You are on page 1of 5

COGNITIVE BEHAVIOURAL THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN

PSIKOLOGIS REMAJA GAY

Ayu Wardani
Wiwik Sulistyaningsih

Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Email: ayuwardaniusu@yahoo.com
wiwiksulistyaningsihusu@yahoo.com

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang bertujuan menguji pengaruhterapi Cognitive
Behaviour Therapy (CBT) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja gay. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh CBTuntuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Kedua subjek mengalami perubahan pada tingkat kesejahteraan psikologis dari rendah menjadi
sedang, yang menunjukkan subjek mengalami peningkatan pada kesejahteraan psikologisnya.

Kata Kunci : Kesejahteraan psikologis, cognitive behavioural therapy, gay.
perasaan akan persepsi pembentukan diri yang
PENDAHULUAN ”berbeda” dengan orang lain; (2) perasaan dan
Proses membentuk dan menemukan proses menjalani pengalaman tertarik dan
identitas seksual merupakan hal yang sulit dan terangsang dengan kehadiran individu lain
menakutkan bagi sebagian individu gay, yang memiliki jenis kelamin sama; (3)
terutama remaja yang memang berada pada perasaan sensitif terhadap stigma seputar
masa krisis. Remaja gay dihadapkan dengan kehidupan homoseksualitas; dan (4)
ketakutan ditolak oleh masyarakat sosial, kurangnya pengetahuan terkait
terutama oleh keluaga. Hal-hal tersebut homoseksualitas itu sendiri.
menimbulkan berbagai permasalahan D’Augelli (dalam Legate, Ryan, &
psikologis bagi remaja gay.Gottschalk (2007), Weinstein, 2012) menemukan bahwa proses
dalam penelitiannya terkait dampak stigma, pembentukan identitas seksualakan
diskriminasi, dan pelecehan terhadap kaum menimbulkan berbagai dampak negatif, yang
homoseksual, mengemukakan bahwa salah satunya berdampak pada kesejahteraan
kesadaran dan keyakinan individu gay atau psikologis individu. Dalam penelitian,
lesbian mengenai stereotip negatif terkait Gottschalk (2007) menemukan bahwa
seksualitasnya akan berdampak pada rasa kesadaran dan keyakinan individu gay atau
keberhargaan diri (self-worth) dan lesbian mengenai stereotip negatif terkait
kesejahteraan psikologisnya, terutama selama seksualitasnya akan berdampak pada rasa
proses pengembangan identitas seksualnya. Di keberhargaan diri (self-worth) dan
dalam penelitian ini peneliti berasumsi dengan kesejahteraan psikologisnya. Tugas-tugas yang
pemberian terapi yang tepat bisa terkait dengan perkembangan identitas
meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dalam seorang homoseksual juga dapat menuntut
hal ini terapi yang diberikan adalah Cognitive sumber psikologis dari individu dan pada
Behaviour Therapy (CBT). Melalui akhirnya dapat mengancamkesejahteraan
penelitian pra-eksperimen ini, kami berharap psikologisnya (Woolfe, 2003).
untuk memberikan bukti ilmiah pengaruh Salvin-Williams (1996) melaporkan
terapi Cognitive Behaviour Therapy (CBT) bahwa individu yang menyadari orientasi
untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis seksualnya sebagai seorang homoseksual akan
pada remaja gay. kehilangan kemampuan untuk menghormati
Menurut situs Gay & Lesbian Information dan menghargai dirinya sendiri karena hal
(2006), ada empat elemen yang berkaitan tersebut berbeda atau dipandang tidak normal
dengan konflik individu dalam membentuk oleh lingkungannya. Individu yang memiliki
identitas seksualnya sebagai gay, yaitu: (1) dugaan bahwa dirinya seorang homoseksual
49

lebih spesifik pada masing-masing aspeknya. yang poin.Terapi kesejahteraan psikologis dari tingkat rendah CBT memungkinkan individu untuk menyadari menjadi tingkat sedang. sesuai Terlebih lagi di negara dengan budaya dan dengan enam dimensi dari kesejahteraan agama yang kuat seperti Indonesia. Berdasarkan kategorisasi skala individu bukanlah dampak dari peristiwa dan kesejahteraan psikologis. Subjek merespon situasi yang penuh stres. Pada subjek B. (2000). dimensi penerimaan dirinya. subjek A mengalami situasi yang dialaminya. Hal ini hasil analisis data kelompok masing-masing kemudian mempengaruhi dimensi-dimensi subjek saat pretes dan posttest yang lainnya dalam kesejahteraan psikologis. dimana B merasa tidak mampu untuk membangun hubungan positif. A yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria menyalahkan dirinya atas ketidakmampuan tertentu. seperti depresi dan kecemasan. et al. dimana B seolah sangat 50 . Berdasarkan kemudian menimbulkan berbagai kategorisasi skala kesejahteraan psikologis. ia masih menutupinya dari homoseksual gay dan memiliki kesejahteraan masyarakat. pikiran. terutama oleh keluarga. kaum psikologis yang dikemukakannya. tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh CBT mengidentifikasi bagaimana situasi. Tinggi ≥ 283. dan pada kedua subjek. dari 167 menjadi 250. Selain itu. Subjek A mengalami Beck (dalam LaSala. Responden A.63. meningkatkan perasaan positif dengan Didasarkan pada dimensi kesejahteraan mengubah pikiran yang disfungsional dan psikologis. Hal tersebut kemudian Perbedaan hasil pretest dan posttes mempengaruhi penerimaan dirinya. 2006) menyatakan peningkatan skor sebesar 53 poin. 2008).akan berhadapan dengan pesan seksual yang kesejahteraan psikologis antara prettes dan negatif tentang perasaan seksual mereka. subjek A sangat dipengaruhi oleh perilaku individu (Cully & Teten. dari 158 bahwa distress emosional yang dialami oleh menjadi 211. menunjukkan ada peningkatan skor total skala seperti: (a) otonomi. Seperti yang dikemukakan oleh yang disusun oleh Ryff (1989) dan diadaptasi Maris. beberapa B mengalami peningkatan skor sebesar 83 individu mengalami distorsi kognitif. Ia menyadari bahwa orientasi psikologis rendah (x < 217. kesejahteraan psikologis. ini dikembangkan oleh Ryff (1989). Skala pengasingan sosial dan kekerasan fisik. ada banyak sekali stigma oleh Situmorang (2008) ke dalam Bahasa yang berlaku di dalam masyarakat terhadap Indonesia. berdasarkan seksualnya merupakan hal yang bertentangan skala Kesejahteraan Psikologis). Berdasarkan data pikiran dan perasaan yang dimilikinya. melainkan bagaimana peningkatan kesejahteraan psikologis dari mereka menerima situasi tersebut. terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis dan perilaku mempengaruhi emosi. Subjek penelitian adalah remaja meskipun menerima orientasi seksualnya pertengahan yang memiliki orientasi sebagai gay. dimana B dilihat dengan menggunakan analisa deskriptif menganggap dirinya sebagai penyebab dari kualitatif dengan membandingkan skor skala kegagalan B menjalin hubungan positif. Dalam tingkat rendah menjadi tingkat sedang. Psychological well-being self-rating kaum homoseksual. juga digunakan dalam penelitian ini menggunakan menjadi alasan bagi A menutupi orientasi psychological well-being self-rating inventory seksualnya. terutama HASIL PENELITIAN dengan pacarnya. yang posttes baik pada subjek A maupun subjek B terbukti bersifat korosif terhadap self-esteem yang menunjukkan adanya peningkatan dan psychological well-being (Wolfe. Namun karena dalam penelitian ini adalah purposive sampling tidak mampu melawan keadaan dirinya. yang kemudian mempengaruhi dimensi lainnya dalam METODE PENELITIAN kesejahteraan psikologis. permasalahan psikologis dan emosional dalam subjek B mengalami peningkatan dirinya. 2003). mempengaruhi adalah dimensi hubungan sedang: 217 ≤ X < 283. Skala ini homoseksual sering menyembunyikan memberikan gambaran kesejahteraan orientasi seksual mereka yang di cap salah psikologis individu secara umum dan secara dalam masyarakat. Jenis sampel dengan norma masyarakat. tersebut. Stigma tersebut muncul inventory merupakan skala untuk melihat dalam bentuk kekerasan verbal hingga tingkat kesejahteraan psikologis subjek. ketakutan distigma dan Skala kesejahteraan psikologis yang diasingkan. dimensi yang paling Kategori skala terdiri dari : rendah < 217. positif.

Depression and Anxiety in distress emosional yang dialami oleh individu Gay. positif dapat mengurangi pengaruh dari emosi Bartholomew. masyarakat dapat memahami bagaimana dan perilaku mempengaruhi emosi. Perbedaan ini terlihat dari 2 SARAN orang subjek penelitian yang mengikuti proses a. 2006). J. Trans and bukanlah dampak dari peristiwa dan situasi Intersex Populations. yang dialami. Lesbian. A Therapist’s situasi yang penuh stres. agar mengidentifikasi bagaimana situasi. Dalam merespon Cully. dimana B tidak mampu alami. dan kemudian memunculkan persepsi yang lebih DISKUSI positif. Aaron. (2012). Improve Wellbeing negatif. perasaan. (1995). pernyataan Beck (dalam LaSala. L. www. dimana yang terjadi pada B menyebabkan indvidu sering menunjukkan membuatnya tidak memiliki tujuan hidup dan perilaku yang tidak tepat. Report of the Task Force on rasional. Houston: Department of menimbulkan berbagai permasalahan Veterans Affairs. Memberikan pemahaman kepada subjek terapidari awal hingga akhir mengalami mengenai pentingnya mengungkapkan apa peningkatan skor skala kesejahteraan yang dirasakan dan dipikirkan kepada psikologis yang berarti terjadi peningkatan orang lain yang mereka percayai. pada remaja sebaiknya terus diberikan. menerima situasi tersebut. Mark. mengontrol persepsi negatif. psikologis dan emosional dalam dirinya. Subjek A dan subjek hanya berfokus pada kesenangan yang bisa ia B juga diajarkan untuk menilai persepsi lakukan bersama pacarnya. Selain metode rekonstruksi kognitif. Psikoedukasi dan pemberian pemahaman memungkinkan individu untuk menyadari kepada masyarakat terkait homoseksualitas pikiran dan perasaan yang dimilikinya. dimana dalam subjek B diajarkan untuk dapat menganalisa menghadapi masalah B memfokuskan pada apa hubungan antara pikiran. sebelum dan setelah pelaksanaan cognitive behavior therapy. Untuk metode APA Task Force on Appropriate Therapeutic kognitif. Untuk dapat menilai persepsi masing- untuk mengambil hikmah dari apa yang telah masing. dimana terapi CBT b. informasi. Hal ini kesejahteraan psikologis setelah mengikuti guna mengurangi perasaan negatif yang terapi. Metode yang digunakan dalam CBT mereka rasakan karena orientasi seksual mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini sangat penting bagi kedua Berdasarkan hasil penelitian terdapat subjek agar dapat memunculkan perilaku yang perbedaan tingkat kesejahteraan psikologis tepat dalam menghadapi situasi sosial. Proses ini akan membantu kedua menyelesaikan masalah tersebut. (2013). perilaku individu (Cully & Teten. dan yang bisa membuatnya merasa senang tanpa perilakunya. Washington : situasi dengan mengubah cara berpikir lebih American Psychological Association. with Helpful Thinking – All about the juga digunakan metode social perception skills “C” in CBT.au/gibli. USA: A Meridian B. yang kemudian Therapy. subjek A dan penguasaan lingkungan. 2008).org. bahwa Beyondblue. A. psikologis subjek. (2008). Dalam penelitian ini menggunakan DAFTAR PUSTAKA metode kognitif dan perilaku. melainkan bagaimana mereka Beyondblue.bergantung pada keberadaan pacarnya. (b) Selama pelaksanaan CBT. dan homoseksualitas mempengaruhi meningkatkan perasaan positif dengan kesejahteraan psikologis remaja gay serta mengubah pikiran yang disfungsional dan pengaruhnya dalam kehidupannya. dan terakhir (d) mereka terhadap situasi sosial yang mereka pertumbuhan pribadi.Penggunaan metode ini didasarkan pada Book. training sebagai intervensi perilaku CBT Neck. CBT Professionals.Cognitive Therapy and The kepada responden A dan responden Emotional Disorders. subjek diminta untuk mengubah Responses to Sexual Orientation pikiran yang irasional menjadi pikiran yang (2009). 51 . (c) tujuan subjek dalam menilai situasi sosial yang hidup. dibutuhkan keahlian untuk menyaring ia lalui. Bisexual. Menurut Gross (2007) mengubah Appropriate Therapeutic Responses to kognitif dimana individu mengevaluasi kembali Sexual Orientation. A. & Teten. pikiran. beberapa individu Guide To Brief Cognitive Behavioral mengalami distorsi kognitif.

and Transgender Youth. D. Bisexual. E. P. B. (1999). (2009). Sijabat R. Libra Publishers: Spring Journal Vol. The Journal of Contemporary Social Services. Alih Bahasa: Istiwidayanti. University of Ballarat: Journal of Rural Social Work and Community Practice Vol.S. V.B.G. K. (2007). Journal of Academic Writing. (2003). New York University. Gottschalk. Y. Bisexual. Sadock. B. 12. Journal of Counselling Psychology Quarterly. Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima). No. D. & Muzzonigro. A.Drescher. Hurlock. Jack. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Cathy. Cognitive and Environmental Interventions for Gay Males: Addressing Stigma and Its Consequences. Johns. L. & Terndrup. The Challenges and Approaches to Working with Lesbian. USA: Thompson Wodsworth. & Sadock. New York: The Guilford Press. (2003). (1993). J. A. and Questioning (LGBTQ) Young People. (2006). The Effects of Traditional Family Values on the Coming Out Process of Gay Male Adolescents. (2002). Gay. 52 . M. E. Ritter. 2007. Coping with Stigma: Coming Out and Living as Lesbians and Gay Men in Regional and Rural areas in the Context of Problems of Rural Confidentiality and Social Exclusion. Kaplan and Sadock’s Synopsis of Psychiatry Behavioral Sciences.M. 28. (2009). Soedjarwo. Transgender. I. Contemporary Behavior Therapy. Newman. C. Minority Stress and Health: Implications for Lesbian. Spiegler. M. M. C. Gay. Handbook of Affirmative Psychotherapy with Lesbians and Gay Men. Kelleher. Jakarta: Erlangga. & Guevremont. The Psychology of The Closeted Individual and Coming Out. LaSala. 2.

53 .