You are on page 1of 11

PENGGUNAAN GEOLISTRIK DENGAN VARIASI METODE

DETEKSI LAPISAN TANAH DAN KEDALAMAN TIANG
DALAM SKALA LABORATORIUM

NASKAH PUBLIKASI
TEKNIK SIPIL

Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Teknik

RETNO WIDI ASTUTI
NIM. 125060101111006

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
MALANG
2016

lebar 15 cm. Eko Andi Suryo. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai resitivitas terjadi secara keseluruhan.56% for . width 15 and high 15 cm. Tanah model dimasukkan dalam box fiberglass berukuran panjang 50 cm. Dalam penelitian ini digunakan Rc = 90 % sehingga diperoleh kadar air model 10. dengan konfigurasi yang digunakan menujukkan bahwa geolistrik tidah dapat digunakan untuk mendeteksi kedalaman tiang. Salah satunya adalah metode geolistrik.56 % untuk tanah residual. kedalaman tiang ABSTRACT There are any methods of soil investigation in the field. Namun model hanya dibuat dengan ukuran panjang 50 cm.dipole.546 % for sand soil and 26. 1 model vertikal. dan 1 model tanah residual tanpa tiang kemudian dipasang 1 tiang di tengah. lebar dan tinggi 15 cm. schlumberger. lapisan tanah. used sand and residual that put in box fiberglass with length 50 cm. Each of model tested geo-electric with configuration of dipole . one model of horizontal. schlumberger and wenner. The purpose of this research to influence each of configuration geo-electric in detection of soil layer and pile depth. one model of vertical. and one model of residual soil without pile and then installed one pile in the middle. Dari penelitian ini diperoleh hasil dengan berbagai macam konfigurasi geolistrik diperoleh nilai resistivitas yang berbeda pada lapisan tanah. Dengan menggunakan metode ini akan diperlukan waktu yang lebih singkat dan biaya yang lebih murah. Pada penelitikan deteksi kedalaman tiang. But these models made with length 50 cm. Model tests were made. By using this method will have required faster time and lower cost. Kata kunci: geolistrik. Konfigurasi yang paling tepat digunakan pada lapisan tanah adalah konfigurasi dipole – dipole untuk lapisan horisontal dan konfigurasi schlumberger untuk lapisan vertikal. Model test yang dibuat antara lain 1 model horisontal. This research use Rc = 90 % and water content used 10. Penelitian ini menggunakan tanah pasir dan tanah residual sebagai bahan penelitian. PENGGUNAAN GEOLISTRIK DENGAN VARIASI METODE DETEKSI LAPISAN TANAH DAN KEDALAMAN TIANG DALAM SKALA LABORATORIUM Retno Widi Astuti. dan tinggi 12 cm. In this research. Masing masing model diuji dengan berbagai macam konfigurasi geolistrik antara lain konfigurasi dipole – dipole. Suroso Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan Mayjend Haryono 167 Malang 65145 – Telp (0341) 567886 Email: retnowidia48@gmail. resistivitas. width 15 cm and high 12 cm. tidak hanya pada daerah pengaruh pemancangan tiang.com ABSTRAK Terdapat beberapa metode penyelidikan tanah di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berbagai konfigurasi geolistrik dalam mendeteksi lapisan tanah dan kedalaman tiang. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini. One of them is the geo-electric method. dan wenner.546 % untuk tanah pasir dan 26.

The results of this research show with variation of configuration geo-electric obtained resistivity values at different soil layer. Di era modern ini. Salah satu alternatifnya adalah metode geolistrik. Configuration is most appropriate for soil layer is dipole – dipole configuration for horizontal layer and schlumberger configuration for vertical layer. penyelidikan tanah di laboratorium memerlukan waktu yang lama. Sehingga diperlukan penyelidikan yang lebih cepat dan murah. terdapat penelitian geolistrik yang berkaitan dengan deteksi lapisan tanah dengan konfigurasi Gambar 1 Siklus elektrik determinasi schlumberger pernah dilakukan oleh Heni resistivitas dan lapangan elektrik untuk Dewi Saidah (2015) dan yang berkaitan stratum homogenous permukaan bawah dengan deteksi kedalaman tiang pernah tanah dilakukan oleh Mohammad Sadik Khan Konfigurasi Schlumberger (2011). Pada penelitian ini dilakukan penelitian pada deteksi lapisan tanah dan Prinsip utama pada geolistrik kedalaman tiang dengan berbagai macam konfigurasi schlumberger adalah dengan konfigurasi geolistrik. Selain itu. dalam pengolahan data metode geolistrik adalah: pembuatan pondasi juga diperlukan ρ = k ∆V/I penyelidikan tanah terlebih dahulu untuk mengetahui letak tanah keras dan I = arus dalam Ampere kedalaman pondasi. resistivity. banyak Geolistrik merupakan metode yang ditemukan bangunan kuno yang tidak menginjeksikan arus listrik melalui dua diketahui kedalaman pondasinya. Keyword: geo-electric.residual soil. pile depth PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA Salah satu bagian struktur yang Metode Geolistrik berada di bawah permukaan tanah adalah pondasi. Untuk penyelidikan tanah di lapangan k = faktor geometri elektroda dalam membutuhkan persiapan alat yang mahal meter dan waktu mobilisasi yang lama. with the configuration used show that the geo-electric can not be used to pile depth prediction. In research of pile depth prediction. This is demonstrated by the increase in the value of resistivity occurs as a whole. Sedangkan. Sebelumnya. . ∆V = beda potensial dalam volt Penyelidikan tanah bisa dilakukan di ρ = tahanan jenis dalam Ohm meter lapangan maupun di laboratorium. buah elektroda arus dan mengukur beda Sehingga diperlukan penyelidikan potensialnya melalui dua elektrode mengenai kedalaman pondasi yang belum potensial. mengubah jarak elektroda arus tetapi tidak dengan elektroda potensial. Rumus yang digunakan dalam diketahui kedalamannya. be reuired more research on this. So. soil layer. not only in the influence area of pile erection.

Gambar 5 Konfigurasi dipole . elektroda potensial terpisah adalah na dan n adalah bilangan bulat. a antara kedua elektroda arusnya dan baja. Pondasi ini dapat dibuat dari konfigurasi geolistrik yang memiliki jarak beberapa material. Gambar 3 Susunan elektroda konfigurasi 2014) wenner Gambar 4 Skema penngukuran resistivity dengan konfigurasi wenner Pondasi Tiang k = 2𝜋𝑎 Pondasi tiang merupakan pondasi untuk struktur atau bangunan yang Konfigurasi Dipole – Dipole memiliki letak tanah keras yang sangat Konfigurasi dipole – dipole adalah dalam. .dipole k = 𝜋𝑎𝑛(𝑛 + 1) (n + 2) Gambar 2 Rangkaian elektroda Resistivitas Mineral dan Batuan konfigurasi schlumberger Tabel 1 Nilai Resistivitas Berbagai Jenis 𝐴𝐵2 −𝑀𝑁2 Tanah dan Batuan di Bumi (Roy. dan komposit (gabungan). seperti kayu. Tabel 2 Nilai Resistivitas Maksimum dan Minimum dengan Variasi Kepadatan Tanah Pasir (Muhammad Ato’urrohman. beton. k=ᴨ 4𝑀𝑁 1984) Konfigurasi Wenner Konfigurasi wenner adalah konfigurasi geolistrik yang memiliki susunan jarak yang sama antar elektrodanya. Tiang antara kedua elektroda potensialnya. komposit dapat berupa gabugan dari kayu Sedangkan jarak antara elektroda arus dan dan beton atau baja dan beton.

Specific Gravity 2. Notepad. Model test dibuat dalam box berukuran panjang 50 cm serta lebar dan tinggi 15 cm. Specific Gravity 2. schlumberger. lebar residual 15 cm. serta wenner. Namun Gambar 8 Pembagian butiran tanah model dibuat dengan panjang 50 cm. Specific Gravity Dengan menggunakan konfigurasi dipole 2. dan tinggi 12 cm. Model 3 dibuat tanah residual ditunjukkan pada tabel berikut: tanpa tiang kemudian dipasang 1 tiang di Tabel 3 Nilai Rata – Rata Spesific tengah.539 serta Res2dinv.535 Pengujian dasar yang dilakukan pada rata-rata tanah sebelum pembuatan model dan uji geolistrik antara lain adalah analisis saringan. Model 1 dibuat lapisan horisontal. Dengan menggunakan konfigurasi schlumberger diperoleh 49 titik datum. Daerah Pengaruh Pondasi dan Minimal Kedalaman Pengaruh Pemancangan Tiang Penyelidikan Tanah Yang Diperlukan untuk Disain HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Gradasi Butiran Tanah a=4B Minimal kedalaman penyelidikan tanah adalah sampai 4 diameter tiang b=6-8 B (atau 5 m) dibawah dasar pondasi 3-4B Gambar 7 Pembagian butiran tanah pasir Gambar 6 Daerah pengaruh pemancangan tiang METODE Bahan dasar model test dalam penelitian ini adalah tanah pasir dan tanah residual yang lolos ayakan no.615 2. Model 2 dibuat lapisan Hasil analisis spesific gravity vertikal. kepadatan standar.648 rata-rata – dipole diperoleh 91 titik datum. Dengan Tabel 4 Nilai Rata – Rata Spesific menggunakan wenner diperoleh 35 titik Gravity Tanah Residual datum.528 2. dan kadar air tanah. Ketiga model masing – masing Gravity Tanah Pasir diuji berbagai macam konfigurasi geolistrik. berat jenis tanah. Total model yang Analisis Spesific Gravity dibuat adalah 3 model test. .65 2. Dalam penelitian ini model Labu Ukur 1 2 3 hanya diuji dengan konfigurasi dipole – Specific Gravity 2.539 2. 4. Data geolistrik diolah Labu Ukur 1 2 3 menggunakan Microsoft Excel.68 dipole.

Analisis Pemeriksaan Kepadatan Hasil Pemeriksaan Kadar Air dan Tanah Pemadatan pada Model Test Tabel 6 Hasil Pemeriksaan wc. Tabel 5 Hasil Uji Pemadatan Standar di Laboratoriun dan Kepadatan Tanah Model dengan Rc = 90 % Gambar 11 Tampak depan lapisan horisontal Gambar 12 Penampang resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test horisontal konfigurasi dipole – dipole . dan Rc pada Pemodelan Kedalaman 1 Tiang Hasil Inversi 2 Dimensi dan Gbr 10 Grafik pemadatan standar tanah Interpretasi Model Test pada Lapisan residual Horisontal Pada penelitian ini digunakan kepadatan relatif Rc = 90%. γd. γd. dan Rc pada Lapisan Vertikal Gambar 9 Grafik pemadatan standar tanah pasir Tabel 8 Pemeriksaan wc. dan Rc pada Lapisan Horisontal Tabel 7 Hasil Pemeriksaan wc. γd.

.5 % untuk tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi wenner. 3. Hasil Inversi 2 Dimensi dan Interpretasi Model Test pada Lapisan Vertikal Gambar 13 Penampang resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test horisontal konfigurasi schlumberger Gambar 15 Tampak depan lapisan vertikal Gambar 14 Penampang Resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test horisontal konfigurasi wenner Nilai RMS error pada iterasi ke 3 untuk masing – masing konfigurasi adalah Gambar 16 Penampang resistivitas 2D sebesar 43 % untuk konfigurasi dipole – lapisan bawah permukaan model test dipole.8 % untuk konfigurasi wenner.3 % untuk konfigurasi dipole – dipole.5 % untuk konfigurasi konfigurasi dipole – dipole schlumberger. 2. Tabel 9 Nilai Resistivitas dan Jenis Tanah Lapisan Horisontal Konfigurasi Dipole – Dipole Gbr 17 Penampang resistiivitas 2D lapisan bawah permukaan model test konfigurasi schlumberger Tabel 10 Nilai Resitivitas dan Jenis Tanah Lapisan Horisontal Konfigurasi Schlumberger Gambar 18 Penampang resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test konfigurasi wenner Konfigurasi wenner tidak perlu Nilai RMS error pada iterasi ke 3 ditabelkan karena cukup sulit menentukan untuk masing – masing konfigurasi adalah lapisan tanah horisontal sebesar 39. konfigurasi yang paling tepat menunjukkan adanya perbedaan jenis Tabel 11 Nilai Resistivitas dan Jenis tanah secara horisontal adalah konfigurasi Tanah Lapisan Vertikal dipole – dipole.8 % untuk konfigurasi Berdasarkan ketiga konfigurasi schlumberger. Karena dengan Konfigurasi Dipole . dan 10.Dipole menggunakan konfigurasi dipole – dipole terlihat perbedaan nilai resistivitas pada lapisan tanah mendekati model penelitian yang dibuat serta dapat menunjukkan hasil nilai resistivitas dan jenis tanah sesuai model yang dibuat. dan 2.

3 % untuk konfigurasi schlumberger. Karena untuk masing – masing konfigurasi adalah dengan menggunakan konfigurasi 24.4 % untuk konfigurasi dipole – dipole. nilai resistivitas pada lapisan tanah yang dan 4. berbeda mendekati model yang dibuat.Tabel 12 Nilai Resistivitas dan Jenis Tanah Lapisan Vertikal Konfigurasi Schlumberger Gambar 21 Penampang resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test tanah residual tanpa tiang konfigurasi Tabel 13 Nilai Resistivitas dan Jenis schlumberger Tanah Lapisan Vertikal Konfigurasi Wenner Gambar 22 Penampang resistivitas 2D Dari ketiga konfigurasi tersebut dapat lapisan bawah permukaan model test disimpulkan bahwa konfigurasi yang tanah residual tanpa tiang konfigurasi paling tepat menunjukkan adanya wenner perbedaan lapisan tanah secara vertikal Nilai RMS error pada iterasi ke 3 adalah konfigurasi schlumberger. schlumberger terlihat adanya perbedaan 2. Hasil Inversi 2 Dimensi dan Hasil Inversi 2 Dimensi dan Interpretasi Model Test Kedalaman 1 Interpretasi Model Test Tanah Residual Tiang Tanpa Tiang Gambar 19 Tampak depan model test tanah residual tanpa tiang Gambar 23 Tampak depan pemodelan kedalaman 1 tiang Gambar 20 Penanpang resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test tanah residual tanpa tiang konfigurasi dipole – dipole . berlangsung. Hal ini sesuai yang menunjukkan bahwa tanah tersebut dengan keadaan pada saat penelitian terdiri dari satu lapisan tanah. Selain pada konfigurasi schlumberger Dari ketiga konfigurasi yang menunjukkan hasil pada lapisan vertikal digunakan menunjukkan tidak adanya terlihat adanya rembesan air dari tanah perbedaan warna yang cukup signifikan pasir menuju tanah residual.8 % untuk konfigurasi wenner.

dan 5.6 % untuk koonfigurasi dipole – dipole.6 % untuk konfigurasi wenner. .Dipole lapisan bawah permukaan model test kedalaman 1 tiang konfigurasi schlumberger Tabel 15 Perbandingan Nilai Resistivitas Tanpa Tiang dan Setelah Dipasang 1 Tiang Konfigurasi Schlumberger Gambar 26 Penampang resistivitas 2D Tabel 16 Perbandingan Nilai Resistivitas lapisan bawah permukaan model test Tanpa Tiang dan Setelah kedalaman 1 tiang konfigurasi wenner Dipasang 1 Tiang Konfigurasi Nilai RMS error pada iterasi ke 3 Wenner untuk masing – masing konfigurasi adalah 23. 4. Gambar 27 Tampak atas daerah pengaruh pemancangan 1 tiang Gambar 24 Penampang resistivitas 2D lapisan bawah permukaan model test kedalaman 1 tiang konfigurasi dipole – dipole Gambar 28 Tampak depan daerah pengaruh pemancangan 1 tiang Tabel 14 Perbandingan Nilai Resistivitas Tanpa Tiang dan Setelah Dipasang 1 Tiang Konfigurasi Gambar 25 Penampang resistivitas 2D Dipole .1 % untuk konfigurasi schlumberger.

model test. Oleh karena itu dapat mendeteksi lapisan tanah dan disimpulkan bahwa geolistrik tidak dapat kedalaman tiang dengan digunakan untuk mendeteksi kedalaman menggunakan konfigurasi geolistrik tiang. 1985. M. Setelah melakukan penelitian ini. pada pondasi suatu struktur yang Hal ini ditunjukkan dengan nilai sesungguhnya. Kesimpulan 2. Konfigurasi yang paling tepat penelitian selanjutnya dapat digunakan pada lapisan tanah adalah digunakan box yang lebih besar dan konfigurasi dipole – dipole untuk kedalaman tiang yang lebih dalam. Hal – hal tersebut sebagai cenderung meningkat setelah dipasang berikut: tiang kecuali pada konfigurasi wenner yang nilai resistivitas minimumnya 1. Dari penelitian resistivitas secara keseleruhan. Boston: PWS tentang hal ini. dan wenner. ada https://www. tidak Brawijaya. laboratorium dengan ukuran model yang telah dibuat hanya dapat KESIMPULAN DAN SARAN dideteksi dengan konfigurasi dipole – dipole.ualberta. Sehingga Das.06 cm untuk konfigurasi tiang diperoleh peningkatan nilai schlumberger dan wenner. lapisan horisontal dan konfigurasi Jika memungkinkan dapat dilakukan schlumberger untuk lapisan vertikal. Karena dalam skala lebih lanjut mengenai hal ini. Skipsi. Namun. Dari hasil diketahui nilai resistivitas lebih lanjut. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang lainnya. 2014. resistivitas yang diperoleh dengan konfigurasi tersebut mendekati nilai DAFTAR PUSTAKA resistivitas tanah yang dibuat pada Ato’urrohman. Dalam penelitian deteksi kedalaman dan 8. tidak memungkinkan penelitian dapat hanya terjadi pada daerah pengaruh dilakukan di lapangan agar dapat pemancangan tiang. Braja M. Hal ini ditunjukkan Tomograpy). peningkatan nilai inversi yang lebih dalam. Muhammad. hanya terjadi pada daerah pengaruh pemancangan tiang. Saran Loke. Dalam 1. Diperlukan model dengan lebar yang cenderung menurun setelah dipasang lebih besar agar diperoleh hasil tiang.7 cm untuk konfigurasi dipole – dipole 3.H. Malang: Universitas terjadi secara keseluruhan. Principles of diperlukan penelitian lebih lanjut Geoteknik Engineering.ca/~unsworth/ beberapa hal yang harus diperhatikan untuk penyempurnaan penelitian yang . 2004. schlumberger. Pengaruh Kepadatan Tanah Pasir 2. Publisher. yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini. Dalam penelitian ini menggunakan Berdasarkan penelitian yang geolistrik metode mapping. Apabila resistivitas terjadi secaa keseluruhan. Tutorial : 2-D and 3-D electrical imaging surveys. dilakukan dengan berbagai konfigurasi diperlukan penelitian lebih lanjut geolistrik diperoleh panjang lintasan 45 tentang penggunaan geilistrik metode cm dengan ilai resistivitas pada kedalaman sounding. Tidak dengan peningkatan nilai resistivitas dipublikasikan. 10. Dengan konfigurasi yang digunakan Terhadap Nilai Resistivitas/Tahanan menunjukkan bahwa geolistrik tidak Jenis pada Model Fisik dengan dapat digunakan untuk mendeteksi Metode ERT (Electrical Resistivity kedalaman tiang.

Heni Dewi. Roy. (diakses 13 Januari 2016). E. 2015. Skripsi. . UAclasses/223/loke_course_notes. Tidak dipublikasikan. New York: Mcgraw Hill. 1984.pd f. Pengaruh Kadar Air Tanah Lempung Terhadap Nilai Resistivitas/Tahanan Jenis pada Model Fisik dengan Metode ERT (Electrical Resistivity Tomography). Malang: Universitas Brawijaya. Saidah. Geotechnical Engineering Investigation Manual.