You are on page 1of 9

TUGAS ILMU BEDAH KHUSUS

“OVARIOHISTERECTOMY PADA KUCING”

NAMA : FEBRI CRISTE DE VIRGOLIA TAE

NIM : 1509010016

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Ovariahisterctomi adalah operasi pengeluaran organ reproduksi berupa ovarium dan
uterus dari rongga abdomen. Operasi ini selain untuk mengurrangi jumlah populasi, juga
untuk terapi penyakit yang ada di dalam organ-organ reproduksi. Ovariohisterectomi (OH)
terdiri dari dua arti yaitu ovariectomi dan histerectomi. Ovariectomi adalah tindakan
mengangkat, mengeluarkan dan menghilangkan ovarium dari rongga abdomen. Sedangkan
histerectomi adalah tindakan mengangkat, mengeluarkan dan menghilangkan organ uterus
dari dalam tubuh. Jadi ovariohisterectomi merupakan tindakan bedah atau operasi
pengangkatan organ reproduksi betina dari ovarium sampai dengan uterus (Kusumawati dan
Sardjana, 2011).

1.2.Tujuan

1.2.1 Mengetahui defenisi dari ovariohisterectomy.

1.2.2 Mengetahui etiologi dari ovariohisterectomy

1.2.3 Mengetahui diagnosis dari ovariohisterectomy

1.2.4 Mengetahui teknik operasi dari ovariohisterectomy


BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Defenisi
Ovariohisterectomy merupakan istilah kedokteran yang terdiri dari ovariectomy dan
histerectomy. Ovariectomy adalah tindakan mengamputasi, mengeluarkan dan
menghilangkan ovarium dari rongga abdomen. Sedangkan histerectomy adalah tindakan
mengamputasi, mengeluarkan dan menghilangkan uterus dari rongga abdomen.
Beberapa indikasi dilakukannya ovariohisterectomy adalah :
Sterilisasi
Penyembuhan penyakit pada saluran reproduksi (pyometra, tumor ovary, cysteovary)
Tumor uterus (leiomioma, fibroma,fibroleiomioma)
Prolapsus uterus dan vagina
Serta modifikasi tingkah laku agar mudah dikendalikan, lebih jinak, dan membatasi
jumlah populasi.

Ovariohisterectomi ini menggunakan teknik laparatomi posterior dimana dengan


sayatan medianus sesuai dengan posisi ovarium uterus. Uterus tersebut berada dalam daerah
abdominal (flank) bagian posterior, tepatnya di anterior dari Vesika urinaria.

2.3.1 Presentasi klinis

1) Sinyalemen
Nama hewan : kim-kim
Jenis hewan : kucing
Ras : persia
Jenis kelamin : betina
Umur : 3,5 tahun
Berat badan : 3 kg

2.4. Teknik Operasi

2.4.1 Preparasi alat dan Bahan

Alat
Stetoskop dan termometer
Satu set alat bedah minor yang telah steril
Ovariohisterectomy Hook
Perlengkapan alat bedah steril (gaun bedah, handuk, sikat, sarung tangan, masker dan
penutup kepala).
Bahan
Larutan disinfektan
Penicilin streptomicin
Atropine sulfat
Ketamine 10%
Xylazine 2%

2.4.2 preparasi Ruang Operasi

Ruangan operasi, meja dan perlengkapan lainnya dibersihkan dan disinfeksi


menggunakan alkohol.

2.4.3 Preparasi Operator

Operator dalam keadaan bersih dan kuku tangan pendek


Memakai masker dan penutup kepala
Memakai gaun operasi yang dibantu oleh asisten
Memakai sarung tangan

2.4.2 Metode Operasi

1) Preoperasi
Sebelumnya hewan dipuasakan minimal 4 jam sebelum operasi untuk
menghindari refleks vomit, sebelumnya dilakukan PE (phisycal examination).
Hewan selanjutnya diberikan agen premedikasi yaitu atropin sulfat 0,24 ml
IM.
Kemudian diberikan anestesi umum yaitu ketamin 10% dengan dosis 0,45 ml
dan zylazine 2% dengan dosis 0,3 ml secara IM.
Setelah hewan teranestesi dilakukan pencukuran rambut 5-10 cm disekitar
bidang sayatan, kemudia dicuci menggunakan sabun.
Daerah bidang sayatan dioleskan alkohol 70% dan iodine tinctur 3%.
2) Teknik Operasi
Melakukan penyayatan pada ventral abdomen dari xiphoid sampai pubis.
Identifikasi umbilical dan membagi bagian abdomen menjadi tiga bagian
(cranial, medial dan caudal).
Badan uterus terletak lebih caudal dan lebih sulit untuk dijangkau oleh karena
itu dibuat sayatan pada 1/3 caudal abdomen.
Penyayatan 4-8 cm dilakukan pada daerah orientasi yaitu daerah linea alba
(laparatomi medianus).

(sumber : Anonimus, b. 2005)


Setelah rongga abdomen terbuka dilakukan eksplorasi terhadap uterus.

(sumber : Anonimus, b. 2005)


Masukan ovary hook/telunjuk kesepanjang dinding abdomen, setelah itu putar
ke arah medial untuk mendapatkan kornua uteri sebelah kanan dan ligamen-
ligamen kemudian angkat dari ruang abdomen.
(sumber : Anonimus, b. 2005)

Telusuri kornua uteri yang telah didapatkan tadi sampai menemukan ovarium.
Potong ligamentum suspensory yang dekat dengan ginjal.

(sumber : Anonimus, b. 2005)


Ketika ovarium kiri dan kanan ditemukan bagian mesovarium dijepit dengan
tang arteri kemudian diikatmelingkar dengan kuat menggunakan benang. Jepit
dengan dua tang arteri di caudal dan pemotongan dilakukan diantara kedua
tang arteri tersebut.
Buat lubang dibagian ligamen di caudal ovarium, letakan 2 sampai 3 forceps
dengan posisi dibawah pembuluh darah, forceps menjepit pedikel ovarium
proximalis.
Buat ikatan pada pedikel ovarium yang sudah di klem menggunakan cut gut
chromik 3,0.
Potong ligamen antara ikatan yang mengikat ligamen suspensory dengan klem
yang menjepit ovarium.
Setelah yakin tidak terjadi perdarahan tang arteri yang mengikat ligamen
suspensory bagian proximal dapat dilepas.
Bagian uterus ditelusuri sampai mencapai bifurcatio dan corpus uteri (diikat)
kemudian dilanjutkan untuk menelusuri corpus uteri yang satunya lagi.
Lakukan penjepitan dan pemotongan seperti sebelumnya.
Angkat kedua cornua uteri yang telah dipotong tadi sampai didapatkan corpus
uteri, buat lubang pada ligamen yang menggantung uterus serta arteri dan
vena. Klem semua ligamen hingga terjepit, buat ikatan yang kuat dan potong.
Setelah yakin tidak terjadi perdarahan klem yang menjepit uterus bagian
proximal dapat dilepas.
Reposisi uterus dan omentum kedalam abdomen.
Penjahitan menggunakan cut gut chromik 3,0 pada aponerose m obliqus
abdominis eksternus dan internus dengan simple interrupted.
Hewan yang mempunyai lapisan lemak banyak maka pola jahitannya adalah
continue.
Setelah jahitan selesai, diberikan iodine tincture 3% kemudian dilakukan
pembalutan.
3) Post Operasi
Meliputi pengobatan dan perawatan
Pemberian antibiotik peroral 2 kali sehari selama 5 hari berturut-turut
Menggunakan povidon iodine
Melakukan pengamatan terhadap pulsus, respirasi, temperaturm nafsu makan,
feses, urine dan luka jahitan.
Pada hari ke 7 jahitan dibuka.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Ovariaohisterectomi dilakukan untuk beberapa indikasi terapi yaitu tumor, cysta


ovarium dan tumor uterus serta pyometra, perubahan tingkah laku yaitu lebih mudah
dikendalikan, lebih jinak dan membatasi jumlah populasi. Dalam melakukan pembedahan
tidak terdapat kendala serta untuk mencegah infeksi sekunder diberikan antibiotik dan
perawatan post operasi yang benar.
Daftar Pustaka

Adam R.2001. Veterinary Pharmacology and Therapeutics. Backwell Publishing Company.


Iowa.
Ganiswarna SG. 1995. Farmakologi dan Terapi. FKUI. Jakarta
Katzung BG. 1994. Basic and Clinical Pharmacology. 2nd ed. Lange Medical Publication.
California
Sardjana, I.K.W Dan D. Kusumawati.2011. Bedah Veteriner. Airlangga University Press.