You are on page 1of 15

BAHAN AJAR

Sekolah : SMK Indonesia
Mata Pelajaran : Sistem Pengendali Elektronik (C3)
Kelas/Semester : XII/I
Materi Pokok : Teknik Kontrol (Kendali)
Alokasi Waktu : 1 JP (45 menit)

A. Tujuan Pembelajaran:
1. Pengetahuan:
a. Produk
1) Setelah pelajaran ini berakhir, siswa dapat menjelaskan pengertian system
kontrol dengan mengerjakan soal terkait di LP 3 minimal nilai sama dengan
KKM.
2) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa mampu mengklasifikasi
teknik control berdasarkan gambar blok diagram dengan mengerjakan soal
terkait LP 3 minimal nilai sama dengan KKM.

b. Proses
Siswa diharapkan dapat menjelaskan langkah-langkah pembuatan gambar blok
diagram teknik control terbuka (open loop) dan teknik control tertutup (close loop)
dengan mengerjakan evaluasi yang terkait dengan LP 4 minimal nilai sama dengan
KKM.

2. Keterampilan:
Dengan menggunakan peralatan praktikum yang telah disediakan siswa dapat
mempraktekkan langkah-langkah pembuatan gambar blok diagram teknik control
terbuka (open loop) dan teknik control tertutup (close loop) sesuai rincian tugas
kinerja di LP 5 minimal nilai sama dengan KKM.

B. Kompetensi Dasar
3.1. Menerapkan lingkup teknik control berdasarkan gambar blok diagram.
4.1. Membuat gambar blok diagram teknik control terbuka (open loop) dan teknik control
tertutup (close loop).

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Pengetahuan
a. Produk
3.1.1. Menjelaskan pengertian teknik kontrol
3.1.2. Menjelaskan klasifikasi teknik control berdasarkan gambar blok diagram

b. Proses
3.1.3 Menjelaskan langkah-langkah pembuatan gambar blok diagram teknik control
terbuka (open loop) dan teknik control tertutup (close loop).

Keterampilan 4. Sistem kontrol berkaitan dengan proses pengaturan atau pengendalian terhadap satu atau lebih besaran (variabel. Alasan mengapa industri menggunakan sistem kontrol otomatis dalam proses produksinya adalah: 1. Tujuan keseluruhan dari pabrik tersebut adalah untuk mengubah sekumpulan bahan baku tertentu (input) menjadi produk yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya energi yang tersedia.1 Mempraktekkan langkah-langkah pembuatan gambar blok diagram teknik control terbuka (open loop) dan teknik control tertutup (close loop). D. dengan cara yang efektif dan efisien. 2. pemrosesan akhir) yang terintegrasi satu sama lain secara sistematik dan rasional. Uraian Materi: Penggalan Materi 1 KONSEP DASAR SISTEM KONTROL A. Sistem pengaturan berkaitan dengan hubungan timbal balik antara komponen-komponen yang membentuk suatu konfigurasi sistem yang memberikan suatu hasil yang dikehendaki berupa respon. Sistem pengendalian atau teknik pengaturan dapat juga didefinisikan sebagai suatu usaha atau perlakuan terhadap suatu sistem dengan masukan tertentu guna mendapatkan keluaran sesuai dengan yang diinginkan. Industri atau pabrik merupakan kumpulan dari unit-unit proses produksi (pemilihan bahan baku. Agar proses-proses produksi berjalan sesuai dengan target-target yang ditentukan. pemrosesan awal. Sistem kontrol terdiri dari komponen-komponen fisik dan non fisik yang disusun sedemikian hingga mampu berfungsi sesuai dengan tujuan yang diinginkan. maka proses itu harus dikontrol secara otomatis. Blok Diagram Sistem Kontrol Secara Umum Sistem kontrol atau sistem kendali atau sistem pengaturan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa elemen sistem yang bertujuan untuk melakukan pengaturan atau pengendalian suatu proses untuk mendapatkan suatu besaran yang diinginkan. parameter) sehingga berada pada suatu nilai pada range tertentu sesuai dengan yang diinginkan (set point). pemrosesan lanjut. Fokus perusahaan-perusahaan kelas dunia bagaimana menjamin keselamatan kerja bagi tenaga kerjanya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan sistem kontrol proses produksi . Pengertian Sistem Kendali (Kontrol) Gambar 1. Keselamatan kerja merupakan prioritas utama industri agar produk atau jasanya dapat diterima di dunia global. Menjamin keselamatan (safety) baik bagi tenaga kerja maupun peralatan yang digunakan.1.

Untuk dapat menghasilkan produk berkualitas yang memenuhi standar internasional dibutuhkan peralatan produksi yang baik dengan sistem kontrol yang handal. Menjaga dan memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan. . dan sebagainya. 3. 1. Oleh karena itu industry perlu menggunakan mesin-mesin produksi yang berkualitas dengan sistem kontrol yang baik sehingga mampu meminimasi pencemaran terhadap lingkungan. modal. Selain pekerja. kolom distilasi seharusnya tidak terjadi banjir (flood). energi. keuntungan yang maksimum. Hal ini berarti industri dituntut untuk melakukan proses produksi yang tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis peralatan yang digunakan dalam sebuah pabrik memiliki batasan (constraint) yang inherent untuk operasi peralatan tersebut. maka perlu dilakukan pemodelan (modeling). yakni dengan membuat suatu persamaan differensial fungsi waktu (dinamik). harus seekonomis mungkin dalam konsumsi bahan baku. Oleh karena itu. Contohnya pompa harus menjaga net positive suction head tertentu. Agar studi proses berhasil dengan baik. Jenis Sistem Kontrol Secara umum. Lembaga sertifikasi ISO telah menetapkan standar lingkungan pada produk ISO 2008: 17000 yang mengatur tentang prosedur proses produksi yang ramah lingkungan. 4. sehingga terjadi biaya operasi yang minimum. 5. penggunaan sistem kontrol otomatis juga bertujuan melindungi peralatan dan perlengkapan produksi yang harganya sangat mahal. suhu pada sebuah reaktor katalitik seharusnya tidak melebihi batas atasnya sehingga katalis menjadi rusak. Ekonomis Operasi sebuah pabrik harus sesuai dengan kondisi pasar. Selain kualitas dan keselamatan kerja. 2. Oleh karena itu industri banyak berinvestasi untuk mengadakan berbagai macam sistem kontrol agar dapat memenuhi tuntutan kualitas produknya. dan tenaga kerja. yakni ketersediaan bahan baku dan permintaan produk akhirnya. Hal ini membutuhkan pengontrolan kondisi operasi pada tingkat yang optimum. Proses berlangsung sesuai dengan batasan-batasan operasinya. sistem kontrol dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu: 1) sistem kontrol loop tertutup (Close loop system) dan 2) sistem kontrol loop terbuka (Open loop system). Batasan-batasan itu seharusnya terpenuhi di seluruh operasi sebuah pabrik. Tuntutan konsumen akan suatu produk atau jasa adalah kualitas produk yang memenuhi standar. tuntutan masyarakat dunia terhadap industri adalah adanya tuntutan proses produksi harus ramah lingkungan. Sistem kontrol lup Terbuka (Open-loop Control System). tangki seharusnya tidak overflow atau menjadi kering. B. otomatis dengan meminalkan kerja manusia pada daerah-daerah kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Menjaga dan meningkatkan kualitas produk sesuai dengan spesifikasi (standar) yang telah ditetapkan pada keadaan yang kontinyu dan dengan biaya minimum.

sehingga kontrol . Sistem kontrol lup terbuka merupakan salah satu jenis sistem kontrol yang banyak digunakan untuk pengendalian parameter yang digunakan dalam peralatan rumah tangga maupun industri. Dengan aksi kontrol ini asumsinya pakaian yang dicuci akan bersih. Sistem control lup terbuka termasuk dalam sistem kontrol manual dimana proses pengaturannya dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati keluaran secara visual. Secara sederhana blok diagram sistem kontrol terbuka dapat dijelaskan sebagai berikut: Gambar 2. pencucian dan pembilasan tidak dilakukan pengukuran terhadap outputnya yaitu apakah pakaian yang dicuci sudah bersih atau belum. Proses yang dilakukan oleh mesin cuci yang meliputi perendaman. jadi keluarannya tidak diukur atau diumpan balikan untuk dibandingkan dengan masukan. Perubahan ini dilakukan secara manual oleh operator setelah mengamati hasil keluarannya melalui alat ukur atau indicator.  Cocok untuk diterapkan pada proses yang keluarannya sukar diukur /tidak ekonomis Proses pemanggangan roti pada industri makanan sangat sulit untuk membuat sensor apakah roti tersebut sudah matang atau belum. Mekanisme kerja hanya berpedoman pada waktu. Sistem kontrol itu sendiri bekerjanya secara open loop. kemudian dilakukan koreksi variable-variabel kontrolnya untuk mempertahankan hasil keluarannya. Contoh sederhana dari sistem kontrol lup terbuka adalah mesin cuci. Digram Sistem Kontrol Lup Terbuka Sistem kontrol lup terbuka mempunyai beberapa kelebihan yaitu:  Konstruksinya sederhana dan perawatannya mudah  Lebih mudah dibuat dan lebih murah  Tidak ada masalah kestabilan berkaitan dengan menyimpangnya nilai output yang menjauh dari set poin. jumlah air dan jumlah deterjen. Sistem kontrol lup terbuka adalah sistem kontrol yang keluarannya tidak berpengaruh pada aksi pengontrolan. artinya sistem kontrol tidak dapat melakukan koreksi variable untuk mempertahankan hasil keluarannya.

Kelemahan sistem kontrol terbuka  Gangguan dan perubahan kalibrasi Karena tidak ada umpan balik maka jika ada gangguan pada plant maka sistem kontrol akan cenderung mengalami kesalahan. Kontrol lup tertutup termasuk dalam sistem kontrol berumpan balik dimana sinyal kesalahan penggerak merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan-balik. Blok Diagram Sistem Kontrol lup tertutup Sistem kontrol lup tertutup bekerja secara otomatis dalam rangka mencapai keluaran sesuai dengan set point. mengapa plant proses atau bangunan memerlukan kontrol secara otomatis: 1. Gambar 3. tertuka akan ekonomis.  Untuk menjaga kualitas yang diinginkan perlu kalibrasi ulang dari waktu ke waktu 2. Sistem kontrol lup Tertutup (Close-loop Control System). Sistem control lup tertutup merupakan sistem kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan. Selain itu pada plant/proses yang berbahaya perlu dikendalikan secara otomatis untuk menjaga keselamatan tenaga kerja dan . Proses pencucian pakaian pada mesin cuci juga sangat sulit untuk mengukur apakah pakaian sudah bersih atau belum sehingga digunakan sistem kontrol lup terbuka dengan menggunakan timer atau konter. Contoh sistem control level Secara sederhana blok diagram sistem kontrol terbuka dapat dijelaskan sebagai berikut: Gambar 4. Keamanan (Safety) Pada proses produksi yang mempunyai tingkat kerumitan atau kompleksitas yang tinggi dibutuhkan cara otomatis guna menghasilkan kualitas produk yang homogen. Terdapat tiga alasan utama.

2. Proses atau Plant Proses atau plant adalah proses produksi yang berlangsung di industri yang terdiri dari seperangkat peralatan atau mesin yang bekerja bersama-sama. Ketelitian (Accuracy) Untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar dibutuhkan sistem kontrol otomatis yang mampu menjamin proses produksi dapat berjalan sesuai dengan perencanan. Pengaturan kecepatan aliran air pada saluran PDAM. pengaturan tekanan pada sistem distribusi gas di PT Pertamina.  Kestabilan merupakan persoalan utama karena cenderung terjadi kesalahan akibat koreksi berlebihan yang dapat menimbulkan osilasi. pemasakan air menjadi uap air pada boiler. pengaturan temperatur pada proses pasteurisasi di pabrik susu dan contoh lainnya. 3. Pengunaan sistem kontrol otomatis mampu mencegah kegagalan proses sehingga meminimasi atau menghilangkan cacat produk sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan efekstivitas kerja dan efisiensi penggunaan sumber daya. Contoh dari plant adalah vessel yang digunakan pada proses di industri.  Membutuhkan komponen-komponen dengan ketelitian tinggi dan relatif mahal. Sehingga dibutuhkan sistem kontrol otomatis.  Sistem kontrol loop tertutup mempunyai kelebihan hanya jika terdapat gangguan/perubahan yang tidak dapat diramal pada komponen sistem  Penggunaan umpan-balik membuat respon sistem relatif kurang peka terhadap gangguan eksternal dan perubahan internal pada parameter sistem. peralatan dari kondisi gangguan yang dapat membahayakan peralatan dan manusia. Pada industri yang memproduksi barang dan jasa dengan tingkat ketelitian yang tinggi diperlukan Plant atau proses harus bekerja secara mantap (steadily). Komponen-komponen sistem kontrol terdiri dari: 1. Kelebihan:  Menggunakan aksi umpan balik untuk memperkecil kesalahan sistem. Kekurangan:  Dapat digunakan komponen-komponen dengan ketelitian lebih rendah dan murah untuk mendapat pengendali plant dengan teliti yang tidak mungkin diperoleh pada sistem loop terbuka. Sensor Transduser dan Transmitter . dapat diprediksi (predictably) dan bekerja dengan tingkat perulangan (repeatably) yang handal tanpa fluktuasi atau kegagalan yang tidak terencana. 2. yang digunakan untuk melakukan suatu operasi tertentu. Komponen Sistem Kontrol Sistem kontrol merupakan kesatuan dari berbagai komponen yang saling berkaitan untuk menghasilkan tujuan sistem. C. Stabilitas (Stability).

3. Sinyal analog digunakan untuk mendeteksi proses yang berlangsung secara kontinu sedangkan sinyal analog digunakan untuk mendeteksi proses yang diskrit (On/Off). Transmiter adalah bagian dari sistem kontrol yang berfungsi untuk mengirimkan data hasil bacaan sensor terhadap proses yang dimonitor kepada kontroler. yaitu:  Sinyal Pneumatik Sinyal pneumatik digunakan pada aplikasi sistem kontrol proses di industry seperti pada sensor tekanan. sensor kecepatan putaran motor dengan Tacho generator. sensor level dengan ultrasonic dan lain sebagainya. Fieldbus. Kontroler dapat digerakkan dengan sinyal listrik. Modbus. pneumatik (tekanan udara). Device Net. Transduser adalah bagian dari sensor yang bekerja untuk melakukan proses transduksi atau pengubahan sinyal. sensor laju aliran fluida dengan venturi meter. Kontroler dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber energi yang dipergunakan untuk menggerakkannya. Sinyal elektrik terdiri dari 2 buah sinyal yaitu sinyal analog dan digital. hidrolik (oli) atau mekanik. Pada umumnya sensor elektrik menggunakan arus listrik dengan nilai 4 . Sensor adalah komponen sistem kontrol yang berfungsi sebagai alat indera untuk mendeteksi kondisi proses. Penggunaan sinyal digital dalam sistem kontrol dapat meningkatkan kecepatan.20 mA atau tegangan dari dengan nilai 0 – 5 Volt. beberapa sensor menggunakan sinyal elektrik dalam proses pengiriman ke kontroler. Integral dan Derivatif) . Ada tiga jenis sinyal yang digunakan pada industri proses saat ini. Beberapa sinyal digital diantaranya adalah HART (High Address Remote Transduser). Kontroler Kontroler merupakan otak dari sistem kontrol yang bertugas untuk memberikan perintah kepada aktuator (Final Control Elemen) untuk melakukan aksi agar output sesuai dengan yang diharapkan (set point). sesnor kecepatan fluida (flow) dan sensor level menggunakan prinsip DP (Differensial Pressure)  Sinyal elektrik (Analog) Selain pneumatik. sensor tekanan dengan tabung bourdon. Ada beberapa tipe kontroler yang biasa digunakan dalam sistem kontrol otomatis yaitu  Kontroler On/Off  Kontroler berbasis waktu (Timer)  Kontroler berbasis counter  Kontroler PID (Proporsional.  Sinyal digital Seiring dengan perkembangan teknologi elektronika digital. sekarang ini banyak digunakan sinyal digital dalam mentransmisikan sinyal-sinyal kontrol. Contoh dari sensor adalah sensor suhu dengan menggunakan termokopel atau RTD (Resistant Thermal Detector). Provibus dan OPC. keamanaan dan kemudahan dalam integrasi pada sistem kontrol.

Masukan ON atau OFF mengakibatkan terjadinya proses pada suatu pengendalian saklar listrik sehingga sistem bekerja sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Gambar 5. Kontrol ON/OFF Aplikasi sistem pengaturan yang paling sederhana adalah kendali dua kondisi atau kendali ON/OFF. Recorder Pada sistem kontrol modern.  Kontroler Adaptif  Kontroler Cerdas (Fuzzy. seringkali dilengkapi dengan kemampuan untuk menyimpan data-data parameter proses dalam sebuah recorder. menyalakan TV. 5. Keadaan ON/OFF (hidup atau mati) merupakan masukan. Selain kondisi peralatan listrik menyala. atau mati. Aplikasi Sistem Kontrol 1. sedangkan mengalir dan tidak mengalirnya arus listrik merupakan keluaran dari aksi kontrol yang dilakukan. Neural Network. Sistem kontrol ON/OFF pada contoh di atas dilakukan dengan aktivitas menghidupkan dan mematikan saklar yang dapat menyebabkan adanya situasi hidup atau mati pada suatu piranti yang dikendalikan. Algortitma Genetika)  Dll 4. Sistem kontrol level D. yaitu listrik menyala atau mati. Aktuator dapat berupa motor listrik atau valve yang akan melakukan aksi manupulasi putaran. Aktuator atau Final Control Element (FCE) Aktuator merupakan bagian dari sistem kontrol yang bertindak sebagai eksekutor untuk mengubah parameter kontrol agar didapatkan output sesuai dengan setpoint. Kegunaan recorder adalah untuk mendapatkan data historian dari parameter proses sepanjang waktu guna melakukan analisis proses. buka/tutup sesuai dengan perintah dari kontroler. terkadang ada juga kondisi dimana saklar pada posisi ON . Radio dan peralatan listrik lainnya. Contoh nyata sistem control ON/OFF dapat dijumpai di rumah seperti pada saklar untuk menyalakan lampu.

2. output (keluaran). beberapa proses terkadang dikendalikan dengan menggunakan pewaktu atau timer. Untuk itu digunakan sistem kontrol berbasis konter yang mampu bekerja secara otomatis berdasarkan perhitungan angka tertentu. WHILE. 4. Dalam suatu sistem kontrol. pencucian. Tanggapan ini bisa sama dengan masukan atau mungkin juga tidak sama dengan tanggapan pada masukannya. Mesin cuci juga menggunakan timer untuk mengendalikan proses perendaman. FOR dan logika lainnya. ada beberapa aspek yang tidak bisa lepas yaitu input (masukan). Output adalah tanggapan sebenarnya yang didapatkan dari suatu sistem kendali. Kontrol Berbasis Logika Matematika. Contoh sistem kontrol yang menggunakan konter adalah proses penggulungan kain. maka mesin potong akan bekerja untuk memotomh benda kerja dan selanjutnya apabilan sudah selesai maka mesin akan kembali ke posisi semula. Kontrol Berbasis Even Driven Sistem kontrol berbasis even atau kejadian banyak diterapkan dalam kontrol proses di industri. Apabila benda kerja menabrak limit switch. 3. 5. pengeringan dan proses lainnya. Proses pemotongan kayu dengan menggunakan mesin potong yang dikontrol dengan menggunakan limit switch merupakan salah satu contohnya. Tiap satu gulungan kain akan memiliki jumlah gulungan tertentu sehingga proses penggulungan atau pengepakan kain dalam bentuk gulungan dapat dikendalikan secara otomatis. tetapi peralatan yang dikontrol tidak bekerja. sistem (plan) dan proses. Secara . Sistem kontrol dengan timer menggunakan timer atau alat yang mampu mengitung waktu sebagai dasar untuk menjalankan atau mematikan suatu proses. Hal ini menunjukkan adanya suatu kesalahan pada sistem kontrol tersebut.00 lampu jalan akan mati secara otomatis. Operasi logika seperti IF THEN. Input adalah rangsangan dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem kendali untuk memperoleh tanggapan tertentu dari sistem pengaturan. Contoh proses lainnya adalah pada proses pengadukan makanan yang memerlukan berapa jumlah pengadukan setelah itu baru dilakukan proses lainnya. Kontrol Berbasis Timer Selain sistem kontrol ON/OFF. Contoh lain adalah pemanas Oven menggunakan prinsip waktu untuk melakukan proses pemanggangan makanan. Kontrol Berbasis Counter Beberapa proses di industri ada yang menggunakan dasar menggunakan konter atau perhitungan angka. Pada jam 18. Sistem kontrol proses terkadang juga menggunakan logika matematika untuk mengendalikan prosesnya. Contoh sederhana dari kontrol dengan timer adalah system kontrol ON/OFF lampu jalan dengan menggunakan Timer.00 lampu jalan akan otomatis menyala dan sebaliknya pada jam 06.

Contoh Aplikasi kendali loop tertutup:  Pengkondisi udara (AC)  Antilock breaking system . freezer dan mesin cuci. terjadi proses pengukuran terhadap besarnya arus listrik pada suatu rangkaian lalu dibandingkan dengan kapasitas maksimal. sistem kontrol untuk menghidupkan dan mematikan televisi/radio/tape. 2) Sistem Kontrol Buatan. kendali pada mainan anak -anak. sistem kendali pankreas dan kadar gula dalam darah. motor atau mobil. Fuse merupakan alat proteksi yang digunakan untuk memutus arus listrik jika terjadi hubung singkat pada rangkaian. pengaturan pada kendali suhu ruangan ber -AC. Gambar 6. Fuse dipasang pada instalasi listrik PLN atau peralatan elektronik.sederhana hubungan antara input. dapat digambarkan dengan sebuah perangkat yang tidak asing lagi dalam dunia kelistrikan yaitu fuse atau sekering. Contohnya pengendalian suhu tubuh manusia. sistem pengendalian Untuk menggambarkan sistem pengendalian. mekanisme buka-tutup pada jantung. proses dan output dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini. Fuse akan bekerja jika arus yang mengalir pada rangkaian listrik melebihi batas elemen lebur yang biasanya terjadi karena beban lebih atau arus hubung singkat. sistem pengaturan adrenalin. Pada prinsip kerja fuse. Contohnya yaitu mekanisme on-off pada saklar listrik. sistem syaraf. Contoh di atas menggambarkan sistem kendali yang terjadi secara otomatis. Ada tiga jenis sistem pengaturan dasar yakni 1) Sistem Kontrol Alamiah. disamping itu pengendara juga mengatur kecepatan berkendara dengan mengatur putaran mesinnya yang merupakan komponen buatan. 3) Sistem Kontrol yang Komponennya Buatan dan Alamiah Contohnya adalah pengendalian ketika orang mengendarai sepeda. dan sistem kendali lainnya yang ada pada makhluk hidup. mekanisme buka- tutup pada keran air. Pengendara senantiasa mempergunakan matanya sebagai komponen alamiah untuk mengamati keadaan. dan selanjutnya melakukan langkah koreksi dengan cara memutus arus jika arus yang mengalir melebihi batas maksimalnya. sistem peredaran darah. serta kendali perangkat elektronik seperti pada kulkas.

 Fly by wire system Contoh aplikasi system control loop terbuka:  Lampu lalu lintas  Kipas angin  Mesin cuci .

Seorang operator (KONTROLER) bertugas untuk mengatur aksi buka tutup katup (AKTUATOR) pada saluran uap panas. Air yang akan dipanaskan disimpan dalam tangki air (PLANT). . Perhatikan diagram skematik sistem pemanasan air pada gambar 7 berikut. Gambar 7. Menuliskan algoritmanya. A. Sistem Pemanasan Air Skema tersebut memperlihatkan sistem pengaturan yang bertujuan untuk memperoleh air panas dengan suhu tertentu. hampir seluruh sistem dikendalikan secara elektronis dan terkomputerisasi. 2. Mekanisme pemanasan air dilakukan dengan mengalirkan uap panas ke dalam saluran uap panas yang selanjutnya uap panas ini akan memanaskan air dingin yang masuk ke dalam tangki. Algoritma kontrolnya adalah apabila suhu air panas kurang dari yang diinginkan maka buka katup saluran uap. Sebuah termometer (SENSOR) digunakan untuk mendeteksi besar suhu air panas yang dihasilkan. Dalam merealisasikan sistem yang dikendalikan dengan komputer maka penambahan komponen pengubah dari sinyal analog ke digital dan sebaliknya mutlak diperlukan untuk menjamin keberlangsungan proses dalam sistem tersebut. Prosedur Pembuatatan Gambar Blok Diagram Terbuka Contoh 1: Pemanasan air 1. Sistem kontrol tersebut dapat gambar diatas melalui diagram blok berikut. sebaliknya jika suhu air panas lebih dari yang diinginkan maka tutup katup saluran uap. Peran manusia menjadi hanya sebagai operator.Penggalan Materi 2 Membuat Gambar Blok Diagram Teknik Kontrol Terbuka Dan Tertutup Dewasa ini dengan kemajuan teknologi dalam bidang elektronika dan komputer.

kita tidak dapat mengatakan sistem ini sebagai SKL-tutup. Gambar 8. maka fungsi operator harus diambil alih oleh peralatan elektronika pemroses keputusan (misalnya komputer atau mikrokontroler) serta rangkaian penggerak (driver) pemutar buka tutup katup. Diagram blok sistem pemanasan air (diagram blok terbuka) Meskipun ada sensor berupa termometer pada sistem ini. Algoritma kontrolnya adalah buka kran air apabila tinggi permukaan air turun dan tutup kran air apabila tinggi permukaan air lebih dari yang diinginkan. yang ingin diatur adalah tinggi permukaan air dalam tangki (PLANT). Seorang operator (KONTROLER) bertugas membuka tutup kran air (AKTUATOR) untuk menjaga tinggi permukaan air yang tetap. Dalam sistem ini. Pengaturan tinggi permukaan air . Bentuk diagram blok sistem kontrol lingkar tertutup untuk sistem pemanasan air ini diperlihatkan pada gambar 9: Gambar 9. Gambar 10. Dengan kata lain. Selain itu sensor elektronis juga menjadi kebutuhan untuk menjamin tersedianya informasi keluaran yang terus-menerus. Diagram blok sistem pemanasan air secara otomatis diagram blok (tertutup) Contoh 2. karena data suhu tidak diproses langsung oleh sistem tetapi diproses melalui operator. 3. intervensi operator menyebabkan berlangsungnya proses dalam sistem. Apabila diinginkan menjadi sistem kontrol lingkar tertutup. Pengaturan tinggi permukaan air Gambar berikut adalah secara skematik memperlihatkan pengaturan tinggi permukaan air.

jika sensor depan mendeteksi adanya penghalang. Jika di kiri tidak ada penghalang. dan motor stepper difungsikan untuk menggerakkan rodanya. Selain itu. Mobile Robot Mobile robot secara sederhana didefinisikan sebagai robot yang bergerak sendiri mengikuti jalur (path) yang diinginkan untuk menghindari rintangan. mikrokontroler digunakan sebagai pengaturnya.Disini yang berfungsi sebagai sensor adalah mata sang operator yang selalu melihat tinggi permukaan air. maka sensor samping (kiri dan kanan) akan mendeteksi ada atau tidak penghalang. maka robot berbelok ke kiri. Diagram blok sistem kontrol lingkar terbuka untuk sistem ini dapat digambarkan dalam bentuk berikut: Gambar 11. Prototipenya diperlihatkan dalam gambar 12. maka dia berbelok ke kanan. Cara kerjanya adalah sebagai berikut. maka robot bergerak mundur. Robot berjalan dalam arah lurus ke depan. Diagram blok pengaturan tinggi air Contoh 3. Prototipe mobile robot Prototipe mobile robot tersebut dilengkapi dengan sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak dirinya ke penghalang di depan. samping kiri. sebaliknya jika penghalangnya di kiri. Sedangkan jika penghalang juga berada di kiri dan kanan. dan kanannya. . Gambar 12.

Bambang. Gambar 13. kontrol otomatis pada mobile robot Penggalan Materi 3 Siswa disuruh mempraktekkan sesuai dengan urutan langkah kerja pada penggalan materi 2. D.com/2014/06/12/tugas-3-loop-terbuka-dan-loop-tertutup/ Riyanta.com/2012/08/diagram-blok-sistem-kontrol. Rujukan Buku teknik control SMK/MAK kelas XI http://www.artikel.wordpress. Teknik Mesin UMY .abajadun.html https://sitfamz. Diagram blok sederhana untuk menggambarkan sistem tersebut diperlihatkan pada gambar 13. Modul Perkuliahan Teknik Kendali.