Kata Pengantar

Bab 1 Pendahuluan

cabang dendrit dan cabang akson. Saraf otak dan saraf sumsum tulang belakang adalah saraf pusat. Agar semua organ dapat berfungsi & bekerja sama dengan baik maka dibutuhkanlah suatu system yang dapat mengatur itu semua. cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf. yaitu saraf otak. . Sistem saraf sendiri merupakan cabang dari sistem koordinasi selain sistem hormon dan sistem otot. Sistem tersebut adalah sistem koordinasi. Sistem saraf menanggapi rangsang tubuh yang memungkinkan kita menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan di sekitar kita. dan saraf tepi. Sistem saraf pada manusia dibagi menjadi tiga. saraf sumsum tulang belakang. Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf.1 Pengertian sistem saraf Tubuh kita terdiri dari berbagai macam organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. saraf menghubungkan antara saraf pusat dengan indera dan otot.Bab 2 Sistem Saraf 2. Pada saraf tepi.

Sel Saraf Penghubung Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain. 3. . Sel saraf (neuron) dengan akson dan dendrit). Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Sel Saraf Motorik Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor. Terdapat 3 macam sel saraf 1. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf. Sel Saraf Sensorik Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.Gbr. 2. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan.

dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak (Latin: 'ensephalon') dan sumsum tulang belakang (Latin: 'medulla spinalis').2.1 Sistem Saraf Pusat Sistem saraf pusat tidak mempunyai jaringan ikat sehingga konsistensinya relatif lunak seperti agar-agar. Otak Otak dilindungi oleh tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang. yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat 4. sedangkan bagian korteks berupa materi putih. materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges.2. . Selain itu. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) 3. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) 2. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. sel-sel neuroglia.2 Sistem saraf di tubuh kita ada 2. yaitu : 2. Pada otak. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu.

yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium. 2. dll. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak. terdiri dari dua lapisan. . Otak terdiri dari 3 bagian. Arachnoidea mater. Durameter. dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. berbicara. Otak Besar (serebrum) Terdiri dari 2 bagian kiri dan kanan. Otak besar mempunyai 2 bagian yaitu lapisan korteks yang paling luar. Diantara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural. yaitu : 1. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik. tipis. Otak besar adalah pusat pengendalian tubuh yang di sadari. Piameter.Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut: 1. Masing-masing mengatur anggotabadan arah kebalikannya. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis. berlipatlipat dan lapisan dalam yang tebal dan berwarna putih. disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Contoh: berfikir. 3. semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. berwarna kelabu.

mengandung saraf.2. Sumsum Tulang belakang Dari ruas-ruas tulang belakang.Pons paroli /Jembatan varol . Fungsinya: 1) Penghantar impuls dari indera menuju otak lalu ke otot tubuh 2) Pusat gerak refleks. Contoh Denyut nadi. mengandung akson & dendrit. yaitu: .Otak tengah . dll. 1) Luar : warna putih. Batang Otak Terdiri dari 3 bagian. Terdapat µJembatan Anchmorif ponis volori¶ yaitu jembatan yang menghubungkan antara otak kecil kiri dan otak kecil kanan. 3. Otak Kecil (serebelum) Pengatur keseimbangan tubuh & mengkoordinasi kerja oto-otot penggerak tubuh. 2) Dalam : berwarna abu-abu.Sumsum lanjutan (medulla oblongata) yang mengendalikan tubuh yang tidak disadari. leher sampai tulang punggung ke-2. . yaitu. Terdiri dari 2 bagian.

sedangkan saraaf otak. yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak. Oleh karena daerah jangkauannyasangat luas. yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf otak ada 12 pasang. Tiga pasang saraf sensori 2.2 Sistem saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan tak sadar (sistem saraf otonom). dan sekresi keringat. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher.  Sistem Saraf Sadar (somatik) Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial). terdiri dari: 1. sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung. . maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting. dan saraf sumsum tulang belakang. Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak. Lima pasang saraf motor 3. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. gerak saluran pencernaan.2. kecuali nervus vagus yang melewati leher kebawah sampai derah toraks dan rongga perut.2.

Sistem saraf otonom terdiri dari system saraf simpatis dan parasimpatis.Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan.Sebagian serat praganglion simpatis berukuran sangat pendek. Pleksus jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki. Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan. 5 pasang saraf pinggang 4. 1 pasang saraf ekor Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus. b. 12 pasang saraf punggung 3.  Sistem saraf otonom Jalur saraf otonom terdiri dari suatu rantai 2 neuron. 5 pasang saraf pinggul 5. Berdasarkan asalnya. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut: a. saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas: 1.Serat-serat saraf simpatis berasal dari daerah torakal dan lumbal korda spinalis. c.dengan neurotransmitter terakhir yang berbeda antara saraf simpatis dan parasimpatis.bersinaps dengan badan sel neuron pascaganglion didalam ganglion yangb . 8 pasang saraf leher 2. bahu. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher. dan diafragma.

Baik asetilkolin maupun norepinefrin juga berfungsi sebagai zat perantara kimiawi di bagian tubuh lainnaya.Serat pascgangliion panjang yang berasal dari rantai ganglion itu berakhir pada organoragn efektor.Dengan demikian.serat-serat itu bersama dengan semua serat praganglion otonom disebut sebagai kolinergik. Serat-serat praganglion parasimpatis berasal dari daerah cranial dan sacral (sebagian saraf kranialis mengandung seratparasimpatis). .sebagian serat pascaganglion simpatis disebut serat adrenergic karena mengeluarkan noreadrenalin (norepinefrin).Serat-serat pascaganglion yang sangat pendek berakhir di selsel organ yang bersangkutan itu sendiri.terdapat di rantai ganglion simpatis yang terletak di kedua sisi korda spinalis.yaitu asetilkolin.Sebaliknya.Sebagian serat praganglion melewati rantai ganglion tanpa membentuk sinaps dan kemudian berakhir di ganglion kolateral simpatis yang terletak sekitar separuh jalan antara SSP dan organ-organ yang dipersarafi.dengan saraf pascaganglion menjalani jarak sisanya.Serat-serat ini nerukuran lebih panjang dibandingkan dengan serat praganglion simpatis karena serat-serat itu tidak terputus sampai mencapai ganglion terminal yang terletak didalam atau dekat organ efektor.tetapi ujung-ujung pascaganglion kedua system ini mengeluarkan neurotransmitter yang berlainan (neurotransmitter yang mempengaruhi organ efektor). Serat-serat praganglion simpatis dan parasimpatis mengeluarkan neurotransmitter yang sama.Serat-serat pascaganglion parasimpatis mengeluarkan aseilkolin.

disertai kenyataan bahwa di otot polos atau jantung setiap perubahan aktivitas listrik akan disebarkan melalui gap junction.misalnya dalam bentuk suara.berbeda dengan cabang volunteer somatic.Dengan demikian.system ini dianggap sebagai cabang involunter divisi eferen.Namun. .Pelepasan neurotransmitter yang bersifat difus ini.cahaya.Informasi aferen visceral biasanya tidakmencapai tingkat kesadaran.namun cabang-cabang terminal dari serat otonom mengandung banyak tonjolan (varicosities) yang secara simultan mengeluarkan neurotransmitter ke daerah luas pada organ yang dipersarafi dan bukan ke sebuah sel.berkeringat dan ukuran pupil.pencernaan.Namun. Sistem saraf otonom mengontrol aktivitas organ visceral involunter Sistem saraf otonom mengatur aktivitas alat-alat dalam (visceral) yang dalam keadaan normal di luar kesadaran dan control volunter.memiliki arti bahwa keseluruhan organ biasanya dipengaruhi aktivitas otonom bukan sel satu per satu.atau tampilan grafik pada latar computer.misalnya sirkulasi.sehingga individu tidak mungkin secara sadar mengontrol keluaran eferen yang timbul.yang mempersarafi otot rangka dan dapat dikontrol secara volunteer.Serat-serat otonom pascaganglion tidak berakhir pada sebuah tonjolan seperti kepala sinaps (synaptic knob).dengan teknik-teknik biofeedback individu dapat diberi suatu sinyal sadar mengenai informasi aferen visceral.tidak seluruhnya benar bahwa individu tidak memiliki kontrol trehadap aktivitas yang diatur oleh system otonom.

.sementara stimulasi parasimpatis simpatis memperlambat gerakan saluran menurunkannya.misalnya ancaman fisik dari lingkungan luar.Perhatikan bahwa satu system tidak selalu bersifat eksitatorik dan yang lain inhibitorik.saluran pernafasan terbuka lebar untuk memungkinkan aliran udara maksimal.Kedua system meningkatkan aktivitas beberapa organ dan menurunkan aktivitas organ-organ yang lain. Sistem saraf simpatis meningkatkan respons-respons yang mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik yang berat dalam menghadapi situasi penuh stress atau darurat.Respons semacam ini biasanya disebut sebagai fight or flight response.karena system simpatis mempersiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri dari ancaman.Sistem saraf simpatis dan parasimpatis bersama-sama mempersarafi sebagian besar organ visceral Sebagian besar organ visceral dipersarafi oleh serat saraf simpatis dan parasimpatis.Pikirkan tentang sumber-sumber pada tubuh yang diperlukan pada keadaan seperti ini.Stimulasi stimulasi pencernaan.Semua respons ini ditujukan .Sistem saraf simpatis dan parasimpatis menimbulkan efek yang bertentangan pada organ tertentu.sedangkan parasimpatis meningkatkan motilitas saluran pencernaan.Stimulasi simpatis meningkatkan kecepatan denyut jantung.tekanan darah meningkat karena konstriksi umum pembuluh darah.dan pembuluh-pembuluh darah yang mendarahi otot-otot rangka berdilatasi.Jantung berdenyut lebih cepat dan lebiuh kuat.glikogen dan simpanan lemak dipecahkan untuk menghasilkan bahan baker tambahan dalam darah.

Selanjutnya pu[il berdilatasi dan mata menyesuaikan diri untuk melihat jauh.Sistem parasimpatis mendorong fungsi-fungsi tubuh seperti ini. Sistem parasimpatis.Apabila kokain menghambat rem parasimpatis yang bersifat protektif.sehingga daya pompa jantung tidak kuat.jantung tidak perlu berdenyut dengan cepat dan kuat.tubuh dapat memusatkan diri pada aktivitas ³rumah tangga umum´nya sendiri.Sebagai contoh.yang menungkinkan individu membuat penilaian visual yang cepat mengenai situasi keseluruhan yang mengancam.system simpatis dapat meningkatkan kecepatan denyut jantung tanpa kendali. Inhibisi system saraf parasimpatis oleh kokain mungkin merupakan factor utama dalam kematian mendadak yang disebabkan oleh kelebihan dosis kokain.untuk meningkatkan aliran darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke otot-otot rangka sebagai antisipasi terhadap aktivitas fisik yang berat.system simpatis menghambat aktivitas-aktivitas ini.tatkala seseorang sedang dalam keadaan tenang.Kematian mendadak timbul jika denyut jantung menjadi terlalu cepat dan tidak teratur.sementara memperlambat aktivitas-aktivitas yang ditingkatkan oleh system simpatis.Terjadi peningkatan berkeringat sebagai antisipasi terhadap peningkatan produksi panas yang berlebihan akibat aktivitas fisik.di pihak lain mendominasi pada situasi yang tenang dan rileks. .Pada keadaan-keadaan yang tidak mengancam.Karena aktivitas pencernaan dan berkemih kurang penting dalam menghadapi ancaman.misalnya pencernaan dan pengosongan kandung kemih.

Kontrol vaskuler yang akurat di kedua organ ini oleh persarafan ganda penting untuk menimbulkan ereksi.tetapi tidak seperti di tempat lain.aktivitas simpatis dan parasimpatis tidak antagonistik.yang paling menonjol adalah sebagai berikut: Pembuluh darah yang dipersarafi (sebagian besar arteriol dan vena dipersarafi. .Terdapat beberapa pengecualian terhadap sifat umum persarafan timbale balik ganda oleh kedua cabang system saraf otonom tersebut.Keduanya merangsang sekresi air liur.tetapi komposisi dan volume air liur yang terbentuk berbeda.Satu-satunga pembulh darah yang mendapat persarafan parasimpatis adalah pembuliuh darah yang mendarahi klitoris dan penis.bergantung dari cabang otonom mana yang dominan.arteri dan kapiler tidak) hanya menerima serat saraf simpatis.Pengaturan dilakukan dengan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembentukan potensial aksi diatas atau dibawah tingkat tonik serat simpatis tersebut. Kelenjar keringat hanya dipersarafi oleh saraf simpatis Kelenjar liur dipersarafi oleh kedua divisi otonom.

di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis. ‡ Mengatur dan member tanggapan (respon) dalam bentuk gerakan atau reaksi kelenjar. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik. Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls. berupa perubahan yang terjadi dilingkungan. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel.Fungsi sistem saraf : ‡ Sebagai alat penerima rangsang (informasi). Mekanisme Penghantar Impuls Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. ‡ Sebagai alat pengatur dan memproses informasi yang di terima. . karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut. 1. Pada waktu sel saraf beristirahat. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat.

Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh. 2.Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan . Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. yang disebut vesikula sinapsis.

tanpa memerlukan kontrol dari otak. Contoh gerak refleks misalnya berkedip.oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis. yaitu dari reseptor. diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor. gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. misalnya. kemudian hasil olahan oleh otak. ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. namun. Pada gerak refleks. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan. dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak. atau batuk. impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas. dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf. yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang. berupa tanggapan. Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf lainnya. yaitu otot atau kelenjar. bersin. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang. Bagaimanakah penghantaran impuls dari saraf motor ke otot? Antara saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran prasinapsis dan membran post-sinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang mengelilingi sel otot. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. . ke saraf sensori.

Sesudah informasi sensorik yang penting itu diseleksi lalu akan disalurkan ke bagian motorik otak yang sesuai sehingga dapat timbul respon yang diinginkan. Terjadi juga respon lain yang berkaitan dengan gerakan tadi. bila seseorang meletakan tangannya diatas sebuah tungku panas. Peran Sinaps dalam Pengolahan Informasi . Lebih dari 99% seluruh informasi sensorik itu dibuang oleh otak karena tidak berhubungan dan tidak penting. maka timbul respon yang diinginkan. Sebagai contoh. Ternyata terbukti sekarang bahwa respons aktivitas yang ditunjukan ini hanya dilaksanakan oleh sebagian kecil dari seluruh sistem motorik tubuh. yakni mengangkat tangan tersebut. Serupa dengan hal ini. Jadi. seseorang yang biasanya sama sekali tidak memperhatikan bagian tubuh yang bersinggungan dengan pakaian seperti juga tidak memperhatikan tekanan pada tempat duduk sewaktu ia duduk. yakni memindahkan seluruh tubuh menjauhi tungku dan mungkin bahkan akan berteriak kesakitan.Mekanisme kerja sistem saraf Proses informasi ³penyatuan´ Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi utama sistem saraf adalah mengolah informasi yang masuk melalui beberapa jalan sehingga timbul respon motorik yang cocok. dan bahkan suara bising disekitar kita yang berlangsung terus menerus biasanya akan diperlemah ke suara dasarnya. Penyaluran informasi ini disebut fungsi integratif dari sistem saraf. perhatian hanya akan dicurahkan pada ojek khusus yang terdapat pada lapangan penglihatan.

Penyimpanan informasi ini biasanya disebut proses memory. di masa yang akan datang akan lebih mampu menjalarkan sinyal yang sama ( fungsi fasilitasi ). Oleh karena itu. Penyimpanan Informasi ± Memori Sebenarnya hanya sebagian kecil dari informasi sensorik penting yang dapat segera menimbulkan impuls motorik. beberapa neuron postsinaps dapat memberi respons bila dapat impuls dari luar dalam jumlah besar. Sebagian besar penyimpanan ini terjadi dalam korteks cerebri tetapi regio basal otak dan mungkin juga medula spinalis dapat juga menyimpan sebagian kecil informasi ini. sinyal yang kuat dijalarkan. pada setiap macam sinyal sensorik tertentu yang melewati serentetan sinaps. sedangkan neuron yang lain lebih sukar. sedangkan yang lain sudah dapat memberikan respons walaupun impuls yang datang walaupun impuls yang datang lebih sedikit. kadang kala membuka sinaps itu untuk dapat dijalari dan pada saat lain akan tertutup. atau memperkuat sinyal lemah tertentu. kerja sinaps bersifat selektif. dapat menghambat sinyal yang lemah. Jadi. Sinyal yang bersifat mempermudah atau menghambat yang berasal dari daerah sistem saraf lain dapat juga mengatur penjalaran sinaps. karena itu merupakan suatu keuntungan bagi pengaturan penjalaran sinyal. Sebagian besar sisanya akan disimpan untuk masa datang yang dipakai untuk mengatur aktivitas motorik dan untuk dipakai dalam pengolahan berpikir. dan proses ini juga merupakan fungsi dari sinaps. Beberapa sinaps dapat dengan mudah menjalarkan sinyal dari satu neuron ke neuron lain. Sebagai tambahan. atau juga meneruskan sinyal ke segala arah dan tidak hanya ke satu arah saja.Sinaps merupakan titik penghubung satu neuron ke neuron lainnya dan. . Sinaps itu menentu kan arah penyebaran sinyal saraf dalam sistem saraf.

depresi. Nyeri saraf Nyeri saraf dapat terjadi karena adanya gangguan saraf sensorik maupun motorik. walaupun yang timbul hanyalah suatu memori dari suatu sensasi. Meningitis disebabkan oleh virus. Bila proses berpikir dalam otak itu dipakai untuk membandingkan pengalaman sesorik yang baru dengan memori yang sudah disimpan. maka sinaps akan terfasilitasi sehingga sinyal yang timbul dari otak saja sudah dapat menjalarkan impuls walaupun belum timbul masukan sensoris. maka dikatakan bahwa memori itu membantu untuk menyeleksi informasi sensorik baru yang penting dan akan menyalurkan informasi ini ke daerah penyimpanan yang sesuai agar dapat dipakai di masa yang akan datang atau ke daerah motorik agar dapat timbul respons tubuh. 2. 3. sehingga dapat menyebabkan gangguan organ seperti: rasa sakit.Bila sinaps itu sudah sering kali dilewati oleh sinyal sensorik. maka memori itu akan menjadi bagian dari mekanisme pengolahannya. Kelainan dan Penyakit Sistem Saraf Manusia Sistem saraf manusia dapat mengalami gangguan kerja berupa penyakit atau kelainan lainnya. Multiple schlerosis (MS=Sklerosis Ganda atau disseminated sclerosis) MS merupakan penyakit saraf kronis yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Sekali memori itu disimpan dalam sistem saraf. Contoh penyakit pada sistem saraf manusia: 1. sehingga dapat menular. masalah penglihatan. berbicara. Gejala nyeri saraf sering disertai dengan gejala lain seperti: kehilangan rasa. Meningitis Meningitis merupakan peradangan selaput pembungkus otak yaitu meninges. gangguan koordinasi dan kelemahan pada otot sampai kelumpuhan. . Hal ini akan menimbulkan suatu persepsi dari pengalaman sensasi yang sebenarnya.

9. Penyakit urat saraf kejepit Penyakit saraf kejepit sering terjadi pada leher. dengan gejala tangan dan kaki gemetar. terjadi karena otak mengalami kerusakan. dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan gangguan organ tubuh. Akibatnya. Gegar otak. Gangguan organ dan fungsinya karena kerusakan saraf tulang belakang. 8. 4.kebas. 7. 6. Hidrocephalus Tanda hidrocephalus berupa pembengkakan kepala karena kelebihan cairan yang ada di sekitar otak. Pengaruh Saraf Tulang Belakang Terhadap Organ Tubuh . Imsomnia atau lupa ingatan sementara. urat saraf kejepit dan penyakit urat saraf gangguan metabolik (seperti diabetic neuropaty pada penderita penyakit kencing manis atau diabetes mellitus). Parkinson. 5. Gangguan motorik karena nyeri saraf dari yang ringan (seperti kram) sampai gangguan berat (seperti kelumpuhan). pinggang dan telapak tangan.

Hidung 3C Pipi. PusingTulang Muka. Pundak. Empyema. Pangkal Telinga. Eksim 4C Hidung. Otak. Gigi. Amandel. Saraf Simpatetis pusing. Radang Tenggorokan. Sesak Nafas. Kelelahan. Tulang Muka Nyeri Saraf. Mulut 5C Pita Suara 6C Otot Leher. Darah Tinggi. Radang Saraf. Kulit kepala. Kronis. Lemah Saraf. Nyeri Lengan atas. Amnesia. Sakit Telinga. Organ yang Dipengaruhi Akibat yang Ditimbulkan 1C Aliran Darah ke Otak. Bibir.No. Insomnia. Migrain. Amandel Flu. Amandel Pita Suara Bronkhitis Nyeri Leher dan Pundak. Jerawat. Batuk Kronis .

Sakit Pinggang. Diare Keram Otot. Bengkak Pergelangan Kaki. Kelenjar Prostat. Daerah Paha Organ Reproduksi. Sistem Peredaran Limpa 1L Usus Besar 2L Usus Buntu. Batuk. Tangan Kerongkongan. Kantong Paru-paru 4T Empedu 5T Lever Peredaran Darah 6T Lambung 7T Pankreas. Wasir. Encok Sendi Kronis. Pantat Membengkak. Daerah Encok Pinggul. Radang Sendi Gangguan Pencernaan Radang Lambung Daya Penyembuhan Alami Berkurang Alergi. Keguguran. Jari. Usus Dua Belas Jari 8T Limpa 9T Kelenjar Adrenalin. Radang Paru-paru. Prostat. Lelah Pengerasan Arteri. Radan Usus Besar. Demam Sakit kuning. Sakit Kulit Rematik. Tulang Demam Pundak Sesak Nafas. Depresi. Keringat Dingin Waktu Tidur. Kencing Lutut Tidak Lancar.7C 1T Kelenjar Gondok. Radang Trakea. Mandul Sembelit. Sesak Nafas Sakit Kandung Kemih. Radang Anus. Siku Pergelangan Tangan. Siku Tangan. Nyeri Haid. Tulang Tulang Pinggul. Ginjal 10T Ginjal 11T Ginjal dan Ureter 12T Usus Kecil. Penyakit Kelenjar. Tulang Ekor Duduk . Trakea. Gangguan Peredaran Darah. Perut. Radang Ginjal Jerawat. Kantong Sakit Mata. Masalah Tekanan Darah. Perut Kembung. Nyeri Tulang Ekor Waktu Anus. 3L Kencing.Tenggorokan Kesemutan 2T Jantung dan Arteri Jantung 3T Paru-paru. Nyeri Punggung Gangguan Peredaran Darah di Kaki Bagian Luar Kaki. Penyakit Rahim. Bawah atau Engkel Nyeri Daerah Kaki Tulang Pinggul Tulang Ekor Reproduksi Rahim. Nyeri Daerah Kaki (Dingin). Eksim. Asma. Lutut Kaki 4L 5L Rahim. Herpes Demam. Encok Pinggul. Penyakit Kulit Gangguan Ginjal.

Bab 3 Penutup .

Daftar Pustaka .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful