You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber
daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Tujuan pembangunan tersebut
dapat dicapai dengan menyelenggarakan program pembangunan nasional secara
berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan kesehatan merupakan bagian
integral dari pembangunan nasional. Visi pembangunan nasional yang ingin
dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah mewujudkan Indonesia sehat
tahun 2010. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. (Depkes RI, 2004).
Menurut American Diabetes Association (ADA) 2003, diabetes melitus
merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau
kedua-duanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan
kerusakan jangka panjang, dan disfungsi beberapa organ tubuh, terutama mata,
ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Diabetes melitus adalah suatu penyakit
metabolik yang ditandai adanya hiperglikemia yang disebabkan karena defek
sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya.
Di Indonesia, prevalensi DM mencapai 15,9-32,73%, dimana diperkirakan
sekitar 5 juta lebih penduduk Indonesia menderita DM. Di masa mendatang,
diantara penyakit degeneratif diabetes adalah salah satu diantara penyakit tidak
menular yang akan meningkat jumlahnya di masa mendatang. WHO membuat
perkiraan bahwa pada tahun 2000 jumlah pengidap diabetes di atas umur 20 tahun
berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, pada tahun
2025 jumlah tersebut akan membengkak menjadi 300 juta orang (Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Jilid III, 2006).

1

I.2 Pernyataan Masalah
Prevalensi diabetes melitus makin meningkat pada usia lanjut. Di
Indonesia, prevalensi DM mencapai 15,9-32,73%, dimana diperkirakan sekitar 5
juta lebih penduduk Indonesia menderita diabetes melitus. Menurut penelitian
epidemiologi yang sampai saat ini dilaksanakan di Indonesia, kekerapan diabetes
di Indonesia berkisar antara 1,4 dengan 1,6%. Terjadi tendensi kenaikan
kekerapan diabetes secara global terutama disebabkan oleh karena peningkatan
kemakmuran suatu populasi, maka dengan demikian dapat dimengerti bila suatu
saat atau lebih tepat lagi dalam kurun waktu 1 atau 2 dekade yang akan datang
kekerapan DM di Indonesia akan meningkat dengan drastis. Indonesia akan
menempati peringkat nomor 5 sedunia dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak
12,4 juta orang pada tahun 2025, naik 2 tingkat dibanding tahun 1995.
Menurut penjelasan di buku Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Bab Diabetes
Melitus di Indonesia, dikatakan bahwa dalam jangka waktu 30 tahun penduduk
Indonesia akan naik sebesar 40% dengan peningkatan jumlah pasien diabetes
yang jauh lebih besar yaitu 86-138% yang disebabkan oleh karena :

a) faktor demografi
b) gaya hidup yang kebarat-baratan
c) berkurangnya penyakit infeksi dan kurang gizi
d) meningkatnya pelayanan kesehatan hingga umur pasien diabetes semakin
panjang

Mengingat jumlah pasien yang akan membengkak dan besarnya biaya
perawatan diabetes yang terutama disebabkan oleh karena komplikasinya, maka
upaya yang baik adalah pencegahan. Menurut WHO tahun 1994, upaya
pencegahan pada diabetes ada tiga jenis, antara lain :

a) Pencegahan primer. Semua aktivitas yang digunakan untuk mencegah
timbulnya hiperglikemia pada inividu yang beresiko mengidap diabetes
melitus atau pada populasi.
b) Pencegahan sekunder. Menemukan pengidap DM sedini mungkin, misalnya
dengan screening. Dengan demikian pasien diabetes yang sebelumnya tidak
terdiagnosis dapat terjaring.

2

2.c) Pencegahan tersier. meliputi: 1. Bagi masyarakat. Mengetahui pola aktivitas dan makan masyarakat di wilayah kerja Pusekesmas Serang Kota yang menjadi faktor resiko diabetes melitus sehingga dapat dilakukan promosi kesehatan terutama secara individual. I. I.3 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai pada mini project ini. Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Pusekesmas Serang Kota terhadap diabetes melitus sehingga dapat dilakukan promosi kesehatan sebagai pencegahan primer atau sekunder bagi masyarakat yang tidak menderita diabetes melitus tetapi memiliki faktor resiko ataupun untuk masyarakat yang menderita diabetes melitus tetapi tidak berobat rutin 2. Bagi penulis.4 Manfaat 1. 3 . hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan tentang pentingnya pencegahan diabetes melitus dan perlunya mengenali diabetes melitus lebih dini untuk menekan prevalensi penyakit diabetes melitus di masyarakat. Semua upaya untuk mencegah komplikasi atau kecacatan akibat komplikasi tersebut. mini project ini menjadi pengalaman yang berguna dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh sebelum internship. 2006). Strategi pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melalui pendekatan masyarakat yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat umum dan pendekatan individu beresiko tinggi yang dilakukan pada individu yang beresiko mengidap diabetes (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III.

f) Adanya faktor keturunan II. Pada DM tipe 2 jumlah insulin normal tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat. sering menderita stress. Pada DM tipe 1 terjadi kelainan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Keluhan lain yang dapat ditemukan antara lain : a) Gangguan penglihatan: katarak b) Kelainan kulit: gatal dan bisul-bisul c) Kesemutan. d) Keberadaan penyakit lain. operasi. Supaya berfungsi. rasa baal d) Kelemahan tubuh 4 . maka intoleransi terhadap glukosa juga meningkat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Dalam proses ini.1 Etiologi Diabetes Melitus Beberapa ahli berpendapat bahwa dengan meningkatnya umur. badan kegemukan. dibutuhkan insulin yang berfungsi memasukkan glukosa ke dalam sel yang digunakan sebagai bahan bakar. II.3 Gambaran Klinis Diabetes Melitus Keluhan umum pada pasien DM seperti poliuria. polidipsia. dan polifagia. banyak makan. maka bahan makanan harus dioleh dalam proses yang dinamakan metabolisme. e) Sering menggunakan bermacam-macam obat-obatan.2 Patofisiologi Diabetes Melitus Pengolahan bahan makanan dimulai dari mulut kemudian ke lambung dan selanjutnya ke usus. Peningkatan kadar gula darah pada usia lanjut dapat disebabkan oleh : a) Fungsi sel pankreas dan sekresi insulin yang berkurang b) Resistensi insulin c) Aktivitas fisik yang berkurang.

antara lain : a) Hipoglikemia.5 Penatalaksanaan Diabetes Melitus Diperkirakan 25-50 % dari DM lanjut usia dapat dikendalikan dengan baik hanya dengan diet saja. Kelainan kulit berupa gatal. Para ahli berpendapat bahwa sebagian besar DM pada lanjut usia adalah tipe II dan dalam penatalaksanaannya perlu 5 . atau c) Kadar glukosa plasma >= 200 mg/dl pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada TTGO.1% pasien diabetes melitus. Merupakan salah satu komplikasi akut yang tidak jarang terjadi dan ditandai dengan kadar gula darah di bawah 50-60 mg/dl. Adanya gagal ginjal dibuktikan dengan kenaikan kadar kreatinin atau ureum serum yang berkisar antara 2% sampai 7. e) Kerusakan saraf (Neuropati) f) Kerusakan pada mata (Retinopati) II.4 Komplikasi Diabetes Melitus Komplikasi diabetes melitus yang dapat ditemukan. biasanya terjadi di daerah genital ataupun daerah lipatan kulit akibat jamur. Adanya proteinuria yang persisten tanpa adanya kelainan ginjal yang lain merupakan salah satu tanda awal nefropati diabetik. c) Komplikasi kronis penyakit jantung dan pembuluh darah. Pengidap diabetes. g) Penurunan berat badan yang drastis sering terjadi pada gejala awal. Kriteria diagnostik diabetes melitus dan gangguan toleransi glukosa menurut WHO 1985: a) Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) >= 200mg/ dl.e) Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh f) Infeksi saluran kemih. atau b) Kadar glukosa darah puasa (plasma vena) >= 126 mg/dl. II. cenderung terkena infeksi karena bakteri tumbuh baik jika kadar glukosa darah tinggi dan pertahanan tubuh rendah. b) Infeksi. d) Kerusakan pada ginjal (Nefropati). 3 % membutuhkan insulin dan 20-45 % dapat diobati dengan anti diabetik oral dan diet saja.

f) Pilar Pengelolaan DM. penyakit lain yang menyertai serta ada atau tidaknya komplikasi DM. Latihan jasmani 3 kali seminggu selama 30 menit disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. apabila tidak berhasil dengan pengaturan makan dan olahraga. II. protein 10-20%. e) Pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan dan latihan jasmani selama 2-4 minggu jika tidak terkontrol gula darahnya maka diberikan obat anti diabetes oral. olahraga. antara lain : 1.diperhatikan secara khusus. Perencanaan Makan dengan karbohidrat 45-60%. 4. keadaan gizi dan kesehatannya. 2. antara lain :  jumlah penduduk meningkat  penduduk usia lanjut bertambah banyak 6 . meliputi: pemahaman tentang DM. baik cara hidup pasien. Farmakologis. 3. dan lemak 20-25%. Pedoman penatalaksanaan diabetes antara lain : a) Menilai penyakitnya secara menyeluruh dan memberikan pendidikan kepada pasien dan keluarganya. obat-obatan. usahakan agar glukosa darah tidak terlalu tinggi (200-220 mg/dl) dan tidak terlampau rendah karena bahaya terjadinya hipoglikemia d) Mengendalikan glukosa darah dan berat badan sambil menghindari resiko hipoglikemi.6 Strategi Pencegahan Diabetes Melitus Dalam jangka waktu 30 tahun penduduk Indonesia akan naik sebesar 40% dengan peningkatan jumlah pasien diabetes yang jauh lebih besar yaitu 86-138% yang disebabkan oleh karena : a) faktor demografi. b) Menghilangkan gejala-gejala akibat hiperglikemia. Edukasi. perencanaan makan dan masalah yang mungkin dihaapi. c) Lebih bersifat konservatif.

Menemukan pengidap DM sedini mungkin.  urbanisasi makin tak terkendali b) gaya hidup yang kebarat-baratan  penghasilan per kapita tinggi dan restoran siap santap  sedentary life style c) berkurangnya penyakit infeksi dan kurang gizi d) meningkatnya pelayanan kesehatan hingga umur pasien diabetes semakin panjang Mengingat jumlah pasien yang akan membengkak dan besarnya biaya perawatan diabetes yang terutama disebabkan oleh karena komplikasinya. c) Pencegahan tersier. Semua upaya untuk mencegah komplikasi atau kecacatan akibat komplikasi tersebut. Upaya ini ditujukan tidak hanya untuk mencegah diabetes tetapi untuk mencegah penyakit lain sekaligus. Semua aktivitas yang digunakan untuk mencegah timbulnya hiperglikemia pada inividu yang beresiko mengidap diabetes melitus atau pada populasi. a) Pendekatan populasi/masyarakat Bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat umum. Usaha ini meliputi :  mencegah timbulnya komplikasi  mencegah progresi dari komplikasi  mencegah kecacatan tubuh Strategi pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melalui pendekatan masyarakat yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat umum dan pendekatan individu beresiko tinggi yang dilakukan pada individu yang beresiko mengidap diabetes. Menurut WHO tahun 1994. misalnya dengan tes penyaringan. Dengan demikian pasien diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis dapat terjaring. maka upaya yang baik adalah pencegahan. antara lain mendidik masyarakat agar menjalankan cara hidup sehat dan menghindari cara hidup beresiko. Upaya ini sangat berat karena target 7 . antara lain : a) Pencegahan primer. upaya pencegahan pada diabetes ada tiga jenis. b) Pencegahan sekunder.

riwayat DM pada saat kehamilan g. oleh karena itu harus dilakukan tidak hanya oleh profesi tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada tahun 1994. b) Pendekatan individu beresiko tinggi Semua upaya pencegahan yang dilakukan pada individu yang beresiko mengidap diabetes melitus. WHO menyatakan bahwa pendeteksian pasien baru dengan cara skrining dimasukkan ke dalam upaya pencegahan sekunder agar supaya bila diketahui lebih dini komplikasi dapat dicegah. 2006). ditambah dengan peningkatan pelayanan kesehatan primer di pusat-pusat pelayanan kesehatan mulai dari rumah sakit sampai puskesmas. 8 . Pada pencegahan sekunder. hipertensi d. riwayat keluarga DM e. Antara lain : a. riwayat melahirkan bayi >4 kg f. Yang bertanggung jawab bukan hanya profesi tetapi seluruh lapisan masyarakat. gemuk c. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. penyuluhan tentang perilaku sehat seperti pada pencegahan primer pun harus dilakukan. Cakupannya menjadi sangat luas. populasinya sangat luas. umur > 40 tahun b. dislipidemia Pencegahan primer adalah cara yang paling sulit karena yang menjadi sasaran adalah orang-orang yang belum sakit artinya mereka masih sehat.

7 Kerangka Konsep tingkat status gizi konsumsi pengetahuan Faktor Determinan aktivitas status gizi genetik II.II.8 Kerangka Pengumpulan Data pengetahuan gejala riwayat keluarga pasien / masyarakat sekitar yang datang aktivitas ke Puskesmas pola makan status gizi 9 .

Subjek terdiri dari 13 orang laki-laki dan 29 orang perempuan. BAB III METODE MINI PROJECT III.1 Rancangan Mini Project Mini project ini dilakukan dengan pengumpulan data melalui wawancara terstruktur kemudian edukasi secara individual terutama pada subjek yang tidak mengerti tentang diabetes melitus tetapi memiliki faktor resiko menderita penyakit tersebut. 10 . III.2 Waktu dan Tempat Mini Project Mini project ini dilaksanakan pada tanggal 01 Juli – 30 Juli 2016 di Pusekesmas Serang Kota dan wilayah sekitarnya. III. Subjek dengan usia 41-50 tahun berjumlah 13 orang. Pada mini poject ini ditujukan sebagai sarana mengaplikasikan pencegahan primer dalam penyakit diabetes melitus. yang berusia 51-60 tahun berjumlah 17 orang. yang berusia 61-70 tahun berjumlah 9 orang.3 Populasi Mini Project Populasi mini project adalah masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Pusekesmas Serang Kota diambil secara acak yaitu masyarakat yang berobat ke Pusekesmas Serang Kota (acak). Subjek mini project didapatkan dengan teknik mengambil sampel dari pasien yang berobat di Pusekesmas Serang Kota. yang berusia 71-80 tahun berjumlah 2 orang dan > 80 tahun berjumlah 1 orang.4 Subjek Mini Project Subjek mini project diambil dari masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Pusekesmas Serang Kota yang berobat ke Puskesmas dan diambil secara acak. III.

Berdasarkan hasil wawancara dengan 42 orang subjek di atas. dan masing-masing 1 orang menyebutkan keluhan berat badan menurun. sejumlah 11 orang mengerti apa itu diabetes melitus/kencing manis dan mengetahui gejala pernyertanya. Salah satu faktor yang tidak dapat diubah adalah keturunan. sering mengantuk/ lemas. 2 orang menyebutkan keluhan sering haus. sering haus. Seperti yang dibahas pada teori. 3 orang menyebutkan lemas/mengantuk. Sementara itu. 1 orang menyebutkan keluhan luka yang tidak sembuh-sembuh. diantaranya sering buang air kecil terutama malam hari. kesemutan. banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya diabetes melitus. dan impoten. kesemutan. Namun demikian. BAB IV HASIL Berdasarkan hasil yang diperoleh didapatkan bahwa dari total 29 orang subjek perempuan dan 13 orang subjek laki-laki yang dilakukan wawancara terstruktur. 2 orang menyebutkan gejalanya adalah sering buang air kecil terutama pada malam hari. didapatkan pada 11 orang subjek yang mengerti tentang penyakit diabetes melitus terdapat 6 orang subjek yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes melitus. dari 42 orang subjek yang diwawancara menyebutkan bahwa sebanyak 18 orang mengaku tidak pernah berolah raga (sedentary life style) dan 8 orang mengaku setiap hari 11 . luka tidak sembuh-sembuh. Menurut teori. gatal-gatal terutama di daerah kemaluan. 2 orang menyebutkan keluhan sering lapar meskipun sudah banyak makan. Untuk faktor pola makan. sering lapar. disebutkan bahwa diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan metabolisme sehingga kadar gula darah dalam tubuh melebihi normal. dan gatal di seluruh tubuh terutama daerah kemaluan. impoten. Diabetes mellirus memiliki gejala-gejala. berat badan menurun meskipun nafsu makan meningkat. yang paling menentukan seseorang mengidap diabetes melitus atau tidak adalah faktor pola makan dan aktivitas. Dari 11 orang subjek yang mengetahui gejala kencing manis. didapatkan bahwa 18 orang diantaranya tidak mengetahui apa itu diabetes melitus/kencing manis dan bagaimana gejalanya.

12 .setidaknya mengkonsumsi gula 1 sendok makan. dan 16 orang diantaranya memiliki status gizi yang berlebih/ gemuk.

Menurut penelitian epidemiologi yang sampai saat ini dilaksanakan di Indonesia. dan pembuluh darah. d ) Farmakologis. antara lain : hipoglikemia. diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. saraf. maka dengan demikian dapat dimengerti bila suatu saat atau lebih tepat lagi dalam kurun waktu 1 atau 2 dekade yang akan datang kekerapan DM di Indonesia akan meningkat dengan drastis. terutama mata. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang. komplikasi kronis penyakit jantung dan pembuluh darah. 13 .73%. olahraga. perencanaan makan dan masalah yang mungkin dihadapi.9-32. protein 10-20%. kekerapan diabetes di Indonesia berkisar antara 1. dan kerusakan pada mata (retinopati). b ) Perencanaan Makan dengan karbohidrat 45-60%. kerusakan pada ginjal (nefropati). Indonesia akan menempati peringkat nomor 5 sedunia dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 12. infeksi. c ) Latihan jasmani 3 kali seminggu selama 30 menit disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. Di Indonesia. atau kedua-duanya. ginjal. BAB V DISKUSI Menurut American Diabetes Association (ADA) 2003. dimana diperkirakan sekitar 5 juta lebih penduduk Indonesia menderita diabetes melitus.4 juta orang pada tahun 2025. dan disfungsi beberapa organ tubuh. Pilar Pengelolaan DM. naik 2 tingkat dibanding tahun 1995. Komplikasi diabetes melitus yang dapat ditemukan.6%. dan lemak 20-25%. kerusakan saraf (neuropati). Terjadi tendensi kenaikan kekerapan diabetes secara global terutama disebabkan oleh karena peningkatan kemakmuran suatu populasi. antara lain : a ) Edukasi. jantung. apabila tidak berhasil dengan pengaturan makan dan olahraga. meliputi: pemahaman tentang DM.4 dengan 1. kerja insulin. obat-obatan. prevalensi DM mencapai 15.

Jika melihat dari segi teori di atas. Pada seseorang yang mengidap penyakit diabetes melitus. Hal ini juga dikarenakan banyak komplikasi yang terjadi pada penyakit diabetes melitus. Untuk itu. maka penatalaksanaan yang pertama kali dilakukan adalah edukasi tentang perjalanan penyakitnya. didapatkan pada 11 orang subjek yang mengerti tentang penyakit diabetes melitus terdapat 6 orang subjek yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes melitus. didapatkan bahwa 18 orang diantaranya tidak mengetahui apa itu diabetes melitus/kencing manis dan bagaimana gejalanya. Pendekatan populasi/masyarakat bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat umum. penting jika dilakukan pencegahan primer agar penderita diabetes melitus di Indonesia tidak semakin meningkat. dalam hal ini peran promosi kesehatan sangatlah penting dalam mencegah penyakit diabetes melitus. dari 42 orang subjek yang diwawancara menyebutkan bahwa sebanyak 18 orang mengaku tidak pernah berolah raga (sedentary life style) dan 8 orang mengaku setiap hari setidaknya mengkonsumsi gula 1 sendok makan. Untuk faktor pola makan. Oleh karena itu. antara lain mendidik masyarakat agar menjalankan cara hidup sehat dan menghindari cara hidup beresiko. sejumlah 11 orang mengerti apa itu diabetes melitus/kencing manis dan mengetahui gejala pernyertanya. Sementara itu. bahwa jelas jika mencegah lebih baik daripada mengobati. dan 16 orang diantaranya memiliki status gizi yang berlebih. Berdasarkan hasil wawancara dengan 42 orang subjek di atas. olah raga dan perencanaan makan. Mengingat jika promosi kesehatan dilakukan secara serentak dengan mengumpulkan kader atau masyarakat di suatu ruangan kurang efektif. Dari total 29 orang subjek perempuan dan 13 orang subjek laki-laki yang dilakukan wawancara terstruktur. sangat diperlukan promosi kesehatan sebagai usaha pencegahan primer terhadap penyakit diabetes melitus. Upaya ini ditujukan tidak hanya untuk mencegah diabetes tetapi untuk mencegah penyakit lain sekaligus oleh karena itu 14 . maka sebagian masyarakat di sekitar wilayah kerja Pusekesmas Serang Kota memiliki faktor resiko diabetes melitus. maka perlunya dilakukan promosi kesehatan secara individual terutama bagi masyarakat yang saat diwawancara sama sekali tidak mengerti apa itu diabetes melitus. Jika melihat hasil wawancara ini. Oleh karena itu.

Dengan cara seperti ini diharapkan sasaran pencegahan primer dan sekunder akan lebih berhasil karena menggunakan pendekatan individual. Dengan begitu. dan pengaturan pola makan. gemuk. olah raga. penulis juga menemukan 3 orang subjek yang menderita diabetes melitus/ kencing manis tetapi tidak berobat secara rutin. serta jumlah pasien yang kurang penulis melakukan pendekatan individu tanpa memandang seseorang itu beresiko atau tidak dengan maksud sasaran pencegahan primer akan lebih sampai kepada setiap orang yang belum mengerti mengenai apa itu diabetes melitus dan bagaimana pencegahannya. yang berarti semua upaya pencegahan yang dilakukan pada individu yang beresiko mengidap diabetes melitus. Pada kasus ini.penulis menganggap pentingnya dilakukan pendekatan individu. penulis dapat melakukan penyuluhan/ promosi secara individual tentang diabetes melitus dan mengedukasi jika menemukan keluarga/tetangga dengan gejala seperti itu segera diperiksakan ke Puskesmas. riwayat DM pada saat kehamilan. Tetapi mengingat keterbatasan waktu dan lokasi. antara lain umur > 40 tahun. hipertensi. Diharapkan prevalensi diabetes melitus kedepannya dapat ditekan jika seluruh lapisan masyarakat ikut serta dalan pencegahan primer ataupun sekunder. dan dislipidemia. penulis melakukan pencegahan sekunder berupa upaya untuk mencegah komplikasi dengan edukasi agar rutin berobat. terutama pada individu yang beresiko tinggi. Penulis melakukan promosi kesehatan dengan menggunakan pamflet pengaturan diet dan memberikannya kepada subjek yang sudah diedukasi. Dalam mini project kali ini. riwayat keluarga DM. 15 .

ataupun tersier merupakan upaya yang paling tepat dalam mengantisipasi ledakan jumlah ini dengan melibatkan berbagai pihak. VI.1 Kesimpulan 1. Di wilayah sekitar Pusekesmas Serang Kota perlu dilakukan promosi kesehatan terutama sebagai upaya pencegahan primer dan sekunder dalam masyarakat terhadap penyakit diabetes melitus. Oleh karena itu. perubahan pola demografi. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI. tidak hanya oleh petugas kesehatan melainkan juga masyarakat umum. Pola aktivitas dan makan sebagian masyarakat di wilayah kerja Pusekesmas Serang Kota menjadi faktor resiko diabetes melitus. promosi kesehatan primer nampaknya akan lebih bermanfaat jika dilakukan secara individual (seperti konseling) dibandingkan jika dilakukan melalui pendekatan populasi. tidak hanya petugas kesehatan melainkan juga masyarakat umum. 2. Tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Pusekesmas Serang Kota terhadap diabetes melitus belum merata. Pencegahan baik perimer. diperlukan adanya promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan primer dan sekunder terhadap kejadian penyakit diabetes melitus. 16 . sekunder. Oleh karena itu.2 Saran Jumlah pasien diabetes dalam kurun waktu 25-30 tahun yang akan datang akan sangat meningkat akibat kemakmuran. dan urbanisasi.

2000. 4. http://www. Penatalaksanaan Kedaruratan di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. 2011. http://www. Indonesian Doctor’s Compendium. Jakarta : Penerbit FK UI.biz/uncategorized/gejala-diabetes-melitus/ 17 . Jakarta : Penerbit FK UI.com/diabetes/read/2010/07/05/112/gejala-diabetes- melitus 8.com/ 7. 3. http://indodiabetes.klikdokter. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI. http://majalahkesehatan. http://obatpenyakit. Ikatan Dokter Indonesia.metris-community. DAFTAR PUSTAKA 1.com/tanda-tanda-kencing-manis/ 6. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta : CV Matoari Citra Media. 2006. 2.com/penyebab-dan-gejala-diabetes/ 5.

Pekerjaan ( ) Tidak sekolah ( ) PNS ( ) SD ( ) Wiraswasta ( ) SMP ( ) Buruh ( ) SMA ( ) lainnya. Pendidikan terakhir 2. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 2. 1. Usia semakin bertambah atau semakin tua adalah faktor yang menyebabkan Penyakit Diabetes Mellitus. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 4. Penyakit Diabetes Mellitus adalah Penyakit kelebihan kadar gula dalam darah. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 3. Alamat : ……………………… 1. Kuesioner Data Demografi Nama Inisial : ……………………… Umur : ……………………. Bacalah dengan cermat dan teliti pada setiap item pertanyaan. A.. Penyakit Diabetes Mellitus disebut juga dengan penyakit kencing manis.. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau 18 . Penyakit Diabetes Mellitus salah satunya disebabkan oleh mengkonsumsi makanan yang mengandung asam. Isilah titik dibawah ini dan Berilah tanda checklist (√) dengan sesuai sebenarnya (Kuesioner A). sebutkan…… ( ) Perguruan tinggi Kuesioner Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Diabetes Mellitus Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Bapak/ Ibu paling yakini benar dengan memberikan tanda silang ( X ) pada salah satu angka di bawah ini..LAMPIRAN KUESIONER PENELITIAN 1. 2.

Penglihatan kabur. Cara pencegahan penyakit Diabetes Mellitus adalah dengan banyak tidur. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 10. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 15. Diabetes Mellitus dapat mengakibatkan gangguan pendengaran. [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 5. dan berat badan/kegemukan merupakan faktor–faktor penyebab timbulnya penyakit Diabetes Mellitus. Merokok dan alkohol merupakan hal – hal yang harus dihindari oleh penderita Diabetes Mellitus. keturunan dari keluarga. Penyakit Diabetes Mellitus salah satunya juga bisa disebabkan karena kurang atau tidak adanya hormon insulin. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 14. Seseorang yang menderita penyakit Diabetes Mellitus dapat menurunkan penyakit tersebut kepada anaknya atau keturunanya. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau 19 . Salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit Diabetes Mellitus adalah kurang tidur. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 9. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 13. Salah satu gejala penyakit Diabetes Mellitus adalah sering buang air kecil. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 7. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 11. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 12. Kerusakan organ ginjal dan Infeksi pada kaki hingga membusuk (luka tidak cepat sembuh) merupakan akibat penyakit Diabetes Mellitus. Tidak enak makan merupakan gejala dari penyakit Diabetes Mellitus. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 8. Umur. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 6. dan berat badan menurun merupakan gejala-gejala penyakit Diabetes Mellitus. mulut kering.

Saya akan sering mencari informasi tentang penyakitDiabetes Mellitus agar lebih 2 mengetahui gejala. dan cara pencegahan penyakit Diabetes Mellitus 3 Saya akan periksa kadar gula darah saya dengan teratur. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah Kuesioner Perilaku Pencegahan Dini Penyakit Diabetes Mellitus Isilah dengan tanda ( √ ) Pernyataan yang menurut bapak/ibu paling yakini benar pada Kuesioner C. Direbus. Untuk pencegahan penyakit Diabetes Mellitus juga diperlukan pemeriksaan kadar gula darah berkala atau teratur. vitamin dan mineral) Saya berolahraga teratur untuk dapat mempertahankan atau 6 menurunkan berat badan 20 . Saya akan makan-makanan berlemak jika saya ingin 4 menurunkan berat badan Untuk menurunkan berat badan berlebih. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 17. dibakar. [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 16. akibat. dan dikukus merupakan cara memasakak makanan yang dapat lebih menyebabkan penyakitDiabetes Melitus . Seseorang yang menderita Diabetes Mellitus dapat terganggu penglihatanya (matanya). saya sering berpuasa 5 sepanjang hari (hanya minum air.penyebab. [ 5 ] Benar Sekali [ 3 ] Kurang Benar [ 1 ] Tidak tau [ 4 ] Benar [ 2 ] Salah 18. Keterangan SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju TY : Tidak Yakin/Ragu-ragu NO Pernyataan SS S TY TS Jika ada acara penyuluhan tentang penyakit Diabetes 1 Mellitus saya akan datang.

Untuk mempertahankan kesehatan. 9 Saya akan sering makan-makanan yang manis. Saya akan mengganti cara memasak yang digoreng menjadi 8 cara memasak makanan dikukus atau direbus agar tidak terkena Diabetes Mellitus. jogging. Saya akan mengurangi makanan makanan cepat saji agar tidak 10 terkena penyakit Diabetes Mellitus. saya tidak perlu berolahraga 11 karena saya minum suplemen vitamin/mineral secara teratur Saya tidak perlu berolahraga bila sudah mengurangi makan 12 yang manis-manis. 21 . Untuk mempertahankan kesehatan. badminton atau lainnya. saya berolahraga secara 13 teratur seperti bersepeda. Saya kan mengkonsumsi kopi atau teh dari pada minum air 7 putih terutama pada saat bekerja.