You are on page 1of 8

PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS RANCAKALONG
Alamat : Jl. Raya Rancakalong – Sumedang KodePos 45361
Email:puskesmasrancakalong@gmail.com

KEPUTUSAN
KEPALA UPTD PUSKESMAS RANCAKALONG
Nomor : 058/KAPUS/VI/2016
TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,
KEPALA PUSKESMAS RANCAKALONG,

Menimbang : a. bahwa pelayanan klinis Puskesmas Rancakalong
dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan pasien;
b. bahwa pelayanan klinis Puskesmas Rancakalong perlu
memperhatikan mutu dan keselamatan pasien;
c. bahwa untuk menjamin pelayanan klinis dilaksanakan sesuai
kebutuhan pasien, bermutu, dan memperhatikan
keselamatan pasien, maka perlu disusun kebijakan
pelayanan klinis di Puskesmas Rancakalong;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara;
2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik;
3. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang
Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan
Minimal;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Kesehatan Masyarakat;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 282 / Menkes / SK /
IX / 2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota Tanggal 03
September 2008;

Kesatu : Kebijakan pelayanan klinis di Puskesmas Rancakalong sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Keputusan ini. Ditetapkan di : Rancakalong Pada Tanggal : 6 Juni 2016 Kepala UPTD Puskesmas Rancakalong Ilah Siti Harmilah . dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya. Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. MEMUTUSKAN Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS RANCAKALONG TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS.

5. Hak dan kewajiban pasien harus diperhatikan pada keseluruhan proses pelayanan yang dimulai dari pendaftaran. 3. jujur. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi. Informasi tentang jenis pelayanan klinis yang tersedia.dst. Memperoleh layanan yang manusiawi.. 7. 6. Identitas pasien harus dipastikan minimal dengan dua cara dari cara identifikasi sebagai berikut : nama pasien. 8. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Pendaftaran pasien memperhatikan keselamatan pasien. dan tanpa diskriminasi. 5. dan informasi lain yang dibutuhkan masyarakat yang meliputi : tarif. tanggal lahir pasien. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain (second opinion) yang memiliki Surat Ijin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Puskesmas. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan. 2. 4. 2. Memperoleh informasi tentang hak dan keawajiban pasien/pelanggan. Pendaftaran dilakukan oleh petugas yang kompeten yang memenuhi kriteria sebagai berikut. LAMPIRAN :Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Rancakalong NOMOR : 058/KAPUS/VI/2016 TANGGAL : 6 Juni 2016 TENTANG KEBIJAKAN LAYANAN KLINIS A. . Memperoleh informasi menegenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Puskesmas. 6. 4. alamat/tempat tinggal. Memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional. Hak-hak pasien meliputi : 1.. 3. PENDAFTARAN PASIEN 1. adil. ketersediaan tempat tidur. 7.. dan nomor rekam medis. jenis pelayanan. Pendafataran pasien harus dipandu dengan prosedur yang jelas. dan informasi tentang kerjasama dengan fasilitas kesehatan yang lain harus dapat disediakan di tempat pendaftaran.

Mengeluhkan pelayanan Puskesmas yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. DAN RENCANA LAYANAN 1. bahasa dan budaya serta penghalang lain wajib diidentifikasi dan ditindak lanjuti. 9. 10. serta perawat. Memberi informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya. Proses kajian dilakukan dengan memperhatikan tidak terjadinya pengulangan yang tidak perlu. 11. alternatif tindakan. resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. dan kajian lain oleh tenaga profesi kesehatan sesuai dengan kebutuhan. B. 4. Menggugat dan atau menuntut Puskesmas apabila Puskesmas itu diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar aik secara perdata ataupun pidana. kajian keperawatan. perbaikan atas perlakuan Puskesmas terhadap dirinya. 12. 9. 3. Kendala fisik. 4. Kewajiban pasien meliputi : 1. Proses kajian dilakukan mengacu standar profesi dan standar asuhan. 2. 13. 8. Mengajukan usul. Mendapat informasi yang meliputi diagonis dan tata cara tindakan medis. PENGKAJIAN. kajian kebidanan. Kajian awal dilakukan secara paripurna dilakukan oleh tenaga yang kompeten melakukan pengkajian. Mematuhi ketentuan yang berlaku di Puskesmas. Kajian wala meliputi kajian medis. Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima. 3. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter gigi. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang di deritanya. tujuan tindakan medis. saran. dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan. 14. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawtan di Puskesmas. 2. 15. KEPUTUSAN. .

14. Informasi kajian baik medis. 13. dan profesi kesehtab lain wajib diidentifikasi dan dicatat dalam rekam medis. Rencana layanan di susun untuk tiap pasien. 11. Kajian dan perencanaan asuhan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pasien dengan kondisi gawat atau darurat harus diprioritaskan dalam pelayanan. 12. Rencana layanan harus memuat pendidikan/penyuluhan pasien. dan pelaksanaan layanan disusun secara kolaboratif dalam tim layanan yang terpadu. perencanaan. Efek samping dan resiko pelaksanaan layanan dan pengobatan harus diinformasikan kepada pasien. psikologis. 8. Jika dilakukan pelayanan secara tim. 6. Proses kajian. 15. 21. 22. spiritual dan memperhatikan tata nilai budaya pasien. 17. 7. profesional yang kompeten. dan pelaksanaan layanan dilakukan dengan peralatan dan tempat yang memadai. Renana layanan disusun dengan hasil dan waktu yang jelas dengan memperhatikan efisiensi sumber daya. 20. sosial. maka kajian awal. 19. Rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis. Resiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan layanan harus diidentifikasi. tim kesehatan antar profesi harus tersedia. Rencana layanan dan pelaksanaan layanan dipandu oleh prosedur klinis yang dibakukan. 16. Jika dibutuhkan rancana layanan terpadu. keperawtan. Peralatan dan tempat pelayanan wajib menjamin keamanan pasien dan petugas.5. Proses kajian dilakukan sesuai dengan langkah-langkah SOAP. 18. kebidanan. 10. Penyusunan renana layanan mempertimbangkan kebutuhan bilogis. dan melibatkan pasien. Pendelegasian wewenang baik dalam kajian maupun keputusan layanan harus dilakukan melalui proses pendelegasian wewenang. Pendelegasian wewenang diberikan kepada tenaga kesehatan profesional yang memenuhi persyaratan. rencana layanan. 9. .

10. 4. Pedoman dan prosedur layanan klinis meliputi . pemberian obat/tindakan. Pelayanan mulai dari pendaftaran. 9. Tindakan medis/pengobatan yang berresiko wajib diinformasikan pada pasien sebelum mendapatkan peretujuan. 3. Jika dilakukan perubahan rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis. 13. Hak dan kebutuhan pasien harus diperhatikan pada saat pemberian layanan. 11. Evaluasi harus dilaksanakan terhadap evaluasi dan tindak lanjut.C. PELAKSANAAN LAYANAN 1. Pelaksanaan layanan dan perkembangan pasien harus dicatat dalam rekam medis. 15. Kasus-kasus beresiko tinggi harus ditangani sesuai dengan prosedur pelayanan kasus beresiko tinggi. Pelaksanaan layanan dipandu dengan pedoman dan prosedur pelayanan klinis 2. dievaluasi. sampai dengan pasien pulang atau dirujuk harus dijamin kesinambungannya. 14. 12. 18. Pelaksanaan layanan dilakukan sesuai rencana layanan. Kasus-kasus yang perlu kewaspadaan universal terhadap terjadinya infeksi harus ditangani dengan memperhatikan prosedur pencegahan (kewaspadaan universal). 5. Keluhan pasien/keluarga wajib diidentifikasi. 6. Pemberian obat/cairan intravena harus dilaksanakan dengan prosedur pemberian obat/cairan intravena yang baku dan mengikuti prosedur aseptik. 8. pelaksanaan layanan. 17. Kasus-kasus gawat darurat harus diprioritaskan dan dilaksanakan sesuai prosedur layanan pasien gawat darurat. Pelaksanaan layanan dilaksanakan secara tepat dan terencana untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu. kebidanan. 7. 16. Pemberian informasi dan persetujuan pasien (infomed consent) wajib didokumentasikan. keperawatan. perencanaan layanan. pelayanan medis. dan pelayanan profesi kesehatan lain. . didokumentasikan dan ditindak lajuti. Kinerja pelayanan klinis harus dimonitor dan dievaluasi dengan indikator yang jelas. Pelaksanaan layanan klinis harus dimonitor. pemeriksaan penunjang. pemeriksaaan fisik. dan ditindak lanjut.

Petugas menerima spesimen yang sudah tersedia/dibwa oleh pasien pada waktu yang telah dijanjikan. Pasien menyelesaikan biaya pemeriksaan dan administrasi. 27. Penolakan untuk melanjutkan pengobatan maupun untuk rujukan dipandu oleh prosedur yang berlaku. Petugas mencatat identitas pasien. 34. Bidan Praktek Swasta). Petugas memberi nomor/kode pada spesimen sesuai buku register dan identitas pasien. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dipandu prosedur baku. kaca mata. Pasien berhak untuk menolak pengobatan. 35. Petugas melakukan rujukan sarana laboratorium yang lebih mampu terhadap spesimen yang tidak mampu dikerjakan di tempatt. wajib diberikan informasi tentang hak pasien untuk membuat keputusan. . 31. Status pasien wajib dimonitor setelah pemeberian anestesi dan pembedahan. akibat dari keputusan. 32. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dilaksanakan oleh petugas yang kompeten. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada buku register laboratorium dan formulir hasil pemeriksaan. 25. 28. jas. Sebelum melakukan anestesi dan pembedahan harus mendapatkan informed consent.19. Petugas menggunakan Alat Pelindung Diri : sarung tangan. 36. sepatu. 26. 37. 21. KIA. 22. Pelaksaan layanan laboratorium dimulai dari petugas penerima formulir permohonan pemeriksaan laboratorium yang dibawa pasien dari ruang periksa (Poli Umum. Jika pasien menolak untuk pengobatan atau rujukan. dan tanggung jawab mereka berkenaan dengan keputusan tersebut. Petugas melaksanakan pengambilan spesimen yang belum tersedia. 33. Pendidikan/penyuluhan kesehatan pada pasien dilaksanakan sesuai dengan rencana layanan. Pasien berhak untuk menolak jika dirujuk ke saran kesehatan lain. 30. 29. Petugas melakukan pemerikasaan spesimen sesuai dengan pedoman pemeriksaan yang berlaku untuk setiap jenis emeriksaan jenis spesimen. 20. 24. masker. 23.

Puskesmas wajib memberikan alternatif pelayanan. 9. 10. Pasien diberi informasi tentang hak untuk memilih tempat rujukan. dan kebutuhan akan tindak lanjut.D. Jika pasien tidak mungkin dirujuk. 5. 6. Resume klinis meliputi : nama pasien. Dokter yang menangani bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pemulangan/rujukan. Pemulangan pasien rawat inap dipandu oleh prosedur yang baku. Pasien dengan kebutuhan khusus perlu didampingi oleh petugas yang kompeten. Pada saat pemulangan. Umpan balik dari fasilitas rujukan wajib ditindak lajutioleh dokter yang menangani. 8.. apsien/keliarga pasien harus diberi informasi tentang tindak lanjut layanan. 3. Rujukan pasien harus disertai dengan resume klinis. kondisi klinis. 7. 2. prosedur/tindakan yang telah dilakukan. Kriteria merujuk pasen meliputi. 4.. Kepala UPTD Puskesmas Rancakalong Ilah Siti Harmilah . dst. RENCANA RUJUKAN DAN PEMULANGAN 1.