You are on page 1of 162

PERTPANCASILA SEBAGAI DASAR

NKRI

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Minggu Yang Lalu .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

2016 .KELAS I A 17 Okt.

.

.

.

.

.

.

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

. B. I. C. 23 -10.2016 Reguler. Kelas : A.Senin.

.

.

sopan atau tidak sopan. dan susila atau tidak susila. Sebagai suatu nilai. • Norma hukum yaitu suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia . filsafat dibagi menjadi beberapa cabang yaitu : • Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut pandang. moral maupun norma kenegaraan lainnya. baik norma hukum. Pancasila memberikan dasar-dasar yang bersifat fundamental dan universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat. Pancasila Sebagai Sistem Etika Politik Dan Ideologi Negara • Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakekatnya merupakan suatu nilai sehingga merupakan sumber dari segala penjabaran norma. berbangsa dan bernegara. Sebagai suatu usaha ilmiah. baik atau buruk.

mos yang jamaknya mores. sedangkan etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada . ● Istilah etiket identik dengan moral yang berasal dari bahasa Latin. ethos. yang artinya watak kesusilaan atau adat. etika berasal dari bahasa Yunani. yang juga berarti adat atau cara hidup. Apa itu Etika? ● Etika adalah kajian ilmiah terkait dengan etiket atau moralitas ● Secara etimologis (asal kata). ● Moral atau moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai.

Definisi Etika • Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran – ajaran dan pandangan-pandangan moral • Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti ajaran tertentu. • Etika Khusus yaitu yang membahas prinsip – prinsip itu di dalam hubungannya dengan plbagai aspek kehidupan manusia. Pembagian Etika • Etika umum yaitu yang mempertanyakan prinsip – prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. . yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus. atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertangung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. Etika khusus meliputi beberapa hal : – Etika Individual yaitu yang membahas kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri – Etika sosial yaitu yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup masyarakat.

baik atau buruk. kemauan baik. tanpa mengharapkan pamrih apapun dari tindakan yang dilakukan (Kuswanjono.2008: 7) ● Ukuran kebaikan dalam etika deontologi adalah kewajiban. Aliran-Aliran Etika ● ETIKA DEONTOLOGI Etika deontologi memandang bahwa tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Kebaikan adalah ketika seseorang melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya. ● Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Immanuel Kant (1734-1804) ● Etika deontologi menekankan bahwa kebijakan/tindakan harus didasari oleh motivasi dan kemauan baik dari dalam diri. Etika deontologi tidak mempersoalkan akibat dari tindakan tersebut. kerja keras dan otonomi bebas .

Utilitarianisme menilai bahwa baik buruknya suatu perbuatan tergantung bagaimana akibatnya terhadap banyak orang. nilai norma yang lain. baik menurut siapa? Apakah baik menurut pelaku atau menurut orang lain? Atas pertanyaan ini. 2. . etika teleologi dapat digolongkan menjadi dua: 1. yaitu bahwa baik buruk suatu tindakan dilihat berdasarkan tujuan atau akibat dari perbuatan itu. Egoisme etis memandang bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang berakibat baik untuk pelakunya. ● etika teleologi bersifat situasional yaitu memilih mana yang membawa akibat baik meskipun harus melanggar kewajiban. Etika Teleologi ● Pandangan etika teleologi berkebalikan dengan etika deontologi. ● Persoalan yang kemudian muncul adalah akibat yang baik itu.

kebenaran dan pengetahuan murni yang dicapai dalam filsafat) . dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang lain senang dan tidak senang • Nilai kehidupan. bukan objek itu sendiri) • Menilai berarti menimbang suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk kemudian mengambil keputusan. keindahan. dalam tingkatan ini terdapat nilai – nilai yang penting bagi kegidupan manusia ( Misalnya kesehatan. kesegaran jasmani dan kesejahteraan umum) • Nilai kejiwaan.Nilai. • Keputusan tersebut merupakan keputusan nilai yang dapat menyatakan berguna atau ataidak berguna. Norma dan Moral • Nilai (Value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia ( nilai pada hakekatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada objek. baik atau tidak baik dan indah atau tidak indah. dalam tingkatan ini terdapat nilai – nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan (Misalnya. benar atau tidak benar. Menurut Max Sceler nilai – nilai yang ada tidak sama tingginya • Nilai kenikmatan.

. Notonagoro membagi nilai menjadi 3 • Nilai Material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan material ragawi manusia • Nilai Vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat membedakan kegiatan atau aktivitas • Nilai Kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. budi dan cipta manusia – Nilai keindahan atau estetis yaitu yang bersumber pada unsur perasaan atau esthetis dan rasa manusia – Nilai kebaikan atau moral yang bersumber pada unsur kehendak atau Will dan Karsa manusia – Nilai religius yaitu yang merupakan nilai ketrohanian tertinggi dan mutlak. yang bersumber pada kepercayaan dan keyakinan manusia. Nilai rohani dibagi menjadi 3 : – Nilai kebenaran yang bersumber dari akal yaitu ratio.

Paham individualisme yang merupakan cikal bakal paham liberalisme memandang manusia sebagai makhluk individu yang bebas. Berkaitan dengan derivasi atau penjabarannya maka nilai dikelompokkan menjadi 3 macam : • Nilai dasar (Onotologis ) yaitu merupakan hakekat. • Nilai Instrumental yaitu sebagai pedoman yang dapat diukur dan diarahkan. maka hal itu akan merupakan suatu norma moral. Dasar ontologis ini merupakan dasar moral politik negara. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. Dimensi Politik Manusia • Manusia sebagai makhluk Individu dan makhluk sosial. bangsa maupun negara. Konsekuensinya dalam setiap kehidupan masyarakat. maka nilai instrumental itu merupakan suatu arahan. maka nilai itu bersifat mutlak karena hakekat Tuhan adalah kuasa prima. sehingga segala sesuatu diciptakan atau berasal dari Tuhan.Menurut Notonagoro bahwa Nilai-nilai Pancasila tergolong nilai kerohanian. Berbagai paham Antropologi filsafat memandang hakikat sifat kodrat manusia dari kacamata yang berbeda. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui adanya nilai-nilai material dan nilai vital merupakan ‘ SISTEMATIKA – HIERARKIS’ dari sila 1 – 5 sebagai tujuan. intisari atau makna yang terdalam dari nilai-nilai tersebut (yang bersifat universal karena menyangkut hakekat kenyataan obyektif segala sesuatu misalnya hakekat Tuhan. • Nilai praktis yaitu yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam suatu kehidupan nyata. . Sedangkan paham kolektivisme yang merupakan cikal bakal sosialisme dan komunisme memandang manusia sebagai makhluk sosial saja. esensi. Jika nilai dasar itu berkaitan dengan hakekat Tuhan. hakekat manusia). Jika nilai instrumental ini berkaitan dengan tingkah laku manusia. Namun jika nilai instrumental itu berkaitan dengan organisasi atau negara.

Dimensi Politik kehidupan Manusia .

Dalam hubungan inilah manusia memerlukan suatu masyarakat hukum yang mampu menjamin hak-haknya. • Manusia mengerti dan memahami akan suatu kejadian atau akibat dari kejadian tertentu. akan tetapi hal itua dapat dihindarkan karena kesadaran moral akan tanggung jawabnya terhadap orang lain. karena terjadinya benturan kepentingan diantara mereka sehingga terdapat suatu kemungkinan terjadinya anaarkisme dalam masyarakat. dan masyarakat itulah yang disebut sebagai Negara • Pengertian dimensi politis manusia ini memiliki dua segi fundamental yaitu Pengertian dan kehendak untuk bertindak (inilah yang senantiasa berhadapn dengan tindakan moral manusia). Namun sebalikny jika manusia tidak bermoral maka ia tidak akan perduli dengan orang lain .Dimensi Politik kehidupan Manusia • Dalam kehidupan manusia jaminan atas kebebasan manusia baik sebagai makhluk individu maupun sosial sulit untuk dilaksanakan.

3. Pancasila ada di Kitab Sotasoma “Mpu Tantular” yang mengatur lima aturan kesusilaan: Dilarang 1. 4. Nilai-nilai Pancasila 1. MA. 4. 2. Mabuk akibat minuman keras. (APA NILAI INI MASIH RELEVAN DENGAN KONDISI SEKARANG?) 3. Pancasila sbg dasar negara moderen dikemukakan Ir. Fungsi Pancasila Jiwa Bangsa Indonesia Pandangan Hidup Kepribadian Bangsa Indonesia Moral Pembangunan Dasar Negara Replubik Indoensia Cita-cita dan Tujuan Pembangunan Bangsa Sumber dari segala sumber hukum . Abikoesno. AK Muzakir. Berjiwa Dengki. Hatta. Tokoh Panitia 9: Soekarno. Soebardjo dan Wahid Hasim dan M Yamin. Berbohong dan 5. Agus Salim. Mencuri. Soekarno di depan BPUPKI. Maramis. 2. Melakukan Kekerasan. Pancasila lahir sebagai produk kebudayaan Indonesia dan bukan penarikan atau sublimasi dari negara lain.

. Walaupun dalam negara Indonesia tidak mendasarkan pada legitiminasi religius. Kekuasaan kepala negara tidak mendasarkan pada legitiminasi religius melainkan mendasarkan pada legitiminasi hukum dan demokrasi. terutama hukum serta moral dalam kehidupan bernegara. ● Ketuhanan Yang Maha Esa serta sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab. ● Negara Indonesia yang berdasarkan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah negara Teokrasi yang mendasarkan kekuasaan dan penyelenggaraan negara pada ligitiminasi religius. hukum serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan. Inilah yang membedakan negara yang Berketuhanan yang Maha Esa dengan teokrasi. Nilai-nilai Pancasila sebagai Sumber Etika Politik ● Sebagai dasar filsafat negara Pancasila tidak hanya merupakan sumber peraturan perundang-undangan merlainkan juga sumber moralitas utama dalan hubungannya dengan legitiminasi kekuasaan. Oleh karena itu asas sila pertama lebih berkaitan dengan legitiminasi moral. adalah merupakan sumber nilai – nilai moral bagi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. namun secara moralitas kehiodupan negara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari Tuhan.

maka melalui moralitas pula krisis dapat diatasi. ● Istilah moralitas mondial adalah moralitas yang bersifat universal yang berlaku di manapun dan kapanpun. kemerdekaan. . dan sebagainya. kemanusiaan. sehingga akan tampak perbedaan antara masyarakat yang bermoral tinggi dan rendah. tertanam dalam diri manusia yang akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. ● Moralitas individu lebih merupakan kesadaran tentang prinsip baik yang bersifat ke dalam. Pancasila Sebagai Solusi Persoalan Bangsa dan Negara ● Moralitas memegang kunci sangat penting dalam mengatasi krisis. moralitas yang terkait dengan keadilan. Kalau krisis moral sebagai hulu dari semua masalah. ● Moralitas individu ini terakumulasi menjadi moralitas sosial.

yaitu : – Keseimbangan antara golongan agama (Islam) dan golongan Nasionalis (Negara Theis Demokrasi) – Keseimbangan antara sifat individu dan sifat social (aliran monodualisme). . Konsep Negara Pancasila • “ Faham negara Persatuan” meliputi kehidupan: – Sifat Sosialistis .Religius – Semangat Kekeluargaan dan Kebersamaan – Semangat Persatuan – Musyawarah – Menghendaki Keadilan Sosial • Ide Pokok Bangsa (sifat keseimbangan Pancasila). – Keseimbangan antara Ide – ide asli Indonesia (faham dialektis).

. ✓ Berkeadilan sosial dan kemakmuran masyarakat. ✓ Menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ✓ Cinta tanah air dan bangsa serta kebersamaan. non diskriminatif. ✓ Bertekad dan berkehendak sama untuk kehidupan kebangsaan yang bebas. ✓ Kedaulatan rakyat dengan sikap demokratis dan toleran. ✓ Menyadari bahwa bangsa Indonesia berada dalam tata pergaulanan dunia dan universal. Paham Negara Persatuan ✓ Persatuan dan kesatuan serta saling ketergantungan satu sama lain dalam masyarakat. merdeka dan bersatu. ✓ Kesetiakawanan sosial.

yang berbentuk Republik [Pasal 1 (1)] Kedaulatan berada di Negara Indonesia adalah tangan rakyat dan negara hukum dilaksanakan menurut [Pasal 1 (3)***] Undang-Undang Dasar [Pasal 1 (2)***] . Landasan Konstitusional Negara Kesatuan RI Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan.

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik
[Pasal 1 (1)]

Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten
dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan
undang-undang. [ Pasal 18 (1)**]

Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus
atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang [Pasal 18B (1)**]

Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak
tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang
[Pasal 18B (2)**]

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang
batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.
(Pasal 25A**)

Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan
perubahan. [Pasal 37 (5)****]

Perbandingan Sistem Etika Pancasila Dengan Liberalisme Dan
Komunisme

FUNGSI IDIOLOGI
• Struktur kognitif, yaitu keseluruhan pengetahuan yang didapat
merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan
kejadian-kejadian dalam alam sekitranya.

• Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta
menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.

• Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang
untuk melangkah dan betindak.

• Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.

• Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk
menjalankan kegiatan dan mencapai tujuannya.

• Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami,
menghayati serta memolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan
norma-norma yang terkandung di dalamnya

Pemikiran Konsep Ideologi-Ideologi Untuk
Indonesia Merdeka

Bung Hatta : Persatuan Nasional, Solidaritas, non-kooperasi dan
kemandirian.

Tan Malaka : Komunisme Internasional

Tjokroaminoto : Islam, sosialisme dan demokrasi.

Pemikiran Konsep Ideologi-Ideologi Untuk Indonesia Merdeka Soepomo Individuslisme. menolak yg lain) Bertrand Russel (Fil Inggris) Pancasila sebagai sistesis kreatif . Kolektivisme dan integralistik (Dia menyarankan Integralistik.

sedangkan paham integralistik yang kita anut memandang manusia sebagai individu dan sekaligus juga makhluk sosial • Sistem negara liberal membedakan dan memisahkan antara negara dan agama atau bersifat sekuler. yaitu bukan merupakan negara sekuler yang memisah-misahkan agama dengan negara. . • Berbeda dengan Pancasila. Sistem parlementer dengan banyak partai politik memberi nuansa baru sebagaimana terjadi di dunia Barat • Indonesia tidak menerima liberalisme dikarenakan individualisme Barat yang mengutamakan kebebasan makhluknya. dengan rumusan Ketuhanan Yang Maha Esa telah memberikan sifat yang khas kepada negara Indonesia. PANCASILA & LIBERALISME • Periode 1950-1959 disebut periode pemerintahan demokrasi liberal.

Johanes Leimena pernah mengatakan. Sedangkan Indonesia sebagai Negara yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa . komunisme dapat diterima dan mendapat tempat yang subur di tengahtengah masyarakat” ✓Negara komunisme lazimnya bersifat atheis yang menolak agama dalam suatu Negara. PANCASILA & KOMUNISME Dr. “Salah satu factor lain yang selalu dipandang sebagai sumber krisis yang paling berbahaya adalah komunisme”. ✓Kemiskinan memegang peranan dan dalam hal satu golongan saja menikmati kekayaan alam.

DEMOKRASI dan HAK ASASI MANUSIA. Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 Pasal 2 (Dasar Hukum Pembubaran Komunisme) Tentang: TETAP BERLAKU DENGAN KETENTUAN: Pembubaran PKI. ke Komunis Indonesia dan Larangan Setiap depan diberlakukan dengan BERKEADILAN Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran dan MENGHORMATI HUKUM. PRINSIP Komunisme/Marxisme-Leninisme. . Pernyataan Sebagai Seluruh ketentuan dalam Ketetapan Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai MPRS RI Nomor XXV/MPRS/1966 ini.

. Oleh sebab itu kita harus memiliki sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila itu untuk diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat ditemukan dalam pergaulan hidup berbangsa dan bernegara. Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi kita ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia sewaktu kemerdekaan Indonesia untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan bernegara agar kita dapat mencapai cita-cita bangsa yang ditetapkan pula dalam pembukaan UUD 1945.

yang maknanya sejalan dengan agama Islam. Hindu dan bahkan juga Animisme . PANCASILA & AGAMA Pancasila. Tuhan menurut terminologi Pancasila adalah Tuhan Yang Maha Esa. Kristen. Nilai-nilai Pancasila yang digali dari bangsa Indonesia yang berupa nilai-nilai adat-istiadat kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. yang tak terbagi. Budha. . maka Pancasila pun mengisyaratkan bahwa kesadaran akan adanya Tuhan milik semua orang dan berbagai agama.

✓Gagasan asas tunggal menimbulkan pro dan kontra selama tiga tahun diundangkan dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 . . Semboyan yang menggambarkan kerukunan umat beragama berbunyi: “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrua” Ada hubungan antara sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam. ✓Pada saat kemerdekaan. ✓Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna bahwa manusia Indonesia harus mengabdi kepada satu Tuhan. ✓Sila pertama Pancasila yang merupakan prima causa atau sebab pertama . sekularisme dan pemisahan agama dari negara didefinisikan melalui Pancasila. Nusantara telah melewati ribuan tahun pengaruh agama-agama lokal.

• Memberikan toleransi terhadap orang lain dalam menjalankan agama dalam negara. antar dan inter pemeluk agama serta antar pemeluk agama. golongan agama. • Tidak ada tempat bagi atheisme dan sekularisme karena hakikatnya manusia berkedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan. • Tidak ada tempat bagi pemaksaan agama karena ketakwaan itu bukan hasil peksaan bagi siapapun juga. Hubungan Agama & Pancasila • Negara adalah berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa • Konsekuensinya setiap warga memiliki hak asasi untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masingmasing. • Tidak ada tempat bagi pertentangan agama. • Segala aspek dalam melaksanakan dan menyelenggatakan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa terutama norma-norma .

gotong royong. ● NilaiHubungan Vertikal antara Manusia sesama Manusia. keserasian dan keselarasan serta perlu pengendalian diri antara sesama. Musyawarah menjadi sendi kehidupan sesama. ● Perlunya nilai universal. ● Keseimbangan. manusia dengan alamnya ● Kelestarian alam sebagai sumber hidup . Keseimbangan Nilai Pancasila ● Nilai Hubungan Vertikal antara Manusia dgn Sang Pencipta. ● Nilai hubungan Alamiah. kekeluargaan. ● Pengakuan adanya hubungan gaib.

Religius ● Semangat Kekeluargaan dan Kebersamaan ● Semangat Persatuan ● Musyawarah ● Menghendaki Keadilan Sosial ●  Ide Pokok Bangsa (sifat keseimbangan Pancasila). yaitu : ● Keseimbangan antara golongan agama (Islam) dan golongan Nasionalis (Negara Theis Demokrasi) ● Keseimbangan antara sifat individu dan sifat social (aliran monodualisme). ● Keseimbangan antara Ide – ide asli Indonesia (faham dialektis). Konsep Negara Pancasila ● “ Faham negara Persatuan” meliputi kehidupan: ● Sifat Sosialistis . .

. ● Bertekad dan berkehendak sama untuk kehidupan kebangsaan yang bebas. merdeka dan bersatu. Faham Negara Persatuan ● Persatuan dan kesatuan serta saling ketergantungan satu sama lain dalam masyarakat. non diskriminatif. ● Menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ● Berkeadilan sosial dan kemakmuran masyarakat. ● Cinta tanah air dan bangsa serta kebersamaan. ● Kedaulatan rakyat dengan sikap demokratis dan toleran. ● Menyadari bahwa bangsa Indonesia berada dalam tata pergaulanan dunia dan universal. ● Kesetiakawanan sosial.

FILSAFAT PANCASILA DALAM KONTEKS
KEWARGANEGARAAN

● Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari
pandangan bahwa negara adalah merupakan
suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi
kemasyarakatan, yang merupakan masyarakat
hukum (legal society).
● Negara yang didirikan oleh manusia itu
berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai
warga negara sebagai persekutuan hidup adalah
● hakikat sila pertama
● hakikat sila kedua
● hakikat sila ketiga
● hakikat sila keempat
● hakikat sila kelima

Jelaskan :
1. Pancasila sebagai sistem filsafat dari
perkspektif dan pemahaman dari
berbagai sudut pandang!

2. Bagaimana Pengaruh agama dan penolak
liberalisme dan komunisme terhadap
Pancasila dalam perjalannya sebagai ideologi
negara?

3.........DST.

.

.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka .

Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebetulnya tidak mutlak pembahasan ideologi besar. Empat Belas Ideologi Besar di Dunia Pada pembahasan ini dikemukakan tentang beberapa ideologi besar. yaitu yang ideologi mempunyai pengaruh dan dampak yang sangat kuat kepada masyarakat termasuk para penganutnya. pembahasan ini pula sebagai ilustrasi atau paparan historis ideologi-ideologi di dunia. tetapi walaupun demikian pertimbangannya secara eksistensi dalam kehidupan masyarakat menunjukkan eksis atau tidak eksistennya suatu ideologi. .

pada sebuah pasar bebas di mana harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran. 1. demi menghasilkan keuntungan di mana statusnya dilindungi oleh negara melalui hak pemilikan serta tunduk kepada hukum negara atau kepada pihak yang sudah terikat kontrak yang telah disusun secara jelas kewajibannya baik eksplisit maupun implisit serta tidak semata-mata tergantung pada kewajiban dan perlindungan yang diberikan oleh kepenguasaan feodal. berikut akan dikemukakan beberapa faham di dunia. .Untuk mengenal lebih lenjut tentang ideologi di dunia. Kapitalisme Kapitalisme merupakan sebuah sistem yang mulai terinstitusi di Eropa sekitar abad ke-16 sampai abad ke-19an. yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa. individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi. terutama barang modal seperti tanah dan tenaga manusia. Menurut faham kapitalis. baik yang masih bertahan membasis di masyarakat dunia maupun yang hanya tercatat dalam blantika politik dunia.

2. Marx menerima pendidikan di Universitas Bon. Beliau keturunan Yahudi dari ayah dan ibunya. Berlin dan Jena. yaitu sebuah kota kecil di wilayah Rhineland Jerman. yang kemudian ayahnya pindah agama ke Protestan.Teori yang saling bersaing yang berkembang pada abad ke-19 dalam konteks Revolusi Industri. Sebagai orang yang cerdas pemikirian Marx telah menyumbangkan manfaat besar bagi masyarakat dunia. untuk menjelaskan pengoperasian pasar semacam itu. . Marxisme Karl Marx dilahirkan tahun (1918-1883) di Treves. termasuk terhadap ilmu pengetahuan dan politik. dan untuk membimbing penggunaan atau penghapusan peraturan pemerintah mengenai hak milik dan pasaran. yang berkeinginan untuk membenarkan kepemilikan modal. Dengan demikian kapitalisme sangat berkeyakinan meraih keuntungan dengan kekuatan kepemilikan modalnya dan menghegemoni para pekerja atau konsumen untuk selalu tunduk dan memberikan keuntungan terhadap para kapitalis. dan abad ke-20 dalam konteks Perang Dingin.

bahkan saat itu menimbulkan gejolak baru karena sebagian masyarakat terutama yang tenagannya tidak terpakai karena adanya mesin produksi harus terpinggirkan. . Dalam pandangan Marx terdapat beberapa yang menandai transisi dari Kapitalisme menuju Komunisme yang sebenarnya: pencapaian dan konsolidasi supremasi politik oleh kaum proletariat. Upaya untuk menjawab permasalahan dilakukan para kaum sosialis dan sekaligus menandai lahirnya sosialisme pada abad ke-19 . Sosialisme Sekitar abad 18 terjadi perubahan besar-besaran dalam perekonomian dunia. 4. khususnya di Barat yang melahirkan revolusi industri. Dalam perkembangannya adanya revolusi industri yang ditandai dengan berbagai penemuan baru dan peletakkan mesin sebagai alat ampuh dalam produksi ternyata belum merasuk diterima masyarakat. dan akhirnya masyarakat Komunis. Komunisme Komunisme merupakan faham dari perkembangan pemikiran Marxisme.3. sosialisasi alat-alat produksi.

2005. pemerintahan. Orang-orang anarkis percaya bahwa pengesahan atas penggunaan pemaksaan oleh negara adalah bukan solusi tetapi masalah dalam masyarakat. hal 76). Schmandt. Anarkisme Istilah anarkisme berasal dari bahasa Yunani an-archos yang artinya tanpa pemimpin. 6. beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan. Nicolai Lenin (1870-1924) dilahirkan dengan Vladimir Llyich Ulyanov. secara keseluruhan Anarkisme yaitu sesuatu faham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara. Ayahnya pegawai sekolah. dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuh suburkan penindasan terhadap kehidupan. Sedangkan isme sendiri berarti faham atau ajarannya Jadi.5. Leninisme. pemerintahan. . oleh karena itu negara. Anarkisme adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Sedangkan Anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. Lima anak dalam keluarga ini semuanya menjadi revolusi. putra intelektual kelas menengah. salah satunya dihukum mati pada usia tujuh belas karena melakukan persekongkolan menentang Tzar. dan ibunya anggota bangsawan. (Hendry J.

Liberalisme Tokoh-tokoh pelopor lahirnya paham liberal: Thomas Aquinas (1225-1274).7. (hal 17). Musolini memiliki gagasan “gilanya” untuk menguasai dunia. kita ingin mengubahnya menjadi kenyataan. Masyarakat liberal diorganisir disekitar dua institusi utama. Mitos tidak harus berupa realitas. Thomas Jefferson (1743-1826). kita taklukkan semuanya”. Mitos kita adalah sebuah keyakinan. yaitu pasar dan pemerintahan yang mencerminkan pilihan rakyat. Fasisme Tokoh terkenal yang menggulirkan faham Fasis adalah Benito Musolini pada sekitar abad ke-20 di Italia. Orang-orang liberal berpendapat bahwa persamaan yang dimiliki oleh setiap manusia seperti kebijakan publik yang harus didasarkan pada konsep hak-hak asasi dan perlakuan yang adil. mitos kita adalah kebesaran bangsa. ia pernah berkata berkata “kita telah menciptakan mitos kita. Bagi lenin “negaralah yang menciptakan bangsa” 8. dan untuk mitos ini. (Hendry J. Martin Luther (1483-1546). mitos kita adalah bangsa. (hal 22). untuk kebesaran inilah. Tema yang penting dari liberalisme yaitu kebebasan individu. sebuah keyakinan besar. Baron de Montesquiue (1689-1755). (hal 46). John Calvin (1509-1564). Orang-orang liberal berpendapat bahwa kebijakan publik seharusnya didasarkan pada hak-hak dasar dan perlakuan yang sama. Schmandt: 595: 2005). .

manusia merupakan pribadi yang utuh dan lengkap dan terlepas dari manusia lainnya. Selain itu. keputusan dan ketentuan kenegaraan terutama peraturan perundang-undangan sangat ditentukan oleh kesepakatan individu-individu sebagai warga negaranya. Ciri-cirinya adalah Manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu yang bebas. bahkan bebas untuk tidak bertuhan (atheis) sekalipun. ada pemisahan antara nilai-nilai agama dengan negara.Dalam hal hubungan agama dengan negara menurut liberalisme. nilai-nilai agama tidak boleh dicampuradukan dengan nilai-nilai duniawi atau kenegaraan. negara harus tetap menjamin kebebasan bagi warganya untuk memeluk dan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya dan negara bersifat sekuler. yakni memisahakan urusan beragama dengan urusan be . manusia sebagai individu memiliki potensi yang senantiasa berjuang untuk dirinya. negara harus memberikan kebebasan bagi warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

otoritas dan keyakinan tertentu yang timbul dari kebiasaan. keluaga. dan pembatasan pada rasionalitas manusia. Gereja. perbedaan kemampuan. Konservatisme Orang-orang konservatif tradisional mendasarkan pandangan mereka pada pemikiran bahwa manusia memiliki kemampuan. Daripada memandang individu-individu sebagai alat pemikiran kepentingan pribadi. Mereka memandang masyarakat sebagai suatu jaringan rencana. dan keadilan. batas-batas kebebasan. perbedaan-perbedaan ini merupakan faktor yang kritis untuk menemukan jawaban-jawaban tentang perintah. karakter dan kualitas yang berbeda-beda. Tentara.9. Tujuan dari institusi konservatif yaitu untuk menata dunia sehingga menadi tempat yang layak bagi setiap orang untuk bekerja dalam batas kemampuannya. dan badan hukum merupakan institusi-institusi yang mencerminkan konsep tradisional tentang perbedaan dan hirarki peranan. . orang-orang konservatif lebih berpendapat bahwa orang-orang telah menghabiskan hidupnya untuk berjuang karena adanya dorongan kemauan yang besar. Bagi mereka. (hal 8). Orang-orang konservatif memusatkan konsentrasi mereka pada pembentukan institusi-institusi sosial dan politis yang akan menghasilkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan yang terdapat pada setiap kepribadian yang berbeda.

Individualisme Kaum individualis dikenal sejak jaman konservatif. kesejahteraan yang minimal dan tidak ada wajib militer. sebagai tujuan politik utama. (hal 69). terdapat pajak yang kecil. Bagi konservatif individualis. Tidak ada keyakinan atau agama yang dipaksakan. Dan mereka percaya bahwa harapan terbaik untuk kehidupan manusia terletak pada kebebasan individual.10. Alasannya didasarkan karena menurutnya setiap individu sangat berbeda dan unik. Mereka para konservatif individualis meyakini akan kebebasan secara individual. masyarakat politis tertentu mungkin bergantung kepada inisiatif individual. Milik pribadi tidak dapat diganggu gugat. Dengan demikian konservatif individualis lebih memandang pemindahan bahwa kekuasaan pemerintahan harus memberikan bantuan yang riil terhadap kepentingan pribadi sifat manusia. (hal 70). Konservatif individualis percaya pada ketidaksempurnaan. . Karena pemahaman yang menempatkan kepentingan individu sebagai yang utama. Dalam masyarakat yang ideal dari konservatif individualis. maka mereka cenderung menginginkan minimalisasi peran pemerintahan.

bila suasanany aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu. atau gabungan kedua teori itu. naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya. sirnalah kekuatan ini. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Para kaum nasionalis berasumsi bahwa negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot.11. yang notabene lemah dan bermutu rendah. Namun. . Saat itu. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini. Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”. debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat. Nasionalisme Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (“nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ.

etnis. yang kemudian dipakai dalil oleh Hitler. Dibangun oleh Johan Gotfried von Herder. “perwakilan politik”. budaya. Hubungannya dalam lingkup kewarganegaraan (nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya. keagamaan dan ideologi. Kemudian nasionalisme lingkup etnis. yang memperkenalkan konsep Volk (Jerman untuk “rakyat”). . “kehendak rakyat”. yaitu nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik didasarkan atas budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebagian atau semua elemen tersebut. Atau yang dikenal dengan teori kontrak sosial. Ruang Lingkup Nasionalisme Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara. Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau yang menulis buku On the Social Contract.

Sebagai contoh misalnya rakyat Tionghoa yang menganggap negaranya berdasarkan kepada budaya. Lingkup budaya adalah nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama. seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Penyelenggaraan sebuah “national state” adalah suatu argumen yang ulung. . selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Kemudian nasionalisme yang berkaitan dengan masalah agama dimaksudkan bahwa nasionalisme karena negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Sebagai contoh adanya Zionisme Israel. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Cina sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRT karena pemerintahannya berpaham komunisme. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Cina membuktikan keutuhan budaya Cina. Misalnya pada abad ke-18. nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan serta nasionalisme di India karena pengaruh kuat agama Hindu. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Unsur ras telah dibelakangkan dimana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Nasionalisme kenegaraan merupakan variasi nasionalisme kewarganegaraan.Nasionalisme Lingkup Budaya dan Agama.

Sebagaimana dikembangkan Stoicisme.12. Istilah Volk sering digunakan Adolf Hitler dalam sosialime Nasional Jerman dengan istilah folkish yang dapat diterjemahkan sebagai kumpulan laki-laki dan perempuan yang disatukan oleh ikatan ras dan budaya. dan pengaruhnya jauh lebih besar. mempunyai asal mula yang sejaman dengan Epicureanisme. Namun demikian. . Stoicisme Mazhab Stoic. doktrinnya tidak begitu kaku. ia secara gradual lebih menganggap aspek-aspek positif dari pada yang ia tunjukan pada langkah-langkah sebelumnya. 13. institusi akademik Athena terbesar yang terakhir. Adolf Hitler telah menciptakan banjir darah manusia dengan melakukan pembantaian terutama terhadap kaum Yahudi. sejarahnya lebih panjang. Nazisme Menurut paham Nazi ‘Volk lebih penting daripada negara atau bangsa”. Idenya mengenal masyarakat mistik di mana semua orang setara di bawah satu hukum alamiah yang universal mulai memperoleh maknanya dalam konteks politik.

Soekarno. peri kerakyatan. Kelima asas dari Ir. Internasionalisme dan peri kemanusiaan c. peri kebangsaan. Bahkan menurut Ir. Kekeluargaan e. Sosionasionalisme b. Pada sidang hari ketiga tanggal 1 Juni 1945. Pada tanggal 31 Mei 1945. Dr. Soekarno mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu: a. Muhammad Yamin. Soekarno Trisila tersebut di atas masih dapat diperas menjadi Eka sila yaitu sila Gotong Royong. Dr. keadilan sosial d. musyawarah. Dalam pidato singkatnya. Persatuan b. peri ke Tuhanan. . Supomo dan Ir. Kesejahteraan sosial e. Orang pertama yang memberikan pandangannya adalah Mr. c. Pancasila Ada tiga orang yang memberikan pandangannya mengenai dasar negara Indonesia yaitu Mr. Muhammad Yamin. ia mengemukakan lima asas yaitu: a. Ketuhanan yang Maha Esa. peri kemanusiaan e.14. Soekarno itu disebut Pancasila yang menurut beliau dapat diperas menjadi Tri Sila atau Tiga Sila yaitu: a. Kebangsaan Indonesia b. Mufakat atau demokrasi d. mufakat dan demokrasi c. Prof. b. Sosiodemokrasi dan c. Soepomo dalam pidatonya mengusulkan pula lima asas yaitu: a. kesejahteraan rakyat d. Ir. Ketuhanan yang berkebudayaan. Prof.

Pustaka Aulia Press: Bandung. Ideology And Political Life. 1996.. 1994. Kenneth. Wacana Politik Dan Demokrasi. 1987.. Schandt. LP3S: Jakarta J. Kanisius. 1989. Apter. Hendry. Cecep M. David. Apter. Yogyakarta. Hoover.Si. Franz Magnis. DAFTAR PUSTAKA Darmawan. E. Etika Dasar. Drs. Pustaka Pelajar: Yogyakarta R. Suseno. Filsafat Politik: kajian historis dari zaman Yunani kuno sampai zaman modern. 2002. . International Thomson Publishing: California. Pengantar Analisa Politik. David. Politik Modernisasi: PT Gramedia: Jakarta E.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

....... Atas segala kasih.. . Mewujudkan Indonesia yang madani.... saya ucapkan terima kasih......... Jika Permasalahan bangsa kian menghantui... Menjadi pribadi yang penuh inspirasi. Hadirkan Pancasila Sebagai Solusi...Atas segala khilaf saya mohon maaf...