You are on page 1of 19

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Artikel ilmiah menjadi salah satu bentuk yang efektif untuk mengungkap,
menyelesaikan, dan menampilkan suatu permasalahan yang sedang diteliti.
Artikel ilmiah dibedakan menjadi 2 , yaitu artikel ilmiah penelitian dan non
penelitian. Baik artikel ilmiah penelitian maupun non penelitian, keduanya
sama-sama menggunakan data yang relevan. Data tersebut dikumpulkan dari
berbagai cara seperti pendataan, percobaan, dan pengkajian.
Data yang telah terkumpul akan diolah untuk mendapatkan gambaran
dari permasalahan yang diteliti. Setelah diolah, data disajikan dalam berbagai
ilustrasi misalnya tabel, grafik, dan bagan. Penyajian data tidak dapat berdiri
sendiri tanpa ada penjelasan tentang data tersebut. Agar pembaca mudah
memahami penyajian data yang dilakukan oleh penulis, diperlukan
terjemahan mengenai penyajian data tersebut. Keterangan yang diberikan
dapat berupa narasi (paragraf) atau poin-poin inti.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa yang dimaksud dengan tabel?
2. Apa yang dimaksud dengan grafik?
3. Apa yang dimaksud dengan bagan?
4. Bagaimana cara membahasakan tabel, grafik, dan bagan ke dalam
paragraf?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian tabel.
2. Untuk mengetahui pengertian grafik.
3. Untuk mengetahui pengertian bagan.
4. Untuk mengetahui cara membahasakan tabel, grafik, dan bagan ke dalam
suatu paragraf.

1
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Tabel

A. Pengertian Tabel
Tabel merupakan kumpulan data atau informasi yang disusun dengan
klasifikasi menurut baris dan kolom. Isi tabel dapat diketahui dari judul
tabel dan data yang terdapat dalam tabel. Tabel merupakan alat bantu
visual, di samping grafik dan peta.

B. Tujuan Pembuatan Tabel


Tujuan dari Penyajian Tabel adalah untuk membuat data statistik secara
sistematis yang dapat memberikan banyak informasi secara ringkas. Tabel
juga bertujuan mempermudah pemahaman dan penafsiran data. Melalui
tabel dapat pula dicari hubungan sederhana antardata.

C. Fungsi Tabel
Tabel berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat
dan lebih menarik daripada dengan kata-kata. Selain itu tabel juga
berfungsi mendukung penulis menyampaikan ide atau gagasan sehingga
dapat memengaruhi dan meyakinkan pembaca.

D. Prinsip Penyajian Tabel


Penyajian tabel harus memuat semua informasi yang diperlukan secara
lengkap dan jelas, seperti: besaran satuan, kondisi eksperimen dan lain-
lain; sehingga pembaca tidak perlu harus mencari informasi itu dari uraian
naskah. Penulis harus mengusahakan agar penempatan tabel dan teks tidak
saling bergantung satu sama lain. Apabila pada uraian teks dipandang
perlu merujuk tabel tertentu cukup mencantumkan nomor tabel.
Judul tabel ditulis secara singkat tetapi jelas dan harus
merepresentasikan isi tabel dan menjawab pertanyaan apa, dimana, dan
kapan. Ditulis dengan huruf tidak tebal (bold) dan ditempatkan di atas
tabel, tanpa diakhiri dengan titik. Tabel yang baik harus diberikan identitas
seperti nomor dan nama. Kata tabel ditulis , diikuti nomor dan nama tabel.
Penomoran Tabel dan Gambar Tabel atau gambar diberi nomor urut
dengan angka Arab sesuai dengan nomor Bab dan diikuti dengan nomor
urut dengan angka Arab pula dan dipisahkan dengan titik. Penomoran
tabel dan gambar tidak diakhiri dengan titik. Ketika gambar dan tabel
diacu di dalam teks, huruf awal gambar atau tabel ditulis huruf besar,
seperti contoh: “……ditunjukkan pada Tabel 4.3”. Huruf pada kata
pertama judul ditulis kapital, kata selanjutnya dengan huruf kecil kecuali
kata hubung yang ditulis huruf kecil semua. Apabila Judul tabel lebih dari
satu baris maka harus ditulis satu spasi. Huruf pertama pada baris kedua
ditempatkan sejajar dengan huruf pertama judul tabel. Baris pertama
kolom yang berisikan judul tetap dibuat transparan tidak diperkenankan
dibuat blok warna gelap. Semua huruf pada isi tabel ditulis tidak tebal.
Apabila tabel berukuran cukup besar maka jika diperlukan ukuran huruf

2
dapat diperkecil tetapi harus tetap mudah terbaca atau format halaman
dibuat horizontal (landscape). Judul kolom diketik simetris dilengkapi
dengan satuan apabila semua data menggunakan satuan yang sama. Garis
tabel hanya pada garis horizontal paling atas dan paling bawah serta garis
26 horizontal yang memisahkan antara judul tabel pada baris pertama
dengan isi tabel. Garis vertical tidak tampak. Tabel tidak boleh dipenggal,
kecuali jika tidak mungkin diketik dalam satu halaman. Jika tidak
memungkinkan berada dalam satu halaman, pada halaman berikutnya tabel
dicantumkan nomor tabel dan ditulis kata (lanjutan) tanpa judul atau
bagian kepala tabel diulang pada halaman berikutnya. Jika ukuran tabel
lebih dari setengah halaman disajikan pada halaman tersendiri, Tetapi jika
kurang dari setengah halaman diintegrasikan dengan teks. Jarak tiga spasi
antara teks sebelum dan sesudah tabel.
Apabila tabel harus dibuat dalam bentuk horizontal (landscape), maka
bagian atas tabel harus diletakkan di sebelah kiri. Tabel yang lebih dari 2
halaman atau yang harus dilipat, ditempatkan pada lampiran. Jika tabel
dikutip dari referensi maka sitasi dituliskan pada bagian terakhir judul.
Perkecualian untuk tabel yang memodifikasi beberapa data yang berasal
dari berbagai sumber, maka sitasi ditunjukkan dengan simbol pada data
dan di bagian bawah tabel dituliskan referensi yang dimaksudkan.

Contoh penyajian tabel dapat dilihat pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Penerbitan Majalah Ilmiah, Majalah Semi Ilmiah dan Majalah
Populer

URAIAN Majalah Ilmiah Majalah Majalah Populer


(Jurnal) Semi Ilmiah
(1) (2) (3) (4)
Ruang lingkup Bidang Bidang Bidang
keilmuan/spesialisasi keilmuan/spesialisasi keilmuawan
yang menjadi tugas yang menjadi tugas secara umum
lembaga lembaga secara
umum
Jadwal terbit Sekurang-kurangnya Sekurang-kurangnya Sekurang-
(frekuensi) setahun sekali setahun sekali kurangnya dua
kali setahun
Jumlah Sekurang-kurangnya Sekurang-kurangnya Sekurang-
halaman 50 halaman 50 halaman kurangnya 30
halaman sekali
terbit

3
E. Macam-Macam Tabel

1. Tabel Referensi dan Tabel Ikhtisar

a. Tabel Referensi (Referensi Table)

Tabel referensi berfungsi sebagai gudang keterangan karena memberikan


keterangan-keterangan yang terperinci (umum) dan disusun khusus untuk
kepentingan referensi sehingga disebut juga tabel umum (general table).
Dalam laporan-laporan, tabel referensi pada umumnya diletakkan dalam
halaman tambahan (appendix/lampiran).

Contoh: Tabel-tabel dalam laporan referensi.

b. Tabel Ikhtisar (Summary Table)

Tabel ikhtisar disebut juga tabel naskah (text table), umumnya berbentuk
singkat, sederhana dan mudah dimengerti. Tabel ikhtisar seringkali
diperoleh dari tabel referensi atau didasarkan pada tabel ikhtisar lainnya.
Tabel ikhtisar memiliki fungsi untuk memberikan gambaran yang
sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil
penelitian/observasi.

Contoh:

Tabel 2.2 Jumlah Kelahiran dan Kematian per 1000 Penduduk di 15


Kabupaten di Jawa, 1961 – 1962.

Kabupaten 1961 1962

Kelahiran Kematian Kelahiran Kematian

(1) (2) (3) (4) (5)

Bandung 30.2 12.3 21.5 12.1

Kuningan 29.8 15.9 23.0 14.9

Bogor 11.2 5.9 9.5 4.0

Malang 25.6 11.0 - -

Sumber: Departemen Kesehatan, Republik Indonesia (1962)

Tabel 2.3 Penduduk Indonesia yang diklasifikasikan atas daerah dan


kelamin 1962

4
Persen
Propinsi dan Pulau Laki-laki Wanita Jumlah
(%)
(1) (2) (3) (4) (5)
Jakarta Raya 1.480.771 1.425.762 2.906.533 3,0
Jawa Barat 8.657.815 8.956.740 17.614.555 18,1
Jawa Tengah 8.967.714 9.439.757 18.407.471 19,0
DI Yogyakarta 1.092.403 1.149.074 2.241.477 2,3
Jawa Timur 10.602.448 11.220.572 21.823.020 22,5
Jawa dan Madura 30.801.151 32.191.905 62.993.056 64,9
Sumatera 7.942.834 7.796.529 15.739.363 15,2
Kalimantan 2.066.248 2.035.227 4.101.475 4,3
Sulawesi 3.489.797 3.589.552 7.079.349 7,3
Kepulauan lain 3.539.050 3.566.536 7.105.586 7,3
Indonesia 47.839.080 49.179.749 97.018.829 100,0

Sumber: Statistical Pocketbook of Indonesia (1963)

2. Tabel menurut Karakteristik Datanya

a. Tabel Baris Kolom atau Tabel Satu Arah


Tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel
kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari baris dan
kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri
dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat
menjadi beberapa kelompok. Sedangkan Gasperz (1989:33) menyatakan
bahwa Tabel Eka Arah (One Way Table) merupakan tabel paling
sederhana yaitu hanya menunjukan satu hal saja. Jadi tabel baris kolom
adalah tabel yang terdiri dari 1 variabel atau faktor atau kategori. Salah
satu contoh Tabel Baris-Kolom adalah Tabel di bawah ini.

Tabel 2.4 Top Brand Index 5 perusahaan Smarthpone di Indonesia tahun


2015

No Merek Top Brand Index

(1) (2) (3)

5
1 Samsung 29.7%

2 Blackberry 24.7%

3 Nokia 16.7%

4 iPhone 4.5%

5 Smartfren 3.8%

Sumber : Data Fiktif

b. Tabel Kontingensi atau Cross Tabulation

Tabel Kontingensi digunakan untuk mengelompokkan data dari dua


variabel, dengan jenis skala data masing-masing variable yaitu nominal
atau ordinal. Pada dasarnya tabulasi silang ini juga digunakan sebagai
salah satu alternatif dalam melakukan analisis korelasioanl atau hubungan
antar dua variable atau lebih yang berskala nominal atau ordinal Ada
beberapa model Tabel Kontingensi yaitu tabel kontingensi 2 x 2 (2 arah),
tabel kontingensi 2 x 3 , tabel kontingensi 4 x 4, dan model lainnya.

1. Tabel Kontingensi Dua arah

Tabel dua arah adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara


dua hal atau karakteristik. Misalnya data jumlah penduduk menurut
umur dan jenis kelamin, asal daerah dan agama, jumlah mahasiswa
menurut jurusan dan jenis kelamin, dan lain sebagainya.

Contoh tampilan tabel 2 arah atau kontingensi 2 x 2

Tabel 2.5 Percontohan Model Tabel Kontingensi 2 x 2

T JENIS KELAMIN TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH


a
bel 2.6 Jumlah Siswa menuurut tingkat Pendidikan dan Jenis
Kelaminnya di Kecamatan Semarang Barat Tahun 2017

6
SD SMP SMA

(1) (2) (3) (4) (5)

Laki – laki 4756 2795 1459 9012


S
u Perempuan 4032 2116 1256 7404

m
Jumlah 8790 4911 2715 16416
b
e
r: Data Fiktif

2. Tabel Kontingensi Tiga arah

Tabel Kontingensi tiga arah adalah tabel yang menunjukkan


hubungan antara tiga hal atau tiga karakteristik. Misalnya data
mahasiswa menurut jenis kelamin, asal daerah, dan jurusan, data
jumlah penduduk menurut kecamatan, kelompok umur dan jenis
kelamin, data petani padi menurut kategori luas lahan, umur,
dan jenis kelamin, dan masih banyak contoh tabel 3 arah
lainnya.

Contoh tampilan tabel tiga arah:

Tabel 2.7 Jumlah Pegawai Menurut Golongan, Umur dan


Pendidikan pada Departeman A Tahun 2017

Golongan Umur (tahun) Pendidikan

25 – > 35 Bukan Sajana


35 Sarjana

(1) (2) (3) (4) (5)

I 400 500 900 0

II 450 520 970 0

III 1200 2750 1850 2100

IV 0 250 0 250

Jumlah 2.050 4020 3720 2350


Sum
ber: Data Fiktif

3. Tabel Kontingensi 4 x 4

7
Tabel 2.8 Hasil Ujian Matematika dan Statistika Mahasiswa
Fakultas MIPA Universitas Malaka Tahun 2018

Nilai Matematika
Nilai
Statistika
50 - 59 60 – 69 70 - 79 80 - 89 JUMLAH

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

60 – 69 12 7 10 2 31

70 – 79 8 10 5 7 30

80 – 89 10 8 3 3 24

90 – 99 5 3 12 2 22

JUMLAH 35 28 30 14 107
3. Tabel
Distri
busi

Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi adalah suatu tabel yang


banyaknya kejadian atau frekuensi (cases) didistribusikan ke dalam
kelompok-kelompok (kelas-kelas) yang berbeda. (Budiyuwono,1987)
Distribusi frekuensi umumnya disajikan dalam daftar yang berisi kelas
interval dan jumlah objek (frekuensi) yang termasuk dalam kelas interval
tersebut. Sebelumnya akan dijelaskan beberapa istilah yang dipakai untuk
membuat daftar distribusi frekuensi.

a. Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal

Tabel 2.9 Nilai Ujian Matematika Kelas X11 IPA 2 SMA Turita Tahun
2018

No Nilai Ujian Frekuensi


(1) (2) (3)
xi fi
1 35 1
2 36 0
3 37 0

8
4 38 1
: : :
16 70 4
17 71 3
: : 1
42 98 1
43 99 1
Total 80
Sumber:Data fiktif

b. Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok

Tabel 2.10 Nilai Ujian Matematika Kelas X11 IPA 1 SMA Turita Tahun
2018

Kelas ke- Nilai Ujian Frekuensi fi


(1) (2) (3)
1 31 – 40 2
2 41 – 50 3
3 51 – 60 5
4 61 – 70 13
5 71 – 80 24
6 81 – 90 21
7 91 – 100 12
Jumlah 80
Sumber: Data Fiktif

2.2 Grafik
A. Pengertian Grafik
Grafik adalah suatu kombinasi angka, huruf, simbol, gambar, lambang,
perkataan dan lukisan yang disajikan dalam suatu media untu memberikan
konsep ataupun ide dari pengirim pada sasaran dalam penyampaian
maklumat. Grafik juga merupakan suatu rangka untuk membentuk objek
visualisasi tabel. Tabel yang terdiri dari angka-angka dapat disajikan atau
dapat ditampilkan ke dalam bentuk grafik, bisa dalam berbentuk garis,
lingkaran, batang dan lain-lain.

B. Tujuan Pembuatan Grafik


Tujuan pembuatan grafik yakni untuk menunjukkan perbandingan
informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, dengan cepat dan sederhana.
Data dalam bentuk uraian deskriptif juga kompleks dapat disederhanakan
dengan menggunakan grafik. Jadi apabila sebuah grafik sulit dibaca atau
dipahami berarti akan kehilangan manfaat yang berharga.

9
C. Fungsi Grafik
Fungsi pembuatan grafik adalah untuk menggambarkan data-data yang
berupa angka-angka kebetuk yang lebih sederhana secara teliti dan
menjelaskan perkembangan serta perbandingan suatu obyek ataupun
peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.

D. Jenis-jenis Grafik

1. Grafik Garis
Grafik garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan
garis atau kurva. Grafik garis banyak digunakan untuk menggambarkan
suatu perkembangan atau perubahan dari waktu ke waktu pada sebuah
objek yang di teliti. Grafik ini terdiri dari 2 sumbu utama yakni sumbu
X(horizontal) dan sumbu Y(vertikal). Untuk pengunaaanya sumbu X
biasanya digunakan untuk menunjukkan waktu pengamatan. Sedangkan
sumbu Y digunakan untuk menunjukkan nilai hasil pengamatan pada
waktu-waktu tertentu. Waktu dan hasil pengamatan dikumpulkan
dengan titik-titik pada bidang XY.
Kemudian dari tiap-tiap titik yang berdekatan dihubungkan dengan
garis sehingga akan menghasilkan garfik garis atau sering disebut juga
diagram garis. Misalnya, kita akan membuat garfik garis dari data
jumlah peserta kursus bahasa inggris dari tahun ke tahun. Pada sumbu x
kita dapat menulisakan tahun mulai dari 2006 sampai 2011 dan pada
sumbu y kita dapat menuliskan angka atau nilai hasil yang diperoleh.
Biasanya angka tersebut berupa sekala mulai dari 0 sampai angka hasil
tertinggi yang diperoleh dalam penelitian. Contoh : 0,50, 100, 150, 200,
dst.

Contoh grafik garis dapat dilihat dari Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Contoh Grafik Garis


Sumber : internet

10
2. Grafik Batang
Grafik batang adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan
batang atau persegi panjang. Grafik batang atau sering kita kenal
dengan sebutan histogram. Grafik batang dipakai untuk
memperlihatkan perbedaan tingkat nilai dari beberapa aspek pada suatu
data. Grafik batang merupakan grafik yang paling sederhana diantara
jenis-jenis grafik lainnya. Karena grafik ini sangat mudah untuk
dipahami dan hanya menggambarkan data dalam bentuk batang.
Panjang batang merupakan gambaran dari presentase data atau
jumlah data, sedangkan lebar batang tidak berpengaruh apa-apa.
Namun, pada umumnya data yang dapat kita bandingkan dengan grafik
ini tidak bisa banyak, maksimal data yang dapat kita bandingkan hanya
delapan data. Untuk dapat memperjelas perbandingan antara data satu
dengan yang lain maka setiap batang harus memiliki warna-warna yang
berbeda.
Contoh grafik batang dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Contoh Grafik Batang


Sumber : internet

3. Grafik Lingkaran
Grafik lingkaran adalah grafik yang penyajian datanya
mengunakan lingkaran. grafik lingkaran merupakan gambaran naik
turunnya data yang berupa lingkaran untuk menggambarkan persentase
dari nilai total suatu data. Dalam membuat grafik lingkaran ada
beberapa hal yang harus kita perhatikan yakni, kita tentukan terlebih
dahulu besar persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan
kemudian kita tentukan besarnya sudut masing-masing kelompok data.
Untuk menetukan presentase suatu kelompok data dapat kita laukan
dengan cara jumlah suatu kelompok data di bagi dengan jumlah total
seluruh data di kali 100%.

11
Gambar 2.3. Contoh Grafik Lingkaran
Sumber : internet
D
Dan untuk menentukan besar sudutnya dapat kita lakukan dengan cara
membagi hasil presentase kelompok data dengan 360. Yang kedua kita
tentukan warna masing-masing kelompok data. Warna tersebut
digunakan untuk mebedakan antara kelompok data satu dan lainnya.
Misalnya, kita akan membuat diagram lingkaran dari data Pengasilan
masyarakat desa Karangdoro. Macam-macam penghasilan yang kita
peroleh kita kelompokkan berdasarkan jenisnya. Lalu kita tentukan
presentase, besar sudut dan warna dari masing-masing hobi dengan cara
seperti yang sudah di jelaskan.

2.3 Bagan

A. Pengertian Bagan
Bagan merupakan salah satu media grafis atau media visual yang
berfungsi menyalurkan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan
secara visual. Media bagan atau chart adalah suatu media pengajaran yang
penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang
visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan
perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut
waktu dan ruang. Pesan yang akan disampaikan melalui bagan biasanya
berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-
hubungan penting. Dalam istilah lain bagan juga dapat diartikan sebagai
gambaran atau sketsa buram untuk memperlihatkan atau menerangkan
sesuatu.
B. Tujuan Pembuatan Bagan
Pembuatan bagan antara lain bertujuan untuk menerangkan suatu situasi
suatu proses simbolik dengan menggunakan garis-garis, gambar-gambar
dan tulisan. Kemudian, bagan dapat digunakan untuk menerangkan
bermacam-macam kejadian menjadi satu. Bagan mampu memberi
gambaran tentang hubungan antara kejadian satu dengan kejadian yang
lain secara simbolis.

C. Fungsi Bagan
Bagan termasuk dalam media visual. Fungsi pokoknya adalah
menyajikan dalam bentuk lisan atau verbal ide-ide atau konsep-konsep

12
yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis. Bagan juga harus dapat
memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.

D. Jenis-Jenis Bagan
Beberapa bentuk bagan yang biasa digunakan, yaitu:

1. Bagan organisasi
Bagan organisasi adalah bagan yang menggambarkan struktur
sebuah organisasi. Dalam bagan ini dapat dilihat dengan jelas bidang-
bidang yang terdapat di dalamnya. Begitu pula jelas siapa yang
bertanggung jawab kepada siapa serta menggambarkan otoritas dalam
bidang masing-masing dan dalam organisasi keseluruhan.
Salah satu contoh bagan organisasi dapat dilihat pada Gambar

Gambar 2.4. Contoh Bagan Organisasi


Sumber : internet

2. Bagan pohon
Bagan pohon adalah bagan yang visualisasinya menggambarkan
suatu proses dari bawah atau dasar yang terdiri dari beberapa akar
menuju batang tunggal. Cabang-cabang tersebut menggambarkan
perkembangan serta hubungan (Daryanto, 2010:121). Bagan pohon
dapat diibaratkan pada sebatang pohon yang tumbuh dengan cabang-
cabang dan ranting-ranting dimana bergantungan buah-buahan. Bagan
pohon digunakan untuk menjelaskan bahwa dari satu benda dapat
dihasilkan berbagai benda yang lain. Bagan pohon biasanya dipakai
untuk menunjukkan sifat suatu masalah, komposisi hubungan antar
kelas dan keturunan, hubungan antara suatu masalah, silsilah, dll.
Contoh bagan pohon dapat dilihat dari Gambar 2.5.

13
Gambar 2.5. Contoh Bagan Pohon
Sumber: internet

3. Bagan Arus
Menurut Arief S. Sadiman, bagan arus (flow chart)
menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung
jawab atau hubungan kerja antar berbagai bagian atau seksi suatu
organisasi. Tanda panah selalu digunakan untuk menggambarkan arah
arus tersebut.
Contoh bagan arus dapat dilihat dari Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Contoh Bagan Arus


Sumber: internet
: internet
4. Bagan Alir
Bagan ini berfungsi untuk mempertunjukkan, bagaimana berbagai
unsur penting dikombinasikan sehingga membentuk satu produksi.
Bagan tersebut dapat dipakai untuk memperlihatkan, saling
ketergantungan dari berbagai unsur.
Contoh bagan alir dapat dilihat pada Gambar 2.7.

14
Gambar 2.7. Contoh Bagan Alir
Sumber: internet

2.4. Membahasakan Tabel, Grafik, dan Bagan

A. Cara Membaca Tabel, Grafik, dan Bagan


Membaca grafik, tabel, dan bagan dapat dilakukan dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
a. Membaca judul tabel, grafik, dan bagan untuk mengetahui
gambaran isi tabel, grafik, dan bagan
b. Membaca informasi yang terdapat dalam baris dan kolom atas,
samping dan bawah.
c. Mengajukan pertanyaan tentang isi tabel, grafik, dan bagan.
d. Menjawab pertanyaan tersebut sesuai isi.
e. Menuliskannya dalam bentuk paragraf.

B. Contoh Membahasakan Tabel

Perhatikan contoh tabel pada Tabel 2.11

1.
Tabel 2.11 Distribusi Responden Menurut Pendidikan Tertinggi
yang Ditamatkan Tahun 2011

No Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase


(1) (2) (3) (4)
1 SD 150 15,00

15
2 SLTP 200 20,00

3 SLTA 300 30,00

4 PT 350 35,00

5 Total 1000 100,00


Sumber: Data Hipotetis, 2011

Contoh interpretasi tabel yang buruk:

Berdasarkan data pada Tabel 2.2 dapat dilihat bahwa responden yang
Berpendidikan SD sekitar 15 persen yaitu sebanyak 150 orang dan yang
berpendidikan SLTP sebanyak 200 orang, dan seterusnya.

Perhatikan contoh interpretasi di atas:

Penulis sebaiknya tidak menganalisis seperti contoh diatas, yaitu


seluruhnya mengulangi menyebut data yang ada dalam tabel. Penulis cukup
menyebutkan satu titik datadengan maksud memberi penekanan terhadap
analisis yang dilakukan, misalnya data yang paling rendah atau paling
tinggi.

Contoh interpretasi tabel yang baik:

Data Tabel 2.2 menunjukkan bahwa responden dengan pendidikan yang


lebih tinggi semakin meningkat persentasenya, hal ini dapat dimengerti
karena pekerjaan/tugas di lembaga ini yang membutuhkan pendidikan yang
lebih tinggi, lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan pekerjaan/tugas
yang membutuhkan pendidikan yang lebih rendah.

Perhatikan contoh interpretasi di atas:

Analisis dilakukan terhadap data dengan melihat kecenderungan


datanya, atau membandingkan data dalam tabel dengan kondisi atau
keadaan lain di luar data yang dianalisis. Yang perlu diperhatikan adalah
jika membandingkan suatu data dengan data lainnya, maka sebaiknya yang
dibandingkan adalah persentasenya dan bukan data absolut. Misalnya
membandingkan angkatan kerja satu daerah dengan daerah lainnya, maka
yang dibandingkan adalah data persentasenya, bukan absolutnya.

C. Contoh Membahasakan Grafik

Perhatikan contoh grafik pada Gambar 2.8.

16
Gambar 2.8. Grafik Jumlah Mahasiwa Baru Unibersitas X
Sumber: internet

Grafik di atas dapat diuraikan dalam bentuk paragraf berikut ini.


: internet

Berdasarkan Gambar 2.8, jumlah mahasiswa baru di Universitas X


dari tahun 2009 sampai 2013 cenderung meningkat. Terjadi peningkatan
yang sangat signifikan pada tahun 2011 hingga mencapai dua kali lipat dari
tahun 2010. Penurunan jumlah mahasiswa baru, terjadi pada tahun 2012.
Pada tahun 2013 mengalami kenaikan jumlah mahasiswa baru hingga
mencapai angka tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

D. Contoh Membahasakan Bagan

Perhatikan contoh bagan pada Gambar 2.9.

Keterangan:
___________ : garis komando
----------------- : garis koordinasi
Gambar 2.9. Bagan Organisasi Sekolah
Sumber: internet
: internet
Bagan di atas dapat diuraikan dalam bentuk paragraf berikut ini.

Kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi di sekolah. Dalam


menjalankan tugasnya kepala sekolah dibantu oleh seorang wakil kepala
sekolah dan pembantu kepala sekolah.
Kedudukan pembantu-pembantu kepala sekolah meliputi urusan
kurikulum, kesiswaaan, humas, dan sarana prasarana. Dalam pelaksanaan

17
operasional harian di kelas kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dibantu
oleh para wali kelas.
Dalam merancanakan kegiatan sekolah kepala sekolah dapat
berkoordinasi dengan komite sekolah yang beranggotakan perwakilan wali
murid atau tokoh masyarakat. Kedudukan antara kepala sekolah dengan
komite sekolah sejajar.Artinya keduanya sebagai mitra kerja dalam
mengelola sekolah.

18
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penyajian data dalam artikel ilmiah dapat dilakukan melalui beberapa


bentuk seperti tabel, grafik, dan bagan. Tabel merupakan penyajian data
dalam baris dan kolom. Terdapat beberapa macam tabel seperti tabel ikhtisar,
tabel kontingensi yang menunjukkan suatu hubungan antar variabelnya, dan
tabel distribusi yang menunjukkan penyebaran frekuensi pada nilai tertentu.
Grafik merupakan penyajian data dala gambar-gambar yang tersusun dalam
beberapa bentuk seperti garis(sumbu vertikal dan horisontal), lingkaran
(menampilkan proporsi atau presentase data) dan batang (menampilkan
beberapa variable data dalam satu bentuk). Bagan merupakan suatu media
pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan
lambang-lambang visual seperti pada bagan organisasi yang menunjukkan
uruutan kedudukan, bagan arus, bagan pohon yang menunjukkan surutan
suatu proses dan bagan alir yang menunjukkan hubungan saling terkait setiap
komponennya. Untuk dapat membahasakan suatu tabel, grafik, atau bagan,
kita harus mengerti dulu apa yang dimaksud dari ilustrasi tersebut yaitu
dengan memahami judulnya dan memahami bentuk atau jenis dari
ilustrasinya. Selanjutnya menengajukan pertanyaan mengenai isi tabel dan
Menjawabnya dengan menafsirkan angka-angka dalam tabel untuk mencari
keterkaitan antar data. Jika telah mengerti yang dimaksud, akan mudah dalam
menginterpretasikan data – data yang tersedia menjadi sebuah paragraf.

3.2 Saran

Adapun saran yang penulis sampaikan adalah agar pembaca dapat


membahasakan suatu tabel, grafik, atau bagan dengan melihat secara
sederhana, karena jika melihatnya secara kompleks akan kesulitan dalam
menginterpretasikannya.

19