You are on page 1of 1

I.

PEMERIKSAAN PENUNJANG RA
Evaluasi awal pasien
Setelah diagnosis AR ditegakkan, perlu ditentukan aktivitas penyakit (LED,
CRP, sinovitis), status fungsional, masalah mekanik sendi, gejala ekstraartikular
serta adanya kerusakan radiologis pada sendi yang terlibat. Apabila pasien AR
akan mendapatkan DMARD maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium
awal meliputi darah perifer lengkap, LED, CRP, RF atau ACPA, serta
pemeriksaan fungsi hati dan ginjal karena beberapa obat DMARD bersifat toksik
terhadap hati dan ginjal. Sebaiknya pasien diperiksa serologi untuk hepatitis B dan
C terutama yang direncanakan untuk penggunaan MTX. Foto toraks diperlukan
untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi (misalnya tuberkulosis paru), karena
beberapa jenis DMARD dapat berpotensi meningkatkan kerentanan untuk
mendapat infeksi, dan manifestasi ekstra artikular pada paru. Pastikan wanita
penderita AR yang akan memakai DMARD tidak dalam keadaan hamil.
Pemeriksaan rontgen tangan dan atau kaki harus dilakukan karena kerusakan yang
komprehensif seharusnya meliputi pilar pengelolaan tersebut dibawah ini.

II. PROGNOSIS

III. TATALAKSANA