You are on page 1of 1

A.

Hipoalbuminemia
Albumin merupakan protein serum yang berfungsi untuk menjaga tekanan onkotik
koloid plasma sebesar 75-80% dan merupakan 50% dari protein tubuh. Jika protein plasma
khususnya albumin tidak dapat lagi menjaga tekanan osmotic koloid akan terjadi
ketidakseimbangan tekanan hidrostatik yang akan menyebabkan terjadinya edema (Price &
Wilson, 2005).
Albumin juga berfungsi sebagai transport berbagai macam substansi termasuk
bilirubin, asam lemak, logam, ion, hormon, dan obatobatan. Salah satu konsekuensi dari
hipoalbuminemia adalah obat yang seharusnya berikatan dengan protein akan berkurang, di
lain pihak obat yang tidak berikatan akan meningkat, hal ini akan meningkatkan kadar obat
dalam darah. Perubahan pada albumin juga mengganggu fungsi platelet (Robbins, 2007).
Hipoalbuminemia adalah kadar albumin yang rendah/di bawah nilai normal (kadar
albumin serum < 3.5 g/dL). Nilai normal albumin adalah 3.5-5 g/dL atau 300-500 gram.
Hipoalbuminemia mencerminkan pasokan asam amino yang tidak memadai dari protein,
sehingga mengganggu sintesis albumin serta protein lain oleh hati.
Klasifikasi hipoalbuminemia adalah :
- Hipoalbuminemia ringan : 3.5-3.9 g/dL
- Hipoalbuminemia sedang : 2.5-3.5 g/dL
- Hipoalbuminemia berat : < 2.5 g/dL
Hipoalbuminemia dapat disebabkan oleh penurunan produksi albumin, sintesis yang
tidak efektif karena kerusakan sel hati, kekurangan intake protein, peningkatan pengeluaran
albumin karena penyakit lainnya, dan inflamasi akut maupun kronis.
Kurang energi protein
Kanker Peritonitis
Luka bakar
Sepsis
Luka akibat pre dan post pembedahan (penurunan albumin plasma yang terjadi
setelah trauma)
Penyakit hati akut yang berat atau penyakit hati kronis (sintesis albumin menurun)
Penyakit ginjal (hemodialysis)
Penyakit saluran cerna kronik.
Radang atau infeksi tertentu (akut dan kronis)
Diabetes mellitus dengan gangrene
TB paru
Terapi hipoalbuminemia dapat dikoreksi dengan albumin intravena, yaitu pemberian
BSA (body serum albumer) dan diet tinggi albumin seperti ekstra putih telur, ikan gabus, dan
tempe kedelai.