You are on page 1of 20

FITOFARMAKA

“UJI PRAKLINIK ANTIHIPERURISEMIA SECARA IN VIVO PADA MENCIT
PUTIH JANTAN GALUR BALB-C DARI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzigium
polyanthum Walp) DAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)”

Disusun Oleh :
Indah Berliana (14330109)
Destia Dwi (14330110)
Heny Luthfiany (14330111)
Rizky Wulandari (14330114)

PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA SELATAN
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah Kimia Bahan
Pangan dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima
kasih pada Bu Melova selaku Dosen mata Makalah Kosmetik dan Teknologi Kosmetika yang
telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai Fermentasi Yoghurt. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Jakarta , November 2017

Penyusun

tapi jika kadar asam urat berlebih.3 mg/ dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59. Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut. memiliki aktivitas antihiperurisemia .5 g/kg BB mampu menurunkan kadar asam urat yang setara dengan allopurinol dosis 10 mg/kg BB (Ariyanti. Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan.6 mg/dL (~214µmol/L) dan 8. Berbagai sayuran dan buah- buahan juga terdapat purin. Belimbing wuluh dilaporkan oleh Muhtadi dkk. bengkak dan meradang. Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi.48 µmol/L). Pada manusia. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. 2007). 2002).25 g/ kg BB mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah mencit putih jantan secara efektif (Handadari. asam urat adalah produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida purina. Pemanfaatan obat tradisional atau jamu di Indonesia pada hakekatnya merupakan bagian kebudayaan bangsa Indonesia. belum banyak diketahui senyawa kimia apa yang bertanggung jawab terhadap khasiat obat tradisional tersebut (Wijayakusuma. Hasil penelitian sebelumnya. Selain itu. BAB I PENDAHULUAN Asam urat adalah senyawa turunan purina dengan rumus kimia C5H4N4O3 dan rasio plasma antara 3. Sedangkan infusa daun Salam pada dosis 2. sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat menjadi alantoin. karena penumpukan bahan purin ini. ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Purin diolah tubuh menjadi asam urat. Kadar asam urat yang berlebih dapat menimbulkan batu ginjal dan/atau pirai di persendian (Hediger. hyperuricemia) atau kekurangan (hipourisemia. 2007). Kelebihan (hiperurisemia. 2004). Meskipun secara empiris obat tradisional mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita.. Akibatnya sendi terasa nyeri. menunjukkan bahwa dekokta daun salam pada dosis 1. Dengan kata lain. hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia. Keuntungan dari penggunaan obat (ramuan) tradisional pada prinsipnya adalah efek samping yang relatif kecil dibandingkan obat modern. dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini. tetapi khasiat dan kemampuannya belum banyak dibuktikan secara ilmiah maupun klinis. lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.

2010). dan Belimbing Wuluh. tempuyung dan jinten hitam dengan nilai penurunan sebesar 78.. .06% (Muhtadi dkk. Tulisan ini menjelaskan tentang pengujian aktivitas antihiperurisemia secara in vivo pada mencit putih jantan galur Balb-C dari ekstrak air daun Salam.yang cukup kuat dibandingkan dengan meniran. baik dosis tunggal maupun dosis kombinasi.

1. Tumbuhan Salam (Syzygium polyanthum) Salam adalah nama tumbuhan yang merupakan penghasil rempah dan merupakan salah satu tanaman obat di Indonesia (Joshi dkk. Gambar 1. Daun salam muda dan tua Beberapa nama yang dimiliki oleh tumbuhan ini yaitu ubai serai (Melayu). 2000). manting (Jawa). Tumbuhan salam (Gambar 1) merupakan tumbuhan yang banyak ditanam untuk menghasilkan daunnya (Versteegh. Nama ilmiah dari tumbuhan ini yaitu Syzygium polyanthum (Wight. 2003 sebagai berikut: Kingdom : Plantae Superdivisi : Spermatophyta Class : Dicotyledoneae Order : Myrtales Family : Myrtaceae Genus : Syzygium Species : Syzygium polyanthum (Wight.) Walp 2.. Tumbuhan salam termasuk dalam tumbuhan menahun atau . Pohon salam dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 2006). 2012). Klasifikasi Tumbuhan Salam Adapun klasifikasi tumbuhan salam menurut van Steenis.800 m (Dalimarta. dan gowok (Sunda).) Walp atau Eugenia polyantha Wight (Enda.000 m di atas permukaan laut. Biologi Tumbuhan Salam Tumbuhan salam tumbuh di ketinggian 5 m sampai 1. 2009).

Salah satu golongan flavonoid yaitu rotenon. 2003). Panjang tangkai daun 5 mm sampai 12 mm (Dit Jen POM. Biji memiliki sedikit atau tanpa endosperm. dan terdapat 6 sampai 10 urat daun lateral. 2000). Memiliki tinggi berkisar antara 18 m hingga 27 m dan biasanya tumbuh liar di hutan. yang kadang-kadang menjadi bagian bunga. kadang- kadang berkelopak berhadapan dengan daun-daun mahkota. Tumbuhan salam merupakan pohon atau perdu. dengan 1-8 bakal biji dalam tiap ruang. Senyawa flavonoid dapat menghambat transportasi asam amino leusin dan bersifat toksisitas terhadap serangga (BBPPTP Ambon. 2012). Cara percabangan batangnya monopodial. memiliki rasa agak sepat (Dalimartha. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau muda dan jika diremas berbau harum (Dalimartha. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan bentuk batang bulat dan permukaan yang beralur. 2013). Kandungan Kimia Daun Salam Daun salam mengandung minyak atsiri (sitral. 2000. batang pokok selalu tampak jelas. 2000). 2012). Fahrurozy. Bunganya memiliki banyak benang sari. 2010). Tumbuhan salam memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting. Buahnya termasuk buah buni dengan diameter 8-9 mm. 1980). 2009. bengkok atau melingkar (van Steenis.tumbuhan keras karena dapat mencapai umur bertahun-tahun (Sumono dan Wulan. Bakal buah tenggelam dan mempunyai 1 tangkai putik. lembaga lurus. Daun salam memiliki bentuk daun yang lonjong sampai elip atau bundar telur sungsang dengan pangkal lancip. batangnya berkayu biasanya keras dan kuat. 2000). kadang-kadang berlekatan. lebar 35 mm sampai 65 mm. eugenol). Buah yang masih muda berwarna hijau dan setelah masak menjadi merah gelap. Daun salam merupakan daun tunggal yang letaknya berhadapan.. beruang 1 sampai banyak. dkk. mempunyai efek mematikan pada serangga (Utami. dan flavonoid (Dalimartha. tanin. Bunga tumbuhan salam kebanyakan adalah bunga banci dengan kelopak dan mahkota masing-masing terdiri atas 4-5 daun kelopak dan jumlah daun mahkota yang sama. . Sumono dan Wulan. berwarna putih dan baunya harum (Dalimartha. 3. 2009). sedangkan ujungnya lancip sampai tumpul dengan panjang 50 mm sampai 150 mm. Tangkai sari berwarna cerah. Memiliki arah tumbuh cabang yang tegak (Fahrurozy.

Kegunaan Tumbuhan Salam Bagian utama yang dimanfaatkan dari tumbuhan salam adalah daun. akar. Aktivitas biologi minyak atsiri terhadap serangga dapat bersifat menolak (repellent). dan buah juga berkhasiat sebagai obat. racun kontak (toxic). kulit batang. 4. sakit maag. Selain itu senyawa tanin berpengaruh pada serangga dalam hal oviposisi (BBPPTP Ambon. dan diare (Dalimartha. racun pernafasan (fumigant). Pengertian Belimbing Wuluh Belimbing wuluh merupakan salah satu spesies dalam keluarga belimbing (Averrhoa). B. mengurangi nafsu makan (antifeedant). menghambat petumbuhan.. menghambat peletakan telur (oviposition deterrent). Sedangkan senyawa tanin memiliki rasa yang pahit sehingga dapat menyebabkan mekanisme penghambatan makan pada serangga (Utami. Belimbing Wuluh 1. 2012). menarik (attractant). Tanaman ini tumbuh baik di negara asalnya sedangkan di Indonesia banyak dipelihara di pekarangan dan kadang-kadang tumbuh secara liar di ladang atau tepi hutan. tekanan darah tinggi. Diperkirakan tanaman ini berasal dari daerah Amerika tropik. Klasifikasi belimbing wuluh (Avverhoa bilimbi L) sebagai berikut: Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Sub kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Roidae Ordo : Geraiales Famili : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan) Genus : Averrhoa Spesies : Averrhoa bilimbi L . menurunkan fertilitas. dkk. 2010). kencing manis. serta sebagai antiserangga vektor (Hartati. selain itu. Daun salam dapat digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi. 2013). 2000).

batuk rejan. anti radang. gondongan. bunga serta buahnya menempel pada batang. kari. warna hijau saat muda dan berubah kuning kehijauan setelah tua. 4. Ia merupakan asam tribasa. Bunga belimbing wuluh muncul pada batangnya. berbentuk silinder dengan panjang 5 sampai dengan 7. . dan beberapa mineral terutama kalsium dan kalium dalam bentuk kalium sitrat dan kalium oksalat. Buah belimbing wuluh ini juga digunakan untuk membersihkan logam dan menghilangkan karat. Manfaat buah belimbing wuluh digunakan untuk pembuatan acar. dan untuk ramuan berbagai macam obat tradisional (misalnya obat gangguan kulit dan demam)7. pegal linu. dan diawetkan dalam bentuk sirup. berbunga sepanjang tahun. Daun berbentuk lanset dan berwarna ungu. panjang kelopak 6 mm. warna merah. peluruh kencing. banyak tonjolan. jerawat. sariawan. Akar tunggang. anak daunnya berjumlah antara 10 sampai dengan 20 pasang. Bunga belimbing wuluh hampir sama dengan bunga mentimun. bentuk malai. warna coklat kehitaman2. Berkhasiat menghilangkan rasa sakit. Daging buah belimbing wuluh mempunyai biji dan panjangnya sekitar 8 cm3. Ciri-ciri Belimbing Wuluh Tanaman berbentuk pohon dengan tinggi 5-10 m. Biji berbentuk lanset atau segitiga. memperbanyak pengeluaran empedu. tidak berhidrat pada suhu 550 dan melebur pada suhu 1600. Kandungan Senyawa Kimia Buah belimbing wuluh (Avverhoa bilimbi L) mengandung senyawa kimia yaitu asam format. tanin. Sitrat normal dari logam-logam alkali mudah larut dalam air. permukaan kasar. dan karenanya menghasilkan tiga deret garam. astrigen. 3. Rasa asam belimbing wuluh terutama ditentukan oleh asam sitrat4.2. Batang tegak. warna hijau kotor. dan panu6. Asam sitrat adalah zat padat kristalin yang sangat larut dalam air. Bunga majemuk. asam sitrat. Daunnya majemuk. Khasiat dan Manfaat Sifat kimiawinya rasa asam dan bersifat sejuk.5 cm. sitrat logam lainnya larut sangat sedikit5. glukosid. rematik. tumbuh ditonjolan batang atau cabang. Tanaman ini memiliki pohon yang kecil. asam askorbat (Vitamin C). saponin. mengobati hipertensi. flavonoid. bercabang.

insidensi kumulatifnya adalah 4%. 2013). Gen PPARγ berperan dalam meningkatkan kadar asam urat. kelainan atau penyakit lain sebagai penyebab hiperurisemia sekunder. dari 8. Hiperurisemia juga berhubungan dengan usia. ambang normalnya dalam darah adalah 7. Prevalensi hiperurisemia berbeda-beda pada setiap golongan umur dan meningkat pada usia 30 tahun pada pria dan usia 50 tahun pada wanita (Liu et al.7 mg/dL darah (Soeroso dan Algristian. 2011). jenis kelamin. Prevalensi hiperurisemia pada penduduk di Jawa Tengah adalah sebesar 24. 2011).7% pada perempuan (Hensen dan Putra. Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk mengarahkan dan memastikan peyebab hiperurisemia. yakni 5% pada pria dan 3% pada pada wanita. 2012. Untuk laki-laki.342 orang yang diteliti selama 9 tahun.3% pada laki-laki dan 11.C. usia. dan kadar asam urat urin 24 jam (Putra. Hal ini disebabkan oleh karena terjadi proses degeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal. prevalensi hiperurisemia meningkat di atas usia 30 tahun pada pria dan di atas usia 50 tahun pada wanita. 2013). Lee et al. Adapun pada perempuan normalnya adalah 5. pemeriksaan fisik. Pada studi hiperurisemia di rumah sakit akan ditemukan angka prevalensi yang lebih tinggi antara 17- 28% karena pengaruh penyakit dan obat-obatan yang diminum penderita. Dalam penelitian yang dilakukan oleh McAdam-DeMaro et al (2013). 2011). dan pemeriksaan penunjang. keadaan kardiovaskuler dan tekanan darah. Hiperurisemia Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah. . Pemeriksaan penunjang yang rutin dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin asam urat darah. 2007).0 mg/dL. Villegas et al. Penegakkan diagnosa hiperurisemia meliputi anamnesis. glukosa. 2011. pemeriksaan urin rutin. Kejadian hiperurisemia disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik. Saat ini kejadian pasti hiperurisemia di masyarakat masih belum jelas. obesitas dan metabolisme lipid (Lee et al. pembesaran organ limfoid. Anamnesis bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya faktor keturunan. Penurunan fungsi ginjal akan menghambat eksresi dari asam urat dan akhirnya menyebabkan hiperurisemia (Liu et al. kreatinin darah. Pemeriksaan fisik untuk mncari kelainan atau penyakit sekunder seperti tanda-tanda anemia. 2009). tekanan darah. keadaan dan tanda kelainan ginjal serta kelainan pada sendi. berat badan berlebih dan diet (Liu et al. Gen PPARγ berhubungan dengan aktivitas xantin oksidase maupun xantin reduktase.

yaitu peningkatan produksi asam urat. Gustafsson dan Unwin. Asam urat akan meningkatkan dalam darah jika eksresi atau pembuangannya terganggu. akan terjadi penumpukan adipose yang akhirnya akan menyebabkan peningkatan produksi asam urat dan penurunan eksresi asam urat (Lee et al. Jenis kelamin juga mempengaruhi kadar asam urat. Asam urat juga berhubungan dengan berbagai penyakit seperti hipertensi. ayam kalkun dan lain-lain. 2014). ikan asin. 2012. Pada orang yang mengalami obesitas. tubuh mampu mengeluarkan 2/3 asam urat melalui urin (sekitar 300 sampai denga 600 mg per hari). ikan sarden. Purin terdapat dalam semua makanan yang mengandung protein. hiperurisemia atau peningkatan asam urat terjadi akibat beberapa hal. 2013). ikan salmon. Dalam kondisi normal. daging kambing. Contoh makanan yang mengandung tinggi purin adalah jeroan (misalnya. Peningkatan asam urat juga dapat menyebabkan peningkatan C-Reactive Protein (CRP). 2013). Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin dan konsumsi makanan tinggi purin akan mengakibatkan meningkatnya kadar asam urat total (Villegas et al. Sedangkan sisanya dieksresikan melalui saluran gastrointestinal (Soeroso dan Algristian. 2011). dan gabungan keduanya. penyakit kardiovaskular. Prevalensi pria lebih tinggi daripada wanita untuk mengalami hiperurisemia. CRP merupakan biomarker terjadinya inflamasi sistemik. pankreas dan timus). yang kemudian mempermudah terjadinya penyakit metabolik seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular (Krishnan. Sekitar 90 % penderita hiperurisemia mengalami gangguan ginjal dalam pembuangan asam urat ini. ginjal. Peningkatan produksi asam urat terjadi akibat peningkatan kecepatan biosintesa purin dari asam amino untuk membentuk inti sel DNA dan RNA. Hal ini menjelaskan mengapa wanita pada post-menopause memiliki resiko hiperurisemia (Mc Adam-De Maro et al. Hal ini dikarenakan wanita memiliki hormon estrogen yang membantu dalam eksresi asam urat. penurunan eksresi asam urat. sapi. Kadar asam urat serum merupakan refleksi dari perilaku makan. 2013). Berdasarkan patofisiologisnya. 2012). Mekanisme terjadinya hiperurisemia pada penyakit metabolik adalah karena peningkatan kerja ginjal sehingga lama-kelamaan menyebabkan kelelahan ginjal dan menurunkan kerja ginjal sehingga eksresi asam urat berkurang (Jin et al. diabetes mellitus dan berbagai penyakit metabolik lainnya. Obesitas memiliki peran dalam terjadinya hiperurisemian. . Peningkatan produksi asam urat juga bisa disebabkan asupan makanan kaya protein dan purin atau asam nukleat berlebihan. hati.

terjadilah kristalisasi natrium urat di jaringan lunak dan sendi sehingga menimbulkan reaksi inflamasi. Adenosin mula-mula diubah menjadi inosin oleh adenosin deaminase. Diduga metabolit purin diangkut ke hati. Namun. karena manusia tidak memiliki uratase. suatu produk yang larut-air pada mamalia. sebagian besar kasus gout mencerminkan gangguan pengaturan asam urat di ginjal (Murray et al. produk akhir metabolism purin adalah asam urat. Namun. glutamin. Kelebihan asam urat dibuang melalui ginjal dan usus (Sutrani et al. 2004). Manusia mengubah adenosin dan guanosin menjadi asam urat. Purin adalah protein yang termasuk dalam golongan nukleo-protein. Gambar 1. glisin. uratase (uricase) mengubah asam urat menjadi alatoin. asam urat. artritis gout. Selain didapat dari makanan. Selain pada primata tingkat tinggi. Pembuatan atau sintesis purin juga bisa dilakukan oleh tubuh sendiri dari bahan-bahan seperti CO2. 2012). purin juga berasal dari penghancuran sel-sel tubuh yang sudah tua. 2006). dan asam folfat. lalu mengalami oksidasi menjadi asam urat. Sintesis Asam Urat (Jin et al. . Ketika kadar asam urat serum melebihi batas kelarutannya.

9 %. pipa kapiler (Assistent). yellow tip. vortex. Kemudian ekstrak kental yang diproleh dikeringkan dalam Vaccum Dryer dan Vaccum Oven sampai kering. blue tip. sentrifuge (mini spin). . Cina).0 ml (Terumo). Metode Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah spuit injeksi volume 3.0 ml. Darah yang mengalir lewat pipa kapiler ditampung dalam tabung ependorf. Bahan penelitain adalah Ekstrak air daun Salam dan daun Belimbing Wuluh. Hewan percobaan: mencit putih jantan galur Balb-C dengan berat badan rata-rata 30-40 gram dan berumur 2-3 bulan. waktu pengambilan darah. mikrotube sentrifuge (eppendorf). setelah darah menggumpal disentrifus untuk mendapatkan serum. yaitu meliputi: kelompok kontrol negatif / hiperurisemia (potassium oksonat dosis 250 mg/kgBB). Pembuatan Hiperurisemia dilakukan dengan cara menginjeksikan secara intraperitonial potasium oksonat 250 mg/kg BB atau 5 mg/20 g BB pada mencit (Zhao et al. Allopurinol p. timbangan analitik (Presica A-SCS). StarDust FC* 15 (DyaSys) dan kuvet disposibel. 2005). darah diambil lewat mata mencit dengan cara menusuk cabang vena opthalmicus yang terletak pada saccus medianus orbitales dengan pipa kapiler. timbangan mencit kapasitas 2610 gram (Lark.a (Aldrich Chemical Company). Pengambilan darah dilakukan satu jam setelah pemberian sediaan uji atau dua jam setelah induksi hiperurisemia (potassium oksonat dosis 250 mg/kgBB). Ekstraksi dilakukan dengan cara serbuk daun salam atau daun Belimbing Wuluh direbus dengan air sampai volume menjadi separoh dari volume awal. Aquadest dan reagen kit uric acid FS*TBHBA (DyaSys). BAB III METODOLOGI A. alat-alat gelas (Pyrex).. Hewan uji dibagi menjadi beberapa kelompok perlakuan. Pemberian sediaan uji dilakukan satu jam setelah induksi hiperurisemia (potassium oksonat dosis 250 mg/kgBB). dan ekstrak tunggal yang aktif dalam menurunkan kadar asam urat. spuit oral ukuran 15 gauge. Potasium oksonat p. mikropipet ukuran 5-40 µl dan 200-1000 µl. spuit injeksi untuk insulin 1. kontrol positif (allopurinol dosis 10 mg/kgBB). kemudian disaring dan filtrat dievaporasi dengan rotary evaporator (RE) sehingga diperoleh ekstrak kental. NaCl 0. ekstrak air daun salam dan Belimbing Wuluh dosis tunggal (200 mg/kgBB). flakon. Uji pendahulun ini dilakukan untuk tujuan mendapatkan data tentang dosis ekstrak.a (Sigma).

Kadar asam urat ditetapkan berdasarkan reaksi enzimatik menggunakan reagen uric acid FS* TBHBA. . Selanjutnya larutan sampel. Serum darah yang telah dicampur homogen dengan pereaksi uric acid FS* TBHBA diinkubasi selama 10 menit pada suhu 37º C. standart dan blangko dibaca absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometer StartDust FC*15 pada panjang gelombang 546 nm.

7-3. dari hasil tersebut metode dalam penelitian dapat dilanjutkan penelitian selanjutnya yaitu perlakuan dengan ekstrak. Untuk memperkecil variasi biologis. umur 2-3 bulan. Jadi. Hal ini dilakukan agar kondisi hewan uji sama dan untuk mengurangi pengaruh makanan yang dikonsumsi terhadap sediaan iji yang diberikan dalam penelitian. jenis kelamin jantan dan diperlakukan sama yaitu ditempatkan dalam kandang dengan jumlah tiap kandangnya sama dan diberi makanan yang sama serta sebelum diberi perlakuan hewan uji dipuasakan terlebih dahulu selama kurang lebih 2 jam dengan tetap diberi minum ad libitum. 1987). Dan setelah diuji statistik diperoleh hasil bahwa antara kontrol normal dan kelompok potassium oksonat sangat berbeda signifikan yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0.0 mg/dL. yaitu dengan mencari dosis efektif potasium oksonat dalam menaikkan kadar asam urat dari kondisi normal. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit putih jantan (Mus muculus) yang memiliki enzim urikase yang dapat memecah asam urat dengan membentuk produk akhir allantoin yang bersifat mudah larut dalam air (Martin.205 (p > 0.433 mg/dL menjadi 3. maka peneliti melakukan pengendalian terhadap beberapa variabel antara lain dengan cara menggunakan hewan uji yang kurang lebih sama variasi biologisnya yaitu diantaranya dengan berat badan sekitar 30 – 40 gram. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang mengatakan bahwa mencit dikatakan hiperurisemia jika kadar asam urat darahnya berkisar antara 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui bagaimana model hiperurisemia pada mencit putih jantan.05). Dan untuk mengurangi tingkat kestresan hewan uji diadaptasikan dengan kondisi laboratorium selama 7 hari. galur Balb-C.067 mg/kgBB. Dari hasil uji pendahuluan tersebut dapat dilihat bahwa dengan potassium dosis 250 mg/ kgBB telah mampu menikkan kadar asam urat mencit yaitu dari kadar normal dengan rata-rata 1. Pemilihan jenis kelamin jantan lebih didasarkan pada pertimbangan bahwa mencit .

Allopurinol maupun oksipurinol. Metabolit allopurinol-1-ribonukleotida.jantan tidak mempunyai hormone estrogen. masa kehamilan dan menyusui dimana kondisi tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologis hewan uji tersebut. 1990). Kontrol positif yang digunakan adalah allopurinol yaitu salah satu obat pirai atau gout yang sering digunakan dalam pengobatan. Allopurinol merupakan satu-satunya urikostatikum yang saat ini digunakan secara terapeutik. Metode penyarian yang digunakan adalah ekstraksi dengan pelarut air. mungkin bertanggung jawab untuk inhibisi tambahan dari sintesis de novo purin (Schunack dan Mayer. menghambat ksantin dan asam urat. 1990). dihidrolisis oleh ksantin oksidase menjadi metabolit (Mutschler. dimana bekerja untuk mengurangi pembentukan asam urat. Allopurinol yang memiliki waktu paroh dalam plasma sekitar 40 menit. Allopurinol merupakan substrat ksantin oksidase dan dieliminasi melalui ginjal terutama sebagai oksipurinol (sering juga disebut dengan istilah yang salah yaitu aloksantin) (Schunack dan Mayer. 1991). dimana dalam dosis rendah mekanisme penghambatan berlangsung secara kompetitif dan dalam dosis tinggi bekerja secara tidak kompetitif. Potasium oksonat digunakan sebagai induktor hiperurisemia karena potasium oksonat merupakan inhibitor urikase yang kompetitif ntuk meningkatkan kadar asam urat dengan jalan mencegah perubahan asam urat menjadi allantoin. 1991). jikalaupun ada hanya dalam jumlah yang relative sedikit serta kondisi hormonal pada jantan lebih stabil jika dibandingkan dengan mencit betina karena pada mencit betina mengalami perubahan hormonal pada masa-masa tertentu seperti pada masa siklus estrus. yang dapat dinyatakan kecil dalam ekstrak organ. sehingga dengan dihambatnya enzim rikase oleh potassium oksonat maka asam urat akan tertumpuk dan tidak tereliminasi dalam bentuk urin. Selain itu tingkat stress pada mencit betina lebih tinggi dibandingkan dengan mencit jantan yang mungkin dapat mengganggu pada saat pengujian. Melalui penghambatan ksantin oksidase maka hipoksantin dan ksantin diekskresi lebih banyak dalam urin sehingga kadar asam urat dalam darah dan urin menurun (Mutschler. Bedanya dalam penelitian ini konsentrat yang diperoleh . Sediaan uji yang digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam penelitian ini adalah ekstrak air dari daun belimbing wuluh. Dimana allantoin bersifat larut air dan dapat diekskresi lewat urin. 1991). Sedangkan yang bekerja untuk meningkatkan eliminasi asam urat disebut urikosurika (Mutschler. dimana metode tersebut mirip dengan penggunaan bahan nabati sebagai obat tradisional (jamu) yaitu dengan merebus bahan dan mengambil konsentratnya untuk diminum sehingga kesetaraan perlakuan secara tradisional dan perlakuan dalam penelitian identik.

4. Mekanisme reaksi tersebut dapat dilihat pada gambar 1. 1989). senyawa dalam sel darah merah yang diketahui paling mengganggu adalah glutation dan ergotion. Dalam penetapan kadar perlu diperhatikan kemungkinan adanya senyawa pengganggu yaitu terutama dari sel-sel darah merah. sehingga dalam penelitian ini yang digunakan adalah serum bukan plasma untuk mencegah agar glutation dan ergation tidak lepas dari sel darah merah (Dawiesh. karbondioksida dan hidrogen peroksida. Penetapan kadar asam urat ditetapkan dengan metode enzimatik dengan menggunakan reagen Uric acid FS*TBHBA (2. .6-tribromo-3hydroxybenzoic acid) dengan menggunakan alat spektrofotometer StarDust FC 15. Untuk mengurangi ganguan tersebut digunakan darah yang tidak hemolisis. Besarnya intensitas warna yang dihasilkan oleh kuinonimin tersebut ekuivalen dengan kadar asam urat dalam darah.setelah perebusan diuapkan dalam vacuum dryer sampai tebentuk ekstrak kering. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitasnya selama penyimpanan karena jika disimpan dalam bentuk cair sangat rentan terkontaminasi serta cepat ditumbuhi oleh jamur. Mekanisme yang terjadi adalah asam urat dioksidasi oleh enzim urikase dengan bantuan H2O dan O2 menjadi allantoin. Hidrogen peroksida yang terbentuk akan bereaksi dengan 4-aminoantipirin dan TBHBA menjadi kuinonimin yang berwarna merah muda dimana reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim peroksidase (POD).

setelah diuji statistik diperoleh hasil signifikansi masing-masing kelompok perlakuan seperti tertera pada tabel berikut: . Data kadar asam urat dalam serum mencit setelah diinduksi dengan potasium oksonat dan pemberian sediaan uji ekstrak dosis tunggal 200 mg/kgBB tersaji pada tabel berikut: Dari hasil yang tertera dalam tabel diatas.

Dari hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa kedua ekstrak dengan dosis tunggal memiliki potensiasi yang sama dalam menurunkan kadar asam urat mencit putih jantan galur Balb-C dimana hal tersebut didukung dengan hasil statistik antara kedua ekstrak adalah berbeda tidak signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0.835 (P > 0.05). Dan jika dibandingkan dengan ekstrak tunggal Salam maupun Belimbing wuluh memberikan hasil yang berbeda tidak signifikan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kombinasi dari dua ekstrak tunggal yang masing-masing potensial dalam menurunkan asam urat darah mencit jika digabungkan akan memberikan hasil yang lebih baik karena senyawa aktif masing-masing ekstrak berbeda.020 (P < 0. penurunan yang dihasilkan oleh ekstrak tunggal daun salam dan Belimbing Wuluh berbeda signifi kan dengan nilai berturut-turut 0.000. Hal ini berarti penurunan yang dihasilkan oleh kombinasi ekstrak salam dan Belimbing Wuluh berbeda jauh dengan penurunan yang dihasilkan oleh allopurinol. Belimbing Wuluh maupun kombinasi ekstrak salam dan Belimbing Wuluh mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah mencit putih jantan galur Balb-C jika dibandingkan dengan kontrol negatif (Potasium oksonat). Sedangkan kombinasi ekstrak Salam-Belimbing Wuluh jika dibandingkan dengan kontrol positif berbeda signifikan dengan nilai P = 0.031 dan 0.005).000 (P < 0. Jika dibandingkan dengan kontrol positif.05). . Hal ini menunjukkan bahwa allopurinol dan ekstrak daun salam. Dari hasil uji anova diatas dapat dilihat bahwa kadar asam urat antara kontrol negative dengan kontrol positif maupun dengan kelompok ekstrak menunjukan hasil yang berbeda signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0.

55%.06% sedangkan penurunan oleh allopurinol sebesar 93. . BAB V KESIMPULAN Ekstrak daun Salam dan daun Belimbing Wuluh dosis tunggal 200 mg/kgBB terbukti berpotensi menurunkan kadar asam urat dalam darah mencit putih jantan galur Balb-C yang dinduksi potassium oksonat dimana prosentase penurunan kadar asam urat yang diberikan oleh ekstrak Salam kurang lebih sebesar 79. Penurunan kadar asam urat dalam serum dari kombinasi eksrak Salam dan Belimbing Wuluh dengan perbandingan sama (1 : 1) memberikan hasil yang berbeda tidak signifikan dengan kontrol positif yaitu dengan prosentase penurunan sebesar 55.48%.35% dan ekstrak Belimbing Wuluh sebesar 78.

R. Sutrisna. Penentuan Nutrien dalam Jaringan dan Plasma Tubuh.  Hediger MA.. 109-111. H. PAU Pangan dan Gizi.  Mutschler. DAFTAR PUSTAKA  Ariyanti. diterjemahkan oleh Joke.. Andi Suhendi. and K. 2007. Edisi 20. 2004 . R. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Laporan Penelitian RAPID. ITB.  Muhtadi.. Iyan.  Dawiesah... 217-221. S. E. Physiology and biochemistry of uric acid. Hal 54-61. D.  Handadari. Pengembangan Agen Fitoterapi Asam Urat Dari Beberapa Tum-Buhan Obat Indonesia Untuk Peningkatan Kapasitas Bahan Alam Obat Menjadi Produk Obat Herbal Terstandar (OHT). EM. Prestasi Instan Indonesia.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dalam Darah Mencit Putih Jantan hiperurisemia. 2010. Senyawa Obat Kimia Farmasi. W... Yogyakarta. Metabolisme Nukleotida Purin dan Pirimidin dalam Biokimia Harper. Jakarta. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jakarta . W. S. Nurcahyanti W. Manfred. Buku Ajar Farmakologi dan Toksikologi.  Wijayakusuma. 61(9):541-5  Martin. UGM.. 1989. 1987. 1991. Yogyakarta. 1990. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Gajah Mada University Press. Surakarta. Ther Umsch. Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia Rempah. diterjemahkan oleh Darmawan. 2007.  Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Review.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dalam Darah Mencit Putih (Mus muculus) Jantan hiperurisemia. Dinamika Obat.  Schunack. Rimpang dan Umbi. Witlmena dan Soebita. I. 1978.. H. Surakarta. H. Jilid 4. 2002.. PubMed PMID: 15493112.. Mayer. Bandung. Materia Medika Indonesia. Jakarta. Pengaruh Pemberian Infusa Daun Salam (Eugenia polyantha Wight. Edisi Kelima. Efek Decocta Daun Salam (Eugenia polyantha Wight.