You are on page 1of 5

Tarif Non Kapitasi Terbaru 2016 dalam Permenkes No

52 Tahun 2016
INA CBG's
Tarif Non Kapitasi Terbaru 2016 JKN tertuang dalam Permenkes No 52 Tahun 2016 dimana dalam
permenkes ini dijelaskan mengenai Tarif pelayanan kesehatan pada FKTP yang diantaranya Tarif
Kapitasi dan Tarif Non Kapitasi.

Yang dimaksud dengan tarif Non Kapitasi adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan
kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang
diberikan.

Sesuai dengan permenkes No 52 tahun 2016 maka Tarif Non Kapitasi diberlakukan pada FKTP yang
melakukan pelayanan kesehatan di luar lingkup pembayaran kapitasi, yang diantaranya:
a. pelayanan ambulans;
b. pelayanan obat program rujuk balik;
c. pemeriksaan penunjang pelayanan rujuk balik;
d. pelayanan penapisan (screening) kesehatan tertentu termasuk pelayanan terapi krio untuk kanker
leher rahim;
e. rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi medis;
f. jasa pelayanan kebidanan dan neonatal yang dilakukan oleh bidan atau dokter, sesuai kompetensi dan
kewenangannya; dan
g. pelayanan Keluarga Berencana di FKTP.
logo JKN

Tarif Non Kapitasi Pelayanan Ambulans


Untuk penggantian biaya pelayanan ambulans diberikan pada pelayanan ambulans darat maupun
ambulans air bagi pasien dengan kondisi tertentu antar fasilitas kesehatan dan diatur dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Dalam penggantian biaya pelayanan ambulans tersebut menyesuaikan dengan standar biaya ambulans
yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Apbila belum terdapat tarif dasar ambulans yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah maka tarif
ditetapkan dengan mengacu pada standar biaya yang berlaku pada daerah dengan karakteristik
geografis yang setara pada satu wilayah.

Tarif Non Kapitasi Pelayanan Obat Program Rujuk Balik


Pelayanan obat program rujuk balik diberikan untuk penyakit kronis diantaranya diabetes melitus,
hipertensi, penyakit jantung, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), epilepsi, gangguan
kesehatan jiwa kronik, stroke, dan Sindroma Lupus Eritematosus (SLE) dan penyakit kronis lain yang
ditetapkan oleh Menteri.

Pelayanan obat program rujuk balik harus memakai obat program rujuk balik yang tercantum dalam
Formularium Nasional.
Pelayanan obat program rujuk balik harus diberikan oleh ruang farmasi, apotek atau instalasi farmasi
klinik pratama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Dalam hal ruang farmasi puskesmas belum dapat melakukan pelayanan obat program rujuk balik
pelayanan obat program rujuk balik di puskesmas obatnya disediakan oleh apotek yang bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan.

Harga obat program rujuk balik yang ditagihkan kepada BPJS Kesehatan mengacu pada harga dasar
obat sesuai e- Catalogue ditambah biaya pelayanan kefarmasian.

Penentuan besarnya biaya pelayanan kefarmasian adalah perkalian antara faktor pelayanan kefarmasian
dikali harga dasar obat sesuai e-Catalogue.

Adapun faktor pelayanan kefarmasian adalah sebagai berikut:


Harga Dasar Satuan Obat <Rp50 ribu Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,28
Harga Dasar Satuan Obat Rp50 ribu sampai dengan Rp250 ribu Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,26
Harga Dasar Satuan Obat Rp250 ribu sampai denganRp500 ribu Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,21
Harga Dasar Satuan Obat Rp500ribu sampai dengan Rp1 juta Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,16
Harga Dasar Satuan Obat Rp1 juta sampai denganRp5 juta Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,11
Harga Dasar Satuan Obat Rp5 juta sampai dengan Rp10 juta
Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,09
Harga Dasar Satuan ≥ Rp10 juta Faktor Pelayanan Kefarmasian 0,07

Jenis pelayanan dan pembiayaan untuk pelayanan pemeriksaan penunjang rujuk balik meliputi
a. pemeriksaan gula darah sewaktu, sesuai indikasimedis;
b. pemeriksaan gula darah puasa (GDP), 1 (satu) bulan1 (satu) kali;
c. pemeriksaan gula darah Post Prandial (GDPP), 1(satu) bulan 1 (satu) kali;
d. pemeriksaan HbA1c, 3 (tiga) sampai dengan 6 (enam)bulan 1 (satu) kali; dan
e. pemeriksaan kimia darah, 2 (dua) kali dalam 1 (satu)tahun yang diantaranya microalbuminuria; ureum ;
kreatinin; kolesterol total; kolesterol LDL;kolesterol HDL; dan trigliserida.

Untuk tarif pembiayaan untuk pelayanan pemeriksaan penunjang rujuk balik pemeriksaan gula darah
sewaktu, pemeriksaan gula darah puasa (GDP), pemeriksaan gula darah Post Prandial (GDPP)
ditetapkan sebesarRp10.000,00 sampai denganRp20.000,00.

Untuk Tarif pembiayaan untuk pelayanan pemeriksaan penunjang rujuk balik pemeriksaan HbA1c
ditetapkan sebesar Rp 160.000,00 dengan Rp 200.000,00

Sedangkan untuk tarif pembiayaan untuk pelayanan pemeriksaanpenunjang rujuk balik pemeriksaan
kimia darah ditetapkan sebagai berikut:
a. microalbuminuria Rp120.000,00
b. ureum Rp30.000,00
c. kreatinin Rp30.000,00
d. kolesterol total Rp45.000,00
e. kolesterol LDL Rp60.000,00
f. kolesterol HDL Rp45.000,00
g. trigliserida Rp50.000,00
Tarif Non Kapitasi Pelayanan Penapisan (Screening) Kesehatan Tertentu
Pelayanan penapisan (screening) kesehatan tertentu adalah pelayanan yang termasuk dalam lingkup
NonKapitasi, yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perndang-undangan.

Jika pelayanan penapisan (screening) kesehatan tertentu memerlukan pemeriksaan penunjang IVA, Pap
Smear,dan gula darah, diberlakukan Tarif Non Kapitasi sebagai berikut:
a. pemeriksaan IVA maksimal Rp25.000,00
b. pemeriksaan Pap Smear maksimal Rp125.000,00
c. pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan guladarah puasa (GDP) dan pemeriksaan gula darah
PostPrandial (GDPP) ditetapkan sebesar Rp10.000,00
sampai dengan Rp20.000,00
(3) Standar tarif pelayanan terapi krio untuk kasus pemeriksaan IVA positif sebesar Rp150.000,00

Tarif Non Kapitasi Rawat Inap Tingkat Pertama


Tarif Rawat Inap yang dilakukan di FKTP diberlakukan dalam bentuk paket.

Tarif Rawat Inap pada FKTP ditetapkan sebesar Rp120.000,00 sampai dengan Rp200.000,00

Tarif Rawat Inap pada FKTP ditetapkan oleh BPJS Kesehatan bersama denganAsosiasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama.

Tarif Non Kapitasi Pelayanan Kebidanan, Neonatal


Jasa pelayanan kebidanan, neonatal, dan KeluargaBerencana yang dilakukan oleh bidan atau dokter
ditetapkan sebagai berikut :
a. pemeriksaan ANC sesuai standar diberikan dalambentuk paket paling sedikit 4 (empat)
kalipemeriksaan, sebesar Rp200.000,00
b. dalam hal pemeriksaan ANC tidak dilakukan disatu tempat maka dibayarkan per kunjungan,sebesar
Rp50.000,00
c. persalinan pervaginam normal yang dilakukan olehbidan, sebesar Rp700.000,00 dan yang dilakukan
oleh dokter, sebesarRp800.000,00
d. persalinan pervaginam dengan tindakan emergensidasar di Puskesmas PONED,
sebesarRp950.000,00
e. pemeriksaan Post Natal Care (PNC)/neonatussesuai standar dilaksanakan dengan 2 (dua) kali
kunjungan ibu nifas dan neonatus pertama dan kedua (KF1-KN1danKF2-KN2), 1 (satu) kali kunjungan
neonatus ketiga (KN3), serta 1 (satu) kalikunjungan ibu nifas ketiga (KF3), sebesarRp25.000,00 untuktiap
kunjungan dan diberikan kepada pemberi pelayanan yang pertama dalam kurun waktukunjungan;
f. pelayanan tindakan pasca persalinan di PuskesmasPONED, sebesar Rp175.000,00
g. pelayanan pra rujukan pada komplikasi kebidanandan/atau neonatal Rp125.000,00

Tarif Non Kapitasi pelayanan KB (Keluarga Berencana)


1) pemasangan dan/atau pencabutanIUD/implant, sebesar Rp100.000,00
2) pelayanan suntik KB, sebesar Rp15.000,00 setiap kali suntik;
3) penanganan komplikasi KB, sebesarRp125.000,00
4) pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Pria (KBMOP)/vasektomi, sebesarRp350.000,00

Pada saat Peraturan Menteri no 52 berlaku tgl 26 Oktober 2016 maka peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 59 tahun 2014 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program
Jaminan Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam
Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
435) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Demikian tarif non kapitasi terbaru 2016 berdasarkan peraturan menteri kesehatan no 52 tahun 2016.
Labels: UU
SaveSave
Related Posts
 Permenkes No 64 Tahun 2016 PDF
 Isi Perubahan Kedua Permenkes No 52 Tahun 2016
 Permenkes No 27 Tahun 2017 PDF Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi
 Permenkes No 64 Tahun 2016 Tentang Perubahan Permenkes No 52 Tahun 2016
 Panduan 20 Kasus Non Spesialistik Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
 Rekam Keperawatan dan Audit Keperawatan Standar JCI