LUKA BAKAR dr.

Monte Selvanus Luigi Kusuma

Definisi Penyakit yang disebabkan panas,arus listrik, bahan kimia, radiasi yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan lebih dalam. Perubahan yang terjadi: 1. Tiap 1 % lika bakar, tubuh kehilangan cairan ½ - 1 % volume darah. Insensible Water Loss (IWL) meningkat. 2. Panas dapat menyebabkan pecahnya eritrosit, sehingga myoglobin meningkat dan memperberat kerja glomerulus  gagal ginjal. 3. Glandula tiroid menjadi lebih aktif. 4. Bisa terjadi tukak lambung (curling ulcer) 5. Bisa terjadi kegagalan organ-organ dalam seperti paru, jantung, ginjal dan hati. Gradasi / derajat luka bakar • Grade I : - Jaringan yang rusak hanya epidermis - Klinis: ada myeri, kemerahan, kulit kering - Tes jarum ada hiperalgesia - Lama sembuh kurang lebih 7 hari - Hasil: kulit kembali normal • Grade II a : - Jaringan yang rusak sebagian dermis, folikel rambut & kelenjar keringat utuh - Klinis : nyeri, warna lesi merah/ kuning, basah, bula

- Tes jarum hiperalgesia kadang normal - Lama sembuh kurang lebih 7 hari - Hasil : kulit normal / pucat • Grade II b : - Jaringan yangg rusak sampai dermis, hanya kelenjar keringat yangg utuh - Klinis : sama dengan grade II a - Tes jarum hipoalgesia - Lama sembuh 14 – 21 hari - Hasil : kulit pucat, mengkilap, kadang ada sikatrik/ hipertrofi • Grade III : - Jaringan yang rusak seluruh epidermisc/ dermis - Klinis mirip grade II hanya kulit hitam/ kecoklatan - Tes jarum tidak sakit - Lama sembuh > 21 hari - Hasil : sikatrik/ hipertrofi

Berat Ringan Luka Bakar Ditentukan oleh : - luas luka bakar - grade luka bakar - usia Untuk menentukan luas luka bakar : 1. Rule of nine

Masing- masing organ tubuh dianggap 9% dari LPB yaitu : kepala, leher, lengan atas, lengan bawah, dada, perut, punggung, pinggang kanan, kiri, regio femur, cruris, sedang genitalis 1%. 2. Rule of five Khusus untuk bayi : - kepala bayi 4 x 5% - ekstremitas superior D+S : 2 x 2 x 5% - badan anterior + posterior : 2 x 4 x 5% - ekstremitas inferior D+S : 2 x 2 x 5% Khusus untuk bayi : - kepala 3 x 5% - ekstremitas superior D+S : 2 x 2 x 5% - badan anterior + posterior : 2 x 3 x 5% - ekstremitas inferior D+S : 2 x 3 x 5% 3. Rule of palmar Perhitungan kasar dimana luas luka bakar sebesar paplmar dianggap 1%

Berdasar berat ringan luka bakar, maka dibagi : 1. Ringan - luka bakar grade I - grade II : dewasa 15%, anak 10% - grade III : 2% 2. Sedang

- grade II : dewasa 15 – 30%, anak 10 – 20% - grade III : 10% dewasa / anak, tetapi tidak mengenai ekstremitas, muka, anogenital, telinga 3. Berat - grade II : dewasa >30%, anak >20% - grade III : 10% tp pd ekstremitas, muka, telinga, anogenital - luka bakar yang disertai trauma jaringan lunak, fraktur, trauma jalan nafas - luka bakar akibat listrik tegangan tinggi Penanganan Luka Bakar a. Pertolongan Pertama 1. Jauhkan penderita dari sumber trauma, bila masih ada api dipadamkan dengan air atau menutup dengan kain basah. Dibilas dengan air mengalir atau pemutusan aliran listrik. 2. Mengurangi rasa sakit : - mendinginkan luka - obat – obat analgesik - meletakkan pada posisi yang benar dengan meletakkan bagian luka yang terluka lebih tinggi 3. Menjaga jalan nafas. Hati - hati jangan sampai udara panas terhisap  oedem 4. Mencegah infeksi b. Tindakan di UGD Penderita yang perlu dirawat : - luka bakar grade II > 15% - luka bakar mengenai muka, ekstremitas, perineum - luka bakar grade III > 2%

Dextrose 10% : 2000 cc dewasa. Albumin (sesuai kebutuhan).koloid (Dextran L) dosis : 1 cc x kgBB x % luka bakar .luka bakar pada anak. . 1000 cc anak Diberikan ½ nya dalam 8 jam I dan ½ nya dalam 16 jam berikut.  Formula Evans : . Diberikan ½ nya dalam 8 jam I dan ½ nya dalam 16 jam berikut.Dextrose 10% : 2000 cc dewasa.koloid (Dextran L) dosis : ½ cc x kgBB x % luka bakar .  Formula Brooke : . Pemberian cairan dengan formula  Formula Baxter : % luas luka bakar x BB (kg) x 4 cc Hari I: hanya menggunakan cairan RL untuk mencegah syok hipovolemik.elektrolit (NaCl. Pastikan airway dan breathing sudah optimal 2. 1000 cc anak Diberikan ½ nya dalam 8 jam I dan ½ nya dalam 16 jam berikut. NaCl fisiologis.luka bakar dengan penyakit lain Penanganan : 1.elektrolit (NaCl. RL) dosis : 1 cc x kgBB x % luka bakar . diberikan dalam 24 jam merata. Pemberian cairan hari II ½ x pemberian cairan hari I. diberikan cairan RL dan dextran L 500 ml.anak grade II >10% atau spt grade III . RL) dosis : 1½ cc x kgBB x % luka bakar . D10% atau Martos. Hari II: kebutuhan faali 50 cc x BB/24 jam.luka bakar disertai trauma jalan nafas ..luka bakar akibat listrik tegangan tinggi .

novalgin. Analgetik: Tramol. Luka Bakar Suhu Tinggi(Thermal Burn) • a. merkurokrom. Multivitamin 7. diberikan dalam 24 jam merata. morphin. Kulit yang compang-camping sebaiknya dibuang.blogspot. 4. http://pkugombong. Ampicillin 50 . Antibiotik sesuai kultur (jika memungkinkan). 2001). Untuk luka bakar yang luas sebaiknya jangan menggunakan yodium sebab jika diserap tubuh akan menimbulkan keracunan yodium.200 mg/kg/hr dibagi 4x. Luka Bakar Bahan Kimia (hemical Burn) . Gas b. gentamisin 5 mg/kg/hr dibagi 2x 3. Luka bakar pada tangan dan kaki yang melingkar harus dilakukan fasciotomi untuk menghindari terjadinya sindrom kompartemen. 2. bahan kimia dan petir yang mengenai kulit.Soetomo. Makanan berkalori tinggi 5.com/2009/02/luka-bakar. Profilaksis tetanus dengan ATS (toxoid) dan Human Imunoglobulin 500 u 8. Antagonis H2 : Cimetidin 3 – 4 x 200 (1 ampul per 6 – 8 jam) 6. mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.Pemberian cairan hari II ½ x pemberian cairan hari I. arus listrik. 9. Bahan padat (Solid) 1. Cairan c.html1 11. Etiologi 1. 10. Skin graft dilakukan jika tidak terjadi penyembuhan dalam 2 minggu Definisi Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas. pethidin. Salep dengan SSD (Silver Sulfa Diazin) misalnya Dermazin.

A.1. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik. Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik. Fase sub akut. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Proses inflamasi dan infeksi. Fase lanjut. A. Kedalaman Penyebab Penampilan Warna Perasaan . Luka Bakar Radiasi (Radiasi Injury) Fase Luka Bakar 1. A. Klasifikasi Luka Bakar A. Berlangsung setelah fase syok teratasi. Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar. Luka Bakar Sengatan Listrik (Electrical Burn) 1. Fase akut. Luka yang terjadi menyebabkan: 1. namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. dan circulation (sirkulasi). brething (mekanisme bernafas). 1. Dalamnya luka bakar. Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. Disebut sebagai fase awal atau fase syok. 3. Keadaan hipermetabolisme. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas). Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ . gangguan pigmentasi. 1.organ fungsional. kleoid. deformitas dan kontraktur. 2.

Ketebalan partial superfisial (tingkat I) Jilatan api. Jilatan api kepada pakaian. Kontak dengan Blister besar dan Berbintik-bintik Sangat nyeri bahan air atau lembab yang yang kurang jelas. coklat tua. Luas luka bakar Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of nine atua rule of wallace yaitu: 1) Kepala dan leher : 9% . Pucat bial ditekan dengan ujung jari. besar. pink. berisi kembali bila tekanan dilepas. tidak membesar. kimiawi. Nyeri Lebih dalam dari ketebalan partial (tingkat II) • • Superfisial Dalam Pucat bila ditekan dengan ujung jari. (terbakar oleh matahari). sinar Kering tidak ada Bertambah merah. Kimia. kering. seperti arang terlihat dibawah kulit yang mengelupas. dindingnya sangat arus listrik. Ketebalan sepenuhnya (tingkat III) Putih. Oedem minimal atau tidak ada. Pembuluh darah Nyala api. Hitam. sedikit sakit. Tidak pucat bila ditekan. Merah. Jilatan langsung bila tekanan dilepas berisi kembali. daerah merah coklat. ukurannya bertambah putih. Tidak sakit. Rambut mudah lepas bila dicabut. tipis. Kontak dengan Gelembung jarang. padat. ultra violet gelembung. coklat. Kontak dengan Kering disertai kulit bahan cair atau mengelupas. hitam. Sinar ultra violet. A. bahan padat.

Trauma yang menyertai atau bersamaan. Dengan adanya komplikasi penafasan. b. Persentasi area (Luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh. Umur klien. Ringan . fractura.moderate: • o • o a) Tingkat II : 15 . American college of surgeon membagi dalam: A. d. 5. soft tissue yang luas. Sedang .10% A. 3. Anatomi lokasi luka bakar. badan belakang 18% : 36% 4) Tungkai maisng-masing 18% : 36% 5) Genetalia/perineum • o    : 1% Total : 100% A.2) Lengan masing-masing 9% : 18% 3) Badan depan 18%. 4.critical: a. 6.minor: • . c. Tingkat III : 10% atau lebih. Kedalaman luka bakar. jantung.30% b) Tingkat III : 1 . Parah . Tingkat III pada tangan. Berat ringannya luka bakar Untuk mengkaji beratnya luka bakar harus dipertimbangkan beberapa faktor antara lain : • 1. Tingkat II : 30% atau lebih. 2. Riwayat pengobatan yang lalu. B. kaki dan wajah.

sodium/natrium. oedem pada ekstraseluler. Kehilangan Hipoproteinemia. tapi kehilangan Na+ melalui eksudat dan tertahan dalam cairan oedem. lokasi luka bakar. K+ berkurang ekskresi karena fungsi renal berkurang. Kadar Na+ Defisit sodium. . renal berkurang karena desakan darah turun dan CO berkurang. sebagai akibat cidera jarinagn sel-sel darah merah. protein waktu berlangsung terus katabolisme. Aliran darah Oliguri. K+ bergerak Hipokalemi. darah renal karena desakan darah meningkat. melalui diuresis (normal kembali setelah 1 minggu). direabsorbsi oleh ginjal. Peningkatan aliran Diuresis. Kadar K+ dilepas Hiperkalemi potassium. protein ke dalam jaringan akibat kenaikan permeabilitas. ( s/d 48-72 jam pertama) Mekanisme Dampak dari Pergeseran Vaskuler ke Hemokonsentrasi cairan insterstitial. kembali ke dalam sel. K+ terbuang melalui diuresis (mulai 4-5 hari setelah luka bakar). 1997) Perubahan Fisiologis Pada Luka Bakar Perubahan Tingkatan hipovolemik Tingkatan diuretik (12 jam . Kadar protein. Kehilangan Na+ Defisit sodium.o • o a) Tingkat II : kurang 15% b) Tingkat III : kurang 1% Patofisiologi (Hudak & Gallo. Kehilangan Hipoproteinemia.18/24 jam pertama) Mekanisme Dampak dari Interstitial ke Hemodilusi. vaskuler. Fungsi renal.

kehilangan protein. MDF (miokard depresant factor) sampai 26 unit. jaringan. jaringan. kehilangan bikarbonas serum. peningkatan produksi cortison. Asidosis metabolik. anaerob karena perfusi jarinagn berkurang peningkatan asam dari produk akhir. MDF meningkat 2x lipat. hipermetabolisme disertai peningkatan produk akhir metabolisme. fungsi renal berkurang (menyebabkan retensi produk akhir tertahan). Curling ulcer (ulkus pada gaster). . Disfungsi jantung. lebih banyak kehilangan dari masukan. pecah menjadi fragil. Akut dilatasi dan Peningkatan paralise usus. Kehilangan Asidosis sodium bicarbonas metabolik. Lambung. Respon stres. Jantung. Rangsangan central di hipotalamus dan peingkatan jumlah cortison. Luka bakar Tidak terjadi pada Hemokonsentrasi. termal. Eritrosit Terjadi karena panas.Keseimbangan Katabolisme nitrogen. jumlah cortison. kehilangan protein dalam jaringan. merupakan glikoprotein yang toxic yang dihasilkan oleh kulit yang Keseimbangan Katabolisme nitrogen negatif. Terjadi karena trauma. sifat cidera berlangsung lama dan terancam psikologi pribadi. perdarahan lambung. Peningkatan zat CO menurun. Keseimbangan nitrogen negatif. berkurang. melalui diuresis. bertanggung jawab terhadap syok spetic. nyeri. Keseimbnagan Metabolisme asam basa. immobilitas. Aliran darah renal Terjadi karena Stres karena luka. hari-hari pertama.

Resusitasi A. • • • • • Dewasa : Baxter. CVP. oksigen. Luka bakar grade III. otak dll. kultur luka. 1. 1. B. HCL. Udara panas à mukosa rusak à oedem à obstruksi. A. kateter.terbakar. b. Luka bakar grade II: 1. Pernafasan: 1. Efek toksik dari asap: HCN. Indikasi Rawat Inap Luka Bakar A. 1. a. 1. B. A. RL 4 cc x BB x % LB/24 jam. 1. Infus. . NO2. Penatalaksanaan A. Anak: jumlah resusitasi + kebutuhan faal: RL : Dextran = 17 : 3 2 cc x BB x % LB. Bensin à iritasi à Bronkhokontriksi à obstruksi à gagal nafas. Resusitasi cairan à Baxter. C. Laboratorium. Anak/orang tua > 15% A. Luka bakar dengan komplikasi: jantung. Dewasa > 20% 1. Sirkulasi: gangguan permeabilitas kapiler: cairan dari intra vaskuler pindah ke ekstra vaskuler à hipovolemi relatif à syok à ATN à gagal ginjal.

Topikal dan tutup luka • • • • • Cuci luka dengan savlon : NaCl 0. Tutup kassa tebal. Hari kedua: Dewasa : Dextran 500 . ( 3-x) x 80 x BB gr/hr 100 o • • (Albumin 25% = gram x 4 cc) à 1 cc/mnt. Pengkajian . B.2000 + D5% / albumin.7 hari. Silver sulfa diazin tebal.9% ( 1 : 30 ) + buang jaringan nekrotik. • Analgetik : kuat (morfin. Obat . • Bila perlu berikan antibiotika sesuai dengan pola kuman dan sesuai hasil kultur. Tulle.obatan: • Antibiotika : tidak diberikan bila pasien datang < 6 jam sejak kejadian. kecuali balutan kotor.• • • • • • • • • • Kebutuhan faal: < 1 tahun : BB x 100 cc 1 . Monitor urine dan CVP. Anak : Diberi sesuai kebutuhan faal. A. petidine) • Antasida : kalau perlu KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1. Evaluasi 5 . A.5 tahun : BB x 50 cc ½ à diberikan 8 jam pertama ½ à diberikan 16 jam berikutnya.3 tahun : BB x 75 cc 3 .

pembentukan oedema jaringan (semua luka bakar). keuangan. perilaku. laserasi korneal. diuresis (setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan ke dalam sirkulasi). Nyeri/kenyamanan: Gejala: Berbagai nyeri. Makanan/cairan: Tanda: oedema jaringan umum. warna mungkin hitam kemerahan bila terjadi mioglobin. Sirkulasi: Tanda (dengan cedera luka bakar lebih dari 20% APTT): hipotensi (syok). paralisis (cedera listrik pada aliran saraf). menyangkal. pekerjaan. Integritas ego: Gejala: masalah tentang keluarga. mual/muntah. Aktifitas/istirahat: Tanda: Penurunan kekuatan. contoh luka bakar derajat pertama secara eksteren sensitif untuk disentuh. menarik diri. kulit putih dan dingin (syok listrik). a. afek. khususnya pada luka bakar kutaneus lebih besar dari 20% sebagai stres penurunan motilitas/peristaltik gastrik. a. Tanda: ansietas. kecacatan. aktifitas kejang (syok listrik). luka bakar ketebalan sedang derajat kedua sangat nyeri. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera. ruptur membran timpanik (syok listrik). penurunan bising usus/tak ada. Eliminasi: Tanda: haluaran urine menurun/tak ada selama fase darurat. kesemutan. smentara respon pada luka bakar ketebalan . Neurosensori: Gejala: area batas. ditekan. menangis. gerakan udara dan perubahan suhu. takikardia (syok/ansietas/nyeri). mengindikasikan kerusakan otot dalam. ketergantungan. kerusakan retinal. Tanda: perubahan orientasi.a. marah. disritmia (syok listrik). penurunan ketajaman penglihatan (syok listrik). a. gangguan massa otot. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit. anoreksia. perubahan tonus. a. a. a. tahanan. penurunan refleks tendon dalam (RTD) pada cedera ekstremitas. vasokontriksi perifer umum dengan kehilangan nadi.

ketidakmampuan menelan sekresi oral dan sianosis. merah. Cedera kimia: tampak luka bervariasi sesuai agen penyebab. Keamanan: Tanda: Kulit umum: destruksi jaringan dalam mungkin tidak terbukti selama 3-5 hari sehubungan dengan proses trobus mikrovaskuler pada beberapa luka.derajat kedua tergantung pada keutuhan ujung saraf.oedema lingkar mulut dan atau lingkar nasal. luka bakar derajat tiga tidak nyeri. batuk mengii. Area kulit tak terbakar mungkin dingin/lembab. bunyi nafas: gemericik (oedema paru). terpajan lama (kemungkinan cedera inhalasi). Cedera secara mum ebih dalam dari tampaknya secara perkutan dan kerusakan jaringan dapat berlanjut sampai 72 jam setelah cedera. jalan nafas atau stridor/mengii (obstruksi sehubungan dengan laringospasme. Cedera listrik: cedera kutaneus eksternal biasanya lebih sedikit di bawah nekrosis. a. nekrosis. indikasi cedera inhalasi. a. Pernafasan: Gejala: terkurung dalam ruang tertutup. ulkus. Bulu hidung gosong. Pengembangan torak mungkin terbatas pada adanya luka bakar lingkar dada. . luka bakar dari gerakan aliran pada proksimal tubuh tertutup dan luka bakar termal sehubungan dengan pakaian terbakar. partikel karbon dalam sputum. oedema laringeal). kecelakaan sepeda motor. Penampilan luka bervariasi dapat meliputi luka aliran masuk/keluar (eksplosif). Cedera api: terdapat area cedera campuran dalam sehubunagn dengan variase intensitas panas yang dihasilkan bekuan terbakar. kontraksi otot tetanik sehubungan dengan syok listrik). pucat. Kulit mungkin coklat kekuningan dengan tekstur seprti kulit samak halus. atau jarinagn parut tebal. sekret jalan nafas dalam (ronkhi). Adanya fraktur/dislokasi (jatuh. stridor (oedema laringeal). mukosa hidung dan mulut kering. lepuh. Tanda: serak. lepuh pada faring posterior. dengan pengisian kapiler lambat pada adanya penurunan curah jantung sehubungan dengan kehilangan cairan/status syok.

penurunan kekuatan dan tahanan. jaringan traumatik. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler. 2. Elektrolit serum mendeteksi ketidakseimbangan cairan dan biokimia. Koagulasi memeriksa faktor-faktor pembekuan yang dapat menurun pada luka bakar masif. Resiko kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher. BUN dan kreatinin mengkaji fungsi ginjal. ketidak cukupan pemasukan. nyeri/tak nyaman. 8. khususnya pada cedera inhalasi asap. 1. 5. 4. 3.edema mukosa dan hilangnya kerja silia. 7. kerusakan perlinduingan kulit. Kadar karbon monoksida serum meningkat pada cedera inhalasi asap. Doenges dalam Nursing care plans. . 2.60% lebih besar dari proporsi normal pada cedera berat) atau katabolisme protein. Resiko tinggi bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obtruksi trakeabronkial. Gas-gas darah arteri (GDA) dan sinar X dada mengkaji fungsi pulmonal. 6. 6. Guidelines for planning and documenting patient care mengemukakan beberapa Diagnosa keperawatan sebagai berikut : 1. Peningkatan kebutuhan : status hypermetabolik. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan Pertahanan primer tidak adekuat. kompresi jalan nafas thorak dan dada atau keterdatasan pengembangan dada. penurunan Hb. Pemeriksaan diagnostik: 1. Perubahan nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipermetabolik (sebanyak 50 % . 3. LED: mengkaji hemokonsentrasi. Bronkoskopi membantu memastikan cedera inhalasi asap. 8. Manifulasi jaringan cidera contoh debridemen luka. Ini terutama penting untuk memeriksa kalium terdapat peningkatan dalam 24 jam pertama karena peningkatan kalium dapat menyebabkan henti jantung. 5. perubahan/disfungsi neurovaskuler perifer berhubungan dengan Penurunan/interupsi aliran darah arterial/vena. Resiko tinggi kerusakan perfusi jaringan. 1. Urinalisis menunjukkan mioglobin dan hemokromogen menandakan kerusakan otot pada luka bakar ketebalan penuh luas. Diagnosa Keperawatan Marilynn E. Pertahanan sekunder tidak adekuat. Kehilangan perdarahan. 4. contoh luka bakar seputar ekstremitas dengan edema. Luka bakar daerah leher.a. penekanan respons inflamasi. 7. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan Kehilangan cairan melalui rute abnormal. pembentukan edema. Nyeri berhubungan dengan Kerusakan kulit/jaringan.

batuk oedema mukosa. pada kulit yang cidera Meningkatkan ekspansi Tinggikan kepala tempat paru optimal/fungsi tidur. perhatikan adanya pucat/sianosis dan sputum mengandung karbon atau merah muda. Hindari penggunaan pernafasan. irama. 10. kejadian traumatik peran klien tergantung. 11. Kurang pengetahuan tentang kondisi. dispnoe/cyanosis. RR kompressi jalan dalam batas normal. Rasional Dugaan cedera inhalasi Takipnea. sampai 48 jam setelah penurunan bunyi nafas. Rencana Intervensi Diagnosa Keperawatan Rencana Keperawatan Tujuan dan Intervensi Kriteria Hasil Resiko bersihan Bersihan jalan nafas Kaji refleks jalan nafas tidak tetap efektif. Bilakepala/leher terbakar. gangguan/menelan. efektif berhubungan perhatikan pengaliran air dengan obstruksi Kriteria Hasil : liur. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Trauma : kerusakan permukaan kulit karena destruksi lapisan kulit (parsial/luka bakar dalam). menyebabkan Dorong batuk/latihan nafas nekrosis pada kartilago dalam dan perubahan posisi telinga yang terbakar dan meningkatkan konstriktur sering. serak. sesuai indikasi bantal dapat menghambat pernafasan. bantal di bawah kepala. . Bunyi nafas menelan. Obstruksi jalan nafas/distres pernafasan dapat terjadi sangat cepat Auskultasi paru. mengi. sianosis dan perubahan sputum menunjukkan terjadi distress pernafasan/edema paru dan kebutuhan intervensi medik. batuk rejan. penggunaan otot bantu. kecacatan dan nyeri. ketidakmampuan trakheobronkhial. bebas Awasi frekuensi. prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan Salah interpretasi informasi Tidak mengenal sumber informasi. terbakar. nafas . Dugaan adanya Perhatikan adanya pucat hipoksemia atau karbon atau warna buah ceri merah monoksida. kedalaman pernafasan . Gangguan citra tubuh (penampilan peran) berhubungan dengan krisis situasi. mengi/gemericik. vesikuler.9. perhatikan atau lambat contoh stridor.

memobilisasi dan drainase sekret. Meskipun sering contoh masker wajah berhubungan dengan Awasi/gambaran seri GDA nyeri. O2 memperbaiki hipoksemia/asidosis. tetapi harus dilakukan kewaspadaan karena edema mukosa dan inflamasi. kacau mental. Meningkatkan ekspansi paru. leher. kemampuan untuk menelan menunjukkan Lakukan program kolaborasi peningkatan edema trakeal dan dapat meliputi : mengindikasikan kebutuhan untuk intubasi. Pelembaban menurunkan pengeringan saluran . Berikan pelembab O2 melalui cara yang tepat. cairan meningkatkan risiko edema paru. perhatikan sekret/penurunan variasi/perubahan. Selidiki perubahan perilaku/mental contoh gelisah. agitasi. Berikan/bantu fisioterapi dada/spirometri intensif. Membantu mempertahankan jalan nafas bersih. pertahankan teknik steril. Perpindahan cairan atau Siapkan/bantu intubasi atau kelebihan penggantian trakeostomi sesuai indikasi. Catatan : Cedera inhalasi meningkatkan kebutuhan cairan sebanyak 35% atau lebih karena edema. Awasi 24 jam keseimbngan Peningkatan cairan. Teknik steril menurunkan risiko infeksi. Tingkatkan istirahat suara tetapi kaji kemampuan untuk bicara dan/atau menelan sekret oral secara periodik. perubahan kesadaran dapat menunjukkan Kaji ulang seri rontgen terjadinya/memburuknya hipoksia.Hisapan (bila perlu) pada perawatan ekstrem.

sementara spirometri intensif dilakukan untuk memperbaiki ekspansi paru. biokimia membaik.3 hari setelah terbakar Fisioterapi dada mengalirkan area dependen paru. CVP. Memberikan pedoman untuk penggantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan Kehilangan cairan melalui rute abnormal. PaO2 kurang dari 50. Awasi pengeluaran urine Kriteria evaluasi: dan berat jenisnya. sehingga meningkatkan fungsi pernafasan dan menurunkan atelektasis. Perubahan menunjukkan atelektasis/edema paru tak dapat terjadi selama 2 . PaCO2 lebih besar dari 50 dan penurunan pH menunjukkan inhalasi asap dan terjadinya pneumonia/SDPD.pernafasan dan menurunkan viskositas sputum. Data dasar penting untuk pengkajian lanjut status pernafasan dan pedoman untuk pengobatan. resolusi meyakinkan rata-2 . Peningkatan kebutuhan : status Pasien dapat Awasi tanda vital. Penggantian cairan tak ada manifestasi Observasi warna urine dan dititrasi untuk dehidrasi. Intubasi/dukungan mekanikal dibutuhkan bila jalan nafas edema atau luka bakar mempengaruhi fungsi paru/oksegenasi. mendemostrasikan Perhatikan kapiler dan status cairan dan kekuatan nadi perifer.

otot masif karena Timbang berat badan setiap adanyadarah dan keluarnya mioglobin. terjadi pada setengah dari Berikan obat sesuai idikasi : semua pasien yang luka bakar berat(dapat terjadi • Diuretika contohnya pada awal minggu Manitol (Osmitrol) pertama). hitam. Penyimpangan pada Berikan penggantian cairan tingkat kesadaran dapat IV yang dihitung. hari Peningkatan permeabilitas kapiler. Urine berwarna urine di atas 30 dan kehilangan yang tampak merah pada kerusakan ml/jam. kateter IV. oedema. Kehilangan perdarahan. proses inflamasi dan Selidiki perubahan mental kehilangan cairan melalui evaporasi mempengaruhi volume sirkulasi dan Observasi distensi abdomen. elektrolit. Penggantian cairan Hemates drainase NG dan tergantung pada berat badan pertama dan feces secara periodik. Ukur lingkar ekstremitas yang terbakar tiap hari sesuai indikasi • Kalium Observasi ketat fungsi ginjal dan mencegah . haluaran Perkirakan drainase luka dewasa.hematomesis. natrium ). perubahan selanjutnya Lakukan program kolaborasi Memperkirakan luasnya meliputi : oedema/perpindahan Pasang / pertahankan kateter cairan yang mempengaruhi volume urine sirkulasi dan pengeluaran Pasang/ pertahankan ukuran urine. Stres (Curling) ulcus elektrolit. mengindikasikan ketidak adequatnya volume plasma. ketidak cukupan pemasukan. pengeluaran urine 30-50 serum dalam batas cc/jam pada orang normal.feces pengeluaran urine. elektrolit hemates sesuai indikasi. perpindahan protein. sirkulasi/penurunan perfusi serebral Awasi hasil pemeriksaan laboratorium ( Hb. albumin.hypermetabolik.

CVP (tekanan vena sentral) setiap jam bial diperlukan. dan setiap 4 jam selama periode rehabilitasi. Pantau: • • • • • • • Tanda-tanda vital setiap jam selama periode darurat. Bila Mengidentifikasi pasien menaglami luka penyimpangan indikasi bakar luas dan menunjukkan kemajuan atau gejala-gejala syok penyimpangan dari hasil hipovolemik. Warna urine. Penggantian lanjut karena kehilangan urine dalam jumlah besar Menurunkan keasaman gastrik sedangkan inhibitor histamin menurunkan produksi asam hidroklorida untuk menurunkan produksi asam hidroklorida untuk menurunkan iritasi gaster.• Antasida stasis atau refleks urine. lebih disukai melalui kulit yang telah terluka bakar. Memungkinkan infus cairan cepat. Hasil-hasil JDL dan laporan elektrolit. Meningkatkan pengeluaran urine dan membersihkan tubulus dari debris /mencegah nekrosis. Status umum setiap 8 jam. Resusitasi cairan menggantikan kehilangan cairan/elektrolit dan membantu mencegah komplikasi. Mulai terapi IV yang ditentukan dengan jarum lubang besar (18G). Berat badan setiap hari. Periode dengan pemasangan kateter darurat (awal 48 jam vena sentral untuk pasca luka bakar) adalah pemantauan CVP. setiap 2 jam selama periode akut. periode kritis yang . setiap 4 jam selama periode akut. setiap 8 jam selama periode rehabilitasi. lepaskan semua pakaian dan perhiasan dari area luka bakar. Masukan dan haluaran setiap jam selama periode darurat. Mengidentifikasi kehilangan darah/kerusakan SDM dan kebutuhan penggantian cairan dan elektrolit. bantu dokter yang diharapkan. Pada penerimaan rumah sakit.

Pada lka bakar luas. perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke ruang interstitial menimbukan hipovolemi. Konsultasi doketr bila Penggantian cairan cepat manifestasi kelebihan cairan penting untuk mencegah terjadi. ditandai oleh hipovolemia yang mencetuskan individu pada perfusi ginjal dan jarinagn tak adekuat. urine gelap atau encer gelap. Perdarahan GI menandakan adaya stres . haus. takikardia. Pengukuran positif. reseptor histamin seperti simetidin Temuan-temuan ini mennadakan hipovolemia dan perlunya peningkatan cairan. CVP < 6 mmHg. Temuan-temuan guaiak positif ennandakan adanya perdarahan GI. gagal ginjal.Beritahu dokter bila: haluaran urine < 30 ml/jam. TD di bawah rentang normal. Inspeksi adekuat dari luka bakar. bikarbonat serum di bawah rentang normal. terbakar dengan luka Laporkan temuan-temuan bakar luas. Pasien rentan pada kelebihan beban volume intravaskular selama periode pemulihan bila perpindahan cairan dari kompartemen interstitial pada kompartemen intravaskuler. tekanan vena sentral memberikan data tentang status volume cairan Berikan antasida yag diresepkan atau antagonis intravaskular. gelisah. Kehilangan cairan bermakna terjadi Tes guaiak muntahan warna melalui jarinagn yang kopi atau feses ter hitam.

Pasang atau torakal sekunder membran kapiler alveoli.ulkus (Curling’s). Pertahankan posisi semi fowler. GDA dalam renatng bantu dengan selang terhadap luka bakar normal. . ekspansi adda. mekanis sesuai pesanan bila meningkatkan jumlah terjadi insufisiensi oksigen yang tersedia pernafasan (dibuktikan untuk jaringan. Memudahkan ventilasi dengan menurunkan tekanan abdomen Untuk luka bakar sekitar torakal. serum. rales. menurunkan resiko atelektasis. penyimpangan dari hasil dengan cedera yang diharapkan. Ventilasi dnegna hipoksia. Inhalasi inhalasi asap atau Kriteroia evaluasi: Beriakan suplemen oksigen asap dapat merusak sindrom alveoli. mekanik diperlukan hiperkapnia. bila hipotensi tak ada. pada tingkat yang kompartemen pertukaran gas pada warna kulit normal. terjadi dispnea disertai dengan takipnea. Siapkan Luka bakar sekitar pasien untuk pembedahan torakal dapat membatasi eskarotomi sesuai pesanan. dukungan sampai pasie dapat dilakukan secara Anjurkan pernafasan dalam mandiri. ditentukan. Mencegah perdarahan GI. Luka bakar luas mencetuskan pasien pada ulkus stres yang disebabkan peningkatan sekresi hormon-hormon adrenal dan asam HCl oleh lambung. mengembangkan alveoli. Resiko kerusakan Pasien dapat Pantau laporan GDA dan Mengidentifikasi pertukaran gas mendemonstrasikan kadar karbon monoksida kemajuan dan berhubungan oksigenasi adekuat. tak ada pasien pada ventilator Suplemen oksigen dada atau leher. mempengaruhi RR 12-24 x/mnt. bunyi nafas endotrakeal dan temaptkan sirkumfisial dari bersih. beritahu dokter bila terhadap diafragma. kesulitan bernafas. dengan penggunaan spirometri insentif setiap 2 Pernafasan dalam jam selama tirah baring. Mengupas kulit (eskarotomi) memungkinkan ekspansi dada. takipnea untuk pernafasan dan perubahan sensorium).

• Suhu setiap 4 jam. • Jumlah makanan Antimikroba topikal yang dikonsumsi membantu mencegah setiap kali makan. sekunder tidak adekuat. yang dapat ditutup Kultur membantu dengan balutan vaseline atau mengidentifikasi patogen op site. perlinduingan kulit. Karena luka sebelum pemberian balutan siis tandur hanya krim baru. penekanan respons inflamasi Pantau: Mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau • Penampilan luka penyimapngan dari hasil bakar (area luka bakar. pembentukan granulasi. penurunan Hb. dan berikan antibiotika IV Kurangnya berbagai sesuai ketentuan. dengan Pertahanan primer tidak Kriteria evaluasi: adekuat. kerusakan tak ada demam. perlindungan sisi donor atau balutan sisi lainmelindungi pasien tandur. pertama tubuh untuk pertahanan terhadap Beritahu dokter bila demam infeksi. rangsang ekstrenal dan kebebasan bergerak mencetuskan pasien pada Tempatkan pasien pada . infeksi. tangan steril dan beriakn sisi ini memberiakn krim antibiotika topikal media kultur untuk yang diresepkan pada area pertumbuhan bakteri. donor.Resiko tinggi Pasien bebas dari infeksi berhubungan infeksi. implementasikan perawatan Temuan-temuan ini yang ditentukan untuk sisi mennadakan infeksi. Berikan mandi baketri. Kulit setiap hari dan lepaskan yang gundul menjadi jarinagn nekrotik media yang baik untuk (debridemen) sesuai kultur pertumbuhan pesanan. pembentukan jaringan traumatik. jaringan granulasi Pertahanan baik. Teknik steril dan drainase purulen atau bau tindakan perawatan busuk dari area luka bakar. luka bakar dengan ujung jari. Dapatkan kultur luka terhadap infeksi. sisi donor dan yang diharapkan. kolam sesuai pesanan. Gunakan sarung diganti setiap 5-10 hari. status balutan di atas sisi tandur bial Pembersihan dan tandur kulit pelepasan jaringan dilakukan) setiap 8 nekrotik meningkatkan jam. penyebab sehingga terapi antibiotika yang tepat Lepaskan krim lama dari dapat diresepkan. Berikan krim secara Kulit adalah lapisan menyeluruh di atas luka. Mengikuti prinsip aseptik melindungi Bersihkan area luka bakar pasien dari infeksi.

ruangan dan berikan selimut peningkatan permeabilitas kapiler. Tempatkan radio emmenuhi kebuuthan atau televisis pada ruangan nutrisi penderita. berikan globulin imun tetanus manusia (hyper-tet) sesuai pesanan. Pasien dapat Berikan anlgesik narkotik Analgesik narkotik mendemonstrasikan yang diresepkan prn dan diperlukan utnuk hilang dari sedikitnya 30 menit sebelum memblok jaras nyeri ketidaknyamanan. penyembuhan luka dan memenuhi kebutuhan Bila riwayat imunisasi tak energi. Absorpsi obat IM buruk Kriteria evaluasi: Anjurkan analgesik IV bila pada pasien dengan luka bakar luas yang menyangkal nyeri. Gunakan skort steril. Pertahankan pintu kamar berkenaan dnegan ekspresi wajah dan tertutup. Berikan suplemen nutrisi seperti ensure atau sustacal dengan atau antara makan bila masukan makanan kurang dari 50%. kewaspadaan untuk luka bakar luas yang mengenai Melindungi terhadap area luas tubuh. nutrisi yang dapat sarung tangan dan penutup mengevaluasi paling baik kepala dengan masker bila status nutrisi pasien dan memberikan perawatan pada merencanakan diet untuk pasien. beriakn protein tinggi. Panas dan air hilang Nyeri berhubungan dengan Kerusakan kulit/jaringan. dengan nyeri berat. handuk dan skort untuk Ahli diet adalah spesialis pasien. adekuat. linen tempat tidur steril. diet tinggi kalori. luka bakar luas. ekstra untuk memberikan kehangatan. Evaluasi keefektifannya. Anjurkan NPT atau makanan enteral bial pasien tak dapat makan per oral. Nutrisi pasien untuk menghilangkan adekuat memabntu kebosanan. pembentukan edema. prosedur perawatan luka. Manipulasi jaringan cidera contoh debridemen luka.ruangan khusus dan lakukan kebosanan. tingkatkan suhu postur tubuh rileks. Gunakan tetanus. Mulai rujukan pada ahli diet. . disebabkan oleh melaporkan perpindahan interstitial perasaan nyaman.

Mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan. Siapkan untuk sirkualsi distal. Dapatkan bantuan tambahan sesuai kebutuhan. Eskarotomi (mengikis pada eskar) atau fasiotomi mungkin diperlukan untuk .Berikan ayunan di atas melalui jaringan luka temapt tidur bila diperlukan. Resiko tinggi Pasien kerusakan perfusi menunjukkan jaringan. contoh nadi perifer dapat luka bakar seputar diraba. Dokter pembedahan eskarotomi dapat mengkaji tekanan sesuai pesanan. menyebabkan hipoetrmia. sirkulasi tetap perubahan/disfungsi adekuat. pantau status neurovaskular dari ekstermitas setaip 2 jam. khususnya bila Menururnkan neyri pasien tak dapat membantu dengan mempertahankan membalikkan badan sendiri. pengisian kapiler Temuan-temuan ini buruk. Meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan pembengkakan. diperlukan. ekstremitas dengan edema. arterial/vena. bakar. jaringan untuk emnentukan kebutuhan terhadap intervensi bedah. neurovaskuler perifer berhubungan Kriteria evaluasi: dengan warna kulit normal. Pertahankan ekstermitas bengkak ditinggikan. Menghilangkan tekanan pada tonjolan tulang dependen. berat badan jauh dari linen temapat tidur terhadap luka dan menuurnkan pemajanan ujung saraf pada aliran udara. Untuk luka bakar yang mengitari ekstermitas atau luka bakar listrik. Penurunan/interupsi menyangkal kebas aliran darah dan kesemutan. Beritahu dokter dengan segera bila terjadi nadi berkurang. Tindakan Bantu dengan pengubahan eksternal ini membantu menghemat kehilangan posisi setiap 2 jam bila panas. Dukungan adekuat pada luka bakar selama gerakan membantu meinimalkan ketidaknyamanan. atau penurunan menandakan keruskana sensasi.

warna. perhatikan dasar tentang kebutuhan kerusakan jaringan nekrotik dan penanaman kulit dan permukaan kulit kondisi sekitar luka.memperbaiki sirkulasi adekuat. Lakukan program kolaborasi Area mungkin ditutupi : oleh bahan dengan . dan minyaki pemisahan graft. penyembuhan optimal. sesuai indikasi. bedah/balutan biologis. Tinggikan area graft bila mungkin/tepat. Memberikan informasi integritas kulit b/d regenerasi jaringan kedalaman luka. donor sesuai indikasi.Siapkan / bantu prosedur permukaan tembus pandang tak reaktif. Kain nilon/membran silikon mengandung kolagen porcine peptida yang melekat pada permukaan luka sampai lepasnya atau Pertahankan balutan diatas mengelupas secara area graft baru dan/atau sisi spontan kulit repitelisasi. tindakan kontrol infeksi. Menurunkan pembengkakan Cuci sisi dengan sabun /membatasi resiko ringan. penyembuhan tepat Lakukan perawatan luka waktu pada area bakar yang tepat dan luka bakar. beberapa waktu dalam sehari. Gerakan dengan krim. Graft kulit diambil dari . kemungkinan petunjuk Kriteria hasil: sekunder destruksi Mencapai tentang sirkulasi pada lapisan kulit. setelah jaringan dibawah graft dapat mengubah posisi balutan dilepas dan yang mempengaruhi penyembuhan selesai. Kerusakan Memumjukkan Kaji/catat ukuran. Menyiapkan jaringan untuk penanaman dan Pertahankan penutupan luka menurunkan resiko infeksi/kegagalan kulit. cuci. aera graft. Pertahankan posisi yang diinginkan dan imobilisasi area bila diindikasikan. Kulit graft baru dan sisi donor yang sembuh memerlukan perawatan khusus untuk mempertahankan kelenturan.

(terjemahan). Airlangga University Press. Medical Surgical Nursing. 752 . Philadelphia. Bayne.B. PT EGC. Jakarta. (1997). (1990). Jakarta. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Hal. B.L. Philadelpia. J. Edisi 9.kulit orang itu sendiri/orang lain untuk penutupan sementara pada luka bakar luas sampai kulit orang itu siap ditanam. Barbara. Sixth Edition. A Nursing Process Approach. Philadelpia. volume 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC.B. 1293 1328. Panduan Tindakan Keperawatan Klinik Praktis.Ignatavicius dan Michael. Volume I. M. F. Philadelpia.401. (1998). • . Surabaya. • Guyton & Hall. Hal.A. • Djohansjah. W. Jakarta • Hudak & Gallo. Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). Pengelolaan Luka Bakar. J. Brenda & Roth.E.J. (1997). Fifth Edition. Edisi 2 (terjemahan). Alih bahasa Ni Luh G. • Doenges M. Lippincott Campany. (1991). 357 . Penerbit Buku Kedoketran EGC. • Goodner. • Engram. Textbook of Medical Surgical Nursing. Daftar pustaka Brunner and suddart. (1991). (1999). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah.H. (1995). S. (1989). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Yasmin Asih. Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik.779. • Carpenito. Lippincott Campany. J. Saunders Company. Davis Company. al. • Donna D.L. Jakarta. Hal. (1988). PT EGC. • Carolyn. Jakarta. Critical Care Nursing. et. M. Nursing Care Plan.

infeksi.Long. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Etiologi Pada luka bakar yang paling sering panyebab yang utam antara lain karena pai. air panas.id/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan-luka-bakarcombustio/ Definisi Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak mata dengan suhu tinggi seperti api. • 1.. radiasi. yang di sebabkan kontak langsung denagn sumber panas yaitu api. air panas. Syamsuhidayat) Luka bakar adalah kerusakan secara langsung maupun yang tidak langsung pada jaringan kulit yang tidak menutup kemungkinan sampai ke organ dalam.. suhu rendah (frost bite). zat kimia.] ASUHAN KEPERAWATAN PADA pasien DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO) [. • Marylin E. (terjemahan). ledkan. arus listrik. odema paru. 2009 at 10:13 am [. radiasi. juga oleh sebab kontak dengan suhu renadah (frost bite). (1996).] http://perawat. dan sepsis serta parut hipertropik dan kontraktur. Barbara C. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. askep Luka bakar « Hanikami Oji’s Blog Says: April 23rd. (2000). tersambar petir. bahan kimia. Bandung. Doenges. Penyulit yang timbul pada luka bakar antara lain gagal ginjal akut. SIRS (Systemic Inflamatory Response Sindrom). Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. listrik. air/ uap panas. . ledakan. Perawatan Medikal Bedah. arus listrik. sengatan listrik atau gigitan hewan.. dan suhu sanagt dingin.web. [kapita selekta jilid 2] Luka bakakr adaalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam ataau tumpul.. bahan kimia. bahan kimia. perubahan suhu. radiasi. Volume I.(buku Ilmu Ajar bedah. Jakarta.

Luka bakar berat atau kritis bila : • • • • Derajat dua denagn luas lebih dari 25 % Derajat tiga dengan luas lebih dari 10% atau terdapat di muka. Selain itu faktor letak daerah terbakar. Derajat II dalam. Penyembuhan yang terjadi lebih lama tergantung pada bagian yang memiliki kemampuan reproduksi. dan tangan sulit dalam perawatannya. Derajat II (luka bakar dermis) Luka bakar derajat dua mencapai kedalaman dermis tapi masih ada elemen epitel yang tersisa seperti sel epitel basal. • Kedalaman luka bakar 1. mungkin subkulit. sehingga luka akan sembuh dengan waktu 10-21 hari. atau organ yang lebih dalam. karena mudah mengalami kontraktur. dan keadaan kesehatan penderita juga turut menentukan kecepetaan kesembuhan. leher. dan tidak ada nyeri. Bila kerusakn lebih dalam mengenai dermis subyektif dirasakan nyeri. usia. Sedang bila : • • Derajat dua dengan luas 15-25 % Derajat 3 dengan luas kurang dari 10 %kecuali muka. .Prognosis Prognosis dan penanganan luka bakar terutama tergantung pada dalam dn luasnya permukaan luka bakar dan penenganan syok hingga penyembuhan. Luka bakar pada daerah perinium. ketiak. Oleh karena itu tidak ada lgi epitel yang hidup maka untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan cangkok kulit. Koagulasi protein yang terjadi berwarna puith. kelenjar keringat. Luka bakar dengan derajat ini ditandai dengan kemerahan yang biasanay akan sembuh tanpa jaringan parut dalam waktu 5-7 hari. Derajat I (luka bakar superfisial) Luka bakar hanya terbatas pada lapisan epidermis. klenjar sebasea. Derajat III Luka bakar meliputi seluruh kedalaman kuli. • Klasifikasi luka bakar : 1. dimana kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis dan penyembuhan terjadi secara spontan dalam waktu 5-10 hari. kaki. folikel rambut. tidak ada bula. dan tangan. 2. kaki dan tangan Luka bakar disertai dengan trauma jalan nafas atau jaringan lunak luas atau fraktur Luka bakar karena lisrik 2. dimana keruskan mengenai hampir seluruh baggian dermis. Luka bakar derajat II dibedakan menjadi : • • Derajat II dangkal. 3.

Rumus tersebut tidak digunakan pada anak bayi karena luas permukaan anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih kecil. setelah 12-18 bulan jaringan parur akan matur dan warna coklat muda akan teraba lembut / lemas. perut. Dasr presentasi yang digunakan tersebut di atas adalah luas telapak tangan dianggap 1%. dengan warna berubah menjadi merah – merah tua – sampai coklat dan teraba keras. bokong = 4 X 9% perinium dan gentalia = 1% 2. Terbentuknya hipertropi jaringan parut pada luka bakar dipengaruhi oleh : • • • • • Kedalaman luka bakar Sifat kulit Usia pasien Lamanya waktu penutupan kulit Penanduran kulit Jaringan kulit menglami pembetukan secara efekif pada sebulan post luka. 2. Komplikasi 1. Hipertropi jaringan parut. punggung. Kontraktur Kontaktur dapat menyebabkan gangguan fungsi pergerakan. Beberapa tindakan yang dapat mencegah kontraltur adalah : . Ringan bila : • • • Derajat 2 dengan luas kurang dari 15 % Derajat tiga kurang dari 2% Luas luka bakar 1. Oleh karena itu digunakan rumus 10 untuk bayi dan rumus 10-15-20 dari Lund –Brounder untuk anak. yaitu : • • • • • kepala dan leher = 9% ektrimitas atas = 2X9% (kiri dan kanan) paha dan betis = 4 X 9 % (kiri dan kanan) dada.3. Perhitungan luas bakar antara lain bardasarkan rule of nine dari Wallace.

molisasi dibantu. Pressure garment adalah pakaian yang dapat memberikan tekanan yang bertujuan menekan timbulnya hipertropi scar (menghambat mobilisasi dan mendukung terjadinya kontrakatur ) Patofisiologi .• • • Pemberian posisi yang baik dan benar sejak dini Ambulasi yang dilakukan pada 2-3 kali/hari segera mungkin pada pasien yang terpasang alat invasive.

.

RBC yang rusak Elektolit terjadi penurunan calsium dan serum. peningkatan alkali phospate Serum albumin : total protein menurun.Pemeriksaan diagnostik • • • • • • • Pemeriksaan serum : hal ini dilakukan karena ada pada pasien dengan luka bakar mengalami kehilangan volume Pemeriksaan elektrolit pada pasien dengan luka bakar mengalami kehilangan volume cairan dan gangguan Na-K pump Analisa gas darah biasanya pasien luka bakar terjadi asidosis metabolisme dan kehilanga protein Faal hati dan ginjal CBC mengidentifikasikan jumlah darah yang ke dalam cairan. trombositopenia lokal. penuruan HCT dan RBC. hiponatremia . leukositosis.

dan berbaring tutup individu dengan selimut dan gulingkan pada api yang lebih kecil.• • Radiologi : untuk mengetahui penumpukan cairan paru. Untuk luka bakar kimia (bedak). bilas dengan air sebanyak mungkin dari kulit. Berikan kompres dingin untuk menurunkan suhu dari luka (es dingin menyebabkan cedera lanjut pada jaringan yang terkena ) • • untuk luka baka kimia (cairan).Berat badan (kg) X % luka bakar X 1cc Nacl . Gunakan intubasi endotrakeal dan tempatkan pada ventilasi mekanik bila gas darah arteri menunjukkan hiperkapnia berat meskipun dengan O2 suplemen 3. untuk klien denagn kecurigaan cedera inhalasi berikan oksigen dilembabkan 100% melalui masker 10 l/mnt. Tipetipe cairan yang digunakan melipuit kristaloid seperti larutan ringer laktat dan atau seperti koloid seperti albumin atau plasma. Prioritas ketiga adalah resusitasi cairan agresif untuk memperbaiki kehilangan volume plasma secara esensial setengah dari perkiraan volume cairan diberikanpada delapan jam pertama pasca luka bakar dan setengahnya lagi diberikan selama 16 jam kemudian. Terapi cairan diindikasikan pada luka bakar derajat dua atau tiga dengan luas > 25 % atau lien tidak dapat minum. Terapi cairan dihentikan bila masukan oral dapat menggantikan parenteral. inhalas asap dan menunjukkan faktor yang mendasari ECG : untuk mengetahui adanya aritmia Penalatalaksanaan 1. berguling. prioritas pertama dalam mengatasi luka bakar adalah menghentikan proses luka bakar ini meliputi intervensi pertolongan pertama pada situasi : • untuk luka bakar termal (api ) “brhenti. sikat bedak kimia dari kulit kemudian bilas dengan air untuk luka bakar listrik matikan sumber listrik pertama-tama sebelum berusaha untuk memisahkan korban dengan bahaya 2. Prioritas kedua adalah menciptakan jalan nafas yang efektif. Dua cara yang lazim digunakan untuk menghitung kebutuhan cairan pada penderita luka bakar yaitu : @ cara Evans Untuk menghitung kebutuhan pada hari pertama hitunglah : 1.

alamt. pekerjaan. 4. @ cara Baxter Merupakan cara lain yang lebih sederhana dan banyak dipakai. jenis kelamin. data pekerjaan perlu karena jenis pekerjaan memiliki resiko tinggi terhadap luka bakar agama dan pendidikan menentukan intervensi ynag tepat dalam pendekatan 2. pendidikan. Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan yang diberikan hari kedua. dan informan apabila dalam melakukan pengkajian klita perlu informasi selain dari klien.2000cc glukosa 5% Separuh dari jumlah (1). prioritas keempat adalah perawatan luka bakar : • • Pemberian setiap jam dan pemberian krim anti mikroba topikal seperti silver sulfadia (silvadene) Penggunaan berbagai tipe balutan sintetik atau balutan biologik (tandur kulit) khususnya luka bakar dengan ketebalan penuh. (3) diberikan dalam 8 jam pertama. Separuh dari jumlah cairan yang diberikan dalam 8 jam pertama. Umur seseorang tidak hanya mempengaruhi hebatnya luka bakar akan tetapi anak dibawah umur 2 tahun dan dewasa diatsa 80 tahun memiliki penilaian tinggi terhadap jumlah kematian (Lukman F dan Sorensen K. (2).C). Sebagai monitoring pemberian lakukan penghitungan diuresis. tnggal MRS. Pengkajian 1. Pada hari kedua diberikan setengah jumlah cairn hari pertama.Berat badan (kg) X % luka bakar X 1cc larutan koloid 3. Biodata Terdiri atas nama. Sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya. Untuk hari kedua diberikan setengah dari jumlah pemberian hari pertama. umur. Keluhan utama . Jumlah kebutuhan cairan pada hari pertama dihitung dengan rumus = % luka bakar X BB (kg) X 4cc. Hari pertama terutama diberika elektrolit yaitu larutan ringer laktat karena terjadi hiponatremi. sisanya diberikan dalam 16 jam.2.

7. pertolongan pertama yang dilakuakn serta keluhan klien selama menjalan perawatanketika dilakukan pengkajian. Riwayat penyakit masa lalu Merupakan riwayat penyakit yang mungkin pernah diderita oleh klien sebelum mengalami luka bakar. Resiko kematian akan meningkat jika klien mempunyai riwaya penyakit kardiovaskuler. Pola pemenuhan istirahat tidur juga mengalami gangguan. Pada pemenuhan kebutuhan nutrisi kemungkinan didapatkan anoreksia. neurologis. serta kemungkinan penyakit turunan 6. Riwayat penyakit sekarang Gambaran keadaan klien mulai tarjadinya luka bakar. Apabila dirawat meliputi beberapa fase : fase emergency (±48 jam pertama terjadi perubahan pola bak).q. quality (p. kebiasaan keluarga mencari pertolongan. Nyeri dapat disebabakna kerena iritasi terhadap saraf. Hal ini disebabkan karena adanya rasa nyeri . Riwayat psiko sosial Pada klien dengan luka bakar sering muncul masalah konsep diri body image yang disebabkan karena fungsi kulit sebagai kosmetik mengalami gangguan perubahan. time. bila edema paru berakibat sampai pada penurunan ekspansi paru. penyabeb lamanya kontak. paru. meliputi : jumlah anggota keluarga. atau penyalagunaan obat dan alkohol 5. Selain itu juga luka bakar . sesak nafas. mual.r. Pada pemeliharaan kebersihan badan mengalami penurunan karena klien tidak dapat melakukan sendiri.t). sesak nafas yang timbul beberapa jam / hari setelah klien mengalami luka bakardan disebabkan karena pelebaran pembuluh darah sehingga timbul penyumbatan saluran nafas bagian atas.Keluhan utama yang dirasakan oleh klien luka bakar adalah nyeri. fase rehabilitatif (menjelang klien pulang) 4. DM. Riwayat penyakit keluarga Merupakan gambaran keadaan kesehatan keluarga dan penyakit yang berhubungan dengan kesehatan klien. Dalam melakukan pengkajian nyeri harus diperhatikan paliatif. fase akut (48 jam pertama beberapa hari / bulan ). Pola ADL Meliputi kebiasaan klien sehari-hari dirumah dan di RS dan apabila terjadi perubahan pola menimbulkan masalah bagi klien.s. tanggapan keluarga mengenai masalah kesehatan. severe. dan muntah. 3.

edema. TTV Tekanan darah menurun nadi cepat. perubahan warna rambut setalah terkena luka bakar.juga membutuhkan perawatan yang laam sehingga mengganggu klien dalam melakukan aktifitas. • Mulut . sumbatan dan bulu hidung yang rontok. 8. adanya lesi akibat luka bakar. suhu dingin. sekret. pernafasan lemah sehingga tanda tidak adekuatnya pengembalian darah pada 48 jam pertama 3. dan takut. grade dan luas luka bakar • Mata Catat kesimetrisan dan kelengkapan. keadaan umum Umumnya penderita datang dengan keadaan kotor mengeluh panas sakit dan gelisah sampai menimbulkan penurunan tingkat kesadaran bila luka bakar mencapai derajat cukup berat 2. rasa cemas. mukosa kering. Hal ini menumbuhkan stress. Pemeriksaan kepala dan leher • Kepala dan rambut Catat bentuk kepala. kelopak mata. Pemeriksaan fisik 1. penyebaran rambut. lesi adanya benda asing yang menyebabkan gangguan penglihatan serta bulu mata yang rontok kena air panas. bahan kimia akibat luka bakar • Hidung Catat adanya perdarahan.

irama parnafasan. 7. gangguan pendengaran karena benda asing. Nilai bisa menurun bila supplay darah ke otak kurang (syok hipovolemik) dan nyeri yang hebat (syok neurogenik) . vokal fremitus kurang bergetar karena cairan yang masuk ke paru. auskultasi suara ucapan egoponi. sehingga potensi sebagai sumber infeksi dan indikasi untuk pemasangan kateter. ekspansi dada tidak maksimal. denyut nadi karotis mengalami peningkatan sebagai kompensasi untuk mengataasi kekurangan cairan 4. amati kesimetrisan otot. perdarahan dan serumen • Leher Catat posisi trakea. ireguler. kekuatan oto menurun karen nyeri 8. Pemeriksaan neurologi Tingkat kesadaran secara kuantifikasi dinilai dengan GCS. suara nafas tambahan ronchi 5. palpasi adanya nyeri pada area epigastrium yang mengidentifikasi adanya gastritis. bila terdapat luka baru pada muskuloskleletal. Pemeriksaan thorak / dada Inspeksi bentuk thorak. 6. Urogenital Kaji kebersihan karena jika ada darah kotor / terdapat lesi merupakantempat pertumbuhan kuman yang paling nyaman. Muskuloskletal Catat adanya atropi. bibir kering karena intake cairan kurang • Telinga Catat bentuk.Sianosis karena kurangnya supplay darah ke otak. Abdomen Inspeksi bentuk perut membuncit karena kembung.

rasa nyeri yang dirasanya dan lamanya kesembuhan luka Grade I : Luka bakar ini sangat ringan. Grade tersebut ditentukan berdasarkan pada keadaan luka. Prinsip pengukuran prosentase luas uka bakar menurut kaidah 9 (rule of nine lund and Browder) sebagai berikut : Bag tubuh Kepala leher Ekstrimitas atas (kanan dan kiri) Badan depan Badan belakang Ektrimitas bawah (kanan dan kiri) Genetalia 1 th 18% 18% 18% 18% 27% 1% 2 th 14% 18% 18% 18% 31% 1% Dewasa 9% 18 % 18% 18% 30% 1% Pengkajian kedalaman luak bakar dibagi menjadi 3 derajat (grade). Grade II : . Pemeriksaan kulit Merupakan pemeriksaan pada darah yang mengalami luka bakar (luas dan kedalaman luka). tanpa odema. terdapat warna merah pada kulit tidak ada vesikel. nyeri dan biasanya sembuh tanpa adanya pengobatan dalam waktu 3-7 hari. hanya mengenai lapisan epidermis.9.

resolusi odema. 1991) Diagnosa keperawatan • • • • • • • Defisit volume cairan b/d luka bakar yang luas. Kesembuhannya lama dan memerlukan tindakan skin graft (Barbara L Cristensen. urine diatas 30 ml/jam. intersisiel. Awasi tanda-tanda vital . Implementasi Dx I : defisit volume cairan b/d luka bakar yang luas. Grade III : Dalam gambaran klinis sama tetapi gambaran lepuh.Dangkal mengenai lapisan dermis. kemungkinan kontraktur sekunder terhadap luka bakar ketebalan penuh • resiko tinggi terhadap kerusakan perfusi jaringan b/d luka bakar melingkari ekstrimitas 9. TTV dalam batas normal. Intervensi 1. keluhan nyeri berkurang karena jaringan lemak. Biasanya penyembuhan agak lama 1bulan atau lebih dan terdapat jaringan granulasi Grade IV : Sudah mengenai lapisan paling dalam bahkan sampai tulang. elektrolit serum dalam batas normal. haluaran. hitam / coklat. biasanya sembuh 21-28 hari. kehilangancairan melalui rute ab normal Resiko tinggi terhadap infeksi b/d kehilangan integritas kulit yang disebabkan oleh luka bakar Nyeri b/d kerusakan kulit / jaringan. warna merah. pembentukan odema Kerusakan integritas kulit s/d adanya luka bakar dalam Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d status hipermetabolik Kerusakan pertukaran gas b/d cidera inhalasi asap / sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada dan leher Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b/d perubahan bentuk. pucat dan agak kering. tanpa disertai jaringan parut bila tidak terjadi infeksi. Kriteria Evaluasi : tak ada manifestasi dehidrasi. terdapat penumpukan cairan. tidak nyeri pada grade ini. putih. otot terkena. kehilanagn cairan melalui rute abnormal. ada bulla (lepuh). Keadaan luka kering. Timbul rasa nyeri yang hebat.

menurunkan resiko infeksi. Berikan penggantian cairan IV yang dihitung. Tekankan pentingnya teknik cuci tangan yang baik untuk semua individu yang datang kontak dengan klien R/ mencegah kontaminasi silang. Awasi pemeriksaan laboratorium (Hb. Pertahankan pencatatan komulatif jumlah dan tipe pemasukan cairan R/ mencegah ketidakseimbangan dan kelebihan cairan 4. plasma. albumin. dan membantu mencegah komplikasi. Timbang BB tiap hari R/ penggantian cairan tergantung pada BB pertama dan perubahan selanjutnya 5. . plasma.R/ memberikan pedoman untuk pengantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler 2. R/ resusitasi cairan menggantikan kehiangan cairan / elektrolit. elektrolit) R/ kebutuhan penggantian cairan dan elektrolit Dx II : resiko tinggi terhadap infeksi b/d kehilangan integritas kulit yang disebabkan oleh luka bakar Kriteria Evaluasi : tak ada pembentukan jaringan granulasi tetap bebas dari infeksi Intervensi : 1. Ht. Awasi haluaran urine dan berat jenis R/ secara umum penggantian cairan harus dititrasi untuk meyakinkan rata-rata haluaran urine 3. Implementasikan teknik isolasi yang tepat sesuai dengan indikasi R/ tergantung pada tipe dan luasnya luka 2. elektrolit. 6.

peningkatan frekuensi pernafasan. Gunakan skort. Intervensi 1. berpartisipasi dalam aktififitasdengan tepat. nafas dalam. dan teknik aseptik ketat selama perawtan luka langsung dan berikan pakaian steril / baju juga linen / pakaian R/ mencegah terpajan pada organisme infeksius 4. dll R/ memfokuskan kembali perhatian. meningkatan teknik relaksasi dan untuk meningkatkan rasa kontrol 5. pembentukan odema Kriteria Evaluasi : Melaporkan nyeri berkurang.3. ekspresi wajah rileks. karakter nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi 2. Awasi TTV untuk demam. R/ indikator sepsis memerlukan evaluasi cepat dan intervensi 6. kaji keluhan nyeri. Ambil kultur rutin dan sensitifitas luka / drainase R/ memungkinkan pengenalan dini dan pengobatan khusus infeksi Dx III : Nyeri b/d kerusakan kulit / jaringan. intensitas (skala 0-1) R/ perubahan lokasi atau intensitas. perhatikan lokasi. Awasi / batasi pengunjung bila perlu jelaskan isolasi terhadap pengunjung bila perlu R/ mencegah kontaminasi silang dari pengunjung 5. penurunan jumlah trombosit. masker. pertahankan suhu lingkungan nyaman. sarung tangan. berikan analgesik (narkotik dan non narkotik ) sesuai indikasi . berikan lampu penghangat. penutup tubuh hangat R/ pengaturan suhu dapat hilang karena luka bakar dan untuk mencegah menggigil 3. dorong penggunaan teknik manajemen strees contoh relaksasi progresi. jelaskan prosedur / berikan informasi yang tepat. khususnya pada debridemen R/ membantu menghilangkan nyeri / meningkatkan relaksasi 4.

Pertahankan posisi yang diingin kan dan immobilisasi area bila diindikasikan R/ menurunkan pembengkakan resiko pemisahan graft 5. memfokuskan kembali perhatian 7. Berikan perawatan luka bakar yang tepat dan tindakan kontrol infeksi R/ menyiapkan jaringan untuk penanaman dan menurunkan resiko terjadinya infeksi 3. Dx IV : Kerusakan integritas kulit s/d adanya luka bakar dalam Kriteria Evaluasi : • • menunjukkan regenerasi jaringan mencapai penyembuhan tepat waktu Intervensi 1. dan regenerasi jaringan Intervensi .R/ menghilangkan rasa nyeri 6. berikan aktifitas terapeutik tepat untuk usia / kondisi R/ membantu mengurangi konsentrasi rasa nyeri . 2. Tinggikan area graft bila mungkin atau tepat. Kaji ukuran. Pertahankan balutan di atas area graft baru dan atau sisi donor sesuai indikasi R/ menghilangkan robekan dari epitel baru atau melindungi jaringan sembuh Dx V : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d status hipermetabolik Kriteria Evaluasi : menunjukkan pemasukan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik dibuktikan oleh BB stabil. perhatikan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka R/ memberikan dasar informasi tentang kebutuhan penambahan kulit. warna. kedalaman luka bakar. Siapkan / bantu prosedur bedah atau balutan biologis 4. berikan tempat tidur yang nyaman sesuai dengan indikasi R/ peninggian linen dari luka membantu mengurangi rasa nyeri.

Berikan makan dan makanan kecil sedikit tapi sering R/ membantu mencegah distensi gaster atau ketidaknyamanan dan meningkatkan masukan 4. Pertahankan jumlah kalori ketat. Barikan diit TKTP dengan tambahan vitamin R/ memnuhi peningkatan kebutuhan metabolik. Latih nafas dalam dan perubahan posisi sering R/ meningkatkan ekspansi paru.1. Pastikan makanan yang disukai dan yang tidak disukai R/ meningkatkan masukan dalam tubuh. Awasi / gambarakan seri GDA R/ mengidentifikasikan kemajuan / penyimpanan dari hasil yang diharapkan . irama. sianosis R/ menentukan intervensi medik selanjutnya 2. kedalaman pernafasan. Intervensi 1. Berikan kebersihan oral sebelum makan R/ meningkatkan rasa dan membantu nafsu makan yang baik 5. bunyi nafas bersih. Dx VI : Kerusakan pertukaran gas b/d cidera inhalasi asap / sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada dan leher Kriteria Evaluasi : Frekuensi pernafasan 12-24 per jam. 6. mempertahankan BB dan mendorong regenerasi jaringan. Awasi frekuensi. timbang tiap hari R/ pedoman tepat untuk pemasukan kalori 3. tak ada kesulitan bernafas. memobilisasi dan drainase sekret 3. Auskultasi bising usus 2. warna kulit normal. GDA dalam batas normal.

4. Sediakan waktu untuk pasien dan orang terdekat untuk mengekspresikan perasaan R/ mengekspresikan perasaan membantu memudahkan koping 2. kemungkinan kontraktur sekunder terhadap luka bakar ketebalan penuh Kriteria Evaluasi : Mengungkapkan harapan realistis dari tindakan. Dx VIII : resiko tinggi terhadap kerusakan perfusi jaringan b/d luka bakar melingkari ekstrimitas . bila hipotensi takada R/ untuk memudahkan vebtilasi dengan menurunkan tekanan abdomen terhadap diafragma 5. Pertahankan posisi semi fowler. memudahkan pemeliharaan flesibilitas sendi dan tonus otot. mengungkapkan kenyataan positif tentang diri Intervensi 1. Anjurkan pernafasan dalam dengan menggunakan spirometri insentif setiap 2 jam selama tira baring R/ pernasan dalam mengembangkan alveoli. dapat menurunkan resiko atelektasis Dx VII : resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b/d perubahan bentuk. Anjurkan latihan gerak aktif setiap 2 jam R/ untuk mencegah pengencangan jaringan parut progresif dan kontraktur 3. Anjurkan klien untuk memenuhi aktifitas kehidupan sehari hari dengan bantuan perawat (sesuai dengan kebutuhan) R/ Melakukan aktifitas sehari-hari memberikan latihan aktif.

Arif. Kolaborasi dengan tim medis bila terjadi penuruan nadi.R . Doengoes.Barbara.Jakarta:Media Aesculapis 3. Untuk luka bakar melingkari ekstrimitas pantau status neurovaskuler dari ekstrimitas setiap 2 jam R/ Untuk mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan 2. Pertahankan ekstrimitas bengkak di tinggikan R/ untuk meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan pembengkakan 3. MANIFESTASI KLINIS Manifestasi klinis yang dapat dilihat berdasarkan derajat luka bakar (Mansjoer : 2000) 1. nadi perifer dapat diraba Intervensi 1.2000. Engram. C Long Barbara.Rencana Asuhan Keperawatan Medikal BedahVolume 3. Sjamsuhidayat.1997.1996. Mansjoer.2000.Jakarta :EGC 2.Rencana Asuhan Keperawatan.Bandung. menyangkal kebas dan kesemutan.Jakarta:EGC E.Kriteria Evaluasi : warna kulit normal.Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2.YIAPK 5.1998. pengisian kapiler buruk / penurunan sensasi R/ Temuan ini menandakan kerusakan sirkulasi distal Datar pustaka : 1. Grade I a.Perawatan Medikal Bedah. Marilynn E. Jaringan rusak hanya epidermis saja .Buku Ajar Bedah. Jakarta:EGC 4.

Klinis ada rasa nyeri. 2. J: 2000 2. Elisabeth. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kerusakan permukaan kulit. 7.b. 3. DIAGNOSA KEPERAWATAN Menurut NANDA : 2005-2006 1. Akan sembuh kurang lebih 7 hari Sumber : 1. kerusakan jaringan. muntah . Corwin. terutama di tangan atau kaki Perubahan mental atau suasana hati Tanda-tanda sumbatan pada saluran kemih Kejang Tremor tangan Mual. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas pembuluh darah. warna kemerahan c. 5. 6. Gejala dan Tanda Gejala-gejala yang ditemukan pada gagal ginjal akut: • • • • • • • • • • • Berkurangnya produksi air kemih (oliguria=volume air kemih berkurang atau anuria=sama sekali tidak terbentuk air kemih) Nokturia (berkemih di malam hari) Tanda-tanda kekurangan cairan (mukosa bibir kering. NANDA:2005 B. Perfusi jaringan tidak efektif berhubungan dengan keracunan CO dan cidera inhalasi. kaki atau pergelangan kaki Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan) Berkurangnya rasa. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan cidera luka bakar. Resiko tinggi terhadap cidera berhubungan dengan luka bakar. turgor kulit menurun) Pembengkakan tungkai. Nyeri akut berhubungan dengan luka bakar. Adanya hiperalgisia d. 4.

S creatin meningkat. urine < 400ml/24jam. . kelainan sedimen urine +. BUN.Oliguria : berlangsung 1 minggu sampai beberapa minggu. Bj urine rendah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful