You are on page 1of 55

PATOLOGI KLINIK

STRATA 1 UNIVERSITAS NUSA CENDANA

SEL DARAH PUTIH

Dr.drh. Erni Sulistiawati, SP1

LABORATORIUM HEWAN, SUNTER - JAKARTA


KUPANG , 23 – 24 APRIL 2018
Mieloblast
(nongranul)

Promielosit
(progranulosit)

Mielosit
(Granul mulai dpt
dibedakan, inti bulat oval)

Metamielosit
(inti berubah lebih jelas)

Inti sel bentuk batang

Inti sel bentuk segmen


(bentuk lobus)
Tipe-tipe sel
pada ulas darah perifer

A. Eritrosit
C & E. Netrofil segment
D. Eosinofil
F. Monosit
G. Trombosit
H. Limfosit
I. Netrofil band (batang)
J. Basofil
33% 4% 2% 1% 58%

Bands 3%
I. Konsep dasar dan fungsi
Sel Darah Putih (Lekosit, white blood cells)

Jumlah: 6000-9000 per mm3


Karakteristik umum:
a. melawan patogen
b. membuang sisa metabolisme, toksin, dan sel abnormal
maupun rusak
c. pergerakan amoeboid: sel darah putih berada dalam organ
d. diapedesis: mampu bermigrasi keluar dari sirkulasi darah dan
masuk diantara sel endotel.
e. khemotaksis: sel darah putih tertarik pada patogen maupun
sinyal dari jaringan yg rusak.
f. fagositosis: neutrofil, eosinofil, monosit dapat memakan
patogen dan benda asing
Kinetika Leukosit
A. N E T R O F I L
Fungsi : Baris terdepan pada peradangan akut

1. Menghasilkan mediator-mediator inflamasi akut sbg


chemoattractant yakni Interleukin-8 dan komplemen-
5a (C5a),
2. Dalam jaringan menelan dan membunuh bakteri,
virus, jamur (Fagositosis dan mikrobiosidal) dengan
pembentukan radikal oksidatif seperti anion
superoksida dan hidrogen peroksida.
3. Membebaskan protein antibakteri (defensin dan
lisosim).
• Netrofil : inti terdiri dari 2-5 lobi; disebut juga sebagai
polymorphonuclear leukocytes (PMN). Ukuran 2x
eritrosit. Sitoplasma merah muda halus, granul kecil,
banyak dan tersebar rata warna merah muda
keunguan/biru.
• Normal dewasa antara 50-70%, bentuk batang
normal 1-5%
• Jika terjadi peningkatan laju pelepasan
netrofilbentuk matur berkurang bentuk immatur
meningkat maka disebut kondisi shift to the left
(geser ke kiri) berarti ada keadaan abnormal
B. EOSINOFIL

Fungsi:
1. Inisiasi terhadap respon inflamasi tertentu.
2. Supresi respon hipersensitivitas (alergi dan
anafilaksis) melalui mediator kimiawi sel-sel mast.
3. Membebaskan mediator sitotoksik (protein) ke
ekstraseluler  parasit (parasitisidal)
4. Kemampuan fagositosis dan bakterisidal
sama dgn netrofil tetapi tidak protektif
terhadap infeksi bakteri,
• Eosinofil: inti mempunyai dua
lobi; mempunyai afinitas
terhadap pewarnaan
eosin,granul gelap, relatif besar
dan spheris.
• Jumlah 1-3% pada ulas darah
perifer.
C. BASOFIL
Karakteristik :
❖ penuh dengan granul bulat, tidak tersebar
rata, lebih bersifat metakromatik; menyukai
pewarnaan basa. Bila diwarnai dengan toluidine
blue maka warnanya menjadi kemerahan;
dengan pewarna Wright (eosin, metilin blue)
maka granul terwarna merah dan biru (dominan
biru).
❖Sel ini tidak fagositik
❖Permukaan kedua sel reseptor permukaan
utk Ig E (mediator) berperan thd reaksi
hipersensitivitas yang terjadi pada kulit, respirasi
dan intestin.
Membebaskan :
1. Mediator–mediator vasoaktif (histamin, leukotrin) yang
meningkatkan permeabilitas vaskuler, vasodilatasi, dan
menginduksi bronkhontriksi
2. Heparin yang berinteraksi dgn antithrombin untuk
menghambat koagulasi secara lokal.
3. aktivator plasma lipoprotein lipase

Jml basofil pada darah perifer sangat sedikit minim dan


juga pada ulas sumsum tulang !!! Oleh karena itu tidak
terlalu bermakan dari segi klinis
D. M O N O S I T

Karakteristik:
1. Ukuran terbesar dibandingkan dengan jenis
lekosit lainnya; diameter 3-4x lebih besar
daripada eritrosi pada satu lapang pandang.
2. inti berbentuk ginjal, sering seperti lekukan otak
(brainlike); Sitoplasma warna abu biru dan lebih
banyak dibandingkan inti. Karena gerakan
ameboid, terdapat pseudopod.
3. Jumlah 1-6% pada ulas darah tepi.
Monosit dlm jaringan disebut makrofag (granul dan
berisi enzim proteolitik)
Peran makrofag monosit:
-Fagositosis dan mencerna benda-benda asing dan
dan sel-sel mati
-Kurang respon dibandingkan dengan netrofil
-Penghasil komponen komplemen seperti transferin,
interleukin, lisosim (interferon).
Sel yg mempresentasikan Ag  ekspresi respon
imun material jd lbh antigenik
E. LIMFOSIT

Distribusi limfosit: Limfosit T 60%, limfosit B 30%,


ditemukan dalam limpa, kelenjar getah limfe termasuk
dalam saluran cerna, timus, dan tonsil
Terdapat limfosit kecil dan besar (ukuran2-3x limfosit kecil)
Inti limfosit sangat besar dengan sitoplasma yang sedikit.
Peran dalam mematikan bakteri, virus dan sel kanker.
*Limfosit T: peran pada kekebalan seluler
*Limfosit B: peran pada kekebalan humoral
membentuk antibodi.
Jenis Limfosit T:
❖Helper T - mempunyai protein pada membran
disebut CD4. Berperan dengan melepaskan
sitokin. Sitokin menstimulasi sel B untuk
membentuk sel plasma yang membentuk
antibodi, sel cytotoxic T dan sel suppressor T juga
aktifasi makrofag.
❖Cytotoxic T – melepaskan zat yang merusak dan
membunuh benda asing.
❖Memory T - untuk mengingat sistim kekebalan
terhadap organisme yang pernah menyerang
tubuh.
Pemeriksaan Hemogram
*) Complete blood count (CBC)
• Total protein
• Parameter eritrosit : Retikulosit
- Nilai hematokrit/PCV
- ∑ eritrosit
- Konsentrasi Hb
- Indeks eritrosit
- Morfologi eritrosit (bentuk & ukuran)
• Parameter leukosit :
- ∑ total leukosit
- Hitung jenis leukosit
- Morfologi leukosit
• Platelet
*) -
Leukogram
• Bagian dari CBC (complete blood count)
– Jumlah Total Leukosit
– Hitung Jenis Leukosit/Diferensial Leukosit
– Morfologi leukosit
• Peran penting evaluasi lekogram
– Memprediksi tingkat keparahan penyakit dan
prognosa
– Monitoring respons terhadap terapi
Leukogram
• Bagian dari CBC (complete blood count)
– Jumlah Total Leukosit
– Hitung Jenis Leukosit/Diferensial Leukosit
– Morfologi leukosit
• Memprediksi tingkat keparahan penyakit dan
prognosa
• Monitoring respons terhadap terapi
Kepentingan Leukogram
untuk ketahui ……

• Ada / tidaknya inflamasi ? Akut vs


Kronis atau overwhelming
• Ada / tidaknya stres ? Respon thd
glukokortikoid atau epinefrin
• Ada / tidaknya kerusakan (nekrosis)
jaringan ?
• Ada / tidaknya hipersensitivitas ?
• Ada / tidaknya toksemia sistemik ?
22/04/2018 Erni Sulistiawati 20
Kelainan pada lekosit:
Agranulositopeni: jumlah sel darah putih rendah
Lekemia: jumlah sel darah putih tinggi
– Lekemia akut
– Lekemia kronis
Limfoma: suatu tumor sistim limfe, ditandai
dengan limfosit dalam jumlah yang banyak
(Multiple mieloma) serta pembesaran kelenjar
getah bening (lymph node)
Pemeriksaan Mikroskopis

A. NETROFIL
1. Immature Netrofil disebut “Shift to the left”
2. Toxemia  abnormal maturasi netrofil
Badan Dohle (benda sitoplasma warna biru langit) –
pada infeksi, keracunan darah

3. Nukleus hipersegmentasi: 5 atau lebih lobus


Perpanjangan waktu darah
Terapi dgn corticosteroid
4. Giant hipersegmentasi :
Defisiensi B12, asam folat, cobalt
(ruminansia)
5. Hiposegmentasi inti dan kromatin
kondensasi disebut “anomali Pelger
Huet”
6. Asinkronisasi maturasi inti dan sitoplasma
 Leukemia
B. EOSINOFIL

- peningkatan jumlah pada asthma, pasca infeksi


bakteri, parasit
-Eosinopenia pada keadaan stres, luka bakar
C. BASOFIL : granulnya mudah larut dalam air,
bila proses fiksasi tidak baik maka granul hilang.
Bila hasilnya nihil, tidak ada makna klinis
D. LIMFOSIT :Ukuran bervariasi utk setiap
spesies;
Pemeriksaan mikroskopis

E. MONOSIT

Ukuran besar dan lebih besar daripada


netrofil dan limfosit besar; dengan
sitoplasma bervakuolisasi
Transformasi ke makrofag dlm darah
tidak terjadi, kecuali jika terjadi infestasi
Ehrlichiosis, Histoplasmosis dan
Leishmaniasis
GANGGUAN RESPONS LEUKOSIT
• Kuantitatif
– perubahan jumlah
Terminologi :
–sitosis / filia
»Peningkatan jumlah
–sitopenia
»Penurunan jumlah
• Kualitatif
–Perubahan morfologi
–Perubahan fungsi
I. Gangguan Kuantitatif Respons Leukosit

Diferensial leukosit
• Nilai Relatif Vs Nilai Absolut
- nilai relatif : persentase (%) masing2 jenis leukosit
- nilai absolut : jumlah aktual masing2 jenis leukosit/mm3
darah

Kalkulasi nilai absolut


 jumlah total leukosit x persentase masing2 jenis
leukosit (%)  ..... ribu/ul
• Interpretasi dalam bentuk nilai absolut 
terutama jika ∑ WBC sangat tinggi atau sangat
rendah
• Contoh :
WBC 3000/ul, limfosit 90%, neutrofil 10%
1) nilai relatif  limfositosis, neutropenia

2) nilai absolut  neutropenia parah (300

sel/ul), normal limfosit (2700 sel/ul)


 2) merupakan situasi klinis yang sebenarnya
A. LEUKOSITOSIS

 peningkatan jumlah leukosit total di dalam


sirkulasi darah >> batas atas normal (untuk
spesies tersebut)

 Biasanya sebagai akibat dari meningkatnya


Σ total neutrofil yang bersirkulasi
Leukositosis Fisiologis

• leukositosis yang dihasilkan oleh adanya


aktifitas psikologis dan/atau fisik
• sering terjadi pada kondisi stres (akut)
• stres  fisik, emosi, atau penyakit
• bersifat temporer sementara
• kausa :
- epinefrin (endogen)  respon muncul < 30’
- kortikosteroid (endogen, eksogen)  respon
muncul setelah beberapa jam
Leukositosis Patologis

• sebagai respons terhadap adanya penyakit


• meningkatnya netrofil yang bersirkulasi
(relatif, absolut, atau keduanya)
• bisa dengan atau tanpa left shift
• pe  leukosit yg nyata terutama infeksi lokal
oleh bakteri piogenik (mis. piometra, abses)
• kausa : infeksi lokal (bakteri Gram+), hemoragi
& hemolisis, leukemia, trauma
Leukopenia
• pe ↓ Σ leukosit total dibawah nilai referensi
normal (untuk spesies tersebut)
• Umumnya akibat pe ↓ sel2 mieloid  limfosit
secara absolut normal atau secara relatif ↑
• Kausa :
- kebutuhan leukosit >>> (penggunaan ↑)
- ↓ produksi sumsum tulang (obat2an, infeksi
virus)
- ↓ produksi sel limfoid
Gangguan Respons Perjenis SDP :
Neutrofil : umumnya dihubungkan dengan proses infeksi
 neutrofilia ≠ hanya mengkonfirmasi adanya infeksi 
proses non-infeksius memperlihatkan ↑ yang serupa

• Neutrofilia
- fisiologis (epinefrin)
- stres (kortikosteroid)
- inflamasi (kebutuhan jaringan ↑↑)
- anemia regeneratif
• Neutropenia
- penggunaan >>>
- penurunan produksi
- marginasi dalam pool marginal (marginasi ↑)
NETROFILIA
• Glucocorticoid-(stress) neutrophilia
- shift neutrofil dr MNP (pool marginal) ke CNP (pool sirkulasi)
-  migrasi ke jaringan
- pelepasan netrofil dr SNP, kdg2 MatNP
• Physiologic (shift) neutrophilia  shift neutrofil dr MNP ke
CNP
• Acute inflammatory neutrophilia
- pelepasan dr marrow > migrasi ke jar  pelepasan netrofil dr
SNP
- pelepasan band netrofil dr Mat NP  left shift
• Chronic inflammatory neutrophilia
- pelepasan dr marrow > migrasi ke jar
- ≠ left shift
• Neoplastic neutrophilia  proliferasi prekursor >>>
Left shift (shift to the left) :
Leukositosis + band neutrofil  VS Right Shift

•  konsentrasi neutrofil
non-segmen (band
neutrofil) di dalam
sirkulasi darah
band netrofil
• acute inflammatory
neutrophilia

netrofil
seg

band netrofil
Right shift (shift to the right)

 Ditemukan pada :
- hyperadrenocorticism (dog)
- terapi kortikosteroid (dog & cat)
- inflamasi kronis (dog & cat)

netrofil hipersegmen netrofil segmen


Kausa Neutrofilia
NEUTROPENIA
biasanya dihubungkan dengan leukopenia
kausa : pe utilisasi atau pe  produksi neutrofil
Mekanisme

• konsumsi/kebutuhan jaringan thd neutrofil >>>(pe emigrasi) 


neutropenia & leukopenia parah  neutrofil immature (bahkan mielosit &
promielosit) dilepaskan dari sumsum tulang
kausa : Infeksi bakteri Gram (-), sepsis, necrosis

• marginasi neutrofil ↑ (oleh endotoksin)


Kausa : equine salmonellosis

• supresi sumsum tulang (pe  granulopoiesis)


kausa :
- virus  ex. FeLV, parvovirus
- infiltrasi seluler sumsum tlg  ex. limfosarkoma, mielofibrosis
- toksin  ex. sulfadiazin (pd anjing)
- familial  pd grey collie, Belgian Tervuren
- obat2an  - estrogen, phenylbutazone (dog)
- griseofulvin (cat)
EOSINOFILIA

•  produksi dalam sumsum tulang


•  pelepasan cadangan dari sumsum tulang
• Redistribusi sel-sel dari pool marginal
• Daya hidup intravaskuler diperpanjang
• Kausa : penyakit parasitik (ektoparasit,
endoparasit) dan respons alergik
(alergen)
Kausa Eosinofilia
EOSINOPENIA
•  pelepasan dari sumsum tulang
• Lisis intravaskuler
•  migrasi ke dalam jaringan
• Biasa terlihat pada stress leukogram
• Relevansi klinis sedikit

Kausa Eosinopenia
Basofilia
• Jumlah basofil cenderung  di dalam darah perifer pada
keadaan dimana terdapat juga eosinofilia
• Kausa : reaksi hipersensitifitas thd parasit, alergen

Basopenia  <<<< dalam sirkulasi  ≠ ada relevansi klinis


Kausa Basofilia
MONOSITOSIS
• Terjadi sebagai respons terhadap peradangan
• Disebabkan karena  produksi di dalam sumsum
tulang (tidak ada cadangan monosit di dalam
sumsum tulang), baik pada infeksi akut maupun
kronis
• Merupakan bagian dari stress leukogram (dog)
• Kausa : semua proses yang merangsang
keadaan netrofilia, glukokortikoid, respons imun,
infeksi kronis

Monositopenia
• ≠ relevan secara klinis
Kausa Monositosis
LIMFOSITOSIS

Limfositosis fisiologis
• terjadi terutama pada hewan muda
• Bersifat sementara
• Berhubungan dengan keadaan netrofilia
Kausa : exercise, stres fisik maupun emosi,
excitement (kucing), takut
Limfositosis patologis

• bersifat persisten
• gambaran umum penyakit inflamasi kronis,
disertai neutrofilia dan monositosis
• kausa: stimulasi antigenik (peradangan kronis,
vaksinasi)
Kausa Limfositosis
LIMFOPENIA

•  limfopoiesis
• Limfolisis dalam darah dan jaringan limfoid
•  pelepasan dalam darah

Kausa : terapi glukokortikoid, stress leukogram,


hiperadreno corticism, infeksi viral (ex.
distemper, parvovirus)
Kausa Limfopenia
Gangguan Kualitatif Respons Leukosit

EVALUASI MORFOLOGI LEKOSIT


• Neutrofil hipersegmen
• Toksik granulasi
• Dohle bodies
TOXIC NEUTROPHILS
* sebagai respons terhadap injury
* adanya neutrofil toxic  indikasi ↑ granulopoiesis

Perubahan inti/nukleus
Hipersegmen
Perubahan Sitoplasma

Toksik granulasi
Bacterial infection

Vacuolazation
Bacterial infection
Döhle bodies
Sering ditemukan bersama
dengan toksik granulasi
jumlah ↑ pada inflamasi
dan ↑ granulopoiesis
INDIKATOR PROGNOSTIK JELEK
• Degeneratif left shift   Σ total leukosit
(neutropenia, band neutrofil > seg neutrofil)
 ↓ cadangan sumsum tulang

• Leukopenia  Kebutuhan jaringan >>


produksi (neutrofil) sumsum tulang

• Toxic neutrofil yang nyata  indikasi toxemia

• Limfopenia parah/persisten  indikasi stres


yang parah