.Adakah nyeri suprapubik? Nyeri suprapubik menunjukkan adanya infeksi pada saluran kemih bagian bawah.  Keluhan utama. jantung? . Pemeriksaan Ginjal a. 4 .Adakah riwayat penyakit diabetes melitus.Bagaimana pola berkemih pasien? Tujuannya untuk mendeteksi faktor predisposisi terjadinya ISK pasien (dorongan.Keluhan utama pasien : demam sejak 3 hari yang lalu . .Apakah terjadi inkontinensia urine? 2.Imobilisasi dalam waktu yang lama. warna (keabu-abuan) dan konsentrasi urine? . Pemeriksaan dilakukan pada kedua ginjal.  Riwayat kesehatan : .Adakah disuria? .Adakah urgensi? . Palpasi Pada keadaan normal ginjal tidak teraba pada pemeriksaan palpasi.Adakah riwayat infeksi saluran kemih? . . dan jumlah) .Adakah riwayat pernah menderita batu ginjal? . Jenis Kelamin : Perempuan Data yang lain harus ditanyakan kepada pasien dengan jelas.Adakah nyeri panggul atau pinggang? Nyeri panggul atau pinggang biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas.Keluhan tambahan : saat kencing terasa panas dan sedikit nyeri  Riwayat penyakit sekarang Pada riwayat ini bisa ditanyakan : . Adanya pembesaran ginjal ini merupakan hal yang penting dalam menentukan diagnosis.Adakah peningkatan suhu tubuh? Peningkatan suhu tubuh biasanya terjadi pada infeksi saluran kemih bagian atas. .1.Bagaimana volume urine.Adakah bau urine yang menyengat? . frekuensi. .

Perkusi Untuk menemukan rasa nyeri pada ginjal dapat dilakukan pemeriksaan perkusi dengan kepalan tangan. Pemeriksa meletakkan tangan kanan pada bagian bawah tubuh pasien sejajar dengan iga ke- 12. barulah dapat teraba. b. tepat di bawah tepi kosta. rasakan pergerakan ginjal kiri ke tempatnya semula. dan usahakan untuk menangkap ginjal kiri diantara kedua tangannya. dan tumor ginjal. Bila ginjal tersebut teraba. Kadang-kadang ginjal kanan terletak lebih anterior. mungkin disebabkan karena splenomegali hebat atau pembesaran ginjal kiri. uraikan bagaimana ukuran. Sedangkan pembesaran ginjal bilateral mungkin disebabkan oleh penyakit ginjal polikistik (polycystic kidney diseases). dan angkat telapak tangan tadi ke atas untuk menggeser ginjal kiri ke arah anterior. Pemeriksaan Kandung Kemih Kandung kemih biasanya tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik abdomen. baru bila kandung kemih membesar sampai diatas simpisis pubis. selain dengan cara palpasi diatas. Pada saat puncak respirasi. dimana tepi liver teraba lebih runcing. kista. ginjal kanan normal mungkin teraba pada pasien yang kurus dan pada wanita yang sangat relaks. sedangkan tepi bawah ginjal teraba lebih bulat. 2. tapi juda dapat disebabkan hanya karena nyeri otot. bentuk. Pada palpasi puncak kandung kemih yang membesar terasa licin dan bulat. Pada pemeriksaan ginjal kanan. dan harus dibedakan dari liver. carilah 5 . Pemeriksa meletakkan tangan kirinya pada daerah kostovertebral belakang. dan adakah rasa nyeri. Adanya masa pada sisi kiri. pemeriksa harus berdiri di sebelah kiri pasien. Dan prosedur pemeriksaan berjalan seperti di atas. dengan ujung jari menyentuh sudut kostovertebra. lalu pukul dengan permukaan ulnar tinju dengan tangan kanannya. Pada pemeriksaan ginjal kiri. lateral dan paralel dengan rektus abdominis. dan mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. Kemudian minta pasien untuk mengeluarkan nafas dan perlahan-lahan lepaskan tekanan tangan kiri. Rasa nyeri yang ditimbulkan dengan pemeriksa ini dapat disebabkan oleh pielonefritis. Gunakan tenaga yang cukup untuk menimbulkan persepsi tapi tanpa menimbulkan rasa nyeri pada pasien normal. orang normal. pemeriksa harus pindah ke sebelah kanan pasien. Sebab-sebab pembesaran ginjal misalnya hidronefrosis. Pemeriksa meletakkan telapak tangan kirinya pada kuadran kiri atas. pemeriksa menekan dalam dan kuat dengan tangan kiri ke arah kuadran kiri atas.2.

Dinyatakan positif bila dijumpai 1 bakteri /lapangan pandang minyak emersi.  Biakan bakteri 6 . b. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis. Bakteriologis  Mikroskopis Dapat digunakan urin segar tanpa diputar atau tanpa pewarnaan gram. Pemeriksaan Penunjang4 a. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih. Leukosuria  Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih.tanda-tanda nyeri. 3. carilah daerah pekak (dullness) dan sampai berapa tinggi diatas simpisis pubis. Pada pemeriksaan perkusi. Gambar 2. Urinalisis  Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK.

000 . atau Adanya pertumbuhan organisme patogen apapun pada urin yang diambil dengan cara aspirasi suprapubik  Laki-laki. diuresis banyak. simtomatik >102 organisme coliform/ml urin plus piuria.1% untuk mendeteksi Gram-negatif. Tes Plat-Celup (Dip-Slide) 7 . atau > 105 organisme pathogen apapun/ml urin. Tes kimiawi Yang paling sering dipakai ialah tes reduksi griess nitrate. mereduksi nitrat bila dijumpai lebih dari 100. d. Hasil palsu terjadi bila pasien sebelumnya diet rendah nitrat.000. simtomatik >103 organisme patogen/ml urin  Pasien asimtomatik > 105 organisme patogen/ml urin pada 2 contoh urin berurutan. infeksi oleh enterococcus dan acinetobacter. Dasarnya adalah sebagian besar mikroba kecuali enterococcus. Konversi ini dapat dijumpai dengan perubahan warna pada uji tarik. Gambar 3. Biakan bakteri Dimaksudkan untuk memastikan diagnosis ISK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna sesuai dengan criteria Cattell :  Wanita.000 bakteri. c.7% dan spesifisitas 99.1. Sensitivitas 90.

000 colony forming unit /ml urine.5 Diagnosa ISK ditegakkan dengan menemukan bakteriuria. e. Plat celup Lempeng plastik bertangkai dimana kedua sisi permukaannya dilapisi perbenihan padat khusus dicelupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin. Gambar 4. Cara ini mudah dilakukan. karena tidak semua laboratorium mempunyai kemampuan untuk pembiakan itu. yang biayanya cukup tinggi dan membutuhkan waktu yang lama. Penentuan jumlah kuman/ml dilakukan dengan membandingkan pola pertumbuhan pada lempeng perbenihan dengan serangkaian gambar yang memperlihatkan keadaan kepadatan koloni yang sesuai dengan jumlah kuman antara 1000 dan 10.000.000 dalam tiap ml urin yang diperiksa. lalu dilakukan pengeraman semalaman pada suhu 37° C. ultrasonografi dan CT-scanning. Tetapi jenis kuman dan kepekaannya tidak dapat diketahui. Setelah itu lempeng dimasukkan kembali ke dalam tabung plastik tempat penyimpanan semula. Yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan mikroskopik 8 . murah dan cukup akurat. Dapat berupa pielografi intravena (IVP). Diagnosis Kerja4. Metode biakan ini tidak selalu dapat dilakukan laboratorium sederhana. 4. Pemeriksaan radiologis dan pemeriksaan lainnya Pemeriksaan radiologis dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK. Untuk mendeteksi bakteriuria diperlukan pemeriksaan bakteriologik yang secara konvensional dilakukan dengan metode biakan dan ditemukannya jumlah kuman >l00.

genitalia atau pakaian. dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi potongan-potongan es dan segera dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. sisi.pewarnaan secara Gram. 5. Kepada subyek dijelaskan mengenai cara-cara menampung dan mengirim sampel urine yang dibutuhkan yaitu: sebelum berkemih genitalia eksterna dibersihkan dahulu dengan air sabun kemudian dibilas dengan air. Diagnosis Banding6 a. Gejala dan tanda yang dapat ditemukan pada penderita batu ginjal antara lain : (1) 1. Sampel urine setelah diperoleh. dan tidak memegang bagian dalam dari tempat tampung. Hematuria makroskopik atau mikroskopik 4. Air kemih awal dibiarkan terbuang dan yang di tengah-tengah ditampung sebanyak 20 ml di dalam tempat steril yang telah disediakan. Nyeri pinggang. Pielonefritis dan/atau sistitis 9 . urine diambil sebelum subyek minum sesuatu untuk menghindarkan efek pengenceran. Umumnya gejala berupa obstruksi aliran kemih dan infeksi. Subyek juga diminta untuk menjaga agar tempat tampung urine tidak menyentuh paha. atau sudut kostovertebral 3. Gambar 5. dengan ditemukannya kuman batang Gram-negatif. Selain itu dapat dilakukan dengan hitung jumlah lekosit dalam urin untuk membantu diagnosis bakteriuria yang infektif. Namun cara ini membutuhkan keahlian khusus. Bahan pemeriksaan adalah urine arus-tengah pagi hari. Nefrolithiasis  Definsi : Merupakan suatu penyakit yang salah satu gejalanya adalah pembentukan batu di dalam ginjal. Nefrotlithiasis  Gambaran klinis: Batu ginjal dapat bermanifestasi tanpa gejala sampai dengan gejala berat. Tidak ada gejala atau tanda 2.

Pemeriksaan USG dapat untuk melihat semua jenis batu. b. Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan hidronefrosis. faal ginjal yang menurun dan pada wanita yang sedang hamil . 5. Radiologi Secara radiologi. (1) Ultrasonografi (USG) dilakukan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP.(5. Pada batu radiolusen. tanda gagal ginjal dan retensi urin.  Pemeriksaan Fisik a. Batu tampak pada pemeriksaan pencitraan 8. Yang menyulitkan adalah bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul. c. alergi terhadap bahan (3) kontras. Demam. Oleh karena itu foto polos sering perlu ditambah foto pielografi intravena (PIV/IVP). berkeringat. Radiolusen umumnya adalah jenis batu asam urat murni. foto dengan bantuan kontras akan menyebabkan defek pengisian (filling defect) di tempat batu berada. yaitu pada keadaan-keadaan. Dalam hal ini perlu dilakukan pielografi retrograd.3)  Pemeriksaan penunjang a. Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat. Pada keadaan tertentu terkadang batu terletak di depan bayangan tulang. Gangguan faal ginjal. dapat disertai takikardi. dan vasodilatasi kutaneus dapat ditemukan pada pasien dengan urosepsis. Pernah mengeluarkan baru kecil ketika kencing 6. d. Pada yang radiopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu ginjal bila diambil foto dua arah. Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra. sehingga dapat luput dari penglihatan. hipertensi. batu dapat radiopak atau radiolusen. Sifat radiopak ini berbeda untuk berbagai jenis batu sehingga dari sifat ini dapat diduga batu dari jenis apa yang ditemukan. Nyeri tekan kostovertebral 7. dan nausea. selain itu dapat 10 .

BNO : bayangan ginjal membesar . • Gejala-gejala : . Etiologi7. demam .Nyeri tekan pada pinggang . Abses Ginjal • Etiologi : Penyebaran Staphylococcus aureus secara hematogen.Pada Medullary abses  piuria (+). dan menentukan penyebab batu. Laboratorium: Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih. ditentukan ruang/ lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai unutk menentukan batu selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu (1). .Tiba-tiba menggigil. bacteriuria (-) .USG : masa kistik 6.Bila belum berhubungan dengan sistem tubulus kolektivus  piuria (-).9 Bakteri infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah ini : 11 . bakteriuria (+) & kultur (+) pada urin & darah • Radiologis .(1) b.IVP : abses pada kortek  “ Space occupying lesion” . menentukan fungsi ginjal. Tersering infeksi kulit.Nyeri pada sudut kostovertebral .8.Kulit : eritema & edema • Laboratorium .Leukositosis (Shift to the left) . b.Bila abses sudah berhubungan dengan sistem kolekting  timbul gejala iritasi buli.

Sebagian kuman enterik ini tidak menimbulkan penyakit pada host (tuan rumah) bila kuman tetap berada di dalarn usus besar. gerak positif dengan flagel peritrikh (Salminella. tanah.1. Pseudomonas aeruginosa c. Escherichia) atau gerak negatif (Shigella. Enterobacteriaceae Enterobacteriaceae adalah kuman yang hidup diusus besar manusia dan hewan. tetapi pada keadaan-keadaan dimana terjadi perubahan pada host atau bila ada kesempatan memasuki bagian tubuh yang lain. Enterococcus faecalis e. air dan dapat pula ditemukan pada komposisi material. Proteus.0 um negatif gram tidak berspora. Kuman uropatogen yang umumnya diisolasi pada wanita hamil dengan pielonefritis Escherichia coli 86% Proteus mirabilis 4% Klebsiella species 4% Enterobacter species 3% Staphylococcus saprophyticus 2% Streptococcus grup B 1% 6. a. Organisme-organisme di dalam famili ini pada kenyataannya mempunyai peranan penting di dalam infeksi nosokomial misalnya sebagai penyebab infeksi saluran kemih. Staphylococcus saprophyticus Tabel 1. Kelompok Enterobacteriaceae seperti :  Escherichia coli  Klebsiella pneumoniae  Enterobacter aerogenes  Proteus mirabilis b. banyak diantara kuman ini mampu menimbulkan penyakit pada tiap jaringan tubuh manusia. .Morfologi Kuman enterik adalah kuman berbentuk batang pendek dengan ukuran 0. Acinetobacter d. Klebsiella). dan infeksi lainnya. infeksi pada luka.5 um x 3. mempunyai kapsul/selubung yang jelas seperti pada Klebsiella atau hanya berupa selubung tipis pada Escherichia atau tidak 12 .

sehingga zat-zat ini dipakai dalam perbenihan untuk isolasi primer. 2. khususnya kuman penyebab penyakit tifus. Hemolisis yaitu bila ada tipe beta. formaldehid.Struktur Antigen 13 . kaldu tetrathionat. . permukaannya licin. Beberapa tes misalnya pembentukan indol dari Triptofan. biasanya digunakan untuk pengenalan cepat. Pemberian klor pada air dapat mencegah penyebaran kuman enterik. Kuman usus pathogen tumbuh lebih subur . Ciri pertumbuhan : Pada pola peragian karbohidrat dan aktifitas dekarboksilase asam amino. . B-glutaraldehid. mati pada pasteurisasi. halus. Peka terhadap kekeringan. . hidup berbulan-bulan di dalam es. keabu-abuan. Kuman enterik toleran terhadap garam empedu dan zat warna bakteriostatik. Pada perbenihan cair tumbuh secara difus. Diferensial Agar Mc. kaldu selenit. Selektif Agar Salmonella-Shigella. mudah dimatikan dengan desinfektan kosentrasi rendah.Biakan dan Ciri Pertumbuhan Sifat biakan kuman enterik adalah sebagai berikut : Koloni kuman biasanya basah. agar Desoxycholate citrat. Toleran terhadap dingin. Zat-zat seperti fenol. Sebagian besar spesies mempunyai fili atau fimbriae yang berfungsi sebagai alat perlekatan dengan bakteri lain. Persemaian Kaldu GN. Perbenihan ini khusus untuk mengisolasi kuman usus patogen. 3. Macam-macam perbenihan yang dipakai untuk isolasi kuman enterik adalah : 1. agar Eosin Methylene Blue. sementara yang lain misalnya reaksi Voges-Proskauer (Pembentukan asetil-metilkarbinol dari dekstrosa) biasanya lebih jarang digunakan.berkapsul sama sekali.Daya Tahan Kuman Kuman enterik tidak membentuk spora. dan penyakit usus lain. komponen halogen bersifat bakterisid. menyukai suasana yang cukup lembab.Conkey. serta enzim lain biasanya digunakan dalam pembedaan biokimia. agar Desoxycholate. Pada perbenihan ini hampir semua jenis kuman tumbuh.

mempunyai efek patofisiologis. antigen somatik (O).7 u gram- negatif. Kebanyakan infeksi disebabkan oleh E. Komponen utama sel bakteri adalah. khususnya pada genus tertentu seperti pada Salmonella -Shigella. antigen berperan penting di dalarn epidemiologi dan klasifikasi. hematuria.Morfologi Kuman ini berbentuk batang pendek. bergerak aktif dan tidak berspora. Enterobacteriaceae yang menyebabkan infeksi saluran kemih a. Pembentukannya dikendalikan oleh plasmid.4 u x 0. dan piosin oleh Pseudomonas. Kolisin dihasilkan oleh E. Escherichia Coli .coli yang nefropatogenik secara khas menghasilkan hemolisin.coli adalah penyebab yang paling lazim dari infeksi saluran kemih dan merupakan penyebab infeksi saluran kemih pertama pada kira-kira 90% wanita muda. Nyeri pinggang berhubungan dengan infeksi saluran kemih bagian atas. coli. Karakterisasi. dan antigen kapsul (K). dan puria. Banyak kuman gram-negatif menghasilkan eksotoksin yang penting dalam klinik. Zat ini suatu endotoksin. berukuran 2. Antigen K tampaknya penting dalam patogenesis infeksi saluran atas.Patogenitas Infeksi saluran kemih : E. Strain yang menghasilkan bakteriosin resisten terhadap bakteriosinnya sendiri. mersasin oleh Serratia. . . disuria. tak bersimpai. E.4 sampai 0. Infeksi saluran kemih dapat mengakibatkan bakterimia dengan tanda-tanda khusus sepsis. antigen flagel (H). Gejala dan tanda-tandanya antara lain sering kencing. gemuk. Zat-zat bakteriosidal ini dihasilkan oleh strain bakteri tertentu yang aktif terhadap strain bakteri lain dari spesies yang sama atau spesies yang serumpun.Toksin dan Enzim Sebagian besar bakteri-gram negatif memiliki lipopolisakarida kompleks pada dinding selnya.Kolisin (Bakteriosin) Banyak organisme gram-negatif menghasilkan bakteriosin. karena itu bakteriosin dapat digunakan untuk "menentukan tipe" organisme.coli. 14 .coli dengan sejumlah kecil tipe antigen O. . Tak satupun dari gejala atau tanda-tanda ini bersifat khusus untuk bakteri E.

2. Karena itu. 6. 6. E. pnewnonia dan lesi fokal pada penderita yang lemah atau pada penderita yang menerima infus intravena. Sering diisolasi dari penderita yang 15 . dapat hidup bebas seperti dalam saluran usus. Infeksi saluran kemih terjadi melalui infeksi nosokomial.coli yang biasa menyebabkan infeksi saluran kemih ialah jenis 1. Pergerakan cepat oleh Proteus mungkin ikut berperan dalam invasinya terhadap saluran kemih. Ditemukan pada selaput lendir saluran napas bagian atas. Klebsiella pneumoniae Klebsiella pneumoniae kadang-kadang menyebabkan infeksi saluran kemih dan bakteremia dengan lesi fokal pada pasien yang lemah.2. b. infeksi telinga atau saluran napas. c. Proteus mirabilis menyebabkan infeksi saluran kemih dan kadang-kadang infeksi lainnya. dan 7. Proteus mirabilis Kuman ini adalah kuman patogen oportunis. urine bersifat basa. Tidak bergerak. Spesies Proteus menghasilkan urease mengakibatkan hidrolisis urea yang cepat dengan pembebasan amonia. sehingga memudahkan pembentukan batu dan praktis tidak mungkin mengasamkannya. Infeksi saluran kemih misalnya sistitis. Enterobacter aerogenes Organisme ini mempunyai simpai yang kecil . tumbuh pada perbenihan biasa dengan membuat koloni berlendir yang besar yang daya lekatnya berlain lainan. Jenis- jenis pembawa antigen K dapat menyebabkan timbulnya piolonefritis. bersimpai. sering dihubungkan dengan penyakit pada manusia organisme ini dapat merupakan penyebab 10-20% infeksi nosokomial. Pseudomonas aeruginosa Kuman ini. usus dan saluran kemih dan alat kelamin. f. Dapat menyebabkan infeksi saluran kemih atau kelainan bemanah seperti abses. infeksi luka. Infeksi dapat terjadi akibat sumbatan saluran kemih karena adanya pembesaran prostat. Spesies ini ditemukan pada infeksi saluran kemih dan menyebabkan bakterimia. 4. pada infeksi saluran kemih oleh Proteus. baru dan kehamilan. Spesies proteus dapat menyebabkan infeksi pada manusia hanya bila bakteri itu meninggalkan saluran usus. serta menyebabkan saluran kemih dan sepsis. pielitis dan pielonefritis.

tetapi kadang-kadang 2-3 flagel. meskipun struktur ke dua toksin itu tidak sama. Antitoksin terhadap eksotoksin Aditemukan dalam beberapa serum manusia. Kebayakan isolat Pseudomonas aeruginosa dari infeksi klinis menghasilkan enzim ekstrasel. Kuman ini juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pemapasan bagian bawah. 0.Morfologi Batang gram negatif. Toksin ini menghambat sintesis protein dengan cara kerja yang sama dengan cara kerja toksin difteria.neoplastik. Pseudomonas aeruginosa dapat ditentukan tipenya berdasarkan imuno tipe lipopolisakarida dan kepekaannya terhadap piosin (bakteriosin). luka dan luka bakar yang berrat. Banyak strain aeruginosa yang menghasilkan eksotoksin A.Ciri-Ciri Pertumbuhan Pseudomonas aeroginosa tumbuh baik pada suhu 3~-42oC .0 -4. Bila tumbuh pada perbenihan tanpa sukrosa terdapat lapisan lendir polisakarida ekstraseluler Struktur dinding gel sama dengan famili Enterobacteriaceae. pertumbuhannya pada suhu 42°C membantu membedakan spesies ini dari spesies Pseudomonas lain.0 x 3.5 -1. adanya daya pigmen yang khas dan pertumbuhannya pada suhu 42°C.0 um. untuk membedakan Pseudomonas aeruginosa dengan yang lain berdasarkan aktivitas biokimiawi. yang menyebabkan nekrosis jaringan dan dapat mematikan hewan hila disuntikkan dalam bentuk murni.Struktur antigen dan toksin Pili (fimbriae) menjulur dari permukaan gel dan membantu pelekatan pada gel epitel inang. Strain yang diisolasi dari bahan klinik sering sering mempunyai pili untuk perlekatan pada permukaan gel dan memegang peranan penting dalarn resistensi terhadap fagositosis. . mata dan lain-lainnya. tetapi banyak strain mengoksidasi glukosa. protease dan dua hemolisin : suatu fosfolipase C yang tidak tahan panas dan suatu glikolipid yang tahan panas. Simpai polisakarida membentuk koloni mukoid yang terlihat pada biakan dari penderita penyakit fibrosis kistik. saluran kemih. dibutuhkan pengujian dengan berbagai substrat. . sifat oksidase positif. Pengenalan biasanya berdasarkan morfologi koloni. Bakteri ini oksidase positif dan tidak meragi karbohidrat. termasuk serum penderita yang telah sembuh dari infeksi Pseudomonas aeruginosa yang berat. termasuk elastase. Umumnya mempunyai flagel polar. . 16 .

karena bentuk diplokokua banyak terdapat dalam cairan tubuh dan pada perbenihan padat. 6. . dan leukopenia.. oliguria. Acinetobacter Acinetobacter calroaceticus adalah spesies bakteri gram-negatif aerob yang tersebar luas ditanah dan air dan kadang-kadang dapat dibiakkan dari kulit. Streptococcus . pada pemakaian kateter intravena atau kateter air kemih . misalnya pada kemoterapi kanker. syok. tetapi Neisseria gonorrhoeae menghasilkan oksidase positif sedangkan Acinetobacter tidak. Kuman melekat dan mengkoloni selaput mukosa atau kulit dan menginvasi secara lokal dan menimbulkan penyakit sistemik. Acinetobakter yang ditemukan padan infeksi saluran kemih dapat terjadi melalui pemakaian kateter intravena atau kateter saluran kemih.Morfologi Kokus tunggal berbentuk bulat atau bulat telur. tersusun dalam bentuk rantai . Anggota rantai sering tampak sebagai diplokokus dan bentuknya kadang-kadang menyerupai batang. 6. enzim dan tosin. disseminated intravascular coagulation dan respiratory distress syndrome pada orang dewasa. 17 .Morfologi Acinetobacter biasanya tampak berbentuk kokobasil atau kokus . .Kokus membelah pada bidang yang tegak lurus sumbu panjang rantai.Patogenesis Acinetobacter yang ditemukan pada saluran kelamin wanita sering dikacaukan dengan dengan Neisseria gonorrhoeae. leukositosis. Ada yang berbentuk batang dan kadang-kadang bakteri tampak bersifat gram positif.4.3. atau bila terdapat netropenia. Proses ini dibantu oleh pili. Lipopolisakarida berperan langsung yang menyebabkan demam.Patogenesis Pseudomonas aeruginosa bersifat patogen bila masuk ke daerah yang fungsi pertahanannya abnormal. selaput mukosa dan sekresi. misalnya bila selaput mukosa dan kulit "robek" karena kerusakan kulit langsung . bakteri ill menyerupai neisseria pada sediaan apus.

6. kecuali yang diperkaya dengan darah atau cairan jaringan. Pertumbuhan streptokokus cendrung kurang subur pada perbenihan padat atau dalam kaldu. dan nonhemolitik . Pada pasien tempat yang paling sering terkena infeksi adalah saluran kemih. luka tusuk dan saluran empedu dan darah. 6. 6. terutama pada unit perawatan intensif.10 Faktor resiko yang berpengaruh terhadap infeksi saluran kemih: . Kuman yang patogen pada manusia paling banyak membutuhkan faktor- faktor pertumbuhan. Staphylococcus Staphylococcus ssecara khas tidak berpigmen. Enterococcus faecalis merupakan yang paling sering dan menyebabkan 85-90% infeksi enterococcus. 7. 18 . Enterococcus kadang-kadang ditularkan melalui melalui alat-alat kedokteran.Sifat-Sifat Khas Pertumbuhan Energi terutama diperoleh dari penggunaan gula. Faktor Resiko4. resisten terhadap novobiosin.Wanita hamil lebih mudah terkena penyakit ini karena penaruh hormonal ketika kehamilan yang menyebabkan perubahan pada fungsi ginjal dibandingkan sebelum kehamilan. . Spesies yang menyebabkan infeksi saluran kemih adalah Staphylococcus saprophyticus.Faktor usia.Panjang urethra. dan hanya pada pengobatan dengan sefalosporin dan antibiotika lainnya dimana mereka bersifat resisten. Enterococcus Terdapat sedikitnya 12 spesies enterococcus. Enterococcus adalah yang paling sering menyebabkan infeksi nosokomial.. Orang tua lebih mudah terkena dibanndingkan dengan usia yang lebih muda.5. Pertumbuhan dan hemolisis dibantu dengan pengeraman dalam CO2 10%. Wanita mempunyai urethra yang lebih pendek dibandingkan pria sehingga lebih mudah terkena infeksi saluran kemih . bakteri ini menyebabkan infeksi saluran kemih pada wanita muda. Enterococcus ditularkan dari satu pasien ke pasien lainnya terutama melalui tangan perawat kesehatan yang beberapa diantara mereka mungkin pembawa enterokokus pencernaannya.

Sebagian besar infeksi saluran kemih tidak dihubungkan dengan faktor risiko tertentu. . Menurut gejala: a. Wanita pada masa menopause lebih rentan terkena karena selaput mukosa yang tergantung pada esterogen yang dapat berfungsi sebagai pelindung.Operasi saluran kemih atau instrumentasi lainnya terhadap saluran kemih sehingga terdapat kemungkinan terjadinya kontaminasi dari luar. Keluhan-keluhannya adalah demam dan nyeri pinggang. cystitis). .Gangguan pada anatomi dan fisiologis urin. atau menggunakan kateter dapat mengalami peningkatan resiko infeksi.Konstipasi . b.Kelainan fungsi atau kelainan anatomi saluran kemih . seringkali dengan disuria.10 Menurut lokasi infeksi : a. perlu dipikirkan kemungkinan faktor risiko seperti : .Faktor hormonal seperti menopause. Ditandai dengan pyuria. orang yang menderita cedera korda spinalis. Klasifikasi4. ISK Atas Infeksi saluran kencing bagian atas (pyelonephritis) adalah infeksi pada parenkim ginjal. Bakteriuria atau pyuria berkorelasi baik dengan adanya infeksi. Bakteriuria asimptomatis ( tanpa disertai gejala ) b. maupun simptom- simptom infeksi saluran kencing bagian bawah. Sifat urin yang asam dapat menjadi antibakteri alami tetapi apabila terjadi gangguan dapat menyebabkan menurunnya pertahanan terhadap kontaminasi bakteri. ISK Bawah Infeksi saluran kencing bagian bawah (urethritis. . urgensi atau frekuensi.Penderita diabetes. Namun pada infeksi saluran kemih berulang.Gangguan pengosongan kandung kemih (incomplete bladder emptying) .Kekebalan tubuh yang rendah 8. Bakteriuria simptomatis ( disertai gejala ) 19 . .

9. Infeksi pada laki-laki jarang ditemukan dan bila terjadi biasanya disebabkan oleh obstruksi. Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK. perempuan lebih sering terjadi dibanding laki-laki. biasanya tidak lama setelah menikah atau selama kehamilan pertama. 5%-10% pada perempuan usia subur dan sekitar 10% perempuan yang usianya lebih dari 60 tahun. paraplegia. ISK berkomplikasi ( disertai faktor perdisposisi ) Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas. Gangguan daya tahan tubuh . atoni kandung kemih. 20 . reflux vesiko uretral. obstruksi. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan- keadaan sebagi berikut: . Pada dewasa. Hanya sedikit dari kasus ini yang memperlihatkan gejala-gejala klinis infeksi saluran kemih. b. Menurut komplikasi: a. anatomik maupun fungsional normal. Pada anak dan remaja. Studi epidemiologi menunjukkan adanya bakteriuria yang bermakna (105 organisme/ml urine) pada 1%-4% gadis pelajar. . misalnya batu. sering terjadi bakterimia. Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen seperti Proteus sp yang memproduksi urease. ISK ini pada usia lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih. sepsis dan shock. Pada bayi laki-laki lebih sering terjadi dibanding perempuan. ISK dapat mengenai laki-laki maupun perempuan. perempuan lebih sering terjadi dibanding laki-laki. kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika. Pada penderita diatas 60 tahun dijumpai lebih banyak laki- laki dibanding perempuan terutama jika disertai kelainan struktur maupun fungsi. Penggunaan kateter adalah penyebab terbanyak ISK nosokomial. ISK sederhana ( tanpa faktor predisposisi ) ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik. Kelainan abnormal saluran kencing. kateter kandung kencing menetap dan prostatitis. Penelitian jangka panjang yang dilakukan pada gadis usia sekolah menyatakan bahwa gadis yang pernah mengalami bakteriuria bermakna akan lebih mudah terkena infeksi saluran kemih berulang pada dewasanya. Epidemiologi10 Epidemiologi ISK terbagi dalam kelompok nosokomial dan kelompok masyarakat dimana gejalanya dapat berupa asimptomatik maupun simptomatik. .

limfogen.  Secara asending yaitu: . Patofisiologi Infeksi Saluran Kemih 21 .9 Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius.10. antara lain: faktor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi. Patofisiologi7. faktor tekanan urine saat miksi. pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik. dan lain-lain. pemakaian kateter). . bendungan intrarenal akibat jaringan parut. Mikroorganisme ini masuk melalui : endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat (ascending).8.  Secara hematogen yaitu: Sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen. adanya dekubitus yang terinfeksi. Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal. hematogen. yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung kemih. Masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih. Gambar 6. Ada dua jalur utama terjadinya ISK yaitu asending dan hematogen. kontaminasi fekal. dan eksogen ( akibat pemakaian kateter).

vaginitis. dapat disebabkan oleh pielonefritis akut.  Mobilitas menurun  Nutrisi yang sering kurang baik  Sistem imunitas yang menurun  Adanya hambatan pada saluran urin  Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat. neoplasma dan hipertrofi prostate yang sering ditemukan pada laki-laki diatas usia 60 tahun. yaitu mengetahui adanya piuria dan bukan dengan kultur atau pemeriksaan kepekaan. secara praktis dan cepat hanya perlu pemeriksaan urinalisis. untuk keperluan pengobatannya antara lain harus ditentukan ada infeksi. tanda dan kelainan urinnya. oleh karena anti mikroba masih peka terhadap Escherichia coli atau Staphylococcus saprophyticus. kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar ke seluruh traktus urinarius. uropati obstruktif dan gagal ginjal. bagian bawah yaitu sistitis dan atau uretritis. keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri. penyebab primer dari ISK adalah Eschericia coli dan sekunder oleh Stafilokokus saprophyticus. Penyebab umum obstruksi adalah: jaringan parut ginjal. ISK yang bergejala dan baru diketahui untuk pertama kali. batu. 11. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensi yang berlebihan sehingga menimbulkan nyeri. Selain itu. kultur urin negatif. Hal tersebut terdapat pada sistitis interstitialis. antara lain: adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang menGakibtakan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefrosis. Kecuali pada pasien-pasien yang mendapat infeksi waktu dirawat di rumah-sakit. pada ISK bagian atas perlu pemeriksaan kultur. pielonefritis sub akut. Pada pria berumur lebih dari 22 . beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK.K. Menurut gejala. Pada wanita muda yang seksual aktif. Pada umumnya sifat dari kuman yang sama. uretritis Klamidia atau gonokokus.S. antara lain akibat kateterisasi saluran kemih bagian bawah. sistitis interstisial dan bukan infeksi. I. Pada populasi banyak. uretritis oleh karena Nesseria gonokokus atau Klamidia trakomalis. Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya:  Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap atau kurang efektif. Sebagian kecil dari wanita dengan disuria akut yang berulang. Manifestasi Klinis10 Pada wanita. sudah berbeda sehingga tidak lagi peka terhadap semua obat.

Prostat nyeri .Sakit di daerah costovertebral . Berikut adalah contoh gejala yang biasa terjadi pada ISK.Ketidaknyamanan pada supra pubis . Disuria . Keluar lendir dari urethra ISK bagian atas  Pielonefritis . Sakit pinggang bawah .Banyak urin eritosit dalam urin 23 . banyak eritrosit  Prostatitis . Mendesak bila mau berkemih . ISK bagian bawah  Cystitis dan uretritis .Disuria .Leukositosis .Mendesak bila mau berkemih . Menggigil .Poliuria / sering berkemih .Air kemih keruh.Menggigil .50 tahun yang sering mengalami kateterisasi saluran kemih. Demam .Mendadak demam . Rasa nyeri pada perineum . Gejala klinis ISK dapat bervariasi dan tumpang tindih.

.Anak < 3 tahun : demam. gelisah . hilang nafsu makan.Anak > 3 tahun : demam. sering kencing. Penilaian klinik gangguan berkemih Gambar 8. muntah. nyeri pada saat kencing . Penilaian klinik pada infeksi saluran kemih Gejala klinis pada anak . nyeri perut. 24 . Gambar 7. muntah.

Obat parenteral pada ISK atas Antimikroba Dosis Interval Sefepim 1 gram 12 jam Siprofloksasin 400 mg 12 jam Levofloksasin 500 mg 24 jam Ofloksasin 400 mg 12 jam 3-5 mg/kgBB 24 jam Gentamisin ( + ampisilin ) 1 mg/kgBB 8 jam Ampisilin (+ gentamisin) 1-2 gram 6 jam Tikarsilin .silastatin 250-500 mg 6-8 jam 25 . Farmakologis Tabel 2.12 a. Antimikroba pada ISK bawah Antimikroba Dosis Lama Terapi Trimetoprim – Sulfametoksazol 2x160/800 mg 3 hari Trimetoprim 2x100 mg 3 hari Siprofloksasin 2x100-250 mg 3 hari Levofloksasin 2x 250 mg 3 hari Sefiksim 1x400 mg 3 hari Sefpodoksim proksetil 2x100 mg 3 hari Nitrofurantoin makrosilat 4x50 mg 7 hari Nitrofurantoin monohidrat makrokristal 2x100 mg 7 hari Amiksisilin/Klavulanat 2x500 mg 7 hari Tabel 3.tazobaktam 3.2 gram 8 jam Piperasilin . Penatalaksanaan11. Non Farmakologis  Banyak minum air putih bila fungsi ginjal baik  Higiene genitalia eksterna b.375 gram 2-8 jam Imipenem .klavulanat 3.12.

15 % pielonefritis pada kehamilan dengan bakteriemia. Disfungsi ini dapat dilihat dari creatinine clearence kurang dari 80 ml/menit. Dalam keadaan darurat. manifestasi ke septic shock. Gejala klinis berupa sesak nafas. Komplikasi pielonefritis pada kehamilan terutama disebabkan endotoksin yang menyebabkan kerusakan jaringan. Antimikroba yang digunakan untuk pengobatan pielonefritis pada kehamilan ampisilin 2 g IV tiap 6jam + gentamycin 3-4mg/Kg/hari IV dibagi 3 x sehari cefazolin 1 g IV tiap 8 jam ceftriaxone 1.. Seringkali secara bersamaan terjadi kerusakan pada beberapa organ. Insufisiensi pernafasan terdapat 2%-8% pada pielonefritis pada kehamilan. Dosis obat perlu disesuaikan dengan umur kehamilan dan derajat fungsi ginjal agar tidak berbahaya bagi ibu maupun janin. setelah beberapa hari dapat normal kembali.2 g IV atau IM tiap 24 jam mezlocillin 1. (4) Kehamilan dengan sepsis dan demam tinggi menyebabkan cardiac output turun. Tabel 4. Sejumlah 10 % . Anemia.Pemberian obat pada wanita hamil dengan gangguan fungsi ginjal Mengatur pemberian obat dan dosisnya pada wanita hamil apalagi dengan gangguan fungsi ginjal merupakan masalah yang membutuhkan perhatian khusus. Penggunaan gentamisin pada 26 . hal ini disebabkan oleh karena. toksin dari bakteri dapat mengubah permeabilitas membrane alveoli-kapiler dan menyebabkan edema pada paru-paru. Disfungsi ginjal terdapat pada 25% kehamilan. nafas cepat. kekurangan oksigen. Pemberian antibiotika yang dapat diterima untuk pengobatan pielonefritis seperti terlihat pada tabel 4. nafas cepat lebih 28 x per menit. Pielonefritis antepartum pada kehamilan perlu diberi antibiotika yang mempunyai khasiat terhadap bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih. keselamatan ibu merupakan prioritas walaupun pengaruh obat pada janin tetap perlu diperhatikan. suhu badan meningkat lebih dari 390C. denyut nadi meningkat 110 x / menit atau lebih. ditemukan pada 25%-66% kehamilan dengan pielonefritis. edema paru atau respiratory distress syndrome.3g IV tiap 6 jam piperacillin 4 g IV tiap 8 jam Kombinasi ampisilin dengan aminoglikosida sudah digunakan sebagai pengobatan yang umum diberikan pada kehamilan dengan pielonephrits. Anemia hemolitik timbul karena lipopolisakharida kuman yang dapat merusak membran sel darah merah.

Angel (4) membandingkan pengobatan cephalexin oral dengan cephalothin IV pada penderita nonbakteriemia. ternyata antibiotika oral aman dan efektif diberikan pada kehamilan. Umumnya pengobatan dengan antibiotika diberikan selama 2 minggu. Sepsis d. (4) Pengobatan dengan mezlocillin dan piperacillin. gejalanya seperti demam tinggi. Sebab toilet jongkok tidak menyentuh langsung permukaan toilet dan lebih higienis. kreatinin dan biakan urine. Respon klinis dengan pengobatan antibiotika adalah cepat. Seperti nefrotoksik dan ototoksik. Bagi wanita. Kehamilan dengan pielonefritis perlu dirawat di rumah sakit untuk observasi dan deteksi komplikasi pielonefritis. Pengobatan dengan cefazolin dan ceftriaxon menurunkan febris. Komplikasi10. Resistensi terhadap generasi pertama cephalosporin mencapai 12%. Segera buang air kecil apabila bila kandung kemih sudah terasa penuh. 14. d. Biakan urine dan antibiotika profilaksis perlu diberikan pada wanita hamil dengan riwayat pielonefritis untuk menurunkan risiko infeksi rekuren. Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembab. Pengobatan intravena diteruskan sampai setelah 1 .3 hari. dalam 1 dan 1 .kehamilan sering dipertanyakan karena toksisitasnya. termasuk insufisiensi ginjal. insufisiensi pernafasan dan sepsis. Gangguan fungsi ginjal 27 . dapat mengakibatkan gangguan ginjal. Pemeriksaan laboratorium yang penting adalah hitung jumlah sel darah. serum elektrolit. Pencegahan12 a.12 a. 13. setelah buang air kencing membasuh dari depan ke belakang untuk mencegah masuknya bakteri dari anus ke dalam uretra. Obstruksi saluran Kemih c. b. c. Bila setelah 72 jam gagal atau tidak ada respon klinis perlu dilakukan renal sonografi untuk memeriksa adanya obstruksi karena nephrolithiasis. namun tidak ditemukan nefropathy pada wanita hamil dan janinnya. dapat menurunkan demam dalam waktu 96 jam. dehidrasi dan muntah-muntah. Penderita yang gagal dengan cefazolin dapat diobati dengan penambahan aminoglikosida. Batu saluran kemih b. Pilih toilet umum dengan toilet jongkok.2 hari tidak demam. Khususnya pada neonatal dan infants setelah pengobatan dengan gentamisin.

Dapat terjadi gagal ginjal c. Pada sistitis hampir selalu reinfeksi d. Jakarta: Internal publishing. Gleadle J. DAFTAR PUSTAKA 1.11. terjadi perubahan mekanis dan hormonal yang meningkatkan risiko keadaan yang membuat urin tertahan di saluran kencing. Nah YK. Jakarta: EGC. Buku panduan ketrampilan medik skill lab: pemeriksaan urologi patologis. Perubahan-perubahan tersebut mencapai puncak pada akhir trimester dua dan awal trimester tiga yang merupakan faktor yang memudahkan terjangkitnya ISK pada kehamilan. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan kombinasi ampisilin dengan aminoglikosida yang sudah umum diberikan pada kehamilan dengan pielonefritis. h. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Edisi ke-5. 2011. Sukandar E. Bila segera diobati umumnya baik b. 2003. Sutandar W. h.1008-14. 3. Jakarta: FK ukrida. Infeksi saluran kemih paling sering disebabkan oleh Escherichia coli dan cenderung mengenai perempuan dibandingkan pria. Hal ini disebabkan urethra wanita lebih pendek dibanding pria sehingga lebih mudah terinfeksi. Buku ajar: ilmu penyakit dalam jilid II. Selain itu adanya peningkatan hormon progesterone pada kehamilan akan menambah besar dan berat rahim serta mengakibatkan pengenduran pada otot polos saluran kencing. yaitu pielonefritis dan sistitis. 4. e. Pada masa kehamilan.98-9. Akunjee M. h. 2. 2011. Pada infeksi saluran kemih atas lebih banyak terjadi relaps PENUTUP Berdasarkan kasus yang dibahas. 2009. Infeksi kuman yang multiresisten 15. Akunjee N.26-8. Prognosis12 a. Panduan menghadapi bagi mahasiswa tingkat akhir. 28 . dapat disimpulkan bahwa pasien menderita infeksi saluran kemih. h. At a glance: anamnesis dan pemeriksaan fisik.

5. 2006. 2006.166-7. Edisi ke-2. h.591-3. Edisi 3. Price SA.50 12. 8.26-93. h.718 10. Sukandar E. Purnomo BB. Grace PA. h. h.62-65. 2007. Wilson LM. Edisi Ke-2. h. Edisi ke-6.756-63. Nefrologi klinik. Jakarta: EGC. Corwin EJ. Edisi ke-7. 2003. Edisi ke-3. h. Borley NR. 2006. Jakarta: Erlangga.918-24. 2009. Buku saku patofisiologi. Rennke H. 6. 11. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit volume 2. 2004. Kumar V. 2006. Buku ajar patologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Davey P. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta: EGC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. h. Sjasuhidrajat R. At a glance ilmu bedah. 7. Cotran. 9. Dasar-dasar urologi. Bandung: Pusat Informasi Ilmiah (PII) Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNPAD. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 29 . At a glance medicine. h. Buku ajar ilmu bedah.