Hukum Acara Perdata Oleh Oleh Misnar Syam, SH.MH Misnar Syam, SH.

MH Silabus Hukum Acara Perdata Silabus Hukum Acara Perdata Bab I Pendahuluan : 1. Istilah dan Pengertian 2. Sejarah Hukum Acara Perdata 3. Sumber Hukum 4. Asas-asas Hukum Acara Perdata 5. Perbedaan Hukum Acara Perdata dengan Hukum Acara Pidana Bab II Gugatan 1. Pengertian dan Isi Gugatan 2. Pencabutan dan Perubahan Gugatan 3. Penggabungan Gugatan 4. Kewenangan Mengadili atau kompetensi Bab III Penyitaan 1. Pengertian dan dasar hukum 2. Conservatoir Beslag 3. Revindicatoir Beslag Bab IV Pemeriksaan Perkara : 1. Penetapan Hari Sidang 2. Proses Pemeriksaan Perkara 3. Peranan Hakim dalam Memeriksa Perkara 4. Perdamaian 5. Acara Verstek 6. Jawaban tergugat 7. Replik dan Duplik 8. Intervensi Bab V Pembuktian 1. Pengertian dan dasar Hukum 2. Hal yang Dibuktikan dan Beban Pembuktian 3. Teori Pembuktian dan Kekuatan Alat Bukti 4. Macam-macam Alat Bukti

Bab VI Putusan Hakim 1. Pengertian 2. Susunan dan Isi Putusan Hakim 3. Macam-macam Putusan Hakim 4. Kekuatan Putusan Hakim 5. Uitvoorbaar Bij Voorraad Bab VII Upaya Hukum 1. Upaya Hukum Terhadap Putusan Hakim 2. Perlawanan 3. Banding 4. Kasasi 5. Peninjauan Kembali 6. Derdenverzet Bab VIII Eksekusi atau Pelaksaaan Putusan Hakim 1. Pegertian 2. Bentuk-bentuk Eksekusi Literatur Literatur 1. Abdulkadir Muhammad, 2000, Hukum Acara Perdata Indonesia, Citra Aditya Bakti,Bandung. 2. K Wantjik Saleh, 1979, Hukum Acara Perdata di Indonesia, Ghalia Indonesia, Jakarta. 3. Lilik Mulyadi, 1999, Hukum Acara Perdata menurut Teori dan Praktek Peradilan di Indonesia, Jembatan, Jakarta. 4. Izaac.S.Leinisu, Fatimah Ahmad, 1982, Intisari Hukum Acara Perdata, Ghalia Indonesia, Jakarta. 5. Mukti Arto, 1996, Praktek Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama, Pustaka Pelajar,Yogyakarta. 6. Sudikno Mertokusumo, 2000, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Yogyakarta. 7. Riduan Syahrani, 1988, Hukum Acara Perdatadi Lingkungan Peradilan Umum, Pustaka Kartini, Jakarta. 8. R. Soepomo, 1993, Hukum Acara Perdata, Pradanya Paramita, Jakarta. 9. R. Rubini, 1974 , Pengantar Hukum Acara Perdata, Alumni Bandung. 10. R. Wiryono Prodjodikoro, 1982, Hukum Acara Perdata di Indonesia, Sumur, Bandung.

11. Retnowulan Sutantio Iskandar Oeripkartowinata, 1972, Hukum Acara

Perdata Dalam Praktek dan Teori, Alumni, Bandung. 12.R. Tresna, 1979, Komentar HIR, Pradnya Paramita, Jakarta. 13.R. Subekti, 1969, Hukum Pembuktian, Pradnya Paramita, Jakarta. 14.--------------, Hukum Acara Perdata, 1977, Bina Cipta, Jakarta. BAB I Pendahuluan 1. Istilah dan Pengertian Hukum Perdata Materil : hukum yang mengatur hak dan kewajiban pihak-pihak dalam hubungan perdata. Hukum perdata formil === hukum acara perdata : hukum yang mengatur cara mempertahankan atau melaksanakan hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan hukum perdata. Hubungan antara hukum perdata materil dengan hukum perdata formil : hukum perdata formil mempertahankan tegaknya hukum perdata materil ===== jika ada yang melanggar perdata materil maka diselesaikan dengan perdata formil. Pengertian hukum acara perdata menurut pendapat para ahli 2. Abdul Kadir Muhammad=== peraturan hukum yang m,engatur proses penyelesaian perkara perdta melalui pengadilan (hakim), sejak diajukan gugatan sampai dengan pelaksanaan putusan hakim. 2. Wirjono Projodikoro=== rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan hukum perdata. 3. Sudikno Mertokusumo=== peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perdata materil dengan perantaraan hakim===hukum yang mengatur bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak, memeriksa sera memutusnya dan pelaksanan daripada putusannya. Tujuan dan sifat hukum acara Tujuan dan sifat hukum acara perdata perdata • Tujuan : 2. Mencegah jangan terjadi main hakim sendiri (eigenrichtig) 3. Mempertahanakan hukum perdata materil 4. Memberikan kepastian hukum

Menagatur === peraturan-peraturan dalam hukum acara perdata dapat dikesampingkan para pihak Contoh dalam hal pembuktian. Memaksa === mengikat para pihak yang berperkara dan ketentuanketentuan yang ada peraturan hukum acara perdata harus dipenuhi.J Rochussen menugaskan Wichers membuat rancnagn Reglement tentang Administrasi Polisi dan Hukum Acara Perdata dan Pidana Bagi Bumiputera. Gubenur Jendral J. 3. dll 11. Rancangan itu terlalu sederhana karena tidak dimasukkannya lembag-lembaga intervensi.L Wichers tidak setuju hukum acara perdata bagi golongan Eropa digunakan untuk golongan Bumiputera tanpa berdasarkan perintah Undang-undang. Tahun 1847 rancaqngan selesai dibuat tetapi JJ Rochussen mengajukan keberatan yaitu 2. • Tahun 1927 diberlakukan RBg (Rechtsreglement voor de Buitengewesten) yaitu hukum acara perdata bagi . Sejarah hukum acara perdata Sejarah hukum acara perdata • Sebelum tanggal 5 April 1848 Hukum acara perdata yang digunakan di pengadilan Gubernemen bagi golongan Bumiputera untuk kota-kota besar di Jawaadalah BrV (hukum acara bagi golongan Eropa) Untuk luar kota-kota besar Jawa digunakan beberapa pasal dalam Stb 1819-20 Pada tahun 1846 Ketua Mahkamah Agung (Hooggrerechtshof) Mr H. kumulasi gugatan.• Sifat : 7. contoh: gugatan harus diajukan di tempat atau domisili tergugat Jangka waktu untuk mengajukan permohonan banding adalah 14 hari setelah putusan hakim diterima para pihak. Pasal 432 ayat (2) :membolehkan pengadilan yang memeriksa perkara perdata untuk golongan Bumiputera menggunakan hukum acara perdata uyang diperuntukkan untuk golongan Eropa. penjaminan dan rekes civil seperti yang termuat dalam BRv • Tanggal 5 April 1848 setelah melakukan perubahan dan penambahan maka rancangan itu ditetapkan dengan nama Inlandsch Reglement (IR) yang ditetapak dengan Stb 1848-16 dan disahkan dengan firman Raja tanggal 29 September 1849 dengan Stb 1849-63.

UU No 1 Tahun 1974 tentang Pokok Perkawinan 2. SEMA 7. Hakim tidak boleh menjatuhkan putusan melebihi dari yang dituntut 3. • Saat Ini 7. Hakim bersifat menunggu===inisiatif mengajukan tuntutan hak diserahkan sepenuhnya kepada yang berkepentingan===Pasal 118 HIR/142 RBg 2. Hukum Adat 8. RBg (Reglement voor de Buitengewesten)=== golongan Bumiputera luar Jawa dan Madura. Yurisprudensi. HIR dan RBg 8. Sebelumnya berlaku peraturan tentang susunan Kehakiman dan kebijaksanaan Pengadilan ===Stb 1847 -23 • Tahun 1941 terjadi perubahan nama Ir menjadi HIR (Herzeine Indlansch Reglement)dengan Stb 1941-44 yang berlaku untuk Jawa dan Madura. • Pada saat ini dengan Pasal 1 UUD 1945 yang telah diamandemen HIr dan RBg masih berlaku sampai saat ini. UU No 4 Tahun 2004 tentang Pokok Kehakiman 3. UU No 29 Tahun 1947 tentang Peradilan Banding Jawa dan Madura. 6. Persidangan terbuka untuk umum===setiap orang . UU No 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung 4. 1. Hakim bersifat Pasif=== ruang lingkup atau luas pokok perkara ditentukan para pihak berperkara tidak hakim.golongan Bumiputera luar Jawa dan Madura. RV (reglement op de Burgerlijk Rechtsvordering)=== golongan Eropa 3. Sumber hukum acara perdata Sumber hukum acara perdata • Pada zaman Hindia Belanda: 2. Kitab Undang-undang Hukum Perdata Buku ke-IV tentang Pembuktian dan Daluarsa 5. Doktrin Asas-asas Hukum Acara Perdata Asas-asas Hukum Acara Perdata 1. HIR (Herzeine Indlandsch Reglement)===golongan Bumiputera daerah Jawa dan Madura 4.

Beracara tidak harus diwakilkan=== bisa langsung pihak yang berperkara beracara di pengadilan atau dapat diwakilkan. Perdamaian Perdata : dikenal adanya perdamaian Pidana : tidak dikenal perdamaian 6. 1.dibolehkan hadir dan mendengarkan pemeriksaan perkara. Harus diselidiki sampai latar belakang perbuatan terdakwa. Pidana : timbulnya perkara krn terjadi pelanggaran terhadap perintah atau larangan yang diatur dlm hkm pidana 9. Pidana :mencari kebenaran materil ==== tidak terbatas apa saja yang telah dilakukan terdakwa melainkan lebih dari itu. Mendengarkan kedua belah pihak 2. Tugas hakim dalam beracara Perdata : mencari kebenaran formil ==== mencari kebenaran sesungguhnya yang didasarkan apa yang dikemukakan oleh para pihak dan tidak boleh melebihi dari itu. Hakim mencari kebenaran materil secara mutlak dan tuntas. 5. 3. Contoh dalam perkara perceraian. Berperkara dikenai biaya. Inisiatif berperkara Perdata : datang dari salah satu pihak yang merasa dirugikan Pidana : datang penguasa negara/pemerintah melalui aparat penegak hukum seperti polisi dan jaksa 3. Sumpah decissoire . walaupun ada beberapa perkara yang dilakukan pemeriksaannya secara tertutup. 4. Putusan harus disertai dengan alasanalasan. Perbedaan Hukum Acara Perdata Perbedaan Hukum Acara Perdata dengan Hukum Acara Pidana dengan Hukum Acara Pidana • Dasar timbulnya gugatan Perdata :timbulnya perkara krn terjadi pelanggaran hak yang diatur dalam hukum perdata. Istilah yang digunakan Perdata : yang mengajukan gugatan=== penggugat pihak lawannya/digugat ===== tergugat Pidana : yang mengajukan perkara ke pengadilan ==== jaksa/penuntut umum pihak yang disangka === tersangka=== terdakwa===terpidana 4.

memberikan dan tidak melakukan sesuatu ) Pidana : hukuman badan ( kurungan. penjara dan mati). 7. Voluntaria : mengikat terhadap semua pihak. Perkara voluntaria === perkara yang di dalamnya tidak terdapat sengketa atau perselisihan Beda contentiosa dengan voluntaria Pihak yang berperkara Contentiosa : penggugat dan tergugat Voluntaria : pemohon Aktifitas hakim yang memewriksa perkara Contentiosa : terbatas yang dikemukakan dan diminta oleh pihak-pihak Voluntaria : hakim dapat melebihi apa yang dimohonkan krn tugas hakim bercorak administratif. Kebebasan hakim Contentiosa : hakim hanya memperhatikan dan menerapkan apa yang telah ditentukan UU Voluntaria : hakim memiliki kebebasan menggunakan kebijaksanaannya. Kekuatan mengikat putusan hakim Contentiosa : hanya mengikat pihak-pihak yang bersengketa serta orangorang yang telah didengar sebagai saksi. Pidana : tidak dikenal sumpah decissoire. Bab II Bab II Gugatan Gugatan Perkara perdata ada 2 : 2. Hukuman Perdata : kewajiban untuk memenuhi prestasi (melakukan .Perdata : ada sumpah decissoire yaitu sumpah yang dimintakan oleh satu pihak kepada pihak lawannya tentang kebenaran suatu peristiwa. . Pengertian gugatan Pengertian gugatan • Menurut RUU Hukum Acara Perdata pada Psl 1 angka 2 === tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan • Sudikno Mertokusumo : tuntutan hak adalah tindakan yang bertujuan memperoleh perlindungan yang diberikan oleh pengadilan untuk mencegah main eigenrichtig. Perkara contentiosa === perkara yang di dalamnya terdapat sengketa atau perselisihan. 3. denda dan hak.

Dilakukan dalam proses pemeriksaan perkara dengan syarat disetujui oleh pihak tergugat. Tuntutan/petitum terdiri dari tuntutan primer dan tuntutan subsider/tambahan Teori pembuatan gugatan Teori pembuatan gugatan • Ada 2 teori tentang bagaimana menyusun sebuah surat gugatan yaitu : 2. 3. Individualseringstheorie yaitu hanya memuat kejadian-kejadian yang cukup menunjukkan adanya hubungan hukum yang menjadi dasar gugatan Pencabutan Gugatan Pencabutan gugatan dapat terjadi: 7. 3. 3. Sesudah tergugat mengajukan jawaban harus dengan izin tergugat jika tidak disetujui perubahan tetap dapat dilakukan dengan ketentuan : . Sebelum pemeriksaan perkara oleh hakim 8. Dasar atau dalil gugatan/ posita /fundamentum petendi berisi tentang peristiwa dan hubungan hukum 10. diajukan ke pengadilan yang berwenang • Isi gugatan : Menurut Pasal 8 BRv gugatan memuat : 8. Syarat dan isi gugatan Syarat dan isi gugatan • Syarat gugatan : 2. • Perubahan surat gugatan dapat dilakukan dengan syarat : 2. Gugatan dalam bentuk tertulis.• Darwan Prinst : suatu permohonan yang disampaikan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang berwenang mengenai suatu tuntutan terhadap pihak lainnya dan harus diperiksa menurut tata cara tertentu oleh pengadilan serta kemudian diambil putusan terhadap gugatan tersebut. 4. 7. Diajukan oleh orang yang berkepentingan. Tidak boleh mengubah kejadian materil yang menjadi dasar gugatan. Sebelum tergugat mengajukan jawaban dapat dilakukan tanpa perlu izin tergugat. Substantieseringstheorie yaitu membuat surat gugatan dengan menguraikan rentetan kejadian nyata yang mendahului peristiwa yang menjadi dasar gugatan. Kesempatan atau waktu melakukan perubahan gugatan dapat dibagi menjadi 2 tahap : 6. Bersifat mengurangi atau tidak menambah tuntutan. Identitas para pihak 9.

• Pasal 118 HIR/142 RBg mengatur juga pengecualiannya yaitu : 2. Diajukan di tempat kediaman tergugat apabila tidak diketahui tempat tinggatnya. Hakim tidak wenang secara relatif untuk memeriksa satu tuntutan yang diajukan secara bersama-sama dalam gugatan h. kompetensi kompetensi • Kompentensi adalah kewenangan mengadili dari badan peradilan.h. Penggabungan gugatan atau Penggabungan gugatan atau kumulasi gugatan kumulasi gugatan • Kumulasi gugatan ada 2 yaitu : 2. Menghindari kemungkinan putusan yang berbeda atau berlawan m. Tuntutan tentang bezit tidak boleh diajukan bersama-sama dengan tuntutan tentang eigendom dalam satu gugtan. Apabila tergugat lebih dari satu orang diajukan di tempat tinggal . Penggabungan objektif tidak boleh dilakukan dalam hal: g. Kompetensi relatif yaitu dari wilayah hukum masingmasing peradilan • Menurut Pasal 118 HIR/142 RBg kompetensi relatif adalah pengadilan negeri di tempat tinggal tergugat ( asas Actor Sequitor Forum Rei). i. cepat dan biaya ringan. Untuk kepentingan beracara yang bersifat sederhana. i. Kumulasi objektif yaitu penggabungan beberapa tuntutan. satu tuntutan tertentu diperlukan satu gugatn khusus sedangkan tuntutan lainnya diperiksa menurut acara biasa. • Kompetensi ada 2 yaitu : 3. Tidak boleh menimbulkan keadaan baru dalam positanya. Kumulasi subjektif yaitu para pihak lebih dari satu orang (Pasal 127 HIR/151 RBg) 4. Tidak menyebabkan kepentingan kedua belah pihak dirugikan terutama tergugat. Tujuan penggabungan gugatan : l. j. 3. Kompetensi mutlak/absolut yaitu dilihat dari beban tugas masing-masing badan peradilan 4. Tidak menyimpang dari kejadian materil sebagai penyebab timbulnya perkara.

• Macam-macam surat kuasa : 4. • Pihak ini dapat secara langsung berperkara di pengadilan dan dapat juga diwakilkan. Satu tergugat sebagai yang berhutang dan satu lagi penjamin diajukan di tempat tinggal yang berhutang. Pihak formil : mereka yang beracara di pengadilan. 6.tergugat dan kuasa hukum • Turut tergugat : pihak yang tidak menguasai objek perkara tetapi akan terikat dengan putusan hakim Perwakilan dalam Perkara Perdata Perwakilan dalam Perkara Perdata • Dalam sistim HIR/RBg beracara di muka pengadilan dapat diwakilkan kepada kuasa hukum dengan syarat dengan surat kuasa. Surat kuasa umum :surat yang menerangkan bahwa pemberian kuasa tersebut hanya untuk hal-hal yang bersifat umum saja.salah satunya sesuai pilihan tergugta. artinya untuk segala hal atau segala perbuatan dengan titk berat pengurusan. 4. yaitu penggugat. • Menurut UU No 18 Tahun 2003 tentang advokat . Para Pihak Berperkara Para Pihak Berperkara • Ada 2 pihak yaitu penggugat dan tergugat. • Advokat adalah orang yang mewakili kliennya untuk melakukan tindakan hukum berdasarkan surat kuasa yang diberikan untuk pembelaan atau penuntutan pada acara persidangan di pengadilan atau beracara di pengadilan. • Untuk ini dapat dibedakan atas : 4. Pihak materil : pihak yang mempunyai kepentingan langsung yaitu penggugat dan tergugat. • Surat kuasa : suatu dokumen di mana isinya seseorang menunjuk dan memberikan wewenang pada orang lain untuk melakukan perbuatan hukum untuk dan atas namanya. 7. . Jika objeknya benda tetap diajukan di tempat benda tetap itu berada. 7. Jika tidak diketahui tempat tinggal dan kediaman tergugat diajukan di tempat tinggal penggugat. 5. kuasa hukum itu diberikan kepada advokat. Jika ada tempat tinggal yang dipilih diajukan di tempat tinggal yang dipilih tersebut.

Adanya permohonan pihak bersengketa Adanya permohonan pihak bersengketa 6. Pertelaan isi kuasa yang diberikan. 3. 2. 7. • Dasar hukum : Pasal 227 HIR/261 RBg • Tujuan : untuk menjamin terlaksananya putusan pengadilan • Sita ini dapat dilakukan jika ada permohonan penggugat dan ada dugaan bahwa tergugat berusaha menghilangkan. Revindicatoir beslaag yaitu sita terhadap barang milik penggugat yang dikuasai oleh orang lain. Tindakan hukum Tindakan hukum 3. Dalam beracara perdata digunakan surat kuasa khusus. Hak subsitusi /pengganti Bab III Bab III BESLAAG/SITA BESLAAG/SITA • Pengertian : Pengertian : 2. memindahtangankan bendabenda tersebut. • Benda-benda yang menjadi objek sita ini adalah benda bergerak dan benda tidak bergerak 1. Tindakan hakim Tindakan hakim 4. 4. Identitas pemberi kuasa dan penerima kuasa. Dijelaskan tentang kekhususan isi kuasa. Bersifat eksepsional Bersifat eksepsional 5.6. merusak. Mengamankan barang-barang sengketa Mengamankan barangbarang sengketa 7. 3. 5. 6. Apa yang menjadi pokok perkara. • Dasar hukumnya Pasal 226 HIR/260 RBG • Tujuan : menjamin suatu hak kebendaan dari . Tujuan akhir menjamin pelaksanaan putusan hakim Tujuan akhir menjamin pelaksanaan putusan hakim Bentuk-bentuk penyitaan Bentuk-bentuk penyitaan • Ada 2 yaitu : 2. Surat kuasa khusus: kuasa yang menerangkan bahwa pemberian kuasa hanya berlaku untuk hal-hal tertentu saja. Conservatoir beslaag/sita jaminan yaitu penyitaan terhadap barang milik tergugat. Isi Surat Kuasa Khusus Isi Surat Kuasa Khusus 1. 2. 4.

eksepsi : . gugatan gugur • b. referte d. Panitera mendaftarkan dalam buku register . membantah • c. mengakui • b. Bayar preskot biaya perkara 4. Eksekusi beslaag yaitu eksekusi dalam rangka pelaksanaan putusan hakim Bab IV Bab IV Pemeriksaan Perkara Pemeriksaan Perkara • Pengajuan gugatan • Penetapan hari sidang dan pemanggilan • Persidangan pertama : • a.materil .formil • Rekonvensi • Repliek dan dupliek • Intervensi • Pembuktian • Kesimpulan • Putusan Hakim Pengajuan gugatan Pengajuan gugatan 1. 2. 4. • Objeknya : benda bergerak • Sita ini hanya terbatas atas sengketa hak milik. pembagian harta perkawinan. pengamanan harta perkawinan. perdamaian • Pembacaan gugatan • Jawaban tergugat : • a. verstek • c. Marital beslaag yaitu sita yang diletakkan atas harta perkawinan. Diajukan kepada ketua pengadilan negeri yang berwenang. Diajukan secara tertulis atau lisan 3. 3.pemohon dan berakhir dengan penyerahan barang yang disita. • Sita dapat dimohonkan dalam sengketa perceraian.

Jika tidak ketemu disampaikan kepada kepala desa/lurah b. Jika berada di luar wilayah Indonesia dikirim ke kedutaan besar Indonesia Persidangan pertama Persidangan pertama 1. Jika ada pihak yang tidak diketahui tempat tinggal dan kediamannya dlakukan pemangilan melalui bupati/walikota di wilayah hukum penggugat c. Bertemu langsung dengan orang yang dipanggil di tempat tinggal/kediamanan a. Jika para pihak bertempat tinggal di luar wilayah hukum pengadilan negeri yang memeriksa perkara relas dikirim ke pengadilan negeri di mana pihak itu bertempat tinggal e. Penggugat hadir. Berlaku Pasal 126 HIR/150 RBG Akibatnya : verstek Verstek Verstek . Jika sitergugat meningal dunia ke ahli warisnya. Majelis hakim menentukan hari sidang 2. Ketua pengadilan menetapkan majelis hakim Penetapan hari sidang dan Penetapan hari sidang dan Pemanggilan para pihak Pemanggilan para pihak 1. Pemangilan dengan surat panggilan dan salinan surat gugatan g. Pasal 126 HIR/150 RBg: majelis dapat memanggil sekali pihak yang tidak hadir agar hadir pada sidang berikutnya. Pemanggilan para pihak : • Tenggang waktu antara pemanggilan dengan hari sidang tidak boleh kurang dari 3 hari • Tata cara melakukan pemaggilan : e. Akibatnya : gugatan dinyatakan gugur 5.perkara dan memberi nomor perkara 5. Penggugat tidak hadir. Dilakukan oleh juru sita/juru sita pengganti f. tergugat hadir. tergugat tidak hadir. Gugatan akan disampaikan kepada ketua pengadilan negeri. 6. jika tidak diketahui maka diserahkan kepada kepala desa/lurah d.

8. terdiri dari : a. Gugatan ditolak apabila gugatan tidak beralasan • Gugatan ini tidak dapat diajukan kembali Upaya hukum dari verstek adalah verzet/perlawanan Perdamaian Perdamaian • Jika pihak penggugat dan tergugat hadir • Dasar hukum Pasal 130 HIR/154 RBg • Upaya yang pertama kali dilakukan oleh hakim • Dilakukan selama sebelum hakim menjatuhkan putusan • Dapat menyelesaikan perkara • Tujuannya : 7. Tergugat telah dipanggil dengan sah dan patut .surat panggilan . Menggabulkan gugatan penggugat. Jawaban Tergugat Jawaban Tergugat . Tergugat tidak mengajukan eksepsi kompetensi Bentuk Putusan Bentuk PutusanVerstek Verstek 1. mengabulkan sebagian gugatan • Hal ini terjadi jika gugatn beralasan dan tidak melawan hukum.jarak waktu pemanggilan dengan hari sidang yaitu 8 hari apabila jaraknya tidak jauh. 14 hari apabila jaraknya agak jauh dan 20 hari apabila jaraknya jauh (Pasal 122 HIR/10Rv) b.yang melaksanakan pemangilan juru sita .• Pengertian : putusan yang dijatuhkan di luar hadirnya tergugat • Syarat acara verstek : c. Mencegahnya timbulnya perselisihan di kemudian hari di antara para pihak. • Tidak dapat dibanding kesepakatan para pihak/menurut kehendak para pihak. 2. Gugatan tidak dapat diterima. Tergugat tidak hadir tanpa alasan yang sah c. Menghindari proses perkara dalam jangka waktu lama. • Perdamaian dituangkan dalam akta perdamaian (acte van vergelijk) di mana mempunyai kekuatan yang sama dengan putusan hakim. mengabulkan seluruh gugatan b. Menghindari biaya mahal 9. apabila : gugatan melawan hukum atau ketertiban dan kesusilaan (unlawful) • Gugatan ini dapat diajukan kembali tidak berlaku asas nebis in idem 3.

Eksepsi tunda (dilatoir exceptie) Contoh : eksepsi krn penundaan pembayaran utang b. Eksepsi/tangkisan Eksepsi/Tangkisan Eksepsi/Tangkisan • Pengertian : jawaban tergugat yang tidak langsung pada pokok perkara. penggugat tidak berhak mengajukan gugatan 2. . batalnya gugatan c. Eksepsi materil : didasarkan kepada hukum perdata materil. tidak berwenang mengadili === diputus terlebih dahulu oleh hakim b.• Setelah gugatan dibacakan oleh penggugat • Bentuknya ada beberapa : 3. 6. 5. • Dapat berupa jawaban tergugat tapi dapt juga dilakukan dalam dupliek. • Bentuk ada 2 yaitu : 3. Membantah harus dengan alasan. perkara telah pernah diputus d. Bentuk eksepsi ini ada 2 yaitu : a. • Pengertian : gugatan yang diajukan oleh tergugat terhadap penggugat karena dianggap juga melakukan wanprestasi kepada tergugat. Termasuk jenis ini adalah : a. Referte tidak mengakui dan tidak membantah. Mengakui menyelesaikan perkara dan tidak ada pembuktian. Eksepsi prosessual : eksepsi yang didasarkan pada hukum acara perdata Eksepsi ini adalah eksepsi tolak (declinatoir exceptie) yaitu bersifat menolak agar pemeriksaan perkara tidak diteruskan. Pasal 157-158 RBg. Eksepsi halang ( peremptoir exceptie) Contoh : lampau waktu (daluarsa). • Batas waktunya sebelum proses pembuktian. 4. penghapusan utang Rekonvensi Rekonvensi • Dasar hukum Pasal 132a dan Pasal 132b HIR disisip dgn Stb 1927-300.

Jika tidak ada koneksitas dapat diperiksa satu-satu/dipisah. Rekonvensi tidak dalam kompentensi yang sama.dilakukan karena pihak tersebut tidak lengkap. 8. 6.• Rekonvensi dapat diajukan baik yang ada koneksitas maupun tidak.ikutsertanya karena diminta sebagai penjamin/pembebas oleh salah satu pihak yang berperkara. • Dupliek : jawaban tergugat terhadap repliek penggugat Bab V Bab V Pembuktian Pembuktian •Merupakan proses yang sangat penting dan Merupakan proses yang sangat penting dan . Repliek dan Dupliek Repliek dan Dupliek • Repliek : jawaban penggugat atas jawaban tergugat. Rekonvensi tentang pelaksanaan putusan hakim Intervensi Intervensi • Dasar hukum Pasal 279-282 BRv • Pengertian :masuknya pihak ketiga dalam suatu perkara perdata yang sedang berlangsung bila dia juga mempunyai kepentingan (interest). 17. . 16. . 12.contoh dalam perkara warisan. Jika kedudukkan penggugat tidak dalam kualitas yang sama antara gugatan konvensi dengan rekonvensi. Vrijwaring (penanggungan) : . • Rekonvensi tidak dapat diajukan dalam hal : 15. Voeging (menyertai) dengan cara menggabungkan diri kepada salah satu pihak. • Bentuknya : 5. Tussenkomst (menengahi) berdiri sendiri (tidak memihak salah satu pihak. .masuknya pihak ketiga karena ditarik oleh salah satu pihak yang berperkara. Exceptio Plurium Litis Consortium: .mirip tapi tidak sama dengan intervensi karena insiatifnya tidak dari pihak ketiga yang bersangkutan. Jika ada koneksitas dapat diperiksa sekaligus/bersama-sama.

Merupakan bahagian dari hukum acara perdata. Soepomo : membuktikan adalah memperkuat kesimpulan hakim dengan syarat-syarat bukti yang sah. Merupakan suatu proses prosessuil untuk menyakinkan hakim terhadap kebenaran dalildalil yang dikemukakan para pihak berperkara . Dalam arti yuridis : memberikan dasar-dasar yang cukup kepada hakim yang memeriksa perkara guna memberikan kepastian tentang kebenaran peristiwa yang diajukan. 3. Sudikno Mertokusumo : membuktikan mengandung beberapa pengertian : b. 1. • Pembuktian : proses menyajikan alat-alat bukti yang sah kepada majelis hakim guna memberikan kepastian akan kebenaran suatu peristiwa.menentukan karena dari proses ini hakim menentukan karena dari proses ini hakim mendapatkan kepastian untuk menjatuhkan mendapatkan kepastian untuk menjatuhkan putusan apakah gugatan dimenangkan atau putusan apakah gugatan dimenangkan atau dikalahkan dikalahkan Pengertian Pengertian • Pendapat para ahli 2. f. Dalam arti logis : memberikan kepastian dalam arti mutlak c.conviction raisonne : berdasarkan bertimbangan akal. 3. Abdul Kadir Muhammad: membuktikan dalam arti yuridis adalah menyajikan fakta yang cukup menurut hukum untuk memberikan kepastian kepada majelis hakim mengenai terjadinya suatu peristiwa atau hubungan hukum. 4. • Unsur-unsur pembuktian : Unsur-unsur Pembuktian Unsur-unsur Pembuktian 1. dimana punya tingkatan : . Subekti : membuktikan adalah menyakinkan hakim tentang kebenaran dalil-dalil yang dikemukakan dalam suatu persengketaan. Dalam arti konvensional : memberikan kepastian bersifat nisbi/relatif.conviction intime : bersifat intuitif/perasaan .

Beban pembuktian dalam Beban pembuktian dalam KUHPerdata dan KUHD KUHPerdata dan KUHD 1. 2. 3. 5. Pihak yang menyebutkan suatu peristiwa untuk membantah hak orang lain dialah yang harus membuktikan peristiwa itu. 4. Fakta/peristiwa • Tetapi tidak semua peristiwa harus dibuktikan ada beberapa peristiwa yang tidak memerlukan pembuktian : c. Pihak yang menyebutkan suatu peristiwa untuk menguatkan haknya dialah yang harus membuktikan peristiwa itu.Sumpah pemutus/decisoir .Apabila majelis hakim menjatuhkan pututsan verstek. Pasal 1394 KUHPerdata tentang sewa bunga yang harus dicicil debitor yang sudah membayar cicilan. 5.di persidangan. 7. Pasal 1977 KUHPerdata tentang bezit atas benda . Hak Beban Pembuktian Beban Pembuktian • Dasar hukum Pasal 163 HIR/283 RBg • Dari Pasal ini dapat dirinci bahwa beban pembuktian dilakukan oleh : 3. 5. Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) pelanggar. Dasar bagi hakim dalam rangka menjatuhkan putusan Hal yang Dibuktikan Hal yang Dibuktikan 1. Pihak yang menyatakan mempunyai hak dialah yang harus membuktikan haknya itu.Pihak tergugat/para tergugat mengakui kebenaran surat gugatan/para penggugat. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di persidangan yaitu : . . b. Contoh : Tanggal 17 Agustus hari Kemerdekaan Indonesia. • Hakim dalam tugasnya membagi beban pembuktian berdasarkan kesamaan kedudukkan para pihak yang berperkara maka dibebankan secara seimbang dan patut. Peristiwa notoir : peristiwa atau keadaan yang dianggap harus diketahui oleh orang yang berpendidikan atau peristiwa yang diketahui umum. Pasal 1244 KUHPerdata tentang keadaan memaksa debitor. • Kesimpulannya : siapa yang mendalilkan seseuatu dia yang harus membuktikan. .

o. Memerlukan alat bukti lain agar menjadi sempurna. Pasal 468 ayat (2) KUHD tentang pengangkutan pengangkut barang Teori Pembuktian Teori Pembuktian • Hakim mencari kebenaran formil maksudnya hakim tidak boleh melampau batas-batas yang diajukan para pihak. . Dapat dilumpuhkan dengan bukti lawan. Tidak dapat dilumpuhkan dengan bukti lawan/sebaliknya.bergerak eigenaar (pemilik sebenarnya). artinya : n. Bukti sempurna. Pembuktian bebas : di mana tidak menghendaki adanya ketentuanketentuan yang mengikat hakim. d. • Alat bukti ini : akta otentik. • Alat bukti ini: sumppah pemutus. Bukti mengikat dan menentukan. dll 4. sehingga penilaian pembuktian seberapa dapat diserahkan kepada hakim. Dapat dilumpuhkan dengan bukti lawan. Kekuatan bukti dari alat-alat bukti Kekuatan bukti dari alat-alat bukti 1. Pembuktian positif: hakim diwajibkan melakukan segala tindakan dalam pembuktian kecuali yang dilarang dalam undang-undang. Bukti bebas. Bukti permulaan. kecuali dapat dibuktikan sebaliknya. Alat bukti sah tetapi belum memenuhi syarat formil sebagai bukti yang cukup. 6. artinya : b. dll 13. Pembuktian negatif : harus ada ketentuan-ketentuan yang mengikat hakim bersifat negatif. Hakim terikat dengan bukti tersebut. j. p. 6. q. Hakim bebas menilai sesuai dengan pertimbangannya yang logis. pengakuan. • Pendapat umum menghendaki teori pembuktian yang lebih bebas untuk memberikan kelonggaran kepada hakim dalam mencari kebenaran. Hakim terikat dengan alat bukti tersebut. • Alat bukti ini : akta di bawah tangan. 7. 8. Hakim bebas dan tidak terikat dengan alat bukti ini. • Ada 3 teori pembuktian yaitu : 4. artinya b. i. hakim terbatas sepanjang yang dibolehkan undang-undang. Satu alat bukti cukup bagi hakim menjatuhkan putusan. Satu alat bukti cukup bagi hakim menjatuhkan putusan. artinya : h. c.

rekaman kaset/video. Pengakuan 6. f. akta ini terbagi 2 yaitu : a. Pemeriksaan di tempat Alat bukti tertulis/surat Alat bukti tertulis/surat • Dasar hukumnya Pasal 165. Tampak seperti alat bukti tapi bukan bukti. . Hakim tidak terikat dengan alat bukti tersebut. ada 5 alat bukti yaitu : 2. Keterangan ahli 10. • Contohnya : saksi yang tidak disumpah. artinya: j. • Pengertian : surat adalah alat bukti tertulis yang memuat tanda-tanda baca di mana menyatakan pikiran seseorang. Tidak mempunyai kekuatan pembuktian l. Contoh : akta kelahiran.akta partai : selain pejabat menerangkan apa yang dilihat dan dilakukannya. Terserah kepada hakim untuk menilainya. k. • Alat bukti ini : saksi ahli. 167 HIR/285-305 RBg. pihak yang berkepentingan juga mengakuinya dengan membubuhkan tanda tangan . d. foto-foto. Persangkaan 5. Bukti bukan bukti. • Bentuk surat ada 2 yaitu : 6.c. Dapat dilumpuhkan dengan bukti lawan. dll Macam-macam Alat Bukti Macam-macam Alat Bukti • Pasal 164 HIR/284 RBG. Akta otentik : akta yang dibuat oleh atau di hadapan pejabat yang berwenang. Tidak memenuhi syarat formal sebagi alat bukti yang sah. Bukti tulisan/surat 3. pengakuan di luar sumpah. dll 5. Hakim dapat mengeyampingkan alat bukti ini. Akta ini dapat dibagi 2 : . Saksi 4. Akta : surat yang diberi tanggal dan ditanda tangani. Sumpah • Di luar Pasal 164 HIR/284 RBg : 9.Akta ambtelijk : pejabat yang berwenang menerangkan apa yang dilihat dan dilakukannya. stb No 29 Tahun 1867. e.

• Kekuatan bukti : bukan bukti sempurna dan mengikat hakim tetapi terserah kepada hakim untuk mempercayainya . b. Kekuatan bukti lahir : kekuatan yang berkenaan dengan syarat-syarat formal (tampak secara lahiriah). Pasal 1b Stb No 29 Tahun 1867 : akta otentik akan mempunyai kekuatan bukti sempurna jika tanda tangan diakui pembuatannya dan ahli waris atau orang yang mendapat hak darinya cukup menyatakan mengenal tulisan atau tanda tangan tersebut. Kekuatan bukti akta otentik Kekuatan bukti akta otentik • Mempunyai kekuatan bukti sempurna (volledig bewijs). dengar dan dialami sendiri sebagai bukti terjadinya peristiwa atau keadaan tersebut. Umur 15 tahun ke atas j. Akta di bawah tangan b. Surat Non Akta : surat yang tidak ada tanda tangannya. • Kekuatan bukti : permulaan bukti tertulis (begin van schrifftelijk bewijs) • Pasal 288 dan Pasal 289 RBg. Sehat akalnya k. • Pada setiap akta otentik di dalmnya terkandung 3 macam kekuatan bukti yaitu: 4. 5. . Kekuatan buktinya : permulaan bukti tertulis. Saksi Saksi • Dasar hukum : Pasal 168-172 HIR/306-309 RBG. 2.mereka. 6. Kekuatan bukti formal : kebenaran peristiwa yang diterangkan dalam akta. Kekuatan bukti materil : kebenaran isi akta otentik. • saksi : orang yang memberikan keterangan di muka sidang dengan memenuhi syarat-syarat tertentu tentang suatu peristiwa atau keadaan yang ia lihat. Stb NO 29 Tahun 1867. Contoh : akta jual beli. Formil: i. Tidak ada hubungan sedarah atau semenda kecuali ditentukan undangundang. Akta di bawah tangan • Pengertian : akta yang sengaja dibuat para pihak tanpa bantuan pejabat yang berwenang. • Syarat-syarat saksi : 8. Pasal 1902-1908 KUHPerdata.

3. 3. 5. Saling bersesuai satu sama lainnya. s. orang gila Orang yang dapat mengundurkan Orang yang dapat mengundurkan diri jadi saksi diri jadi saksi 1. Sekurang-kurangnya ada 2 orang saksi untuk satu peristiwa (unus testis nullus testis). Contoh : notaris. q. Secara mutlak : yang mempunyai hubungan sedarah atau semenda kecuali ditentukan lain oleh undangundang. Diketahui sebab-sebab ia mengetahui peristiwanya. Istri atau suami walaupun sudah bercerai 6. Orang-orang yang karena jabatan atau pekerjaannya yang sah wajib menyimpan rahasia. Datang menghadap ke pengadilan setelah dipanggil secara patut. Saudara laki-laki dan perempuan. Termasuk ke dalam golongan ini : h. b. termasuk ke dalam golongan ini adalah : c. atau dikuatkan dengan alat bukti lain. Keluarga sedarah dan semenda menurut garis keturunan lurus dari saudara laki-laki dan perempuan suamiatau istri salah satu pihak. Keluarga sedarah dan semenda menurut garis lurus ke atas dan ke bawah. Materil : o. Tidak bertentangan dengan akal sehat. Secara relatif/nisbi : belum memenuhi syarat-syarat untuk jadi saksi. dengar dan alami sendiri. Kewajiban saksi Kewajiban saksi 1. anak di bawah usia 15 tahun. ipar laki-laki dan perempuan dari salah satu pihak. Menerangkan apa ynag ia liha. d. r.l. Bersumpah menurut agamanya 5. Bukan merupakan pendapat atau kesimpulannya. p. Memberikan keterangan orang yang tidak dapat menjadi orang yang tidak dapat menjadi saksi saksi 1. 14. dokter. dll Testimonium de Auditu Testimonium de Auditu • Saksi dimana keterangan yang diberikan .

• Pengertiannya : keterangan sepihak dari salah satu pihak dalam suatu perkara. 2. Hakim harus berkeyakinan bahwa hal-hal yang telah terbukti itu dapat menimbulkan dugaan terhadap terjadinya suatu peristiwa lain. • Digunakan jika tidak ada alat bukti lain untuk membuktikan suatu peristiwa. • Pengertian : kesimpulan yang ditarik dari suatu peristiwa yang telah jelas ke arah peristiwa yang belum jelas. Persangkaan semacam ini hanya boleh diperhatikan dalam hal undang-undang membolehkan pembuktian dengan saksi. Pengakuan murni : pengakuan yang sifatnya sederhana dan . Persangkaan hakim (feitelijk vermoeden) : ditarik dari keadaan yang timbul dalam persidangan syarat persangkaan hakim syarat persangkaan hakim 1. Persangkaan ( Persangkaan (vermoeden) vermoeden) • Dasar hukumnya : Pasal 173 HIR/310 RBg. • Kesaksian ini tidak dapat berdiri sendiri dan harus dikuatkan dengan bukti lain. Persangkaan hukum/undang-undang (rechtsvermoeden) kekuatan buktinya : memaksa. Dugaan mengenai suatu kejadian harus didasrkan atas hal-hal yang telah terbukti. 5. Dugaan harus bersifat penting.berasal dari pihak ketiga. di mana ia mengakui apa yang dikemukakan oleh pihak lawan baik seluruh atau sebahagiaan dari apa yang dikemukkan pihak lawan. Hakim dalam mengambil dari bukti-bukti itu tidak boleh mendasarkan putusannya atas hanya satu dugaan saja. 3. 4. • Kekuatan bukti persangkaan hakim :diserahkan kepada pertimbangan hakim secara logis. • Pengakuan tidak boleh dipisah-pisah tapi harus diterima secara bulat ( asas onsplitsbaar aveu) • Pengakuan adalah alat bukti yang dapat mempercepat penyelesaian suatu perkara perdata Bentuk-bentuk pengakuan Bentuk-bentuk pengakuan 1. Pengakuan ( Pengakuan (bekentenis bekentenis) • Dasar hukum : Pasal 174-176 HIR/311-313 RBg. tertentu dan ada hubungan satu sama lainnya. • Persangkaan dapat dibedakan atas 2 yaitu : 8. seksama. 2.

• Sumpah dapat dibedakan atas 2 yaitu : 6. Mengakhiri sengketa. 12. 4. 8. • Didahului dengan bukti permulaan.sesuai sepenuhnya. • Pembuktian dibebankan terlebih dahulu kepada pihak lawannya. Sumpah inilah sebagai alat bukti. • Ciri-cirinya : 16. Tidak mengakhiri sengketa. 177 HIR. 19. • Pembuktian dibebankan terlebih dahulu kepada pihak lawan. • Berfungsi untuk melengkapi alat bukti. 10. Sumpah promissoir : sumpah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. • Pengertian : suatu pernyataan yang khimat diberikan atau diucapkan pada waktu memberi janji dengan mengingat akan sifat Maha Kuasa dari pada Tuhan. dll. Berfungsi sebagai syarat formil sahnya suatu keterangan/tindakan. dan percaya bahwa siapa yang memberi keterangan atau janji yang tidak benar akan dihukum olehNya. Sumpah confirmatoir : sumpah memberikan keterangan guna meneguhkan bahwa sesuatu itu benar demikian atau tidak. 11. sumpah jabatan. Berfungsi meneguhkan suatu peristiwa atau hak. Diucapkan sebelum memberikan keterangan/melakukan sesuatu. • Memerlukan pembuktian. • Memerlukan pembuktian yaitu terhadap sangkalannya. 17. Sumpah ini tidak sebagai alat bukti. Pengakuan dengan klasula : pengakuan yang disertai dengan keterangan tambahan yang bersifat membebaskan. .182-185. Sumpah Sumpah • Dasar hukum : Pasal 155-158. 14. • Ciri-ciri sumpah ini : 9. Diucapkan sesudah memberikan keterangan/melakukan sesuatu. • Contoh : sumpah saksi. Pengakuan dengan kualifikasi : pengakuan yang disertai dengan sangkalan terhadap sebagian dari tuntutan. Bentuk-bentuk sumpah Bentuk-bentuk sumpah confirmatoir confirmatoir 1. • Tidak memerlukan pembuktian. 18. 314 RBg dan Pasal 19291945 KUHPerdata. Sumpah suppletoir/pelengkap • Diperintahkan hakim kepada salah satu pihak.

• Dasar hukumnya : Pasal 155 HIR. 182 RBg. • Berfungsi untuk menentukan uang ganti kerugian. 3. • Dasar hukum : Pasal 156 HIR. Besarnya nilai barang sengketa/ganti kerugian masih simpang siur/belum pasti. 182 RBg. • Bunyi sumpah ditentukan oleh deferent. penggugat telah dapat membuktikan haknya atas barang sengketa atau tuntutan ganti kerugian. 1930 KUHPerdata. 1940 KUHPerdata. p. i. Memiliki bukti sempurna. Sumpah 2. q. • pihak yang meminta sumpah disebut deferent dan yang bersumpah disebut delaat. • Kekuatan bukti dari sumpah ini : m. Dapat dibatalkan oleh putusan hakim yang lebih tinggi. Dimungkinkan adanya bukti lawan. • Kekuatan bukti dari sumpah ini : sempurna dan masih dimungkinkan adanya bukti lawan. Sumpah decisoir decisoir/pemutus /pemutus • Dimintakan oleh salah satu pihak kepada pihak lawannya. Sumpah aestimatoir aestimatoir/penaksir /penaksir • Diperintahkan oleh hakim kepada penggugat. . 1940 KUHPerdata. Bukan tentang hukum atau hubungan hukum. o. n.eh mengembalikan sumpah kepada pihak lawan. • Sumpah ini baru diterapkan apabila : f. Tidak ada jalan lain untuk menetapkan besarnya nilai ganti kerugian /harta benda. • Syarat-syarat dapat dikabulkannya permintaan sumpah pemutus : h.• Tidak ada jalan lain untuk menguatkannya dengan alat-alat bukti lain. Apabila sumpah itu ternyata palsu dapat menjadi alasan untuk peninjauan kembali. • Pihak yang diperintahkan bersumpah tidak bol. h. • Pihak yang diperintahkan bersumpah hanya boleh melakukan atau menolak. 2. • Jika mengucapkan akan dimenangkan dan menolak akan kalah. Sumpah 3. Menyelesaikan perkara. • Tidak ada pembuktian sama sekali. 183 RBg. Mengenai peristiwa yang menjadi sengketa. • Dasar hukumnya : Pasal 155 ayat (2) HIR. g.

tanpa mengurangi wewnnag jaksa untuk menuntut berdasarkan sumpah palsu. Mengembalikan sumpah kepada deferent. • Beda antara saksi dengan saksi ahli : 5. Pasal 180 RBg. w. Akibat hukum sumpah Akibat hukum sumpah decisoir decisoir 1. 6. Keterangan ahli/saksi ahli Keterangan ahli/saksi ahli • Dasar hukum : Pasal 154 HIR/181 RBg. • Tujuannya : memperoleh kepastian akan kebenaran peristiwa yang menjadi sengketa.j. Pemeriksaan di tempat ( Pemeriksaan di tempat (plaatselijk plaatselijk onderzoek) onderzoek) • Dasar hukum : Pasal 153 HIR. • Pemeriksaan dilakukan di luar gedung pengadilan untuk memeriksa objek perkara yang tidak dapat dihadirkan dalam ruang persidangan. Menolak dikalahkan. 2. n. • Pihak deferent/relaat dapat : v. Melakukan sumpah dimenangkan. • Pengertian : orang yang memberikan keterangan di persidangan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Saksi menerangkan apa yang dilihat. Saksi tidak dapat diganti sedangkan saksi ahli dapat digantikan. o. 3. Sumpah itu mengenai perbuatan yang dilakukan kedua belah pihak. s. Jika sumpah itu mengenai perbuatan yang dilakukan delaat sendiri maka tidak bisa dikembalikan. Jika dikemudian hari terbukti sumpah itu palsu maka dapat dijadikan alasan untuk peninjauan kembali. Kekuatan buktinya bersifat menentukan. 6. Tidak dapat dibatalkan oleh hakim yang lebih tinggi(banding dan kasasi). • Syarat pengembalian sumpah kepada deferent : r. 4. Mengenai perbuatan yang dilakukan sendiri oleh delaat atau bersama-sama dengan deferent. Pihak lawan tidak boleh membuktikan bahwa sumpah itu palsu. Menolak bersumpah dikalahkan.didengar dan dialami . 5. • Pihak delaat dapat: m. Kebenaran peristiwa yang dimintakan sumpah menjadi pasti. Tidak dimungkinkan adanya bukti lawan. Melakukan sumpah dimenangkan.

sendiri. Guna keterangan saksi untuk memberikan bahan baru untuk menambah atau melengkapi bahan yang sudah ada. Banding g. menurut cara-cara yang ditetapkan dalam hukum. Kasasi 9. undang-undang. sedangkan saksi ahli berdasar ilmu pengetahuan yang dikuasainya. sedangkan saksi ahli keteangannya untuk bahan pertimbangan mengenai suatu peristiwa bagi hakim. . • Termasuk ke dalam upaya hukum ini : m. Verzet f. 8. • Pemeriksaannya dilakukan di pengadilan negeri yang memeriksa perkara yang memutus verstek. • Tidak menunda eksekusi. Upaya hukum biasa : • Untuk putusan yang belum inkracht. • Menunda sementara eksekusi. Keterangan saksi mengenai peristiwa yang terjadi sebelum perkara di sidangkan. Bentuk-bentuk upaya hukum Bentuk-bentuk upaya hukum 1. Bab VII Bab VII Upaya Hukum Upaya Hukum Suatu usaha bagi setiap pribadi yang merasa Suatu usaha bagi setiap pribadi yang merasa dirugikan haknya atau atas kepentingannya untuk dirugikan haknya atau atas kepentingannya untuk memperoleh keadilan dan perlindungan/kepastian memperoleh keadilan dan perlindungan/kepastian hukum. • Jangka waktu mengajukannya 14 hari setelah putusan yang diterima oleh tergugat. 7. menurut cara-cara yang ditetapkan dalam undang-undang. derdenverzet Verzet Verzet • Perlawanan untuk verstek. saksi ahli tentang hal yang diawasi/dilihat dalam persidangan. • Termasuk ke dalam upaya hukum biaya : e. Peninjauan kembali n. Upaya hukum luar biasa : • Putusan inkracht.

• Tata cara banding diatur dalam :.30 hari bagi pemohon yang tinggal di luar wilayah hukum pengadilan negeri yang memeriksa perkara .Daerah Jawa dan Madura : UU no 20 Tahun 1947. • Berkas-berkas yang harus diajukan ke pengadilan tinggi adalah : 15. Bentuk putusan banding : Bentuk putusan banding : 1. (Pasal 6 UU No 20 Tahun 1947) • Permohonan banding diajukan kepada Ketua Pengadilan Tinggi melalu panitera pengadilan negeri ybs. Membatalkan putusan pengadilan negeri artinya apa yang telah diperiksa dan diputus pengadilan negeri .Nilai perkara yang dibnading harus < Rp 100. Upaya hukum berikutnya adalah banding. .Luar Jawa dan Madura : Pasal 199 -205 RBg.14 hari setelah putusan diterima para pihak. 8. Memori banding : alasan banding. 17. Semua berkas perkara pada pengadilan tingka pertama. Permohonnan 16.• Kedudukkan para pihaknya tetap. Banding Banding • Pengertian : upaya hukum yang dilakukan untuk perkara yang telah di putus oleh Pengadilan tingkat pertama diperiksa ulang oleh pengadilan yang lebih tinggi. • Syarat banding : 7. 3. 18. . Menguatkan putusan pengadilan negeri artinya apa yang telah diperiksa dan diputus pengadilan negeri dianggap benar dan tepat menurut keadilan. . 5. penggugat tetap sebagai penggugat (terlawan) dan tergugat tetap sebagai tergugat (pelawan) • Verstek dapat dijatuhkan 2 kali dan verzet hanya 1 kali saja. Diajukan oleh pihak-pihak yang berperkara. kareana merasa belum puas dengan putusan pengadilan tingkat pertama. Diajukan dalam tengang waktu yang telah ditentukan yaitu : . Memperbaiki putusan pengadilan negeri artinya apa yang telah diperiksa dan diputus oleh pengadilan negeri kurang tetap menurut rasa keadilan karenanya perlu diperbaiki. Kontra memori banding.

3. Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundangundangan. • Kewenangan Mahkamah Agung adalah memeriksa dalam hal : 5. Permohonan kasasi. . • Jangka waktu permohonan kasasi adalah 14 hari setelah putusan anding diterima para pihak. • Syarat kasasi adalah sudah dilakukan banding. • Berkas-berkas yang harus dikrim ke Mahkamah Agung : 14. Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. Putusan kasasi Putusan kasasi 1. . Dalam hal ini pengadilan tinggi memberikan putusan sendiri. • Permohonann diajukan kepada Ketua Mahkamah Agung melalui panitera pengadilan negeri yang memeriksa perkara pada tingkat pertama.Jangka waktu mengajukan permohonan terlmbat.dipandang tidak benar dan tidak adil karenanya harus dibatalkan. • Dasar hukum UU no 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung jo UU NO 4 Tahun 2004 tentang Perubahan UU Mahkamah Agung No 14 Tahun 1985. Kasasi Kasasi • Pengertian : upaya hukum agar putusan yudex factie dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena telah salah dalam melaksanakan peradilan. 15. 6. Jawaban atas memori kasasi.Alasan-alasan yandiajukan bukan kewenangan kassai tetapi mengenai peristiwa/kejadian yang dulu tidak pernah disebutkan dalam tingkat pengadilan sebelumnya. Permohonan kasasi ditolak.Alasan kassai bertentangan dengan hukum. Memori kasasi. Semua berkas perkara pada tingkat banding. Permohonan kasasi tidak dapat diterima ini dapat disebab : . kecuali yang ditentukan lain oleh undangundang.Pemohon kasasi belum menggunakan haknya yang lain seperti banding. Permohonan kasasi diterima : alasan kasasi tersebut dibenarkan oleh Mahkamah Agung. 16. disebabkan : . Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang. 7. 2. Peninjauan Kembali Peninjauan Kembali .

Wakilnya yang secara khusus dikuasakan untuk itu. Alasan–alasan mengajukan PK Alasan–alasan mengajukan PK • Menurut Pasal 67 UU No 14 Tahun 1985 2. 12. 11. Apabila dalam suatu putusan terdapat suatu kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata. . 7. atas dasar yang sama. 6. Apabila setelah perkara diputus ditemukan alat-alat bukti yang bersifat menentukan yang waktu diperiksa pada tingkat sebelumnya tidak ditemukan. • Tenggang waktu peninjauan kembali adalah 180 hari. Putusan PK Putusan PK 1. Permohonann PK ditolak apabila permohonannya tidak beralasan atau tidak memenuhi Pasal 67 UU NO 14 Tahun 1985. 5. 5. • Dasar hukumnya dalam UU NO 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung jo UU NO 4 Tahun 2004 tentang Perubahan UU No 14 Tahun 1985. oleh pengadilan yang sama atau sama tingkatannya diberikan putusan yang bertentangan satu sama lain. Apabila dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih dari apa yang dituntut. Para pihak yang berperkara. dll ==== syarat formal tidak terpenuhi. Permohonan peninjauan kembali tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard) karena pemohon terlambat mengajukan PK. Apabila antara pihak-pihak yang sama. • Peninjauan kembali dilakukan oleh Mahkamah Agung. mengenai suatu soal yang sama. 3. Permohonan PK dikabulkan apabila alasan-alasan PK sesuai dengan Pasal 67 UU No 14 Tahun 1985. Apabila putusan didasarkan atas suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus atau didasrkan pada bukti-bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu.• Pengertian : meninjau kembali putusan perkara perdata yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 4. Apabila mengenai suatu bagian belum diputus tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya. Ahli warisnya. • Yang berhak mengajukannya : 10. Dalam hal ini Mahkamah Agung akan membatalkan putusan sebelumnya dan selanjutkan memeriksa dan memutus sendiri. 3.

Bab VIII Bab VIII Eksekusi Eksekusi •Pelaksana putusan hakim. Eksekusi ini dapat dinilai dengan sejumlah uang dengan mengajukan permohonan kepada ketua pengadilan yang memutus perkara. Tempat/barang yang akan dikosongkan haruslah sesuai dengan isi penetapan ketua pengadilan negeri baik mengenai ukuran maupun batas-batasnya sehingga dapat dihindari salah eksekusi. Putusannya inkracht.Derdenverzet Derdenverzet • Pengertian : upaya hukum luar biasa yang dilakukan pihak ketiga melawan putusan hakim yang merugikannya. • Dilakukan dalam hal penyitaan. Membayar sejumlah uang (Pasal 197 HIR/208 RBg Dilaksanakan melalui penjualan lelang terhadap barang-barang milik yang kalah perkara. Melakukan suatu perbuatan tertentu (Pasal 225 HIR/259 RBg). Proses pelaksanaan eksekusi Proses pelaksanaan eksekusi . •Putusan condemnatoir. 5. 5. Eksekusi Riil/ mengosongkan benda tetap (Pasal 1033 BRv). Putusan condemnatoir. 8. 7. 3. Setelah eksekusi selesai maka tempat yang dikosogkan itu harus tetap dijaga sementara sebelum diserahkan kepada pemohon eksekusi. Pelaksana putusan hakim. Hendaknya pihak pemohon eksekusi juga mempersiapkan segala sesuatu demi kemanusiaan sepserti menyediakan penanmpungan sementara. Lokasi tempat yang akan dieksekusi hendaknya diperhatikan secara seksama situasinya dan pihak termohon eksekusi sudah dijelaskan dan diberi pengertian jauh sebelum eksekusi. • Derdenverzet dapat dilakukan sebelum barangbarang yang disita dilelang jika telah dilakukan maka upayanya adalah mengajukan gugatan. Hal-hal yang diperhatikan dalam Hal-hal yang diperhatikan dalam eksekusi riil eksekusi riil 1. •Sanksi : melaksanakan prestasi Sanksi : melaksanakan prestasi Bentuk-bentuk Eksekusi Bentuk-bentuk Eksekusi • Ada 3 macam : 2. •Putusannya inkracht.

7. 5.• Diajukan oleh pihak yang menang. • Pelelangan dapat dilakukan oleh pengadilan atau kantor lelang negara. Bab VIII Bab VIII Eksekusi Eksekusi •Pelaksana putusan hakim. Putusan condemnatoir. Hendaknya pihak pemohon eksekusi juga mempersiapkan segala sesuatu demi kemanusiaan sepserti menyediakan penanmpungan sementara. • Diberitahukan kepada pihak yang kalah. 3. Melakukan suatu perbuatan tertentu (Pasal 225 HIR/259 RBg). Setelah eksekusi selesai maka tempat yang dikosogkan itu . • Jika pihak yang kalah lalai atau tidak mau melaksanakan di panggil ke pengadilan. • Jika tidak dilaksanakan maka dilakukan sita eksekutorial. •Sanksi : melaksanakan prestasi Sanksi : melaksanakan prestasi Bentuk-bentuk Eksekusi Bentuk-bentuk Eksekusi • Ada 3 macam : 2. Putusannya inkracht. Eksekusi Riil/ mengosongkan benda tetap (Pasal 1033 BRv). Hal-hal yang diperhatikan dalam Hal-hal yang diperhatikan dalam eksekusi riil eksekusi riil 1. Eksekusi ini dapat dinilai dengan sejumlah uang dengan mengajukan permohonan kepada ketua pengadilan yang memutus perkara. 5. Tempat/barang yang akan dikosongkan haruslah sesuai dengan isi penetapan ketua pengadilan negeri baik mengenai ukuran maupun batas-batasnya sehingga dapat dihindari salah eksekusi. 8. • Selambat-lambatnya 8 hari putusan hakim harus dilaksanakan. • Jika putusan membayar sejumlah uang barang sita akan dilelang . Pelaksana putusan hakim. •Putusannya inkracht. Lokasi tempat yang akan dieksekusi hendaknya diperhatikan secara seksama situasinya dan pihak termohon eksekusi sudah dijelaskan dan diberi pengertian jauh sebelum eksekusi. •Putusan condemnatoir. Membayar sejumlah uang (Pasal 197 HIR/208 RBg Dilaksanakan melalui penjualan lelang terhadap barang-barang milik yang kalah perkara.

• Selambat-lambatnya 8 hari putusan hakim harus dilaksanakan. • Pelelangan dapat dilakukan oleh pengadilan atau kantor lelang negara. • Jika pihak yang kalah lalai atau tidak mau melaksanakan di panggil ke pengadilan. • Diberitahukan kepada pihak yang kalah.harus tetap dijaga sementara sebelum diserahkan kepada pemohon eksekusi. • Jika putusan membayar sejumlah uang barang sita akan dilelang . Proses pelaksanaan eksekusi Proses pelaksanaan eksekusi • Diajukan oleh pihak yang menang. • Jika tidak dilaksanakan maka dilakukan sita eksekutorial. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful