You are on page 1of 11

Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 3 No.

4 Desember 2008: 183-193

Litostratigrafi dan sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi
Butak di Pegunungan Baturagung, Jawa Tengah Bagian
Selatan
Surono
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung

Sari
Lava Bantal Nampurejo, Formasi Kebo dan Formasi Butak, yang merupakan satuan batuan yang
didominasi oleh batuan hasil kegiatan gunung api, menyebar barat - timur di lereng utara Pegunungan
Baturagung. Lava Bantal Nampurejo merupakan satuan batuan tertua berumur Oligosen Awal yang
tertindih secara berturut-turut oleh Formasi Kebo dan Formasi Butak yang berumur Oligosen Akhir –
Miosen Awal.
Lava Bantal Nampurejo terdiri atas lava berstruktur bantal dan berkomposisi basal dengan sisipan
batupasir hitam. Formasi Kebo merupakan perselingan antara batupasir dan batupasir kerikilan,
dengan sisipan batulanau, batulempung, tuf dan serpih; sedangkan Formasi Butak terdiri atas breksi
polimik dengan selingan batupasir, batupasir kerikilan, batulempung dan batulanau/serpih.
Ketiga satuan batuan tersebut terendapkan pada suatu cekungan laut dalam – dangkal yang diisi
batuan gunung api. Dibandingkan dengan bagian bawah Formasi Kebo, kegiatan gunung api pada saat
sedimentasi bagian atas Formasi Kebo dan Formasi Butak jauh lebih aktif.
Kata kunci: Lava bantal, Kebo, Butak, gunung api, sedimentasi, Baturagung

Abstract
Lithologically, the Nampurejo Pillow Lava, Kebo and Butak Formations, which are dominated by
volcanic rocks, spread west - eastly, along the northern foot of the Baturagung Mountains. The
Nampurejo Pillow Lava, which has an Early Oligocene age, is overlain by the Late Oligocene - Early
Miocene Kebo and Butak Formations successively.
The Nampurejo Pillow Lava consists of basaltic pillow-lavas showing pillow structures and they
are intercalated by black sandstones. The Kebo Formation comprises alternating sandstone and
pebbly sandstone with intercalations of siltstone, claystone, tuff, and shale. On the other hand, the
Butak For-mation is composed of polymic breccia with intercalations of sandstone, pebbly sandstone,
claystone, and siltstone/shale.
The three units were deposited in a deep – shallow marine basin, which was filled by volcanic
prod-ucts. Compared to the lower part of the Kebo Formation, volcanic activities during the
deposition of the upper part of the Kebo Formation and the Butak Formation were more active.
Keywords: Pillow lava, Kebo, Butak, volcano, deposition, Baturagung

Pendahuluan Kemudian, Sumarso dan Ismoyowati (1975) mena-
mai kedua satuan ini sebagai Formasi Kebo-Butak,
Nama Kebo Beds dan Butak Beds diperkenalkan yang selanjutnya penamaan terakhir ini diikuti oleh
oleh Bothe (1929) dalam Peta Geologi Perbukitan Surono drr. (1992) untuk Peta Geologi Lembar
Jiwo dan Pegunungan Selatan, yang disajikan dalam Surakarta dan Giritontro skala 1:100.000. Samodra
Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 di Bandung. dan Sutisna (1997) juga mengikuti penamaan itu,
Namun demikian, Bothe (1929) tidak memisahkan dalam Peta Geologi Lembar Klaten skala 1:50.000,
kedua satuan (bed) ini dalam petanya. dengan menambahkan tiga anggota dalam Formasi

183

yang menindih selaras Kebo Beds. geologi terperinci dan juga pembuatan penam- Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pang stratigrafi terukur terperinci dilakukan pada dengan Jurusan Teknik Geologi. dan dilanjutkan pada April – Juni (UGM). disusun tersebut. Daerah Istimewa Jurusan Teknik Geologi. p Prambanan. dan geokimia) dilakukan di pembuatan penampang terukur. Kebo Beds mempunyai stratigrafi Formasi Kebo dan Butak dengan tujuan lokasi tipe di Gunung Kebo. Bahkan berdasarkan hasil pemerian dan pengukuran di peta geologi yang dibuatnya-pun tidak memisah- lapangan. daerah penelitian. proses sedimentasi selama pengendapan kedua Formasi Kebo-Butak ini menjadi terkenal karena formasi dari waktu ke waktu. K Klaten Sukoharjo Purworejo Sleman YOGYAKARTA Wonogiri timur sepanjang sekitar 20 km dengan lebar (utara Wates K. Lokasi tipe Butak Beds terletak di kaki terukur secara terperinci. dan sepuluh di antaranya se- cara paleontologi. dengan sisipan re- secara terperinci susunan batuan dan posisi tas-lempeng (sill) diabas. Kabupaten Gunungkidul. lihat Gambar 3).5 km (Gambar 2). dan Kecamatan Gedangsari. Pengumpulan data lapangan. dibantu oleh Laboratorium Geologi (GeolLabs). Gambar 1. Metode penelitian adalah pemetaan oleh aglomerat berselingan dengan batupasir dan geologi dan pembuatan penampang stratigrafi serpih. Jawa Tengah. Kabupaten Sleman. dibuat untuk mengetahui secara tepat kan antara Kebo Beds dan Butak Beds. secara petrografis. pengambilan contoh Gunung Butak. sekitar Haris Hidayat (UPN). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. terutama paleontologi. Peta lokasi daerah penelitian. Sementara pemetaan dianggap merupakan awal dari peningkatan geologi terperinci digunakan untuk mengetahui kegiatan gunung api di Jawa bagian tengah. Semua analisis laboratorium (petro-grafi. Dicky Geologi. Karena .selatan) 0. Kabupaten a Bantul k WONOSARI Klaten. 3 No. Satuan ini me- nyebar mulai dari Kecamatan Bayat. sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak Kabupaten Gunungkidul (Gambar secara keseluruhan di lokasi seperti terlihat pada 1 & 2). tidak memberikan secara pasti lokasi tipe maupun ratorium. Dalam perkembangannya. Universitas bulan September – November 2005 di Kecamatan Pembangunan Nasional “Veteran” (UPN) dan Semin. 184 Jurnal Geologi Indonesia. Penyebaran formasi ini memanjang barat - B . Kontak antara Formasi Kebo dengan satuan yang mengalasinya tidak ditemukan di Lokasi penelitian Gambar 1. Badan Geologi. Hanya sayangnya Bothe (1929) batuan terpilih di lapangan dan analisis labo. Tujuan dan Metode Bothe (1929) memerinci bagian bawah forma- si ini sebagai Kebo Beds yang terdiri atas serpih. ke barat sampai Kecamatan O . Salatiga S lo Temanggung U Wonosobo Susunan Batuan o a n w o Magelang n ga t n o . Kabupaten Klaten. yang dibuat penampang tipe kedua satuan tersebut. Oyo Sendang Waduk Wonogiri . Andar Trianto (UPN). Tujuan penelitian ini adalah un-tuk 2006 di Kecamatan Bayat. dan lima puluh lima percontoh batuan telah dianalisis Prihantoro Budi Laksono (UPN). 4 Desember 2008: 183-193 Kebo-Butak ini. mengetahui komposisi litologi dan proses Jawa Tengah. Daerah Istimewa K Nawangan Ngancar Parangtritis Glonggong SAMUDRA HINDIA Baron Pacitan Yogyakarta. Vol. Penampang stratigrafi. Tulisan ini merupakan salah satu hasil kerja Kegiatan lapangan yang berupa pemetaan sama Pusat Survei Geologi. 1997. B e 10 km Formasi Kebo dan Butak tersebar di bagian w Mungkid Boyolali K o g o SURAKARTA lereng utara Pegunungan Baturagung yang cukup curam. Sementara Butak mengetahui proses sedimentasi kedua formasi Beds . Untuk mendukung tulisan ini.2 . konglomerat halus. penyebaran keduanya secara lateral. Sementara bagian atas Formasi Butak ditindih selaras oleh Formasi Semilir (Su- darno. Pusat Survei empat mahasiswa: Eko Puswanto (UGM). Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui batupasir.

Kepek F. 110°30’ BT Tms Qt KTm Qt Qt Qt KECAMATAN CAWAS 110°45’00” Tmdi Tmdi Tew Tmdi KTm Tmwl U Qt Tmwl Tew PEBUKITAN JIWO KABUPATEN KLATEN KTm Tew KECAMATAN GANTIWARNO Tmdi Qt Tmdi Tmdi Tew 0m 2500 m 5000 meter Qt Tmwl Bayat Qhm KECAMATAN BAYAT KABUPATEN SUKOHARJO Tomk Tmkb Tomk KECAMATAN WEDI Tmo Tomb Ton Tms Ton P5 Tms P1 P3 Tomk Tms Tomk Tomb P6 Tomb PEGUNUNGAN BATURAGUNG Tms P2 Tomb Tms Tmo P4 Tmn KAB. mewakili bagian atasnya. N18 F.6. 1997).HURUF KALA ZAMAN ZONASIBLOW(1964) Surono drr. 2005) tetap menyatukan kedua satuan KUARTER N23 N22 ini menjadi Formasi Kebo-Butak. N N13 MIOS E F. napal pasiran. batulanau. dengan Anggota Mangli dan Anggota Belang sulit P21 bersisip an batulanau. dan Smyth. lava. RAWA JOMBOR KTm BT. P17 dan serpih. Sementara Anggota Te5 F. Butak dan serpih. . Kenyataan di lapangan. WAKTU FORMASI LITOLOGI itu. pasir tufan. aglomerat.Butak sendiri yang tak ter-pisahkan. F. N15 F. batupasir Td. PLIOSEN Th N21 Samodra dan Sutisna (1997). breksi autoklastika. AWAL? sedimen malih dan batusabak. Semilir F. Sambipitu: Tf1. 1992. F. NGLANGGERAN Tmss Hargomulyo 110°30’ BT Tmss Tms Tmn Tmss Tmn Tmo 7°52’30” LS. OSEN Akhir Tb P16 F. batulempung.. 1997. dan batulempung dipisahkan menjadi Formasi Kebo yang me-wakili E Tengah P10 Ta P14 Batuan Malihan: bagian bawahnya dan Formasi Butak yang KAPUR-PALEOSEN Batuan Malihan Sekis. Samodra dan Sutisna. batuan gunung api malih. dilakukan. Tmwl Tmwl Tmwl 7°45’00” LS. komposisi dan urutan batuan penyusun Formasi bukitan Jiwo (dimodifikasi dari Sudarno. batupasir. selain For-masi Kebo . Sam- lava bantal bersusunan basal. batupasir tufan. Litostratigrafi dan Sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak di Pegunungan 185 Baturagung. tuf lapili. Wonosari: Anggota Nampurejo. Nglanggeran: R N9 bipitu F. Untuk kolom stratigrafi lihat Gambar 3. napal. pualam. Tf3 N14 F. tuf. N11 F. dan Anggota Belang. Aluvium Formasi Oyo Tomk Formasi Kebo Sesar Qa Lava Bantal Nampurejo Aluvium tua Formasi Sambipitu Antiklin Tmss Ton Qt Diorit Pendul Batuan Gunung Api Merapi Formasi Nglanggran Tpdi Sinklin Tms Formasi Semilir Tew Formasi Wungkal Qvm Lintasan penampang stratigrafi Formasi Wonosari Punung P1 Tomb Formasi Butak KTm Batuan Malihan Gambar 2. konglomerat. Oyo: serpih. tufa. Nglanggeran Breksi gunung api. Kebo kerikilan. Anggota Mangli terdiri atas perulangan batupasir. Awal Te1 N5 N4 F. dan batulanau. Untuk mengetahui Gambar 3. batupasir kerikilan. tufa. setempat disisipi aglomerat dan Tengah I E R Tf2 Batugamping tufan. Oyo Perselingan batupasir gampingan dan serpih gampingan. filit. tuf P22 Formasi Kebo: Tc N2= Perselingan batupasir. dan tuf. Wonosari Batugamping. batu-lempung. breksi epiklastika Te4. Formasi Butak: batulanau dengan si-sipan tuf. pemisahan Formasi Kebo-Butak sendiri OLIGOSEN Awal-Akhir N3= Breksi polimik diselingi batupasir. batupasir kerikilan. Jawa Tengah Bagian Selatan (Surono) 7°45’00” LS. napal dan Akhir Tg N17 serpih gampingan N16 mengusulkan tiga anggota: Anggota Mangli. Semilir: Breksi batuapung. beberapa penulis setelahnya (di antaranya KLAS. Kepek: Perselingan batugamping. Kebo dan Formasi Butak ini secara terperinci. Wungkal-Gamping F. Wungkal-gamping: P15 Dalam tulisan ini Formasi Kebo-Butak akan Batugamping Numulit. Anggota Nam-purejo tersusun oleh S F. Peta geologi Pegunungan Baturagung dan Perbukitan Jiwo serta lokasi pengukuran penampang stratigrafi P1 . Tmn Tms ? Tmo Tmn Tms ? Qa BT Qa 110°30’ Tmss Tmss Tmo 7°52’30” LS. Belang disusun oleh perulangan grewak dan T E N8 bantal. dan napal tufan. batulempung dan batulanau. GUNUNG KIDUL Tmo G. Stratigrafi Pegunungan Baturagung dan Per.N10 F.

Tuf dan lanau dijumpai di bagian bawah. Kecamatan Gedangsari. Desa F7 Hargo-mulyo. Kecamatan Gedangsari. Kecamatan Gedangsari. Batupasir tufan.pasir halus Batupasir halus . disisipi batulempung Breksi basal dengan lempung di bagian atas 300 F2 200 F1 Perselingan batupasir kasar .kasar. Breksi polimik. Tegalrejo.kasar 200 F8 5. Kecamatan F1 Breksi polimik Gedangsari. untuk keterangan struktur sedimen lihat Gambar 7. keterangan struktur sedimen lihat Gambar 7. Desa Watugajah. Lintasan P3 di Kali Watugajah. F8 gajah. Lintasan P2 di Desa Hargomulyo. . dan hasil ko.sedang Perselingan batupasir kasar dan batupasir sedang F9 F7 300 Perselingan tuf dan batupasir F8 F8 Batupasir. F7 Batulempung berforam F2 Breksi polimik dengan sisipan tuf dan batupasir 200 Perselingan batupasir sedang dan halus. F9 kerikilan di bagian tengah Semua penampang stratigrafi terukur tersebut F1 F9 Batupasir kerikilan dapat dilihat pada Gambar 4 – 9. F2 F8 Breksi Kecamatan Gedangsari. Gambar 5. Bagian F7 Perselingan batupasir kasar dan batupasir halus 0 Cl S C F7 atas kerikilan. Lokasi lihat Gambar 2. 400 F8 Batupasir halus. Lokasi lihat Gambar 2. LITOLOGI PEM ER IAN 400 F2 F8 Batupasir dengan sisipan tuf 400 F1 F8 Batupasir halus . dijumpai pe- F1 cahan cangkang bivale. Desa Watu. Kecamatan Sampang. Gunungkidul (Gambar 4). F9 Breksi. F2 Breksi relasi semua penampang tersebut disajikan pada 0 Cl lS l C l F8 Batupasir sedang . 0 C l F8 Gambar 6. Gunungkidul (Gambar 7). F8 dengan sisipan tuf 100 F8 Batupasir halus. Lintasan P5 di S. sedang . disisipi batupasir kasar. Lokasi lihat Gambar 2. O sedang . Vol. F7 3. tufan. Lintasan P6 di sepanjang jalan Trembono. F8 Batupasir tufan 6. untuk keterangan struktur sedimen lihat Gambar 7.sedang dan halus. Gunungkidul (Gambar 5).tufan 2. fragmen batuan beku (basalt ?) dominan.kasar F8 bagian tengah disisipi batulempung F5 100 Perselingan batupasir halus dan sedang. batupasir kerikilan . Fn = Fasies endapan LITOLOGI PEM ERIAN turbidit berdasarkan Mutti (1992). halus-kasar. 3 No. Fn = Fasies endapan turbidit turbidit berdasarkan Mutti (1992). 4 Desember 2008: 183-193 telah dibuat enam penampang stratigrafi yang LITOLOGI PEM ER IAN memotong keduanya: F8 Batupasir tufan 1. Penampang stratigrafi lintasan P3 di Kali S l C l Gambar 4. F7 Batupasir kasar 4. Gunungkidul dan F5 Batupasir kerikil (Gambar 8). disisipi batupasir sangat halus F6 Batupasir. 186 Jurnal Geologi Indonesia.halus Gambar 10. Desa Cermo. Kecamatan Ge-dangsari. Kecamatan Gedangsari. Penampang stratigrafi lintasan P2 di Desa Har- gomulyo. 100 F1 F1 Breksi polimik dengan sisipan batupasir Gambarsari (Gambar 9). Gunungkidul 300 F8 F7 Batupasir tufan (Gambar 6). Fn = Fasies endapan Gedangsari. Lintasan P1 di Desa Sampang. berdasarkan Mutti (1992). Lintasan P4 di Kali Hargomulyo. Penampang stratigrafi lintasan P1 di Desa Watugajah.

dapat dipisahkan menjadi dua satuan. Litostratigrafi dan Sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak di Pegunungan 187 Baturagung. Hasil pemetaan terperinci pada daerah pene-litian menunjukkan bahwa satuan batuan. serpih. Lava bantal . tuf hijau F8 Perselingan batupasir. terutama batupasir dan secara setempat dijumpai lava bantal. Fn = Fa-sies selingan dengan batupasir vulkanis berwarna hitam endapan turbitdit berdasarkan Mutti (1992). batupasir. Penampang stratigrafi lintasan P6 di sepanjang jalan Trembono . Breksi polimik. Namun demikian. lanau. serpih. Kecamatan Gedangsari. keteran- PEMERIAN gan struktur sedimen lihat Gambar 7. Kecamatan Gedangsari. terutama breksi gunung api. sehingga di beberapa tempat keduanya sulit dipi-sahkan.Gambarsari. lanau. dan batupasir kerikilan F2 batupasir. dan batupasir kerikilan F 2 Pemukaan erosi Perarian bergelombang F2 Perarian sejajar Peluncuran (slumping) 100 F2 Perlapisan bersusun Foraminifera F 2 Bioturbasi Pergentengan (imbrikasi) F2 Silangsiur F8 Perselingan serpih dan breksi F8 polimik di bagian bawah Gambar 7. Fn = Fasies endapan turbidit berdasarkan Mutti (1992). dan tuf hijau FORMASI BUTAK F5 0 S C 200 F8 Cl F2 Perselingan breksi polemik. sedangkan Formasi Butak didominasi batuan gunung api. Formasi Kebo didominasi oleh batuan klastika.kasar F8 F2 F5 Perselingan batupasir. Lokasi 0 Cl S C F2 lihat Gambar 2. KETERANGAN STRUKTUR SEDIMEN: Kepingan batubara/arang Kepingan koral serpih. Penampang stratigrafi lintasan P5 di Sungai Tegalrejo. terutama di bagian bawah (Gambar 8). F2 dan tuf F2 F2 Breksi polimik. F O R MAS I B U TAK F2 dan lempung gampingan 100 300 F7 Batupasir. Lava bantal ini dinamai Anggota Nampurejo oleh Samodra dan Sutisna (1997). keterangan struktur sedimen lihat Gambar 7. Lava Bantal Nampurejo Lava bantal dengan komposisi basal. Gambar 9. batupasir. Desa Hargomulyo. Desa Cermo. fragmen batuan beku. yang dulu disebut Formasi Kebo-Butak oleh beberapa penulis tersebut di atas. setempat Formasi Kebo berubah secara berangsur ke Formasi Butak. Lokasi lihat pekat. Jawa Tengah Bagian Selatan (Surono) LITOLOGI PERIAN LITOLOGI PEMERIAN FORMASISEMILIR F7 Batupasir bersisipan tuf hijau F5 Perselingan lapili. batupasir tufan. Lava basal berstruktur bantal dijumpai di beberapa tempat di bagian bawah Formasi Kebo ini. banyak ditemukan dalam Formasi Kebo. yakni bagian bawahnya disebut Formasi Kebo dan bagian atasnya dinamai Formasi Butak (lihat Gambar 4). Gambar 2. Lokasi lihat Gambar 2. Pada dasarnya pemisahan terse-but berdasarkan batuan yang mendominasi kedua satuan yang bersangkutan. Fn = Fasies endapan turbidit berdasarkan Mutti (1992). sedang . yang ber- Gambar 8. fragmen batuan beku. Penampang stratigrafi lintasan P4 di Kali Har- gomulyo.

dan serpih (Gambar atas formasi.10%). (Oligosen Akhir – Miosen Awal). batuan sedimen karbonan. Surono drr.kasar didominasi menganalisis kandungan fosil nanno dalam contoh oleh plagioklas (10 . yang menunjukkan umur P22 . heteromorphus. 188 Jurnal Geologi Indonesia. pergentengan (imbrikasi) fragmen. yang menindih selaras For-masi Anggota Nampurejo diganti dengan Lava Bantal Kebo. Santren oleh Smyth (2005). Vol. Namun demikian. piroksen (5 . kuarsa (5 . Sebagian dari batupasir dan batulempung bersifat gampingan dan setempat ditemukan Umur dan Stratigrafi konglomerat dan breksi aneka bahan (polimik)..15%). permukaan erosi. Struktur aliran masi ini adalah perlapisan bersusunan normal. Hasil pemetaan penulis. S.30 cm. 2007). basal. Struktur lava bantal dapat diamati kuarsa. perarian dan mendapatkan umur N2 – N5 atau Oligosen sejajar. yang diduga (5 . (2006) fragmen berukuran pasir sedang . andesit (10%). kuarsa (13%). sedangkan fosil foraminifera banyak batupasir dan batupasir kerikilan. berkomposisi basal.10%). Tengah. andesit. yang bahwa fragmennya didomi-nasi oleh material umumnya berwarna hitam dan bersifat dasitan. dan kepingan arang tiga percontoh dari Gunung Pegat. S.40%) yang berukuran 0. batupasir. mineral opak porfiro afanitis dengan kristal sulung didominasi (25%).20%). oleh plagioklas (30 . Catapsydrax dissimilis dan Globigerinoides memperlihatkan bahwa pada umumnya batuan ini primordius. dan menemukan Globigerina cipero- Hasil petrografi dari sepuluh percontoh batupasir ensis. 2007). conicus. Butiran arang Formasi Kebo banyak ditemukan terutama pada bagian atas Formasi Kebo merupakan perselingan antara formasi ini. batulempung. plagioklas. dan sedikit Sutisna (1997) atau belakangan disebut Anggota batuan gunung api. dan vitric tuff). perarian bergelombang.30%) . basal (20%). S.000. Sumarso dan Ismoyowati (1975) mengana- Struktur sedimen yang ditemukan dalam Formasi lisis foraminifera dalam Formasi Kebo dan Butak Kebo adalah perlapisan bersusunan normal. satuan petrografis batupasir Formasi Butak menunjukkan lava bantal ini diselingi oleh tuf halus.N4 mempunyai pemilahan yang buruk. berupa labradorit (15%). 2002). Diduga. 6 & 8). dan burrow. 4 Desember 2008: 183-193 ini disebut Anggota Nampurejo oleh Samodra dan terdiri atas batupasir kuarsa. mengulangi melakukan analisis foraminifera pada foraminifera. vulkanik (basal. tampak jelas pada sayatan tipis tersebut. terutama di bagian batulanau. Lava dan batulanau/serpih. batulempung. Fosil nanno tersebut terdiri atas fragmen batuan dalam batupasir kerikilan umumnya Sphenolithus moriformis. tuf. 3 No. kemas terbuka. dan sedikit fragmen merupakan bagian Formasi Kebo atau Formasi batuan (basal. di antaranya sekitar Desa Kalinampu berupa andesit. batupa-sir hitam ini merupakan suatu hasil serta sedikit batulempung). Bothe (1929) menduga Formasi Kebo dan Bagian tengah formasi ini didominasi oleh Formasi Butak berumur Miosen Awal (?) – Miosen batupasir kerikilan (Gambar 8). Coc- . Beberapa fragmen telah mengalami alterasi dengan jelas di Desa Santren. tuf gelas (10%). dan dan Tegalrejo. belemnos. dengan diameter menjadi klorit yang berwarna hijau. yang didominasi oleh lava bantal selingan batupasir. sebutan “Anggota” kurang tepat pada satuan yang Formasi Butak dapat dipetakan dalam skala 1 : 25. perarian sejajar. Breksi polimik mempunyai Bantal Nampurejo ini tersingkap di banyak tempat fragmen yang berukuran kerikil sampai bongkah. Lebih baik Formasi Butak. Pututputri. Watugajah dan ditemukan di beberapa tempat. Kemudian Rahardjo (2007) tikas suling dan penendatan (slump). Secara setempat. Penampakan bantal berkisar 10 . menunjukkan batupasir pada umumnya berupa Penampakan petrografi dari tiga contoh Lava batupasir gunung api. Pengamatan mikroskopis letusan gunung api bawah laut (Bronto drr. Sementara Butak. permukaan erosi.05 dan lempung (7%) (Laksono. Kristal sulung lainnya adalah piroksen (10 . de-ngan komposisi plagioklas Bantal Nampurejo ini menunjukkan hipokristalin. kepingan koral. Akhir – Miosen Awal. batuannya terdiri atas breksi polimik dengan Nampurejo. sanidin dari Perbukitan Jiwo Timur. vitric tuff. – 1 mm dan berbentuk euhedral (Laksono. tuf dan kuarsa. Bioturbasi. dengan sisipan dijumpai pada klastika halus. Struktur sedimen yang ditemukan pada for- dan mineral opak (25 .30%). (Gambar 2). batupasir kerikilan.

Smyth (2005) melakukan penarikhan oleh Formasi Semilir. dengan hasil penentuan umur berdasarkan fosil Bagian atas Formasi Kebo ditindih selaras oleh foram (Laksono. Formasi Butak ini ditindih selaras kedua formasi. sehingga Ditemukannya lava bantal. Lava Bantal Nampurejo ke Formasi Kebo. Kebo(?) 24. Kebo mempunyai umur lebih muda dibandingkan lempeng basal di Bayat serta dua contoh retas Diorit Pendul. Hasil penarikhan dalam Tabel 1 menunjukkan Formasi Kebo diduga menindih tak selaras Formasi bahwa Formasi Kebo dan Formasi Butak umumnya Gamping-Wungkal (Surono drr. Dengan demikian. jukkan adanya selang waktu pengendapan yang cu. Soeria-Atmadja drr. 1997) yang diterobos oleh Diorit Pendul atau Oligosen Akhir – Miosen Awal. Namun demikian. (1994) Santren Kristal tuf Fm. masih diperlukan Butak yang didapatkan dari hasil korelasi penelitian lebih terperinci.0+ 3. Butak 26.15 . (1994).6 Smyth (2005) Santren Kristal tuf Fm. Kebo 24. dan Smyth atau Butak ini tidak diterobos oleh Diorit Pendul atau (2005). Bronto drr.65 Soeria-Atmadja drr. diduga ada selang pengendapan hingga diduga ketebalan sebenarnya lebih dari antara Lava Bantal Nampurejo dan Formasi Kebo di angka tersebut. (2004) menduga Formasi Kebo dan Butak. tetapi tidak dijumpai dilakukan oleh beberapa penulis. 1992. Litostratigrafi dan Sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak di Pegunungan 189 Baturagung. dan menghasilkan umur 24.40+ 0. batuan Soeria.83 Soeria-Atmadja drr. Hal ini menun. hubungan yang erat dengan Lava Bantal Nampurejo. Pada Butak. Himpunan spesies nanno tersebut bagian Formasi Kebo atau Formasi Butak. 2007) dan nanno Formasi Butak. bantal umumnya terbentuk pada dasar laut dalam.29 Soesilo (2003) .07 Soeria-Atmadja drr. Surono drr. di antaranya adanya sisa pembakaran. Rahardjo. yang diduga merupakan bagian dari Formasi Kebo Soesilo (2003). Dengan metode KAr. Sementara umur Lava Bantal gunung api.55 juta tahun Sutisna. (2006) menemukan batu.25+ 0.31. (1994) Tegalrejo Retas lempeng BY 52/Fm. Bagian bawah Formasi Kebo tidak tersingkap Sedimentasi dengan jelas di Pegunungan Baturagung. (1994). dengan kata lain pada singkapan tersebut Formasi (1994) melakukan penarikhan satu contoh retas. (1994) Parangtritis Retas PT57A/Fm. bawahnya tidak tersingkap di daerah penelitian.0 Smyth (2005) Nampurejo Lava bantal Lava Bantal Nampurejo 33. terutama perubahan dari penampang (Gambar 10) diduga sekitar 334 m. atas lava bantal ini. euphratis. bioturbasi. Hal ini sesuai (Surono drr. menunjukkan bahwa ketiga satuan batuan penambangan diorit di lereng selatan Perbukitan tersebut diendapkan pada lingkungan laut. yang didominasi oleh breksi (Surono drr.7+ 1. Hasil Penarihan Batuan Formasi Kebo dan Formasi Butak Daerah Singkapan Percontoh/Formasi Umur Penulis (juta tahun) Parangtritis Retas PT57B/Fm. Ketebalan Formasi Kebo yang diukur sepanjang kup besar (>7 juta tahun).55+ 1. 2007. Butak (?) 21. tahun atau Oligosen Awal. Lava Jiwo Timur. Berdasarkan kemiripan komposisi (dyke) dari Parangtritis yang semuanya dalam mineral dan geokimia.7 ± Kontak Formasi Kebo dengan satuan batuan di 1. Tabel 1. 2006). fosil ko- hubungannya dengan satuan yang lebih tua di pe.0 juta tahun atau Oligosen Akhir. Jawa Tengah Bagian Selatan (Surono) colithus miopelagicus. Sementara ketebalan Formasi atasnya. Helicosphaera carteri dan lanau dengan sisipan tuf yang diduga merupakan H. Walaupun menunjukkan umur Miosen Awal (NN3).0 – 26. se- ini benar adanya. dan foraminifera di dalam Formasi Kebo dan gunungan ini tidak diketahui dengan pasti. yang batuannya didominasi tuf kristal yang tebalnya hanya 1m menumpang di oleh tuf dan breksi batuapung (Gambar 5 dan 9)..15 – 31. batulanau ini mempunyai kontak langsung dengan Penarikhan umur mutlak Formasi Kebo telah batuan terobosan Diorit Pendul. Butak 26. Semua hasil penarikhan sebagian dari kompleks Diorit Pendul mempunyai tersebut di atas tercantum dalam Tabel 1. Sutanto (2003). menunjukkan umur 33. jauh lebih tua dari umur Selanjutnya.29 juta Butak di atasnya adalah gradasi (Gambar 8) .. Sutanto drr. Kalau semua penarikhan Sungai Tegalrejo (Gambar 8) mencapai 550 m. 2006). ral.Atmadja drr.. Samodra dan menunjukkan kisaran umur 21. Perubahan Formasi Kebo ke Formasi Nampurejo.

Sebagian struktur seperti bantal.P6 di daerah penelitian. koral dan foraminifera. dan transportasi sedimen oleh gaya berat itu terjadi di serpih. bagian bawah Formasi Kebo umumnya mempunyai fasies yang di- . Vol. Dijumpainya fosil binatang laut. Struktur sedimen yang ditemukan dalam bawah laut. besar struktur sedimen tersebut menunjukkan Telah diuraikan sebelumnya bahwa Formasi adanya pengaruh gaya berat dalam transportasi Kebo disusun oleh batuan klastika halus berupa sedimen. tuf. 3 No. 4 Desember 2008: 183-193 BARAT P2 TIMUR RF O R M A S I S E M I L I F8 400 F8 F1 F7 F8 300 F7 F8 F7 F7 P6 200 F8 F2 F2 F8 P4 F8 F5 F7 300 F O R MAS I B UTAK F8 F8 100 F1 F2 F1 100 F9 F7 F5 F1 F9 F2 200 F5 P1 F2 F2 0 F8 F2 Cl S C 0 P5 F1 Cl S C F2 F5 F2 F2 F2 400 F1 700 F2 100 F2 F2 F5 F8 F7 F2 300 600 F7 0 S C Cl F2 F5 F1 F5 F7 FORMASI KEBO F8 200 P3 400 500 F5 F8 F7 F9 F5 F8 F5 F9 F8 F6 100 400 300 F8 F5 F8 F5 F6 F8 F7 300 F7 200 0 S F8 F2 F7 Cl C F5 200 F7 F8 F5 100 F8 F8 F7 100 F7 F7 0 F8 Cl S C F8 0 Cl S C Gambar 10. seperti perselingan antara batupasir dan batupasir kerikilan. serta penendatan (slump). batulempung. 190 Jurnal Geologi Indonesia. menunjukkan bahwa dengan sisipan batulanau. gerusan (scour) dan perarian menekan aliran lava panas sehingga membentuk bergelombang. Ketebalan air laut di atasnya cukup kuat untuk mal. Korelasi stratigrafi dari P1 . Berdasarkan klasifikasi Mutti (1992). perarian sejajar. Formasi Kebo berupa perlapisan bersusunan nor.

Penampang P6 dijumpai batupasir hitam yang merupakan hasil secara lengkap menyajikan kontak Formasi Kebo erupsi gunung api bawah laut. Selanjutnya. bagian barat daerah Formasi Butak yang umumnya terdiri atas F6 . Litostratigrafi dan Sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak di Pegunungan 191 Baturagung. Pada Lava tidak ada yang menunjukkan kontak Formasi Kebo Bantal Nampurejo. Peta geologi daerah pe- ditemukan F2 dan F5. P2. F2 dan F5 lebih mendominasi Hargomulyo. disebabkan oleh adanya penebalan Formasi Butak gis lebih dikuasi oleh breksi. yang semuanya berada (F) yang diikuti angka kecil (misalnya F1 dan F2). dalam sampai dangkal. Telah diuraikan di atas bahwa secara umum Korelasi Lava Bantal Nampurejo. berada. Dengan demikian cekungan tersebut Fragmen breksi tersebut didominasi oleh batuan merupakan cekungan yang dikelilingi gunung api. yang secara litolo. pada umumnya juga Pembahasan berfasies F2 . P4 dan P5. Di lain fihak.F5 (Gambar 9). Jawa Tengah Bagian Selatan (Surono) kuasai oleh F7 . Hal ini menunjukkan bahwa pada waktu Klasifikasi fasies yang diusulkan oleh Mutti pengendapan Formasi Kebo bagian timur daerah (1992) yang dimulai dari F1 sampai dengan F9.16 juta tahun. Formasi Semilir yang berumur 20 . 2008). Hanya bagian timur daerah cekungan tersebut diisi oleh batuan hasil langsung penelitian (penampang P1 dan P3) menunjukkan kegiatan gunung api dan juga klastika yang berasal adanya breksi pada bagian atas formasi tersebut.F8 penelitian lebih dekat dengan berubah menjadi F2 . Formasi Sebaliknya ke arah barat dan timur.F5 (Gambar 4 . tuf lapili karena dekat dengan sumber erupsi gunung api. Keluarnya cairan dengan Formasi Butak di atasnya yang selanjutnya magma dapat melewati celah dan/atau patahan ditindih oleh Formasi Semilir. Penampang tersebut menunjukkan adanya akan menjadi encer yang kemudian bersifat traksi. mengambang di dalam cairan bahan klastika Formasi Butak digambarkan secara lengkap oleh (suspensi) akan bergerak turun dan bercampur penampang P6 yang berada di bagian timur daerah dengan larutan di sekitarnya. Penampang P1 dan P5 yang memotong kerak atau hasil suatu aliran lava hanya menunjukan kontak antara Formasi Kebo dan gunung api di bawah laut. Hal ini menunjukkan bahwa nya berukuran halus. lebih ke bagian barat dari daerah penelitian.5. penyebaran Formasi Butak lebih luas. Cekungan Gambar 10 menunjukkan bahwa Formasi Kebo tempat endapan kedua formasi ini berada di laut didominasi oleh batuan asal gunung api yang umum. pada penelitian boleh jadi lebih dekat dengan sumber dasarnya menggambarkan hasil suatu transportasi erupsi gunung api. Formasi Butak. breksi sedangkan yang lebih jauh (distal) ditunjukkan vulkanik mempunyai populasi lebih banyak dan lebih oleh fasies dengan angka lebih besar. di samping lava bantal juga dengan satuan batuan di bawahnya. yang dibentuk oleh breksi batuapung. tebal. dari darat. sehingga pada akhirnya penelitian. Transportasi gaya berat yang semula batuan gunung api lebih banyak. Pada dengan sumbernya (proximal) diwakili oleh fasies penampang P1.F5 (Surono. Sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa pada Ke arah atas. 7 . dan sangat jarang sumber erupsi gunung api. hanya penampang P2 dan Komposisi batuan pembentuk Formasi Kebo dan P6 yang menunjukkan kontak antara Formasi Butak Formasi Butak terdiri atas percampuran antara dan Formasi Semilir di atasnya. endapan klastika dan vulkanik klastika.9). penyebaran Butak umumnya mempunyai fasies yang didominasi formasi ini tampak menyempit. batuan Formasi Kebo. Semua penampang stratigrafi yang dibuat berasal dari kegiatan gunung api. tempat penampang P2 dan P4 dan jarang ditemukan F7 dan F8 (Gambar 8).F8 (Gambar 6 & 8). sehingga mendapatkan pasokan gaya berat. Formasi di sekitar daerah (di utara Hargomulyo) itu dan Butak di daerah penelitian ditindih oleh Formasi menipis ke barat dan timur. Sedikit berbeda dengan Formasi Kebo. Hal ini boleh jadi Semilir. dan batupasir dengan fasies F2 . Di tepi barat laut Waduk Gajahmungkur. Bagian bawah Formasi Endapan suspensi gaya berat yang masih dekat Butak didominasi oleh breksi vulkanik. gunung api. Keadaan ini berubah secara nelitian (Gambar 2) menunjukkan bahwa di utara berangsur ke arah atas. Korelasi stratigrafi P1 – P6 dapat dilihat pada dan Formasi Butak didominasi oleh batuan yang Gambar 10. fasies pada Formasi Kebo dan waktu sedimentasi Formasi Butak. Ini mungkin oleh F1 .F5 atau CgRf (conglomerate . penghalusan butir ke arah atas.

Nampurejo. timur daerah penelitian. batulempung. batupasir kerikilan. daerah yang diendapkan ke dalam cekungan tersebut. tersebut ke arah atas menunjukkan bahwa • Sedimentasi Formasi Kebo menunjukkan dominasi fragmen batuan gunung api semakin dominasi fasies lebih ke arah distal (F7 . Sangat • Formasi Kebo terdiri atas perselingan antara mungkin terletak di utara Hargomulyo. Blok diagram pengendapan Formasi Kebo dan Formasi Butak (tanpa skala). Potongan arang ini umur Oligosen Akhir – Miosen Awal. sisipan batulanau.F8 di utara berubah menjadi F2 . dengan ditunjukkan oleh penebalan Formasi Butak. 192 Jurnal Geologi Indonesia. (mungkin di bagian utara) sudah muncul di atas batulempung. 3 No. Sebagian besar sumber erupsi gunung api tersebut Formasi Butak disusun oleh breksi polimik masih berada di bawah muka laut dan sebagian kecil dengan selingan batupasir. permukaan laut (Gambar 11). Hal terakhir ini • Hasil penarikhan menunjukkan bahwa Formasi dibuktikan dengan ditemukannya potongan arang Kebo dan Formasi Butak umumnya menunjukkan pada bagian atas kedua formasi. ke arah penampang atas menjadi lebih proximal Gunung api semula di bawah laut kemudian muncul di atas permukaan laut Batuan volkaniklastik Batuan sedimen bercampur sedimen klastik klastika laut dalam Gunung api bawah laut U Muka laut Gambar 11. Sama dengan di daerah penelitian. Puswanto (2006) • Cekungan tempat ketiga satuan batuan tersebut menemukan satuan batuan Formasi Kebo-Butak diendapkan merupakan cekungan lingkungan sepanjang Sungai Oyo dan Sungai Gerang (anak laut dengan gunung api aktif di sekitarnya. Kecamatan Gunung api aktif ini sebagai pemasok sedimen Semin. Sekitar 12 km ke arah tenggara dari ujung lebih tua dari umur kedua formasi. ke arah selatan fasies yang tadinya Dari semua uraian di atas kiranya dapat berupa F6 . Kedua fakta tersebut membuktikan pengendapan mungkin terjadi di antara bahwa pengendapan bagian atas Formasi Kebo dan keduanya. Ke disimpulkan bahwa: arah selatan umur batuannya juga lebih muda • Lava Bantal Nampurejo merupakan satuan yang (Gambar 2) dan lebih didominasi oleh batuan asal mengalasi Formasi Kebo. Hal ini diduga merupakan bagian dari tetumbuhan yang sesuai dengan hasil penentuan umur berdasarkan terbakar sewaktu erupsi gunung api di darat dan fosil foram dan nanno. Hal ini menguatkan pendapat di atas. 2006). Sungai Oyo) di Desa Karangsari. rumpang gunung api. . yang batupasir dan batupasir kerikilan. Formasi Kebo dapat dipisahkan dari Formasi Butak merupakan hasil kegiatan gunung api Formasi Butak yang menindih selaras di atasnya yang sangat intensif. 2006. tuf. menunjukkan umur Oligosen Awal. Vol. 4 Desember 2008: 183-193 remnant facies) dari Mutti (1992). Sumber erupsi gunung api secara berangsur (gradual). tersebut boleh jadi terjadi di beberapa tempat. dan batulanau/serpih. dan serpih. Demikian juga Kesimpulan yang ditunjukkan pada peta fasies (Hidayat.F8). Sementara Lava Bantal terbawa oleh aliran gaya berat ke arah laut. Trianto. yang kuat.F5.

Jiwo. Peta Geologi Lembar Klaten (Bayat). h.147-163. dan Bellon. Dr. Universitas Pembangunan Mada.. 2005. h. 1975. Sudijono. Geochronology of Tertiary volcanism in Jawa... Jawa. A contribution to the Bronto.. Turbidite sandstone. Sutanto. Universitas Gadjah bagian barat. Universitas Pembangunan Nasional Surakarta -Giritontro.. Himpunan Batuan dan Keanekaragaman Proses Formasi Kebo-Butak. 1997. h. Sedimentasi Formasi Semilir di Desa Sumber Daya Mineral. Posisi Perbukitan Jiwo. Dicky Haris Hidayat. Skripsi S1.F5) atau transisi. Bellon. Geologi dan petrogenesa batuan vulkanik Sutanto.. Forminiferal biostratigraphy of Southern Nasional “Veteran”. Penghargaan yang tinggi diberikan Polve. Publication. 2006. R. genesa antara batuan beku intrusi dan ekstrusi di Surono. Geologi dan studi fasies turbidit Kecamatan Semin. 470h. Pusat “Veteran”. Bambang Prastistho dan Ir. Maury.. Formasi Kebo-Butak di Pegunungan Baturagung Surono. Bandung. 275h. 20-21 Oktober 2003. Yogyakarta 27-29 November 2007. The stratigraphy of the Jiwo Hills and their southern genesis of volcanic sandstones associated with basatic suroundings. Jawa. (tidak diterbitkan). Trianto. Bayat. Soeria Atmadja.29-41. B. G. UPN “Veteran” Yogyakarta. Bandung. Hartono. Semua Stratigrafi Indonesia 1996 (Baru): Penerapannya di Bayat gambar dalam naskah ini dikerjakan oleh Sdr.. h. Kecamatan Bayat. Institut Teknologi Bothe. yaitu proximal hingga transisi. Central Java). 2007. E. Journal of SE Asian Earth Sciences. Penelitian dan Pengembangan Geologi. H.C. skala 1 : 50. Jawa. Pambudi. Jurnal Geologi dan Surono. “Formasi Wungkal-Gamping” daerah Karangsari. 1994. pengambilan data lapangan. 2006. Skala 1 : 100. dan Permanadewi. Jawa Tengah Bagian Selatan (Surono) (F2 . Bandung.. 2008. Ir. Jawa Tengah.. XVIII (1).73-76.. Laksono. Pusat Penelitian dan penulis sangat berterima kasih. Geologi dan studi fasies turbidit Sumber Daya Geologi. h. daerah Trembono dan sekitarnya. F1 .. Yogyakarta.. A.2-16. 2003. 1992. M.. Skripsi S1. Wartono Rahardjo (UGM) yang Soesilo. sedimentasinya lebih dikuasai oleh fasies dalam pengembangan wilayah”. Prosiding Geologi dan Geotektonik P. Sendang. M. Yogyakarta Special Province. Universitas Pembangunan Mineral.B.T. Kabupaten Gunung Kidul. H.. P. D. I. W. Jurnal Ilmu Kebumian Buletin Teknologi Istimewa Yogyakarta.D. 1997.. 2002.. Jakarta. U. Yogyakarta. 19 (3). Bandung. Wuryantoro. 167 h. Wonogiri. dan Astuti. 55h.000. Bayat area (Klaten. Proceedings of 4th Annual Convention of pillow lava..13-27. E.. Bandung. dan Sutisna. Mountains Tertiary rocks. H. Peta Geologi Lembar timur.C. Daerah Formasi Kebo-Butak di Pegunungan Baturagung Istimewa Yogyakarta.58-67.F5.302-311. 63h. Hartono. Java. Skripsi S1. S.000. Fourth Pacific Science Congress Excursion Guide. 2007. Kabupaten Gunung Kidul. Agip Special 1994. Puswanto (alumni UGM) yang telah membantu dalam Soeria-Atmadja. Djiwo Hills and Southern Range. Siti Umiyatun Ch. dan Hartono. 166h. XVI (5).. Nasional “Veteran”. 14h. Pringgopawiro. Jawa Tengah. H. R. Sumarso dan Ismoyowati. Jurnal Hidayat. II. B. Batuan kristalin dalam pandangan Sandi telah banyak memberikan saran selama di lapangan. Sudarno. sejak Puswanto. Klaten. Maury. h. Kendali tektonik terhadap pembentukan struktur pada batuan Paleogen dan Neogen di Acuan Pegunungan Selatan. Yogyakarta.Ch. pada Busur vulkanik di Lingkungan Busur Kepulauan dan Kecamatan Gedangsari.. Hubungan Sumber Daya Geologi. dan Priadi. 2004. G. h. 2006. A. Studi stratigrafi dan sedimentasi Mesozoik – Kuarter. S. Samodra. kasih kepada Prihantoro Budi Laksono. D. Jawa Tengah. Thesis Magister Teknik. Pusat Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan banyak terima Penelitian dan Pengembangan Geologi. Naskah diterima : 17 April 2008 Revisi terakhir : 29 Agustus 2008 . Pengembangan Geologi. (UPN “Veteran”) dan Ir. h. Litostratigrafi dan Sedimentasi Formasi Kebo dan Formasi Butak di Pegunungan 193 Baturagung. 2003. Indonesia. T. Daerah Tepi Benua Aktif. the University of London... 9. Jurnal Bronto. Milan. PhD thesis. 2006. S. XII (3). Tertiary magmatic belts in kepada Prof. B. Perbukitan Majalah Geologi Indonesia. Toha. Mutti. 1992.. 80h... Kabupaten Klaten. Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. H.. dan Sudarno. stratigrafi dan petrogenesis Intrusi Pendul. Eocene to Miocene basin history and Andar Trianto (ketiganya alumni UPN “Veteran”) dan Eko volcanic activity in East Java. Rahardjo. Jawa Tengah. K. Bayat areas: A case study at the Jiwo Jills.. Sementara Formasi Prosiding “Potensi geologi Pegunungan Selatan Butak.19-26. dan Smyth. R. R. 1929. untuk itu & Karangsambung.H. Indonesia Petroleum Association. S. Skripsi S1..