You are on page 1of 10

FUNGSI PENGAWASAN DPRD DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA

PEMERINTAHAN YANG BAIK

Aminudin
Aminudin@gmail.com
(Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Tadulako)

Abstract
The thesis was bassed 2 issues, i.e.: 1). How the relationship between local legislative
functional and good governance is, and 2) What are the steps to enchance the local legislative
functional control to assure good governance. The thesis was to identify the relationship between
the legislative functional control and good governance and what steps to enchance the local
legislative functional control were assure good governance. It was a normative research, also
called legal normative research, of its own kind (sui generis). It normatively adopted scientific
research procedures to search for truths based on scientific legal logics. In order to answer the
research questions, it adopted law and regulation approach and conceptual approach. With
reference to the results of the research, it was concluded: 1) A functional control is an important
part in the process of good governance. In absence of the functional control, the power would be
exercised subjectively and based on the individual interpretation of the power maker. A stricter
functional control by the local legislatives would certainly bring positive impacts to the quality of
good governance in local governments in terms of planning, execution and accountability.
Accordingly, a functional control would significantly ecounrage good governance. 2) An effectively
stricter legislative functional control would be realized through restrictions on regulation related
with local legislative function. The local legislative functional control would be enchanced through
better quality of human resources in the local legislatives. The performance of enhanced quality
would be measurable based on the extend of roles of the local legislative in controlling
regents/mayor;
Keywords: Control, Good Governance, Function Enhanced.

Optimalisasi pengawasan atas Penyalahgunaan kekuasaan oleh


penyelenggaraan pemerintahan daerah selain pemerintah dalam kerangka otonomi daerah
untuk mewujudkan cita-cita otonomi daerah tidak dapat dihindari maka untuk mencegah
dalam meningkatkan kesejahteraan terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan
masyarakat, juga untuk mencegah agar tidak wewenang dalam penyelenggaraan
terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan pemerintahan, maka perlu adanya lembaga
wewenang. Lord Acton menyatakan, bahwa yang melakukan tugas dan fungsi pengawasan
manusia yang mempunyai kekuasaaan terhadap lembaga pemerintahan yang dalam
cenderung untuk menyalahgunakan hal ini dilakukan oleh Dewan Perwakilan
kekuasaan itu, tetapi manusia yang Rakyat Daerah (untuk selanjutnya akan ditulis
mempunyai kekuasaan tak terbatas pasti akan DPRD).
menyalahgunakannya (power tends to Kehadiran DPRD dalam sebuah negara
corrupt, but absolute power corrupt demokrasi bukanlah untuk mengurangi
absolutely). Dalam istilah ilmu hukum tata kewenangan dari pada eksekutif tetapi harus
negara, penyalahgunaan kekuasaan oleh dipandang sebagai upaya untuk lebih
pemerintah ini disebut dengan onrechtmatige terjaminnya kepentingan rakyat dalam seluruh
over heidsdaad. kebijakan pemerintah daerah. Dalam
perkembangan fungsi DPRD di Indonesia

132
133 e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 12, Desember 2015 hlm 132-141 ISSN: 2302-2019

telah mengalami pasang surut seiring dengan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Konsep
dinamika ketatanegaraan. Namun tidak jarang dasar pengawasan DPRD meliputi
terjadi bahwa fungsi dan kewenangan DPRD pemahaman tentang arti penting pengawasan,
tersebut tidak dapat terwujud yang akhirnya syarat pengawasan yang efektif, ruang
berujung pada penurunan citra terhadap lingkup dan proses pengawasan. Dalam tata
DPRD tersebut. Sebab DPRD bukanlah pemerintahan yang baik, pengawasan
lembaga teknis yang menjalankan peraturan, berperan memberikan informasi sedini
melainkan melakukan pengawasan terhadap mungkin sebagai bagian dari peringatan dini
peraturan daerah, anggaran dan kebijakan (early warning system) bagi pemerintah
pemerintah daerah. daerah. Pengawasan akan memberi umpan
Pengawasan merupakan salah satu balik untuk perbaikan pengelolaan
fungsi utama yang melekat pada DPRD selain pembangunan, sehingga tidak keluar dari
fungsi legislasi dan anggaran. Seyogyanya jalur/tahapan dan tujuan yang ditetapkan, agar
aspirasi masyarakat dalam bidang aktivitas pengelolaan dapat mencapai tujuan
pengawasan, secara melembaga sudah dan sasaran secara efektif dan efisien.
terwakili melalui wakil-wakilnya yang duduk DPRD berfungsi sebagai lembaga
di DPRD. Fungsi pengawasan ini diharapkan pengawasan politik. DPRD sebagai struktur
bisa berjalan efektif sesuai harapan politik akan mewujudkan pola berlaku
masyarakat, peraturan dan perundang- sebagai wahana melaksanakan demokrasi
undangan yang berlaku. Pengawasan DPRD sesuai dengan tugasnya, salah satunya
bertujuan untuk menjamin agar pemerintah melakukan pengawasan terhadap
daerah menjalankan programnya sesuai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah
dengan rencana dan ketentuan perundangan satu paradigma yang berkembang adalah
yang berlaku. akuntabilitas pemerintah daerah merupakan
Fungsi pengawasan DPRD lebih perwujudan kewajiban pemerintah untuk
bersifat pengawasan politik dan kebijakan, mempertanggungjawabkan keberhasilan dan
bukan pengawasan teknis fungsional. DPRD kegagalannya.
pada hakekatnya merupakan organ Konsep ini didasarkan pada
pemerintahan di tingkat lokal yang responsibilitas pemerintah atas pelaksanaan
mengemban harapan rakyat untuk berperan kewenangannya. Dengan demikian,
sebagai representasi dan agenda kepentingan akuntabilitas atas lembaga pemerintahan
rakyat melalui proses perumusan kebijakan daerah yang melibatkan DPRD sebagai
dan pengawasan terhadap pemerintah daerah. lembaga perwakilan dan aspirasi rakyat, akan
Hak angket merupakan salah satu bentuk melihat atau menjalankan fungsi
fungsi pengawasan DPRD untuk melakukan pengawasannya terhadap akuntabilitas kinerja
penyelidikan terhadap suatu kebijakan Kepala eksekutif dalam hal pelayanan publik, umum
Daerah yang penting dan strategis serta dan pembangunan termasuk peningkatan
berdampak luas pada kehidupan masyarakat, kompetensi institusi dan kompetensi aparatur.
daerah dan negara yang diduga bertentangan Pengawasan semestinya merupakan
dengan peraturan perundang-undangan. salah satu fungsi yang paling intensif yang
Pengawasan DPRD bertujuan untuk dapat dilakukan lembaga DPRD. Fungsi
mengembangkan kehidupan demokrasi, pengawasan yang dijalankan DPRD dalam
menjamin keterwakilan rakyat dan daerah konteks sebagai lembaga politik merupakan
dalam melaksanakan tugas dan bentuk pengawasan politik yang lebih bersifat
kewenangannya serta mengembangkan strategis dan bukan pengawasan teknis
mekanisme checks and balances antara administrasi. Ini menunjukkan bahwa fungsi
DPRD dan eksekutif demi mewujudkan pengawasan yang diemban DPRD dalam
Aminuddin . Fungsi Pengawasan DPRD dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik …………… 134

tataran pengendalian kebijakan guna bagian dari sistem peringatan dini bagi
menciptakan check and balances. Fungsi pemerintah daerah.Masalah kualitas anggota
pengawasan yang dilakukan oleh DPRD DPRD seringkali menjadi fenomena yang
kepada eksekutif substansinya adalah dikeluhkan oleh masyarakat. Beragamnya
mengarah pada pengawasan politik atau latar belakang anggota DPRD, baik
kebijakan. Sementara itu pengawasan pendidikan maupun pekerjaan berimbas pada
administrasi dilakukan oleh lembaga yang kurang efektif dan maksimalnya pengawasan,
dibentuk oleh negara/ pemerintah yakni karena jangkauan ruang lingkup pengawasan
Badan Pengawasan Keuangan (BPK), dan yang cukup luas.
Lembaga Pengawasan Fungsional lainnya Program kerja yang jelas dan terukur
(BPKP, Irjen pada Kementerian/Lembaga sangat dibutuhkan dalam melaksanakan tugas
Non Departemen, Badan Pengawasan Daerah pengawasan. Pengawasan yang dilaksanakan
(Bawasda) di Propinsi dan Kabupaten/Kota). selama ini terkesan sporadis dan reaktif, tanpa
DPRD berdasarkan ketentuan Undang- program yang mengacu pada tujuan, sasaran
Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, dan ruang lingkup pengawasan DPRD. fungsi
DPR, DPD dan DPRD adalah mitra sejajar pengawasan yang dilaksanakan oleh DPRD
dengan pemerintah daerah. DPRD dalam masih sebatas jika ada kasus atau temuan,
melaksanakan tugasnya, dibekali dengan` tiga tidak didasarkan pada tugas rutin DPRD.
fungsi, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan Suatu negara, terlebih dalam negara
pengawasan. DPRD, sebagai lembaga yang sedang membangun, pengawasan itu
perwakilan rakyat di daerah mempunyai peran sangat penting, baik pengawasan secara
yang penting dalam mewujudkan tata kelola vertikal, horizontal, eksternal, preventif
pemerintahan yang baik. Peran tersebut, maupun represif agar maksud dan tujuan yang
diwujudkan dalam tiga fungsi, yaitu legislasi, telah ditetapkan dapat tercapai. Lemahnya
anggaran dan pengawasan. Namun, dalam pengawasan berarti mendekatkannya kepada
pelaksanaan ketiga fungsi tersebut, DPRD pelaksanaan kerja yang tidak sempurna,
masih mengalami hambatan, sehingga fungsi sehingga menjauhkannya dari tujuan yang
DPRD perlu dioptimalkan. hendak dicapai dan semakin banyak peluang
Anggota DPRD yang terpilih, pada untuk penyalahgunan kekuasaan.
kenyataannya belum optimal melakukan Sebaliknya, kuatnya kontrol atau
fungsi pengawasan. Penyebabnya karena ketatnya pengawasan maka semakin
sistem partai yang terpusat membuat anggota sempurna pelaksanaanya kerja sehingga
DPRD menjadi lebih berpihak kepada partai tujuan dapat diraih dan penyalahgunaan
sebagai sumber legitimasi daripada berpihak kekuasaan dapat dihindarkan, yang pada
pada pemilih dan masyarakat. Selain itu, akhirnya hak asasi rakyat dapat terwujud.
anggota DPRD sering memilah-milah bidang Dalam negara demokrasi, rakyatlah yang
pengawasan. menentukan tujuan dan rakyat pula yang
Fungsi pengawasan DPRD adalah menjadi tujuan, administrasi Negara hanyalah
pengawasan politik dan kebijakan yang alat untuk mengabdi kepada kepentingan
bertujuan untuk memelihara akuntabilitas rakyat yang menjadi tujuan. Pengawasan yang
publik, terutama lembaga-lembaga yang dilakukan bukan hanya pada eselon tertinggi,
berkaitan langsung dengan pelaksanaan tetapi harus berlangsung terus sampai dengan
kebijakan dan program pemerintahan serta eselon yang terendah. Jadi pengawasan
pembangunan di daerah. Dalam tata bersifat menyeluruh dan bukan parsial.
kepemerintahan yang baik, pengawasan Tugas pengawasan sebenarnya
berperan memberikan umpan balik kepada merupakan tugas yang terberat karena
pemerintah daerah serta berfungsi sebagai memerlukan energi dan banyak waktu.
135 e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 12, Desember 2015 hlm 132-141 ISSN: 2302-2019

Perencanaan dan pengorganisasian dapat b. Pendekatan konseptual (Conceptual


dibuat satu kali, tetapi pengawasan tidak Approach) dilakukan dengan
cukup satu kali melainkan terus menerus mengklasifikasikan konsep-konsep hukum
sampai perencanaan selesai. para ahli hukum secara sistematis
Berdasarkan uraian diatas maka penulis berdasarkan isu hukum yang diangkat
merumuskan masalah sebagai berikut: dalam Karya Ilmiah ini;
1. Apa hubungan fungsi pengawasan DPRD Penelitian hukum dalam level dogmatik
dengan tata kelola pemerintahan yang hukum atau penelitian untuk keperluan
baik? praktik hukum tidak dapat melepaskan diri
2. Bagaimana upaya penguatan fungsi dari pendekatan perundang-undangan.
pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Penelitian yang dilakukan oleh penulis
Daerah untuk mewujudkan pemerintahan mengenai Fungsi Pengawasan DPRD Dalam
daerah yang baik? Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang
Baik merupakan penelitian yang merujuk
METODE pada konsep-konsep hukum yang berlaku
secara universal sehingga pendekatan yang
Tipe penelitian ini adalah normatif atau dilakukan untuk memecahkan isu tersebut
disebut juga penelitian hukum normatif, yaitu pendekatan peraturan perundang-
dengan sifat keilmuan sui generis. Pengkajian undangan, dan pendekatan konseptual karena
hukum (rechtsbeoefening) tipe penelitian ini isu sentral yang diajukan tersebut dalam
beranjak dari telaah hukum positif sebagai ruang lingkup peraturan perundang-undangan
lapisan pertama dari tiga lapisan dalam kajian dan konsep hukum.
hukum yaitu dogmatig hukum, teori hukum Penelitian hukum normatif ini,
dan filsafat hukum. Penelitian hukum dilakukan melalui studi kepustakaan atas
normatif adalah suatu prosedur penelitian bahan-bahan yang terdiri dari :
ilmiah untuk menemukan kebenaran a. Bahan hukum primer, berupa UUD NRI
berdasarkan logika keilmuan hukum dari sisi Tahun 1945, Undang-undang dan
normatifnya. Peraturan Perundang-undangan di bawah
Nilai ilmiah suatu pembahasan dan Undang-undang yang ada kaitannya
pemecahan masalah terhadap legal issue yang dengan objek penelitian, misalnya
diteliti sangat tergantung kepada cara Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014
pendekatan (approach) yang digunakan. Jika tentang tentang MPR, DPR, DPD dan
cara pendekatan tidak tepat, maka bobot DPRD dan Undang-Undang Nomor 23
penelitian tidak akurat dan kebenarannya Tahun 2014 tentang tentang Pemerintahan
dapat digugurkan. Demikian pula dalam suatu Daerah.
penelitian hukum, dengan menggunakan b. Bahan hukum skunder, berupa buku-buku
pendekatan berbeda, kesimpulannya pun akan literatur hukum yang ada kaitannya dengan
berbeda. objek penelitian, misalnya Bagir Manan
Adapun untuk menjawab permasalahan dalam bukunya “Good Governance, dalam
penelitian maka akan digunakan beberapa Menyongsong Fajar Otonomi Daerah” dan
pendekatan, yaitu: Mardiasmo dalam bukunya “Pengawasan,
a. Pendekatan peraturan perundang-undangan Pengendalian, dan Pemeriksaan Kinerja
(Statute Approach) dilakukan dengan Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan
menelaah peraturan perundang-undangan Otonomi Daerah”.
yang bersangkut paut dengan isu hukum c. Bahan hukum tersier, berupa artikel-artikel
yang diangkat dalam Karya Ilmiah ini; hukum, jurnal-jurnal hukum yang berisi
pendapat para sarjana hukum (doktrin),
Aminuddin . Fungsi Pengawasan DPRD dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik …………… 136

makalah-makalah, Koran, dan sumber a. Pemerintah daerah diharapkan dapat


internet, yang ada kaitannya dengan objek berfungsi dengan baik dan tidak
penelitian. memboroskan uang rakyat;
b. Pemerintah daerah dapat menjalankan
HASIL DAN PEMBAHASAN fungsinya berdasarkan norma dan etika
moralitas pemerintahan yang berkeadilan;
Pada dasarnya, konsep Good c. Aparatur pemerintah daerah mampu
Governance muncul sebagai turunan menghormati legitimasi konvensi
demokrasi, dimana demokrasi itu sendiri konstitusional yang mencerminkan
merupakan mekanisme kepemerintahan yang kedaulatan rakyat;
mana keputusan-keputusan pemerintahan d. Pemerintah daerah memiliki daya tanggap
didasarkan pada kesepakatan mayoritas. terhadap berbagai variasi yang
Sejalan dengan itu, untuk mewujudkan Good berkembang dalam masyarakat.
Governance perlu dibangun hubungan efektif
antar pelaku, agar semua merasa memiliki tata Ketika semangat dan penerapan
pengaturan tersebut. Tanpa kesepakatan governance tersebut telah menjadi landasan
tersebut kesejahteraan sulit tercapai karena utama dalam penyelenggaraan pemerintahan
aspirasi politik maupun ekonomi rakyat tidak di Indonesia, prinsip good governance
berjalan dengan baik. diturunkan pelaksanaannya sampai pada
Konseptualisasi good governance lebih tingkat propinsi dan daerah kabupaten/kota di
menekankan pada terwujudnya demokrasi, Indonesia. Upaya itu melahirkan istilah
karena itu penyelenggaraan negara yang penyelenggaraan pemerintahan yang baik
demokratis menjadi syarat mutlak bagi secara lebih spesifik yaitu good local
terwujudnya good govemance, yang governance (pemerintahan daerah yang baik).
berdasarkan pada adanya tanggungjawab, Sehingga prinsip-prinsip yang
transparansi, dan partisipasi masyarakat. terkandung dalam good governance juga
Idealnya, ketiga hal itu akan ada pada setiap diadopsi ke dalam good local governance
aparatur pemerintahan dengan memperhatikan oleh masing-masing daerah di Indonesia.
nilai-nilai kemanusiaan dan nilai moral yang Konsep tata pemerintahan yang baik telah
menjiwai setiap langkah governance. disepakati sebagai model tata pemerintahan di
Tata kelola pemerintahan yang baik Indonesia. Karena itu setiap daerah berupaya
adalah pemerintahan yang mampu menyusun berbagai kebijakan yang
mempertanggungjawabkan segala sikap, disejajarkan dengan sumber daya dan potensi
perilaku dan kebijakan yang dibuat secara daerah yang selama ini dibatasi.
politik, hukum, maupun ekonomi dan Bagir Manan menjelaskan bahwa di
diinformasikan secara terbuka kepada publik, negara Belanda yang kemudian juga diikuti
serta membuka kesempatan publik untuk oleh ahli Hukum Administrasi Negara
melakukan pengawasan (kontrol) dan jika Indonesia, dikenal asas-asas umum
dalam prakteknya telah merugikan rakyat, penyelenggaraan administrasi negara yang
dengan demikian harus mampu baik (algemene beginselven vanbehoorlijk
mempertanggungjawabkan dan menerima bestuur general princpiles of good
tuntutan hukum atas tindakan tersebut. administration), yang berisi pedoman yang
Sebagai perwujudan konkrit dari harus dipergunakan administrasi negara dan
implementasi good governance di daerah juga hakim untuk menguji keabsahan
adalah: perbuatan hukum (rechtshandelingen)
administrasi negara. Asas-asas ini antara lain:
motivasi yang jelas, tujuan yang jelas, tidak
137 e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 12, Desember 2015 hlm 132-141 ISSN: 2302-2019

sewenang-wenang (willekeur), kehati-hatian ( terhadap pemerintah pada awal kemerdekaan


zorgvuldigheid), kepastian hukum, persamaan hingga sekarang sehingga kebijakan peran
perlakuan tidak menggunakan wewenang DPRD dalam otonomi daerah berbeda-beda
yang menyimpang dari tujuan (detournement seiring dengan perkembangan ketatanegaraan
depouvoir, fairness) dan lain- lain. Negara Republik Indonesia.
Implementasi good governance di Paradigma baru dalam Undang-Undang
daerah tidak dapat dilepaskan dari peran Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah
DPRD sebagai bagian dari pemerintah daerah Daerah tetap menghendaki hubungan yang
yang menjalankan fungsi pengawasan sejajar antara DPRD dengan Pemerintah
terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah, Daerah. Hubungan sejajar tersebut
Kebijakan Pemerintah Daerah dan Anggaran. menandakan bahwa posisi DPRD dan
Peran dan fungsinya dalam bidang Pemerintah Daerah adalah menempati posisi
pengawasan bertambah menarik perhatian yang sama kuat. Hal itu diperlukan guna
umum karena citra pemerintahan yang buruk mewujudkan pemerintah yang baik (good
dengan syaratnya tindakan korupsi, kolusi dan government,), yang diimbangi dengan sistem
nepotisme telah melahirkan ketidakpercayaan pengawasan yang efektif dan efisien melalui
masyarakat pada institusi pemerintahan baik mekanisme check and balance.
di pusat maupun di daerah. Pemerintahan yang baik (good
DPRD berkewajiban untuk senantiasa government) adalah pemerintahan yang di
mejalankan fungsi pengawasannya terhadap jalankan berdasarkan pada norma atau
aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh peraturan perundang-undangan yang
eksekutif. Sebab, fungsi pengawasan yang mengaturnya secara konsisten dan
dilakukan DPRD merupakan ciri utama dari bertanggung jawab dalam rangka mencapai
negara yang berkedaulatan rakyat tujuan negara yang dilandasi prinsip
(demokrasi). Dikatakan demikian, karena transparan, akuntabel, bersih, jujur dan
rakyat dalam sistem demokrasi memiliki amanah. Untuk mewujudkan pemerintahan
kebebasan untuk turut serta dalam proses daerah yang baik, maka fungsi Dewan
penyelenggaraan pemerintahan di daerah, Perwakilan Rakyat Daerah di dalam
baik secara langsung atau tidak langsung. melakukan pengawasan atas pelaksanaan
Secara umum, partisipasi rakyat urusan Pemerintahan Daerah adalah sangat
dilakukan dengan cara mengadakan penting. Pengawasan DPRD ini termasuk
pengawasan terhadap pemerintah. keputusan yang bersifat umum di luar
Pengawasan tidak langsung oleh rakyat akan peraturan perundang-undangan seperti
tetapi melalui badan perwakilan. Badan kebijakan kepala daerah.
perwakilan ini selain mengawasi jalannya DPRD sebagai badan legislatif daerah
pemerintahan, dapat juga melakukan melaksanakan fungsi legislasi, anggaran dan
wewenang untuk menunjuk atau memberikan pengawasan. Dalam hubungannya dengan
dukungan terhadap suatu pemerintahan. fungsi pengawasan, DPRD melaksanakan
Dengan demikian, fungsi pengawasan yang pengawasan terhadap penyelenggaraan
dilakukan oleh badan perwakilan, merupakan Pemerintah Daerah. Pengawasan pada
konsekwensi dari kualifikasinya sebagai hakikatnya suatu tindakan menilai/menguji
wakil rakyat. apakah sesuatu telah berjalan sesuai dengan
Peran DPRD dalam otonomi daerah rencana yang telah ditentukan. Dengan
yang dimuat dalam undang-undang adanya pengawasan, kesalahan-kesalahan
pemerintah daerah selalu berubah arah akan dapat ditemukan yang akhirnya akan
kebijakannya, ini dikarenakan adanya diupayakan perbaikannya, yang paling
adaptasi pelaksanaan otonomi daerah penting jangan sampai kesalahan terulang
Aminuddin . Fungsi Pengawasan DPRD dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik …………… 138

kembali. Dengan demikian, maka dapat sesuai tugas, wewenang dan haknya melalui
dipahami bahwa fungsi pengawasan DPRD dengar pendapat, kunjungan kerja,
adalah kegiatan untuk menilai suatu pembentukan panitia khusus dan
pelaksanaan tugas secara de facto terhadap pembentukan panitia kerja yang diatur dalam
pemerintah daerah dalam kerangka tata tertib dan atau sesuai dengan peraturan
terciptanya penyelenggaraan pemerintahan perundang-undangan.
daerah yang baik. Kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat
Pelaksanaan kegiatan pengawasan yang Daerah (DPRD) mengontrol kinerja eksekutif
dilaksanakan oleh DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan agar terwujud tata kelola
seringkali dirangkaikan dalam bentuk Dengar pemerintahan daerah yang baik (good local
pendapat, kunjungan kerja, pembentukan governance) seperti yang diharapkan rakyat.
panitia khusus jika diperlukan, Pengawasan Demi mengurangi beban masyarakat, Dewan
terhadap pengelolaan barang dan jasa, Perwakilan Rakyat Daerah dapat menekan
termasuk pengawasan proses pengadaannya. eksekutif untuk memangkas biaya yang tidak
Pengawasan atas kinerja pemerintah dan perlu, dalam memberikan pelayanan kepada
melakukan reses. Kegiatan pengawasan ini warganya.
dilaksanakan oleh Alat Kelengkapan Dewan Batasan kewenangan pengawasan
yang terdiri dari : Pimpinan, Panitia DPRD selama ini mengundang banyak
Musyawarah, Badan Kehormatan, Panitia perdebatan termasuk di internal DPRD
Anggaran dan Alat Kelengkapan lainnya yang sendiri. Ada yang berpendapat bahwa
disesuaikan dengan keperluan. kewenangan DPRD dalam pengawasan hanya
Dewasa ini badan perwakilan rakyat sebatas kebijakan dan bersifat makro strategik
sering berperan sebagai forum perdebatan sebagaimana diatur dalam Peraturan
umum, dimana pihak pemerintah harus Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang
menghadapi kritik dan pertanyaan dari pada Pedoman Pengawasan Penyelenggaraan
anggota dewan yang mewakili rakyat banyak. Pemerintahan Daerah. Di sisi lain banyak
Forum perdebatan umum ini dapat juga praktisi berpandangan bahwa perlunya
berperan sebagai wahana bagi fungsi anggota DPRD melakukan pengawasan
pengawasan yang melekat pada DPRD secara lebih rinci menyeluruh, termasuk
terhadap jalannya pemerintahan sekaligus dalam konteks manajemen.
mentrasformasikan kebebasan rakyat untuk Pendapat kedua yang menginginkan
menyatakan pendapat dalam proses bahwa pengawasan DPRD seharusnya tidak
pengambilan kebijakan, pembuatan dan terbatas pada aspek makro strategik saja
pelaksanaan peraturan daerah dan namun harus juga menyentuh aspek
pelaksanaan anggaran. pengawasan yang lebih mikro untuk konteks
Fungsi pengawasan yang dilakukan Indonesia saat ini dirasa lebih baik. Hal ini
DPRD adalah dengan melakukan penilaian mengingat bahwa lembaga-lembaga yang
terhadap pelaksanaan peraturan daerah, akan mem-back up legislatif dalam
kebijakan pemerintah daerah dan pelaksanaan pengawasan mikro ini belum dapat
anggaran yang berbasis kinerja. Fungsi diandalkan.
pengawasan dioperasionalisasikan secara Lembaga pengawasan eksternal,
berbeda dengan lembaga pengawas misalnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),
fungsional. Bentuk pengawasan ini tercermin saat ini hanya berfokus pada audit keuangan
dalam hak-hak DPRD, yaitu hak mengajukan dalam rangka memberikan opini atas laporan
pertanyaan, hak meminta keterangan dan hak keuangan pemerintah. BPK belum optimal
mengadakan penyelidikan. Pengawasan yang menerapkan audit kinerja (kalau tidak
dilakukan DPRD terhadap pemerintah daerah dibilang bahwa sama sekali tidak ada). BPK
139 e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 12, Desember 2015 hlm 132-141 ISSN: 2302-2019

tidak memiliki kompetensi melakukan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan


pengawasan atas kualitas output, karena sebelumnya.
lembaga ini hanya ahli di bidang keuangan. Oleh karena itu perlunya penguatan
DPRD memiliki lingkup pengawasan peran DPRD sebagai lembaga legislasi yang
yang mencakup fungsi pengawasan Peraturan memiliki fungsi pengawasan, baik dalam
Daerah, Anggaran dan Kebijakan Pemerintah proses legislasi maupun atas jalannya
Daerah yang merupakan bagian yang tidak pemerintahan, termasuk konsekwensi
terpisahkan dari fungsi kelembagaan DPRD. pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memiliki pembiayaan dan belanja daerah. Fungsi
tiga (3) yaitu Fungsi Legislasi, Fungsi legislasi yang dimaksud adalah fungsi DPRD
Anggaran Dan Fungsi Pengawasan. Fungsi untuk membentuk peraturan daerah bersama
yang dalam bahasa latinnya “Functus“ asal kepala daerah. Yang dimaksud dengan fungsi
katanya “Fungtor“ artinya cara untuk aggaran adalah fungsi DPRD bersama-sama
melakukan (to parform), melaksanakan, dengan pemerintah daerah menyusun dan
menjalankan (administer). Menurut menetapkan APBD yang di dalamnya
terminologi hukum fungsi asal katanya termasuk anggaran untuk pelaksanaan fungsi,
”function” artinya tugas khusus dari suatu tugas dan wewenang DPRD, sedangkan yang
jabatan, atau lingkungan kegiatan yang dimaksud dengan fungsi pengawasan adalah
dilakukan oleh badan/lembaga dalam rangka fungsi DPRD untuk melakukan pengawasan
untuk melaksanakan seluruh kegiatan negara. terhadap pelaksanaan undang-undang,
Oleh karena itu fungsi mengandung peraturan daerah, dan keputusan kepala
wewenang dan tugas. daerah serta kebijakan yang ditetapkan oleh
Pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah.
penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah Optimalisasi peran DPRD merupakan
proses kegiatan yang ditujukan untuk kebutuhan yang harus segera diupayakan
menjamin agar pemerintahan di daerah jalan keluarnya, agar dapat melaksanakan
berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan tugas, wewenang, dan hak-haknya secara
perundang-undangan yang berlaku karena efektif sebagai lembaga legislatif daerah.
tanpa adanya pengawasan maka pelaksanaan Optimalisasi peran ini oleh karena sangat
pemerintahan di daerah tidak dapat berjalan tergantung dari tingkat kemampuan anggota
sesuai dengan rencana dan ketentuan DPRD, maka salah satu upaya yang dilakukan
perundang-undangan yang berlaku karena dapat diidentikkan dengan upaya peningkatan
pelaksanaan pemerintahan di daerah kualitas sumber daya manusia anggota
didasarkan pada keinginan pemegang otoritas DPRD.
atau pejabat daerah. Hasil dari peningkatan kualitas dapat
Pengawasan yang dilakukan oleh diukur dari seberapa besar peran DPRD dari
DPRD terkait dengan penyelenggaraan urusan sisi kemitraan yang sejajar dengan lembaga
pemerintahan. Jadi pengawasan yang eksekutif dalam menyusun anggaran,
dilakukan oleh anggota DPRD terhadap menyusun dan menetapkan berbagai
lembaga ekskutif dapat diartikan sebagai Peraturan Daerah, serta dari sisi kontrol
Suatu proses atau rangkaian kegiatan adalah sejauhmana DPRD telah melakukan
pemantauan, pemeriksaan dan evaluasi pengawasan secara efektif terhadap Kepala
terhadap pelaksanaan kebijakan publik yang Daerah dalam pelaksanaan peraturan daerah,
dilaksanakan untuk menjamin agar semua pelaksanaan anggaran dan kebijakan publik
kebijakan, program ataupun kegiatan yang yang telah ditetapkan.
dilakukan oleh lembaga publik berjalan sesuai
Aminuddin . Fungsi Pengawasan DPRD dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik …………… 140

Namun yang juga tidak kalah bagian dari pemerintahan di daerah yang
pentingnya, optimalisasi peran DPRD ini memiliki fungsi dan peran yang strategis
alangkah lebih baik jika diikuti dengan dalam melakukan pengawasan terhadap
peningkatan pemahaman mengenai “etika pelaksanaan peraturan daerah, penggunaan
politik” bagi anggota DPRD, agar anggaran dan kebijakan pemerintah daerah
pelaksanaan fungsi-fungsi anggaran, legislasi, dan upaya penguatan fungsi pengawasan
dan pengawasan dapat berlangsung secara etis DPRD juga dapat dilakukan dengan
dan proporsional. Dengan pemahaman yang meningkatkan kualitas sumber daya
mendalam mengenai etika politik, setiap manusia anggota DPRD, hasil dari
anggota DPRD tentu akan mampu peningkatan kualitas dapat diukur dari
menempatkan dirinya secara proporsional, seberapa besar peran DPRD dalam
baik dalam berbicara maupun bersikap atau melakukan pengawasan terhadap Kepala
bertindak, serta tidak melupakan posisinya Daerah dalam pelaksanaan peraturan
sebagai wakil rakyat yang telah memilihnya. daerah, pelaksanaan anggaran dan
Diharapkan bahwa DPRD benar-benar kebijakan publik yang telah ditetapkan.
mampu berperan dalam arti mampu
menggunakan hak-haknya secara tepat, Rekomendasi
melaksanakan tugas dan kewajibannya secara Mewujudkan tata kelola pemerintahan
efektif dan menempatkan kedudukannya yang baik, terlebih dahulu harus diusahakan
secara proporsional. Hal ini dimungkinkan terciptanya proses pengawasan yang
jika setiap anggota DPRD bukan saja piawai berkelanjutan dan berbobot serta harus
dalam berpolitik, melainkan juga menguasai didorong oleh peningkatan kualitas sumber
pengetahuan yang cukup dalam hal konsepsi daya anggota DPRD, perbaikan sistem, dan
dan teknis penyelenggaraan pemerintahan, penguatan kelembagaan DPRD sehingga
teknis pengawasan, penyusunan anggaran, proses pengawasan dapat berjalan efektif.
dan lain sebagainya. Seiring dengan berubahnya arah
kebijakan otonomi daerah kearah yang lebih
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI baik maka perlu adanya upaya penguatan
secara simultan terhadap sistem, kelembagaan
Kesimpulan dan individu anggota DPRD sehingga fungsi
1. Pengawasan merupakan bagian penting pengawasan DPRD dapat berjalan dengan
dalam proses penyelenggaraan baik. Berubahnya arah kebijakan terhadap
pemerintahan. Tanpa adanya fungsi sistem pemerintahan daerah harus cepat
kontrol, kekuasaan akan berjalan sesuai diadaptasikan melalui penyesuain sistem dan
kehendak dan interpretasi pemegang pemberian pelatihan-pelatihan kepada
kekuasaan (power maker). Menguatnya anggota DPRD guna untuk memahami sistem
fungsi pengawasan DPRD akan berdampak yang baru dalam menunjang tugas dan fungsi
positif pada peningkatan kualitas tata pengawasan terhadap peraturan daerah,
kelola pemerintahan di daerah, baik dari anggaran dan kebijakan pemerintah daerah.
aspek perencanaan, penyelenggaraan dan
pertanggungjawaban sehingga tujuan dari
pengawasan yaitu tata kelola pemerintahan
yang baik dapat diwujudkan.
2. Upaya penguatan fungsi pengawasan
DPRD dapat diwujudkan dengan
melakukan penataan regulasi terkait
dengan pelaksanaan fungsi DPRD sebagai
141 e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 12, Desember 2015 hlm 132-141 ISSN: 2302-2019

UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR RUJUKAN

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala Ibrahim, Johnny, 2012, Teori dan Metodologi


puji dan syukur atas kehadirat Allah S.W.T. Penelitian Hukum Normatif, Bayumedia
yang senantiasa melimpahkan Rahmat dan Publishing, Malang.
Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat Manan, Bagir, 1995, Perbandingan Hukum
menyelesaikan penulisan karya ilmiah ini. Tata Negara, Dewan Konstitusi di
Untuk itu pada kesempatan ini penulis Prancis dan Mahkamah Konstitusi di
mengucapkan terimakasih dan penghargaan Jerman, Program Pasca Sarjana, Unpad,
setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Bandung.
Aminuddin Kasim, S.H., M.H., dan Dr. Muh. Manan, Bagir, 2004, Good Governance,
Tavip, S.H., M.H., yang telah bersedia dengan dalam Menyongsong Fajar Otonomi
sabar dan penuh perhatian untuk memberikan Daerah, Pusat Studi Hukum UII.
bimbingan ilmu pengetahuan yang tidak Napitupulu, Paimin, 2007, Menuju
ternilai harganya, arahan serta meluangkan Pemerintahan Perwakilan, Alumni,
waktunya untuk membantu penulis hingga Bandung.
dapat menyelesaikan penulisan karya ilmiah Sadu, Wasistiono dan Wiyoso, Yonatan,
ini, semoga amal baik beliau mendapat 2009. Meningkatkan Kinerja Dewan
limpahan rahmat dari Allah S.W.T. Yang Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Maha Pengasih dan Penyayang. Fokusmedia. Bandung.Sunarso, S.,
2005. Hubungan Kemitraan Badan
Legislatif dan Eksekutif Daerah.
Mandar Maju. Bandung.
Widodo, Joko, 2001, Good Governance
(Telaah dan Dimensi Akuntabilitas dan
Kontrol Birokrasi Pada Era
Desentralisasi dan Otonomi Daerah),
Insan Cendekia, Surabaya.