Kehidupan Ekonomi Dalam kehidupan ekonomi, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti

bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh, apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan masyarakat dan perkembangannya : Pemerintahan Kutai Martapura berlangsung sekitar 13 abad yaitu dari abad ke-4 masehi sampai abad ke-17 masehi . Namun demikian pada awal abad ke-14 masehi telah berdiri suatu kerajaan baru yaitu kerajaan Kutai Kertanegara , tepatnya di tepian batu arah ke hilir . Berdirinya kerajaan Kutai Kertanegara ini menimbulkan persaingan diantara kedua kerajaan tersebut sehingga sejak kerajaan Kutai Kertanegara berdiri , telah terjadi beberapa kali peperangan . Peperangan terakhir dengan runtuhnya kerajaan Martapura sehingga menjadi bagian kerajaan Kutai Kertanegara . Berdasarkan prasasti yang ditemukan , diperkirakan pada masa-masa tersebut , pengaruh Hindu telah cukup banyak diterima . Hal ini dapat dibuktikan dengan dipakainya namanama Hindu dalam prasasti tersebut , bahkan ada asumsi yang mengatakan bahwa masyarakat Kutai apda masa ini juga terpengaruh oleh sistem kasta , yakni Brahmana , Ksatria , Waisya , dan Sudra seperti kehidupan agama di India . Seperti halnya masyarakat yang mengenal pembagian kasta , bentuk kepemimpinan yang vertikal diturunkan dan ketaatan ditujukan kepada kasta yang lebih tinggi . Sebab Runtuhnya Ditinggalkan para Pedagang India karena lebih mementingkan hubungan dengan China Gangguan keamanan dari Bajak Laut

Budaya Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) atau disebut upacara Vratyastoma. Upacara Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Dengan adanya kaum Brahmana

Tentang silsilah kerajaan “sang maharaja Kudungga mempunyai Putra sang Aswawarman yang seperti sang ansuman (dewa matahari) yang menumbuhkan keluarga (vansakarta). Sang Aswawarman mempunyai tiga putra. terutama dalam hal penguasaan terhadap bahasa Sansekerta pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari. Peninggalan Peninggalan dari kerajaan Kutai adalah 7 buah tugu batu atau Yupa yang digunakan untuk menambatkan hewan kurban. Hal ini terbukti dengan diketemukannya tujuh buah batu bertulis atau Jupa tersebut . Adapun isi dari Yupa tersebut anatara lain: 1. terwujud dari sedekah banyak sekali. seolah-olah sedekah kehidupan atau semata-mata pohon kalpa (yang member segala keinginan) dengan sedekah tanah” “tugu ini ditulis untuk peringatan dua perkara yang telah disedekahkan oleh raja mulawarman. melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan. “Sang Mulawarman raja yang mulia dan terkemuka telah member sedekah 20. yang salah satunya adalah Sang Mulawarman.000 ekor sapi kepada para brahmana yang diletakkan di tanah yang sangat luas bernama Vaprakeswara” Faktor Berdiri Kerjaan Kutai diperkirakan berdiri pada zaman kuno yaitu sekitar abad ke – 5 masehi di Kalimantan Timur . Dalam tugu batu itu terdapat prasasti yang ditulis dengan huruf palawa dan memakai bahasa sansekerta. yakni segunung minyak kental dengan lampu serta malai bunga” 3.asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi. . Dari bentuk hurufnya diketahui kalau prasasti itu dibuat sekitar tahun 400 M. Tentang Raja Mulawarman “Mulawarman adalah seorang raja yang baik budi. Tentang Pemberian Sedekah Hewan kurban. ” 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful