You are on page 1of 2

No.

MR 00 08 83 14

BAG./ SMF OBSTETRI GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN / RUMAH SAKIT UMUM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JL. Mayjen Sutoyo No. 2 Cawang, Jakarta Timur 13630
Telp.8099217 ext. 108 / 205

Nama : Ny. Isah Jenis kelamin: P Usia : 25 tahun


Operator : dr. Tigor P. Simanjuntak, SpOG Asisten 1 : dr. Samuel Anestesi : dr. Erica G.
Simanjuntak, Sp.An
Asisten 2 : Artaulina Napitupulu Observer : Theofili Sabatini Pratiwi Instrumentator : Zr. Yunika/Br.
Manurung Franco
Diagnosis Pra Bedah : Tanggal Operasi :
G2P1A0, hamil 37-38 Minggu Inpartu Kala I Fase Laten + KPD + Bekas SC 1x 14 Agustus 2017
Diagnosis Pasca Bedah : Lama Operasi :
P2A0 Pasca SCTP a.i Bekas SC 1x + KPD 1 jam 30 menit
Tindakan Pembedahan : Jenis Operasi :
1. Sectio Caesarea Transperitoneal Profunda R Emergency Minor
Poliklinik Medium
Elektif RMayor

LAPORAN OPERASI

Uraian Tindakan Operasi :

1. Pasien tidur telentang di atas meja operasi dengan spinal analgesia, dipasang dower
kateter.
2. Dilakukan tindakan asepsis dan antisepsis pada daerah abdomen dan sekitarnya
sampai 1/3 distal tungkai atas dan lapangan operasi dipersempit dengan doek steril.
3. Dilakukan insisi pfannensteil ± 10 cm pada lipatan kulit regio abdomen bawah,
insisi diperdalam lapis demi lapis berturut-turut dari kutis, subkutis, fascia secara
tajam ke arah lateral. M.rectus abdominis lalu diperlebar ke arah atas dan bawah
secara tajam. Perdarahan yang terjadi dirawat.
4. Peritoneum diperlebar secara tajam ke arah atas dan bawah . Tampak uterus
gravidarum.
5. Plika vesikouterina disayat melintang lalu disisihkan ke bawah serendah-
rendahnya.
6. Dilakukan sayatan pada segmen bawah rahim secara melintang sampai tampak
plasenta dan dilakukan sayatan, Selaput ketuban dipecahkan, tampak air ketuban
yang berwarna jernih.
7. Janin dikeluarkan dengan meluksir kepala. Kemudian dilahirkan secara berturut-
turut kepala, kemudian dilahirkan bahu depan, bahu belakang, trochanter depan,
trochanter belakang, bokong dan ekstremitas bawah.
8. Bayi menangis, tali pusat diklem pada 2 tempat, 5 cm dan 7 cm dari umbilikus
bayi. Lalu gunting di antaranya. Bayi diserahkan ke dokter anak.
9. Lahir bayi laki-laki pukul 22:45 WIB, BBL 3000 gram, PBL 49 cm, Apgar Score
9/10, anus + , tidak tampak tanda-tanda kelainan kongenital mayor.
10. Plasenta dilahirkan lengkap secara manual, kotiledon lengkap, ukuran 22 cm x 19
cm x 2,0cm, panjang tali pusat 32 cm.
11. Cavum uteri dibersihkan dari sisa plasenta dan selaput ketuban. Perdarahan
dirawat.
12. Dilakukan penjahitan hemostasis pada segmen bawah rahim di kedua ujungnya
dengan vicryl no.1. Kemudian miometrium dijahit secara jelujur interlocking,
dilanjutkan dengan menjahit plika vesikouterina dan miometrium secara jelujur
dengan vicryl no.1.
13. Dilakukan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis:
a. Peritoneum parietale dijahit dengan benang chromic no. 2.0 secara jelujur.
b. M.rectus abdominis dijahit dengan benang chromic no 2.0 secara simpel.
c. Fascia dijahit dengan benang vicryl no. 1 secara jelujur.
d. Subkutis dijahit dengan benang plain no. 1 secara simpel.
e. Kutis dijahit dengan vicryl no. 3.0 secara subkutikuler.
14. Perdarahan ± 400 cc.
15. Luka operasi dibersihkan dengan NaCl, kemudian ditutup dengan kemicetine zalf,
kassa steril, tegaderm.
16. Operasi selesai.

Keadaan pasca operasi


- Keadaan umum : tampak sakit sedang
- Kesadaran : compos mentis
- Tekanan darah : 130/70 mmHg
- Nadi : 79 x/menit
- Suhu : 36˚C
- RR : 20 x/menit

Jaringan ke Patologi Anatomi :

Ya : tgl, ………………………….
Tidak
Tanda tangan Operator,

(dr. Tigor P. Simanjuntak, Sp.OG)