You are on page 1of 3

1. Tn. P adalah seorang kepala daerah di wilayah X di Indonesia.

Sebagai
peserta jaminan kesehatan nasional iuran sebesar 5% dari gaji atau upah perbulan wajib
dibayar. Namun tidak semua dibayar oleh peserta. Sebagian dibayar oleh pemberi kerja.
Berapakah jumlah iuran yang harus ditanggung oleh pemberi kerja?
a. 2%
b. 2.5 %
c. 3%
d. 3.5 %
e. 4%

Jawaban : c. 3 %
Iuran dibayar dengan ketentuan 3 % dibayar oleh pemberi kerja dan dibayar oleh
peserta

2. Tn. P adalah seorang kepala daerah di wilayah X


di Indonesia. Sebagaipeserta jaminan kesehatan nasional iuran sebesar 5% dari gaji

atau upah perbulan wajib dibayar. Namun tidak semua dibayar oleh peserta

sebagiandibayar oleh pemberi kerja. Siapakah yang wajib membayar iuran Tn. Psebagai
pemberi kerja?
a. Pemerintah pusat
b. Pemerintah
c. Pemerintah daerah
d. Dinas Kesehatan
e. Puskesmas

Jawaban : c. Pemerintah Daerah

Kewajiban pemberi kerja dalam membayar iuran dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah

untuk Iuran Jaminan Kesehatan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan
dan anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil Daerah, dan Pegawai Pemerintah Non

Pegawai Negeri Daerah.

3. Dilakukan sebuah penelitian yang menghubungkan antara hipertensi


dengan faktor resiko obesitas :
Kasus Hipertensi (+) Kasus Hipertensi (-)
Obese 16 8
Non obese 384 392
Jumlah 400 400
Odds rationya adalah …
a. 16 x 384 / 8 x 392
b. 8 x 392 / 16 x 384
c. 16 x 392 / 8 x 384
d. 8 x 384 / 16 x 392
e. 8 x 400 / 16 x 400

Jawaban : c. 16 x 392 / 8 x 384


Pada kasus case control, hubungan antara faktor resiko dengan efek
diperoleh melalui perhitungan “odds ratio”. Untuk studi cohort, dihitung
melalui “resiko relative”. Sedangkan pada studi cross sectional, gambaran
peran faktor resiko terhadap resiko terjadinya efek atau penyakit dihitung
melalui “rasio prevalens”.
𝑎𝑥𝑑
Perhitungan odds ratio pada kasus tersebut menggunakan rumus 𝑏𝑥𝑐

Kasus Hipertensi (+) Kasus Hipertensi (-)


Obese a b
Non obese c d
Jumlah 400 400

Sehingga jawaban didapatkan 16 x 392 / 8 x 384.

4. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui merokok sebagai faktor


resiko kejadian PPOK. Kelompok kasus sebanyak 120 penderita PPOK,
dengan 480 orang sebagai kelompok pembanding yang tidak terkena
PPOK. Dari yang menderita PPOK sebanyak 90 orang merokok dan pada
kelompok pembanding sebanyak 180 orang yang merokok. Desain
penelitian apa yang digunakan?
a. Critical Trial
b. Cohort
c. Cross sectional
d. Case serve
e. Case control

Jawaban : e. Case control


Pada studi case control, dilakukan identifikasi terhadap kelompok subjek
(kasus) yang telah terkena penyakit (efek) yang kemudian ditelusuri
apakah ada faktor resiko apa tidak. Untuk kontrol dipilih subjek yang
berasal dari populasi dengan karakteristik yang sama dengan kasus
(kelompok kontrol = tidak menderita penyakit).