You are on page 1of 11

BAB I

PENDAHULUAN

Laporan keuangan merupakan pertanggungjawaban manajemen kepada
pihak di luar perusahaan atas posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan selama
suatu periode tertentu (biasanya satu tahun). Laporan keuangan disusun
berdasarkan standar akuntansi dan praktik akuntansi yang lazim dalam dunia
akuntansi. Standar akuntansi diterbitkan oleh profesi akuntan dengan nama
Standar Akuntansi Keuangan. Standar akuntansi ini dijadikan acuan oleh semua
pihak yang terkait dengan laporan keuangan. Agar pihak di luar perusahaan
mempercayai laporan keuangan yang disusun oleh manajemen, maka dibutuhkan
jasa pihak ketiga yang bertugas untuk memeriksa dan menyatakan bahwa laporan
keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi. Pihak ketiga ini biasa
disebut Auditor Independen.

Laporan keuangan dalam proses penyusunannya dilakukan dengan cara
manual atau terkomputerisasi. Bila digunakan cara manual maka akan digunakan
dokumen-dokumen dan catatan-catatan akuntansi seperti jurnal, buku besar,
neraca saldo dan sebagainya. Bila digunakan komputer maka beberapa catatan
akuntansi dan dokumen akan menjadi tidak ada karena langsung diproses di dalam
komputer atau tersimpan dalam bentuk file. Contoh, untuk transaksi penjualan
tunai di swalayan. Bila digunakan cara manual maka perlu dibuat faktur
penjualan, mencatat penjualan dan penerimaan kas, mencatat harga pokok
penjualan dan pengurangan persediaan, dan membukukan ke masing-masing buku
besar. Bila digunakan komputer maka kasir cukup meng-input nama barang dan
kuantitas yang terjual maka secara otomatis komputer akan membukukan
transaksi tersebut, baik untuk transaksi penjualannya maupun transaksi
berkurangnya persediaan.

1

2. Unsur terpenting dalam sistem akuntansi manual adalah menggunakan jurnal khusus (special journal) dan buku besar pembantu (subsidiary ledger). serta sangat memakan waktu dan beresiko apabila tidak teliti. Pengertian Sistem Akuntansi Manual Sistem akuntansi manual adalah sistem akuntansi yang dikerjakan dengan tangan (manual accounting system). Proses Akuntansi secara Manual Pada pembukuan manual harus mencatat banyak hal secara manual pada beberapa kertas kerja/buku.1.2. dan menyusun jurnal double entry yang cukup membingungkan bagi mereka yang tidak mengerti akuntansi. sampai menyusun laporan keuangan. BAB II PEMBAHASAN 2. melakukan posting. Proses akuntansi yang dilakukan dimulai dengan menyusun jurnal. menyiapkan neraca. 2 .

dalam sistem komputer tidak diperlukan lagi kertas kerja sepertipada sistem manual. Oleh karena itu. kemungkinan kesalahan menjadi lebih besar. Perlu dicatat bahwa konsep pelaporan keuangan tidak dapat diganti oleh komputer. laporan seperti daftar piutang. ketelitian (accuracy) dan kapasitas (capacity) pemrosesan. yang dapat diganti dengan komputer adalah proses pengolahan datanya. Namun demikian. karena semua data tidak terekam dalam bentuk yang dapat dibaca oleh manusia. Pengertian Sistem Akuntansi Terkomputerisasi Sistem akuntansi terkomputerasi adalah sistem akuntansi yang menggunakan komputer (Electronic accounting system) dan perangkat lunak (software) akutansi dalam memroses data. semua data yang kuantitatif maupun kualitatif dapat disimpan dan lebih akurat. Kalau data penyesuaian telah dimasukkan dalam komputer maka laporan keuangan akhir dapat segeradicetak. kegagalan komputer (computer failure) dapat merunyamkan perusahaan karena data dapat rusak atau hilang atau tidak dapat dibaca kembali. Kalau dibandingkan dengan sistem manual. sistem komputerisasian memang jelas mempunyai keunggulan (benefit) khususnya dalam hal kecepatan (speed). Proses Akuntansi secara Komputerisasi Dengan proses akuntansi yang dikomputerisasi dgn yang manual. Dengan menggunakan alat bantu tersebut akan menghasilkan proses yang lebih cepat. Oleh karena itu. mencatat dan mencetak data menjadi sangat besarkarena data disimpan dalam bentuk elektromagnetik. daftar utang dan laporan interim dapat disusun dan dicetak setiap saat dengan segera.4. Manipulasi dengan komputer dan kejahatan dengan komputer (computer crime) juga 3 . Kapasitas untuk menyimpan. 2. di samping laporan utama komputer dapat diprogram untuk menghasilkan laporan- laporan tambahan lainnya termasuk rincian-rincian yang diperlukan. 2.3. Itulah sebabnya diperlukan suatu mekanisme backup. karena tiap langkah dikerjakan oleh manusia. Dalam sistem manual.

pemasok dan data barang. serta perhitungan penyusutan dan pembuatan laporan. pencatatan kartu hutang dan piutang usaha. grafik dan analisa keuangan dilakukan secara otomatis. cukup dibuat satu kali selanjutnya tinggal digunakan.Seperti data pelanggan. Secara garis besar proses akuntansi dengan sistem komputerisasi sebagai berikut : Seluruh proses pembuatan jurnal double entry. mencatat pemakaian barang dan menghitung harga pokok barang.seluruh laporan dapat disajikan dikarenakansemua datasudah ke 4 . Seluruh data yang telah diisi akan disimpan dan dapat digunakan kembali pada transaksi – transaksi yang lain.merupakan ancaman bagi perusahaan yang mengandalkan operasi dan pencatatan keuangannya dengan komputer.begitu juga dengan laporan yang diinginkan.

Semua pekerjaan mulai dari proses pencatatan hingga pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia 2.rekam dengan baik. Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan issue yang kritis 4. Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses pengolahan data 3. pemasok dan barang persediaan dapat dianalisa dengan baik. Pemakai informasi akuntansi hanya dapat memanfaatkan informasi akuntansi setelah fungsi akuntansi menyajikan Laporan Keuangan kepada pemakai laporan 7. Meninggalkan jejak audit yang mudah diperiksa kembali 5 .5. 2. Perbedaan Antara Proses Akuntansi Secara Manual dan Komputerisasi Perbedaan mendasar antara proses akuntansi dengan manual dan komputerisasi dapat diikhtisarkan sebagai berikut: Proses Akuntansi Secara Manual 1. Berdimensi tunggal 8.Dengan cara ini histori transaksi pelanggan. Data akuntansi dicatat dalam buku besar dan buku pembantu dan buku catatan ini dijaga dengan ketat di satu tempat 9. jurnal. Berfungsi sebagai filter 6. Perlu pemisahan antara petugas yang mempersiapkan buku harian. dan buku besar 5.

1982) 1. Pengendalian terhadap personal dilaksanakan melalui pemberlakuan banyak aturan dan penggunaan jenjang organisasi Proses Akuntansi Secara Komputerisasi 1. Rentan tehadap akses tanpa izin 13. penggunaan specialis. akurasi perhitungan dan kemampuan mengolah data dalam volume besar serta minimnya audit trail pada suatu sistem akuntansi (Weber. Mengubah kekeliruan yang bersifat acak kekeliruan yang bersistem 12. Sangat mengandalkan pada berfungsinya kapabilitas perangkat keras dan perangkat lunak 9. Hanya melibatkan proses dengan tangan manusia dalam kegiatan key-in transaksi (mencatat dokumen bisnis) ke dalam media komputer. perubahan dalam 6 . Mengurangi keterlibatan manusia 11. Informasi dapat ditampilkan secara visual screen maunpun print-out. Menghasilkan buku besar yang berfungsi sebagai gudang data 4. Data akunting dicatat dalam buku besar dan buku pembantu yang diselenggarakan secara elektronik dalam bentuk shared database 7. Jejak audit dalam sistem informasi akuntansi komputer menjadi tidak terlihat 10. Menghasilkan informasi dan Laporan keuangan multidimensi 6. Dampak yang terjadi antara lain adanya peningkatan kecepatan proses. Dampak Penggunaan Sistem Akuntansi Berbasis Komputer terhadap Proses Audit Perkembangan sistem informasi berbasis komputer. membawa dampak yang cukup signifikan dalam bidang akuntansi. 2. Menimbulkan risiko kehilangan data 14. perubahan penyimpanan data (data storage). Menuntut pengetahuan pekerja untuk menjalankan 2. Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin oleh komputer 3. Menuntut pengintegrasian fungsi 15. perubahan metode internal control. 8. Menghilangkan sistem otorisasi tradisional 16. 10. Perubahan audit trail.6. Pemakai informatika akuntansi terdapat memanfaatkan informasi akuntansi dengan akses secara langsung ke shared database 5.

Komputer dengan cepat dapat melakukan penghitungan rasio. c. perencanaan audit dan perlunya penggunaan komputer dalam penugasan audit (Sardinas. Apabila suatu program salah maka program tersebut akan menyebabkan pemrosesan data yang salah secara sistematis dan berlangsung cepat. Burch jr. Contoh. program dan data dalam suatu komputer menuntut auditor percaya terhadap komputer dan program untuk melihat langkah-langkah pemrosesan dan data yang terkait. Pengaruh EDP terhadap Pengendalian Akuntansi EDP mempengaruhi sistem pemrosesan data akuntansi. dan Asebrook. pegawai yang menulis cek. konsep pemisahan fungsi dalam sistem manual mungkin akan tergabung dalam satu program komputer. trend analisis. 3. Dengan adanya pengaruh EDP tersebut maka elemen struktur pengendalian harus dikaji ulang. Hilangnya jejak audit karena semakin sedikitnya dokumen yang terlibat dalamsuatu transaksi. 1981) 2. b. Berikut beberapa contoh pengaruh EDP terhadap pemrosesan data akuntansi. Selanjutnya komputer akan sangat membantu auditor independen dalam melakukan prosedur analisis. Contoh. Tersimpannya prosedur. a. Seseorang akan dapat meng-access ke dalam suatu program dan file dan 7 . mengurangi pemeriksaan secara visual untuk mendeteksi kesalahan dibandingkan dengan pemrosesan secara manual. pegawai yang membuat dan memposting ke buku besar dan pegawai yang memverifikasi seluruh kegiatan tersebut. pegawai yang menghitung pajak penghasilan karyawan. Semakin berkurangnya orang yang terlibat dalam pemrosesan data akuntansi karena adanya komputer. Perubahan pada sistem akuntansi dan karakteristik pengendalian mempengaruhi jejak audit (audit trail). menghitung prosentase dan lain-lain. sebuah program penghitungan gaji akan menggantikan tugas pegawai yang menghitung gaji kotor. Aktivitas yang sebelumnya terdesentralisasi dan dilakukan oleh beberapa tenaga administrasi dengan adanya komputer akan tersentralisasi dalam suatu program komputer. d. EDP menyebabkan perubahan dalam sistem akuntansi sehingga mempengaruhi karakteristik pengendalian.

Sebuah sistem EDP dapat mempengaruhi jejak audit sebagai berikut: a. b. Time card dapat diisi dari 22 lokasi yang terdesentralisasi. dimana setiap time card dikirim ke lokasi yang terpusat untuk proses pengggajian. terekam dalam sebuah machine-readable input medium yang sulit untuk di-access tanpa menggunakan bantuan komputer. Fungsi buku besar digantikan dengan master file 8 .melakukan perubahan-perubahan tanpa terdeteksi. buku besar. manajemen juga berkepentingan terhadap jejak audit. pelunasan. Catatan ini meliputi dokumen sumber. kertas kerja dan catatan lain pada sebuah sistem manual. Masalah berikutnya adalah otorisasi transaksi. Dokumen sumber. disket dan print out sebuah sistem komputer. 4. Jejak audit membantu manajemen untuk menanggapi pertanyaan dari pelanggan. c. magnetic tapes. pengiriman dan perpajakan. Contoh perusahaan yang mempunyai sistem manual. Beberapa program mungkin akan mengotorisasi transaksi secara otomatis. seorang salesman dapat meng- input setiap order pesanan ke dalam komputer dari pada menulis pesanan penjualan secara lengkap. Jejak Audit (audit trail) Suatu Sistem EDP Jejak Audit (audit trail) didefinisikan sebagai catatan yang memungkinkan sebuah transaksi dapat ditelusur dari dokumen sumber menuju ke sebuah ringkasan total (laporan keuangan) atau sebaliknya yaitu menyediakan jejak sebuah jumlah ringkasan total kembali menuju dokumen sumbernya. Dalam beberapa sistem. Komputer mengubah ke sistem on-line dimana data dimasukkan ke komputer melalui terminal. supplier. dokumen sumber dapat dielimininasikan melalui penggunaan direct input devices. Meskipun umumnya jejak audit digunakan oleh auditor pada saat pemeriksaan untuk memperoleh bukti pemeriksaan. Contoh. dan pemerintah atas status pembayaran. jurnal.

e. 5. test of controls dan menentukan strategi audit. Contoh file persediaan disimpan pada magnetic tape memerlukan penggunaan komputer dan sebuah program untuk printout atau analisis. Dalam menilai resiko pengendalian. Pendekatan umum dalam penilaian resiko pengendalian melibatkan pengertian yang mendalam terhadap struktur pengendalian. Karena auditor menyimpulkan bahwa pengendalian EDP lemah maka 9 . Dalam melakukan prosedur ini auditor harus menilai pengendalian yang terkait dengan penggunaan komputer sebagai alat pemrosesan data. c) Auditor menyimpulkan bahwa resiko pengendalian adalah tinggi karena pengendalian-pengendalian yang terkait dengan EDP adalah lemah. Auditor kemudian akan merancang b) pengujian substantif berdasarkan kesimpulan resiko pengendalian yang rendah ini. File-file disimpan pada sebuah magnetic medium yang tidak dapat dibaca kecualidengan bantuan komputer dan program. Urutan pencatatan dan aktivitas pemrosesan sulit untuk diamati karena banyak yang dilakukan oleh komputer. auditor memiliki tiga alternatif dalam kegiatannya yaitu: a) Auditor menyimpulkan bahwa resiko pengendalian cukup rendah sebagai dasar untuk membatasi pengujian substantif. File-file dapat disimpan pada media komputer dan laporan hanya disediakan untuk informasi yang bersifat pengecualian. g. Setiap pemrosesan data tidak harus menyediakan daftar transaksi atau jurnal. Tidak selalu diperlukan penyediaan output berupa print out secara rutin untuk catatan-catatan masa lalu. Penilaian Resiko Pengendalian Penilaian auditor terhadap resiko pengendalian dipengaruhi oleh pengendalian EDP dan jejak audit.d. f.

disisi lain membawa dampak negatif yaitu terjadinya pengurangan tenaga kerja. GAS merupakan paket software yang dibuat untuk mempermudah pengolahan dan analisis data yang tersimpan pada media komputer melalui menu yang ada pada paket tersebut. BAB III KESIMPULAN Sistem komputerisasi akuntansi merupakan suatu dampak perkembangan ilmu dan teknologi. Penggunaan komputer dalam bidang Audit antara lain penggunaan Generalized Audit Software dalam mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Berbasis Komputer serta dalam melakukan Pengujian Substantif. auditor tidak akan melakukan pengujian terhadap pengendalian (test of controls) tetapi langsung melakukan substantive test. hal ini tentunya memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi perusahaan dan sumber daya manusia. Secara umum. Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat 10 . Generalized Audit Software merupakan program khusus yang dapat mengaudit data yang tersimpan pada media komputer atau paket software yang dikembangkan untuk meningkatkan kinerja audit. dimana pencatatan akuntansi secara manual kini digantikan dengan oleh komputer. yaitu pekerjaan akuntansi menjdai lebih mudah dan cepat serta dapat meminimalisasi kesalahan dalam menyusun laporan keuangan. d) Auditor memutuskan untuk tidak melakukan penilaian resiko pengendalian karena pengendalian EDP kuat dan pekerjaan tambahan untuk menilai resiko tersebut dalam biaya tidak efektif. Auditor dapat mengunakan GAS untuk membantu pengambilan keputusan kesimpulan hasil audit.

Kedua.com/perbedaan-sistem-akuntansi-manual-dan- komputerisasi/ http://eprints.materiakuntansi.pdf 11 .undip.neliti.dengan hati-hati.com/pengertian-sistem-akuntansi-manual/ http://www.com/media/publications/73566-ID-konsep-pengauditan-dalam- lingkungan-peng. DAFTAR PUSTAKA http://www.materiakuntansi. Kebutuhan akan audit sistem informasi beranjak dari dua hal. Audit sistem informasi bukan hanya sekedar perluasan dari tradisional auditing (manual auditing). organisasi dan manajemen menyadari bahwa sistem informasi komputer merupakan sumber daya yang bernilai sehingga perlu adanya pengendalian.ac. auditor menyadari bahwa komputer berpengaruh dalam fungsi atestasi.id/9085/ https://media. yaitu pertama.