You are on page 1of 45
MANUAL MUTU
 

MANUAL MUTU

MANUAL MUTU
 

No.Dok :

PEDOM

No.Revisi

AN

Tanggal : Januari 2016 Halaman: 1 / 8

 

Tanda Tangan Kepala Puskesmas

Dr.Syarifa soraya

Puskesmas

Sarudik

NIP.198109302010012015

PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang

Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian hidup sehat, pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama. Untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut, maka perlu ditunjang sarana dan prasarana yang memadai, berupa sarana fisik (bangunan gedung, peralatan medis maupun non medis) serta sumber daya manusia. Selain itu, agar dapat

melaksanakan fungsi Puskesmas sebagaimana mestinya, harus ditunjang dengan manajemen yang baik, dimana diperlukan perencanaan yang jelas, strategi pelaksanaan yang terarah. Demikian juga diperlukan pengawasan, pengendalian, penilaian dan evaluasi terhadap semua kegiatan Puskesmas. Menghadapi tantangan era globalisasi dalam persaingan bebas dan ketat, maka perlu peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas agar bisa memenuhi tuntutan sesuai standar Akreditasi. Pedoman mutu ini akan menjadi pedoman Puskesmas dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan secara berdaya guna dan berhasil guna, serta menjelaskan secara garis besar sistem manajemen mutu Puskesmas Sarudik. Pedoman /Manual mutu Puskesmas Sarudik ini dibuat dengan tujuan menjelaskan secara garis besar sistem manajemen mutu Puskesmas Kecamatan Sarudik

  • B. Profil Puskesmas Sarudik a. Sejarah Puskesmas Sarudik

Puskesmas Sarudik berdiri sejak tahun

....

dengan nama Puskesmas Sarudik

dimana tanahnya merupakan tanah hibah dari

..................

dengan wilayah kerja

Kecamatan Sarudik yaitu Kelurahan Sarudik,

Pada tahun

.....

Gedung Puskesmas ini direhab dengan dana APBN. Dan pada

bulan april tahun 2017 Puskesmas Sarudik diresmikan untuk pemakaian gedung

baru.

Pada tahun 2015 banyak pencapaian yang diraih Puskesmas yaitu diterimanya

sertifikasi ISO 9001: 2008 dari Auditor NQA Palembang hal ini menunjukkan bahwa

Puskesmas Sarudik telah terstandarisasi internasional.

b. Gambaran Umum PuskesmasSarudik Letak Puskesmas Sarudik sangat strategis, ditengah-tengah padat penduduk di

dekat sekolah, tepatnya di jalan Opung pandang hutabarat, Kelurahan Sarudik

Kecamatan Sarudik

1.Kondisi Geografis

a.Batas Wilayah

Berdasarkan posisinya,Puskesmas Sarudik berada di kecamatan Sarudik.Semua

wilayah bisa ditempuh dengan jalur darat.berdekatan dengan perkantoran seperti

kantor Camat Sarudik,Kantor KUA,Kantor Diknas dan Kantor Lurah Sarudik.

Letak Puskesmas Sarudik yang berada kira-kira 500m dari tepi jalan

kol.H.Burlian dan tidak dilewati oleh jalur kendaraan umum,maka pengunjung

Puskesmas harus menggunakan kendaraan pribadi atau ojek.

Sebelah Utara

Kelurahan Srijaya,Suka Bangun

Sebelah Selatan

Kelurahan Kenten

Sebelah Barat

Kelurahan Karya Baru

Sebelah Timur

Kelurahan Sukajadi

b.Luas Wilayah

Secara Administrasi pemerintahan,luas wilayah Puskesmas Sarudik1.550 ha.

Puskesmas Sarudik mempunyai wilayah kerja meliputi 2 kelurahan yaitu Kelurahan

Sarudik Terdiri dari 27 RW dan 122 RT.

Tabel 1. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Sarudik

NO

KELURAHAN

 

LUAS

1

Kebun Bunga

750

ha

2

Sukarami

800

ha

 

Total

1.550 ha

2.Keadaan Demografi

Berdasarkan hasil pendataan dari Kelurahan dan Kecamatan ,

jumlah penduduk

diwilayah

Puskesmas Sarudik pada tahun 2015 berjumlah 52.039 jiwa.

Tabel 2. Peta Demografi di Wilayah Kerja Puskesmas Sarudik

N

   

Nama Kelurahan

 

Juml

 

Deskripsi

       

ah

o

   

1

2

3

4

Total

   

Lb

Srimul

Suka

Karya

 

Gajah

ya

Mulya

Mulya

     

794.5

1112.5

 

2861

Luas Wilayah

291

ha

ha

ha

663

ha

ha

           

3786

1

Jumlah Penduduk

21906

8572

  • 3274 4109

1

           

1894

-

Laki-laki

10979

4180

  • 1672 2109

0

           

1892

-

Perempuan

10927

4392

  • 1602 2000

1

 

Jumlah Kepala Keluarga

         

2

 

(KK)

 

a.

KK Gakin

2585

1312

493

  • 558 4948

 
 

b.

KK Non Gakin

3552

1284

297

  • 806 5939

 
 

Jumlah RT

69

35

17

12

133

 

Jumlah RW

14

7

4

2

27

3

Jumlah Ibu hamil (Bumil)

  • 503 75

   
  • 197 869

94

 

4

Jumlah Ibu Bersalin (Bulin)

  • 529 72

   
  • 187 887

99

 

5

Jumlah Ibu Nifas (Bufas)

  • 529 72

   
  • 187 887

99

 
 

Jumlah Pasangan Usia

         

6

Subur(PUS)

  • 5972 844

2290

  • 645 9751

7

Jumlah Peserta KB Aktif

  • 5284 712

1955

 
  • 567 8508

 

8

Jumlah Bayi (0-6 Bulan)

  • 191 74

 

28

35

228

9

Jumlah Bayi (6-12 Bulan)

  • 206 81

 

32

39

363

1

Jumlah Anak Balita ( 1-<2

         

0

 

tahun)

  • 489 192

73

97

358

1

Jumlah Anak Balita (2-<3

         

1

 

tahun)

  • 325 128

49

61

563

1

           

2

Jumlah Remaja

1335

  • 3286 588

450

5659

1

         

1122

3

Jumlah Usila

2024

  • 7229 854

1118

5

1

Jumlah Taman Kanak

         

4

Kanak (TK)

9

4

  • 0 0

13

1

Jumlah SD / Madrasah

         

5

Ibtidaiyah

 

a.

Negeri

2

1

  • 1 0

 

4

 

b.

Swasta

1

1

  • 0 0

 

2

1

Jumlah SMP / Madrasah

         

6

Tsanawiyah

 
  • a. Negeri

0

1

0

0

1

 
  • b. Swasta

1

0

0

0

1

1

Jumlah SMA / Madrasah

         

7

Aliyah

 
  • a. Negeri

0

0

0

0

0

 
  • b. Swasta

1

0

0

0

1

1

           

8

Jumlah Akademi

 
  • a. Negeri

0

0

0

0

0

 
  • b. Swasta

0

0

0

0

0

1

           

9

Jumlah Perguruan Tinggi

 
  • a. Negeri

0

0

0

0

0

 
  • b. Swasta

0

0

0

0

0

2

 

1

2

1

1

 

0

Jumlah Kantor

5

2

           

1

Jumlah Hotel

0

0

0

0

0

2

 

9

3

0

3

 

2

Jumlah Toko

15

2

           

3

Jumlah Pasar

1

1

0

0

2

2

Jumlah Restoran / Rumah

         

4

Makan

15

1

0

0

16

2

           

5

Salon Kecantikan

7

2

0

0

9

2

           

6

Jumlah Masjid

9

3

4

0

16

2

           

7

Jumlah Pesantren

0

0

0

0

0

2

           

8

Jumlah Langgar / Musholla

6

5

4

4

19

2

           

9

Jumlah Gereja

2

0

0

0

2

3

           

0

Jumlah Pura

0

0

0

0

0

3

           

1

Jumlah Kelenteng / Vihara

0

0

0

0

0

3

           

2

Jumlah Rumah

5835

1824

728

599

8986

3

           

3

Jumlah Rumah Sehat

5500

1409

628

508

8045

3

Jumlah Jamban Sehat

5500

1409

628

508

8045

4

           

3

           

5

Sumber Air Bersih (PDAM)

4569

1375

126

  • 159 6229

3

           

6

SAB Sumur Gali

3412

94

304

  • 246 4056

3

           

7

SAB Sumur Tangan

0

0

  • 0 0

0

3

           

8

SAB Sumur Artesis

0

0

  • 0 0

0

3

           

9

SAB Air Hujan

0

0

  • 0 0

0

4

           

0

SAB Air Sungai

0

58

64

0

122

4

Peserta Asuransi

         

1

Kesehatan (Askes)

4

           

2

Asuransi Jamsostek

0

  • 0 0

0

0

4

Asuransi Kesehatan

         

3

Lainnya

0

  • 0 0

0

0

4

           

4

Jumlah Panti Jompo

0

  • 0 0

0

0

4

           

5

Jumlah Panti Pijat

0

  • 0 0

0

0

4

           

6

Jumlah Praktek Bidan

8

  • 2 0

0

10

4

Jumlah Pengobatan

         

7

Tradisional

0

  • 0 0

0

0

4

Jumlah Rumah Sakit

         

8

Pemerintah

0

  • 0 0

0

0

4

Jumlah Rumah Sakit

         

9

Swasta

1

  • 0 0

0

1

5

           

0

Jumlah Balai Pengobatan

0

  • 0 0

0

0

5

           

1

Jumlah Praktek Dr Umum

2

  • 0 0

0

2

5

           

2

Jumlah Praktek Dr Gigi

2

  • 0 0

0

2

5

           

3

Jumlah Praktek Dr Bersama

0

  • 0 0

0

0

5

Jumlah Laboratorium

         

4

Kesehatan

0

  • 0 0

0

0

5

           

5

Jumlah Apotik

3

  • 0 0

0

3

5

           

6

Jumlah Optik

0

  • 0 0

0

0

5

Jumlah Toko Obat

0

  • 0 0

 

0

0

7
7

3.Sosial Ekonomi

Berdasarkan keadaan sosial ekonominya,

a.Pendidikan

b.Mata pencaharian penduduk diwilyah kerja Puskesmas Sarudik yaitu

diantaranya : Pegawai Negeri,Pedagang,Pensiunan,Pengrajin,Buruh Harian.

a. Agama

Sebagian besar penduduk yang berada diwilayah kerja Puskesmas Sarudik

merupakan pemeluk agama Islam.

4.Data Umum Puskesmas Sarudik

A. Unit Kerja Berbasis Masyarakat ( UKBM )

1. Posyandu

Dengan jumlah Posyandu sebanyak18 buah, Posyandu didistribusikan

berdasarkan kriteria posyandu, sebagai berikut :

Tabel 3.1 Jumlah Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sarudik

No.

Kriteria

Jumlah

Nama Posyandu

 
  • 1 Mandiri

0

 
 
  • 2 Purnama

5

Kasih ibu II,Mawar,Nusa Indah,Citra,Harapan Bunda

     

Setra,Cempaka Putih,Bunga,Melati II,Melati I,Tunas

  • 3 Madya

13

Bangsa,Kasih Ibu II,Sehati,Lestari II,Lestari

 

I,Sriwijaya,Bari,Mutiara Sumber : Data Dasar

  • B. Sarana Fisik Puskesmas

(1) Puskesmas Induk : 1 buah

(2) Puskesmas Pembantu

(3)

Rumah Dinas : -

: 3 buah

C .Tenaga Puskesmas Aktif

Tabel 3.4 Jumlah Tenaga Kesehatan Puskesmas Sarudik yang Aktif

N

     

o.

N a m a

N I P

Golongan

1

drg. Purnamawati

196809071999032001

IV/a

2

Emalya,S.Kep

196505171984032001

IV/a

3

Hj. Eta Mulyana,M.Keb

196003091981092001

III/d

4

Hj. Masyayu Zahara

196104221982022002

III/d

5

Hasnariati Damanik

196508121990012001

III/d

6

Suharti

196803171989022001

III/d

7

Samianah,AM.Keb

196702051988122003

III/d

8

Saripah

‘196912101990032005

III/d

9

Endar Asi Kaptining Ati

‘196605201988112001

III/d

1

Hj.Asdunah

196809141992032001

 

0

III/d

1

dr,Hendri Hastuti

‘197608292009012003

 

1

III/d

1

Mahdaniar,SKM

‘196706071989032004

 

2

III/d

1

Mariani,SKM

196610201988032006

 

3

III/d

1

Hj.Novariani,Am.Keb

197211141993012001

III/c

4

     

1

Maya Afridawati,Am.Kep

‘196905251994032005

 

5

III/c

1

     

6

Rosmita Nainggolan

‘196812151995032002`

III/c

1

Yusmaniar,AMKL

196911221993032004

 

7

III/c

1

R.E.Solfitri Utama

’198507292010012020

 

8

Nisngsih,S.Farm.Apt

III.c

1

Nurmawati

‘196001211985032002

 

9

III/b

2

Kalsum Rosada,SKM

197009131995032003

 

0

III.b

2

Sri Pitriani,AMKG

197110051993032004

 

1

III/b

2

Nurhasanah

‘196711171991012001

 

2

III/b

2

Tien Pertiwi,AMF

197104141996032002

 

3

III/b

2

Audri Mahdini,AMK

198008232006042005

 

4

III/b

2

Dewi Sintha,SST

197708212009022003

 

5

III/a

2

Rizki Nafi1ah,AMF

‘198602072009032001

 

6

II/d

2

Siti Kurnianti,Am.Kep

197806242009032001

 

7

II/d

2

Eci Suryani, A.Md.Keb

198408132010012011

 

8

II/d

2

Martina Rati

‘198503122008032003

 

Lopa,Am.Kep

II/d

9

     

3

Rani Indiarti, SKM

‘198810262010012009

 

0

II/d

3

Yeni Isranti

197906272007012005

 

1

II/b

3

Mardiana

‘197809202014072002

 

2

Hasibuan,AM.Kep

II/c

3

Pria Perdana.AMAK

.’198205132014071001

 

4

II/c

3

dr.Fernando Alif Jatmika

dr.PTT

 

5

B

3

dr.Phesdia Titania

dr.PTT

 

6

Suhery

3

Cyntia Nova,Am.Keb

Non PNSD Bidan

 

7

3

Iska Febrila Sari,SKM

Non PNSD SKM

 

8

3

Yarica Eryana,SKM

Non PNSD SKM

 

9

4

Hervika Darma

Non PNSD Bidan

 

0

Fenti,Am.Keb

4

Putria Meika

Non PNSD Perawat

 

1

Dewi,Am.Kep

4

Kurnia Atma Lestari

Non PNS BLUD

 

2

Administrasi

4

Debby Marisyah,Am.Keb

Non PNS BLUD Bidan

 

3

4

Shelly Riri Kani,AmKeb

Non PNS BLUD Bidan

 

4

4

Yenny Fietryana,SE

Non PNS BLUD Managemen Keuangan

 

5

     

4

Siti Susilawati,Am.Keb

TKS Bidan

 

6

4

Olan Dwini Destalen ,

TKS Perawat Gigi

 

7

AMDKG

4

Derista Santi Riana ,

TKS Analis

 

8

AMAK

4

Peby Astari,Am.Keb

Tenaga Kontrak

 

9

5

Muhammad Islam Salim

Jaga Malam Puskesmas

 

0

5

Tri Oktriadi

Jaga Malam Pustu

 

1

Sumber : Data Primer

D. Sarana Transportasi, Komunikasi, dan Promosi Kesehatan

Tabel 3.5 Jumlah Sarana Transportasi, Komunikasi, dan Promosi kesehatan Puskesmas Sarudik

No.

Sarana

Jumlah (Unit)

1

Ambulance

1

2

Sepeda Motor

5

3

Telepon

1

4

Komputer

7

5

Laptop

7

6

Proyektor

1

7

Screen

1

8

Sound System

2

9

Tape Recorder

1

10

Sterilisator

3

11

Incinerator

0

JUMLAH

24

Sumber : Data Primer

  • b. Visi dan Misi Puskesmas Sarudik

    • 1. Visi

Tercapainya Masyarakat Sehat Diwilayah Kecamatan Sarudik Menuju Tapanuli Tengah Sehat

  • 2. Misi

    • 1. Menjadikan kualitas SDM yang Profesional

    • 2. Meningkatkan Sistem Pelayanan yang bermutu

    • 3. Memberdayakan masyarakat agar berprilaku sehat secara optimal dan mandiri

  • 4. Meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan standar dan bermutu

  • c. Struktur Organisasi Puskesmas Struktur organisasi Puskesmas Sarudikdisusun berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas, Bagan struktur organisasi yang dimaksud sebagaimana dalam lampiran I dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Buku Pedoman (manual) Mutu ini.

d. Motto “ PASTIKAN ANDA SEHAT .” e. Tata Nilai Puskesmas Sarudik 1. Sopan 2. Amanah

d.

Motto PASTIKAN ANDA SEHAT.”

e. Tata Nilai Puskesmas Sarudik

  • 1. Sopan

  • 2. Amanah

  • 3. Ramah

  • 4. Unik

  • 5. Damai

  • 6. Indah

  • 7. Kreatif

f. Budaya Kerja

SENYUM

: Senantiasa menampilkan keramahan dalam memberikan

pelayanan. USAHA TERBAIK : Melakukan pelayanan kesehatan.

KOMUNIKATIF

: Mampu memberikan informasi kesehatan kepada

masyarakat dengan benar. AMAN : Dalam memberkan pelayanan selalu mengutamakan keamanan

baik untuk diri petugas,pasien dan lingkungan kerja. RAPI : Berpenampilan rapi diri dan rapi lingkungan tempat.

AKTIF : Dalam melaksanakan tugas selalu didasari atas keyakinan dan

penuh percaya diri bahwa apa yang dilaksanakan akan membawa kemajuan dan manfaat baik ke intern maupun ke ekstern.

MELAYANI: Memberikan pelayanan kesehatan yang merata tanpa membedakan status sosial,suku,ras,serta agama. INOVATIF : Usaha untuk mendayagunakan pemikiran dan kemampuan imajinasi dalam menghasilkan pelayanan yang baik bagi pasien.

2. Kebijakan Mutu

  • a. Kami jajaran pengelola dan seluruh Karyawan Puskesmas Sarudik berkomitmen memberikan layanan yang bermutu, adil, dan inovatif demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

  • b. Kami jajaran pengelola dan seluruh Karyawan Puskesmas Sarudik berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas dan professional yang berorientasi pada pelanggan,memperhatikan keselamatan pelanggan dan mengadakan perbaikan serta peningkatan mutu pelayanan secara kontinu dan berkesinambungan.

3. Proses Pelayanan a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga,

kelompok, dan masyarakat. Jenis pelayanan UKM dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu:

  • 1. UKM Essensial Merupakan UKM wajib dilaksanakan terdiri dari:

    • - Promkes ( termasuk UKS)

    • - Pelayanan kesehatan lingkungan

  • - Pelayanan kesehatan ibu, anak dan KB

  • - Pelayanan gizi

  • - Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

  • 2. UKM Pengembangan Merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif, disesuaikan prioritas masalah kesehatan di wilayah kerja dan SDM yang tersedia di Puskesmas. UKM pengembangan terdiri dari:

    • - Pelayanan kesehatan jiwa

    • - Pelayanan kesehatan gigi masyarakat

    • - Pelayanan kesehatan olah raga

    • - Pelayanan kesehatan tradisional

    • - Pelayanan kesehatan indra

    • - Pelayanan ksehatan lansia

    • - Pelayanan kesehatan lain Tabel 3.6 UKM PENGEMBANGAN

 

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM)

 
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) UKM ESSENSIAL UKM PENGEMBANGAN Promkes (termasuk UKS) Pelayanan Kesehatan Lansia Kesehatan Lingkungan
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) UKM ESSENSIAL UKM PENGEMBANGAN Promkes (termasuk UKS) Pelayanan Kesehatan Lansia Kesehatan Lingkungan

UKM ESSENSIAL

 

UKM PENGEMBANGAN

 
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) UKM ESSENSIAL UKM PENGEMBANGAN Promkes (termasuk UKS) Pelayanan Kesehatan Lansia Kesehatan Lingkungan
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) UKM ESSENSIAL UKM PENGEMBANGAN Promkes (termasuk UKS) Pelayanan Kesehatan Lansia Kesehatan Lingkungan

Promkes (termasuk UKS)

 

Pelayanan Kesehatan Lansia

Kesehatan Lingkungan

 

KIA, KB dan Imunisasi

Gizi

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)

b. Penyelanggaraan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)/Pelayanan Klinis suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan. UKP dilaksanakan dalam bentuk rawat jalan, rawat inap, pelayanan gawat darurat, pelayanan satu hari (one day care), home care. Kegiatan UKP terdiri dari:

Tabel 3.7.UKP

 

UPAYA KESEHATAN PERORANGAN (UKP)

 

Pendaftaran

Poli Umum

Poli Lansia

Poli Kesehatan Gigi dan Mulut

Poli KIA-KB

Ruang Tindakan

Ruang Promkes

Ruang Persalinan

Pelayanan Laboratorium

Pelayanan Obat

  • B. Ruang Lingkup penerapan Sistim Manajemen Mutu di Puskesmas mencakup: Ruang lingkup Pedoman Peningkatan Mutu dan Kinerja ini disusun berdasarkan standar akreditasi pukesmas, yang meliputi persyaratan umum sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) baik UKM

esensial maupun UKM Pengembangan, dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)/Pelayanan Klinis. Dalam penyelenggaraan UKM dan UKP memperhatikan keselamatan sasaran/pasien dengan menerapkan manajemen risiko.

  • C. Tujuan Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membangun sistem manajemen mutu dan sistem manajemen pelayananbaik untuk penyelenggaraan UKM maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis (UKP).

  • D. Landasan Hukum dan Acuan

Landasan hukum yang digunakan adalah :

  • 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas

  • 2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktis Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer

  • 3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Puskesmas

  • 4. Panduan Praktis Klinis bagi Dokter Gigi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer

  • 5. Keputusan bupati tapanuli tengah No.326 tahun 2013 dan 534 tahun 2015 tentang Penetapan Kode dan Wilayah Kerja Puskesmas kabupaten tapanuli tengah. Acuan yang digunakan adalah Standar Akreditasi Puskesmas dan Instrumen Akreditasi Puskesmas.

  • 6. Permenkes No.46 tahun 2015 tentang akreditasi Puskesmas, Praktek Dokter umum, Dokter gigi.

  • 7. Kepmenkes No.29 tahun 2015

  • E. Istilah dan Definisi

1. Pelanggan

Pelanggan adalah seorang Individu atau kelompok yang membeli produk fisik atau jasa dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga, kualitas tempat pelayanan dsb nya berdasarkan keputusan mereka sendiri

(Greenberg:2010),

  • 2. Kepuasan pelanggan Kepuasan pelanggan kepuasan konsumen atau ketidakpuasan konsumen merupakanperbedaan antara harapan (expectations) dan kinerja yang dirasakan (perceivedperformance). Sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan konsumen berarti kinerjasuatu barang/jasa sekurang-kurangnya sama dengan yang diharapkan. Kotler (2000:36)

  • 3. Pasien Pasal 1 Undang-undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran menjelaskan definisi pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi.

4. Koreksi
4.
Koreksi
  • 5. Tindakan korektif Tindakan Korektif adalah tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang ditemukan atau situasi yang tidak dikehendaki (klausul 3.6.5 SNI ISO 9000:2008).

  • 6. Tindakan preventif Tindakan Preventif adalah tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki (klausul 3.6.4 SNI ISO 9000:2008).

  • 7. Pedoman mutu Pedoman mutu adalah acuan seluruh pegawai dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu dengan penekanan adanya perbaikan berkelanjutan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (www.bppt.go.id)

Dokumen adalah Segala benda yang berbentuk barang, gambar, ataupun tulisan sebagi bukti dan dapat memberikan keterangan yang penting dan absah. (G.J Renier :University Collage London 1997;104

9. Rekaman

Rekaman adalah suatu dokumen yang menyatakan bahwa sesuatu hasil

telah dicapai atau suatu bukti

kegiatan telah dilaksanakan, (ISO

9000:2005)
9000:2005)
  • 10. Efektivitas Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya, (Hidayat

;1986)

  • 11. Efisiensi Efisiensi adalah menurut H. Emerson : perbandingan yang terbaik antara input dan output, antarakeuntungan dengan biaya, antara hasil pelaksanaan dengan sember-sumber yang digunakan dalampelaksanaan, seperti halnya juga maksimum yang dicapai dengan penggunaan sumber yangterbatas. (Drs. Soewarno Handayaningrat,Pengantar Studi Ilmu Administrasi danManajemen, 1990, hal 15)

  • 12. Proses Proses adalah serangkaian kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi yang mengubah input menjadi output (https://id.m.wikipedia.org)

    • 13. Sasaran mutu Sasaran mutu adalah target dari masing-masing bagian/departemen yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu (https://sertifikaso.wordpress.com)

    • 14. Perencanaan mutu Perencanaan mutu adalah aktivitas pengembangan produk dan proses yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan (fitrielek.blogspot.com)

Kebijakan mutu adalah kebijakan resmi dan tertulis dari manajemen perusahaan tentang komitmen perusahaan dalam memperhatikan dan mempertimbangkan aspek-aspek mutu dalam aktifitas keseharian organisasi (konsultaniso.web.id)

  • 16. Sarana Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat mencapai maksud dan tujuan (kbbi.web.id)

  • 17. Prasarana Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (kbbi.web.id)

BAB II Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Penyelenggaraan Pelayanan

  • A. Persyaratan Umum Upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan yang dilakukan melalui membangun sistem manajemen mutu, penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan sistem pelayanan klinis Puskemas SarudikKabupatenTapanuli Tengah menetapkan, mendokumentasikan, memelihara sistem manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi Puskesmas. Sistem ini disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya Puskesmas maupun pelayananan klinis, yang meliputi kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam penyelenggaraan pelayanan, kejelasan penanggungjawab, penyediaan sumber daya, penyelenggaraan pelayanan itu sendiri mulai dari perencanaan yang berdasarkan analisis hasil survey kebutuhan masyarakat/pelanggan baik internal maupun eksternal, verifikasi terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan pelayanan, dan verifikasi terhadap proses pelayanan dan hasil-hasil yang dicapai, monitoring dan evaluasi serta upaya penyempurnaan yang berkesinambungan.

  • B. Pengendalian Dokumen

Secara umum dokumen-dokumen dalam sistem manajemen mutu yang disusun meliputi : (1) dokumen level 1, dokumen kebijakan berupa SK; (2)dokumen level 2, pedoman/manual/panduan; (3) dokumen level 3, standard operational procedure; (4) dokumen level 4, rekaman-rekaman sebagai catatan akibat pelaksanaan kebijakan, pedoman, dan prosedur.

Pengendalian dokumen di Puskesmas Sarudik dibagi menjadi dua yaitu pengendalian dokumen perkantoran dan pengendalian dokumen akreditasi.

  • 1. Sistem Pengendalian Dokumen Perkantoran

  • a. Surat Masuk Puskesmas

1) Penomoran Surat Masuk Surat masuk adalah surat yang berasal dari luar unit Puskesmas. Sistem penomoran
1)
Penomoran Surat Masuk
Surat masuk adalah surat yang berasal dari luar unit Puskesmas.
Sistem penomoran surat masuk dengan format sebagai berikut :
Format
Contoh Format
: 445.TU.X.XXXX.XX
: PKM. TU. I. 2015. 01
Keterangan
PKM
TU
: Nama Puskesmas
: Tata Usaha
I
: Bulan Surat Masuk ke Puskesmas (Januari)
2015
: Tahun Surat Masuk Ke Puskesmas
: Nomor Urut Surat Masuk
2)
Surat Masuk

Surat masuk diterima oleh di unit tata usaha Puskesmas yang langsung dibukukan kedalam buku agenda surat masuk. Kemudian diteruskan ke Koordinator Tata Usaha. Surat yang bersifat tindak lanjut segera diberikan lembaran disposisi yang di beri nomor sesuai nomor agenda diteruskan ke Pimpinan Puskesmas Sarudik. Setelah Pimpinan mengisi disposisi dikembalikan ke Tata Usaha untuk diarsipkan (diagendakan), dan akan diteruskan ke orang yang didisposisikan dengan batas waktu maksimal 1 hari. Sedangkan surat yang bersifat pemberitahuan akan ditempelkan dipapan informasi puskesmas /disampaikan dalam komunikasi Internal.

3) Surat Keluar Puskesmas

1)

Penomoran Surat Keluar

Surat keluar adalah surat yang dibuat oleh Puskesmas baik dalam berupa

undangan, pemberitahuan dan laporan. Sistem penomoran surat keluar adalah sebagai berikut :

Format

: 440/XX/PKM-SB/XXXX

Contoh Format

: 440/10/PKM-SB/2015

Keterangan

 

440

: Nomor Kode Surat

 

10

: Nomor Surat Keluar

 
PKM-SB : Nama Puskesmas 2015 : Tahun Surat Keluar Ke Puskesmas Kode untuk Sekretariat dan Bidang/Program
PKM-SB
: Nama Puskesmas
2015
: Tahun Surat Keluar Ke Puskesmas
Kode untuk Sekretariat dan Bidang/Program (Z)
a)
440 : - Program terkait urusan Umum
-
Perlengkapan
-
Perencanaan dan pengadaan program dan keuangan
-
Program terkait Urusan Sarana dan Prasarana
-
Informasi Kesehatan
-
Program terkait urusan pelayanan Kesehatan
Program terkait urusan penanggulangan Masalah
Kesehatan
-
-
Program terkait urusan Farmasi
-
Program terkait urusan pelayanan laboratorium
  • b) 800

- Program terkait urusan Sumber Daya Manusia Kesehatan - Kepegawaian

2) Surat Keluar Adapun alur mengenai surat keluar sebagai berikut :

4)

Konsep surat keluar terlebih dahulu dikoreksi oleh Koordinator TU. Kemudian dilanjutkan ke Pimpinan Puskesmas untuk di cek (Merubah/ Menambah jika ada) selanjutnya ditanda tangani oleh Pimpinan Puskesmas. Setelah itu dikembalikan ke Tata Usaha untuk didokumentasikan dengan penomoran dan dikirim ke alamat yang dituju oleh ekspeditor. (pengarsipan & buku eskpedisi) Penyimpanan Dokumen Perkantoran

1)

Dokumen Rekam Medis inaktif wajib disimpan sekurang kurangnya

2)

lima (5) tahun untuk family Folder, untuk status RM sementara dua (2) Tahun, terhitung dari tanggal terakhir pasien berkunjung, setelah batas waktu sebagaimana dimaksud diatas dilampaui, dan Pasien Meninggal rekam medis dapat dimusnahkan, kecuali persetujuan tindakan dan persetujuan lain harus disimpan dengan jangka waktu (10) tahun, terhitung dari tanggal kunjungan. Sistem penyimpanan resep yang telah dilayani di puskesmas harus dipelihara dan disimpan minimal dua (2) tahun.

3) Administrasi dan manajemen (Admen) menyimpan master dokumen semua kelompok pelayanan dan upaya.

4) Petugas memasukkan dokumen dalam file folder yang ada diantaranya folder rujukan, folder surat tugas, folder

4)

Petugas memasukkan dokumen dalam file folder yang ada diantaranya folder rujukan, folder surat tugas, folder surat masuk, folder surat keluar.

4) Petugas memasukkan dokumen dalam file folder yang ada diantaranya folder rujukan, folder surat tugas, folder
4) Petugas memasukkan dokumen dalam file folder yang ada diantaranya folder rujukan, folder surat tugas, folder

5)

Pencarian kembali dilakukan dengan mengidentifikasi penomora

n

dokumen perkantoran.

  • 2. Sistem Pengendalian Dokumen Akreditasi Dokumen akreditasi adalah dokumen yang dibuat oleh Puskesmas didalam peningkatan mutu Puskesmas dalam mempersiapkan akreditasi. Dokumen akreditasi dibagi menjadi dua yakni dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal adalah dokumen yang dibuat oleh Puskesmas yang meliputi kebijakan pimpinan, pedoman/panduan, kerangka acuan, SOP, dan bukti-bukti kegiatan. Dokumen eksternal adalah dokumen pendukung dalam pembuatan dokumen internal yang bersumber dari Undang-undang, Kebijakan kementerian, Peraturan-peraturan yang berlaku.

    • a. Penomoran Dokumen Akreditasi

1)

Penomoran dokumen dilakukan oleh tim admen disesuaikan

2)

dengan sistem pengkodean yang telah ditentukan. Penomoran dokumen diurutkan sesuai dengan tanggal mulai berlaku dokumen dan dimulai dari kelompok Bab I, II dan III Admen,

selanjutnya Kelompok Bab IV, V, VI Program / UKM, dan Kelompok Bab VII, VIII, dan IX Program UKP/Pelayanan Klinis ( Yannis).

  • a) Penomoran SK (Surat Keputusan) :

Format

:

Contoh Format : A/I/SK/2016/001

Keterangan

:

A

: Kode Admen

I

: Bab I

SK

: Surat Keputusan

  • 2016 : Tahun 2016

    • 001 : Nomor Urut SK

  • b) Untuk Penomoran SOP

Format

:

Contoh Format : A/I/SOP/2016/001

Keterangan

:

A

: Kode Admen

I

: Bab I

SOP

: Standar Operasional Prosedure

2016

: Tahun 2016

  • 001 : Nomor Urut SOP

  • c) Setiap dokumen masuk dalam kelompok / klasifikasi Bab :

Admen Program / UKM :

:

Bab I, Bab II atau Bab III Bab IV, Bab V, Bab VI

Yannis

:

Bab VII, Bab VIII, Bab IX

(1) Kode Bab Administrasi Manajemen

Bab I

:

(A/I)

Bab II

:

(A/II)

Bab III

:

(A/III)

(2) Kode Bab Program / UKM

Bab IV

: (U-P/IV)

Bab V

: (U-P/V)

Bab VI

: (U-P/VI)

Apabila dari Program Puskesmas dengan ditambahkan upaya (contoh upaya KIA= U-KIA, Program promkes = P- Promkes, dan lain- lain),

Contoh Format

: U-KIA/IV/SOP/2015/005

(U: Kode Pelayanan Upaya, KIA: Program, IV: Bab IV, SOP:

Standar Prosedur Operasional: /2016 :tahun 2016, 005:

Nomor urut SOP),

(3) Kode Bab Yannis

Bab VII

:

(Y/VII)

Bab VIII

: (Y/VIII)

Bab IX

:

(Y/IX)

Apabila dari Layanan Puskesmas dengan ditambahkan Layanan (contoh : YanisLaboratorium= Y-Lab, Layanan Farmasi = Y-Far, dan lain- lain),

Contoh Format

: Y-Lab/IV/SOP/2016/005

(U: Kode Pelayanan Y, Layanan:Laboratorium :Lab, Farmasi

:

Far, : Bab IV, SOP: Standar OperasionalProsedur:

/2016:tahun 2016, 005: nomor urut SOP),

(4) Kode Kelompok Dokumen Standar Operasional Prosedur

: SOP,

Daftar Tilik disingkat

: DT,

Kerangka Acuan disingkat

: KA,

Kebijakan disingkat

: Kb,

Dokumen Eksternal disingkat

: DEks,

Pedoman/Panduan disingkat

: PM,

Untuk dokumen revisi, penomoran sesuai acuan penomoran yang berlaku dan diurutkan sesuai dokumen terakhir yang tertulis dalam buku nomor kode dokumen yang telah direvisi, ditarik dari distribusi namun tetap disimpan di Admen.

  • b. Pengesahan Pengesahan dilakukan oleh Pimpinan Puskesmas setelah dikoreksi oleh tim akreditasi.

  • c. Pemberlakukan Pemberlakuan dokumen setelah ditandatangani oleh Pimpinan Puskesmas.

  • d. Distribusi Copy dokumen akreditasi didistribusikan oleh admen dan disimpan pada masing masing kelompok pelayanan dengan diberi cap “Terkendali”, Dokumen yang didistribusikan ke masing masing kelompok pelayanan dicatat dalam buku distribusi dokumen terkendali, yang berisi informasi tentang jenis dokumen, nomor dokumen, copy ke- dan distribusi ke-.

  • e. Penyimpanan Dokumen Akreditasi

1) ADMEN Warna Map Dokumen :Biru (di satukan per kriteria dari instrumen Akreditasi) Keranjang Dokumen :
1)
ADMEN
Warna Map Dokumen :Biru (di satukan per kriteria dari instrumen
Akreditasi)
Keranjang Dokumen
: Biru
2)
PROGRAM / UKM
Warna Map
Keranjang Dokumen
: Kuning (disatukan perkriteria dariinstrumen
Akreditasi)
: Kuning
3)
YANNIS/UKP
Warna Map Dokumen : Hijau (di satukan per kriteria dariinstrumen
Akreditasi)

Keranjang Dokumen

: Hijau

4)

Menggunakan Sampul Dokumen yang sudah di tetapkan oleh ketua

 

tim Admen

 
  • f. Pencarian kembali

Pencarian kembali dilakukan dengan mengidentifikasi penomoran

dokumen akreditasi

.

  • A. Pengendalian Rekam Implementasi Dokumen yang diisyaratkan oleh sistem manajemen mutu harus dikendalikan. Semua dokumen yang diperlukan dikelompokkan dalam satu buku seperti buku Notulen Pertemuan, buku Komunikasi Internal, buku Monitoring dan Evaluasi kegiatan, buku untuk Umpan Balik, buku akses masyarakat, dan dokumen- dokumen pendukung lainnya (foto, copy ijazah, sertifikat pelatihan , dan sertifikat kalibrasi).

BAB III TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

  • A. Komitmen Manajemen

Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu, penanggung jawab upaya, penanggung jawab pelayanan klinis, dan seluruh karyawan puskesmas bertanggung

jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual mutu ini.

  • B. Fokus pada Sasaran/Pasien

Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan

pelanggan, perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis, pelaksanaan pelayanan, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.

C.Kebijakan Mutu a. Kepala Puskesmas menetapkan Penanggung Jawab Manajemen Mutu yang bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan, memonitor kegiatan

peningkatan mutu dan kinerja Puskesmas dan membudayakan perbaikan kinerja yang berkesinambungan secara konsisten dan sistematis.

  • b. Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Manajemen Mutu, Penanggung Jawab Upaya Puskesmas berkomitmen untuk menerapkan perbaikan mutu/kinerja yang berkesinambungan.

  • c. Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Manajemen Mutu, Penanggung Jawab Upaya Puskesmas berkomitmen menyelenggarakan pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan berfokus pada kepuasan pelanggan, keselamatan pelanggan, serta melakukan perbaikan mutu/kinerja pelayanan secara berkelanjutan.

  • d. Kepala Puskesmas berkomitmen untuk memastikan ketersediaan sumber

daya yang diperlukan guna penyelenggaraan pelayanan sesuai yang distandarkan. Kepala Puskesmas memimpin Rapat Tinjauan Manajemen yang dilaksanakan minimal 6 bulan sekali, dan selalu ada pelimpahan wewenang jika berhalangan

  • A. Perencanaan Sistem Manejemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu

Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan minimal yang meliputi indikator-indikator pelayanan klinis, indikator penyelenggaraan upaya puskesmas. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan. Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien berisi program-program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi :

  • 1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP

  • 2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien

  • 3. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas

  • 4. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga

  • 5. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien

7.

Peningkatan mutu pelayanan obat

  • 8. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien

    • C. Tanggung jawab, Wewenang dan Komunikasi

Kepala Puskesmas :

  • 1. Kepala Puskesmas menetapkan Penanggung Jawab Manajemen Mutu dengan kejelasan tugas dan wewenang

  • 2. Kepala Puskesmas bersama Penanggung jawab Mutu dan Penanggung Jawab Upaya Puskesmas menyusun Pedoman Peningkatan Mutu dan Kinerja

  • 3. Kepala Puskesmas wajib memonitor pelaksanaan dan pencapaian pelaksanaan pelayanan dan upaya Puskesmas, dan mengambil langkah tindak lanjut untuk revisi/perbaikan rencana bila diperlukan.

    • D. Wakil Manajemen Mutu/Penanggung Jawab Manajemen Mutu

Kepala Puskesmas menunjuk seorang wakil manajemen mutu yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas:

  • 1. Memastikan system manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan, dan dipelihara

  • 2. Melaporkan kepada Kepala Puskesmas tentang pelaksanaan sistem manajemen kinerja dan manajemen pelayanan

  • 3. Memastikan kesadaran seluruh karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan sasaran/pasien

Struktur organisasi Tim Manajemen Mutu sebagaimana dalam lampiran III yang

merupakan bagian tidak terpisahkan dalam buku Pedoman (Manual) Mutu ini.

  • E. Komunikasi Internal

Komunikasi internal antara Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Mutu, Penanggung

Jawab Upaya, dan Pelaksana dilakukan melalui :

  • 1. Minilokakarya bulanan, yang dilaksanakan setiap bulan dengan mengikutsertakan seluruh karyawan Puskesmas.

  • 2. Pertemuan tinjauan manajemen (RTM) yang dilaksanakan minimal 6 bulan sekali, dan/atau bila diperlukan.

Umum

BAB IV TINJAUAN MANAJEMEN

Dalam upaya peningkatan mutu perlu dilakukan pembahasan bersama antara manajemen dan pelaksana tentang permasalahan-permasalahan yang terkait dengan implementasi sistem manajemen mutu, pencapaian sasaran/indikator mutu dan kinerja serta umpan balik masyarakat/pelanggan tentang mutu/kinerja Puskesmas. Pembahasan masalah mutu dan kinerja dapat dilakukan dalam unit kerja, antar unit kerja untuk masalah-masalah yang bersifat teknis dan operasional yang dilakukan baik terjadual (minimal dua kali dalam setahun) maupun insidental sesuai dengan kebutuhan. Permasalahan mutu, kinerja, dan permasalahan yang terjadi dalam penerapan sistem manajemen mutu secara periodik juga perlu dibahas bersama yang melibatkan seluruh jajaran yang ada dalam organisasi. Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan tinjauan manajemen atau pertemuaan telaah

manajemen mutu dan kinerja. Pertemuan tinjauan manajemen adalah proses evaluasi terhadap kesesuaian dan efektifitas penerapan sistem manajemen mutu yang dilakukan secara berkala dan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan operasional kegiatan organisasi.

  • A. Masukan Tinjauan Manajemen, meliputi :

    • 1. Hasil audit

    • 2. Umpan balik pelanggan

    • 3. Kinerja Proses

    • 4. Pencapaian sasaran-sasaran mutu / indikator-indikator kinerja

    • 5. Status tindakan koreksi dan tindakan pencegahan yang telah/sedang dilakukan

    • 6. Tindak lanjut terhadap hasil tinjauan manajemen yang lalu/sebelumnya

    • 7. Kebijakan mutu dan kebijakan pelayanan/upaya puskesmas

    • 8. Perubahan terhadap kebijakan mutu (jika ada)

    • 9. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap sistem manajemen mutu/sistem pelayanan/penyelenggaraan upaya puskesmas.

  • B. Luaran Tinjauan Manajemen Hasil yang diharap dari tinjauan manajemen adalah keputusan dan tindakan yang berhubungan dengan :

    • 1. peningkatan efektivitas sistem manajemen mutu dan sistem pelayanan,

    • 2. peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan pelanggan,

    • 3. identifikasi perubahan-perubahan yang diperlukan baik pada sistem manajemen mutu maupun sistem pelayanan,

    • 4. penyediaan sumber daya yang perlu dilakukan agar sistem manajemen mutu dan sistem pelayanan efektif.

  • C. Agenda Pertemuan Tinjauan Manajemen

    • 1. Pembukaan oleh Wakil Manajemen Mutu

    • 2. Arahan dari Kepala Puskesmas

    • 3. Tinjauan terhadap pertemuan tinjauan manajemen yang lalu

  • 5.

    Umpan balik/keluhan pelanggan

    • 6. Hasil penilaian kepuasan pelanggan

    • 7. Hasil penilaian kinerja

    • 8. Masalah-masalah operasional yang terkait dengan penerapan sistem manajemen mutu, penyelenggaraan pelayanan (UKP dan UKM)

    • 9. Rencana perbaikan / perubahan yang perlu dilakukan baik pada sistem manajemen mutu maupun sistem pelayanan (UKP dan UKM)

      • 10. Rekomendasi perbaikan

      • 11. Penutup

    D. Langkah-langkah Pertemuan Tinjauan Manajemen

    • 1. Penanggung jawab manajemen mutu bersama kepala Puskesmas mempersiapkan pertemuan tinjauan manajemen yang meliputi: rencana waktu, tempat, agenda, dan siapa saja yang akan diundang

    • 2. Penanggung jawab manajemen mutu mengundang peserta pertemuan

    • 3. Penanggung jawab manajemen mutu memimpin pertemuan tinjauan manajemen : melaksanakan sesuai agenda, memimpin proses paparan/diskusi selama pertemuan berlangsung

    • 4. Penanggung jawab manajemen mutu memberikan umpan balik/simpulan kepada peserta rapat

    • 5. Penanggung jawab manajemen mutu melakukan pemantauan perbaikan sesudah pertemuan tinjauan manajemen.

    BAB V MANAJEMEN SUMBER DAYA A. Penyediaan Sumber Daya

    Kepala puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pelayanan di puskesmas. Penyediaan sumber daya meliputi: alat kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan UKM maupun UKP/pelayanan klinis.

    • 1. Alat kesehatan a. Analisa kebutuhan dengan membandingkan antara standar alat kesehatan yang harus dimiliki oleh Puskesmas sesuai peraturan yang berlaku dengan ketersediaan yang ada di Puskesmas. Analisa kebutuhan alat kesehatan yang dimaksud sebagaimana dalam lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan pada Buku Pedoman (Manual) Mutu ini. b. Selisih adalah kekurangan alat kesehatan diusulkan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk rencana pengadaan, atau

    pengadaan sendiri oleh Puskesmas sesuai peraturan yang berlaku. Selisih kebutuhan alat kesehatan yang dimaksud sebagaimana dalam lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan pada Buku Pedoman (Manual) Mutu ini.

    • c. Alat yang telah dibeli dan diterima oleh Puskesmas dikelola oleh Bendahara/Pengurus Barang (Buku Inventaris, dan Kartu Inventaris Barang). Alat kesehatan yang telah dibeli dan diterima oleh puskesmas sebagaimana dalam lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan pada Buku Pedoman (Manual) Mutu ini

    • d. Alat diserahkan ke petugas/unit yang membutuhkan, disertai pelatihan cara penggunaan dan pemeliharaan alat (lengkap dengan SPO pemakaian, SPO Pemeliharaan, jadual pemeliharaan).

    • 2. Obat dan perbekalan kesehatan Perencanaan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan berdasarkan jenis kegiatan dan besarnya sasaran/target, yang dibutuhkan untuk penyelanggaraan UKM maupun UKP/Pelayanan Klinis. Besarnya kebutuhan diusulkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli tengah, atau melalui pembelian sendiri dengan anggaran yang ada di Puskesmas sesuai peraturan yang berlaku. Perencanaan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan yang dimaksud sebagaimana dalam lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan pada Buku Pedoman (Manual) Mutu ini

    B. Manajemen Sumber Daya Manusia

    1. Perencanaan Perencanaan kebutuhan dilakukan dengan melakukan analisis kebutuhan berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja, sehingga muncul pola ketenagaan yang ada dan kebutuhan tenaga baik secara kuantitatif maupun kualitatif (jenis pendidikan, dan kompetensi).Perencanaan kebutuhan SDM yang dimaksud sebagaimana dalam lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan pada Buku Pedoman (Manual) Mutu ini

    2.

    Proses

    pemenuhan

    pemenuhan tenaga

    kebutuhan==jika

    BLUD

    tuliskan

    rencana

    Proses rekrutmen

    bisa dilakukan sendiri oleh Puskesmas, sehingga

    kebutuhan

    tenaga

    tersebut

    hanya

    diusulkan

    ke

    Dinas

    Kesehatan

    Kabupaten Tapanuli Tengah

    untuk pemenuhannya, termasuk proses

    kredensialnya

    menjadi

    kewenangan

    Dinas

    Kesehatan

    Kabupaten

    Tapanuli Tengah.

    Proses pemenuhan yang menjadi kewenangan Dinas

    Kesehatan KabupatenTapanuli Tengah meliputi rekrutmen, kredensial,

    dan pelatihan atau peningkatan kompetensi yang seharusnya

    .

    • 3. Pengorganisasian Pengorganisasian dilakukan dengan menetapkan tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai dengan SK Kepala Puskesmas baik tugas secara

    fungsional maupun tugas secara struktural/pemegang program seperti yang tertuang dalam struktur organisasi Puskesmas yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.

    • 4. Pengarahan dan pengendalian petugas dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan uraian tugas masing-masing pegawai dalam kegiatan minilokakarya, dll. Hal ini dilakukan juga dalam rangka meningkatkan koordinasi dan pengintegrasian kegiatan antar petugas maupun antar unit kerja/pelayanan.

    • C. Infrastruktur

    Manajemen infrastruktur dilakukan dengan penjadwalan kegiatan
    Manajemen
    infrastruktur
    dilakukan
    dengan
    penjadwalan
    kegiatan

    pemeliharaan/perawatan berkala oleh tenaga inventaris dan kesehatan

    Jadwal dipasang di setiap ruang dan setiap petugas yang telah melakukan

    pemeliharaan wajib mengisi jadual tersebut sebagai bukti bahwa
    pemeliharaan
    wajib
    mengisi
    jadual
    tersebut
    sebagai
    bukti
    bahwa

    pemeliharaan dan pemeriksaan infrastruktur telah dilakukan. Jenis dan jadwal

    alat kesehatan yang akan dikalibrasi sebagaimana dalam lampiran IX yang

    merupakan bagian tidak terpisahkan pada Buku Pedoman (Manual

    ) Mutu ini

    • D. Lingkungan Kerja

    Puskesmas Sematang Borang menetapkan dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk mencapai kesesuaian dengan persyaratan pelayanan puskesmas, antara lain:

    • 1. Menetapkan bahwa lingkungan fisik didalam dan luar gedung Puskesmas merupakan daerah bebas asap rokok, bersih, dan aman.

    • 2. Mengelola lingkungan kerja dengan cara menerapkan prinsip 5R sesuai Prosedur Kegiatan Tata Graha Dengan Prinsip 5R ( Ringkas, Rapi, Resik,Rawat dan Rajin

    Puskesmas Sarudikmengadakan tenaga khusus kebersihan, yang telah diberikan uraian tugas dan jadual kegiatan yang jelas. Pemantauan pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan monitoring melalui ceklist kegiatan yang harus Monitoring dapat dilakukan langsung oleh penanggung jawab dengan melakukan pemeriksaan kondisi kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan Puskesmas.

    BAB VI PENYELENGGARAAN PELAYANAN

    • A. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)

      • 1. Perencanaan UKM, akses dan pengukuran kinerja

    Perencanaan kegiatan UKM :

    • a. berdasarkan pencapaian indikator kinerja UKM tahun sebelumnya,

    umpan balik masyarakat/sasaran, analisis kebutuhan masyarakat, peluang

    pengembangan/inovasi, dan kebijakan Kota/propinsi

    • b. seluruh data/informasi tersebut dibahas bersama antara

    Penanggung Jawab UKM dan pelaksana upaya untuk menyusun usulan kegiatan UKM

    • c. Usulan kegiatan UKM disusun dalam format RUK UKM yang

    memuat 5W1H (what, who, why, when, where, how).

    • d. Usulan tersebut sebagai bahan pembahasan perencanaan tingkat

    puskesmas oleh Tim PTP.

    • e. Untuk perencanaan tahun berjalan setelah diketahui persetujuan

    anggaran, dilakukan bersama antara PJ UKM dan pelaksana dengan skala prioritas

    yang digunakan untuk penentuan/pemilihan kegiatan

    • f. Kegiatan terpilih disusun dalam bentuk RPK UKM yang disertai POA

    bulanan. Akses UKM :

    • a. Rencana kegiatan yang telah tertuang dalam RPK dan POA

    disosialisasikan/komunikasikan ke masyarakat sasaran melalui pertemuan

    minilokakarya bulanan/lintas program, minilokakarya lintas sektor, pertemuan lintas sektor tingkat kecamatan, atau melalui media (brosur/leaflet/papan pengumuman).

    • b. Penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan UKM disusun bersama

    antara pelaksana Puskesmas dengan sasaran

    • c. Kepastian pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang ditetapkan, dan

    menginformasikan bila terjadi perubahan jadwal kegiatan.

    • d. Informasi umpan balik (mutu/kinerja, kepuasan sasaran) diperoleh

    melalui sms, kotak saran, SMD/MMD, survey kepuasan, atau wawancara langsung

    setelah pelaksanaan kegiatan. Pengukuran Kinerja UKM :

    • a. Pengukuran kinerja dilakukan berdasarkan indikator-indikator kinerja

    yang ditetapkan oleh Kepala Puskesmas untuk masing masing UKM di Puskesmas,

    mengacu kepada SPM Kotadan Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.

    • b. Penanggungjawab UKM bersama dengan pelaksana menyusun

    rencana perbaikan kinerja berdasarkan hasil monitoring dan penilaian kinerja.

    Perbaikan kinerja UKM dilaksanakan secara berkesinambungan.

    • c. Pelaksanaan monitoring pencapaian kinerja UKM dilakukan setiap

    bulan oleh PJ UKM kepada pelaksana melalui pertemuan yang dilaksanakan waktu pelaksanaan minilokakarya bulanan.

    • 2. Proses yang berhubungan dengan sasaran :

      • a. Penetapan persyaratan sasaran

    Penetapan sasaran kegiatan UKM dilakukan berdasarkan pedoman program masing-masing UKM dengan mempertimbangkan peta masalah berbasis wilayah (by name by address).

    • b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran

    Pelaksana kegiatan melakukan tinjauan persyaratan sasaran kegiatan sebelum dan setelah kegiatan, untuk mengevaluasi ketepatan sasaran kegiatan. Apabila dimungkinkan terjadi ketidaktepatan sasaran, maka pelaksana segera melakukan tindakan preventif jika kegiatan belum dilaksanakan dengan mengubah sasaran.

    Apabila terjadi ketidaktepatan sasaran maka pelaksana UKM melakukan tindakan korektif.

    • c. Komunikasi dengan sasaran

    Komunikasi kepastian jadwal pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh pelaksana

    UKM terhadap masyarakat/sasaran melalui surat resmi, atau kunjungan koordinasi. Apabila terjadi perubahan jadwal dikomunikasikan melalui sms, atau telepon.

    • 3. Pembelian (jika ada)

    • 4. Penyelenggaraan UKM

      • a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya

        • - Pengendalian proses pelaksanaan UKM dilakukan dengan

    menetapkan pedoman/panduan program, kerangka acuan program/kegiatan dan SOP pelaksanaan kegiatan.

    • - Penanggung Jawab dan pelaksana UKM melaksanakan kegiatan sesuai dengan pedoman/panduan/kerangka acuan/SOP/rencana kegiatan yang telah

    disusun, dan berdasarkan kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran.

    • - Penanggung Jawab UKM memastikan jadwal kegiatan dan petugas

    pelaksana yang kompeten.

    • b. Validasi proses penyelenggaraan upaya

      • - Pelaksana menyusun laporan pelaksanaan kegiatan UKM kepada

    Penanggung jawab UKM maksimal satu minggu setelah kegiatan.

    • - Penanggung jawab UKM memeriksa laporan apakah selaras dengan kebijakan, pedoman/panduan, kerangka acuan dan SOP kegiatan.

    • - Secara sampling dan berkala Penanggung jawab UKM melakukan

    observasi pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan checklist/daftar tilik, dg target

    CR SOP minimal 70%.

    • c. Identifikasi dan mampu telusur

    Penanggung jawab dan pelaksana upaya bertanggung jawab atas proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan tindaklanjut seluruh kegiatan termasuk pendokumentasian rekaman. Sehingga penanggung jawab UKM dan pelaksana setiap upaya mampu mengidentifikasi dan mampu telusur atas seluruh kegiatan masing masing upaya, baik telusur sistem maupun telusur dokumen.

    • d. Hak dan kewajiban sasaran

    Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya akan menetapkan hak dan

    kewajiban sasaran setiap upaya yang diselenggarakan. Penetapan hak dan kewajiban sasaran disusun bersama dan ditetapkan dengan SK Kepala Puskesmas.(terlampir)

    • e. Pemeliharaan barang milik pelanggan (jika ada)

    • f. Manajemen risiko dan keselamatan

    Manajemen risiko adalah proses mengenal, mengevaluasi, mengendalikan, meminimalkan risiko dalam suuatu organisasi secara menyeluruh. Manejemen risiko dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya risiko yang bisa terjadi dalam setiap kegiatan. Proses manajemen risiko dalam pelayanan UKM meliputi menetapkan lingkup manajemen dengan kriteria 3H 1P (high risk, high volume, high cost, potensial problem), kajian risiko/risk assessment (identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko). Hasil evaluasi risiko untuk menentukan perlu atau tidak tindakan perbaikan/tindak lanjut. Tindakan perbaikan bisa berupa perbaikan input, proses

    atau perbaikan output.

    Analisis risiko dilakukan terhadap prosedur pelayanan di area prioritas, dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) atau Analisis Modus Kegagalan dan Dampaknya (AMKD). Risiko yang telah teridentifikasi kemudian

    ditetapkan tindakan preventif atau pencegahan agar kegagalan yang dimungkinkan tidak terjadi.

    • 5. Pengukuran, analisis dan penyempurnaan Sasaran Kinerja UKM

      • a. Umum

    Dalam rangka monitoring dan evaluasi mutu dan kinerja UKM, maka perlu ditetapkan indikator yang bisa diukur dan menggambarkan suatu kondisi sebenarnya dari hasil proses kegiatan.

    • b. Pemantauan dan pengukuran Kepuasan pelanggan

    1)

    Kepuasan pelanggan dinilai menggunakan kuesioner terhadap sasaran setiap UKM secara berkala minimal setiap enam bulan sekali. Kepuasan pelanggan dilakukan untuk mengetahui mutu layanan UKM dari aspek kepuasan pelanggan. Kuesioner dibagikan kepada pelanggan UKM melalui pertemuan atau langsung

    setelah kegiatan usai. Data diolah, dan dianalisis menjadi informasi tingkat kepuasan pelanggan UKM. Hasil analisis tersebut diinformasikan kepada pelanggan UKM melalui desinformasi pada saat pertemuan/kegiatan UKM atau melalui pemasangan di papan informasi.

    2)

    Audit internal

    Audit internal akan dilakukan secara berkala sepanjang tahun terhadap prosedur, sarana prasarana, SDM dan hasil pada unit-unit pelayanan yang diprioritaskan dan ditetapkan setiap tahunnya. Audit internal dilakukan minimal satu bulan setelah implementasi dari SOP yang ditetapkan, dan diulang kembali untuk jangka waktu enam bulan. Tahapan pelaksanaan audit internal adalah, penjadwalan,

    penyusunan instrument, penetapan petugas, sosialisasi jadwal, pelaksanaan audit, analisis data, dan pembahasan penyusunan tindak lanjut. Hasil/tindak lanjut audit internal menjadi bahan masukan Rapat Tinjauan Manajemen. Audit internal penyelenggaraan UKM dilakukan oleh tim dijabarkan secara operasional

    3) Pemantauan dan pengukuran proses Pemantauan dan pengukuran proses dilakukan sepanjang kegiatan/proses untuk mengetahui apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kebijakan, pedoman/panduan, kerangka acuan dan SOP upaya yang telah ditetapkan, termasuk ketaatan terhadap jadwal. Jika saat monitoring proses diidentifikasi penyimpangan atau kecenderungan tidak tercapainya tujuan, maka bisa segera dilakukan perbaikan. Perbaikan yang bisa dilakukan meliputi perbaikan jadwal, perbaikan metode, sasaran, SOP, dll. Perbaikan ditujukan untuk melakukan tindakan korektif sehingga tujuan atau

    kinerja yang ditargetkan akan tetap tercapai. Pemantauan dilakukan secara berkala dan terintegrasi lintas program, melalui pertemuan mini lokakarya internal/bulanan, dan mini lokakarya lintas sektor ( 3 bulan sekali) dengan menggunakan indikator kinerja proses yang telah ditetapkan oleh Kepala Puskesmas pada awal tahun. 4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan Pemantauan dan pengukuran hasil layanan dengan menggunakan indikator kinerja/SPM dilakukan di akhir tahun untuk mengetahui apakah target tercapai, dan bandingkan kecenderungan dengan pencapaian tahun sebelumnya (menurun, meningkat, tetap).

    • c. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai Apabila terdapat indikator / hasil UKM yang tidak sesuai, maka perlu dilakukan penetapan ulang target untuk tahun berikutnya dengan memperhatikan rencana lima tahunan puskesmas.

      • d. Analisis data Hasil yang tidak sesuai atau tidak tercapai dilakukan analisis penyebab masalah, dengan tahapan identifikasi masalah, tetapkan masalah prioritas, tentukan penyebab masalah, tentukan alternatif pemecahan masalah, buat keputusan pemecahan masalah yang akan direncanakan untuk tahun depan, melalui mekanisme penyusunan perencanaan tingkat puskesmas.

      • e. Peningkatan berkelanjutan

    Mekanisme yang harus dilakukan untuk mengendalikan peningkatan berkelanjutan dengan manajemen mutu dengan tahapan/siklus :

    perencanaan, pelaksanaan, analisis, dan tindak lanjut untuk semua penyelenggaraan secara terus menerus.

    • f. Tindakan korektif Hasil audit internal, hasil monitoring indikator kinerja, dan indikator mutu dapat dilakukan tindakan korektif untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

    • g. Tindakan preventif Dari hasil analisis masalah tersebut diidentifikasi penyebab kegagalan tahun sebelumnya, sehingga saat perencanaan perlu ditentukan kegiatan antisipatif agar kegagalan tidak terulang kembali.

    B. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)/Pelayanan Klinis

    • 1. Perencanaan pelayanan klinis

    • 2. Proses yang berhubungan dengan pelanggan :

    • 3. Pembelian / pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis :

      • a. Proses pembelian

      • b. Verifikasi barang yang dibeli

      • c. Kontrak dengan pihak ketiga

  • 4. Penyelenggaraan pelayanan klinis :

    • a. Pengendalian proses pelayanan klinis

    • b. Validasi proses pelayanan

    • c. Identifikasi dan ketelusuran

    • d. Hak dan kewajiban pasien

    • e. Pemeliharaan barang milik pelanggan (specimen, rekam medis, dsb)

    • f. Manajemen risiko dan keselamatan pasien

  • 5. Peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien :

    • a. Penilaian indikator kinerja klinis

    • b. Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien

    • c. Pelaporan insiden keselamatan pasien

    • d. Analisis dan tindak lanjut

    • e. Penerapan manajemen risiko

    • 6. Pengukuran, analisis, dan penyempurnaan

      • e. Umum

      • f. Pemantauan dan pengukuran : 1) Kepuasan pelanggan 2) Audit internal 3) Pemantauan dan pengukuran proses, kinerja 4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan

      • g. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai

      • h. Analisis data

      • i. Peningkatan berkelanjutan

      • j. Tindakan korektif

      • k. Tindakan preventif

    BAB VII

    PENUTUP

    Dengan pembuatan Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sarudik ini, diharapkan bahwa proses pelaksanaan sistem manajemen mutu baik dalam penyelenggaraan UKM maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis yang akan diberlakukan di Puskesmas Sarudik dapat berjalan sesuai ketentuan yang sudah dibuat. bahwa Pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas Sarudik dilakukan berorientasi pada pelanggan. Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan. Seluruh Staff Puskesmas Sarudik diharapkan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berorientasi pada pelanggan, memperhatikan keselamatan pelanggan, dan melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan. Akhirnya diharapkan sistem manajemen mutu yang diterapkan di puskesmas Sarudik akan senantiasa dapat terukur, akan selalu dimonitoring , sehingga dapat mengendalikan berjalannya sistem , dapat terpelihara dan akan selalu disempurnakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.