You are on page 1of 6

ANALISIS KEBIJAKAN

Polcy Paper (kertas kebijakan)


Kebijakan Program Edukasi Mengenai Pungutan Liar

Oleh
I KADEK OKA SUCANDRA
1726061016

MAGISTER ILMU ADMINISTRASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2018
LATAR BELAKANG MASALAH

Jalan rusak yang terjadi di sejumlah tempat dikabupaten lampung tengah, terutama disepanjang
jalan alternatif Qurnia mataram sampai Bandar mataram, lampung tengah, menjadi lokasi pungli
oleh warga atau oknum pelaku pungli. (pengamatan, 12/3/2018) , modus pungutan liar yang
dilakukan oleh warga atau pihak tertentu adalah dengan pura-pura membantu menutup lubang
dan memandu kendaraan supaya tidak terjebak ke dalam lubang, kasus pungutan liar ini
awalnya dilakukan dengan menyodorkan ember bagi pengemudi yang akan memberikan
imbalan seikhlasnya, namun kejadian tersebut dimanfaatkan oleh oknum sehingga pengemudi
yang melintasi disebagian jalan rusak yang ditunggu oleh pelaku pungli wajib memberikan uang
sebesar Rp 2000, karena kegiatan pungli tersebut berjalan cukup lama sehingga banyak warga
yang ikut mengutip uang di jalan dengan beralatkan cangkul, parang, dan alat lainnya seolah-
olah ingin menimbun lubang di jalan dan ikut memandu kendaran, kasus tersebut sangat
membutuhkan kebijakan, karena sudah dianggap sebagai penyakit menular, pemberantasan
kasus pungutan liar ini sangat serius diupayakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan
implementasi dari upaya terebut adalah Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2016 telah
menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas
Sapu Bersih Pungutan Liar, yang selanjutnya disebut Satgas Saber Pungli (media
Indonesia.com, 2016). Maksud dan Tujuan dari program saber pungli adalah agar menjadikan
pemerintah yang bersih, jujur, dan adil dari kegiatan pungutan liar guna meningkatkan
kemajuan bangsa dan negara bidang hukum. Seluruh anggota masyarakat dihimbau untuk
mendukung program saber pungli Agar memberikan kesadaran yang tinggi terhadap masyarakat
untuk selalu berlaku jujur dalam bekerja (saber pungli, 2016)

LINGKUP DAN RAGAM MASALAH

1 Penilaian Dalam melaksanakan tugasnya, menurut Perpres ini, Satgas Saber Pungli menyelenggarakan
kinerja fungsi: a. Intelijen; b. Pencegahan; c. Penindakan; dan d. Yustisi, (media Indonesia.com, 2016)
masalalu Menurut Perpres, Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan
liar dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik
yang berada di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. Sehingga pencegahan pungli
belum merabah sampai penertiban kepada masyarakat khususnya daerah pedesaan yang
ternyata juga berkesempatan melakukan pungli.
2 Pentingnya Situasi masalah mengenai pungutan liar ini sangat penting untuk ditanggulangi, karena
situasi menyangkut kepentingan masyarakat banyak, khususnya keamanan, kenyamanan, dan
masalah ketertiban dijalan raya serta menanggulangi kasus yang lebih parah seperti pemalakan.
3 Kebutuhan Satgas saber pungli ini perlu dianalisis lebih lanjut mengenai tugasnya, karena praktek pungli
untuk tidak hanya di perkantoran dan juga dipusat pelayanan public, melainkan berkemungkinan
dianalisis berada pada setiap aspek kegiatan masyarakat, sebagai salah satu instansi yang menangani kasus
pungli, hendaknya perlu meninjau program dan kegiatanya disesuaikan pada setiap aspek
kegiatan tersebut tentunya juga memerlukan sumber informasi yang handal dalam menangkap
sebuah kasus pungli ini.

PERNYATAAN MASALAH

1 Definisi Pelaksanaan Saber Pungli belum merata sampai kasus yang beradap dipedesaan (seperti
masalah contoh di sepanjang jalan seputih mataram sampai Bandar mataram) sehingga masih banyak
dibeberapa tempat terjadi pungutan liar.
2 Pelaku utama Pemerintah (sebagai pembuat kebijakan) dan tim saber pungli sebagai pihak yang
merealisasikan kebijakan.
3 Tujuan dan Tujuan di tetapkannya satuan kerja saber pungli adalah untuk memberantas kasus pungutan
sasaran liar yang merebak yang sasarannya adalah masyarakat.
4 Ukuran Ukuran efektifitas kebijakan dapat dilihat melalui berapa banyak kasus pungutan liar yang
efektifitas terjadi setelah sebuah kebijakan diterapkan, dalam hal ini banyak kasus pungutan liar yang
telah diselesaikan oleh saber pungli, tetapi hanya dalam ruang lingkup kementerian/lembaga
maupun pemerintah daerah saja, sehingga untuk kasus pungutan liar yang dilakukan oleh
warga/ masyarakat belum mendapatkan penindakan yang efektif.
5 Solusi yang Kasus pungutan liar oleh warga ini belum mendapat tanggapan yang serius, sehingga belum
tersedia ada penanganan, atau kebijakan yang mengatur tentang pungutan liar yang dilakukan oleh
warga/ masyarakat, sehingga perlu adanya program baru yang dibebankan oleh tim saber
pungli untuk tidak hanya beroperasi di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah
saja, melainkan dapat menindak lanjuti masalah pungutan liar yang mulai marak dilakukan
oleh warga, terlepas warga tersebut mengerti atau tidak mengenai tindakan pungutan liar
yang dilakukannya..
ALTERNATIF KEBIJAKAN

1 Deskripsi alternatif yang dapat dilakukan sebelumnya adalah keikutsertaan polisi sektor (polsek)
Alternatif setempat dalam menertibkan warga yang melakukan aksi pungutan liar.
2 Perbandingan polisi sector (polsek) sulit untuk menertibkan kasus pungutan liar ini, hanya beberapa kasus
Konsekuensi pemalakan saja yang mendapat ditindak lanjuti karena sesuai dengan beban tugas polisi
Kebijakan sector.

3 Dampak & Kegiatan yang dilakukan oleh polisi sector hanya memberikan kesan pengawasan terhadap
Eksternalitas kasus pemalakan, bukan pada kasus pungutan liarnya, sehingga cenderung sulit untuk
menertibkan warga yang sedang melakukan pungli, karena ketika sudah ditertibkan, akan
cenderung mengulangi kegiatan pungli tersebut.
4 Hambatan Dan Membentuk tim merupakan gagasan yang tepat, tetapi membuat kelembagaan baru tentu
Feasibilitas saja akan menjadi beban sendiri bagi anggaran Negara, tim saber pungli sudah dibentuk
Politik untuk dapat memberantas kasus pungli diseluruh Indonesia, meskipun dalam pengaplikasian
tugasnya perlu dilakukan pembaruan program, sehingga dalam tugasnya dapat mencakup
lebih banyak kasus pungutan liar yang ada disekitar masyarakat.

REKOMENDASI KEBIJAKAN

1 Kriteria Technical feasibility, yang menekankan pada aspek efektifitas langkah intervensi dalam
alternatif mencapai tujuan dan sasaran;
Economic and financial feasibility, yang menekankan aspek efisiensi yakni biaya dan
keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan teknik cost and benefit analysis; political
viability
Aksebilitas (acceptability), kecocokan dengan nilai masyarakat, responsifitas, kesesuaian
dengan perundangan, serta pemerataan
Administrative operability yang melihat dari dimensi otoritas instansi pelaksana, komitmen
kelembagaan, kapabilitas staf dan dana serta dukungan organisasi.
Dari alternatif kebijakan, jika dilihat dari perbandingan kriteria alternatifnya, kebijakan
program edukasi mengenai pungli dari saber pungli adalah kebijakan yang tepat untuk saat ini
karena tidak memakan anggaran negara yang besar, penetapan tugas yang tidak sulit dan juga
dapat membuat masyarakat paham terkait hukum pungli secara merata sehingga hal tersebut
dapat mencegah dan mengurangi praktek pungli dijalan rusak.
2 Deskripsi Kebijakan program edukasi pungutan liar adalah kebijakan yang ditambahkan kepada
alternatif saber pungli terkait mengedukasi masyarakat mengenai tindakan pungutan liar, hal ini
bersifat wajib dalam satuan kerja saver pungli dalam menghimbau kepada masyarakat untuk
tidak melakukan kegiatan pungli.
Dengan adanya kebijakan program baru ini, pemerintah dapat mengandalkan saber pungli
dalam menanggulangi penyebaran bibit-bibit pelaku pungutan liar, sehingga dengan adanya
program edukasi pungutan liar yang dilaksanakan oleh saber pungli ini dapat menjadi
jembatan bagi pemerintah dalam memberikan kebijakan/sanksi baru dikemudian hari
mengenai pemberian sanksi atau hukuman bagi warga/masyarakat yang melakukan pungutan
liar.
3 Kerangka Strategi dalam mengimplementasikan bisa melalui media dan penyuluhan secara langsung,
strategi implementasi melalui media bisa menggunakan iklan layanan masyarakat, media masa, serta
alternatif media online, hal ini tentunya sebagai perantara pihak saber pungli dalam mengedukasi
implementasi, masyarakat terkait praktek dan hukuman pelaku pungli, selain itu pihak saber pungli juga
pemantuan dapat bergerak melakukan penyuluhan secara langsung kepada warga terutama yang berada
dan evaluasi diperkampungan, selain itu juga pihak saber pungli melakukan razia secara periodik dan juga
berdasarkan masukan dari warga setempat selain itu juga bisa memanfaatkan media online
guna menghimpun aduan dari berbagai tempat sehingga memudahkan pihak saber pungli
untuk melakukan tindakan, sehingga dari kasus dan upaya yang sudah dilakukan, saber
pungli bisa mengevaluasi kinerja dan hasil yang dicapai serta menjadi referensi untuk
mengembangkan kebijakan mengenai pungli.
4 Keterbatasan Kaitannya dalam mengedukasi melalui media seperti media online, masih membutuhkan
dan banyak penyesuaian, namun pihak saber pungli masih dapat mengupayakannya melalui
konsekuensi media masa dan iklan layanan masyarakat di televisi, selain itu dalam program edukasi
yang tak dengan penyuluhan secara langsung mengenai pelaku pungli dan hukuman bagi pelaku pungli
terantisipasi keseluruh wilayah dari perkotaan sampai dengan pedesaan, tentu saja akan memakan waktu
yang relative lama, dalam hal ini tentu saja pihak saber pungli perlu mensiasati kerjasama
dengan beberapa lembaga setempat, agar proses informasi berjalan lebih cepat.

DAFTAR PUSTAKA

Media Indonesia (2016). “Inilah Fungsi Dan Kewenangan Satgas Saber Pungli”,
http://mediaindonesia.com/news/read/74500/inilah-fungsi-dan-kewenangan-satgas-
saber-pungli/2016-10-28, (diakses tanggal 13 Maret 2018).

Saber Pungli (2016). “Tentang Saber Pungli”, https://saberpungli.id/tentang, (diakses tanggal 13


Maret 2018).

Laoly, yasonna. (2016).”peraturan presiden republik Indonesia nomor 87 tentang satuan tugas
sapu bersih pungutan liar, jakarta
LAMPIRAN

Dokumentasi kondisi jalan alternatif diqurnia mataram-bandar mataram

Dokumentasi pelaku pungutan liar di qurnia mataram-bandar mataram