You are on page 1of 27

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS MAJASARI
Jl. StadionBadakKurantenSarunipandeglang
Email : pkmmajasari@gmail.com, telp, (0253) 205401

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS MAJASARI


NOMOR : /SK/PKM-MJS/IX/2017

TENTANG
INDIKATOR MUTU LAYANAN KLINIS PUSKESMAS MAJASARI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS MAJASARI,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka perbaikan mutu layanan klinis di Puskesmas Majasari perlu
ditetapkan indikator mutu layanan klinis;
b. bahwa untuk melaksanakan butir a tersebut diatas, perlu ditetapkan dengan
keputusan kepala Puskesmas Majasari;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;


2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 741 Tahun 2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota ;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan
Kedokteran;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas,
Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri
Dokter Gigi;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Keselamatan Pasien;
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS MAJASARI TENTANG INDIKATOR
MUTU LAYANAN KLINIS PUSKESMAS MAJASARI.

KESATU : Penetapan indikator mutu layanan klinis di Puskesmas Majasari sebagaimana pada
lampiran satu (I), merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila di
kemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan/ perubahan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Majasari
pada tanggal : September 2017
KEPALA PUSKESMAS MAJASARI,

EUIS JUBAEDAH
Lampiran I : Keputusan Kepala Puskesmas Majasari
Nomor : /SK/PKM-MJS/IX/2017
Tentang : Indikator Mutu Layanan Klinis Puskesmas
Majasari

INDIKATOR MUTU LAYANAN KLINIS PUSKESMAS MAJASARI

No Jenis Pelayanan Indikator Standar


1. Gawat Darurat 1. Jam buka pelayanan 1. 08.00 sd 14.00 wib
gawat darurat
2. Waktu tanggap 2. < 5 menit terlayani
pelayanan gawat darurat setelah pasien
datang
3. Kepuasan pelanggan
3. > 70%

2. Rawat jalan
a. BP Umum 1. Jam buka pelayanan 1. Setiap hari kerja,
pukul 08.00 sd 13.00
WIB, kecuali Jumat
pukul 08.00 sd 11.00
WIB
2. Waktu tunggu di rawat 2. < 60 menit
jalan
3. Pemberi pelayanan 3. >50 % dokter
4. Kepuasan pelanggan 4. > 90%
5. 5.
a. Penegakan diagnosis a. >60%
TB melalui
pemeriksaan
mikroskopis TB
b. >60%
b. Terlaksanannya
kegiatan pencatatan
dan pelaporan TB di
puskesmas

b. BP KIA 1. Jam buka pelayanan 1. Setiap hari kerja,


pukul 08.00 sd 13.00
WIB, kecuali Jumat
pukul 08.00 sd 11.00
WIB
2. Waktu tunggu di rawat 2. < 60 menit
jalan
3. Pemberi pelayanan 3. 100% bidan
kompeten
4. Kepuasan pelanggan 4. > 90%
c. Poli Gigi 1. Jam buka pelayanan 1. Setiap hari kerja,
pukul 08.00 sd 13.00
WIB, kecuali Jumat
pukul 08.00 sd 11.00
WIB
2. Waktu tunggu di rawat
2. < 60 menit
jalan
3. Pemberi pelayanan
3. 100% perawat gigi
kompeten
4. Kepuasan pelanggan 4. > 90%
3. Persalinan 1. Pemberi pelayanan 1. Bidan dengan
persalianan normal minimal pendidikan
2. Kejadian kematian ibu D3
karena persalinan 2. 0 %
3. Keluarga Berencana,
prosentase tindakan KB 3. 100%
MKJP yang dilakukan
oleh dokter atau bidan
terlatih
4. Kepuasan pelanggan 4. > 80%
4. Farmasi 1. Waktu tunggu 1.
pelayanan: a. < 30 menit
a. Obat jadi b. < 60 menit
b. Obat racikan
2. 100%
2. Tidak ada kejadian
kesalahan pemberian 3. > 80%
obat 4. 100%
3. Kepuasan pelanggan
4. Penulisan resep sesuai
formularium
5. Gizi 1. Tidak ada kejadian 1. 100%
kesalahan pemberian
diet
2. Kepuasan pelanggan 2. > 90%
6. Laboratorium 1. Waktu tunggu hasil 1. < 140 menit;
pelayanan kimia darah dan
laboratorium darah rutin
2. Tidak adanya 2. 100%
kesalahan
penyerahan hasil
pemeriksaan
laboratorium 3. > 80%
3. Kepuasan pelanggan
7. Rekam Medik 1. Kelengkapan pengisian 1. 100%
rekam medik setelah
selesai pelayanan.
2. Kelengkapan Informed 2. 100%
Concent setelah
mendapat informasi 3. < 10 menit
yang jelas
3. Waktu penyedianan
dokumen rekam medik
pelayanan rawat jalan
8. Pengelolaan Pengelolaan limbah 100%
limbah padat infeksius sesuai
standart
9. Pelayanan 1. Ketepatan waktu 1. 100%
pemeliharaan pemeliharaan alat
sarana puskesmas 2. Peralatan laboratorium 2. 100%
dan alat ukur yang
digunakan dalam
pelayanan terkalibrasi
tepat waktu sesuai
ketentuan kalibrasi
10. Pencegahan dan Tersedia APD disetiap 100%
pengendalian unit pelayanan
infeksi (PPI)
Keterangan :

I. Gawat Darurat
1. Jam buka pelayanan
Indikator Jam buka pelayanan
Dimensi mutu Keterjangkauan /akses
Tujuan Tersedianya pelayanan gawat darurat 24 jam
Definisi operasional Jam buka 24 jam adalah gawat darurat selalu siap memberikan
pelayanan selama 24 jam penuh
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif jam buka gawat darurat dalam satu bulan
Denominator Jumlah hari dalam satu bulan
Sumber data Laporan bulanan
Standar 24 jam
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab pelayanan gawat darurat

2. Waktu tanggap pelayanan gawat darurat


Indikator Waktu tanggap pelayanan gawat darurat
Dimensi mutu Keselamatan dan efektifitas
Tujuan Terselenggaranya pelayanan yang cepat, responsif dan mampu
menyelamatkan pasien gawat darurat
Definisi operasional Kecepatan pelayanan gawat darurat adalah sejak pasien itu datang
sampai mendapat pelayanan medis
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif yang diperlukan sejak kedatangan semua pasien yang
di sampling secara acak sampai mendapat pelayanan medis
Denominator Jumlah seluruh pasien yang disampling
Sumber data sampel
Standar < 5 menit terlayani setelah pasien datang
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab rawat pelayanan gawat darurat
3. Kepuasan pelanggan pada gawat darurat
Indikator Kepuasan pelanggan pada gawat darurat
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan gawat darurat yang mampu memberikan
kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien gawat darurat yang
dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien gawat darurat yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >70%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab gawat darurat

II. Rawat Jalan


1. BP Umum
a. Jam buka pelayanan
Indikator Jam buka pelayanan rawat jalan BP Umum
Dimensi mutu Keterjangkauan /akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan BP Umum pada hari kerja di
puskesmas
Definisi operasional Jam buka pelayanan adalah jam dimulainya pelayanan rawat jalan BP
Umum pukul 08.00 sd 13.00 WIB setiap hari kerja kecuali Jumat pukul
08.00 sd 11.00 WIB
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah hari pelayan rawat jalan BP Umum yang buka sesuai ketentuan
dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh hari pelayanan rawat jalan BP Umum dalam satu bulan
Sumber data Register rawat jalan
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab BP Umum

b. Waktu tunggu di rawat jalan


Indikator Waktu tunggu dirawat jalan
Dimensi mutu Akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan pada hari kerja yang mudah dan cepat
diakses oleh pasien
Definisi operasional Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai pasien mendaftar
sampai dilayani oleh petugas kesehatan
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pasien rawat jalan yang dilakukan
survey
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang dilakukan survey
Sumber data Survey pasien rawat jalan BP Umum
Standar < 60 menit
Penanggung jawab pengumpul data Penangung jawab BP Umum

c. Pemberi pelayanan
Indikator Pemberi pelayanan di rawat jalan BP Umum
Dimensi mutu Kompetensi
Tujuan Tersedianya pelayanan klinis oleh tenaga yang kompeten
Definisi operasional BP umum adalah pelayanan rawat jalan yang dilayani oleh dokter
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah hari buka pelayanan rawat jalan yang dilayani oleh dokter dalam
satu bulan
Denominator Jumlah seluruh hari buka pelayanan rawat jalan dalam satu bulan
Sumber data Register rawat jalan BP Umum
Standar >50 %
Penanggung jawab pengumpul data Penangung jawab BP Umum

d. Kepuasan pelanggan
Indikator Kepuasan pelanggan pada rawat jalan BP Umum
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan rawat jalan BP Umum yang mampu
memberikan kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien rawat jalan BP
Umum yang dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >90%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab BP Umum

e. Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB


Indikator Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB
Dimensi mutu Efektifitas dan keselamatan
Tujuan Terlaksananya diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB
Definisi operasional Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis pada pasien
rawat jalan
Frekuensi pengumpulan data Tiga bulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB
di puskesmas dalam tiga bulan
Denominator Jumlah seluruh penegakan diagnosis TB di puskesmas selama tiga bnula
Sumber data Register pasien TB di klinik TB
Standar >60%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab BP Umum

f. Terlaksanannya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di puskesmas


Indikator Terlaksanannya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di puskesmas
Dimensi mutu efektifitas
Tujuan Tersedianya data pencatatan dan pelaporan TB di puskesmas
Definisi operasional Pencatatan dan pelaporan pasien TB yang berobat rawat jalan di
puskesmas
Frekuensi pengumpulan data Tiga bulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah seluruh pasien TB rawat jalan yang dicatat dan dilaporkan
Denominator Jumlah seluruh kasus TB rawat jalan di puskesmas
Sumber data Rekam medik dan register pasien TB (Klinik TB)
Standar >60%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab BP Umum

2. BP KIA
a. Jam buka pelayanan
Indikator Jam buka pelayanan rawat jalan BP KIA
Dimensi mutu Keterjangkauan /akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan BP KIA pada hari kerja di puskesmas
Definisi operasional Jam buka pelayanan adalah jam dimulainya pelayanan rawat jalan BP
KIA pukul 08.00 sd 13.00 WIB setiap hari kerja kecuali Jumat pukul
08.00 sd 11.00 WIB
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah hari pelayan rawat jalan BP KIA yang buka sesuai ketentuan
dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh hari pelayanan rawat jalan BP KIA dalam satu bulan
Sumber data Register rawat jalan
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab BP KIA

b. Waktu tunggu di rawat jalan


Indikator Waktu tunggu dirawat jalan BP KIA
Dimensi mutu Akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan BP KIA pada hari kerja yang mudah
dan cepat diakses oleh pasien
Definisi operasional Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai pasien mendaftar
sampai dilayani oleh petugas kesehatan
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pasien rawat jalan BP KIA yang
dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan BP KIA yang dilakukan survey
Sumber data Survey pasien rawat jalan BP KIA
Standar < 60 menit
Penanggung jawab pengumpul data Penangung jawab BP KIA

c. Pemberi pelayanan
Indikator Pemberi pelayanan di rawat jalan BP KIA
Dimensi mutu Kompetensi
Tujuan Tersedianya pelayanan klinis oleh tenaga yang kompeten
Definisi operasional BP KIA adalah pelayanan rawat jalan yang dilayani oleh bidan
pendidikan minimal D3
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah hari buka pelayanan rawat jalan BP KIA yang dilayani oleh
bidan kompeten dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh hari buka pelayanan rawat jalan BP KIA dalam satu
bulan
Sumber data Register rawat jalan BP KIA
Standar 100 %
Penanggung jawab pengumpul data Penangung jawab BP KIA

d. Kepuasan pelanggan
Indikator Kepuasan pelanggan pada rawat jalan BP KIA
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan rawat jalan BP KIA yang mampu
memberikan kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien rawat jalan BP KIA
yang dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan BP KIA yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >90%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab BP KIA

3. Poli Gigi

a. Jam buka pelayanan


Indikator Jam buka pelayanan rawat jalan Poli Gigi
Dimensi mutu Keterjangkauan /akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan poli gigi pada hari kerja di puskesmas
Definisi operasional Jam buka pelayanan adalah jam dimulainya pelayanan rawat jalan poli
gigi pukul 08.00 sd 13.00 WIB setiap hari kerja kecuali Jumat pukul
08.00 sd 11.00 WIB
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah hari pelayan rawat jalan poli gigi yang buka sesuai ketentuan
dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh hari pelayanan rawat jalan poli gigi dalam satu bulan
Sumber data Register rawat jalan
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab Poli Gigi

b. Waktu tunggu di rawat jalan


Indikator Waktu tunggu dirawat jalan poli gigi
Dimensi mutu Akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan pada hari kerja yang mudah dan cepat
diakses oleh pasien
Definisi operasional Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai pasien mendaftar
sampai dilayani oleh petugas kesehatan
Frekuensi pengumpulan data Setiap bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pasien rawat jalan poli gigi yang
dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan poli gigi yang dilakukan survey
Sumber data Survey pasien rawat jalan poli gigi
Standar < 60 menit
Penanggung jawab pengumpul data Penangung jawab Poli Gigi

c. Pemberi pelayanan
Indikator Pemberi pelayanan di rawat jalan poli gigi
Dimensi mutu Kompetensi
Tujuan Tersedianya pelayanan klinis oleh tenaga yang kompeten
Definisi operasional BP umum adalah pelayanan rawat jalan yang dilayani oleh perawat gigi
yang kompeten
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah hari buka pelayanan rawat jalan yang dilayani olehperawat gigi
yang kompeten dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh hari buka pelayanan rawat jalan poli gigi dalam satu
bulan
Sumber data Register rawat jalan poli gigi
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penangung jawab Poli Gigi

d. Kepuasan pelanggan
Indikator Kepuasan pelanggan pada rawat jalan poli gigi
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan rawat jalan poli gigi yang mampu
memberikan kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien rawat jalan poli gigi
yang dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan poli gigi yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >90%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab Poli Gigi

III. Persalinan

a. Pemberi pelayanan
Indikator Pemberi pelayanan persalinan normal
Dimensi mutu Kompetensi
Tujuan Tersedianya pelayanan persalinan normal oleh tenaga yang kompeten
Definisi operasional Pemberi pelayanan persalinan normal adalah bidan terlatih (APN)
dengan pendidikan minimal D3
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah seluruh bidan terlatih dengan pendidikan D3 yang memberikan
pertolongan persalinan normal
Denominator Jumlah seluruh tenaga yang memberi pelayanan persalinan normal
Sumber data Kepegawaian
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung Jawab Persalinan

b. Kejadian kematian ibu akibat persalinan


Indikator Kejadian kematian ibu akibat persalinan
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Mengetahui mutu pelayanan puskesmas terhadap kasus persalinan
Definisi operasional Kematian ibu melahirkan yang disebabkan karena permasalahan medik
saat maupun sesudah proses persalinan
Frekuensi pengumpulan data Satu bulan
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kematian ibu akibat persalinan yang dilayani puskesmas
Denominator Jumlah keseluruhana persalinan yang dilayani puskesmas
Sumber data Rekam medik
Standar 0%
Penanggung jawab pengumpul data Koordinator Program KIA

c. Keluarga Berencana, prosentase tindakan KB MKJP (Metode KB Jangka


Panjang)
Indikator Prosentase tindakan KB MKJP (Metode KB Jangka Panjang) ; IUD dan
implant
Dimensi mutu Ketersedian pelayanan tindakan KB MKJP
Tujuan Mutu dan kesinambungan pelayanan
Definisi operasional Tindakan KB MKJP adalah Keluarga Berencana yang menggunakan
metode jangka panjang seperti IUD dan implant
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif peserta KB yang mendapatkan pelayanan KB MKJP
Denominator Jumlah seluruh peserta KB
Sumber data Rekam medic dan laporan KB Puskesmas
Standar %
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab BP KIA

d. Kepuasan pelanggan
Indikator Kepuasan pelanggan pada pelayanan KB MKJP
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan KB MKJP yang mampu memberikan
kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien KB MKJP yang
dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien KB MKJP yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >80%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab BP KIA

IV. Farmasi
1. a. Waktu tunggu pelayanan obat jadi
Indikator Waktu tunggu pelayanan obat jadi
Dimensi mutu Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi operasional Waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah tenggang waktu mulai pasien
menyerahkan resep sampai dengan menerima obat jadi
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat jadipasien yang disurvey
dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang disurvey dalam bulan tersebut
Sumber data Survey
Standar < 30 menit
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab farmasi

b. Waktu tunggu pelayanan obat racikan


Indikator Waktu tunggu pelayanan obat racikan
Dimensi mutu Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi operasional Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai
pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat racikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan pasien yang
disurvey dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang disurvey dalam bulan tersebut
Sumber data Survey
Standar < 60 menit
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab farmasi

2. Tidak ada kejadian kesalahan pemberian obat


Indikator Tidak ada kejadian kesalahan pemberian obat
Dimensi mutu Keselamatan dan kenyamanan
Tujuan Tergambarnya kejadian kesalahan dalam pemberian obat
Definisi operasional Kesalahan pemberian obat meliputi :
1. Salah dalam memberikan jenis obat
2. Salah dalam memberikan dosis
3. Salah orang
4. Salah jumlah
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah seluruh pasien di pelayanan farmasi yang disurvey dikurangi
jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat
Denominator Jumlah seluruh pasien di pelayanan farmasi yang disurvey
Sumber data Survey
Standar 100 %
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab farmasi

3. Kepuasan Pelanggan
Indikator Kepuasan pelanggan pada pelayanan farmasi
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan farmasi yang mampu memberikan
kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien di pelayanan farmasi
yang dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien di pelayanan farmasi yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >80%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab farmasi

4. Penulisan resep sesuai formularium


Indikator Penulisan resep sesuai formularium
Dimensi mutu Efisiensi
Tujuan Tergambarnya efisiensi pelayanan obat kepada pasien
Definisi operasional Formularium obat adalah daftar obat yang digunakan di puskesmas
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah resep yang diambil sebagai sampel yang sesuai dengan
formularium dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh resep yang diambil sebagai sampel dalam satu bulan (n
minimal 50)
Sumber data Survey
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab farmasi

V. Gizi
1. Tidak ada kejadian kesalahan pemberian diet
Indikator Tidak ada kejadian kesalahan pemberian diet
Dimensi mutu Keselamatan dan efisiensi
Tujuan Tergambarnya kejadian kesalahan pemberian diet di pelayanan gizi
Definisi operasional Kesalahan dalam memberikan diet adalah kesalahan dalam memberikan
jenis diet.
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah pemberian diet yang disurvey dikurangu jumlah pemberian diet
yang salah
Denominator Jumlah seluruh pasien pasien yang disurvey dalam satu bulan
Sumber data Survey
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab gizi

2. Kepuasan pelanggan

Indikator Kepuasan pelanggan pada pelayanan gizi


Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan gizi yang mampu memberikan kepuasan
pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien di pelayanan gizi
yang dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien di pelayana gizi yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >80%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab gizi

VI. Laboratorium
1. Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium
Indikator Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium
Dimensi mutu Efektifitas, kesinambungan pelayanan, afisiensi
Tujuan Tergambarnya kecepatan pelayanan laboratorium
Definisi operasional Pemeriksaan laboratorium yang dimaksud adalah pelayanan
laboratorium rutin dan kimia darah. Waktu tunggu hasil pelayanan
laboratorium adalah tenggang waktu mulai pasien diambil sampel
sampai dengan menerima hasil pemeriksaan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu hasil pelyanan laboratorium pasien yang
disurvey dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium yang di survey dalam
bulan tersebut
Sumber data Survey
Standar < 140 menit (manual)
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab laboratorium

2. Tidak adanya kesalahan penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium


Indikator Tidak adanya kesalahan penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
Definisi operasional Kesalahan penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium adalah
penyerahan hasil laboratorium kepada orang yang salah
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah seluruh pasien yang diperiksa di laboratorium dalam satu bulan
dikurangi jumlah penyerahan hasil laboratorium salah orang dalam satu
bulan
Denominator Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium dalam satu bulan
Sumber data Rekam medik
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab laboratorium

3. Kepuasan pelanggan
Indikator Kepuasan pelanggan pada pelayanan laboratorium
Dimensi mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan laboratorium yang mampu memberikan
kepuasan pelanggan
Definisi operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan pasien di pelayanan
laboratorium yang dilakukan survey
Denominator Jumlah seluruh pasien di pelayana laboratorium yang dilakukan survey
Sumber data Survey
Standar >80%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab laboratorium

VII. Rekam Medik


1. Kelengkapan pengisian rekam medik setelah selesai pelayanan
Indikator Kelengkapan pengisian rekam medik setelah selesai pelayanan
Dimensi mutu Kesinambungan pelayanan dan keselamatan
Tujuan Tergambarnya tanggung jawab tenaga medis dalam kelengkapan
informasi rekam medik
Definisi operasional Rekam medik yang lengkap adalah, rekam medik yang telah diisi
lengkap oleh tenaga medis setelah selesai pelayanan rawat jalan yang
meliputi identitas, anamnesis, rencana asuhan, pelaksanan asuhan,
tindak lanjut dan resume
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah rekam medik yang disurvey dalam satu bulan yang diisi lengkap
Denominator Jumlah seluruh rekam medis yang disurvey dalam satu bulan
Sumber data Survey
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab rekam medik

2. Kelengkapan Informed Concent setelah mendapat informasi yang jelas


Indikator Kelengkapan Informed Concent setelah mendapat informasi yang jelas
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya tanggung jawab tenaga medis dalam memberikan
informasi kepada pasien dan mendapatkan persetujuan dari pasien untuk
tindakan medik yang akan dilakukan
Definisi operasional Informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien /keluarga
pasien atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan
dilakukan terhadap pasien tersebut.
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah pasien yang mendapat tindakan medik yang disurvey
mendapatkan informasi lengkap sebelum memberikan persetujuan
tindakan medik dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang mendapat tindakan medic yang disurvey dalam satu
bulan
Sumber data Survey
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab rekam medik

3. Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan


Indikator Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan
Dimensi mutu Efektifitas, kenyamanan, efisiensi
Tujuan Tergambarnya kecepatan pelayanan pendaftaran rawat jalan
Definisi operasional Dokumen rekam medik rawat jalan adalah dokumen rekam medik pasien
baru atau pasien lama yang digunakan pada pelayanan rawat jalan.
Waktu penyediaan dokumen rekam medik mulai pasien mendaftar
sampai rekam medik disediakan/ditemukan oleh petugas
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif waktu penyediaan rekam medik sampel rawat jalan
yang diamati
Denominator Total sampel penyediaan rekam medik yang diamati (n tidak kurang dari
100)
Sumber data Survey
Standar < 10 menit
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab rekam medik

VIII. Pengelolaan Limbah Padat


Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai standart
Indikator Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai standart
Dimensi mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya mutu penanganan limbah padat infeksius di puskesmas
Definisi operasional Limbah padat infeksius adalah sampah padat akibat proses pelayanan
yang mengandung bahan bahan tercemar jasad renik yang dapat
menularkan penyakit dan/atau dapat mencederai, antara lain:
1. Sisa jarum suntik
2. Sisa ampul
3. Kasa bekas
4. Sisa jaringan
Pengelolaan limbah padat infeksius harus dikelola sesuai dengan aturan
dan pedoman yang berlaku
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah limbah padat infeksius yang dikelola sesuai standar prosedur
operasional yang disurvey
Denominator Jumlah total proses pengelolaan limbah padat yang disurvey
Sumber data Survey
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab pemeliaharaan lingkungan
IX. Pelayanan pemeliharaan sarana puskesmas
1. Ketepatan waktu pemeliharaan alat
Indikator Ketepatan waktu pemeliharaan alat
Dimensi mutu Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan Tergambarnya ketepatan dan ketanggapan dalam pemeliharaan alat
Definisi operasional Waktu pemeliharaan nalat adalah waktu yang menunjukan periode
pemeliharaan /service tiap tiap alat sesuai dengan waktu yang ditetapkan
Frekuensi pengumpulan data Sebulan sekali
Periode analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah alat yang dilakukan pemeliharaan tepat waktu dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh alat yang seharus dilakukan pemeliharaan tepat waktu
dalam satu bulan
Sumber data Register pemeliharaan alat
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penanggung jawab pemeliharaan alat

2. Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan terkalibrasi
tepat waktu sesuai ketentuan kalibrasi
Indikator Peraltan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan
terkalibrasi tepat waktu sesuai ketentuan kalibrasi
Dimensi mutu Efektifitas, keselamatan
Tujuan Tergambarnya akurasi pelayanan
Definisi operasional Kalibarasi adalah pengujian kembali terhadap kelayakan peralatan
Frekuensi pengumpulan data Satu tahun
Periode analisa Satu tahun
Numerator Jumlah seluruh alat yang di kalibrasi tepat waktu dalam satu tahun
Denominator Jumlah seluruh alat yang harus dikalibrasi tepat waktu dalam satu tahun
Sumber data Registrasi pemeliharaan alat
Standar 100%
Penanggung jawab pengumpul data Penaggung jawab pemeliharaan alat

X. Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI)


Tersedia APD disetiap unit pelayanan
Indikator Tersedianya APD (Alat Pelindung Diri) disetiap unit pelayanan
Dimensi mutu Mutu pelayanan, keamanan pasien, petugas dan pengunjung
Tujuan
Definisi operasional APD adalah alat standar yang digunakan untuk melindungi tubuh pasien,
petugas dan pengunjung dari penularan penyakit di puskesmas, seperti
masker, sarung tangan karet, boots dan penutup kepala
Frekuensi pengumpulan data Setiap hari
Periode analisa Satu bulan
Numerator Jumlah unit pelayanan yang menyediakan APD
Denominator Jumlah seluruh unit pelayanan di puskesmas
Sumber data Survey
Standar >60%
Penanggung jawab pengumpul data Tim Keselamatan Pasien

KEPALA PUSKESMAS MAJASARI,


EUIS JUBAEDAH