You are on page 1of 5

SOAL – SOAL UJIAN KEGAWARDARURATAN MID SEMESTER IV ( GENAP ) AKADEMI KEBIDANAN MEDAN

DAN AKADEMI KEBIDANAN MEDAN T.A 2010/2011

1. Tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernafasan korban gawat darurat disebut dengan :
a. Henti nafas .
b. Henti jantung
c. Henti otak
d. Henti sirkulasi darah
e. Heart Coronary Syndrom
2. Pada kasus diatas , tindakan yang harus dilakukan adalah :
a. Bantuan hidup dasar
b. Initial assesesment
c. SPGD T ( Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu )
d. Therapy shock
e. Exposure
3. Henti sirkulasi ini dapat dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen.
a. Henti nafas
b. Henti jantung
c. Henti otak
d. Heart Coronary Syndrom
e. Anastesi
4. Yang bukan indikasi dilakukan RJP ( resusitasi Jantung Paru ) adalah :
a. Pasien dengan sumbatan jalan nafas
b. Pasien dengan depresi pernafasan
c. Penyakit jantung
d. Trauma
e. Sinkope
5. Bantuan hidup dasar merupakan bagian dari pengelolaan gawat darurat medic yang bertujuan ,
kecuali :
a. Mencegah berhentinya sirkulasi.
b. Mencegah berhentinya respirasi.
c. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi.
d. Ventilasi dari korban yang mengalami henti jantung melalui RJP
e. Memastikan klien sudah meninggal.
6. Hal – hal yang perlu dicurigai terhadap cedera servikal adalah bila , kecuali :
a. Cedera kepala disertai penurunan kesadaran.
b. Ada luka dari klavikula keatas.
c. Setiap pasien dengan multi trauma.
d. Biomekanika mendukung .
e. Pasien masih sadar.
7. Jika BB adalah 60 kg , maka oksigen yang dibutuhkan adalah :
a. 240 – 340 ml.
b. 260 – 360 ml
c. 360 – 480 ml
d. 460 – 560 ml
e. 420 – 520 ml
8. Bantuan pernafasan yang paling tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru – paru pada
korban gawat darurat adalah :
a. Mulut ke mulut
b. Mulut ke hidung
c. Mulut ke stoma
d. Bagging
e. RJP
9. Jika seorang pasien dengan mulut mengalami luka yang berat maka bantuan pernafasan yang
tepat adalah :
a. Mulut ke mulut
b. Mulut ke hidung
c. Mulut ke stoma
d. Bagging
e. RJP
10. Pada klien yang mengalami laringotomi , maka bantuan pernafasan yang tepat adalah :
a. Mulut ke mulut
b. Mulut ke hidung
c. Mulut ke stoma
d. Bagging
e. RJP
11. Indikasi RJP tidak dapat dilakukan , bila :
a. Adanya multi trauma
b. Adanya penyakit jantung
c. Kecelakaan
d. Membahayakan penolong
e. Syok
12. Pernafasan yang <20 disebut :
a. Tachypnoe
b. Bradypnoe
c. Apnoe
d. Tersengal – sengal
e. DNAR ( Do Not Atemp Resusitation )
13. Pernafasan yang >20 disebut :
a. Tachyypnoe
b. Bradypnoe
c. Apnoe
d. Tersengal – sengal
e. DNAR
14. Tidak ada nafas disebut dengan :
a. Tachypnoe
b. Bradypnoe
c. Apnoe
d. Tersengal – sengal
e. DNAR
15. Komplikasi yang mungkin muncul dari pemberian nafas buatan adalah , kecuali :
a. Distensi gaster
b. Mengurangi volume paru.
c. Pecahnya alveoli paru
d. Pneumothorax
e. Kematian mendadak / sudden death
16. Komplikasi yang mungkin muncul untuk penolong adalah :
a. Transmisi penyakit
b. Distensi gaster
c. Kelelahan
d. Pecahnya alveoli paru
e. Pneumothorax.
17. Prinsip kerja yang pertama pada pengkajian awal kegawatdaruratan adalah :
a. Mengidentifikasi kasus.
b. Mengenali keadaan yang mengancam nyawa
c. Kenali situasi tempat kejadian
d. Lakukan primary survei
e. Lakukan secondary survey
18. Prinsip kerja yang kedua setelah yang pertama pada soal no 17 adalah .
a. Mengidentifikasi kasus.
b. Mengenali keadaan yang mengancam nyawa
c. Kenali situasi tempat kejadian
d. Lakukan primary survey
e. Lakukan secondary survey
19. Prinsip kerja yang ketiga pada pengkajian awal kegawatdaruratan adalah :
a. Mengidentifikasi kasus.
b. Mengenali keadaan yang mengancam nyawa
c. Kenali situasi tempat kejadian
d. Lakukan primary survey
e. Lakukan secondary survey
20. Yang perlu dilakukan pada identifikasi kasus adalah :
a. Apakah pasien henti nafas atau tidak
b. Apakah pasien henti jantung atau tidak
c. Apakah pasien ditempat berbahaya atau tidak
d. Apakah pasien mengalami obstruksi jalan nafas atau tidak
e. Apakah pasien trauma atau tidak.
21. Yang perlu diperhatikan pada saat mengenali situasi tempat kejadian kegawatdaruratan adalah :
a. Apakah pasien henti nafas atau tidak
b. Apakah pasien henti jantung atau tidak
c. Apakah pasien ditempat berbahaya atau tidak
d. Apakah pasien mengalami obstruksi jalan nafas atau tidak
e. Apakah pasien trauma atau tidak.
22. Suatu cara untuk memilah dan menentukan korban berdasarkan kebutuhan therapy dan
sumberdaya yang tersedia dikenal dengan istilah :
a. Triase
b. Survey primer
c. Survey sekunder
d. Early acces
e. Early advance life support
23. Musibah massal dimana jumlah penderita dan beratnya perlukaan tidak melampaui
kemampuan rumah sakit , sehingga RS akan menangani masalah multi trauma dan yang
mengancam nyawa terlebih dahulu disebut :
a. Triase
b. Multiple casualties
c. Mass casualties
d. Early acces
e. Early advance life support
24. Sedangkan musibah massal yang jumlah penderitanya dan besar lukanya tidak melampaui
kemampuan rumah sakit , sehingga yang ditangani terlebih dahulu adalah penderita dengan
kemungkinan survival lebih besar , serta membutuhkan waktu , peralatan dan tenaga yang lebih
sedikit , disebut :
a. Triase
b. Multiple casualties
c. Mass casualties
d. Early acces
e. Early advance life support
25. Intervensi pada airway meliputi :
a. Adanya pemeriksaan obstruksi jalan nafas
b. Adanya pemeriksaan USG
c. Adanya pemeriksaan CTG
d. Adanya pemeriksaan EKG
e. Adanya pemeriksaan EEG
26. Pada tension pneumothoraks tekanan intra toraks semakin lama semakin bertambah , sehingga
udara yang masuk tidak dapat keluar , disebut dengan :
a. Mekanisme ventil
b. Kolaps total paru
c. Venous return
d. Mediastinal shif
e. Water Seal Drainase
27. Survey primer adalah penilaian awal kegawat daruratan dengan menggunakan prioritas :
a. Airway, Breathing, Circulation
b. Circulation , breathing , airway.
c. Breathing , airway , circulation.
d. Airway , breathing , circulation, disability
e. Airway , breathing , circulation , disability , exposure.