You are on page 1of 2

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah penulis membahas bab demi bab dari kasus asuhan keperawatan

Klien Nn. C dengan Fraktur Klavicula, maka penulis dapat menarik beberapa

kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengkajian yang dilakukan sesuai dengan 11 pola gordon yaitu terutama pada

pola persepsi kognitif, aktivitas dan latihan dan pola nutrisi & metabolisme.

2. Setelah melakukan pengkajian maka penulis menegakkan tiga diagnosa

diagnosa keperawatan, yaitu : Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisk,

Hambatan mobilitas berhubungan dengan gangguang musculoskeletal, Resiko

infeksi berhubungan dengan trauma jaringan (proses invasiv).

3. Intervensi keperawatan dilakukan untuk mencapai berkurang/ hilangnya rasa

nyeri dengan skala (0-1), melatih/ mengembalikan mobilitas klien seperti sedia

kala, melakukan perawatan luka untuk mencegah masuknya bakteri dan

mikroorganisme sehingga tidak terjadinya infeksi.

4. Implementasi keperawatan dilakukan dengan pemberian obat analgetik, latihan

motorik, melakukan perawatan luka dan pemberian obat antibiotic.

5. Evaluasi keperawatan didapatkan hasil untuk masalah nyeri, hambatan mobilitas

dan resiko infeksi dapat teratasi.

B. SARAN

Didalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan Fraktur

Klavicula. Perawat sebagai care giver, paling utama dalam memenuhi kebutuhan
rasa nyaman klien. Untuk memenuhi rasa nyaman ini, sebagai perawat yang dapat

dilakukan antara lain memastikan pemberian tindakan keperawatan dan pengobatan

yang adekuat dalam manajement dan memiliki pengetahuan yang luas tentang

fraktur agar dapat memberikan penanganan segera pada klien dengan fraktur.

Sebagai health educator adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada

klien dan kerluarga untuk menghindari dan memperhatikan penyebab-penyebab

terjadinya fraktur, agar dapat mengurangi terjadinya fraktur.