You are on page 1of 5

NARASI KASUS SIROSIS HEPATIS

KELOMPOK 6

A. Petugas Kelompok
Pembimbing : Lidya Natalia,S.kep,Ners,M.S
Narator : Robiyanto
Anggota : 1. Anis Aprilia prahasti
2. Desy Novyanti
3. Putri Yuliani
4. Robiyanto
5. Shity Aminah
6. Vera Emasta S

B. Skenario
Ny.A seorang ibu yang mempunyai satu anak, beliau adalah seorang ibu rumah
tangga. Ia gemar minum-minuman beralkohol. Sekitar 10 tahun yang lalu, beliau
pernah menederita hepatitis B. Saat ini, Ny.A telah berusia 50 tahun. Beliau datang ke
Rumah Sakit X 5 hari yang lalu dengan keluhan nyeri abdomen pada bagian kanan
atas. Beliau sering kali mengalami sesak napas baik saat beristirahat maupun saat
beraktivitas. Beliau juga mengalami nausea dan anorexia, BAB berwarna hitam.

Pada pemeriksaan Fisik dijumpai sklera ikterik dan konjungtiva pucat. Pada
pemeriksaan dada ditemukan spider naevi. Pada pemeriksaan abdomen terlihat
perutnya membesar, adanya caput medusae, hepar teraba, spneomegalli, shifting
dullnes (+), disertai kaki yang membengkak. Dokter menyatakan bahwa Ny.A
menderita Sirosis Hepatis.

C. Pelaku Drama
1. Anis Aprilia : Pasien
2. Desy Novianti : Perawat 1
3. Putri Yuliani : Perawat 2
4. Robiyanto : Support Team : Spiritual dan Suami Klien
5. Shity Aminah : Anak Klien
6. Vera Emasta : Dokter

D. Naskah Drama

A : “ya begitu sus. A terlihat kelelahan saat berbicara hingga membuat klien terhenti sejenak saat berbicara). yaudah atuh bapak pergi dulu beli buah” (Tn. BAB nya juga masih hitam warnanya” Tn.R : “emak mah jangan khawatir. Ny. masih tidak enakan perutnya. tapi ada ga uang nya?” Tn. Kita periksa tanda-tanda vital ibu dulu ya.A. Dokter : “Selamat siang ibu. Dalam ruangan tersebut. R meninggalkan ruangan untuk membelikan buah apel yang diinginkan oleh Ny. mual juga. mak gimana sekarang ? apa yang kerasa? Ny. A yakni istri dari Tn. beserta anak mereka. terdengar derap langkah perawat memasuki ruang rawat inap). A. ya gini neng masih kerasa tidak enak perutnya. A dengan lembut) Ny. BAB nya juga masih . nafas juga masih sesak.R : “mak pengen apa atuh. apa yang di rasakan ibu saat ini? Ny. istri. Saat ini. BAB juga masih berwarna hitam. mual dan ngga ada nafsu makan. R mengelus puncak kepala Ny. Klien dalam keadaan sakit dan sudah dirawat selama 3 hari. perkenalkan saya perawat yang bertugas pada sore ini. Nanti beliau yang akan menjelaskan tentang penyakit ibu.) Ny. A terlihat lemah dan tidak bugar.A : “oh yaudah kalau gitu. terbaring Ny. perut masih terasa penuh dan tidak enak. nafas juga susah. apa yang ibu rasakan sekarang?” (perawat mengajak pasien berbicara sambil melakukan pengukuran tanda-tanda vital kepada Ny. (Tidak berselang lama. Klien Ny. sekarang saya tinggal dulu ya bu” (perawat D berbicara sembari menyentuh punggung tangan Ny. nanti dokter akan visite ke ruangan ibu. nafas juga masih berat. pagi hari tepatnya di sebuah ruangan rawat inap Rumah Sakit X sedang berkumpul satu keluarga yang terdiri dari suami.A : “pengen apel atuh pak. R.S : “sudah mak sama bapak tadi. Sesekali anaknya mengusap halus punggung tangan ibunya dan memberikan minum). A ditemani oleh anaknya. Perawat D : ”Selamat sore ibu. sok sama bapak di beliin?” (Tn. Ny. puji tuhan rezeki mah ada aja mak. A : “Neng sudah makan belum? An.Scene 1 Suatu ketika. A) Scene 3 Pada siang hari Dokter visite ke ruangan Ny. Perawat D : “oh iya bu. saya itu sebenarnya sakit apa ya sus?” (Ny. A.A : “masih sama dok.

saya dapat merasakan bahwa ini merupakan situasi yang sulit” dokter mengguncang lengan Tn.R : “Penyakit apa itu dok? Apakah berbahaya?” Dokter : “Keadaan ini dapat disebut kerusakan fungsi hati sehingga hati tidak dapat bekerja seperti normal.” (Tn. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah transplantasi hati. apa yang akan terjadi. sesaat dokter memicingkan alis.R : “Lalu apa yang harus saya dan keluarga lakukan dok? Apakah benar- benar sudah tidak dapat disembuhkan?” Air mata memenuhi pelupuk mata Tn. hasil pemeriksaan laboratorium sudah saya dapatkan.R : “ya Tuhan emak. R menceritakan mengenai informasi yang telah dokter sampaikan) . Prosedur transplantasi pun sangat sulit untuk dilakukan. semua kita serahkan kepada Tuhan. selain karena fasilitas rumah sakit di negara kita yang kurang memadai. saya itu sakit apa ya dok?” Dokter melihat hasil laboratorium.. kemudian kembali berbicara. karena komplikasi yang muncul pada klien sudah sampai tahap terjadinya perdarahan varises esofagus dan kemungkinan untuk sembuh sangat kecil sekali. dan juga sulitnya menemukan pendonor yang sesuai untuk pasien. Tn.” Tn. R memeluk Ny. R : “Saya dok” ucap Tn.” Tn. berwarna hitam. A beserta dengan anak mereka dan menangis. yakni perawatan untuk meningkatkan kualitas hidup klien dan juga support kepada keluarga. Akan berjalan juga perawatan paliatif. Namun. Dokter : “baiklah ibu/bapak. R Tn. R pucat. terus apa rencana tindakan kedepan nya dok?” roman wajah Tn. Dokter : “Baik Pak. Dokter : “sekitar seperenam klien bertahan dalam beberapa waktu. hal tersebut tidak menjamin Pak. Seketika beliau menunduk dan terisak. R. R terkesiap sambil mengikuti dokter ke nurse station. Hal ini diakibatkan karena sirosis hati bersifat irreversible. Suaranya bergetar dat tercekat. R bergeming dan seketika raut wajah berubah Dokter : “pak. Seketika Tn.. Sirosis hati ini merupakan tahap akhir dari penyakit hepatitis B yang diderita oleh klien” Tn. R. Kami tetap akan memberikan perawatan fisiologis terhadap Ny.. keluarga yang bertanggung jawab atas pasien bisa ikut saya sebentar?” dokter kemudian berpamitan dengan klien untuk menginformasikan keadaan klien dengan Tn.. R kembali ke ruangan. R : “. Keadaan ini sulit untuk dikembalikan seperti sedia kala. A. sangat kecil harapan untuk membuat fungsi kerja hati normal kembali. Tn.klien mengalami kerusakan pada hati atau disebut sirosis hati” Tn. Dokter : “Adapun manajemen dari pasien sirosis hati ini dilihat dari kondisi kerusakan hatinya.

S : “Bapak tadi sedang keluar. mualnya sudah mendingan. lebih baik lagi sebelumnya minum air hangat dulu biar enak ke perutnya” Ny. Apakah ibu mau diberikan massage?” Ny. Seiring berjalannya perawatan. Perawat P selalu mengingatkan Ny. kita cek tanda-tanda vital dulu ya. A : “mau sus. Rohaniawan melakukan kunjungan penguatan spiritual terhadap klien dan keluarga. Scene 4 Pada sore hari perawat P melakukan perawatan kepada Ny. apakah ibu sudah makan siang tadi? Dihabiskan atau tidak?” Ny. (perawat mengajak klien dan keluarga berbincang sembari melihat jam dengan ekor matanya). keluarga dan klien berangsur menerima dan meneguhkan dukungan terhadap klien. A sudah berjalan selama 2 minggu.” Perawat P : “Baiklah kalau begitu. Keluarga mengalami penguatan dan dukungan positif terhadap keadaan keluarganya serta penyakit yang dideritanya. selain dari tarik nafas. saya ada cara untuk meringankan rasa nyeri yang ibu rasakan.A : “iya baiklah bapak” Rohaniawan : “Sebelumnya. boleh” Ny. A tersenyum. Perawat P : “baiklah kalau begitu ibu. Pada awalnya keluarga sulit menerima keadaan klien. . ibu saya masih suka mengeluh sakit katanya” kata anak Ny. saya persiapkan alatnya terlebih dahulu. saya disini untuk memberikan perawatan spiritual untuk ibu” Ny. Saya akan kembali lagi ke sini” Ny.A : “ iya neng terima kasih.” An.Perawatan terhadap Ny. Ibu. A Perawat P : “Benar begitu ibu? Sekarang masih terasa nyerinya bu” Ny.A : “engga habis sus. S : “Sus.” (Perawat mempersiapkan alat tindakan massage dan melakukan massage terhadap Ny. Caranya yaitu dengan massage. serta dukungan ke respite care di bawah pengawasan dokter. saya Robiyanto. bapaknya ke mana bu? Kok ngga kelihatan?” dengan nada setengah berbisik An. tapi tidak napsu makan” Perawat P : “ibu tetap harus makan yuk.A dengan tujuan mengurangi rasa nyeri pasien. Keluarga dianjurkan melakukan konseling keluarga. Rohaniawan : “selamat pagi ibu.A : “ohiya neng terimkasih. Makannya sedikit-sedikit saja. mungkin kemari lagi siang nanti” ucap anak S menjelaskan.A Perawat P : “Selamat sore bu. A : “ iya Sus. A untuk melakukan teknik relaksasi tarik nafas dalam ketika rasa nyeri menghampiri) Scene 5 Pagi hari.

Terus berdo’a. kita ucapkan terima kasih kepada ibu atas perjuangan ibu yang sangat kuat.. biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Dokter mengusap punggung Tn. terimakasih sudah menjadi ibu yang baik buat neng.. Bapak sudah memaafkan setiap kesalahan emak. Seketika Tn. ikhlas. mari kita buka” (Rohaniawan memberikan siraman spiritual kepada keluarga) An. emak pasti sembuh. Selamat jalan Ny... R : “Dok. neng belum bisa bikin mak bahagia tapi neng bakal slalu berdoa agar tenang disana.A tidak bisa berkata-kata. menghantarkan kepergian Ny. Tidak lama pun sanak keluarga besar Tn. R. R. Semoga ibu berpulang dengan damai dan tenang” (Perawat merangkul anak S dan Tn. (bapak sambil mennagis tersendu-sendu) An. Tuhan Yesus memberkati ibu selalu. kita harus yakin mujizat masih ada dan akan terjadi kepada ibu.” Tn.S : “emak yang kuat. udah merawat neng selama 18 tahun ini maafin neng . Klien sudah berjuang sangat kuat sampai saat ini.. (Ny. S : Terimakasih mak sudah berjuang sampai saat ini. Tn. Terimakasih mak. neng ga mau kehilangan emak. A). mak udah menjadi istri yang baik untuk bapak. bapak juga minta maaf kalau bapak selalu banyak salah.” (Dengan sigap.Rohaniawan : “oh begitu.) Tn. kalau mak mau pergi kita semua sudah iklas. R sudah mengerti maksud dari penjelasan dokter. Perawat D : “Bapak. R : Emak. Tn. bapa sayang sama emak. kita sudah berusaha. Selamat jalan Mak. A. Kita semua sayang sama emak. R dan An.A : (Ny. R muncul. kemudian kembali penuh dengan riuh tangis keluarga. ibu tetap kuat.. ade mari kita berkumpul dengan ibu. R menangis terisak. saya takut saya mempunyai kabar yang kurang baik untuk anda. iya hanya menangis tersendu-sendu) Rohaniawan :”Kita serahkan semuanya kepada Tuhan Yesus. Amin Scene 6 Dokter : “Tn. sabar. kita pasti bakal kumpul lagi kayak dulu Ny. R).. . Dan. Seketika Ruangan hening cukup lama. S : Emak. A menghembuskan nafas terakhir.