You are on page 1of 42

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/295857916

06a Faktor-faktor yang Mempengaruhi Desain Vessel

Data · April 2014


DOI: 10.13140/RG.2.1.4586.4721

CITATIONS READS

0 7,973

1 author:

Abdul Wahid
University of Indonesia
57 PUBLICATIONS   41 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

DEDC of Biodiesel education plant View project

Synthesis of Renewable Diesel from Palm Oil and Jatropha Curcas Oil through Hydrodeoxygenation using NiMo/Zal View project

All content following this page was uploaded by Abdul Wahid on 25 February 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Perancangan Bejana (Vessel Design)

1 Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Desain Vessel
“Mesin” yang Paling Banyak Digunakan
 Bejana (vessel) adalah bagian dasar dari berbagai peralatan proses
 Bejana mungkin menjadi “mesin” yang paling banyak digunakan
dalam sektor industri yang berbeda-beda
 Banyak peralatan proses yang dapat dikategorikan sebagai bejana
dengan berbagai modifikasi yang diperlukan untuk dapat melakukan
berbagai fungsi

Autoclave
Contoh
 An AUTOCLAVE
 Dapat disebut sebagai bejana bertekanan tinggi yang dilengkapai dengan
pengaduk dan sumber panas
 A DISTILLATION or ABSORPTION column
 Dapat disebut sebagai bejana yang mengandung rangkaian kontaktor uap-cair
 A HEAT EXCHANGER (HE)
 Dapat disebut sebagai bejana yang mengandung bagian untuk perpindahan
panas melalui dinding tube
 An EVAPORATOR
 Dapat disebut sebagai bejana yang mengandung HE yang digabung dengan
ruang untuk melepas-uap
Pemilihan Tipe Vessel

 Faktor utama yang mempengaruhi pemilihan


adalah:
Fungsi dan lokasi vessel
Sifat cairan
Suhu operasi dan tekanan
Kapasitas produksi
Tipe Vessel Yang Umum Digunakan

 Open tanks
 Dasar vessel berbentuk datar, tangki berbentuk silinder
vertikal
 Silinder vertikal dan horizontal vessel

 Pada umumnya berbentuk bulat

“Vessel seperti diatas kebanyakan digunakan untuk liquid


yang tidak bersifat toksik. Jika liquid bersifat toksik, mudah
terbakar, tekanannya tinggi, maka sebaiknya menggunakan
closed vessel”
Klasifikasi Bejana
Contoh Cylindrical Vessel
Open Vessel

Pada umumnya digunakan sebagai:

• Tanki untuk sistem operasi batch


• Sebagai settling tank (sedimentation tank or
clarifier)
• Decanters
• Reaktor kimia
• Reservoir
Clossed Vessel

 Untuk fluida yang bersifat mudah terbakar,


bersifat toksik, dan gas harus menggunakan
clossed vessel
 Bahan-bahan kimia yang berbahaya

 Petroluem (bahan yang mudah terbakar)


Standard Yang Digunakan

Tanki yang digunakan untuk penyimpanan


produk crude oil dan petroleum umumnya
menggunakan API Standard 12 C, API
Spesification for Welded Oil-Storage Tank
Cylindrical Vessel dengan Flat Bottoms dan Conical

 Merupakan desain yang paling ekonomis untuk closed


vessel yang beroperasi pada tekanan atm
 Jenis vessel ini langsung berdiri di atas permukaan
tanah dengan pondasi berupa pasir, kerikil, dan batau-
batuan.
 Vessel ini dilengkapi dengan ventilasi yang
memungkinkan ekspansi dari cairan sebagai akibat dari
fluktuasi suhu dan volume
Dimensional Cylindrical Vessel dengan Flat Bottoms dan Conical

 Diameter maksimum = 24 ft
 Diameter yang lebih besar = 48 ft

 Secara umum tangki dengan atap kerucut terbatas


pada tekanan atmosfer
 Jika atap berbentuk kubah yang digunakan maka
tekanan dari 2,5 sampai 15 lb
Cylindrical Vessel with Formed Ends

 Banyak digunakan dimana tekanan uap of the


stored liquid may diclate a stronger design
 Standar yang digunakan adalah API dan ASME

 Vessel ini biasanya kurang dari 12 ft untuk

diameter
Spherical and Modified Spherical Vessels

 Digunakan untuk storage container untuk volume


yang besar dan dibawah tekanan rata2
 Kapasitas dan Tekanan yang digunakan pada tipe

ini:
 Pressure = dari 10 s/d 200 lb per sq in gage-200
Contoh Spherical and Modified Spherical Vessels Pada
Indistri Petroleum dengan Pressure 100 lb/sq.in gage
Metode Fabrikasi (Pembuatan)

 Pembuatan Equipment proses melalui perhitungan fusin


welding, casting, forging, machining, brazing, and
soldering, and sheet-metal forming
 Gray-iron banyak digunakan untuk produksi secara
massal alat kelengkapan pipe fitting, dan digunakan
untuk alat-alat seperti cast-iron pipe, HE shell, dan
evaporator karena ketahanan korosi yang unggul
dibanding baja
Standar Pengelasan (Welding Standards)

 Variabel pengelasan (welding) dikontrol agar  Ketentuan-ketentuan dalam standar


menghasilkan sambungan (joints) yang kuat pengelasan:
pada peralatan dimana sejumlah kode dan  Gaya tarik dalam uji reduced-section-tension tidak
standar telah ditetapkan untuk tujuan ini, boleh kurang dari 95% dari gaya tarik minimum
antara lain: material yang di-las
 ASME Code Welding Qualifications (Section IX ASME  Elongasi minimum yang diizinkan pada uji free-bend
Boiler Code) adalah 20%
 ASA Code for Pressure Piping (B 131.1, Section 6  Kekuatan geser pada uji transverse-shear tidak boleh
and Appendices I and II) kurang dari 87% dari gaya tarik minimum material
yang di-las
 Standard Qualification Procedures of the American
Welding Society  Dalam berbagai uji kekuatan. Permukaan konveks
spesimen diperiksa untuk melihat retakan atau
 API Standard 12 C, API Specification for Welded Oil kecacatannya. Jika retakan melebihi 1/8 in pada
Storage Tanks (Section 7 and 8) arah tertentu, sambungan dianggap gagal
 Untuk memenuhi standar pengelasan, weld
yang dibuat harus diuji untuk menentukan
gaya tarik (tensile strength), keelastisan
(ductility), serta kekuatan (soundness)
Tipe welded joints dalam Pembuatan Vessel

 Gambar disamping merupakan kode API-


ASME untuk unfired pressure vessel yang
mengilustrasikan beberapa tipe welded joints
yang digunakan pada pengelasan plat baja
untuk pembuatan pressure vessel

 Pemilihan tipe sambungan tergantung pada


peralatan (service), ketebalan logam,
prosedur pembuatan (fabrication), serta
persyaratan kode
Simbol Welding Standar
(rekomendasi API Standard 12 C)

 Dimensi ukuran, penambahan panjang, dan jarak dari weld dinyatakan dalam “inches”
Tipe Kriteria dalam Desain Vessel

 Pemilihan tipe vessel utamanya didasarkan pada functional service yang


dibutuhkan vessel, seperti temperatur, tekanan, batasan dimensi, serta
berbagai masukan (loads)
 Jika vessel tidak didesain dengan benar maka vessel dapat gagal
dalam service yang disebakan oleh:
 Deformasi plastis yang dihasilkan dari stress berlebih, patah, serta
ketidakstabilan elastis
 Korosi, pemakaian, atau keletihan (fatigue)

 Desain vessel melidungi dari kegagalan service dengan melibatkan


pertimbangan terhadap faktor functional serta sifat fisik material
Pertimbangan Ekonomi

 Material murah (kayu, beton, dan


baja) dapat mengeliminasi
kebutuhan fabrikasi vessel dari
material yang lebih mahal (logam
atau alloy)
 Peningkatan ukuran tangki akan
membuat biaya relatif
penggunaan alloys dan logam non-
besi menjadi meningkat
 Beton kadang dimanfaatkan untuk
konstruksi vessel yang besar
Kelas Produk Baja
Harga Baja (Pabrik Baja vs. Gudang Baja)
 Pabrik dan gudang baja memiliki  Harga baja untuk satu gudang dengan
harga dasar untuk setiap kelas produk yang lain bervariasi tergantung jarak
baja (seperti terlihat pada tabel) dari pabrik dan service yang diinginkan
 Harga berlaku untuk pemesanan  Gudang akan menyuplai baja dengan
10.000 lb atau lebih dari ukuran yang ukuran yang disesuaikan dengan
dipesan pada satu waktu (satu keinginan konsumen
ketebalan dan satu lebar dianggap
satu ukuran)
 Biaya tambahan dikenakan untuk
tambahan heat –treatment, surface-
finish, pengujian, peralatan kimia,
spesifikasi, persyaratan khusus,
dimensi, pengakapalan, tanda khusus,
loading, serta pengikatan pelat
Pembuatan/ Fabrikasi
Biaya Pembuatan Vessel Prosedur Pembuatan Vessel

 Biaya lansung untuk produksi sebuah 1. Persiapan kerangka bejana/ vessel shell
peralatan proses termasuk biaya menggunakan 40-ft planner machining a
double “U” edge pada 1 ¾-in dengan
material dan biaya tenaga kerja panjang potongan 29 ft
 Biaya pelat baja biasanya 2. Pengerutan (crimping) pinggiran pelat yang
mengandung sebagian besar porsi akan disambungkan dengan longitudinal weld.
biaya material untuk vessel Tahapan ini dibutuhkan karena gulungan tidak
bisa digunakan untuk membentuk tutup curva
 Biaya tenaga kerja yang terlibat yang diinginkan
dalam fabrikasi vessel kenyataannya 3. Penyesuaian dan pemasangan komponen
sulit untuk ditetapkan secara akurat vessel dengan pengelasan (welding)
Estimasi Biaya
Biaya yang harus diestimasikan dalam mendesain vesel adalah:
 Indeks Harga (Diterangkan lebih lanjut)
 Variasi Biaya Pekerja  Biaya pekerja selalu naik setiap tahunnya
 Biaya Eksploitasi (Shop Overhead)/Beban  meliputi biaya
bimbingan, administrasi, teknik, penjualan, utilitas, pemeliharaan,
depresiasi, pajak dan biaya fix serta tek langsung lainnya
 Keuntungan
 Perbandingan biaya peralatan berdasarkan ukuran  Biaya ukuran
alat kedua sama dengan biaya ukuran alat pertama dikalikan rasio
ukuran (kapasitas)-nya dan dipangkatkan dengan 0.6
Indeks Harga (Cost Indeks)
 Indeks harga (Cost Index)  jumlah harga relatif yang
memberikan variasi kelompok harga dengan basis tahun.
 Indeks harga yang paling sering digunakan adalah
Engineernibg News Recird (ENR) construction Cost Index, The
Marshall and Stevens Equipment Cost Index dan The Nelson
Refinery Index
 Untuk menggunakan  mengalikan harga saat ini rasio indeks
sekarang dan indeks pada tahun yang diinginkan
Tabel Indeks Harga
COMPRESS

 Salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk


melakukan perhitungan desain bejana tekan (Pressure
Vessel).
 COMPRESS digunakan untuk mermudahkan dalam
melakukan perhitungan, dari bagian-bagian utama
pressure vessel sampai kepada bagian assesoris yang
digunakan pada sebuah bejana tekan seperti, lifting
lug, manhole, nozzle, dan skirt
Perhitungan Ketebalan Dinding silinder (Shell)
 Perencanaan tebal dinding silinder (shell) yang diatur dalam standar
ASME Section VIII Divisi I 2010 ayat UG-27, untuk ketebalan
berdasarkan tekanan maksimum atau minimum yang terjadi melalui
persamaan
Perhitungan Ketebalan
 Tegangan Circumferential (sambungan longitudinal) untuk t<0,5 R atau
P < 0,385SE
PR SE .t
t atau P
SE  0.6 P R  0.6t
 Tegangan Longitudinal (Sambungan circumferential) Untuk t < 0,5 R
atau P < 1,25 SE
Notasi
 t = Tebal bahan
 P = Tekanan internal (pressure gauge)
 D = Diameter dinding silinder (shell)
 S = Kekuatan tarik izin bahan (Tabel 13.2)
 E = Efisiensi sambungan las
 K = D/2h Faktor formula ellipsoidal head.
 R = Jari-jari dalam dinding
Perhitungan ketebalan dinding kepala (Head)

1  D 
2

K  2    
6   2h  
D
h   CA
4
Efisiensi (E)
Contoh
 Ukuran = 914 mm I.D × 2400  Dimensi pressure vessel :
 Fluida = Compressed air  Diameter dalam Shell = 914 mm
 Kondisi Desain Pressure Vessel :  Tinggi shell (T.L to T.L) = 2400 mm
 Head (Top Head) = Ellipsoidal
 Kondisi desain tekanan = 1280
kPa Head
 Kondisi desain temperature = 65  (Bottom Head) = Ellipsoidal Head
 Tinggi dish head = D/4 = 914/4
 Kondisi kerja Pressure Vessel :
 Kondisi kerja tekanan = 840 KPa
 Kondisi kerja temperature = 40
 Batasan korosi = 3 mm
Perhitungan dengan berdasarkan tegangan
circumferential
Perhitungan berdasarkan tegangan longitudinal
Perhitungan ketebalan dinding kepala (Head)

View publication stats