PERTEMUAN KE-4

POKOK BAHASAN:

FUNGSI DAN PERANAN PR/HUMAS
Dra. Diah Wardhani,Msi

DESKRIPSI: Pertemuan ini akan membahas mengenai peranan, fungsi dan tugas PR sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu juga memetakan peranan ideal PR sesuai dengan konteks hubungan organisasi dengan publiknya ( internal dan eksternal ). TUJUAN INSTRUKSIONAL Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan memahami dan mampu menjelaskan kembali peranan , fungsi, dan tugas PR dalam organisasi baik sebagai Communications Technician, Communications Manager (Expert prescriber, comm. Facilitator, - problem solving process facilitator), The Media Relations Role, The Communications Liason Role 1. Fungsi Sebelum menjelaskan mengenai fungsi, tugas dan kedudukan Humas, maka perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksudkan dengan fungsi. Fungsi berasal dari bahasa Latin functio artinya: Penampilan, pembuatan pelaksanaan atau kegiatan . ( Bachtiar Aly: Tehnik-tehnik Humas). Fungsi menurut Ralph Currier Davis dan Allan C Filly dalam bukunya Principles of Management: Fungsi menunjukkan suatu tahap pekerjaan yang jelas dan dapat dibedakan bahkan kalau perlu dipisahkan dari pekerjaan lain. Humas/PR berfungsi atau tidaknya bila menunjukkan kegiatan yang jelas dan berbeda dengan jenis kegiatan unit lainnya. Berfungsi atau tidaknya Humas juga dapat dilihat dari ciri-ciri dari kegiatan nya yakni:

Adanya kegiatan komunikasi dalam organisasi yang berlangsung dua arah secara timbal balik

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Diah Wardhani M.Si.

PENGANTAR PUBLIC RELATIONS

1

Hal tersebut dikemukakan oleh Onong Uchyana yang menjelaskan bentuk PR/Humas dalam organisasi ke dalam dua bentuk yakni : Bila merujuk kepada konsep PR yang disampaikan oleh Scott M. (Cutlip: 2000: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dra. Money and Market maka PR sebagai metode komunikasi memfokuskan pada unsur manusianya. Machines. PR belum berfungsi/berperanan di perusahaan tersebut. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS 2 . Peranan/fungsi PR dalam organisasi tidak selalu dilakukan dalam satu divisi khusus PR. Methods. Konsep di atas menunjukkan bahwa PR merupakan fungsi manajemen dan menjadi bagian dari manajemen. Adanya usaha-usaha untuk memenuhi rasa tanggungjawab sosial seiring dengan upaya menunjang pencapaian tujuan organisasi  Adanya upaya untuk memproyeksikan hal yang berkaitan dengan perusahaan masa lalu. yang menjadi sandaran keberhasilan atau kegagalannya. Diah Wardhani M. tidak terlihat dalam organisasi/perusahaan. Misalnya di divisi Sumberdaya manusia yang menjalankan fungsi PR sebagai fungsi PR dalam bentuk employee relations atau dalam divisi Marketing yang menjalankan fungsi PR dalam bentuk customer relations . melainkan bisa saja dijalankan oleh divisi yang ada dalam organisasi. 5). sekarang dan yang datang kepada publik internal dan eksternal Adanya kegiatan penelitian yang berkaitan dengan sikap publik terhadap perusahaan/organisasi Menyampaikan informasi berdasarkan fakta kepada publik Menggunakan opini publik dan hasil penelitian lainnya sebagai input bagi perusahaan/organisasi. dan masyarakat.    Apabila ciri-ciri kegiatan PR sebagaimana disebutkan di atas. Kendati PR juga memfokuskan pada sumberdaya manusia juga. Bila dikaitkan pada 6 unsur manajemen yakni Men. Bila bagian SDM mengelola manusia agar dapat terpenuhinya kebutuhan fisiologis atau biologis atau kebutuhan fisik. Dalam organisasi pada umumnya unsur manusia dikelola oleh personalia atau bagian Sumber Daya Manusia. artinya. namun penekanannya berbeda satu dengan lainnya.Si. Cutlip dan Allen Center dalam bukunya Effective Public Relations: Hubungan masyarakat merupakan fungsi manajemen yang membentuk dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi hal. Materials.

sandang dan papan. dengan kata lain. sebab apabila terjangkit dalam jiwa manusia. Apabila ditilik lebih jauh.Si. namun mendapat instruksi langsung dari pimpinan tertinggi dalam praktek kesehariannya. Kegiatan-kegiatan PR inilah yang nantinya akan memberikan daya dorong yang kuat (motivasi) bagi manusia untuk memiliki prestasi yang nantinya akan mengarah pada peningkatan keuntungan perusahaan. budaya kerja dan nilai-nilai yang mampu membangun motivasi dan kinerja yang lebih positif bagi anggota organisasi.maka PR memfokuskan kepada pemenuhan kebutuhan psikologis dan sosiologis atau sosial. maka peranan PR sebagai fungsi manajemen. Hal – hal di atas di dasari oleh adanya konsep David Mc Clelland mengenai adanya kebutuhan manusia untuk berprestasi ( needs for achievement ) yang dikenal sebagai n ’Ach. sehingga dengan daya tersebut seseorang dapat mencapai kemajuan yang teramat cepat. akan meluas dan menimbulkan suatu dampak dalam kehidupan”. ”Dalam kehidupan psikis manusia terdapat suatu daya yang mampu mendorong ke arah suatu kegiatan yang hebat. Daya pendorong tersebut dinamakan virus mental. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS 3 . loyalitas dan komitmen yang kuat seluruh anggota organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dra. Sedangkan kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan lebih bersifat sekunder seperti rasa aman. sejauh ini masih berifat fungsional belumlah strategis. Diah Wardhani M. Kebutuhan primer lebih mengarah pada kebutuhan fisik/biologis seperti kebutuhan akan pangan. membangun sense of belonging. akan berkembang biak dengan cepat. lebih banyak bersifat teknis sehingga belum sepenuhnya menjalankan fungsi manajemen. Dengan demikian. Menurutnya. penghargaan dan prestasi yang sifatnya psikologis. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang bersifat primer dan sekunder. merupakan peranan yang strategis dan tidak dapat dilepaskan dari tujuan organisasi.. Dimana PR berkedudukan dalam level yang rendah. Peranan inilah yang sudah banyak diterapkan di negara-negara maju. kegiatan PR secara tidak langsung akan juga meningkatkan kemajuan dan profit perusahaan. Aktivitas PR dalam posisi ini. Selain itu juga membangun interaksi antara seluruh divisi dalam menyamakan persepsi. Sedangkan peranan PR di Indonesia. PR dalam organisasi mengelola kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan psikologis dalam bentuk membangun iklim komunikasi.

Si. Rachmadi dalam bukunya Public Relations dalam Teori dan Praktek: Fungsi utama Public Relations adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/organisasi dengan publiknya. Canfield dalam bukunya Public Relations: Principles and Problems: Fungsi humas adalah:    Mengabdi kepada kepentingan umum Memelihara komunikasi yang baik Menitikberatkan moral dan prilaku yang baik Kesimpulannya. juga ruang lingkup tugas PR meliputi publik organisasi baik yang ada di dalam maupun di luar organisasi. baik publik intern maupun publik ekstern Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum. intern mapun ekstern. Hal ini juga dikemukakan oleh Bertrand R. PR pun menjadi cermin organisasi. dan sebaliknya. Menurut F. bening dan berkilat. Diah Wardhani M. maka publik memandang organisasi dengan lebih positif serta menggunakan kacamata yang bening. memberikan gambaran utuh mengenai fungsi PR sebagai fungsi manajemen yang tidak lepas dari pencapaian tujuan organisasi. bila cerminnya bersih. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS 4 . sehingga organisasi mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masingmasing publiknya. Selain itu. Hal terpenting adalah bagaimana PR mampu menangkap aspirasi publik untuk kemudian disampaikan kepada manajemen atau pimpinan puncak . fungsi PR tidak hanya menjadi wasit yang baik.   Konep fungsi di atas. Di sisi lain. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dra. PR juga mampu mengkomunikasikan keterbatasan atau pun kelebihan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan publik. Cutlip juga menekankan perlunya PR mengingatkan organisasi untuk selalu memikirkan kepentingan umum. Hal ini dikarenakan PR adalah ujung tombak organisasi yang langsung berhadapan dengan publik.Konsep Fungsi Manajeman PR menurut Cutlip dan Center:   Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik. melainkan juga menjadi pemain yang menjaga moral serta prilakunya yang terbaik.

Communications Technician b. (2) memberi nasehat kepada manajemen dan membuat PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dra. Comm Technician: tugas yang dikerjakan melakukan komunikasi dan keterampilan jurnalistik serta melaksanakan keputusan yang telah dibuat oleh pimpinan. Comm Manager: tugasnya: (1) merancang dan mengelola program-program Humas secara sistematis. The Media Relations Role d.Si. Wisconsin dan Univ San Diego terdiri dari 4 macam: a. Peranan Peranan PR dalam organisasi menurut Penelitian Univ. ia berusaha mengenali. di kirimkan ke bagian-bagian yang terkait dan mendokumentasikan. Bentuk-bentuk pekerjaannya adalah membuat foto dokumentasi. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS 5 .problem solving process facilitator c. Ke dalam. Facilitator. Ad.dalam rangka menanamkan pengertian. pers conference. . membaca artikel yang relevan untuk diberi resume. a. mengidentifikasikan hal-hal yang dapat menimbulkan sikap dan gambaran yang negatif (kurang menguntungkan) dalam masyarakat sebelum sesuatu tindakan atau kebijakan itu dijalankan 2.comm. Diah Wardhani M. menulis artikel untuk majalah internal. The Communications Liason Role Ad. b. Selanjutnya dikatakan Public Relations mempunyai fungsi timbal balik ke luar dan ke dalam: Ke luar ia harus mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran (image) masyarakat yang positif terhadap segala tindakan dan kebijakan organisasi atau lembaganya. surat-surat undangan perss gathering. . menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini publik) yang menguntungkan lembaga/organisasi. Communications Manager: -Expert prescriber. menulis press release. Ia tidak melakukan pengambilan keputusan dan tidak melakukan penelitian untuk merencanakan dan mengevaluasi pekerjaan mereka. dan menulis bentuk komunikasi lainnya dan hal-hal teknis lainnya.

Ad. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS 6 . (2) Fasilitator Komunikasi: yang berperan sebagai perantara atau mediator yang peka serta menjaga arus komunikasi dua arah berjalan dengan baik antara organisasi dengan publiknya (sering juga disebut sebagai liaison. (3) Fasilitator Proses Pemecahan Masalah: tugasnya menolong organisasi dalam memecahkan persoalan komunikasi yang ada . mencari upaya solusi permasalahan melalui program-program yang bermanfaat.Si. perencanaan. . dan bertanggungjawab atas pelaksanaan program. (2) membuka kesempatan komunikasi secara dua arah antara manajer dengan publiknya. mulai dari identifikasi permasalahan. PR di sini menjadi bagian dari team perencanaan strategic organisasi . membagi peranan PR dalam empat peranan: a.kebijaksanaan komunikasi. Comm Manager berfugsi sebagai: (1) Expert Prescriber: seorang yang ahli melakukan penelitian dan merumuskan masalah-masalah organisasi yang berkaitan dengan bidang komunikasi serta gangguan komunikasi dalam pencapaian tujuan organisasi. pelaksanaan sampai dengan evaluasi program pemecahan masalah . (3) terlibat dalam semua proses pengambilan keputusan. (4) memanfaatkan hasil penelitian untuk merancang dan mengevaluasi kerja mereka. (2) menjalankan peran komunikasi yang timbal balik dengan media. (3) bertugas memproduksi media dan menyebarluaskan pesan. Communication Technician PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dra. interpreter/penerjemah atau sebagai mediator). Ia bekerjasama dan anggota team lainnya untuk memberikan solusi permasalahan yang ada. Media Relations: menjalankan tugas sebagai berikut: (1) menjadikan bagianbagian dalam organisasi well-informed tentang apa yang dikerjakan oleh media. Communication facilitator d. The Comm Liaison Role: tugasnya (1) melayani tugas-tugas Humas bagi manager kelas atas dengan mengatasnamakan organisasi dalam setiap event dan pertemuan dengan pihak eksternal. Ad. Center & Broom. prosedur serta aktivitas yang diminati oleh kedua pihak. Problem – solving facilitator c. Peranan fasilitator juga adalah mengenali public di sekeliling organisasi dan membuat keputusan yang berkaitan dengan kebijakan. Diah Wardhani M. c.d. Cutlip. Expert prescriber b.

47) Low Threat Communication technician Communication Facilitator High Threat Problem-solving facilitator Expert prescriber Communication technician dibutuhkan untuk organisasi yang cenderung stabil dengan ancaman lingkungan yang rendah. persaingan yang tidak sehat . Teori & Profesi Kehumasan. Sedangkan peranan communication Facilitator dijalankan dalam organisasi yang memiliki lingkungan luas namun tidak mengancam atau ancamannya rendah/tidak banyak.Si. Contohnya adalah perusahaan marketing communication. Erlangga. Diah Wardhani M. BAHAN AJAR-UMB Jefkins. dibutuhkan peranan problem solving facilitator.Peranan PR tersebut di atas. Amerika. 1998 7 . Artinya lingkungan organisasi yang sederhana serta tidak banyak ancaman akan menjadikan organisasi lebih stabil. Center & Broom. Contohnya lembaga-lembaga non profit dan lembaga sosial (charity). Oleh karena itu. bahan bakar minyak. melaksanakan dan mengevaluasi. Prentice PUSAT PENGEMBANGAN 2000 Dra. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS Hall. dan lainnya. Karena itu dibutuhkan PR yang mampu mendeteksi kemungkinan timbulnya krisis. perusahaan-perusahaan dengan produk/jasa strategis seperti penyedia listrik. gas.peraturan pemerintah yang menghambat. lembaga keuangan dan asuransi. Organisasi dengan lingkungan yang sederhana namun penuh ancaman akan mengalami banyak permasalahan. Bumi Aksara. Contohnya adalah lembaga-lembaga pendidikan dan beberapa lembaga pemerintahan. Cutlip. sehingga hanya membutuhkan peranan teknis PR. Organisasi ini seringkali menghadapi permasalahan atau krisis. Jakarta. akan sangat terkait dengan kebutuhan fungsi PR dalam organisasi. Jakarta. Frank. Effective Puiblic Relations. Contoh problem yag seringkali dihadapi adalah konflik tenaga kerja. Pustaka: Anggoro. dan kawan-kawan menjelaskan dalam bentuk tabel di bawah ini: Lingkungan Organisasi & Peranan PR Little Change Much Change (Cutlip: 2000: hal. biro konsultan Public relations dan lainnya. Public Relations. Linggar. Contohnya perusahaan penerbangan. 2000 Cutlip. Organisasi dengan public yang luas dan penuh dengan ancaman membutuhkan peranan expert prescriber. membuat perencanaan program pencegahan/penyelesaian.

Si. PENGANTAR PUBLIC RELATIONS 8 .PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dra. Diah Wardhani M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful