You are on page 1of 13

MAKALAH ILMU TEKNOLOGI

“MALARIA”
DOSEN PEMBIMBING : AGUS WIWIT S, S.Kep Ns, M.Kep

DI SUSUN OLEH :
MELYNA SEPTIYANI (201601042)

PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN
AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO
JL.Ciptomangunkusumo No.82 A Ponorogo
Tahun Ajaran 2017/2018

Kedua orang tua kami yang senantiasa memberi dukungan baik secara moril maupun materil selama proses pembuatan makalah ini. bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Dosen mata kuliah Ilmu Teknlogi yakni Bapak Agus Wiwit S.Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat. S. Oleh karena itu. 2. kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1.Oleh karena itu. baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. M.Kep yang telah banyak meluangkan waktu guna memberikan bimbingan kepada kami dalam penyusunan makalah ini.Kep Ns. 3. 22 Juli 2017 Penyusun ii . Teman-teman mahasiswa tingkat 2A Program Studi DIII Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ponorogo angkatan 2016/2017 yang selalu memberikan dukungan dan saran serta berbagi ilmu pengetahuan demi tersusunnya makalah ini. Ponorogo. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Makalah Malaria”. kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Individu dalam mata kuliah IlmuTeknologi Dalam menyusun makalah ini kami banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak.

........2 Penyebab .... 7 3................................................................2 Saran .........1 Definisi ................................................................................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN 2............ 3 2......4 Pencegahan ... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................... 3 2.....................................................................5 Faktor........6 Respon Imun ............................... 4 2..............1 Latar Belakang . iii BAB I PENDAHULUAN 1....................... 5 BAB III PENUTUP 3...................1 Simpulan ....................3 Gejala ............................................... 2 2............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 1 1...............................7 Kekebalan Bawaan......................... 7 DAFTAR PUSTAKA iii ..................................................................................................................................................... ii DAFTAR ISI ..........................................................................................................................2 Tujuan Penulisan ................... 2 2....................................................... 4 2...............................

.

balita. 2014) 1. 3. ( Gusra.4 Menurut Harijanto pada tahun 2010. didaerah endemis di Afrika dan Asia. Malaria merupakan masalah kesehatan di daerah tropis dan subtropik seperti Brazil. Sebagian besar kematian terjadi pada anak . dan ibu melahirkan serta menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). 1 . Irawati. BAB I PENDAHULUAN 1.300 juta orang dengan angka kematian sekitar 1 juta orang pertahun diseluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles yang juga berfungsi sebagai inang parasit ini. & Sulastri.1 Latar Belakang Malaria merupakan penyakit yang mengancam jiwa dan banyak menyebabkan kematian.anak dan orang dewasa non imun. malaria adalah penyakit infeksi utama di dunia yang menginfeksi sekitar 170 . seluruh sub saharaAfrika dan Asia Tenggara karena mempengaruh iangka kesakitan bayi.2 Rumusan masalah Dari rumusan masalah dari latar belakang di atas mahasiswa merumuskan mengenai penyakit dan masalah-masalah akibat dari gigitan nyamuk malaria yang sangat mengancam jiwa. Penyakit ini ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah dan parasit ini menyerang eritrosit.

BAB II PEMBAHASAN 2. dan masingmasing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda.PhD) 2. malaria tertiana yang disebabkan oleh P. disebabkan oleh P. Yang pertama adalah malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika atau biasa disebut demam rimba (jungle fever). serta kematian. penyakit malaria sebenarnya merupakan suatu penyakit ekologis. Jenis malaria ketiga adalah paling ringan. malaria kuartana yang disebabkan oleh P. Kedua. Parasit ini menghalangi jalan darah ke otak. Bersama dengan demam berdarah dengue (DBD). kaki gajah (limfatik filariasis). (Wahid.2 Penyebab Penyakit malaria memiliki empat jenis. disebabkan oleh P. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi lingkungan yang memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak dan berpotensi melakukan kontak dengan manusia dan menularkan parasit malaria. malaria termasuk ke dalam mosquito-borne diseases. Ovale.1 Definisi Malaria merupakan penyakit parasitik yang ditularkan oleh protozoa Plasmodium spp dan menyebabkan demam yang bersiklus akibat yang khas dan berhubungan dengan siklus replikasi aseksual parasit di dalam sel darah merah penderita yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles spp. Falciparum. Vivax. mengigau. Jenis keempat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan adalah malaria ovale. Malariae. Malaria ini adalah penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. menyebabkan koma. chikungnya dan Japanese encephalitis. Walaupun ditularkan oleh nyamuk. (ARSIN. 2012) 2 .

kehilangan nafsu makan.vivax lainnya. biasanya penderita merasa lemah. 14 hari (8-17 hari) untuk malaria vivax. Masa tunas paling pendek dijumpai pada malaria falciparum. 3 2. memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.malariae). di ulu hati. mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk. dengan minum obat dua hari sudah sembuh. menggunakan pembasmi nyamuk baik bakar. Akan tetapi masyarakat setempat biasanya sudah imun dengan kejadian malaria. Malaria yang disebabkan oleh beberapa strain P. masa tunas bisa menjadi lebih lama karena pemakaian obat anti malaria untuk pencegahan (kemoproflaksis). 2015) . Gejala yang khas tersebut biasanya ditemukan pada penderita non imun. masa tunas adalah 12 hari (9-14) untuk malaria falciparum. Selain pengaruh spesies dan strain. yang penularannya melalui gigitan nyamuk. Disamping itu masyarakat juga perlu mengetahui cara melakukan pencegahan atau memproteksi diri dan keluarganya untuk menghindari gigitan malaria. diselingi oleh suatu periode yang penderitanya bebas sama sekali dari demam disebut periode laten. semprot maupun lainnya.3 Gejala Gejala malaria terdiri dari beberapa serangan demam dengan interval tertentu (disebut parokisme). atau muntah semua gejala awal ini disebut gejala prodormal. Sebelum timbulnya demam. Masa tunas malaria sangat tergantung pada spesies Plasmodium yang menginfeksi. 28 hari (18-40 hari) untuk malaria kuartana dan 17 hari (16-18 hari) untuk malaria ovale. Pengetahuan mereka tidak benar dan menimbulkan persepsi yang salah sehingga menyulitkan dalam pengobatan. dan terpanjang pada malaria kuartana (P. merasa mual. 2012) 2. (ARSIN. karena malaria dianggap tidak berbahayadan apabila sakit. (Suharjo.vivax tertentu mempunyai masa tunas yang lebih lama dari strain P. mengeluh sakit kepala.4 Pencegahan Pencegahan malaria di daerah endemis dapat dilakukan atas peran serta dan kesadaran masyarakat setempat. Misalnya menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur. letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak. Pada malaria yang alami.

suhu udara. . dengan vektor yang bersifat eksofilik dan eksofagik akan mempermudah gigitan nyamuk.5 Faktor Faktor penentu penularan malaria dibedakan atas dua kategori yang dibedakan dalam dua kategori besar. Pada malaria terdapat kekebalan bawaan (alam) dan kekebalan didapat. lama siklus sporogonik dalam tubuh nyamuk. rata-rata kemampuan hidup harian pada nyamuk.6 Respon Imun Kekebalan pada malaria merupakan suatu keadaan kebal terhadap infeksi dan berhubungan dengan proses-proses penghancuran parasit atau terbatasnya pertumbuhan dan perkembangbiakan. menggunakan kelambu. memasang kawat kassa di rumah dan menggunakan obat nyamuk. Pertama. faktor-faktor yang berpengaruh langsung. kekeringan. perubahan pola menggigit vektor. Kedua. rata-rata gametosit Plasmodium pada populasi. importasi parasit malaria lewat perpindahan penduduk dan migrasi penduduk yang non imun.4 2. curah hujan. 2013) 2. Kebiasaan berada di luar rumah sampai larut malam. (Solikhah. Tingkat kesadaran masyarakat tentang bahaya malaria akan memengaruhi kesediaan masyarakat untuk memberantas malaria antara lain dengan menyehatkan lingkungan. rata-rata nyamuk menggigit manusia dalam sehari. pengelolaan lingkungan buatan. meliputi lingkungan dan iklim. faktor-faktor tidak langsung. kelembaban.

5 Mekanisme respon imun yang didapat yang disebutkan di atas berlangsung sangat kompleks dan belum sepenuhnya dimengerti. Enzim G-6-PD merupakan enzim yang menyebabkan hemolytic anemia. Tahap kedua ini bersifat spesifik untuk spesies dan stadium parasit malaria tertentu. Tahap pertama Menghasilkan kemampuan untuk membatasi kelainan klinis. terutama pada P. ( Mading & Yunarko. Beberapa kelainan pada ertirosit sepertiovalositosis.7 Kekebalan Bawaan Kekebalan bawaan pada malaria merupakan suatu sifat genetik yang sudah ada pada hospes. Namun secara kronologis. defisit enzim ini merupakan kelainan dari proses reaksi biokimia di dalam tubuh. Dengan percobaan secara in vitro yang dilakukan oleh Miller et al. tidak berhubungan dengan infeksi sebelumnya. falciparum. 2014) 2. Namun aktivitas G-6-PD dari sel hospes tidak dipengaruhi oleh enzim dari parasit. 4) Defisit G-6-PD (Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase) pada eritrosit dapat melindungi organ terhadap infeksi berat P. falciparum oleh karena pada tekanan O2 yang lebih rendah dalam kapiler alat-alat dalam Hb S dapat mengubah bentuk eritrosit (bentuk sabit) dan parasitnya tidak dapat hidup serta mudah difagositosis.13. vivax oleh karena mempunyai golongan darah Duffy (-) ditandai sebagai Fy (a-b-). protein ini merupakan bagian atau keluarga dari kemokin reseptor dan reseptor ini bersifat khusus pada parasit malaria tertentu. 2) Orang Negro di Afrika Barat relatif kebaln terhadap P. sickle cell. misalnya : 1) Manusia tidak dapat diinfeksi oleh parasit malaria pada burung atau binatang pengerat. 2. dan terutama bekerja terhadap stadium aseksual dalam sel darah merah. thalasemia á. Tahap kedua Menghasilkan kemampuan untuk menekan jumlah parasit di dalam darah.14 3) Orang yang mengandung Hb S heterozigot lebih kebal terhadap infeksi P. kemungkinan 90% tidak akan menderita malaria berat. Pada beberapa studi in vitro menunjukkan parasit malaria kurang dapat tumbuh baik pada sel dengan defesiensi G-6-PD dibandingkan pada sel . falciparum. Protein duffy memainkan peranan pada peradangan dan infeksi malaria. mungkin Duffy (+) merupakan reseptor untuk P.15 Demikian pula pada orang dengan beta-thalassemia dan hemoglobin fetal yang menetap (Hb F). walaupun jumlah parasit di dalam darah masih tinggi. vivax. Orang yang mengandung HB S heterozigot bila terinfeksi P. Kejadian kelainan eritrosit ini rata-rata prevalensinya tinggi ditemukan padadaerah-daerah endemis malaria. Vivax. thalasemia â. Defisit Enzim G-6-PD ini menyebabkan parasit malaria yang merupakan parasit intraselluer menjadi sensitif dengan perubahan oksidatif dalam hubungannya dengan reaksi biokimia. imunitas yang didapat ini berlangsung dalam dua tahap: 1. vivax. dan defesiensi G-6-PD juga sering dihubungkan dengan mekanisme perlindungan terhadap malaria. Namun ternyata kemudian stadium lain juga bersifat imunogenik sehingga infeksi yang alami terjadi juga antibodi terhadap sporozoit dan bentuk-bentuk lain dalam stadium seksual yang telah dijelaskan di atas. eritrosit yang mengandung darah duffy negatif Fy(a-b-) tidak dapat di invasi oleh P.

16.6 yang normal. Indonesia dan Pasifik Barat (Papua Nugini. 2014) . dimungkinkan adanya kelainan reaksi biokimia di dalam sel darah merah sehingga merozoit menjadi terganggu dalam produksi DNA dan RNA. Mekanisme dari sifat resisten ini belum jelas.falcipatum dan P. Kepulauan Solomon dan Vanuatu) relatif kebal terhadap infeksi P. 2. Vivax. karena mudah difagositosis ketika melawati limpa. 8 No. 5) Penderita Southeast Asian Ovalocytosis (SAO) di Malaysia.2. Eritrosit ovalositik juga lebih tahan terhadap serangan merozoit jika dibandingkan dengan eritrosit normal..17 Penderita defesiensi enzim G6PD heterozigot dan hemozigot akan terproteksi sampai 50% terhadap malaria berat. sehingga terjadi penurunan multiplikasi pada sel hospes. urnal Vektor Penyakit. Vol.12 Ovalositosis dihubungkan mampu tahan terhadap serangan malaria. (Mading & Yunarko. ini dikarenakan adanya afinitas ankirin ke molekul band yang kuat dan menurunkan daya gerak sitoskeleton bagian lateral yang menyebabkan merozoit kurang mampu untuk melekat ke eritrosit yang ovalositik.

yang kedua menggunakan mikroskop flouresensi dengan melihat asam nukleat yang terdapat diparasit. yaitu melalui gigitan langsung nyamuk anopheles dan secara tidak alami yaitu secara bawaan dan secra mekanik. Gejala klinis penyakit ini terdiri dari 3 tahap. anemia dan splenomegali. Diagnosanya dapat dilihat dari manifestasi klinis yaitu terjadinya demam. BAB III PENUTP 3. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam. yaitu nyamuk Anopheles. Terdapat beberapa parasit yang dapat menyebabkan penyakit malaria. agar dalam pembuatan makalah kami selanjutnya dapat lebih baik dari sebelumnya. maka saya sebagai penulis menyadari bahwa banyaknya kesalahan dalam pembuatan makalah ini. Malaria ini dapat menyebabkan rasa sakit. Penularan penyakit ini bias secara alami. vivax. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan lima metode. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari para pembaca sekalian. malaria dan ovale. Parasit ini menggunakan nyamuk sebagai hospes definitifnya. periode panas dan periode berkeringat. 3. yang keempat menggunakan dip-stick yaitu identifikasi antigen parasit malaria yang terdapat dalam serum sampel. pLDH dan aldolase dan lewat pemeriksaan mikroskopik yaitu melihat morfologi sel darah merah yang terinfeksi dan melihat asam nukleat pada parasit. yang kelima dengan menggunakan PCR yaitu dengan menggandakan sekuens DNA/RNA yang spesifik dengan menggunakan primer oligonukleotida yang spesifik pula lalu dibaca menggunakan elektroforesis. yaitu yang pertama menggunakan mikroskopik cahaya dengan melihat morfologi eritrosit yang terinfeksi.1 Kesimpulan Malaria merupakan penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah. 7 .2 Saran Dengan terselesaikannya makalah yang saya buat ini. menggigil. yaitu plasmodium falciparum. yaitu periode dingin. gangguan otak hingga menyebabkan kematian. imunnoserologi yaitu ditemukannya antigen HRP-2. yang ketiga dengan menggunakan metode rapid test yaitu identifikasi antigen yang terdapat pada serum sampel.

.

Irawati. Vol. (2014). T.. No. Respon Imun terhadap Infeksi Parasit Malaria.thn. MALARIA DI INDONESIA.). DAFTAR PUSTAKA Gusra. Mading. 2 .. & Sulastri. A. 2. No. Vol.PhD. (2014). 7.. Media Litbangkes. (Juli 2013). H. (2013). 24- 25. D. Mading. I.. D.. 1. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. JURNAL ILMU-ILMU KESEHATAN SURYA MEDIKA Volume 9. & Yunarko. Vol. 25 No. Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Masyarakat. Suharjo. (Desember 2015). Majority Volume 4. (2012). R. R. 2. PT. Jurnal Vektor Penyakit. A. 46-47. 9. Suarsyaf. MALARIA. Identifikasi Vektor Malaria. ARSIN. Solikhah. Jurnal Kesehatan Andalas. d. W. N. Wahid. 48-49.. 98. MAKASAR: MASAGENA PRESS. M. Z. ANALISIS FAKTOR- FAKTOR KEJADIAN KONSTIPASI PADA. . Respon Imun terhadap Infeksi Parasit Malaria. Gambaran Penyakit Malaria di Puskesmas Tarusan dan Puskesmas Balai. M.. 405-406. (2015).Gankken. (2014)... & Sumekar RW. Pengaruh Terapi Pijat terhadap Konstipasi. (t. & Yunarko. 8 No. urnal Vektor Penyakit.